Sistem Penyiaran Televisi


UU PENYIARAN DI INDONESIA

Kode Etik Jurnalistik Televisi
Dengan adanya kode etik jurnalistik, para wartawan atau seorang jurnalis mempunyai tanggung jawab dalam menyampaikan informasi haruslah berdasarkan fakta serta akurat dan wartawan tidak boleh menyampaikan berita yang bersifat dusta atau fitnah, melebih-lebihkan suatu peristiwa, serta menyebarkan informasi yang tidak akurat kepada masyarakat. Seperti yang tertera pada Kode Etik Jurnalistik Televisi yang dibuat oleh “IKATAN JURNALIS TELEVISI INDONESIA” yaitu untuk menyampaikan beritanya haruslah mematuhi pasal 5 dalam hal cara pemberitaannya, adalah sebagai berikut:

Pasal 5
Dalam menayangkan sumber dan bahan berita secara akurat, jujur dan berimbang, jurnalis televisi Indonesia:
1. Selalu mengevakuasi informasi semata-mata berdasarkan kelayakan berita, menolak sensasi, berita menyesatkan, memutarbalikkan fakta, fitnah, cabul, dan sadis.

2. Tidak menayangkan materi gambar maupun suara yang menyesatkan pemirsa.

3. Tidak merekayasa peristiwa, gambar maupun suara untuk dijadikan berita.

4. Menghindari berita yang memungkinkan benturan yang berkaitan dengan masalah SARA.

5. Menyatakan secara jelas berita-berita yang bersifat fakta, analisis, komentar, dan opini.

6. Tidak mencampur-adukkan berita dengan advertorial.

7. Mencabut atau meralat pada kesempatan pertama setiap pemberitaan yang tidak akurat, dan memberikan kesempatan hak jawab secara proposional bagi pihak yang dirugikan.

8. Menyajikan berita dengan menggunakan bahasa dan gambar yang santun dan patut, serta tidak melecehkan nilai-nilai kemanusiaan.

9. Menghormati embargo dan 0ff the record.

Dari Kode Etik Jurnalistik Televisi yang tercantum dalam pasal 5 diatas, peneliti hanya mengambil 5 ayat yang terdapat didalamnya , yaitu pada ayat 1, 2, 3, 4, 7 dan 8.

Teknologi Sistem Siaran Televisi (lihat SAP) Klik

Apa itu Televisi (Klik)

Televisi adalah alat penangkap siaran bergambar, yang berupa audio visual dan penyiaran videonya secara broadcasting. Istilah ini berasal dari bahasa yunani yaitu tele (jauh) dan vision (melihat), jadi secara harfiah berarti “melihat jauh”, karena pemirsa berada jauh dari studio televisi (Ilham Z, 2010:255)