Creative Thinking _ Universitas Mercu Buana

Creative Thinking


Creative Thinking _ Universitas Mercu Buana
Mustika Ranto Gulo :Creative Thinking _ Universitas Mercu Buana

“Setiap orang wajib membuka diri melihat apa yang terjadi di dunia ini secara global. Informasi sudah terbuka dan manusia harus mampu memahami permasalahan kompleks di dunia global, persaingan dan perang ide serta daya cipta yang tidak terbendung. Seseorang dituntut untuk melihat dan menyelesaikan permasalahan dengan kreatif serta mencari jalan keluar (solusi) dengan kecepatan tinggi. Seseorang yang berjiwa kreatif, ia mampu melakukan terobosan dan ide baru. Kreatifitas dan daya cipta  juga menjadi penghubung serta perekat antara beberapa displin ilmu dalam menyelesaikan permasalahan.”

Untuk melihat sasaran perkuliahan silahkan clik Creative Thinking

TUGAS KELOMPOK :

1.Ciri Umum Kretivitas  pada Era Industri Kreatif

2.Perspektif-persepektif Tentang Berpikir

3.Tujuh langkah dalam membuat mind map  Bagaimana mind map beraksi

4.Prinsip pembelajaran pengulangan  Mind map ( alat otak yang luar biasa )

5.Motivator mind map  (Bukti Mind map untuk keberhasilan sehari-hari)

6.Pilihan Kata The Looser and The Winners Dalam Teori

7.Relasi antara Teori Motivasi Maslow dengan Daya Cipta Manusia

8.5 Cara Kerja Berpikir Manusia

3 pemikiran pada “Creative Thinking

  1. KELOMPOK CREATIVE THINKING
    (FIKOM-BROADCASTING)
    Kelompok 1 (ciri-ciri umum kreatifitas pada era industry kreatif):
    • Maulida Fanny
    • Febri Nurul Lisaumi
    • Fajar Sulaeman

    Kelompok 2 (perspektif cara berfikir) :
    • Susi Purwatiningsih Rahayu
    • Della Maharina
    • Fathan Mubina

    Kelompok 3 (7 langkah dalam membuat mind map dan bagaimana mind map bereaksi) :
    • Ismaya Dian Putri
    • Ahmad Fuad
    • Mardhika Putra
    • Robby Irhard

    Kelompok 4 (prinsip pembelajaran pengulangan mind map) :
    • Fathurrahman
    • Ade Christian Siregar
    • Laztri
    Kelompok 5 (motivator mind map) :
    • Mellisah
    • Alivia Ramadhani
    • Kezia Audreyline Safrilla Candy Natasha Tampubolon
    • Yusril Ikhza Mahenda

    Kelompok 6 (pilihan kata the loser and the winer dalam teori) :
    • Prayogo Pujo Haryono
    • Bravo Budhi Herlanda
    • Yudi Nugraha
    • Asti Annisa Nursafitri
    Kelompok 7 (Relasi Antara Teori Maslow dan Daya Cipta Manusia) :
    • Agung Sanjaya
    • Yuni Sukaya
    • Sandhika E Mahendra

    Suka

  2. tugas kapita selekta sosial ( mengkritisi makna jilbab dari cianjur) UMB KRANGGAN

    Makna jilbab dari cianjur
    Keberadaan peraturan-peraturan daerah (perda) bernuansa keagamaan Islam atau populer dengan sebutan perda syariah adalah fakta Indonesia hari ini , perda syariah sudah diberlakukan di 37 kabupaten / kota di Indonesia, dan salah satu perda syariah yang diberlakukan di kabupaten cianjur jawa barat adalah perda syariah yang mengatur tentang jilbabisasi , seperti tertera pada Surat Keputusan Bupati Nomor 451/2712/ASDA.I/2001, lahirlah Gerbang Marhamah (Gerakan Pembangunan Masyarakat Berakhlakul Karimah). Selain Cianjur, terhitung ada 22 daerah yang menerapkan perda bernuansa syariat Islam. Di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan misalnya, diberlakukan Perda Minuman Keras serta Zakat, Infak, dan Sedekah. Demikian pula di Kota Madya Tangerang, Banten yang dipayungi Perda Nomor 8 Tahun 2005 tentang Pelacuran. alasan utama diberlakukannya perda jilbabisasi ini adalah karena saat ini di kalangan masyarakat Islam sendiri telah terjadi kemorosotan moral, seperti maraknya pornografi, prostitusi, perjudian, konsumsi minuman keras, kenakalan remaja dan sebagainya, Sehubungan dengan adanya perda yang mengatur tentang jilbabisasi di cianjur ,bertujuan untuk mencegah turunnya moral bangsa karena pada zaman sekarang ini banyak sekali wanita-wanita yang suka memakai pakaian ketat , dan memakai pakaian yang aurat-nya yang seharusnya tertutup malah dibiarkan terbuka , peraturan ini dibuat juga agar para kaum wanita terhindar dari perbuatan para pria yang ingin melakukan perbuatan tidak senonoh seperti: pelecehan, pemerkosaan dll,namun setiap peraturan yang dibuat pasti menimbulkan pro-kontra tersendiri di kalangan masyarakat, . Berbagai macam pendapat yang mendukung ataupun menentang dilontarkan dari pihak yang pro dan kontra terhadap perda ini. Dari pihak yang pro, mereka mengatakan bahwa adanya perda seperti ini bisa menjadi media sosial untuk memberantas berbagai penyakit masyarakat. Keberadaan perda syariat Islam adalah untuk memperbaiki moral bangsa. Bupati Indramayu, Irianto, menambahkan bahwa pemakaian jilbab merupakan salah satu bentuk penangkal berbagai pengaruh buruk di kalangan pelajar. Ini merupakan
    salah satu cara efektif untuk mulai menekan berbagai perilaku buruk di
    kalangan siswa. Dikatakan, dengan mewajibkan siswa mengenakan jilbab yang bernuansa islami, secara langsung menanamkan roh-roh akar agama Islam kepada
    pelajar. Dan bagi yang pihak yang kontra, perda semacam itu dicemaskan melanggar hak-hak dasar warga, memperkeruh toleransi antar-agama, bahkan lebih jauh, mengancam keutuhan bangsa dan negara. Dan dengan adanya pemaksaan memakai jilbab yang terjadi di beberapa SMU seperti di Padang contohnya, menimbulkan kesan bahwa Islam adalah agama yang memaksa padahal hal tersebut sama sekali tidak sesuai dengan Islam, karena di dalam Al-Quran sendiri disebutkan bahwa “Tidak ada paksaan dalam agama” dan bahkan di dalam UUD 1945, pasal 29 dijelaskan bahwa “Negara memberikan jaminan kebebasan bagi warga negaranya untuk menjalankan kehidupan beragamanya”.
    Selain itu, ada indikasi bahwa kebijakan itu akan cenderung menodai agama. Misalnya, anak-anak yang memakai jilbab tidak dari keinginan batinnya langsung, akan tetap saja menganut pola pergaulan umumnya muda-mudi. Dia bisa saja mojok
    di pantai dengan mengenakan jilbab, hal seperti itu lebih tepat disebut degradasi syariat, bukan penerapan syariat. Selain itu, penerapan perda seperti ini di negara seperti indonesia yang merupakan negara sub-sekuler juga memunculkan indikasi bahwa perda tersebut merupakan salah satu usaha dari elit politik untuk mengkotak-kotakan masyarakat berdasarkan keyakinan.

    Saya mengkritisi perda syariah jilbabisasi yang dilakukan di cianjur bahwa , sebenarnya niat bupati mengeluarkan perda ini adalah baik sekali karena bisa mencegah perbuatan-perbuatan tercela yang makin marak terjadi di masyarakat , namun seharusnya sang bupati juga memikirkan efek buruk yang terjadi jika dikeluarkannya perda syariah ini , karena belum tentu semua golongan masyarakat bisa menerima perda syariah ini , karena sebagian masyarakat beranggapan perda ini dapat menimbulkan pandangan buruk tentang islam di mata agama lain , pandangan buruk yang dimaksud adalah islam yang bersifat memaksa kepada umatnya.

    Suka

  3. 1. Melisa, Candy,Alivia, Farah,ismaya, elsa
    2. Kristian, Lastri, Fatur, Agung, Yuni,Dika
    3. Susi, Fathan, Della, Asti, Prayogo, Yudi
    4. Mardika, Bravo, Fanny, Febri,
    5. Fajar, Robby, Yusril

    Suka

Apa Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s