MEDIA PALING EFEKTIF


Media TV dan radio sebagai media paling efektif untuk menjangkau end user; 500 kata

DOGMA, RITUAL DAN ATRIBUT, MAKNANYA AKAN HILANG DALAM CYBER CULTURE – CYBER SOCIETY


Pernyataan Bapak Mustika Ranto Gulo, ST, M.IKom Cyber Culture: “bahwa pada akhirnya tentang Atribut, Dogma dan Ritual tidak ditemukan dalam masyarakat cyber society, karena ketiganya dianggap sebagai benteng penghalang terbentuknya universalitas globalism masyakat dunia. Batas negara, identitas kewarga-negaraan dan kepercayaan atau agama pun akan lenyap dgn sendirinya. Strata sosial ditandai oleh seberapa besar jaringan setiap individu terhubung pada pusat data. Penguasa (identik sebagai Raja) adalah pemilik fasilitas pusat data terbesar. Gaya perang berubah, bukan manusia yg dibunuh, tetapi bagaimana menghancurkan jaringan internet dan menghancurkan data based musuh. Ukuran kemiskinan dan kekayaan berubah, orang miskin yang tersisih adalah mereka yang tidak terhubung melalui jaringan internet ke pusat data, meskipun mereka punya uang tak berseri, tetapi mereka dianggap orang asing (makhluk asing). Mereka dianggap sebagai sampah cyber – society karena gagap teknologi, pada saat itu, manusia akan hemat berucap kata-kata, karena semua komunikasi melalui simbol dan huruf saja.  Jelaskan bagaimana peradaban baru ini akan menjadi kenyataan. PAPER TUGAS KULIAH NEW MEDIA & TEKNOLOGI BAB I PENDAHULUAN I.1. Sejarah manusia dalam paradigma Antropologi I.2. Post Modern dan Modernism I.3. Teknologi Internet dan Kemajuan Aplikasi Media Sosial BAB II. TEORI DAN ANALISIS PUSTAKA II.1. Pengertian dan pendapat para ahli tentang Cyber Culture dan Cyber Society II.2. Theological, Dogma, Ritual dan Attribute II.3. Teritory & Unilateralism, Globalism dan Technologist BAB III. ANALISA MODEL PERADABAN BARU DALAM CYBER CULTURE III. 1. Paradigma Batas Wilayah & Kekuasaan, dalam Cyber Society III.2. Ancaman Penerus Peradaban suku-suku bangsa dalam dunia nyata III.3. Fenoma-fenomena sebagai tanda kelahiran peradaban baru III.4. Selamat datang Peradaban Komunitas Baru Dalam Cyber – Society IV. Kesimpulan & Saran Penutup Daftar Pustaka LAPORAN INI HARUS BERPEDOMAN PADA SYARAT PENULISAN PAPER (Lihat infonya) Kelompok : 1. Sandy Salim, Bertha, Jumpa Tarigan, Lee Sui Mei, Linda Hasyim 2. Butet Sagala, Aryanto, Adie Messakh, Arief Saritman, Suryanto 3. Johanes Saputro, Zenaya Ziah, Muh Iqbal, Sri Novianti, Fikri 4. Mahessa, Ridwan, Mahdi Ali, Chistiani S, Vera Uripto 5. Lili Naniek, Nurul Kallam, Prayoga, Untari, Wulan Sri Rejeki 6. Deddy, Kurnia, Muh Ali, Magdalena Sirait, Lusi Herlambang, Basri Arif 7. Jamal A, Charlie, Achmad, Tata, Sri Astuty, Gilang, Putra Sabda Selamat menunaikan tugas Supervisor by Mustika Ranto Gulo, ST, M.IKom

PT MICRO TELLINDO Provider Network Solution Installation Surveillance Camera CCTV Online Internet Controlling Contractor & Network Services Email : group@microtellindo.com website : http://microtellindo.com

Proposal Penelitian Mustika Ranto Gulo


Creative Thinkingkerja-keras-menghasilkan-kesuksesanProposal Penelitian Mustika Ranto Gulo.

Latar Belakang Masalah : Media Internet yang terbuka bertujuan untuk memajukan kehidupan manusia, namun tingkat kejahatan di dalamnya sangat tinggi. Penyalahgunaan terhadap media internet ini telah meresahkan masyarakat terutama di Indonesia yang masih tergolong baru mengenal dunia maya ini. Pemerintah mengeluarkan UNDANG-UNDANG INFORMASI & TRANSAKSI ELEKTRONIK yang disebut UU ITE yang bertujuan melindungi masyarakat dari kejahatan di media internet akses. Sejauhmana efek UU ITE terhadap kejahatan Media Internet itu perlu diteliti oleh para akadmisi, untuk melihat apakah UU ITE itu telah tepat guna dalam mensosialisasikannya kepada masyarakat atau tidak.

Pemikiran determinand menganggap bahwa teknologi menjadi bencana pada umat manusia, sehingga internet access yang sangat terbuka itu divonis oleh pemerintah menjadi kesalahan umat manusia. Bukti-bukti pemikiran ini adalah dengan adanya kebijakan Pemerintah RI melalui MENKOINFO untuk menutup beberapa situs website yang dianggap kurang baik.

Website yang ber-tema-kan pornografi dan seks, ditutup karena alasan klasik, bahwa orang-orang di Indonesia adalah pengunjung terbesar situs-situs porno di dunia. Dari dunia bisnis sangat merugikan karena di duga (perlu penelitian mendalam) ada sekita 6 juta orang indonesia pernah melakukan transaksi pada website pornografi itu. Sedangkan undang-undang transaski elektronik di negara ini, tidak memadai untuk melindungi rakyatnya.

Kasus demi kasus telah terjadi dan tidak ada penyelesaian secara ekonomi politik yang memadai. Selalu saja rakyat sebagai pemakai akhir adalah korbannya.

Dari latar belakang pemikiran inilah saya ajak teman-teman untuk melakukan penelitian mendalam tentang beberapa kasus yang berhubungan transaksi online dan hubungannya dengan Undang-undang ITE yang kono akan segera direvisi oleh legislatif periode 2014-2019 yang akan datang.

Analisis Media & Communication Center “Pertarungan Pilpres Indonesia 2014 dimenangkan oleh Media by Mustika Ranto Gulo


Kepada para peneliti, terutama para Mahasiswa yang sedang mencari Judul penelitian baik Skripsi (S1), Tesis S2 ataupun Disertasi S3, saya mengajak untuk melakukan penelitian mendalam tentang “Relasi Pemilik Media dengan Hegemoni Kekuasaan dalam Pilpres 2014”.

Narasi

Fenomena ini baru saja kita lewati, dimana media massa seperti televisi ikut meramaikan kampanye pemenangan capres dan cawapres jagoan masing-masing. Secara nyata-nyata stasiun TVone mendukung Prabowo-Hatta, dimana pemiliknya adalah Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie. Sedangkan MetroTV mendukung pasangan Jokowi-Jk dimana pemiliknya adalah Surya Paloh Ketua Pembina Partai Nasdem. Pertarungan kedua media ini telah membawa perubahan signifikan bagi pertelevisian Indonesia melalui teknik dan cara-cara menyuguhkan berita dan juga kreatifitas yang menarik perhatian masyarakat. Sebagai penulis artikel saya sangat senang dengan pemikiran terbuka untuk menganalisa peran media media yang terlibat dalam pertarungan itu. Agar penelitian lebih dalam, saya mengajak untuk melakukan perbandingan dengan stasiun teklevisi yang juga ikut berperan aktif dalam pertarungan sekalipun itu hanya musiman. Dan yang tak kala penting tanpa kita sadari bahwa kita sudah ikut berperan aktif di dalamnya:  “Sesungguhnya kita sudah masuk dalam situasi perang ala dunia maya, perang pencitraan dan perang opini serta kampanye hitam sudah terjadi melalui media, saling membantai baik nyata-nyata maupun sembunyi-sembunyi. Media Massa tidak netral karena terbukti menjadi arena perang yang paling genting dimana mereka memperlihatkan senjata ampuh membantai lawan. Keprihatinan saya adalah perang ini sesungguhnya sudah memakan banyak korban dan kita ada di dalamnya. Dan saat ini, kita sedang diperhadapkan pada masalah tahap paling sesitive yaitu permainan hasil (Pra Pengumuman Resmi KPU) dimana hasil Lembaga Survey pada Quick-Count menimbulkan persoalan baru, karena sebagian memenangkan Prabowo – Hatta dan sebagian lagi memenangkan Jokowi-Jk. Polemiknya adalah kedua pasangan mengklaim diri sebagai pemenang Pilpres 2014.

Metodologi

Jika judulnya adalah mencari efek atau hubungan sebab akibat pada analisa “Relasi Pemilik Media dengan kekuasaan dalam Pilpres 2014”, maka penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif. Dengan menampilkan beberapa variable dalam relasi pemilik media dengan para capres. Tetapi jika judulnya Studi Kasus atau menggunakan paradigma kritis maka penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Judul penelitian bisa berubah asalkan tema dan inti analisis tidak berubah.

Pendekatan Teori

Hegemoni adalah sebagai suatu dominasi kekuasaan suatu kelas sosial atas kelas sosial lainnya, melalui kepemimpinan intelektual dan moral yang dibantu dengan dominasi atau penindasan. Bisa juga hegemoni didefinisikan sebagai dominasi oleh satu kelompok terhadap kelompok yang lain, dengan atau tanpa ancaman kekerasan, sehingga ide-ide yang didiktekan oleh kelompok dominasi terhadap kelompok yang didominasi/dikuasai diterima sebagai sesuatu yang wajar dan tidak mengekang pikiran.

Hegemoni berasal dari kata hegeisthai (Yunani) merupakan akar kata dari hegemoni, yang mempunyai pengertian memimpin, kepemimpinan, kekuasaan yang melebihi kekuasan yang lain. Hegemoni dikembangkan oleh filsuf Marxis Italia Antonio Gramsci (1891-1937). Konsep hegemoni memang dikembangkan atas dasar dekonstruksinya terhadap konsep-konsep Marxis ortodoks. Chantal Mouffe dalam bukunya yang berjudul Notes on the Sourthen Question untuk pertama kalinya menggunakan istilah hegemoni ini di tahun 1926. Hal ini kenudian disangkal oleh Roger Simon, menurutnya istilah hegemoni sudah digunakan oleh Plekhamov sejak tahun1880-an (Ratna, 2005: 181). Media massa memiliki visi dan missi sebagai perusahaan dengan mengusung ideologi sang pemiliki. Oleh karena itu media massa dengan segenap perangkatnya juga memiliki kepentingan selain keuntungan (Profit center) dan juga memiliki ideologi sendiri yang tentu akan bersinergi dengan para kolega dan rekan bisnis lainnya. Karena kepentingan inilah, maka pemilik media massa dikritisi dan dicurigai sebagai alat hegemoni kekuasaan. Dalam Konsep Gramsci, media massa dianggap sebagai instrumen untuk meyebarluaskan dan memperkuat hegemoni dominan, akan tetapi terdpat juga media yang berpihak pada rival kekuasaan yang melakukan perlawanan dalam menyebarluaskan dan memberikan pemahaman berimbang terhadap hegemoni politik itu sendiri. (Stillo, 1999:10) Dalam realitas ideologi kapitalisme, hegemoni dan dominasi , nyatanya media-media itu tidak mungkin melepaskan diri dari kepentingan-kepentingan institusi pengelola media itu sendiri; sebab institusi media massa adalah perusahaan yang harus untung sebesar-besarnya, media dikelola sebagai industri yang bahkan bisa menjadi perusahaan yang mendominasi opini dalam siaran dan isi beritanya. Sekarang muncullah group perusahaan media yang semakin berkuasa dimana lahirlah kapitalisme media di Indonesia.Pendekatan Analisis Pada KasusBaca hasil wawancara saya di http://opininusantara.com/home/2014/07/09/media-adalah-pemenang-pilpres-2014-jadi-siapa-presiden-kita/Pemenang Pilpres kita adalah media massa. demikian diuangkapkan oleh beliau kepada kami Rabu, 9/7/2014 bertepatan dengan Pemilihan Umum Presiden RI ke 7, ia menyatakan bahwa “pemenang Pilpres 2014 adalah media, artinya pihak yang bertarung sesungguhnya adalah media masa. Karena kekalahan Capres dan Cawapres sekarang ini adalah kekalahan media”.

Situasi sekarang dengan adanya hasil Quick Count berbeda versi menurut lembaga survey, bagaimana? Lembaga Survey itu seharusnya Independent, tetapi mereka itu kan mengeluarkan biaya untuk bekerja. Lalu biaya itu dari mana, dari surga? hahahaha, makanya hasilnya bias dan harus sesuai dengan pesanan pendonor. Inilah yang saya katakan dalam teori ‘ekonomi politik media’ tidak ada makan siang yang gratis.

Catat ya “Pertarungan antara kedua kubu Capres Prabowo – Hatta dan Jokowi – JK adalah pertarungan media, mereka itu sama-sama memiliki MEDIA MASSA sebagai alat dan mesin perang. Media massa kini bertarung dan saling membantai satu sama lain, sampai kapan? kita tidak tau, pesan saya jelas : Media Massa kembalilah kepada fungsi yang sesungguhnya, Pilar Demokrasi.”

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan Rencana Penelitian

Para peneliti memusatkan arah analisa pada hubungan atau relasi antara pihak-pihak yang ingin berkuasa dengan sejumlah media massa yang ada dibelakang mereka sebagai mesin politik pada Pilpres 2014. Apa keuntungan yang didapatkan oleh masing-masing pihak dalam kesepakatan bisnis yang mereka rancang sebagai kosnpirasi ekonomi politik media. Bagaimana mereka memainkan peranan masing-masing dalam mewujudkan hegemoni politik dan ideologi yang mereka usung, bersama atau mungkin hubungan kemitraan mereka hanya untuk kepentingan sesaat? Dengan demikian semua instrumen yang mengikuti gerbong masing-masing kubu dalam Pilpres 2014 dapat  lebih jelas terang benderang untuk sebah study yang sangat seksi.

Saran

Saya sarankan agar bisa melakukan check and recheck mendalam terhadap latar belakang media-media yang secara nyata-nyata melakukan kegiatan kampanye baik putih maupun kampanye hitam terhadap kubu-kubu para pihak yang berseteru yakni Kubu Prabowo-Hatta dan kubu Jokowi-Jk. Saya menyarankan untuk melakukan diskusi mendalam jika saudara ingin bergabung dalam penelitian ini.

Salam

Ir. Mustika Ranto Gulo, M.IKom

Ir. Mustika Ranto Gulo
Dosen UMB

 

Indonesia tidak memiliki Undang Undang Perdagangan ONLINE


GambarSalah satu negara yg tidak memiliki UU Perdagangan Online (eCommerce) adalah Indonesia. Sementara sejak 1992 perdagangan ONLINE telah ramai di Indonesia, bahkan 1999 sudah Website yang berani menjual produknya melalui eCommerce. Persoalan transaksi ONLINE menghantui manajemen perbankan karena belum siap menghadapi penyalahgunaannya.

Kini 2014, satu dekade lebih, Indonesia masih berkutat pada UU penjualan berbasis ONLINE; Sudah banyak kasus yang telah merugikan masyarakat luas, namun pelaku kejahatan penjualan ONLINE tidak bisa dijerat karena UU SALES ONLINE itu tidak ada. Pada Tahun 2014 Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan bahwa dirinya akan segera menyelesaikan aturan turunan terkait transaksi pembelian dan penjualan berbasis “online” (daring) atau “e-commerce” yang saat ini masih diatur dalam Undang-Undang Perdagangan saja.

Pada UU Perdagangan tersebut, e-commerce diatur dalam Bab VIII Perdagangan Melalui Sistem Elektronik pada pasal 65 dan 66. Sementara untuk ketentuan lebih lanjut akan diatur dalam Peraturan Pemerintah yang hingga saat ini masih didorong penyelesaiannya.

UU Perdagangan itu merupakan pengganti peraturan penyelenggaraan perdagangan, “Bedfrijfsreglementerings Ordonnantie” (BO), yang telah digunakan sejak zaman penjajahan Belanda sebagai dasar hukum perdagangan Indonesia.

“Di dalam UU Perdagangan sudah diatur, nanti akan ada Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri, targetnya segera diselesaikan,” kata Lutfi, seusai menghadiri Sosialisasi Permendag 70 tahun 2013 di Jakarta, Rabu. Sekarang kita menanti hasilnya, masih belum diumumkan, semoga.

Lutfi mengatakan, meskipun masa jabatannya hanya sampai 20 Oktober mendatang, pihaknya merasa perlu untuk segera menyelesaikan aturan turunan terkait jual beli daring tersebut, mengingat pertumbuhannya yang sangat tinggi.

“Pertumbuhannya 300 persen lebih cepat daripada pertumbuhan transaksi dengan menggunakan uang tunai, dan hal tersebut menjadi sangat penting untuk kita segera selesaikan aturannya,” ucap Lutfi.

Dengan nilai pertumbuhan yang sangat tinggi tersebut, lanjut Lutfi, artinya harus diregulasi dengan baik karena para konsumen yang sangat besar tersebut harus dijaga atau dilindungi kualitasnya.

“Ini merupakan prioritas dari Kementerian Perdagangan untuk segera menyelesaikannya,” ujar Lutfi.

Beberapa waktu lalu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan bahwa mayoritas transaksi “e-commerce” di Indonesia tidak membayar pajak, meskipun nilai transaksi mencapai rata-rata kurang lebih Rp100 triliun per tahun.

Dengan disahkannya Undang-Undang Perdagangan yang mengatur e-commerce, menurut Apindo, nantinya para pelaku usaha akan dikenakan pajak, meskipun hingga saat ini masih belum diketahui berapa besar besaran pajak yang akan dikenakan.

Dalam UU Perdagangan tersebut, diatur perdagangan sistem elektronik dengan ketentuan bahwa setiap orang atau badan usaha yang memperdagangkan barang atau jasa wajib menyediakan data dan informasi secara lengkap dan benar.

 

Writing Cource Dr. Farid Hamid


TUGAS I dari DR. FARID :

1. Journal International 5 Judul

2. Jounal Indonesia (lokal) 5 Judul

Semua analisinya dibuat dalam standard penulisan makalah

Diserahkan tanggal 30 Maret 2013

Bisa dikirim melalui email 

Note : Diharuskan journal2 tersebut berhubungan dengan Judul Thesis Saudara

MAFIA NARKOBA MENGGURITA, Patut diteliti oleh para Akademisi


PENELITIAN YANG BAGUS "PERAN MAFIA NARKOBA DALAM PENDANAAN MENJELANG PEMILU 2014"
PENELITIAN YANG BAGUS “KEMUNGKINAN ADANYA PERAN MAFIA NARKOBA DALAM MENDANAI POLITIK PADA PEMILU 2014 MENDATANG”

Heboh, bagaimana bisa seorang Presiden memberi grasi kepada terpidana mati tanpa latar belakang yang masuk akal, sangat kontradiktif dari sikap SBY sebelumnya. Masyarakat sudah muak dan memilih posisi diam karena bosan menyampaikan aspirasi menetang hal itu, kepada pemerintah yang tuli. Pada hal beberapa waktu yang lalu, SBY mengatakan akan berada di garda paling depan membarantas narkoba.

Jangan-jangan SBY tidak pernah dengar rakyatnya sendiri, ini kepentingan siapa demi apa dan yang diuntungkan siapa? Sungguh,  pemberian grasi kepada gembong narkoba menuai kontroversi, bahwa narkoba adalah jenis kejahatan luar bisa dan pelakunya tidak bisa diberi ampun. Continue reading “MAFIA NARKOBA MENGGURITA, Patut diteliti oleh para Akademisi”

TEORI MEDIA BARU


Teori Media Baru :
Era pertama digambarkan oleh :

  1. Sentralisasi produksi (1 menjadi banyak)
  2. Komunikasi 1 arah
  3. Kendali situasi
  4. Reproduksi stratifikasi sosial dan perbedaan melalui media
  5. Audiens massa yang terpecah
  6. Kesadaran sosial Continue reading “TEORI MEDIA BARU”

McLuhan & Inis : Teori media klasik


Teori media klasik oleh McLuhan & Inis : media merupakan perpanjangan pikiran manusia, jadi media yang menonjol dalam penggunaan membiaskan masa historis apapun.

Seperti media yang mengikat waktu (dibiaskan terhadap tradisi) dan media yang mengikat ruang (memudahkan komunikasi dari satu tempat ketempat lain, mendorong pembangunan kerajaan, birokrasi yang besar dan pengembangan kekuatan militer.

Teori komunikasi kontemporer yang merupakan perkembangan dari teori komunikasi klasik melihat fenomena komunikasi tidak fragmatis. Artinya, komunikasi dipandang sebagai sesuatu yang kompleks-tidak sesederhana yang dipahami dalam teori komunikasi klasik.
Pendekatan dalam memahami komunikasi pun tidak hanya mengacu pada teori semata, tetapi juga memperhitungkan mazhab dan model apa yang dipakai. Mazhab yang dipakai antara lain mazhab proses dan semiotika. Namun, dalam paper ini saya tidak membahas teori kontemporer yang dianggap ‘pahlwan revolusioner’, tetapi saya mengajak anda untuk mengkaji lebih detail tentang salah satu teori komunikasi klasik yang dicetuskan oleh Shannon dan Weaver, yaitu teori matematis atau teori informasi yang berkembang setelah perang dunia II . Teori yang termasuk ke dalam tradisi sibernetik ini mengkaji bagaimana mengirim sejumlah informasi yang maksimum melalui saluran yang ada.
Tentunya teori ini memiliki kelebihan dan kelemahan jika dibandingkan dengan teori-teori lainnya. Apakah teori ini masih relevan atau justru sudah tidak dapat disentuh sama sekali. Namun, kita tidak bisa menafikkan kontribusi Shannon dan Weaver dalam memberikan inspirasi ahli-ahli komunikasi berikutnya yang terus mengembangkan teorinya seperti Gerbner, Newcomb, Westley dan MacLean, dan lain-lain.

Joshua Meyrowitz Menggambarkan 3 Metafora Tentang Media


Menurut Joshua Meyrowitz menggambarkan 3 metafora yang mewakili sudut pandang mengenai media :

1. Media sebagai wesel  : gagasan bahwa media adalah pembawa pesan (konten yang netral)

2.Media sebagai bahasa : masing–masing media memiliki unsur struktur alat atau tata kalimat seperti sebuah bahasa.

3. Media sebagai lingkungan : dilandasi oleh gagasan bahwa kita hidup dalam lingkungan yang penuh dengan berbagai informasi yang disebarkan oleh keberadaan media dengan beragam kecepatan, ketepatan, kemampuan melakukan interkasi, persyaratan fisik, dan kemudahan belajar.