Buatlah Artikel tentang program-program TV swasta yang menyimpang dari fungsi utama penyiaran Radio dan TV; 500 kata


Artikel tentang program-program Radio/TV swasta yang menyimpang dari fungsi utama penyiaran Radio dan TV; 500 kata

TEORI KOMUNIKASI MASSA DALAM MEDIA; HYPODERMIC THEORY MEMPUNYAI KEKUATAN PENUH YANG SANGAT EFEKTIF DALAM MENYAMPAIKAN INFORMASI. APA PUN PESAN YANG DISIARKAN OLEH MEDIA BISA DENGAN SENDIRINYA DAPAT MEMPENGARUHI KHALAYAKNYA.TEORI INI MENYATAKAN BAHWA EFEK-EFEK MERUPAKAN REAKSI SPESIFIK TERHADAP STIMULI YANG SPESIFIK PULA.

JIKA SESEORANG INGIN MELAKUKAN PENELITIAN DAN MENERAPKAN TEORI INI DAPAT MENGHARAPKAN DAN MEMPREDIKSIKAN HUBUNGAN YANG DEKAT ANTARA PESAN MEDIA DAN REAKSI KHALAYAK.

Teori Jarum Suntik itu berarti bahwa informasi yang disampaikan oleh media TV dan Radio langsung masuk merasuk dalam otak manuia yang menontonnya. Komunikasi Massa menjadi hal yang terpenting dalam segala aspek, untuk itu diperlukan upaya untuk menganalisa setiap pesan yang datang dari media massa. Proses komunikasi massa dengan berbentuk jarum hipodermik membutuhkan waktu, ruang, dan tempat yang luas kepada audience.

Iklan

Judul Artikel & Jumlah Kunjungan blog ini per 1 September 2014 :


Persaingan KerasIkuti Berita Tertinggi Sepanjang Tahun : Judul & Jumlah  Kunjungan per 1 September 2014 :

  1. STEPHEN W LITTLEJOHN & KAREN A FOSS : TEORI KOMUNIKASI  …. 9.965
  2. Halaman utama / Arsip …. 8.658
  3. TEORI-TEORI KOMUNIKASI MEDIA MASSA …. 1.997
  4. Stuart Hall ; MEDIA MASA & REPRESENTASI …. 1.544
  5. TEORI MEDIA BARU … 1.496
  6. Jelaskan, Menurut Alvin Toffler, ada tiga gelombang peradaban manusia …. 1.065
  7. Analisis Kritis, Berpikir Kritis, Bertindak kritis …. 1.062
  8. ILMU KOMUNIKASI DIKAITKAN DENGAN FILSAFAT ONTOLOGI EPISTIMOLOGI DAN….835
  9. Fenomenologi Teori …568

FUNGSI MEDIA DI PERKOSA, MENGABDI KEPADA SIAPA YANG BERANI BAYAR By Mustika Ranto Gulo, ST. M.IKom


Birokrasi VS Jurnalis(1)
Kelas paling hidup …sekalipun alot tetapi diskusi para pakar analisis ini, sangat berkualitas

 

Sesi 5 dalam tema “MEDIA DAN KODE ETIK JURNALIS” pada mata kuliah Media Cultures Studies oleh Dr. Heri Budianto (2012).

Pertemuan sesi ini membahas tentang media dan kode etik jurnalis, seperti biasa bahwa diskusi pasti memanas huahahaha. Teori dan study kasus bagaikan mata rantai yang tak pernah putus apalagi membahas media darling yang tiada akhir …seru sekali.

Siapa yang berani bayar, maka berita tentang dirinya yang tampil, “Kamu berani bayar berapa?”. Ketika menampilkan beberapa analisis media electronik dan media cetak serta media online yang menyuarakan kepentingan pemilik atau pemodal media. Jurnalis itu bekerja untuk kepentingan pemodal dan isi beritanya tentu tentang keterpihakkannya kepada pemilik media yang membayar gaji mereka. Selain itu membahas tentang “News by order to be proclaimed”, ini lebih berbahaya karena berita bisa diorder (dipesan) seperti iklan. Jadi fungsi media sebagai basis yang menjaga kenetralisasi sudah tidak ada lagi.

Isu ini juga menyambar “running teks di TV lokal yang berkata : Wartawan xxxx tidak menerima uang atau sumbangan apapun dan bla bla bla”.

Lebih berbahaya adalah order news untuk jangka panjang sampai tujuan para aktor itu tercapai. Misalnya menggiring opini publik untuk pribadi seorang calon kandidat tertentu dalam politik. Menggariskan berita-berita seputar diri kandidat secara terencana dan ‘angel’ (ruang – sudut pandang berita) diatur agar tidak disadari oleh pembaca awam,  bahwa sesungguhnya mereka sedang digiring untuk mendukung pribadi/personal  tertentu.

Lahirnya media online bagaikan jamur di musim hujan, dan menjadi alat yang digunakan untuk pencitraan pribadi tertentu. Salah satu kandidat Gubernur di Indonesia membangun dan membiayai website berita (News) sampai 27 website untuk mengelabui rakyat demi menggiring opini bahwa dirinya adalah calon gubernur yang bersih dari korupsi.

Media nasional sering melakukannya karena alasan keterpihakan ideologi dan juga karena bayaran yang mahal (sekarang isi berita tergantung siapa yang berani bayar).

Kode etik jurnalism sudah tidak menjalankan fungsi netralnya, padahal menurut tujuan dibuatnya kode etik menurut Frankel (Seeger, 1997 : 192-193) :

  1. sebagai petunjuk moral yang jelas untuk anggota sutau organisasi
  2. kode etik merupakan suatu dokumen legal yang dapat mengkontrol perilaku anggota organisasi,
  3. kode etik akan dapat melindungi anggota organisasi dari kejahatan atau penipuan
  4. kode etik merupakan struktur legitimasi yang membolehkan organisasi dalam menunjukan cara kerja dan konsistennya terhadap norma sosial.

Teori Agenda Setting

Agenda-setting diperkenalkan oleh McCombs dan DL Shaw (1972). Asumsi teori ini adalah bahwa jika media memberi tekanan pada suatu peristiwa, maka media itu akan mempengaruhi khalayak untuk menganggapnya penting. Jadi apa yang dianggap penting media, maka penting juga bagi masyarakat. Dalam hal ini media diasumsikan memiliki efek yang sangat kuat, terutama karena asumsi ini berkaitan dengan proses belajar bukan dengan perubahan sikap dan pendapat.

ISI BERITA MEDIA MAINSTREAM

Sekarang berita apa yang  dianggap penting oleh media? Media mainstream yang dulu dipercaya sebagai alat membangun faham yang netral,  kini telah menjadi alat hegemoni politik para politikus.

Kini fungsi media diperkosa oleh kepentingan uang, demi uang para penggagas berita mulai memprlihatkan keterpihakkan mereka pada figur yang berani bayar.

Masih adakah media yang netral? (Tugas artikel 500 kata).

MRG – Email : ranto.komunikasi@gmail.com

 

Please Reblog : PENYIARAN (1)


TOPIK KULIAH PADA PERTEMUAN :

  1. Fungsi radio dan televisi sebagai media massa, (Lihat Teori Komunikasi Massa); 500 kata
  2. Artikel tentang program-program TV swasta yang menyimpang dari fungsi utama penyiaran Radio dan TV; 500 kata
  3. Perbedaan Radio/TV Komersial dengan Radio/Televisi Komunitas;  contoh-contoh yang anda temukan. 500 kata
  4. TV dan radio sebagai media paling efektif untuk menjangkau end user; 500 kata
    Radio AM sangat jauh jangkauannya dibandingkan Radio berbasis FM. Jelaskan secara rinci; (500 kata)
  5. Ada Empat Jenis Penyiaran Indonesia saat ini :
    a. Penyiaran Analog & Digital
    b. Penyiaran Network (IP Based)
    c. Penyiaran Komersial dan Komunitas
  6. Penyiaran Nasional (Goverment Operator) ; 500 kata
  7. Audiens memiliki hak untuk memilih channel Radio dan TV, namun audiens (rakyat) tetap hanya sebagai korban yang menikmati siaran yang disuguhkan oleh stasiun TV dan Radio, Jelaskan hubungannya dengan teroi “jarum suntik” (500)
  8. Ujian Tengah Semester
  9. Undang-Undang Penyiaran dan Kebebasan berekspresi dalam Siaran Radio & TV (500 kata)
  10. next …..

BAHAYA PENYALAHGUNAAN MEDIA INTERNET DAN UPAYA PENANGANANNYA


Membaca kembali artikel saya 8 April 2008, masih relevankah? Saya juga terheran-heran saat melakukan penelitian pustaka saat, dalam waktu 8 hari selesai saya kumpulkan semua dokumennya.
Sungguh Indah.
Mustika Ranto Gulo, ST. M.IKOM

Nias Barat Siapa Yang Punya ?

Mustika Ranto Gulo, Ir Mustika Ranto Gulo, Ir

Catatan dan Peringatan kepada Media elektronik media Internet.

Peringatan Pertama: Jika mengutip tulisan original di media online, harus menulis nara sumbernya minimal menyebutkan nama penulisnya. Hukuman atas pencurian ide dan tulisan itu, hukumannya sangat berat. Termasuk berita, yang disuguhkan harus jelas nara sumbernya, bukan katanya dan katanya.

Bagaimanapun yang kita cari adalah informasi yang layak untuk dibaca dan digunakan untuk kemajuan umat manusia. Mendapat informasi tidak identik dengan mencuri ide orang lain. Dalam UU Pers, ditegaskan mengenai etika pemebritaan suatu kejadian, misalnya sebelum seseorang ditetapkan sebagai tersangka maka nama yang bersangkutan masih disingkat atau di tulis alias. Setelah yang bersangkutan dinyatakan tersangka baru nama aslinya diperbolehkan untuk ditulis dan diketahui oleh umum. Jerat atas kesalahan ini sangat fatal, menyangkut pencemaran nama baik. Sebab apabila berita itu tidak sesuai dengan vonis hukum yang dijatuhkan oleh Kepolisian atau badan hukum lainnya maka oknum pers elektronik, e-media atau media…

Lihat pos aslinya 2.358 kata lagi

MUSIK SEBAGAI BAHASA UNIVERSAL


Dalam artikel singkat dan sederhana ini saya ingin membahas sedikitnya tentang Musik sebagai bahasa Universal, yang bisa diartikan bahwa musik juga bisa sebagai alat komunikasi antar manusia baik perorang atau kelompok, sebelum jauh mari kita artikan apa arti dari Musik itu sendiri. Musik adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama, Walaupun musik adalah sejenis fenomena intuisi, untuk mencipta, memperbaiki dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Mendengar musik pula adalah sejenis hiburan. Musik adalah sebuah fenomena yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik. Tak hanya dihasilkan oleh alat musik, tetapi musik juga dapat dihasilkan lewat suara dan banyak hal. Peran musik didunia berkembang pesat menjadikannya suatu keharusan dan konsumsi kita sehari-hari jadi tidak menutup kemungkinan musik kini meluas menjadi suat bahasa alat komunikasi bagi kita dan pula musik tidak mengenal kalangan atau ras siapapun bisa menikmati dan memahami. Dalam sehari-hari secara tidak disadari musik membawa pengaruh baik bagi kita coba diperhatikan setiap kita mendengarkan musik membawa kebahagian, kesenangan, lebih bersemangat, penambah gairah dalam aktifitas. Sudah terbukti dalam berbagai contoh bahwa musik menjadi Bahasa

Nada = code

Kita tahu ikan lumba-lumba konon bisa berkomunikasi dengan nada-nada. Dalam film Close Encounters, digambarkan juga bahwa manusia bisa berkomunikasi dengan mahluk luar angkasa dengan nada-nada musik. Kemudian dalam filmStar Wars,R2D2 digambarkan berkomunikasi dengan nada juga.

Sebetulnya melihat dari gejala-gejala tersebut nampaknya suatu saat nanti akan muncul bahasa baru yang menjembatani semua bahasa sejagad yaitu bahasa dengan nada. Perumpamaan yang paling sederhana adalah :

saya = I (inggris) = watashi wa (jepang) = ana (arab) = 1 /do (musik)

kamu = you (inggris) = anata wa (jepang) = anta (arab) = 2 /re (musik)

cinta = love (inggris) = aishiteru (jepang) = (apalah.. saya gak tahu) = 5 /sol (musik)

Berarti : saya cinta kamu = I love you = (do-sol-re) 1 5 2 !!

Kombinasi notasi lain misalnya : makan = eat = mi-fa / 34 — saya makan = 1 34

Contoh lain : pergi = go = 46 (fa la) => saya pergi makan = 1 46 34

Nah.. sudah jauh bukan perkembangan musik, entah berapa taun lagi mungkin sudah bisa lebih hebat lagi dan muncul ide-ide baru dari manusia. tak hanya digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama manusia tetapi juga dengan binatang sebagaimana contoh tersebut, lalu melihat kepada manusia yang mempunyai suatu keterbelakangan yang tidak dapat berkomunikasi normal seperti lainnya, bisakan kita menjadikan musik sebagai jalan pemersatu paham dan ide bagi mereka yang kekurangan dan kita yang normal? Tentu bisa! Musik adalah jalan terang untuk pemecahan masalah ini.

kembali kepada Musik adalah bahasa universal, Mengapa? Orang Sunda mengatakan amis jika melihat perempuan yang cantik, tetapi perempuan Jawa akan marah bila dikatakan amis karena amis itu untuk ikan. Padahal arti amis dalam bahasa Sunda itu “manis”. Orang India akan menggeleng-gelengkan kepala untuk menjawab “ya”, tetapi orang Indonesia akan menjawab “ya” dengan mengangguk-anggukan kepala. Ada pula homofon (bunyinya sama tetapi berbeda), yang banyak terdengar di bahasa Inggris, contoh: eyes (mata) dengan ice (es), see (lihat) dengan sea (laut), hear (dengar) dengan here (di sini). Hal demikian tidak terjadi pada musik. Do di Amerika, sama dengan do di Indonesia. Kunci C di Inggris, sama dengan kunci C di China. Seluruh dunia (meskipun tidak ada persetujuan secara langsung) tahu nada minor kebanyakan akan memainkan lagu-lagu sedih, sedangkan nada mayor untuk lagu-lagu senang. Dalam kemiliteran, musik-musik yang dimainkan adalah musik-musik yang bertempo cepat. Untuk film-film sedih, lagu akan cenderung dengan tempo lambat. Inilah sebabnya musik dikatakan sebagai bahasa universal

Creative Economic Development Based E-Commerce


Pembangunan Ekonomi Kreatif  Berbasis E-Commerce :

INTRODUCTION: Creative and Power Capability Reserved
CHAPTER I. Power of New Media & Technology Copyright
CHAPTER II. Stimulation Production Creative Industries
CHAPTER III. Creative Industry Market Opportunities
CHAPTER IV. Creative Market Strategy E-Commerce
CHAPTER V. B2B Market Excellence in Creative Industries
CHAPTER VI. Building an Online Business E-Commerce
CHAPTER VII. Transactions, and Business Process Online
CHAPTER VIII. Understanding the globalization of business enterprises Social Media
CHAPTER IX. The background of the global policy change and the role of the World Economy Internet access availability of data between countries.
CHAPTER X. Mandatory understand political economy, the appearance of a new style of power, and how the social strata of society form the cyber world.
CHAPTER XI. Role of Communications Technology Channels & how to trade worldwide Online System.
CHAPTER XII. New Map E commerce Business Competition and the New Economy-Based Creative
CHAPTER XIII. Cultural change in Cyber ​​Culture, and institutions of human life in the new village of Cyber ​​Society.
CHAPTER XIV. Mastery Data Center, and business competition in cyberspace war can not be dammed.
CHAPTER XV. Facing the business world with the response, and Techniques to Build a Website Based e-commerce solution as an answer
CHAPTER XVI. Online business directories as the primary customer needs
CHAPTER XVII. Role in the Creation of a New Culture Banking transactions online trust

Proyek Buku Mustika Ranto Gulo
Proyek Buku Mustika Ranto Gulo

Proposal Penulisan Artikel (dalam bentuk paper MS Word dan dijadikan juga dalam bentuk Powerpoint – Tugas kelompok 1 s/d 8, (sebagai tugas wajib) sebelum UAS

MRG

Kirim ke email saya : ranto.komunikasi@gmail.com

Daftar Mata Kuliah


Jika berjalan bersama saya, jangan mengikutiku dari belakang karena kita adalah teman.

Nama : Mustika Ranto Gulo

Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi

pada kampus tertentu

_____________________

Mata Kuliah yang Pernah Diampu :

  1. Kapita Selekta Ilmu Sosial
  2. Media & Culteral Study
  3. Sosiologi Komunikasi
  4. Crative Thinking
  5. Dasar Managemen Kepemimpinan
  6. Komunikasi Multimedia
  7. Pengantar Penyiaran
  8. Psikologi Komunikasi
  9. Teori Ilmu Komunikasi
  10. Videografi & SInematografi
  11. Sistem Studio Penyiaran Televisi
  12. Etika & Filsafat Ilmu Komunikasi
  13. Public Speaking
  14. Pengantar Ilmu Komunikasi

Syarat Lulus :

Kehadiran 30%, Tugas 20%, UTS 20%, UAS 30% atau

Subyek Nama Singkat Prosentase
PROSENTASE PRESENSI PRE 20 %
PROSENTASE TUGAS TGS 20 %
PROSENTASE PRAKTIKUM PRAK 10 %
PROSENTASE UTS UTS 20 %
PROSENTASE UAS UAS 30 %
TOTAL 100%

Keterangan :

  1. Jika tidak hadir 4 kali dalam 16 kali pertemuan dinyatakan pasti nilai tidak lulus
  2. Tugas setiap mata kuliah terdiri dari tugas kelompok (maks 3 Orang) dan Tugas Individu yaitu penuisan artikel atau analisa teori-teori berhubungan dengan mata kuliah.
  3. Tugas individu ditulis sesuai dengan aturan penulisan makalah-paper dengan standard penulisan makalah standard.
  4. Ujian dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kampus.
  5. Ujian susulan hanya bisa diberikan apabila ada surat pengantar dari kampus.

Analisis Media & Communication Center “Pertarungan Pilpres Indonesia 2014 dimenangkan oleh Media by Mustika Ranto Gulo


Kepada para peneliti, terutama para Mahasiswa yang sedang mencari Judul penelitian baik Skripsi (S1), Tesis S2 ataupun Disertasi S3, saya mengajak untuk melakukan penelitian mendalam tentang “Relasi Pemilik Media dengan Hegemoni Kekuasaan dalam Pilpres 2014”.

Narasi

Fenomena ini baru saja kita lewati, dimana media massa seperti televisi ikut meramaikan kampanye pemenangan capres dan cawapres jagoan masing-masing. Secara nyata-nyata stasiun TVone mendukung Prabowo-Hatta, dimana pemiliknya adalah Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie. Sedangkan MetroTV mendukung pasangan Jokowi-Jk dimana pemiliknya adalah Surya Paloh Ketua Pembina Partai Nasdem. Pertarungan kedua media ini telah membawa perubahan signifikan bagi pertelevisian Indonesia melalui teknik dan cara-cara menyuguhkan berita dan juga kreatifitas yang menarik perhatian masyarakat. Sebagai penulis artikel saya sangat senang dengan pemikiran terbuka untuk menganalisa peran media media yang terlibat dalam pertarungan itu. Agar penelitian lebih dalam, saya mengajak untuk melakukan perbandingan dengan stasiun teklevisi yang juga ikut berperan aktif dalam pertarungan sekalipun itu hanya musiman. Continue reading “Analisis Media & Communication Center “Pertarungan Pilpres Indonesia 2014 dimenangkan oleh Media by Mustika Ranto Gulo”

Prinsip-prinsip atau Dalil Dalam Ilmu Komunikasi (5)


Review :

Setiap manusia yang berkomunikasi memiliki TUJUAN, sebagai prinsip dasar bagian pertama dan “SENGAJA DILAKUKAN” sebagai prinsip kedua. Mari kita cari aplikasi yang menentang teori ini; mungkinkah seseorang yang berbicara dengan kita tidak memiliki tujuan? Atau mungkinkah seseorang berbicara tanpa disengaja? Ayo berikan contoh !

Ir. Mustika Ranto Gulo, M.IKomDalam artikel sebelumnya Bapak Ir. Mustika Ranto Gulo, M.IKom menyampaikan bahwa ada dua “Dalil Komunikasi” yaitu :

  1. Adanya Informasi, yaitu sebuah pesan atau adnya informasi yang bisa diterjemahkan oleh penangkap / penerima pesan itu sendiri. Pesan tidak hanya berasal dari manusia tetapi alam pun sering memberi pesan kepada makhluk hidup.
  2. Adanya Penerima Pesan, dimana pesan tersebut dapat diartikan sesuai kemampuan sang penerima. Pean bisa dianalisa namun pesan itu diterima begitu cepat diterima dengan resiko sangat tinggi, misalnya gemuruh yang disusul dengan meletusnya sebuah gunung dalam waktu yang relatif singkat.

MRG menyampaikan bahwa “DALIL KOMUNIKASI BISA TERLAKSANA MINIMAL MEMENUHI SYARAT SBB:”

  1. Ketika sebuah informasi disampaikan maka pada saat itu juga komunikasi sudah mulai berlaku pada tahap level pertama, dan
  2. Ketika informasi (pesan) itu sampai atau diterima, maka komunikasi sudah masuk pada tahap level kedua, dan
  3. ketika adanya respon terhadap informasi (pesan) itu maka komunikasi sudah masuk tahap level keempat.

Pada tahap ini teman-teman diharapkan agar membuat contoh nyata pada blog ini sesuai dengan arahan dalam kelas. 

Bandingkan dengan teori : MODEL KOMUNIKASI LASSWELL (February 13, 1902 — December 18, 1978)

Harold Dwight Lasswell (February 13, 1902 — December 18, 1978)
Harold Dwight Lasswell

Lasswell’s model of communication (also known as Lasswell’s communication model) describes an act of communication by defining who said it, what was said, in what channel it was said, to whom it was said, and with what effect it was said. It is regarded by many communication and public relations scholars as “one of the earliest and most influential communication models.” The model was developed by American political scientist and communication theorist Harold Lasswell in 1948 while he was a professor at Yale Law School. In his 1948 article “The Structure and Function of Communication in Society”, Lasswell wrote: Convenient way to describe an act of communication is to answer the following questions:

  1. Who
  2. Says What
  3. In Which Channel
  4. To Whom
  5. With What Effect?

BUKU DEDDY MULYANA - wajib_8McrhlSedangkan terdapat 12 Prinsip Komunikasi yang pernah disampaiakn oleh Prof Deddy Mulyana, M.A, Ph.D :

  1. PRINSIP 1 : KOMUNIKASI ADALAH SUATU PROSES SIMBOLIK 
  2. PRINSIP 2: SETIAP PELAKU MEMPUNYAI POTENSI KOMUNIKASI 
  3. PRINSIP 3: KOMUNIKASI PUNYA DIMENSI ISI DAN DIMENSI HUBUNGAN 
  4. PRINSIP 4: KOMUNIKASI ITU BERLANGSUNG DALAM BERBAGAI TINGKAT KESENGAJAAN.
  5. PRINSIP 5: KOMUNIKASI TERJADI DALAM KONTEKS RUANG DAN WAKTU
  6. PRINSIP 6: KOMUNIKASI MELIBATKAN PREDIKSI PESERTA KOMUNIKASI 
  7. PRINSIP 7:  KOMUNIKASI ITU BERSIFAT SISTEMIK 
  8. PRINSIP 8: SEMAKIN MIRIP LATAR BELAKAN SOSIAL BUDAYA SEMAKIN EFEKTIFLAH KOMUNIKASI 
  9. PRINSIP 9: KOMUNIKASI BERSIFAT NONSEKUENSIAL 
  10. PRINSIP 10: KOMUNIKASI BERSIFAT PROSESUAL, DINAMIS DAN TRANSAKSIONAL 
  11. PRINSIP 11: KOMUNIKASI BERSIFAT IRREVERSIBLE 
  12. PRINSIP 12: KOMUNIKASI BUKAN PANESAUNTUK MENYELESAIKAN BERBAGAI MASALAH

demikianlah pertemuan hari ini, Kamis, 12 Mei 2014

Sumber Info Menurut Mustika Ranto Gulo
Mustika Ranto Gulo

Dalam kesempatan lain MRG pernah menyampaikan bahwa sumber informasi itu dapat berupa sinyal alam yang berasal dari angkasa, bumi, binatang atau hal-hal yang tidak selalu berasal dari manusia.

Arini Soraya M (Kelas PR K03)

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: