Global Village Dalam Perspektif Komunikasi

Dunia ini dianalogikan menjadi satu desa ‘Global Village’ oleh Marshall MCLuhan, (1960)  karena melihat perkembangan industry media yang sangat cepat tak terbendung. Maksudnya bahwa negara-negara yang dibatasi oleh geografis dan ideologi pada waktunya nanti batas-batas itu tak ada lagi gunanya. Mengapa? Karena keterbukaan informasi akan dikosumsi oleh seluruh masyarakat dunia secara bebas.

Kurang lebih 75 Tahun kemudian (sekarang tahun 2016) terbukti bahwa dengan hadirnya media berbasis Community Social Culture maka ‘global vilage’ menjadi gaya struktur budaya baru. Kita tidak dibatasi oleh wilayah dan waktu serta ideologi, yang kemudian struktur kewargaan negara tidak lagi penting nantinya. Pemimpin yang diakui oleh dunia adalah siapa yang memiliki ‘jaringan tercepat dan terbesar ke pusat data’. Penguasa dunia adalah mereka yang tercepat mengakses pusat data diseluruh dunia. Selain kecepatan tentu kelak akan ada ukuran keakuratan data dan dari mana sumbernya. Dengan demikian dunia akan dikendalikan oleh pemilik media yang mampu menyuguhkan opini terbaik.

Pada era Global Village ini akan tampil budak-budak belian, dimana mereka hanya bengong menonton cara kerja online, mengelola aplikasi dan menonton orang-orang berkomunikasi data tanpa kata-kata. Mereka menjadi budak yang tersisih dari teknologi. Kapan hal ini terjadi?

Marshall McLuhan memperkenalkan konsep ini pada awal tahun 60-an dalam bukunya pun yang berjudul Understanding Media: Extension of A Man. Sekarang terbukti bahwa dengan tersedianya jaringan internet diseluruh dunia mengakibatkan dunia ini seakan-akan hanya berada dalam satu desa. Kekerabatan manusia menjadi sangat dekat sekali, sehingga jarak waktu dan jarak lokasi bukan lagi penghalang untuk berkomunikasi. Jarak penduduk dunia seumpama jarak rumah antar rumah yang saya analogikan di Indonesia bagaikan RT/RW saja.

Dalam jurnal saya sebelumnya saya memprediksi bahwa kartu tanda penduduk yang menjelaskan desa, RT/RW dan warga Negara, beberapa tahun lagi sudah tidak berlaku. Sebab dengan bersatunya data dunia maka tentu demi kepentingan  bersama maka ID Card manusia di seluruh dunia diterbitkan oleh satu  lembaga saja. Kewargaan negara kita sudah tidak penting lagi dalam global data record dunia, sebab hubungan antar manusia tidak lagi mempersoalakan ideologi dan batas wilayah negara.

Biaya telepon untuk berkomunikasi pada 25 tahun terakhir telah berubah dari analog menjadi digital. Apa yang terjadi sekarang dengan komunikasi data dan di dalam bisa mendeliveri voice? Maka biaya komunikasi menjadi sangat murah sekali sejak ditemukannya VOIP (Voice Over IP). Dalam 3 tahun terakhir ini VOIP pun menjadi Free Of Charge (Tidak berbayar) karena jumlah data yang ada di setiap Smart Phone itu mampu mendeliveri VOIP tersebut. Misalnya Skype yang bisa berbicara antar negara hanya dengan berlangganan internet saja.

Ketika konsep ini dikembangkan dari pemikiran McLuhan bahwa suatu saat nanti informasi akan sangat terbuka dan dapat diakses oleh semua orang. Pada masa ini, mungkin pemikiran ini tidak terlalu aneh atau luar biasa, tapi pada tahun 60-an ketika saluran TV masih terbatas jangkauannya, internet belum ada, dan radio masih terbatas antar daerah, pemikiran McLuhan dianggap aneh dan radikal.

McLuhan memperkirakan pada masa digital dan serba komputer tersebut, persepsimasyarakat akan mengarah kepada perubahan cara serta pola komunikasi. Bagaimana pada saat itu, masyarakat tidak akan menyadari bahwa mereka sedang mengalami sebuah revolusi komunikasi, yang berefek pada  komunikasi antar pribadi. Di atas level komunikasi interpersonal yakni komunikasi antara dua-tiga orang, pada masa desa global benar-benar terjadi trend komunikasi akan ke arah komunikasi massa, yakni bersifat massal dan luas. Di mana pembicaraan akan suatu topik dapat menjadi konsumsi dan masukan bagi masyarakat luas, kecuali, tentu saja, hal-hal yang bersifat amat rahasia seperti rahasia perusahaan, rahasia negara, keamanan-ketahanan. Semua orang berhak untuk ikut dalam pembicaraan umum, dan juga berhak untuk mengkonsumsinya, tanpa terkecuali.

Sekarang, perkembangan aplikasi teknologi Smart phone semakin canggih dan dapat dioperasikan oleh kalangan awam sekalipun. Internet dan jangkauangnnya semakin jauh dan memasuki wilayah terpencil, artinya aplikasi jejaring sosial dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.

Dunia hanya ada dalam satu desa karena dihubungkan oleh jejaring sosial yang semakin canggih.

Tugas (500. Kata diserahkan selasa)

Bab 1 Pendahuluan – Berisi tentang Latar belakang,  fenomena sosial dari jejaring sosial dan implikasinya pada masyarakat baik pada level atas menengah dan bawah.

Bab 2 Teori-teori dan pendapat para ahli tentang Komunikasi dan globalisasi

Bab 3 Pendapat anda sendiri bagaimana 10 tahun ke depan hubungan interpersonal, perilaku dan budaya termasuk gaya kegiatan usaha (bisnis) setelah semuanya terbuka dalam satu jejaring sosial.

Bab 4 Kesimpulan dan saran

Penutup

14 hari kerja ‘selamat bekerja dan sukses selalu’

MRG – ranto.komunikasi@gmail.com