Sex Education “Matahari Masih Bersinar”

Ide Cerita : Mustika Ranto Gulo, ST. M.IKom

Sutradara : Dedy Cornelius

Menjelang liburan kali ini keluarga Pak Toto berlibur ke puncak sesuai rencana. Anaknya TARI yang masih sekolah SDN 17 itu dijemput langsung di akhir penerimaan Rapor kenaikan kelasnya ke kelas 6. Tari anak gadis cantik dan kesayangan ayahnya itu pun kegirangan dan buru-buru menujukkan rapornya kepada Ayahnya di Mobil yang sedang menunggu di luar pagar sekolah.

Di dalam mobil mereka sangat bahagia, memberi pujian kepada TARI dan sebagai bonusnya mereka berlibur langsung ke luar kota. Di lampu merah Cibubur sangat macet, ayahnya membeli Koran Lampu Kuning untuk mengisi waktu sambil antri. Setelah dia bolak balik membacanya, koran itu dilempar saja ke belang dan jatuh kepangkuan TARI anak gadis cantiknya itu. Di halaman depan koran itu ada gambar seronok dan tulisan “Sex Itu Indah, berbagai posisi hubungan intim”. Tari pun membacanya dan memasukkan koran itu ke dalam tas sekolahnya. Ayahnya pun lupa.

Setelah sampai di Puncak Keluarga pak Toto (suami) dan Ibu Silvi (Ibu) berserta anaknya TARI menikmati suasana sejuk sambil keliling Villa. Disaat sedang bahagia penuh tawa anaknya TARI bertanya kepada Ayahnya “Seks Indah itu, apa pak?”. Ayahnya terkaget kaget dan menanyakan kembali “hah…kamu tanya, tau dari mana kata itu,  mengapa tanya itu”, dan seterusnya. Lalu ayahnya marah sejadi2nya dan memanggil istrinya sambil menyalahkan istrinya berkata “kamu salah didik anak ini mama”. Suana berubah seketika menjadi bencana besar karena sang ayah murka kepada istrinya. Sambil menangis sang ibu membawa anaknya ke kamar lalu bertanya “ada apa yang terjadi?”. Lalu anaknya menjawab sambil terbata-bata ketakutan “Mama, tari hanya tanya papa seks indah itu apa, tapi papa marah”. Ibunya ternyata juga kaget setengah mati dan bertanya “Darimana kau dengar kata itu Tari? Oh pantas papa mengamuk? kamu masih kecil anakku, oh”. Sambil memeluk dan menagis ibunya geram tiada taranya.

Lalu Pak Toto terik-teriak “Kita pulang …cepat ! Batal liburan ini, dan kau Tari yang merusak suasana hati Papa. Ini Akibatnya kalau mama salah didik anak gadisnya, ayo pulang!”

Lalu mereka pulang, sepanjang jalan Tari ketakutan dan menangis, kedua orang tuanya yang dikenal sangat baik itupun diam seribu bahasa sepanjang jalan dan akhirnya sampai di rumah.

Besok paginya TARI minggat dari rumah dan kedua orang tuanya mencarinya sampai menelpon seluruh keluarga. Beberapa jam kemudian orang tua Pak Toto memberi kabar bahwa TARI ada dirumahnya. “Oh ya ampun kog pagi-pgi sayang ini baru jam enam, apa kabar…mana papa dan mama” sambut neneknya. Tetapi Tari menangis sambil masuk ke dalam rumah. Neneknya berusaha menghibur lalu, Tari akhirnya luluh dan bertanya kepada neneknya. “Nenek janji, tidak marah kan?” Neneknya meyakinkan Tari tidak marah asal mau terus terang apa masalahnya : “Nenek sayang kamu nak, apa masalahnya nenek pasti janji tidak marah”. Setelah diam sejenak dan tari memandang mata neneknya agak lama lalu tari bertanya : “eyang, maaf ya ….hmmmm …hhmmmmm …seks indah itu apa?”. Neneknya langsung terperanjak kaget luar biasa …..sambil ternganga mulutnya dan berkata …”Tari…kamu tanya apa?”. Neneknya shock luar biasa dan tak tahan juga akhirnya marah …meledak “Anak bau kencur kog nanya, tidak sopan?, kau tau dari mana itu, waduh cucuku sayang sudah rusak dah”. “Oh nenek maaf …aku hanya bertanya, tadi janji tdk marah” …Tari ketakutan sambil peluk neneknya. Namun suasana berubah drastis …neneknya langsung telepon orang tua Tari (pak Toto) di kantor… “Anakmu ada disini …tolong jemput” Sambil menjelaskan apa yang terjadi. Pak Toto naik pitam dan menelpon iparnya (saudara istrinya Mas Heru) mohon bantuan menjemput tari karena ada tamu di kantornya sehingga tidak bisa menjemput Tari.

Mas Heru datang ke rumah sang Nenek bersama istrinya Nuke, lalu terjadi dialog tentang masalah tari. Syukurlah Om Heru agak menahan diri dan tidak terlalu banyak menekan Tari. Nuke sang tantenya mulai merayu dan mengorek-ngorek sebab kejadian prahara itu. Namun tari ketakutan. Sampai di rumah Tari langsung ke kamar bersama Tante Nuke sambil berdialog terus menerus. Akhirnya Tari membuka tas sekolahnya dan curhat kepada Tante Nuke bahwa koran itu dibeli Papa Toto saat menuju puncak. “Aku baca-baca tante, tetapi semua orang yang saya tanya marah, ….Apa maksudnya seks itu indah?”. Tante Nuke langsung menyambar koran itu dan membawa ke ruang tamu langsung melempar di Meja tamu dan bertanya “Siapa yang membeli Koran ini, dan memberi ke anak ingusan, pantas saja dia bertanya?”. Dialog itu sangat keras, akhirnya pak toto yang baru pulang dari kantor itu mengakui bahwa dirinya yang membeli koran itu saat mau berlibur.

Disaat mereka sedang alot berbicara, diam2 Tari melarikan diri lagi dan sampai di alun-alun. Disana Tari bertemu anak-anak yang sedang main, dan ia duduk sisi lapangan. Ada anak Pink yang sedang memegang gitar keroncong disebelahnya. Mereka terjadi dialog. Tari menangis dan meminta abang punk itu tidak marah kepadanya. Anak punk itu berjanji dan bersumpah “Demi Tuhan dek, aku tidak marah, untuk apa marah, tanya apapun saya jawab”. Lalu, Tari bertanya :..”Bang janji ya, jangan marah …Seks indah itu apa ya?”. Anak Punk ini pun kaget tetapi terlihat di benaknya ada niat jahat. Setelah mereka berdialog, anak punk itu mengajaknya jalan ke salah gedung tua dan terjadi penjelasan Sex itu indah…al hasil TARI menjadi korban seks indah itu apa. Anak punk. Beberapa saat kemudia Orang tua Tari teriak-teriak mencari Tari. Si anak Punk melarikan diri dan Tari ditemukan dalam keadaan sangat memprihatinkan, telah diperkosa oleh anak Punk itu.

SOUNTRACK

MATA HARI MASIH BERSINAR

CIPT MUSTIKA RANTO GULO

*)

MATA HARI MASIH BERSINAR TERANG,

 SKALIPUN JALAN KADANG KELAM 

SELAGI NAFAS INI MASIH DIKANDUNG BADAN,  

TETAP TERSENYUM DAN TETAP BERJUANG       

            **)

            MASIH ADA SISA WAKTU TERINDAH

             AGAR KUPETIK BINTANG-BINTANG  

            PASTI ADA PINTU-PINTU YANG AKAN TERBUKA 

            UNTUK KUTEMPUH DENGAN PENUH HARAPAN

 RFF. 

BERIKANLAH AKU KESEMPATAN BARU

 AGAR KU MAMPU MENATA DIRI

 TERANGILAH JALAN-JALAN YANG AKU TEMPUH

 AGARKU TAK ‘KAN TERSESAT LAGI

 HOHO HO HO

 HOHO HOHO

MRG – New Inspiration.