Analysis of Social Culture rape phenomenon new style

FENOMENA MODEL BARU
Dulu berita perkosaan satu lawan satu, ini berubah 1 lawan 14 bahkan ada yang 1 lawan 50 …aneh kan? 1 Korban yg diperkosa oleh 14 orang pelaku. Di tempat lain terbalik 1 pelaku tetapi 50 orang korban.
Kalau ditanya mengapa begitu? Ada yg jawab karena tempat pelampiasan birahi yaitu lokalisasi ditutup…. sehingga sasaran birahi adalah siapa saja yg ada di jalanan….ach masa iya sih? Ada yg sarankan bahkan Jokowi setuju u di undangkan, di kebiri aje …hahahahaha. Bayangkan di Indonesia (asumsi u periode 10 tahun ke depan) akan ada puluhan juta pria di kebiri karena memperkosa, nama bangsa berubah menjadi bangsa kebirian.

HUKUM BY ORDER
Mari kembali ke awal, saja. Bukankah kejahatan seksual ini dari zaman ke zaman dan dari masa ke masa sejak dunia ada? Negara2 yg berlandaskan religius berkali2 mengeluarkan UU agar pemerkosa di hukum mati, di hukum gantung bahkan di bakar atau dilempar batu (dirajam). Namun, semua gagal. Gagal apanya? Tujuannya dulu adalah agar ada efek jera ….namun apa nyatanya? Dari masa ke masa pemerkosa tetap ada disetiap sudut jalan. Bahkan pemerkosa yang belum terungkap dan sulit untuk diungkapkan adalah pemerkosaan digedung2 (rumah) mewah, yaitu dikalangan atas, kaum jetset. Mereka pintar membungkus kejahatannya dengan cara yang lebih intelek …tidak seperti kejadian YY yg miris dihati, diperkosa 14 orang yg masih muda lalu dibunuh.

Sdr, Moral bangsa berasal dari moral personality yang lahir dari dalam rumah. Rumah atau keluarga adalah tempat produksi moral yang tangguh. Jika dalam rumah tidak memproduksi moral yg baik, bangsa ini akan runtuh moralnya. Saya tidak berharap lagi terhadap slogan revolusi mental yang hanya membingungkan banyak kalangan. Premis2 yang akan direvolusi tidak jelas.

Begini saja, kembali ke dalam keluarga saja, mulai dari sekarang kita membangun kualitas ROHANI anak-anak di dalam rumah, niscaya mereka tidak akan berbuat jahat di jalanan.

Pendidikan moral yang sesungguhnya berasal dari dalam rumah. Jika ayah dan ibu peduli pendidikan rohani anak (Berlaku Semua Agama) tentu anak yang soleh “TAKUT AKAN TUHAN” tidak mudah merendahkan imannya untuk memperkosa orang atau melakukan kejahatan lainnya seperti korupsi.

Saya rindu semua keluarga sejak dini memiliki waktu untuk bersama-sama dgn anak2 agar beribadah bersama; menyediakan waktu untuk melakukan MEZBAH KELUARGA. Membahas dan mengajarkan etika yang didasarkan atas ajaran kitab suci.

Harapan saya, mari membawa generasi ke masa depan dengan peradaban yang lebih baik dari sekarang (bukan lebih buruk)…semua itu dimulai dari dalam rumah tangga yang baik;

Semua program aneh2 yg dibuat oleh lembaga2 bersileweran di media-media …ach sudahlah…akhirnya bertujuan untuk mencairkan dana saja, tidaklah efektif, terlalu tinggi unsur bisnisnya.
Ingat, Pribadi yang tangguh berasal dari dalam rumah kita …Mereka penerus bangsa …pembawa peradaban baru yg lebih baik.
Ayo mulai dari sekarang sebelum terlambat!
MRG New inspiration.