ETIKA DAN FILSAFAT ILMU KOMUNIKASI (UAS 3)

Jelaskan dan berikan contoh etika dalam organisasi; dimana organisasi adalah bagian dari sebuah budaya yang memiliki komponen-komponen berupa nilai dasar organisasi, asumsi yang diterima, kaidah pengambilan keputusan, gaya manajerial, cerita kesuksesan dan keberhasilan, makna tradisi dan loyalitas, serta topik dan metode komunikasi yang diterima. Dalam berkomunikasi harus mempertimbangkan pendekatan positif tentang moral dan etika baik dalam mengambil keputusan maupun dalam upaya penyampaian informasi oleh individu atau kepada anggota organisasi atau sebaliknya. (30)

Dalam pandangan Ryass Rasyid, (1996,43-44) seharusnya seorang pemimpinn harus dapat menjadikan dirinya sebagai panutan tentang kebaikan dan moralitas baik dalam swasta maupun pemerintahan terutama yang berkenaan dengan pelayanan kepada publik. Dia senantiasa menjaga kewibawaan dan citra pemerintahan melalui kinerja dan perilaku sehari-hari dengan menghindarkan diri dari perbuatan yang tercela yang dapat merugikan masyarakat dan negara. Jadi Etika pada dasarnya merupakan upaya menjadikan moralitas sebagai landasan bertindak dan berperilaku dalam kehidupan bersama termasuk di lingkungan profesi administrasi.

Menurut G. R. Terry dalam bukunya Principles of Organization and Management, menyatakan etika mempersoalkan tingkah laku perorangan dan kewajiban moral dengan memberikan terhadap hubungan antara manusia yang berkenan hal benar dan salah. Etika ialah ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk dengan melihat pada amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui akal pikiran. Kemudian norma berasal dari bahasa latin yang juga berarti nilai, ukuran, pedoman, adat dalam organisasi dan dalam masyarakat.juga istilah norma yaitu biasa, menurut ukuran, kemudian istilah lain yang biasa yaitu “normalisasi” adalah penyesuaian dengan ukuran dan peraturan yang telah umum. Etika administrasi lebih ditekankan pada rasa tanggung jawab dalam dalam melaksanakan kewajiban dan menuntut hak. Hak administrasi adalah hak bersyarat, demikian juga pemberian jabatan adalah atas dasar rasa tanggung jawab yang mengangkat, terhadap pegawai yang di beri jabatan.

Pandangan Sang Pelopor nilai etika adalah Max Scheler (1874-1928). Max Scheler adalah seorang filsuf Jerman yang berpengaruh dalam bidang fenomenologi, filsafat sosial, dan sosiologi pengetahuan. Ia berjasa dalam menyebarluaskan fenomenologi Husserl. Scheler dilahirkan pada tahun 1874 di Muenchen. Ia menempuh studi di Muenchen, Berlin, Heidelberg,dan Jena.Setelah itu, ia menjadi dosen di Jena dan Muenchen, di mana ia berkenalan dengan fenomenologi Husserl. Pada tahun 1919, Scheler menjabat guru besar di Koln. Kemudian ia meninggal dunia di Frankfurt pada tahun 1928.

Inti pemikiran filsafat Scheler adalah nilai. Berbeda dengan Mill yang mengatakan bahwa manusia bertindak berdasarkan kepuasan diri, Scheler menyatakan bahwa nilai adalah hal yang dituju manusia. Jika ada orang yang mengejar kenikmatan, maka hal itu bukan demi kepuasan perasaan, melainkan karena kenikmatan yang dipandang sebagai suatu nilai. Nilai tidak bersifat relatif, melainkan mutlak. Nilai bukan ide atau cita-cita, melainkan sesuatu yang kongkret, yang hanya dapat dialami dengan jiwa yang bergetar dan dengan emosi. Dalam pengertian sehari-hari, nilai sering dikacaukan dengan hal yang bernilai.Namun Max Scheler telah membedakan dengan jelas antara nilai dan hal yang bernilai.Nilai adalah kualitas yang membuat suatu hal menjadi hal yang bernilai, sedangkan hal yang bernilai merupakan suautu hal yang membawa kualitas nilai.

Nilai-nilai di susun dalam suatu hirarki :

  1. Nilai perasaan inderawi.
  2. Nilai-nilai hidup.
  3. Nilai-nilai rohani, yang dapat di bedakan atas : (a) Nilai estetis, (b) Moral, (c) Intelektual.

 

MRG (KISI-KISI UAS 3)