PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI (UAS 1)

Teori-teori komunikasi antar pribadi umumnya memfokuskan pada bentuk-bentuk dan sifat hubungan (relationships), percakapan (discourse), interaksi (interacton) dan karakteristik (Charateristics) sang komunikator. Jelaskan dan berikan 5 Contoh

Menurut Schutz teori ini dikembangkan untuk mengklasifikasikan kebutuhan antarpribadi bertitik-tolak dari landasan psikoanalitis. Kebutuhan antarpibadi yang berbeda-beda. Perbedaan di antara orang-orang dapat ditemukan pula pada kedua dimensi kebutuhan pribadi lainnya. Dalam berkomunikasi yang efektif ditandai dengan adanya hubungan atraksi interpersonal yang baik. Setiap kali melakukan komunikasi kita bukan hanya sekedar menyampaikan isi pesan, kita juga membutuhkan kadar dalam hubungan interpersonal.

Perlahan-lahan  studi komunikasi interpersonal bergeser dari isi pesan apad spek relasional. Ada yang menyebutkan fokus ini sebagai paradigm baru dalam penelitian komunikasi. Para psikolog pun mulai menaruh minat yang besar pada hubungan interpersonal seperti tampak pada tulisan Fordon W.Allport (1960), Erich fromm (1962), Martin Buber (1975), Carl Rogers (1951). Semua mewakili mazhab psikologi humanistic.

Belakangan Arnold P.Goldstein (1975) mengembangkan apa yang di sebut sebagai “relationship-enchancement methods” (metode peningkatan hubungan) dalam psikoterapi. Ia merumuskan metode ini dengan tiga prinsip : makin baik hubungan interpersonal,

  1. Makin terbuka pasien mengungkapkan perasaannya
  2. Makin cendrung ia meneliti persaannya secara mendalam beserta penolongnya (psikolog)
  3. Makin cenderung ia mendengar dengan penuh perhatian dan bertindak atas nasihat yang diberikan penolongnya.

Karena pentingnya hubungan interpersonal ini, kita akan membicarakan beberapa teori tentang hubungan interpersonal. Teori-teori ini memberikan perspektif untuk memandang proses hubungan interpersonal dan memberikan penjelasan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan interpersonal. Selanjutnya kita akan membicarakan tahap-tahap hubungan interpersonal dan tiga faktor dalam komunikasi interpersonal yang menumbuhkan hubungan interpersonal yang baik : percaya (trust), sikap suportif (supportiveness), dan sikap terbuka (open-mindedness).

Pada teori ini, diasumsikan suatu proses kesukaan terhadap orang lain dalam bentuk sifat, perilaku dan daya tarik seseorang. Karena dengan rasa suka yang semakin tertarik terhadap sesorang maka, akan besar kecenderungan kita pada orang tersebut untuk berusaha berkomunikasi dengannya. Hal-hal tersebut bisa timbul suatu ketertarikan atau atraksi seseorang dengan adanya faktor-faktor baik yang bersifat personal maupun situasional.

MRG (Kisi-kisi UAS 1)