Melatih Kemampuan Berbicara yang unik dan memiliki kekuatan besar (pertemuan ke 7)

Melatih Kemampuan Berbicara yang unik dan memiliki kekuatan besar

Mustika Ranto Gulo mengatakan : “Unique ability to speak it like a double-edged sword can separate the soul and spirit. But it can also raise the dead from their graves.” kira-kira terjemahannya “Kemampuan unik untuk berbicara seperti kekuatan pedang bermata dua bisa memisahkan jiwa dan roh. Tetapi juga dapat membangkitkan orang mati dari kubur mereka.”

Dalam sesi ke 7 ini, dijelaskan oleh beliau bahwa ‘KATA’ yang diucapkan mulut kita memiliki kekuatan yang sangat dasyat. Sehingga efeknya bisa membawa malapetaka dan sebaliknya, bisa membawa berkat yang baik bahkan mampu menghidupkan orang mati. Ingat bahwa bahaya kata-kata itu bisa membawa malapetaka di bumi ini. Awal dan asal muasal perang antar negara dan antara suku dimulai dari sebuah KATA.

KATA yang diucapkan oleh manusia adalah doa, yaitu keinginan kita yang dirancang dari dalam pikiran karena pengaruh perasaan, lingkungan dan juga didorong oleh keadaan fisik manusia itu. Karena keadaan tertentu manusia selalu berubah suasana hatinya (mood)  maka kata-kata pun mengikuti keadaan itu sehingga kadang menyenangkan dan kadang menyakiti.

Melatih berbicara yang baik dimulai dari melatih jiwa untuk dapat dikendalikan, dari keadaan marah, dendam, benci dan apapun hal-hal yang negatif. Latihan berbicara pada sesi ini sama dengan upaya menundukkan kemarahan dan kekecewaan dalam hati. Sebab ketika anda berbicara akan terlihat bahwa ada suasana hati yang tidak beres dan terlihat dalam kata-kata yang anda ucapkan. Suasana hati akan keluar dalam bentuk kata, raut wajah dan juga body language disaat anda sedang berbicara tentang tema tertentu.

Tidaklah sedikit orang yang menggunakan mimbar politik dipakai untuk memukul lawan-lawan politiknya. Saya selalu ingatkan agar anda harus mampu membedakan antara mimbar rohani dan mimbar potilik (Bandingkan Retorika dan Homeletika).

Langkah-langkah untuk melatih diri :

I. Pra Pidato

Persiapan pidato itu penting, sama dengan anda mempersiapkan pesentasi bisnis atau sejenisnya. Sehingga kualitas pidato anda itu dapat nilai khusus dihati pemirsa.

I.1. Menemukan Inspirasi

Pikiran adalah rahasia dan akan menjadi perbuatan jika diucapkan. Artinya segala sesuatu dimulai dari pikiran anda. Caranya adalah carilah inspirasi dan pikirkan keadaan pendengar anda (bukan tentang diri anda saja) apakah tema yang akan dipilih sesuai dengan keadaan mereka atau tidak. Beberapa buku menyarankan untuk berdoa, bersemedi atau berpuasa atau berdiam diri selama beberapa waktu untuk mencari inspirasi yang mendekati keadaan para pendengar. Ingat, semua yang anda ucapkan adalah mewakilkan siapa pribadimu yang sesuangguhnya.

I.2. Menemukan Tema

Tetapkan tema itu sekarang ! Kebiasaan yang saya lakukan adalah menulis tema itu dan memberi sedikit catatan kecil apa yang saya akan capai nantinya. Apa yang saya kehendaki nantinya terhadap  pendengar, saya ingin mereka tersentuh, atau termotivasi, atau terhasut dan atau mereka akan menyadari bahwa diri mereka sesungguhnya sedang kalah. Dan kesimpulan nantinya saya akan berikan tips untuk menjadi pemenang dalam setiap kesulitan. Tema khusus yang biasa saya pilih adalah kategori kritik sosial yang kadang menimbulkan pro kontra.

I.3. Menemukan Referensi

Referensi yang dibuat dalam setiap ucapan anda adalah pernyataan-pernyataan yang mengandung kebenaran dengan tujuan untuk menguatkan sebuah “statement” dalam pidato anda.

Referensi itu bisa berupa hasil penelitian (jurnal) para peneliti sebelumnya, bisa juga berupa kutipan dari statement para pesohor dunia yang terkenal dimasa lalu. Dalam rangka kutip mengutip itu anda harus menyebutkan nara sumbernya dengan baik dan lengkap.

Tujuan menggunakan referensi dalam pidato anda adalah memberi kekuatan penolakan atau kekuatan pembenaran statement yang anda buat. Semua referensi bacaan anda tentu harus berhubungan dengan tema yang anda buat pada tahap ini.

I.4. Menyusun Pidato

Teknik menyusun pidato adalah dengan cara membuat judul, pendahuluan, isi dan kesimpulan. Judul, adalah ringkasan pendek dari tema pidato, misalnya :

Tema : Resiko Salah Kelola Uang

Maka judul pidato anda bisa menjadi “Cinta Uang Adalah Sumber Kejahatan”. Anda harus memiliki kemampuan khusus untuk memilih kata-kata yang tepat dan berkesan yang memiliki nilai jual kepada audiens anda.

Analisis :

  • Apa itu uang ? Uang hanya sebagai alat transaksi
  • Apakah anda bisa hidup tanpa uang?
  • Apa yang terjadi sendainya anda tidak memiliki uang?
  • Bagaimana cara memperlakukan uang, mengapa uang bisa menjadi Tuan dalam kehidupan anda, uang adalah hamba dan bukan sebagai tuan
  • Mengapa Uang dapat memicu kejahatan?

Tentang pendahuluan pidato adalah fenomena yang terjadi di masyarakat, misalnya cerita bagaimana seorang anak menagih utang ibunya yang sudah tua renta sebesar 90.000 rupiah dari utang masa lalu. Bagaimana seorang ayah membantai istrinya yang baru melahirkan karena ketahuan menghabiskan uang tabungan mereka sehingga tidak bisa membayar biaya persalianan. Ada ratusan kasus yang menjadi fenomena sosial di tengah-tengah masyarakat karena kasus uang. Misalnya korupsi para rohaniawan dan pejuang kemanusiaan, dimana mereka sebharusnya adalah pengayom masyarakat justru berbuat curang dengan memakan uang yang bukan bagiannya, mungkin saja itu adalah hak orang miskin.

Tentang isi pidato adalah uraian yang disusun sedemikian rupa tentang jawaban atas analisis kritis di atas. Biasanya untuk mengendalikan tema (tidak lari dari tema) selalu kembali pada pemikiran semula dan berpedoman pada analisis kritis yang telah dibuat dari awal. Kembangkan pidato anda tetapi jangan lari dari tema ang sudah anda buat sebelumnya.

Tentang Kesimpulan

Jika anda telah membaca “10 Magic Public Speaking” maa anda akan dianjurkan untuk membuat simulasi khusus pada kesimpulan pidato. Dimana kesimpulan itu membawa tantangan kepada pendengar. Dengan teknik tersendiri yaitu menawarkan untuk kembali kepada jalan yang baik dan benar dan meninggalkan pemahaman yang lama. Disitulah letak kehebatan pidato anda, sebab point of value dari keseluruhan pidato ada di kesimpulan. Teknik menarik ulur tantangan untuk mengocok pendirian pendengar anda tidak selamanya berhasil, sebab satu hal yang harus anda perhatikan adalah bagaimana cara menggali simpatik dan empatik audien anda. Sehingga mereka tertegun dan merasa bahwa penjelasan anda adalah hal yang sangat menolong, memotivasi mereka untuk berubah lebih baik.

I.5. Berlatih di Depan Kaca

Dalam praktek melatih kemampuan berbicara, kita telah mencoba untuk merekam tingkah dan perilaku anda saat pengalamn pertama sekali berbicara di depan kaca. Kemudian ada terdapat beberap koreksi dan pengulangan kata yang sia-sia. Ketika kita melakukan pengulangan pidato pada sesi latihan kedua ternyata, 70% peserta lupa pada tema, bahkan isi pidato tidak berhubungan secara onsisten pada tema anda.

Saya memang memaksa anda memperbaikinya, bukan berarti anda lari dari tema yang sudah disepakati. Apa yang diperbaiki :

  • Susunan dan urutan yang tidak konsisten, ingat bahwa ucapan pertama adalah pribadi anda yang  sesungguhnya, artinya mewakili pikiran asli anda yang original. Sedangkan ungkapan kedua adalah lebih pada pembelaan diri anda karena saya koreksi. Kembali pada urutan susunan dari semua rangkaian pidato anda!
  • Anda mengulang kata yang sama beberapa kali sangatlah mubazir ! Kata-kata yang diulang-ulang itu disebabkan karena anda kehabisan kamus untuk bicara. Pengulangan kata yang saya anjurkan itu adalah penekanan pada tema besar anda supaya jangan lari dari topik pidato. Mengapa anda mengulangi kata-kata yang tidak berhubungan dngan tema anda? karena stock kata-kata di memory anda habis. Menghafal pidato tidaklah baik, namun mengingat urutan dan rangkaiannya adalah keharusan.
  • Terlalu buru-buru seakan dikejar hantu! salah satu faktor yang membuat Pidato anda dianggap angin lalu adalah karena tidak efektif menggunakan waktu. Dalam praktek-praktek yang sudah dilakukan selama ini membuktikan bahwa dari 100 orang yang naik panggung dengan waktu atau durasi 20 menit berpidato dengan tema bebas, satupun tidak ada yang mampu menyelesaikannya. Pada saya ingin salah satu dai peserta meminta maaf karena masih ada yang harus disampaikannya sehingga meminta untuk menambah waktu 5 menit untuk diperpanjang. Semuanya terkesan buru-buru dan segera mengakhiri pembicaraan sehingga tidak ada lagi kesan mendalah dihati  audiens.

II. Pidato

Kini tiba saatnya pidato anda di dengar oleh semua orang. dalam beberap tips yang saya sampaikan sebelumnya bahwa jika anda terlalu tegang maka bisa mengakibatkan anda lupa apa inti dari isi pidato anda. Lalukan hal yang sewajarnya saja dan jangan mudah terkendali oleh perasaan ingin dihakimi atau ingin menghakimi.

Panggung kini milik anda dan lakukan yang terbaik karena moment ini tak akan terlupakan dan tak bisa dilulangi lagi.

II. 1. Santai dan konsentrasi

Bagaimana situasi santai tetapi konsentrasi? Saya dikritisi beberapa orang peserta bahwa kedaan kedua kata itu tidak mungkin bisa bersamaan. Saya coba jelaskan bahwa pada rekaman pidato saya tentang “Uang adalah Sumber Kejahatan” terdapat durasi sesi beberapa menit sebelum naik panggung dishoot oleh kameraman dan sangat terlihat jelas bahwa saya tidak melayani telepon masuk yang berdering bahkan saya matikan. Keadaan santai sama dengan rileks, tidak banyak urusan lain saat sedang mau berpidato. jangan berpikir bahwa anda akan melakukan kesalahan, atau  juga merasa ditekan oleh kebutuhan publik, atau mungkin misi anda akan ditentang karena memiliki tema yang sangat kritis.

Konsentrasi adalah memusatkan perhatian anda pada rangkaian pidato dan terutama pada ending pidato anda akan memukai banyak pemirsa. Jika ada yang ingin bersalaman dan ingin bicara tentang hal lain, usahakan tidak menyita pikiran anda dan saya anjurkan untuk mengakhiri dengan baik dan kembali konsen.

Biasanya saya lakukan survey kecil dengan menanyakan profil dan latar belakang audiens. Apa sebenarnya yang mereka butuhkan, sambil mengamati gerak-gerik mereka sebelum acara dimulai.

II.2. Anda Adalah Bintang

Saya memotivasi para peserta seminar bahwa “Anda adalah Bintang”. Anda memang pusat perhatian pada saat berpidato oleh karena itu wajib hukumnya anda menebar pesona yang spektakuler. Bagaimana cara menebar pesona? Memuji audiens di atas panggung adalah cara yang cermat untuk mencuri perhatian mereka. Memperkenalkan diri dengan santai dan mengungkap tentang diri anda yang lebih lugu dan sederhana. Memuji panitia yang bekerja keras dalam mengerjakan acara sampai sukses, serta memberi dukungan moril.

Banyak cara untuk mencuri perhatian mereka dengan durasi 1 sampai 2 menit, agar suasana menjadi cair dan anda dikagumi. dalam kondisi audiens sedang rileks itu, tiba-tiba saudara menjadi serius dengan mengajukan pertanyaan sesuai dengan tahap analisis kritis pada tema anda itu sehingga peserta menjadi serius menjari jawabannya. Momen itu membuat anda adalah singa panggung …bintang yang bersinar. 

II.3. Penekanan Yang harus Diulang-ulang

Sekarang pidato anda akan menggelegar …jangan lupa untuk selalu kembali pada tema anda dan pilihlah kata yang menjadi tekanan terpenting pada pidato anda itu. “anda adalah Nakhoda Kapal, yang hampir saja tenggelam dihantam ombak namun tetap selamat sekalipun ada ancaman yang mematikan.

Demikianlah anda bermain-main dalam mengocok pikiran audiens. Anda adalah Pemain Yang Ulung  yang kadang hampir saja kalah namun ada kata pilihan yang hebat sehingga anda menang kembali. Intinya bagaimana menggiring audiens anda ke dalam target anda sehingga peserta dapat merespon pidato anda dengan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Nakhoda Kapal, terserah mau dibawa kemana. saat seperti itulah anda dinyatakan telah berhasil 80% di atas panggung.

Sehingga pada akhirnya memang anda adalah nakhoda yang luar biasa beruntung, membawa kapal sampai pada pelabuhan yang teduh. Demikianlah anda dipanggung, sangat memukau dan mencuri semua perhatian audiens.

II.4. Gaya dan Etika di Panggung

Beberapa pertanyaan yang sangat sering diajukan kepada saya dalam setiap sesi pelatihan yaitu :

  • Mimbar itu disediakan untuk tempat berpidato, namun beberapa orang hebat di luar negeri keluar dari mimbar dan mereka mundar mandir di atas panggung secara bebas. Mohon penjelasan mengapa hal itu justru menjadi trend para pembicara ?
  • Apakah teriak dengan suara menggelegar itu melanggar etika di panggung? Hal ini dilakukan oleh beberapa pembicara di atas panggung; mereka melakukan tekanan intonasi yang luar biasa pada kalimat tertentu.
  • Apa gaya yang ideal seorang pembicara di atas panggung, terutama di atas panggung terbuka dan di atas panngung terbatas seperti acara rohani misalnya dalam Masjid atau Gereja ?
  • Apakah ada standar pakaian (Fashion) yang diharuskan bagi seorang pembicara? rata-rata mereka pakai baju Jas dan memakai dasi. Bagaimana syarat pakaian kepada perempuan yang menjadi pmbicara?
  • Mau tanya pak, apakah Stand Comedy di Televisi itu adalah bagian dari Pidato?

 III. Akhir Pidato 

Puncak pidato adalah bagian akhir dimana pembicara harus mampu melakukan keberanian untuk memberi tantangan kepada auidiens. Caanya adalah Draw great conclusions, tariklah kesimpulan giring semua audiens masuk dalam kesimpulan anda.

Contoh : Saat seorang speaker berbicara “jika anda berpikir anda bisa, maka anda akan bisa melakukannya”. Mungkin tidak semua audiens akan berpikir anda benar. Namun dengan menunjukan fakta fakta dari berbagai sumber dan cerita yang ada,seperti banyaknya kisah orang yang berhasil karena percaya pada diri mereka dan mereka berpikir bahwa mereka bisa maka mereka akan bisa melakukannya. Hal ini akan ,membuat audiens menyetujui kesimpulan anda bahwa “jika anda berpikir anda bisa,maka anda bisa”.

Jangan  terlalu terburu-buru mengakhiri pidato anda sebab ada satu hal yang jarang sekali dilakukan oleh pembicara adalah menunjukkan empati kepada auidiens. Show Empathy at the End Speech, Tutup pembicaraan dengan penuh empati kepada audiens anda. Pembicaraan akhir menimbulkan kesan yang lama tersimpan pada audiens. Sehingga mereka termotivasi dan bangkit dari keadaan sebelumnya menjadi ebih baik.

Contoh : Saat seorang speaker mengatakan “semua orang punya potensi hebat dalam dirinya termasuk anda, dan saya yakin itu”. Kata kata tersebut meninggalkan sebuah makna bahwa ada orang lain yang percaya bahwa kita itu orang hebat dan orang yang mempunyai potensi, lalu mengapa kita harus meragukannya? Bagi orang belum menemukan ide untuk membangun usaha apa, kata kata speaker tadi akan membuatnya termotivasi dan meninggalkan kesan yang dalam.

Contoh lain : Seorang Pembicara hebat selalu mengatakan “Saya dipihakmu, jika anda memulai untuk melakukannya sekarang, Tuhan pasti menunjukkan jalan yang anda tempuh untuk sukses”. Bagaimana cara memulainya adalah dengan menutup mata 3 detik dan katakan Tuhan Mampukan Aku; Ayo kita berdiri dan mmulainya, mulai : “Tuhan Mampukan Aku”.

Bahasa doa pada akhir pidato anda biasanya dilakukan pada kategori Pidato Motivasi atau Pidato Acara Rohani, bukan tema-tema politik yang sifatnya Retorika. Doa seperti ini sifatnya universal dan tidak terikat pada ajaran agama tertentu. Dalam pengalaman saya, para audiens yang berlatar bakang dari berbagai suku dan agama dapat melakukannya dengan sungguh-sungguh bahkan ada yang meneteskan air mata karena merasa tersentuh hatinya.

By

Mustika Ranto Gulo, ST.,M.Si

Kampus Universitas Mercu Buana Jakarta

Catatan : Jika melakukan kutipan harap ditulis nara sumbernya

re-writable : Veronica S