PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI

Komunikasi dimulai sejak adanya ide dalam diri manusia sebagai manusia sosial. Manusia sosial artinya tingkat individualnya yang sangat rendah dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Manusia yang hidup seniri di hutan lebih sulit hidupnya jika dibandingkan dengan manusia yang hidup dalam suatu komunitas.

Syarat utama terjadinya sebuah komunikasi adalah adanya interaksi antara para komunikator. Selain menggunakan bahasa, gerak, isyarat, dan tanda, komunikasi juga dapat dilakukan dengan media lainnya. Dalam era globalisasi sekarang ini, media komunikasi memberikan kontribusi signifikan terhadap perubahan dunia. Komunikasi di abad kontemporer ini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, melintasi hambatan ruang dan waktu. Hal ini menyiratkan betapa hebat dan besarnya pengaruh komunikasi dalam kehidupan kita. Fenomena komunikasi inilah yang menjadi bagian studi ilmu komunikasi.

Pada pertemuan pertama ini saya berikan 3 pertanyaan mendasar :

  1. Bagaimana komunikasi itu terjadi, ceritakan bagaimana usaha seseorang yang hidup sendiri di hutan dan memerlukan bantuan orang lain. Sebuah cerita tentang seseorang yang mendorong batu besar namun tidak bisa bergeser karena tenaganya kurang besar, lalu meminta bantuan orang lain.
  2. Cikal bakal komunikasi dimulai dari bahasa, bahasa itu apa ? Anda jelaskan bagaimana bahasa itu sebagai penghubung manusia dengan dirinya sendiri, dengan alam, dengan sesama dan dengan makhluk lainnya. Manusia menggunakan bahasa (1) Verbal yaitu kata dan bunyi-bunyian dan (2) bahasa Non Verbal melingkupi bahasa isyarat seperti body language dan juga bahasa simbol yaitu tanda.

36 pemikiran pada “PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI

  1. PERTEMUAN 1
    Pada pertemuan ini, Mr. MRG membahas mengenai tema: “CIKAL BAKAL KOMUNIKASI”
    Cikal bakal komunikasi dapat digambarkan seperti ini,
    Ada seseorang yang sedang berada di hutan ingin mendorong sebuah batu. Namun, karena batu tersebut sangat besar dan berat, orang tersebut tidak dapat mendorongnya. Berbagai cara telah ia lakukan namun tetap saja gagal. Lalu, dia melihat ada seseorang berjalan kearahnya. Ia pun memanggil orang tersebut dengan melambaikan tangan. Setelah orang kedua menangkap maksud orang pertama, ia pun sepakat untuk membatu mendorong batu tersebut. Mereka pun akhirnya berhasil. Mereka lalu merayakan keberhasilan mereka. Mereka duduk bersama lalu menyepakati bahasa yang akan digunakan dan sepakat untuk membawa keluarga mereka dan hidup bersama-sama. Setelah mereka berkumpul lagi, terbentuklah sebuah komunitas baru. Ditandai dengan batu yang berhasil mereka dorong pada awal cerita.
    Terdapat 7 tradisi dalam ilmu komunikasi menurut Stephen W Little John & Karen A Foss:
    Tradisi Sosio Psikologi (Komunikasi sebagai pengaruh antar pribadi)
    Tradisi ini mengkaji individu sebagai makhluk sosial merupakan tujuan dari tradisi sosiopsikologis. Berasal dari kajian psikologi sosial, tradisi ini memiliki tradisi yang kuat dalam komunikasi.
    Dalam cerita dua orang yang bertemu di hutan, terdapat sebuah hubungan dengan tradisi ini. Yakni, saat orang pertama telah melakukan berbagai macam cara untuk memindahkan batu namun tidak berhasil. Dia lalu berpikir dalam hati, bahwa dia tidak bisa melakukan ini sendirian. Dia membutuhkan bantuan.
    Seorang mahasiswa mengajukan judul skripsi mengenai wanita jepang masa kini yang kebanyakan tidak ingin menikah. Alasan wanita-wanita jepang tidak ingin menikah adalah:
    Wanita jepang tidak ingin direpotkan oleh laki-laki
    Wanita jepang berpikir bahwa melahirkan itu merepotkan
    Wanita jepang lebih mengedepankan karir
    Keahlian lebih dipentingkan dibandingkan dengan karakter. Kalau karakter yang diutamakan atau lebih penting, tidak perlu sekolah. Lahir, lalu jadi orang begitu saja. Tapi karena orang butuh keahlian, maka, sekolah menjadi wajib. Orang tua mendorong agar anaknya menempuh pendidikan di bangku sekolah.
    Tradisi Sibernatika (Komunikasi untuk memproses informasi)
    Sibernetika merupakan tradisi sistem-sistem kompleks yang di dalamnya banyak orang saling berinteraksi, mempengaruhi satu sama lainnya. Dalam tradisi ini menjelaskan bagaimana proses fisik, biologis, sosial, dan perilaku bekerja.
    Saat seseorang melambaikan tangan kearah kita, kita dapat menyalah artikan bahasa tubuh tersebut sebagai suatu tindakan yang tidak sopan. Lalu berpikir, kurang ajar sekali orang itu, mengacung-acungkan tangannya kearahku.
    Contoh lain based on true story di India adalah, ada orang kaya di India memiliki peternakan sapi di belakang rumahnya. Dia memiliki seorang pegawai yang bisu. Pegawai itu tiba-tiba mendatangi tuannya yang sedang bersama seorang tamu dari Inggris dan memberikan sebuah bahasa isyarat. Dia memeragakan dengan tubuhnya, meremas-remas dadanya. Ingin memberi tahu kepada tuannya bahwa sapi-sapi yang sedang diperah susunya, lari. Tuannya mengerti tetapi si tamu marah. Tamu dari Inggris tersebut berpikir bahwa si pegawai sangat kurang ajar sekali. Terjadilah salah persepsi karena bahasa tubuh yang diberikan oleh pegawai tadi. Jika kejadian tersebut terjadi di sekitar Cileungsi ataupun Bekasi, pasti orang-orang akan marah total.
    Artinya, jika disangkut pautkan dengan tradisi kedua, jika informasi yang didapat kurang lengkap, dapat terjadi salah paham. Oleh karena itu, informasi haruslah lengkap.
    Menurut informasi yang sampai itu tidak 100%. Terdapat noise. Gangguan. Yang dapat mengakibatkan kita salah persepsi.
    Contoh lain, seorang suami pulang terlambat dan membuat istrinya gelisah. Ketika sampai di rumah, suaminya wangi parfum luar biasa. Dan terdapat bekas lipstik di belakang baju sang suami. Lalu sang istri pun mengamuk. Terjadi noise. Sang suami menjelaskan bahwa ia memberi tumpangan pada seorang nenek-nenek. Sang istri awalnya tidak percaya. Namun setelah dilakukan perundingan dengan aparat-aparat setempat. Sang istri percaya. Suami menjelaskan bahwa si nenek berniat menjemput cucunya sepulang kantor. Tapi, ternyata sang cucu sudah pulang duluan. Suami menawarkan kepada si nenek untuk diantar pulang. Di perjalanan, si nenek mengantuk dan beberapa kali terantuk bahu si suami. Setelah menyadari bahwa suaminya berkata jujur, sang istri pun memaafkan sang suami.
    Tradisi Retorika (Komunikasi sebagai seni berbicara di depan umum)
    Tradisi ini melihat bagaimana seseorang melakukan sebuah orasi dan menitikberatkan pada aspek ethos patos logos. Ethos berfokus pada kecerdasan sang orator dalam mengolah kata-kata dan menyampaikannya pada audience. Patos merujuk pada emosi pendengar dalam menerima pesan. Dan logos merujuk pada aspek logis dari apa yang disampaikan oleh orator.
    Retorika adalah keahlian dalam berbicara. Ketika kambing jatuh ke dalam selokan, ia berusaha untuk keluar. Begitu pula dengan manusia. Ketika manusia terjatuh ke dalam lubang, mereka akan berusaha untuk keluar. Namun apa yang membedakan antara kambing dengan manusia? Kambing dari dulu hingga sekarang selalu mengeluarkan bunyi yang sama. Yakni, “Mbeek”. Anjing eropa, pindah ke Indonesia, tetap akan mengeluarkan bunyi yang sama. Sedangkan manusia, dapat berubah-ubah menyesuaikan diri. Cara manusia berkomunikasi. Cara manusia berbahasa adalah yang membedakan antara manusia dengan hewan.
    Apa yang membedakan manusia dengan hewan? (Hanya mahasiswa komunikasi yang bisa menjawab pertanyaan ini)
    Dari semenjak dulu, hingga sekarang. Burung pipit membuat rumahnya di pohon. Manusia dulu pada saat masih primitif, mereka membuat rumah di pohon. Tetapi sekarang, manusia membuat rumah di atas tanah. Dulu menggunakan kayu, tapi sekarang sudah menggunakan beton. Hal ini menunjukkan bahwa manusia berkembang/berevolusi.
    Jadi, dalam tradisi retorika itu, cara memiliki kemampuan perbendaharaan contoh, perbendaharaan perumpamaan, perbendaharaan kata-kata, itu bisa membuat orang mempengaruhi orang lain, seperti dalam pidato.
    Tradisi Semiotika (Komunikasi sebagai proses berbagi makna melalui tanda)
    Semiotika adalah ilmu tentang tanda dan cara tanda-tanda itu bekerja. Tradisi semiotika terdiri atas sekumpulan teori tentang bagaimana tanda-tanda merepresentasikan benda, ide, keadaan, situasi, perasaan, dan kondisi di luar tanda-tanda itu sendiri.
    Tiap simbol antara masyarakat satu dengan masyarakat lain akan berbeda maknanya ketika digunakan dalam berkomunikasi. Dengan perhatian pada tanda dan simbol, semiotika menyatukan kumpulan teori-teori yang sangat luas dan berkaitan dengan bahasa.
    Dalam cerita dua orang yang bertemu di hutan, terjadi sebuah kesepakatan. Mereka menyepakati simbol. Tetapi, zaman sekarang ini, simbol itu lama-lama hancur. Contoh: telah kehilangan makna tanda salib. Bahwa orang yang memakai salib itu kudus hidupnya (orang kristen). Suatu hari, Mr. MRG pergi ke Bandung dan menginap disalah satu hotel. Lalu ada satu band yang menyanyi sepanjang malam, karena itu adalah malam tahun baru, Mr. MRG memberikan salut kepada band tersebut karena mereka hafal semua lagu-lagu tahun baru dan natal. Semua anggota band tersebut mengenakan salib. Tetapi satupun di antara mereka tidak ada yang beragama kristen. Mr. MRG bertanya pada salah seorang anggota, “Kok bisa pake salib?”. Orang itupun menjawab, “Lagi ngetrend bro!”. “Kristen?”. “Oh no bro! Astagfirullah.” . Salib telah kehilangan makna. Lalu ada pula kasus lain, yakni, fenomena jilboobs. Yakni fenomena dimana seseorang perempuan yang mengenakan jilbab namun mengekspos bagian dadanya secara tidak wajar. Namun, ternyata setelah diselidiki lebih jauh, itu adalah penipuan yang dilakukan oleh seseorang. Dan orang tersebut telah di bebani hukuman penjara 7tahun. Simbol dapat berbahaya. Tapi, bisa juga merubah seseorang menjadi sholehah.
    Tradisi Sosio Kultural (Komunikasi adalah ciptaan realitas sosial)
    Tradisi sosial budaya berangkat dari kajian antropologi. Bahwa komunikasi berlangsung dalam konteks budaya tertentu. Karenanya, komunikasi dipengaruhi dan mempengaruhi kebudayaan suatu masyarakat. Pendekatan sosiokultural terhadap teori komunikasi menunjukkan cara pemahaman kita terhadap makna, norma, peran, dan peraturan yang dijalankan secara interaktif dalam komunikasi.
    Orang berbicara berarti mereka membuat dan menghasilkan kebudayaan. Kata dapat diartikan juga sebagai refleksi atas apa yang benar ada. Teori ini mengklaim bahwa komunikasi adalah hasil produksi, memelihara, dan perubahan dari realitas.
    Tradisi Kritis (Komunikasi sebagai cerminan tantangan atas percakapan yang tidak adil)
    Tradisi ini dapat menjelaskan baik lingkup komunikasi antar personal maupun komunkasi bermedia. Komunikasi dalam tradisi ini diharapkan dapat berperan sebagai alat transformasi masyarakat. Tradisi ini berangkat dari asumsi teori-teori kritis yang memperhatikan terdapatnya kesenjangan di dalam masyarakat. Komunikasi dianggap memliki dua sisi berlawanan, dimana disatu sisi ditandai dengan proses dominasi kelompok yang kuat atas kelompok masyarakat yang lemah.
    Contohnya adalah demokrasi, pemilu, ataupun pemilihan pemimpin. Dengan dilakukannya hal-hal tersebut menandakan bahwa manusia saling bermusyawarah untuk memutuskan suatu hasil, apabila tidak terjadi kesepakatan atau perselisihan dengan manusia lainnya.
    Tradisi Fenomenologi (Komunikasi sebagai pengalaman diri dengan orang lain melalui percakapan)
    Tradisi ini menekankan pada persepsi orang/pengalaman orang. Dalam tradisi ini, cerita pribadi dianggap lebih penting daripada hipotesis penelitian. Namun yang membingungkan adalah, dua orang individu tidak mungkin memliki kisah hidup yang sama. Sehingga tiap-tiap individu dapat memiliki opini dan cerita masing-masing. Konsep pengalaman seseorang dalam memaknai sebuah fenomena menjadikannya sebagai sebuah pedoman untuk memahami konsep fenomena lain yang terjadi di sekitarnya.

    PERTEMUAN 2
    Pada pertemuan ini, Mr. MRG membahas mengenai tema: “BAHASA”.
    Pada pertemuan ini saya tidak hadir, namun dari ulasan singkat yang diberikan oleh Mr. MRG, saya menarik kesimpulan bahwa bahasa terbagi menjadi 3 yaitu:
    Voice/Suara
    Body Languange/Bahasa tubuh
    Simbol/tanda

    PERTEMUAN 3
    Pada pertemuan ini, Mr. MRG membahas mengenai tema: “TEORI KOMUNIKASI”.
    Komunikasi terbagi menjadi 3 yaitu:
    Komunikasi intrapersonal
    Yaitu komunikasi yang terjadi hanya dalam satu individu/tunggal. Contoh: berbicara di depan cermin & lari ke atas gunung lalu mencurahkan segala isi hati.
    Komunikasi interpersonal
    Yaitu komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih. Contoh: Curhat dengan sahabat, mengerjakan tugas dengan teman kelompok
    Komunikasi kelompok
    Yaitu komunikasi yang terjadi dalam sebuah kelompok/pun antar kelompok. Contoh: demo, pidato, khutbah, dll
    Menurut teori simbolik, komunikasi terjadi dengan menggunakan simbol ataupun tanda tanpa adanya suara.
    Contohnya: Bertukar pandang. Bisa menandakan sedang mengirim sinyal-sinyal jatuh cinta

    Menurut verbal, komunikasi terjadi dengan menggunakan suara-suara.
    Contohnya: Bayi menagis pertanda bayi tersebut lapar, haus, ataupun ingin diganti popoknya.
    Manusia berkomunikasi dengan hewan. Memanggil kucing, “Pus.. Pus…”
    Suara angin yang kencang bisa merupakan pertanda akan turun hujan

    Menurut teori antar budaya: Dua kebudayaan bersatu dalam sebuah pernikahan
    Menurut teori distori bahasa: Orang medan bisa berbicara bahasa jawa. Namun, tetap saja logatnya adalah logat batak.
    Menurut teori komunikasi universal: Seorang dosen yang mengajar di kelas Internasional dapat mengerti bahasa-bahasa yang digunakan oleh muridnya walaupun bahasa yang digunakan terkadang aneh ataupun tidak sesuai

    PERTEMUAN 4
    Pada pertemuan ini, Mr. MRG membahas mengenai tema: “GLOBALISASI & BUDAYA”.
    Kenapa bisa terjadi globalisasi? Globalisasi terjadi karena 3 poin. Yaitu:
    Kemajuan Teknologi Informatika
    Kemajuan Teknologi Telekomunikasi
    Kemajuan Teknologi Digital Media
    Perkembangan jaman membuat globalisasi semakin meningkat namun membuat nilai-nilai budaya semakin menurun.
    Apakah hubungan budaya dengan kemajuan teknologi digital media?
    Hubungannya adalah mereka berdua saling berkaitan erat. Dan seharusnya dapat berjalan berdampingan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Budaya dan digital media saling bertentangan satu sama lainnya. Digital media semakin berkembang dan meningkat. Namun, budaya justru semakin menurun dan nyaris kehilangan arti.
    Highlight yang dapat dikutip dari Mr. MRG adalah sebagai berikut:
    Hilangnya kebiasaan surat menyurat yang menggunakan bahasa yang indah
    Pergeseran budaya dari yang tadinya menonton film di bioskop, lalu berubah menjadi nonton film lewat dvd. Sekarang, sudah lebih maju lagi yakni langsung dwonload dan bisa ditonton kapanpun dan dimanapun.
    Kebiasaan orang jaman dulu membaca koran dengan orang jaman sekarang yang membaca berita lewat ipad diinternet
    Di India, pernikahan sesama saudara/incest sudah banyak terjadi
    Asisten rumah tangga kini sudah termodernisasi. Hpnya canggih. Dan bisa menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dengan temannya di luar negeri.
    Dan lainnya

    Suka

  2. Pertemuan I : https://nataliadeasy.wordpress.com/

    PERTEMUAN II

    2.) Pertemuan 2

    Manusia berbahasa dengan 3 cara :
    • Voice : Bahasa yang mengunakan suara
    • Body Language : Bahasa yang menggunakan gerak tubuh/bahasa isyarat
    • Simbol : Bahasa yang menggunakan suatu tanda

    Dalam komunikasi pun ada beberapa bentuk komunikasi yang dilakukan manusia, yakni :
    Komunikasi Intrapersonal
    Komunikasi ini merupakan komunikasi yang dilakukan manusia dengan dirinya sendiri.

    Berikut Contoh-Contoh Komunikasi Intrapersonal :

    1. Seseorang yang berkaca didepan cermin bisa dikata sebagai komunikasi intrapersonal, karena dengan berbicara didepan cermin tersebut seseorang bisa meluapkan perasaan secara pribadi tanpa perlu diketahui oleh orang lain. Bisa ekspresi marah, senang, benci dll.
    2. Dari pengalaman yang diceritakan oleh Pak MRG, berteriak dan meluapkan perasaan ditempat sepi dan terbuka, contoh berteriak di puncak. Dengan begitu seseorang bisa merasa lebih lega dengan perasaan yang disimpan sebelumnya.
    3. Saat di parkiran, biasanya kita menemukan kejadian perempuan maupun laki-laki bercermin dikaca mobil, seperti merapikan rambut atau penampilan mereka. Dari kejadian tersebut, bisa terlihat bahwa secara tidak langsung sudah melakukan Komunikasi Intrapersonal.

    PERTEMUAN III

    INTERAKSI SIMBOLIK

    Esensi dari interaksi simbolik yakni adalah suatu aktivitas yang merupakan ciri khas manusia yakni komunikasi atau pertukaran simbol yang diberi makna.. Paham interaksionisme simbolik memberikan banyak penekanan pada individu yang aktif dan kreatif ketimbang pendekatan-pendekatan teoritis lainnya. Paham interaksionisme simbolik menganggap bahwa segala sesuatu tersebut adalah virtual. Semua interaksi antar individu manusia melibatkan suatu pertukaran simbol. Ketika kita berinteraksi dengan yang lainnya, kita

    CONTOH INTERAKSI SIMBOLIK
    Pada komunitas gay di internet maupun di jejaring sosial lainnya, memahami huruf T / B / V sebagai tanda untuk menginformasikan atau menanyakan role sex pada calon pasangan ataupun teman sesama gay. Yakni T diartikan sebagai Top (orang yang menusukkan penis ke rectum pasangan gay nya), B atau Bottom adalah kebalikannya dari Top, lalu V berarti Versatile yang memiliki maksud orang yang serba bisa dalam hubungan seks sejenis.
    Warna pink atau merah muda menjadi simbol wanita dalam menginterpretasikan kelembutan dan kefemininan mereka. Hal ini diyakini oleh wanita dan pria di seluruh dunia.
    Komunikasi verbal

    Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, entah lisan maupun tulisan. Komunikasi ini paling banyak dipakai dalam hubungan antar manusia. Melalui kata-kata, mereka mengungkapkan perasaan, emosi, pemikiran, gagasan, atau maksud mereka, menyampaikan fakta, data, dan informasi serta menjelaskannya, saling bertukar perasaan dan pemikiran, saling berdebat, dan bertengkar. Dalam komunikasi verbal itu bahasa memegang peranan penting.
    Ada beberapa unsur penting dalam komunikasi verbal, yaitu:

    BAHASA
    Pada dasarnya bahasa adalah suatu system lambang yang memungkinkan orang berbagi makna. Dalam komunikasi verbal, lambang bahasa yang dipergunakan adalah bahasa verbal entah lisan, tertulis pada kertas, ataupun elektronik. Bahasa suatu bangsa atau suku berasal dari interaksi dan hubungan antara warganya satu sama lain.

    Kata
    Kata merupakan unti lambang terkecil dalam bahasa. Kata adalah lambing yang melambangkan atau mewakili sesuatu hal, entah orang, barang, kejadian, atau keadaan. Jadi, kata itu bukan orang, barang, kejadian, atau keadaan sendiri. Makna kata tidak ada pada pikiran orang. Tidak ada hubungan langsung antara kata dan hal. Yang berhubungan langsung hanyalah kata dan pikiran orang.
    Contoh komunikasi verbal
    1. Berbicara dengan seseorang atau kelompok orang
    2. Mendengarkan radio
    3. Membaca buku, majalah dan novel,
    4. Menulis surat lamaran, surat perjanjian jual beli, brosur, dll.
    5. Berpidato dihadapan orang banyak
    Proses dan unsur komunikasi

    proses komunikasi dibentuk karena adanya seorang penyampai pesan (komunikator) menyampaikan informasinya kepada penerima pesan (komunikan) baik melalui media maupun tidak. Setelah informasi disampaikan, komunikan mengumpanbalikkan kepada komunikator berupa respon/tanggapan.

    Setiap komunikasi yang terjadi terdapat unsurnya, yang mana setiap unsur tersebut membetuk proses komunikasi. Tetapi sebelumnya apa saja yang menjadi unsur komunikasi tersebut?

    1. Komunikator.
    Komunikator adalah pihak yang bertindak sebagai pengirim pesan dalam proses komunikasi. Dengan kata lain, komunikator merupakan seseorang atau sekelompok orang yang berinisiatif untuk menjadi sumber dalam sebuah hubungan. Komunikator tidak hanya berperan sebagai pengirim pesan saja, namun juga memberikan respons dan menjawab pertanyaan yang disampaikan sebagai dampak dari proses komunikasi yang berlangsung, baik secara langsung maupun tidak langsung. (Wikipedia)
    2. Pesan/informasi
    Pesan merupakan keseluruhan apa yang disampaikan oleh komunikator. Pesan dapat berupa kata-kata, tulisan, gambaran atau perantara lain. Pesan ini memiliki inti, yakni mengarah pada usaha untuk mengubah sikap dan tingkah laku komunikan. Inti pesan akan selalu mengarah pada tujuan akhir komunikasi itu.
    3. Sarana komunikasi/channel.
    Sarana komunikasi/channel biasa disebut dengan media yang digunakan sebagai penyalur pesan dalam proses komunikasi. Pemilihan sarana/media dalam proses komunikasi tergantung pada sifat berita yang akan disampaikan.
    4. Komunikan/penerima/receiver.
    Komunikan merupakan penerima pesan atau berita yang disampaikan oleh komunikator. Komunikan bisa terdiri satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk kelompok. Dalam proses komunikasi, komunikan adalah elemen penting karena dialah yang menjadi sasaran komunikasi dan bertanggung jawab untuk dapat mengerti pesan yang disampaikan dengan baik.
    5. Umpan balik/feedback.
    Umpan balik dapat dimaknai sebagai jawaban komunikan atas pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya. Pada komunikasi yang dinamis, komunikator dan komunikan terus menerus bertukar peran.
    6. Dampak/effect
    Dampak merupakan efek perbedaan yang dialami oleh komunikan sebelum dan sesudah menerima pesan. Bila sikap dan tingkah laku komunikan berubah sesuai dengan isi pesan maka komunikasi telah berjalan dengan baik. Dampak/efek sesungguhnya dapat dilihat dari personal opinion, public opinion maupun majority opinion. Namun semuanya mengarah kepada perubahan yang terjadi pada komunikan setelah menerima pesan.

    Komunikasi antar kelompok
    Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konferensi dan sebagainya. Michael Burgoon mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. Kedua definisi komunikasi kelompok di atas mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.
    Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana, 2005). Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.

    PEMBAURAN

    Pembauran bisa terjadi akibat adanya hubungan antara individu, kelompok-kelompok sosial yang bertemu dan menentukan sistem dan hubungan sosial.Pembauran contohnya ketika dua perbedaan yang menyatu maka akan timbul sebuah pembaruan didalamnya.
    Pembauran bisa terjadi misal kawin silang anatara suku satu dengan suku yang lain. Didalam nya terjadi pembauran antar dua suku yang berbeda, dan disatukan oleh sebuah ikatan pernikahan antara dua suku yang berbeda.Pembauran tersebut mengakibatkan perbedaan suku atau bangsa yang disatukan.Pembaruan tersebut terjadi tentu saja memiliki keuntungan dan kerugian yang akan terjadi.
    Keuntungan adanya pernikahan silang yang terjadi antara suku atau bangsa?
    1. meningkatkan persatuan bangsa Indonesia
    Berbagai suku bangsa tinggal bersama di Indonesia dan di seluruh kota yang ada di Indonesia.Di antara mereka banyak yang memilih tinggal ke kota untuk mengadu nasib.Diantara mereka banyak yang memilih kekota untuk belajar dan bekerja.Namun banyak dari mereka yang memilih untuk menetap dan berkeluarga disana.Di kota banyak terjadi perkawinan silang antara suku maupun antar bangsa.Hal yang baik dari perkawinan silang ini akan memperkuat persatuan bangsa Indonesia.Karena hubungan antara dua suku itu sudah di jembatani oleh hubungan perkawinan. Pemahama, pengertian, saling menghormati akan muncul ketika perbedaan suku antara suami dan istri yang berbeda suku atau bangsa. Banyak perbedaan kebudayaan, perbedaan nilai-nilai, perbedaan kebiasaan, yang terjadi antara suku lain dengan yang lain nya.
    2. Memperluas ilmu pengetahuan
    Ketika perkawinan silang antara suku maupun bangsa terjalin , ketika itu maka akan banyak pengetahuan yang akan kita dapat. Dapat pula menjadi pembelajaran kita setelah kita mengetahui perbedaan budaya antara budaya satu dengan budaya yang lainnya. Ketika perkawinan yang terjadiantara orang pribumi dengan warga asing, biasanya orang pribumi akan mempejari bahasa mereka dan menambah ilmu pengetahuan yang mereka miliki.Banyak pengetahuan yang dapat kita pelajari ketika dua kebudayaan yang berbeda.Banyak dari orang pribumi yang menikah dengan orang bule untuk mencapai ilmu pengetahuan yang lebih didalam bahasa contohnya. Ketika mereka memiliki seorang anak maka yang diharapkan adalah keturunan mereka mampu menguasai bahasa asing yang dimiliki oleh pasangan nya.
    3. Sikap toleransi
    Ketika Perkawinan silanmg terjadi, sikap toleransi dan saling menghargai pun muncul antara dua orang yang menikah dengan perbedaan suku dan bangsa. Ketika perbedaan budaya, kebiasaan, makanan, cara berpakaian, nilai-niali leluhur, akan terjadi sikap toleransi di antara keduanya. Ketika sepasang suami istri yang menikah dan menggunakan adat keduanya, ,merupakan sikap toleransi yang tumbuh akibat adanya perkawinan silang.
    Kerugian adanya pernikahan silang

    1.Perpindahan keyakinan
    Ketika perkawinan silang terjadi dengan perbedaan suku dan bangsa, adapula yang berbeda keyakinan.Kelemahan nya adalah, ketika dua keyakianan yang berbeda, mereka yang lemah dengan keyakinan nya, akan mudah saja berpindah keyakinan untuk menyesuaikan pasangan nya.Contoh banyak para artis yang menikah dengan warga asing dan memilih pindah keyakinan mereka.

    2.Migrasi dan Urbanisasi
    Ketika perkawinan silang terjadi, antara suku dan bangsa. Banyak dari mereka yang memilih ikut bersama pasangan nya dan menetap ditempat lain. Masalah ini juga yang menyebab kan kepadatan penduduk di suatu kota, maupun Negara. Contoh ketika warga asing yang menikah dengan orang pribumi, banyak orang pribumi yang memilih menetap di Negara lain ataupun sebaliknya.Perpindahan penduduk yang di sahkan oleh perkawinan beda suku ataupun bangsa yang membuat bertambahnya kepadatan penduduk di indonesia.

    DISTORSI ANTAR BUDAYA

    Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini). Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke generasi (Tubbs, Moss:1996).

    Komunikasi antar budaya memiliki akarnya dalam bahasa (khususnya sosiolinguistik), sosiologi, antropologi budaya, dan psikologi. Dari keempat disiplin ilmu tersebut, psikologi menjadi disiplin acuan utama komunikasi lintas budaya, khususnya psikologi lintas budaya. Pertumbuhan komunikasi antar budaya dalam dunia bisnis memiliki tempat yang utama, terutama perusahaan – perusahaan yang melakukan ekspansi pasar ke luar negaranya notabene negara – negara yang ditujunya memiliki aneka ragam budaya.

    Selain itu, makin banyak orang yang bepergian ke luar negeri dengan beragam kepentingan mulai dari melakukan perjalanan bisnis, liburan, mengikuti pendidikan lanjutan, baik yang sifatnya sementara maupun dengan tujuan untuk menetap selamanya.Satelit komunikasi telah membawa dunia menjadi semakin dekat, kita dapat menyaksikan beragam peristiwa yang terjadi dalam belahan dunia,baik melalui layar televisi, surat kabar, majalah, dan media on line. Melalui teknologi komunikasi dan informasi, jarak geografis bukan halangan lagi kita untuk melihat ragam peristiwa yang terjadi di belahan dunia.

    Tujuan Komunikasi Antar Budaya adalah :

    • Memahami perbedaan budaya yang mempengaruhi praktik komunikasi
    • Mengkomunikasi antar orang yang berbeda budaya
    • Mengidentifikasikan kesulitan – kesulitan yang muncul dalam komunikasi
    • Membantu mengatasi masalah komunikasiyang disebabkan oleh perbedaan budaya
    • Meningkatan ketrampilan verbal dan non verbal dalam komunikasi
    • Menjadikan kita mampu berkomunikasi secara efektif

    Ada beberapa alasan mengapa perlunya komunikasi antar budaya, antara lain:
    a) membuka diri memperluas pergaulan;
    b) meningkatkan kesadaran diri;
    c) etika/etis;
    d) mendorong perdamaian dan meredam konflik;
    e) demografis;
    f) ekonomi;
    g) menghadapi teknologi komunikasi; dan
    h) menghadapi era globalisasi.

    Komunikasi secara universal
    Komunikasi merupakan sebuah kegiatan yang hampir selalu kita lakukan sehari-hari. Kegiatan berkomunikasi mempermudah kita sebagai makhluk sosial dalam bersosialisasi dan juga mempertahankan hidup kita. Komunikasi merupakan sebuah proses, proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan.Komunikator adalah orang yang menyampaikan pesan sedangkan komunikan adalah orang yang menerima pesan. Pesan yang disampaikan oleh komunikator dapat berupa pesan verbal dalam bentuk bahasa maupun pesan non verbal dalam bentuk lain selain dari bahasa.

    Betapa seringnya kita melakukan komunikasi, sehingga komunikasi bukan lagi sekedar kegiatan bertukar informasi melainkan telah menjadi suatu kebutuhan. Watzlawick, Beavin dan Jackson mengatakan bahwa “we cannot not comunicate” yang artinya kita tidak dapat untuk tidak berkomunikasi . Bahkan, ketika kita berdiam diri, sembahyang, dan berdoa pun, sesungguhnya kita sedang berkomunikasi.

    Komunikasi secara sederhana sering dikutip dari pendapat yang dikemukakan oleh Harold Lasswell. Komunikasi yang dijelaskan oleh Harold Lasswell adalah menjawab pertanyaan “Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?” yang berarti “siapa, berbicara apa, menggunakan saluran apa, kepada siapa, dan bagaimana pengaruhnya?”.

    Pendapat yang dikemukakan Lasswell tersebut menunjukan bahwa komunikasi itu meliputi lima unsur sebagai jawaban tersebut, yakni:

    1. Komunikator
    2. Pesan
    3. Media
    4. Komunikan
    5. Efek

    Secara etimologis, komunikasi berasal dari bahasa latin communico yang artinya membagi. Membagi di sini adalah membagi gagasan, ide atau pikiran antara seseorang dengan orang lain. Sedangkan makna lain komunikasi berasal dari kata communicatioyang bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama di sini maksudnya adalah sama dalam makna.
    Komunikasi akan berlangsung selama ada kesamaan makna antara komunikator dan komunikan. Secara terminologis komunikasi berarti proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Dari pengertian itu jelas bahwa komunikasi melibatkan sejumlah orang, dimana seseorang menyatakan sesuatu kepada orang lain.
    Secara pragmatis komunikasi mengandung tujuan tertentu, ada yang dilakukan secara lisan, secara tatap muka, atau melalui media, baik media massa seperti surat kabar, radio, atau televisi, maupun media nonmassa seperti surat, telepon, poster, spanduk, dan sebagainya.
    Jadi komunikasi dalam pengertian pragmatis adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan, maupun melalui media.

    Suka

  3. *Pertemuan ke 1

    7 TRADISI DALAM ILMU KOMUNIKASI
    1. Tradisi Sosio-Psikologi
    tradisi ini mewakili perspektif objektif/scientific.peganut tradisi ini percaya bahwa kebenaran komunikasi bisa di temukan melelui pengamatan yang teliti dan sistematis. Tradisi ini mencari hubungan sebab akibat yang dapat memprediksi kapan sebuah prilaku komunikasi akan berhasil dan kapan akan gagal. Adapun indikator keberhasilan dan kegagalan komunikasi terletak pada ada tidaknya perubahan yang terjadi pada pelaku komunikasi. Semua itu dapat di ketahui melalui.serangkaian eksperimen.
    Jadi perhatian penting dalam tradisi ini antara lain,prihal pernyataan,pendapat(opini),sikap,persepsi,kondisi,interaksi,dan efek (pengaruh)
    Contoh: suatu hari di dalam hutan,ada seorang laki-laki sedang mencoba mendorong batu yang sangat besar,Namun ia gagal mendorong batu tersebut seorang diri,laki-laki itu binggung memikirkan bagaimana caranya ia memindahkan batu tersebut.tiba-tiba ada seseorang lewat di kejahuhan sana,kemudian laki-laki itu memanggil seseorang yang melintas di kejauhan sana dengan bahasa isyarat/bahasa tubuh yaitu dengan melambaikan tangan bermaksud untuk meminta bantuan terhadap seseorang tersebut.seseorang itu pun datang menghampiri,laki-laki tersebut mendorong lagi batu besar itu,seseorangpun mengerti, Akhirnya mereka mendorong batu bersama sama dan Berhasil. Merekapun menyepakati sebuah kesepakatan untuk bersama,mereka memanggil semua anggota keluarganya untuk tinggal di hutan tersebut,hingga akhirnya mereka berkembang dan memiliki keturunan.

    2.Tradisi Sibernetika( Komunikasi untuk memproses informasi)
    Tradisi sibernetika memandang komunikasi sebagai mata rantai untuk menghubungkan bagian-bagian yang terpisah dalam suatu sistem. Tradisi sibernetika mencari jawaban atas pertanyaan “How can we get the bugs out of this system?”
    Ide komunikasi untuk memproses informasi dikuatkan oleh Claude Shannon dengan penelitiannya pada perusahaan Bell Telephone Company. Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa informasi hilang pada setiap tahapan yang dilalui dalam proses penyampain pesan kepada penerima pesan. Sehingga pesan yang diterima berbeda dari apa yang dikirim pada awalnya. Bagi Shannon, informasi adalah sarana untuk mengurangi ketidakpastian. Tujuan dari teori informasi adalah untuk memksimalkan jumlah informasi yang ditampung oleh suatu sitem. Dalam hal ini, gangguan (noise) mengurangi jumlah kapasitas informasi yang dapat dimuat dalam suatu sistem.Shannon mendeskripsikan hubungan antara informasi, gangguan (noise) dan kapasitas sistem dengan persamaan sederhana, yaitu : kapasitas sistem = informasi + gangguan (noise).
    Misalnya salah informasi yang terjadi antar sepasang suami istri. Salah informasi tersebut biasa terjadi akibat tidak lengkapnya informasi yang diberikan kepada seseorang yang berdampak seseorang tersebut berpikiran yang lain atas informasi yang diberikan. Disitulah terjadinya gangguan (noise). Contoh lainnya juga yaitu ketika seorang pemeras susu yang bisu memberi tahu kepada tuannya bahwa sapi-sapi peliharaannya kabur dengan menggunakan bahasa isyarat, sang majikan pun mengerti apa yang ia maksud tetapi tamu sang majikan tersebut tidak mengerti sehingga menyebabkan terjadinya kesalahan informasi.

    3.Tradisi retorika (komunikasi sebagai seni berbicara di depan umum)
    Ada 2 tradisi retorika, yaitu :
    Kebenaran haruslah logis, realistis dan rasional
    Kebenaran itu absolut, tidak peduli apakah kebenaran ini punya nilai praktis.
    Ada enam keistimewaan yang mencirikan tradisi ini:
    -Keyakinan bahwa berbicara membedakan manusia dari binatang.
    -Ada kepercayaan bahwa pidato publik yang disampaikan dalam forum demokrasi adalah cara yang lebih efektif untuk memecahkan masalah politik.
    -Retorika merupakan sebuah strategi di mana seorang pembicara mencoba mempengaruhi audience melalui pidato yang jelas-jelas bersifat persuasif. Public speaking pada dasarnya merupakan komunikasi satu arah.
    -Pelatihan kecakapan pidato adalah dasar pendidikan kepemimpinan. Seorang pemimpin harus mampu menciptakan argumen-argumen yang kuat lalu dengan lantang menyuarakannya.
    -Menekankan pada kekuatan dan keindahan bahasa untuk menggerakkan orang banyak secara emosional dan menggerakkan mereka untuk beraksi/bertindak. Pengertian Retorika lebih merujuk kepada seni bicara daripada ilmu berbicara.
    -Sampai tahun 1800-an, perempuan tidak memiliki kesempatan untuk menyuarakan haknya. Jadi retorika merupakan sebuah keistimewaan bagi pergerakan wanita di Amerika yang memperjuangkan haknya untuk bisa berbicara di depan publik.
    4.Tradisi Semiotika (komunikasi sebagai proses berbagi makna melalui tanda)
    Perkembangan pola pikir manusia merupakan sebuah bentuk perkembangan yang mendasari terbentuknya suatu pemahaman yang merujuk pada terbentuknya sebuah makna. Apabila kita amati, kehidupan kita saat ini tidak pernah terlepas dari makna, persepsi, atau pemahaman terhadap apapun yang kita lihat. Sekarang kita lihat benda-benda yang ada di sekeliling kita. Sering sekali kita tanpa memikirkan bentuk dan wujud benda tersebut kita sudah bisa mengetahui apa nama dari benda itu. Ketika kita mengendarai sepeda motor atau mobil di jalan raya, maka kita bisa memaknai setiap bentuk tanda lalu lintas yang bertebaran di jalan raya, seperti traffic light misalnya, atau tanda “Dilarang Parkir” dan lain sebagainya. Pernahkah terlintas dalam benak kita sebuah pertanyaan “mengapa tanda ini dimaknai begini? Mengapa simbol itu dimaknai sedemikian rupa”. Kajian keilmuan yang meneliti mengenai simbol atau tanda dan konstruksi makna yang terkandung dalam tanda tersebut dinamakan dengan Semiotik.

    5.Tradisi sosio kultural (komunikasi adalah ciptaan realitas sosial)
    sosiokultural mengkaji teori komunikasi tentang pemahaman,makna,norma,aturan yang terjadi di luar interaksi komunikasi .Tradisi ini fokus pada interaksi antar individu daripada karakteristik individu. interaksi merupakan proses dimana makna,aturan dan nilai budaya bekerja,selain itu dalam tradisi ini juga menjelaskan bahwa individu dapat di pengaruhi oleh sistem sosial dan budaya yang ada dalam suatu masyarakat.

    6.Tradisi kritis (Komunikasi sebagai cermianan tentang atas percakapan yang tidak adil)
    Little John dan Foss (2009) menempatkan tradisi kritis dalam komunikasi pada teori-teori tentang pelaku komunikasi, percakapan, kelompok, organisasi, media, dan budaya dan masyarakat .
    Tradisi yang berakar pada tradisi pemikiran The Frankfurt School
    ini menempatkan praktek komunikasi sebagai bentuk peng organisasian dari kekuasaan dan penindasan. Penguasa menjadikan media komunikasi sebagai alat kontrol sosial. Penguasa di sini tidak hanya pemerintah tetapi juga para pemilik media sebagai
    the haves Wacana kritis dari tradisi ini meliputi ideologi, tumbuhnya kesadaran, emansipasi, kekuasaan dan dominasi.

    7.Tradisi fenomenologi (komunikasi sebagai pengalaman diri dengan orang lain melalui percakapan)
    Fenomenologi menjadikan pengalaman sebenarnya sebagai ‘data utama’ dalam memahami realitas. Apa yang dapat diketahui seseorang adalah apa yang dialaminya. Contoh :Kasus balita yang kecanduan merokok masih terus terjadi. Di Kalimantan Barat, ada balita balita berusia 2,9 tahun bernama SL asal Dusun Nirwana, Desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, sejak tiga bulan terakhir menjadi pecandu rokok.
    Menurut Pinah, kebiasaan anaknya itu mulai timbul karena faktor ayahnya, Sapi’i, yang biasa merokok di depan anaknya.
    Dia menceritakan, tanpa sepengetahuan kedua orangtuanya, SL mengambil rokok ayahnya yang biasa terletak di atas meja dan menghisapnya sendiri.Pinah juga mengaku sudah kewalahan memenuhi kebutuhan rokok SL. Pasalnya, dalam sehari SL bisa menghabiskan setengah bungkus rokok.Mulai dari rokok filter, mild, kretek hingga “longlat” juga diisap oleh SL.
    Melihat kondisi SL, menimbulkan keprihatinan bagi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kubu Raya, Rosalina Muda Mahendrawan.Rosalina sendiri mengaku akan mencari jalan keluar untuk menghilangkan kebiasaan SL yang senang merokok. Dia menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kubu Raya untuk memberikan pengertian secara langsung kepada orang tua SL, dan menggunakan jasa psikolog anak untuk menghilangkan kebiasaan anak tersebut.

    *Pertemuan ke 2

    Bahasa-komunikasi
    -Voice : suara
    -Body Languace: gerak tubuh atau bahasa isyarat
    -Simbol: tanda

    Komunikasi interpersonal
    komunikasi interpersonal: Melibatkan di dalamnya perilaku verbal dan non verbal. spontan, tepat, dan rasional. Komunikasi antar pribadi tidaklah statis, melainkan dinamis. Melibatkan umpan balik pribadi, hubungan interaksi, dan koherensi (pernyataan yang satu harus berkaitan dengan pernyataan yang lain).Komunikasi antar pribadi merupakan sutu kegiatan dan tindakan.
    contoh:
    -Ketika seseorang mempunyai masalah yang sangat berat,ia memaki dirinya sendiri,dan mengancam dirinya sendiri
    -bp ranto memiliki masalah yang sangat berat dengan istrinya,lalu beliau pergi ke puncak,dan berteriak sekencang mungkin hingga beban masalahnyapun mereda,lalu beliau pulang dan meminta maaf kepada istrinya,lalu menyesali perbuatannya tersebut.
    -seseorang bercermin,ia melihat seperti ada monyet di cermin tersebut
    -laki laki yang bercermin di kaca mobil,ia merapihkan rambut padahal ada pa ranto di dalam mobil tersebut
    -perempuan yang merapihkan baju di kaca kantor nya pa ranto, yang dari luar tidak terlihat ,tapi dari dalam kantor sangat terlihat jelas kegiatan perempuan itu.

    *Pertemuan ke 3

    Interaksi simbolik

    Esensi dari interaksi simbolik yakni adalah suatu aktivitas yang merupakan ciri khas manusia yakni komunikasi atau pertukaran simbol yang diberi makna.. Paham interaksionisme simbolik memberikan banyak penekanan pada individu yang aktif dan kreatif ketimbang pendekatan-pendekatan teoritis lainnya. Paham interaksionisme simbolik menganggap bahwa segala sesuatu tersebut adalah virtual. Semua interaksi antar individu manusia melibatkan suatu pertukaran simbol. Ketika kita berinteraksi dengan yang lainnya, kita
    secara konstan mencari “petunjuk” mengenai tipe perilaku apakah yang cocok dalam konteks itu
    dan mengenai bagaimana menginterpretasikan apa yang dimaksudkan oleh orang lain.Interaksionisme simbolik, mengarahkan perhatian kita pada interaksi antar individu, dan bagaimana hal ini dipergunakan untuk mengerti apa yang orang lain katakan dan lakukan kepada kita sebagai individu.

    contoh interaksi simbolik
    Pada komunitas gay di internet maupun di jejaring sosial lainnya, memahami huruf T / B / V sebagai tanda untuk menginformasikan atau menanyakan role sex pada calon pasangan ataupun teman sesama gay. Yakni T diartikan sebagai Top (orang yang menusukkan penis ke rectum pasangan gay nya), B atau Bottom adalah kebalikannya dari Top, lalu V berarti Versatile yang memiliki maksud orang yang serba bisa dalam hubungan seks sejenis.
    Warna pink atau merah muda menjadi simbol wanita dalam menginterpretasikan kelembutan dan kefemininan mereka. Hal ini diyakini oleh wanita dan pria di seluruh dunia.
    Komunikasi verbal

    Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, entah lisan maupun tulisan. Komunikasi ini paling banyak dipakai dalam hubungan antar manusia. Melalui kata-kata, mereka mengungkapkan perasaan, emosi, pemikiran, gagasan, atau maksud mereka, menyampaikan fakta, data, dan informasi serta menjelaskannya, saling bertukar perasaan dan pemikiran, saling berdebat, dan bertengkar. Dalam komunikasi verbal itu bahasa memegang peranan penting.
    Ada beberapa unsur penting dalam komunikasi verbal, yaitu:

    Bahasa
    Pada dasarnya bahasa adalah suatu system lambang yang memungkinkan orang berbagi makna. Dalam komunikasi verbal, lambang bahasa yang dipergunakan adalah bahasa verbal entah lisan, tertulis pada kertas, ataupun elektronik. Bahasa suatu bangsa atau suku berasal dari interaksi dan hubungan antara warganya satu sama lain.

    Kata
    Kata merupakan unti lambang terkecil dalam bahasa. Kata adalah lambing yang melambangkan atau mewakili sesuatu hal, entah orang, barang, kejadian, atau keadaan. Jadi, kata itu bukan orang, barang, kejadian, atau keadaan sendiri. Makna kata tidak ada pada pikiran orang. Tidak ada hubungan langsung antara kata dan hal. Yang berhubungan langsung hanyalah kata dan pikiran orang.
    Contoh komunikasi verbal
    1. Berbicara dengan seseorang atau kelompok orang
    2. Mendengarkan radio
    3. Membaca buku, majalah dan novel,
    4. Menulis surat lamaran, surat perjanjian jual beli, brosur, dll.
    5. Berpidato dihadapan orang banyak
    Proses dan unsur komunikasi

    proses komunikasi dibentuk karena adanya seorang penyampai pesan (komunikator) menyampaikan informasinya kepada penerima pesan (komunikan) baik melalui media maupun tidak. Setelah informasi disampaikan, komunikan mengumpanbalikkan kepada komunikator berupa respon/tanggapan.

    Setiap komunikasi yang terjadi terdapat unsurnya, yang mana setiap unsur tersebut membetuk proses komunikasi. Tetapi sebelumnya apa saja yang menjadi unsur komunikasi tersebut?

    1. Komunikator.
    Komunikator adalah pihak yang bertindak sebagai pengirim pesan dalam proses komunikasi. Dengan kata lain, komunikator merupakan seseorang atau sekelompok orang yang berinisiatif untuk menjadi sumber dalam sebuah hubungan. Komunikator tidak hanya berperan sebagai pengirim pesan saja, namun juga memberikan respons dan menjawab pertanyaan yang disampaikan sebagai dampak dari proses komunikasi yang berlangsung, baik secara langsung maupun tidak langsung. (Wikipedia)
    2. Pesan/informasi
    Pesan merupakan keseluruhan apa yang disampaikan oleh komunikator. Pesan dapat berupa kata-kata, tulisan, gambaran atau perantara lain. Pesan ini memiliki inti, yakni mengarah pada usaha untuk mengubah sikap dan tingkah laku komunikan. Inti pesan akan selalu mengarah pada tujuan akhir komunikasi itu.
    3. Sarana komunikasi/channel.
    Sarana komunikasi/channel biasa disebut dengan media yang digunakan sebagai penyalur pesan dalam proses komunikasi. Pemilihan sarana/media dalam proses komunikasi tergantung pada sifat berita yang akan disampaikan.
    4. Komunikan/penerima/receiver.
    Komunikan merupakan penerima pesan atau berita yang disampaikan oleh komunikator. Komunikan bisa terdiri satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk kelompok. Dalam proses komunikasi, komunikan adalah elemen penting karena dialah yang menjadi sasaran komunikasi dan bertanggung jawab untuk dapat mengerti pesan yang disampaikan dengan baik.
    5. Umpan balik/feedback.
    Umpan balik dapat dimaknai sebagai jawaban komunikan atas pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya. Pada komunikasi yang dinamis, komunikator dan komunikan terus menerus bertukar peran.
    6. Dampak/effect
    Dampak merupakan efek perbedaan yang dialami oleh komunikan sebelum dan sesudah menerima pesan. Bila sikap dan tingkah laku komunikan berubah sesuai dengan isi pesan maka komunikasi telah berjalan dengan baik. Dampak/efek sesungguhnya dapat dilihat dari personal opinion, public opinion maupun majority opinion. Namun semuanya mengarah kepada perubahan yang terjadi pada komunikan setelah menerima pesan.

    Komunikasi antar kelompok
    Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konferensi dan sebagainya. Michael Burgoon mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. Kedua definisi komunikasi kelompok di atas mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.
    Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana, 2005). Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.

    Pembauran

    Pembauran bisa terjadi akibat adanya hubungan antara individu, kelompok-kelompok sosial yang bertemu dan menentukan sistem dan hubungan sosial.Pembauran contohnya ketika dua perbedaan yang menyatu maka akan timbul sebuah pembaruan didalamnya.
    Pembauran bisa terjadi misal kawin silang anatara suku satu dengan suku yang lain. Didalam nya terjadi pembauran antar dua suku yang berbeda, dan disatukan oleh sebuah ikatan pernikahan antara dua suku yang berbeda.Pembauran tersebut mengakibatkan perbedaan suku atau bangsa yang disatukan.Pembaruan tersebut terjadi tentu saja memiliki keuntungan dan kerugian yang akan terjadi.
    Keuntungan adanya pernikahan silang yang terjadi antara suku atau bangsa?
    1. meningkatkan persatuan bangsa Indonesia
    Berbagai suku bangsa tinggal bersama di Indonesia dan di seluruh kota yang ada di Indonesia.Di antara mereka banyak yang memilih tinggal ke kota untuk mengadu nasib.Diantara mereka banyak yang memilih kekota untuk belajar dan bekerja.Namun banyak dari mereka yang memilih untuk menetap dan berkeluarga disana.Di kota banyak terjadi perkawinan silang antara suku maupun antar bangsa.Hal yang baik dari perkawinan silang ini akan memperkuat persatuan bangsa Indonesia.Karena hubungan antara dua suku itu sudah di jembatani oleh hubungan perkawinan. Pemahama, pengertian, saling menghormati akan muncul ketika perbedaan suku antara suami dan istri yang berbeda suku atau bangsa. Banyak perbedaan kebudayaan, perbedaan nilai-nilai, perbedaan kebiasaan, yang terjadi antara suku lain dengan yang lain nya.
    2. Memperluas ilmu pengetahuan
    Ketika perkawinan silang antara suku maupun bangsa terjalin , ketika itu maka akan banyak pengetahuan yang akan kita dapat. Dapat pula menjadi pembelajaran kita setelah kita mengetahui perbedaan budaya antara budaya satu dengan budaya yang lainnya. Ketika perkawinan yang terjadiantara orang pribumi dengan warga asing, biasanya orang pribumi akan mempejari bahasa mereka dan menambah ilmu pengetahuan yang mereka miliki.Banyak pengetahuan yang dapat kita pelajari ketika dua kebudayaan yang berbeda.Banyak dari orang pribumi yang menikah dengan orang bule untuk mencapai ilmu pengetahuan yang lebih didalam bahasa contohnya. Ketika mereka memiliki seorang anak maka yang diharapkan adalah keturunan mereka mampu menguasai bahasa asing yang dimiliki oleh pasangan nya.
    3. Sikap toleransi
    Ketika Perkawinan silanmg terjadi, sikap toleransi dan saling menghargai pun muncul antara dua orang yang menikah dengan perbedaan suku dan bangsa. Ketika perbedaan budaya, kebiasaan, makanan, cara berpakaian, nilai-niali leluhur, akan terjadi sikap toleransi di antara keduanya. Ketika sepasang suami istri yang menikah dan menggunakan adat keduanya, ,merupakan sikap toleransi yang tumbuh akibat adanya perkawinan silang.
    Kerugian adanya pernikahan silang

    1.Perpindahan keyakinan
    Ketika perkawinan silang terjadi dengan perbedaan suku dan bangsa, adapula yang berbeda keyakinan.Kelemahan nya adalah, ketika dua keyakianan yang berbeda, mereka yang lemah dengan keyakinan nya, akan mudah saja berpindah keyakinan untuk menyesuaikan pasangan nya.Contoh banyak para artis yang menikah dengan warga asing dan memilih pindah keyakinan mereka.

    2.Migrasi dan Urbanisasi
    Ketika perkawinan silang terjadi, antara suku dan bangsa. Banyak dari mereka yang memilih ikut bersama pasangan nya dan menetap ditempat lain. Masalah ini juga yang menyebab kan kepadatan penduduk di suatu kota, maupun Negara. Contoh ketika warga asing yang menikah dengan orang pribumi, banyak orang pribumi yang memilih menetap di Negara lain ataupun sebaliknya.Perpindahan penduduk yang di sahkan oleh perkawinan beda suku ataupun bangsa yang membuat bertambahnya kepadatan penduduk di indonesia.

    Distorsi antar budaya

    Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini). Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke generasi (Tubbs, Moss:1996).

    Komunikasi antar budaya memiliki akarnya dalam bahasa (khususnya sosiolinguistik), sosiologi, antropologi budaya, dan psikologi. Dari keempat disiplin ilmu tersebut, psikologi menjadi disiplin acuan utama komunikasi lintas budaya, khususnya psikologi lintas budaya. Pertumbuhan komunikasi antar budaya dalam dunia bisnis memiliki tempat yang utama, terutama perusahaan – perusahaan yang melakukan ekspansi pasar ke luar negaranya notabene negara – negara yang ditujunya memiliki aneka ragam budaya.

    Selain itu, makin banyak orang yang bepergian ke luar negeri dengan beragam kepentingan mulai dari melakukan perjalanan bisnis, liburan, mengikuti pendidikan lanjutan, baik yang sifatnya sementara maupun dengan tujuan untuk menetap selamanya.Satelit komunikasi telah membawa dunia menjadi semakin dekat, kita dapat menyaksikan beragam peristiwa yang terjadi dalam belahan dunia,baik melalui layar televisi, surat kabar, majalah, dan media on line. Melalui teknologi komunikasi dan informasi, jarak geografis bukan halangan lagi kita untuk melihat ragam peristiwa yang terjadi di belahan dunia.

    Tujuan Komunikasi Antar Budaya adalah :

    • Memahami perbedaan budaya yang mempengaruhi praktik komunikasi
    • Mengkomunikasi antar orang yang berbeda budaya
    • Mengidentifikasikan kesulitan – kesulitan yang muncul dalam komunikasi
    • Membantu mengatasi masalah komunikasiyang disebabkan oleh perbedaan budaya
    • Meningkatan ketrampilan verbal dan non verbal dalam komunikasi
    • Menjadikan kita mampu berkomunikasi secara efektif

    Ada beberapa alasan mengapa perlunya komunikasi antar budaya, antara lain:
    a) membuka diri memperluas pergaulan;
    b) meningkatkan kesadaran diri;
    c) etika/etis;
    d) mendorong perdamaian dan meredam konflik;
    e) demografis;
    f) ekonomi;
    g) menghadapi teknologi komunikasi; dan
    h) menghadapi era globalisasi.

    Komunikasi secara universal
    Komunikasi merupakan sebuah kegiatan yang hampir selalu kita lakukan sehari-hari. Kegiatan berkomunikasi mempermudah kita sebagai makhluk sosial dalam bersosialisasi dan juga mempertahankan hidup kita. Komunikasi merupakan sebuah proses, proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan.Komunikator adalah orang yang menyampaikan pesan sedangkan komunikan adalah orang yang menerima pesan. Pesan yang disampaikan oleh komunikator dapat berupa pesan verbal dalam bentuk bahasa maupun pesan non verbal dalam bentuk lain selain dari bahasa.

    Betapa seringnya kita melakukan komunikasi, sehingga komunikasi bukan lagi sekedar kegiatan bertukar informasi melainkan telah menjadi suatu kebutuhan. Watzlawick, Beavin dan Jackson mengatakan bahwa “we cannot not comunicate” yang artinya kita tidak dapat untuk tidak berkomunikasi . Bahkan, ketika kita berdiam diri, sembahyang, dan berdoa pun, sesungguhnya kita sedang berkomunikasi.

    Komunikasi secara sederhana sering dikutip dari pendapat yang dikemukakan oleh Harold Lasswell. Komunikasi yang dijelaskan oleh Harold Lasswell adalah menjawab pertanyaan “Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?” yang berarti “siapa, berbicara apa, menggunakan saluran apa, kepada siapa, dan bagaimana pengaruhnya?”.

    Pendapat yang dikemukakan Lasswell tersebut menunjukan bahwa komunikasi itu meliputi lima unsur sebagai jawaban tersebut, yakni:

    Komunikator
    Pesan
    Media
    Komunikan
    Efek
    Secara etimologis, komunikasi berasal dari bahasa latin communico yang artinya membagi. Membagi di sini adalah membagi gagasan, ide atau pikiran antara seseorang dengan orang lain. Sedangkan makna lain komunikasi berasal dari kata communicatioyang bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama di sini maksudnya adalah sama dalam makna.
    Komunikasi akan berlangsung selama ada kesamaan makna antara komunikator dan komunikan. Secara terminologis komunikasi berarti proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Dari pengertian itu jelas bahwa komunikasi melibatkan sejumlah orang, dimana seseorang menyatakan sesuatu kepada orang lain.
    Secara pragmatis komunikasi mengandung tujuan tertentu, ada yang dilakukan secara lisan, secara tatap muka, atau melalui media, baik media massa seperti surat kabar, radio, atau televisi, maupun media nonmassa seperti surat, telepon, poster, spanduk, dan sebagainya.
    Jadi komunikasi dalam pengertian pragmatis adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan, maupun melalui media.

    *Pertemuan ke 4

    Hubungan globalisasi dunia menjadi tanpa batas
    1.Teknologi informatika
    2.Teknologi telekomunikasi
    3.Teknologi Digital media
    Telekomunikasi,digital media telah membuat globalisasi meningkat dan menurunkan kebudayaan.
    Manusia menggunakan teknologi digital karna manusia berakal,dengan akalnya ia ingin keluar dari masalah ,ingin hidup lebih baik,lebih aman,,ingin menjalin hubungan dengan masyarakat sosial lainnya.
    Dampak negatif media elektronik antara lain , Dapat merontokan sendi moral,susila dan keyakinan beragama masyarakat.sistem penyiaran yang ter sentralisasijuga menyebabkan akulturasi budaya metropolis mendapat tempat lebih leluasa untuk menggeser norma dan kearifan lokal.perlu pelatihan untuk orang tua untuk membimbing anaknya menjadi pengguna media yang kritis,selektif dan memahami pesan dengan tepat.
    Contoh dampak negatif
    -menjauhkan yang dekat tetapi mendekatkan yang jauh, banyak di lingkungan kita,orang sedang berkumpul tetapi mereka lebih memilih memegang hp’nya daripada mengobrol dengan teman di sekitarnya.
    -banyaknya game online membuat dampak negatif untuk anak,terlalu lama di depan laptop,tab dan sebagainya itu tida bagus untuk anak,apalagi di jaman sekarang banyak game online yang merusak fikiran anak,

    Mungkin dampak positifnya
    -jaman dulu,orang masih mengirim surat tetapi sekarang sudah bisa via SMS saja .
    -ingin membeli tiket pesawat sudah tidak perlu pergi ke bandara,cukup buka web,tiket.com dll
    -untuk yang tidak memiliki banyak waktu untuk berbelanja,sekarang sudah banyak online shoop dengan berbagai macam produc yang tinggal klik langsung antar.

    intinya .. Digital media sudah banyak menggeser budaya kita, seharusnya menurut saya ,walaupun digital media bisa mempermudah segalanya tetapi budaya kita juga harus tetap di pertahankan.tidak di lupakan begitu saja. tapi nyatanya semakin berjalanya waktu ,semakin canggih digital media yang ada di bumi kita ini.. senang atau tida,inilah kenyataannya.

    terimakasih pak MRG
    Oleh:Royhan ahmat ( 44215310036 )

    Suka

  4. PERTEMUAN PERTAMA
    Sebelum masuk kedalam penjelasan Pengertian 7 Tradisi Dalam Ilmu Komunikasi, saya akan menjelaskan dulu asal usul terciptanya sebuah bahasa. Komunikasi timbul dari bahasa. Contoh dari kisah “SEORANG YANG MENDORONG BATU”. Pada suatu hari ada seorang laki-laki yang berusaha mendorong sebuah batu besar, namun setelah ia berusaha dengan sekuat tenaga tetap saja ia tidak berhasil untuk mendorong sebuah batu besar tersebut. Pada saat ia tidak berhasil mendorong batu tersebut lewatlah seorang lelaki lain, dan ia pun memanggil orang tersebut dengan menggunakan bahasa isyarat dan orang tersebut pun menghampiri dirinya. Setelah orang tersebut menghampiri dirinya, iapun memberikan bahasa isyarat kepada orang tersebut untuk membantunya mendorong batu besar. Setelah berapa lama akhirnya orang tersebut pun mengerti akan bahasa isyarat yang ia sampaikan dan mereka pun bekerja sama untuk mendorong batu besar tersebut dan berhasil. Karna mereka telah berhasil mendorong batu tersebut mereka pun merayakan keberhasilannya dengan cara duduk bersama. Pada saat mereka sedang duduk bersama, mereka membuat sebuah kesepakatan. Mereka membawa keluarga masing-masing untuk tinggal bersama, dan akhirnya terciptalah sebuah bahasa dalam keluarga tersebut dan sebuah komunitas baru (sosial culture). Dalam kisah tersebut pun mengambarkan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri, manusia pasti membutuhkan orang lain maka dari itu manusia di sebut sebagai makhluk sosial. Untuk hidup berdampingan dengan orang lain tentu saja manusia membutuhkan bahasa untuk berkomunikasi, sedangkan bahasa isyarat saja tidak cukup karna tidak semua orang dapat bisa langsung mengerti akan bahasa isyarat tersebut.
    Di dalam sebuah Ilmu Komunikasi terdapat 7 Tradisi sebagai berikut :
    1. TRADISI SOSIO-PSIKOLOGI (Komunikasi sebagai pengaruh antar pribadi)
    Tradisi sosio-psikologi merupakan contoh dari perspektif ilmiah atau objektif. Dalam tradisi ini, kebenaran komunikasi dapat ditemukan dengan dapat ditemukan dengan teliti – penelitian yang sistematis. Tradisi ini melihat hubungan sebab dan akibat dalam memprediksi berhasil tidaknya perilaku komunikasi. Carl Hovland dari Universitas Yale meletakkan dasar-dasar dari hal data empiris yang mengenai hubungan antara rangsangan komunikasi, kecenderungan audiens dan perubahan pemikiran dan untuk menyediakan sebuah kerangka awal untuk mendasari teori. Tradisi sosio-psikologi adalah jalan untuk menjawab pertanyaan “What can I do to get them change?”
    Dalam kerangka “Who says what to whom and with what effect” dapat dibagi menjadi tiga sebab atau alasan dari variasi persuasif, yaitu :
    Who – sumber dari pesan (keahlian, dapat dipercaya)
    What – isi dari pesan (menarik dengan ketakutan, mengundang perbedaan pendapat)
    Whom – karakteristik audiens (kepribadian, dapat dikira untuk dipengaruhi)
    Efek utama yang diukur adalah perubahan pemikiran yang dinyatakan dalam bentuk skala sikap baik sebelum maupun sesudah menerima pesan. Dalam hal ini kredibilitas sumber amat sangat menarik perhatian.Adadua jenis dari kredibilitas, yaitu keahlian (expertness) dan karakter (character). Keahlian dianggap lebih penting daripada karakter dalam mendorong perubahan pemikiran.
    Contohnya bisa diambil dari kisah di atas yaitu, pada saat orang pertama meberikan sebuah bahasa isyarat kepada orang yang kedua dan orang kedua pun mengikuti intruksi dari orang yang pertama maka di situlah tradisi Komunikasi sebagai Tradisi Sosio-Psikologi atau Komunikasi sebagai pengaruh antar pribadi terjadi. Karna orang yang kedua terpengaruh atas bahasa isyarat yang di berikan oleh orang yang kedua.
    2. TRADISI SIBERNETIKA (Komunikasi untuk memproses informasi)
    Tradisi sibernetika memandang komunikasi sebagai mata rantai untuk menghubungkan bagian-bagian yang terpisah dalam suatu sistem. Tradisi sibernetika mencari jawaban atas pertanyaan “How can we get the bugs out of this system?”
    Ide komunikasi untuk memproses informasi dikuatkan oleh Claude Shannon dengan penelitiannya pada perusahaan Bell Telephone Company. Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa informasi hilang pada setiap tahapan yang dilalui dalam proses penyampain pesan kepada penerima pesan. Sehingga pesan yang diterima berbeda dari apa yang dikirim pada awalnya. Bagi Shannon, informasi adalah sarana untuk mengurangi ketidakpastian. Tujuan dari teori informasi adalah untuk memksimalkan jumlah informasi yang ditampung oleh suatu sitem. Dalam hal ini, gangguan (noise) mengurangi jumlah kapasitas informasi yang dapat dimuat dalam suatu sistem.Shannon mendeskripsikan hubungan antara informasi, gangguan (noise) dan kapasitas sistem dengan persamaan sederhana, yaitu : kapasitas sistem = informasi + gangguan (noise).
    Misalnya salah informasi yang terjadi antar sepasang suami istri. Salah informasi tersebut biasa terjadi akibat tidak lengkapnya informasi yang diberikan kepada seseorang yang berdampak seseorang tersebut berpikiran yang lain atas informasi yang diberikan. Disitulah terjadinya gangguan (noise). Contoh lainnya juga yaitu ketika seorang pemeras susu yang bisu memberi tahu kepada tuannya bahwa sapi-sapi peliharaannya kabur dengan menggunakan bahasa isyarat, sang majikan pun mengerti apa yang ia maksud tetapi tamu sang majikan tersebut tidak mengerti sehingga menyebabkan terjadinya kesalahan informasi.
    3. TRADISI RETORIKA (Komunikasi sebagai seni berbicara didepan umum)
    Ada enam keistimewaan karakteristik yang berpengaruh pada tradisi komunikasi retorika, yaitu : (1) sebuah keyakinan yang membedakan manusia dengan hewan dalam kemampuan berbicara, (2) sebuah kepercayaan diri dalam berbicara didepan umum dalam sebuah forum demokrasi, (3) sebuah keadaan dimana seorang pembicara mencoba mempengaruhi audiens melalui pidato persuasif yang jelas, (4) pelatihan kecakapan berpidato adalah landasan dasar pendidikan kepemimpinan, (5) sebuah tekanan pada kekuasaan dan keindahan bahasa untuk merubah emosi orang dan menggerakkannya dalam aksi, dan (6) pidato persuasi adalah bidang wewenang dari laki-laki.
    Contohnya seperti pidato Adolf Hitler dan Soekarno pada masa kepemimpinannya yang selalu bisa mempengaruhi audiens atas hal apa yang mereka sampaikan. Ataupun misalnya pada saat pak Ranto memberikan penjelasan kepada kita di kelas dengan sangat menarik yang jelas disitu dibutuhkan suatu seni berbicara didepan umum.
    4. TRADISI SEMIOTIKA (Komunikasi sebagai proses berbagi makna melalui tanda)
    Semiotika adalah ilmu mempelajari tanda. Tanda adalah sesuatu yang dapat memberikan petunjuk atas sesuatu. Kata juga merupakan tanda, akan tetapi jenisnya spesial. Mereka disebut dengan simbol. Banyak teori dari tradisi semiotika yang mencoba menjelaskan dan mengurangi kesalahpahaman yang tercipta karena penggunaan simbol yang bermakna ambigu. Ambiguitas adalah keadaan yang tidak dapat dihindarkan dalam bahasa, dalam hal ini komunikator dapat terbawa dalam sebuah pembicaraan dalam suatu hal akan tetapi masing-masing memiliki interpretasi yang berbeda akan suatu hal yang sedang dibicarakan tersebut. Tradisi ini memperhatikan bagaimana tanda memediasi makna dan bagaimana penggunaan tanda tersebut untuk menghindari kesalahpahaman, daripada bagaimana cara membuat tanda tersebut.
    Contohnya adalah ketika banyaknya orang-orang kristiani yang menggunakan tanda salib sehingga dianggap sebagai sebuah trend oleh beberapa orang, dan orang tersebut pun menggunakan tanda salib meskipun ia bukan beragama kristiani. Disini tanda salib telah kehilangan makna sesungguhnya. Ataupun misalnya di Indonesia lelaki yang memakai peci dan wanita yang memakai hijab dikepalanya diketahui sebagai seorang yang beragama muslim. Sedangkan di India seorang wanita yang memakai tanda merah dikeningnya itu menandakan bahwa ia telah menikah.
    5. TRADISI SOSIO-KULTURAL (Komunikasi adalah ciptaan realitas sosial)
    Tradisi sosio-kultural berdasar pada premis orang berbicara, mereka membuat dan menghasilkan kebudayaan. Kebanyakan dari kita berasumsi bahwa kata adalah refleksi atas apa yang benar ada. Cara pandang kita sangat kuatdibentuk oleh bahasa (language) yang kita gunakan sejak balita.
    Kita sudah mengetahui bahwa tradisi semiotika kebanyakan kata tidak memiliki kepentingan atau keterikatan logis dengan ide yang mereka representasikan. Para ahli bahasa dalam tradisi sosio-kultural menyatakan bahwa para pengguna bahasa mendiami dunia yang berbeda. Edward Sapir dan Benjamin Lee Whorf dari University of Chicago adalah pelopor tradisi sosio-kultural. Dalam hipotesis penelitian mereka, linguistik adalah bagian dari struktur bentuk bahasa budaya yang berdasarkan apa yang orang pikirkan dan lakukan. Dunia nyata terlalu luas dan secara tidak sadar terbentuk pada bahasa kebiasaan (habits) dari kelompok. Teori linguistik ini berlawanan dengan asumsi bahwa semua bahasa itu sama dan kata hanya sarana netral untuk membawa makna. Bahasa sebenarnya adalah struktur dari persepsi kita akan realitas. Teori dalam tradisi ini mengklaim bahwa komunikasi adalah hasil produksi, memelihara, memperbaiki dan perubahan dari realitas. Dalam hal ini, tradisi sosio-kultural menawarkan membantu dalam menjembatani jurang pemisah budaya antara “kita” dan “mereka”.
    Contohnya yaitu pada jaman dahulu seorang ayah yang ingin mengirimi uang kepada anaknya harus melalui wesel tapi sekarang sudah bida melalui atm, ataupun pada jaman dahulu jika kita ingin melakukan komunikasi dengan seorang yang jauh maka kita harus mengirim surat tapi pada jaman sekarang kita tinggal mengirimkan sms saja.
    6. TRADISI KRITIS (Komunikasi sebagai cerminan tantangan atas percakapan yang tidak adil)

    Tradisi kritis muncul di Frankfurt School Jerman, yang sangat terpengaruh dengan Karl marx dalam mengkritisi masyarakat. Dalam penelitian yang dilakukan Frankfurt School, dilakukan analisa pada ketidaksesuaian antara nilai-nilai kebebasan dalam masyarakat liberal dengan persamaan hak seorang pemimpin menyatakan dirinya dan memperhatikan ketidakadilan serta penyalahgunaan wewenang yang membuat nilai-nilai tersebut hanya menjadi isapan jempol belaka. Kritik ini sangat tidak mentolelir adanya pembicaraan negatif atau akhir yang pesimistis.
    Teori-teori dalam tradisi kritis secara konsisten menentang tiga keistimewaan dari masyarakat sekarang, yaitu : (1) mengendalikan bahasa untuk mengabadikan ketidakseimbangan wewenang atau kekuasaan, (2) peran media dalam mengurangi kepekaan terhadap penindasan, dan (3) mengaburkan kepercayaan pada metode ilmiah dan penerimaan atas penemuan data empiris yang tanpa kritik.
    Contohnya yaitu misalnya pada saat kita memiliki pemimpin yang tidak amanah atau tidak benar maka kita harus langsung mengingatkannya itu merupakan salah satu bentuk komunikasi yang kritis.
    7. TRADISI FENOMENOLOGI (Komunikasi sebagai pengalaman diri dengan orang lain melalui percakapan)
    Tradisi fenomenologi menekankan pada persepsi orang dan interpretasi setiap orang secara subjektif tentang pengalamannya. Para fenomenologist menganggap bahwa cerita pribadi setiap orang adalah lebih penting dan lebih berwenang daripada beberapa hipotesis penelitian atau aksioma komunikasi. Akan tetapi kemudian timbul masalah dimana tidak ada dua orang yang memiliki kisah hidup yang sama.
    Seorang psikolog Carl Rogers mendeskripsikan tiga kebutuhan dan kondisi yang cukup bagi seseorang dan perubahan hubungan, yaitu : (1) kesesuaian atau kecocokan, adalah kecocokan atau kesesuaian anatara individu baik secara perasaan didalam dengan penampilan diluar, (2) memandang positif tanpa syarat, adalah sebuah sikap dalam menerima yang tidak tergantung pada perbuatan, dan (3) pengertian untuk berempati, adalah kecakapan sementara untuk mengesampingkan pandangan dan nilai dan memasuki dunia lain tanpa prasangka.
    Contohnya yaitu kita menanggapi hal-hal yang sedang fenomena yang terjadi dalam masyarakat seperti misalnya asap yang terjadi di Riau, kenaikan dollar dan lain sebagainya.

    PERTEMUAN KEDUA
    Bahasa merupakan akar dari komunikasi. Cikal bakal bahasa yaitu:
    1. Voice. Contohnya mengucapkan kata I LOVE YOU (ungkapan cinta)
    2. Body Language. Contohnya memeluk dan mencium kening tanpa mengucapkan kata-kata (ungkapan cinta)
    3. Simbol. Contohnya mengabadikan kata cinta lewat cincin, atau mengirimkan emoticon (ungkapan cinta).
    Kenapa simbol cinta itu hati? Karna hati adalah organ yang sangat dilindungi. Yang pertama dilindungi oleh tulang rusuk, dan yang kedua dilindungi oleh kedua tangan yang siap menangkis apapun.
    Komunikasi dibedakan menjadi 2 yaitu, ada Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal.
    1. Komunikasi Interpersonal
    Komunikasi interpersonal adalah komunikasi dengan diri sendiri. Contoh Komunikasi Intrapersonal:
    a. Memaki diri sendiri di depan cermin karna berwajah jelek dan akhirnya menyesal karna telah dilahirkan
    b. Pada saat kita bercermin kita pun melihat ada monyet di cermin tersebut
    c. Sewaktu pak Ranto bekerja di SCTV, ada seorang wanita Jepang yang bercermin didepan kaca ruang kerja pak Ranto sambil membenarkan busananya dan memperhatikan lekuk tubuhnya tetapi wanita tersebut tidak sadar jika perlakuannya itu kelihatan dari dalam ruang kerja pak Ranto
    d. Ada seorang pria yang over confidance bercermin dikaca mobil seseorang sambil membenarkan penampilannya padahal didalam mobil tersebut ada pemiliknya
    e. Suatu ketika saat pak Ranto memiliki masalah pak Ranto pergi kepuncak dan berdiri di sebuah bukit teh lalu berteriak-teriak memaki dirinya sendiri dan meluapkan kekesalannya

    2. Komunikasi Intrapersonal
    Komunikasi Intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi diluar komunikasi dengan diri sendiri. Macam-macam komunikasi Intrapersonal yaitu:

    a. Komunikasi antara Individu dengan Individu. Contohnya komunikasi yang terjadi antara pasangan kekasih.
    b. Komunikasi antara Individu dengan Kelompok. Contohnya komunikasi yang terjadi antara dosen dengan mahasiswa di kelas.
    c. Komunikasi antara Individu dengan Intermasa menggunakan sosial media. Contohnya komunikasi yang terjadi didalam E-Learning UMB dimana dosen berkomunikasi dengan para mahasiswa menggunakan fasilitas website E-Learning tersebut.
    d. Komunikasi antara Kelompok dengan Kelompok. Contohnya komunikasi yang terjadi didalam sebuah rapat antar organisasi.

    PERTEMUAN KETIGA
    Perspektif yaitu suatu cara pandang yang luas terhadap suatu hal dengan pikiran terbuka dan netral, tidak hanya sekedar melihat asal-muasal kata saja seperti yang biasa kita temukan dalam definisi tetapi mempertimbangkan berbagai hal yang berhubungan dengan hal tersebut sehingga pemikiran kita terhadap hal tersebut akan semakin luas. Semua perspektif adalah benar dan mencerminkan realitas walaupun setiap perspektif pada tahap tertentu kurang lengkap. Konsekuensi dari penggunaan persperktif adalah bahwa yang kita ketahui bukan lah hal mutlak melainkan hanya pemahaman yang diciptakan manusia. Dengan kata lain adalah bahwa kita itu tidak menemukan realitas melainkan hanya “menciptakan” realitas.
    Penggunaan perspektif dalam komunikasi sangat tepat karena saat seseorang mengamati proses komunikasi orang tersebut tidak memandang apakah orang yang melakukan komunikasi itu yakin pada teori komunikasi tertentu. Yang terlihat olehnya adalah bahwa orang itu hanya membuat gerakan dan suara tertentu. Arti pentingnya dari gerakan dan suara tadi merupakan hasil dari konsep yang digunakan untuk memahami peristiwa komunikatif tersebut. Hal tersebut berarti mengakurkan teori pada realitas sambil menyatakan bahwa apa yang ditemukan adalah apa adanya.
    Contoh perspektif dalam komunikasi.

    1. Teori Interaksi Simbolik
    Teori interaksi simbolik dalam komunikasi adalah suatu komunikasi yang hanya menggunakan simbol-simbol untuk berkomunikasi tanpa menggunakan kata-kata. Seperti contoh pak Ranto menatap Bella dengan tatapan yang tajam. Dari tatapan mata pak Ranto saja dapat terjadi komunikasi, tetapi makna dari tatapan tersebut belum jelas artinya karna mengandung banyak makna yang hanya pak Ranto sendiri yang mengetahui arti dari tatapan matanya. Disitulah terjadi perspektif interaksi simbolik yang mana tercipta dari tatapan mata saja, tetapi pandangan kita terhadap tatapan mata tersebut sangatlah luas.

    2. Teori Interaksi Verbal
    Teori interaksi verbal dalam komunikasi adalah suatu komunikasi yang hanya menggunakan suara tanpa kata-kata. Seperti contoh seorang bayi yang menangis, bayi tersebut hanya menggunakan suara tanpa menggunakan kata-kata. Disitulah terjadi persepektif interaksi verbal yang mana adanya komunikasi dari bayi tersebut dengan hanya mengeluarkan suaranya tetapi kita tidak tahu apa yang dimaksudkan oleh bayi tersebut, karena bisa saja dia kelaparan, kegerahan atau apapun.

    • Pengertian Komunikasi
    Komunikasi adalah sebuah proses sosial yang terjadi dimana ada yang melakukan penyampaian pesan dan ada yang menerima pesan. Komunikasi ada yang terjadi secara langsung (direct) maupun tidak langsung (indirect).

    • Unsur-Unsur Komunikasi
    Di dalam sebuah komunikasi terdapat unsur-unsur sebagai berikut:
    a. Komunikator. Komunikator yaitu seseorang yang menyampaikan pesan (sender), atau yang biasa disebut pembicara.
    b. Komunikan. Komunikan yaitu seseorang yang menerima pesan (receiver), atau yang biasa disebut pendengar.
    c. Pesan. Pesan yaitu informasi yang diberikan oleh pembicara kepada pendengar.
    d. Media. Media yaitu alat yang digunakan oleh pembicara untuk menyampaikan pesan kepada pendengar.
    e. Feedback. Feedback yaitu pengumpan balik yang berupa respon/tanggapan dari pendengar kepada pembicara yang isinya menanggapi atas informasi yang diberikan oleh pembicara kepada dirinya

    • Proses Komunikasi
    Proses komunikasi adalah sebuah proses yang terjadi saat komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya sehingga apa yang dimaksudkan oleh komunikator dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh komunikan.
    Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut:

    1. Pengirim Pesan (sender)
    Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide dalam bentuk pesan kepada seseorang dengan harapan orang tersebut dapat menerima pesan tersebut seperti apa yang ia maksud. Pesan tersebut dapat berupa informasi, ajakan, rencana kerja, pertanyaan, simbol/isyarat dan sebagainya.
    2. Media/Penghubung
    Media disini yaitu alat yang berfungsi sebagai penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan. Seperti telepon, radio, TV, surat kabar dan sebagainya.
    3. Mengartikan kode/isyarat
    Setelah pesan diterima melalui telinga, mata dan sebagainya maka komunikan harus dapat mengartikan simbol ataupun pesan tersebut agar dapat dipahaminya.
    4. Penerima Pesan (receiver)
    Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami isi pesan yang dikirimkan oleh pengirim pesan meskipun dalam bentuk kode/isyarat secara utuh dan benar.
    5. Feedback
    Feedback adalah tanggapan/respon yang berisi kesan dari komunikan baik dalam bentuk verbal maupun non verbal. Tanpa feedback komunikator tidak tahu dampak apa yang ditimbulkan dari pesan yang diberikan kepada komunikan.
    6. Gangguan
    Gangguan adalah hal yang menghambat komunikasi sehingga komunikan salah mengartikan isi pesan yang disampaikan oleh komunikator. Gangguan bukanlah sebuah proses dalam komunikasi tetapi gangguan mempunyai pengaruh dalam proses komunikasi.

    • Macam-Macam Komunikasi
    Komunikasi memiliki macam-macamnya, seperti komunikasi intrapersonal dengan komunikasi interpersonal. Karna komunkasi intrapersonal sudah dibahas dalam postingan sebelumnya, maka kali ini saya akan membahas tentang komunikasi interpersonal tepatnya komunikasi antar kelompok/grup.
    Komunikasi antar kelompok/grup adalah komunikasi yang terjadi antara dua kelompok atau lebih.
    Macam-macam teori komunikasi antar kelompok/grup:

    1. Teori komunikas antar budaya
    Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang terjadi diantara dua budaya yang berbeda. Contoh perkawinan silang antara suku Jawa dengan suku Batak, jika mereka masih membawa ciri khas dari daerah masing-masing maka komunikasi yang terjadi akan kurang berkesinambungan karena kedua budaya tersebut berbeda maka dari perkawinan silang antara kedua suku tersebut menghasilkan sebuah pembauran budaya yang disertai berkurangnya ciri khas dari kebudayaan masing-masing dan menghasilkan sebuah kebudayaan yang baru.
    2. Teori distorsi bahasa
    Distorsi bahasa dalam komunikasi yaitu sebuah penyimpangan bahasa. Sebagai contoh ungkapan rasa cinta yang disampaikan oleh orang yang bersuku Sunda tentunya dengan menggunakan bahasa sunda kepada orang yang bersuku Jawa, tentu saja didalamnya terjadi sebuah distorsi bahasa karena orang yang bersuku Jawa tersebut tidak mengerti apa yang dikatakan oleh orang yang bersuku Sunda. Solusinya yaitu mereka harus membuat kesepakatan mengenai bahasa apa yang akan mereka gunakan yang bahasa tersebut harus dimengerti oleh mereka.
    3. Teori komunikasi universal
    Komunikasi universal bisa diartikan sebagai komunikasi umum atau mendunia, yang dimana semua orang bisa melakukannya dan memahaminya. Contohnya ketika pak Ranto mengajar di Telkom University tepatnya dikelas internasional. Didalam kelas tersebut sudah pasti terdapat mahasiswa yang tidak hanya berasal dari satu daerah, maka dari itu jika setiap mahasiswa masih menggunakan bahasa daerah masing-masing tentu tidak akan tercipta suatu komunikasi yang baik, biasanya didalam kelas internasional menggunakan bahasa inggris sebagai solusi atas permasalahan bahasa namun pada saat itu pak Ranto tidak menggunakan bahasa inggris sebagai jalan tengah melainkan bahasa Afrika. Karena kebetulan didalam kelas tersebut lebih banyak mahasiswa Afrika dan merekapun kurang menguasai bahasa Inggrias tersebut.

    PERTEMUAN KEEMPAT
    Komunikasi, Globalisasi dan Budaya
    Karena globalisasi dunia menjadi tanpa batas, hal ini disebabkan:
    1. Teknologi Informatika
    2. Teknologi Telekomunikasi
    3. Teknologi Digital Media
    Kemajuan teknologi digital media menimbulkan dampak positif dan dampak negatif.
    Dampak positif diantaranya:
    – Jika pada jaman dahulu orang membaca berita di koran tetapi sekarang orang tinggal membaca berita di website media online
    – Pada jaman dahulu jika kita ingin berkomunikasi dengan oang yang jauh kita harus mengirim surat terlebih dahulu, tapi sekarang kita tinggal mengirimkan sms saja
    – Pada jaman dahulu bila orangtua ingin mengirimi anaknya uang harus melalui wesel pos tapi sekarang tinggal melalui atm
    – Pada jaman sekarang pun kita diberi kemudahan jika ingin memesan tiket pesawat, kereta, ataupun konser kita tidak perlu lagi datang ke lokasi pembelian tiket karena sekarang sudah bisa dilakukan pembelian tiket secara online. Dan masih banyak juga dampak positif lainnya
    Dampak negatif diantaranya:
    – Semakin lunturnya moral-moral kesopanan, agama dan lain sebagainya. Contohnya, jika pada jaman dahulu ketika seorang anak mengirim surat kepada orangtuanya tidak pernah menyingkat kata-katanya karena dianggap tidak sopan, tetapi pada jaman sekarang ini yang tinggal mengirim sms saja kita cenderung menyingkat kata-katanya meskipun itu ditujukan untuk orang tua kita. Disitu jelas sekali terlihat penurunan moral kesopanan
    – Sekarang wanita Jepang bisa melakukan poliandri (memiliki suami lebih dari satu)
    – Di India bisa melakukan pernikahan dengan saudara sendiri
    – Dan bahkan di Jepang telah ada suatu game online yang kita bisa menikah dengan tokoh ciptaan kita sendiri
    Dari semua contoh dampak negatif diatas jelas sekali karena teknologi telah membuat globalisasi meningkat tajam dan budaya merosot tajam. Dan bahkan semakin kesini teknologi dan peraturan baru diciptakan seperti hanya untuk memuaskan nafsu kita saja sebagai manusia. Seperti masalah yang poliandri dan game online di Jepang dan juga pernikahan dengan saudara di India.
    Tetapi kita sebagai manusia yang berilmu dan beriman kita tetap harus bisa dengan bijak menggunakan teknologi yang ada, kita harus bisa memanfaatkan segala dampak positif dari teknologi tersebut jangan sampai kita ikut terbuai dengan dampak negatif dari teknologi tersebut
    Thanks pak,
    Fitra Amelia (44215310034)

    Suka

  5. * PERTEMUAN KE 1
    Tradisi – tradisi teori komunikasi
    tujuh tradisi pemikiran dalam dunia komunikasi yang di kenal
    1.Tradisi sosio_psikologi (komunikasi sebagai antar pribadi)
    tradisi ini mewakili perspektif objektif/scientific.peganut tradisi ini percaya bahwa kebenaran komunikasi bisa di temukan melelui pengamatan yang teliti dan sistematis. Tradisi ini mencari hubungan sebab akibat yang dapat memprediksi kapan sebuah prilaku komunikasi akan berhasil dan kapan akan gagal. Adapun indikator keberhasilan dan kegagalan komunikasi terletak pada ada tidaknya perubahan yang terjadi pada pelaku komunikasi. Semua itu dapat di ketahui melalui.serangkaian eksperimen.
    Jadi perhatian penting dalam tradisi ini antara lain,prihal pernyataan,pendapat(opini),sikap,persepsi,kondisi,interaksi,dan efek (pengaruh)
    Contoh: suatu hari di dalam hutan,ada seorang laki-laki sedang mencoba mendorong batu yang sangat besar,Namun ia gagal mendorong batu tersebut seorang diri,laki-laki itu binggung memikirkan bagaimana caranya ia memindahkan batu tersebut.tiba-tiba ada seseorang lewat di kejahuhan sana,kemudian laki-laki itu memanggil seseorang yang melintas di kejauhan sana dengan bahasa isyarat/bahasa tubuh yaitu dengan melambaikan tangan bermaksud untuk meminta bantuan terhadap seseorang tersebut.seseorang itu pun datang menghampiri,laki-laki tersebut mendorong lagi batu besar itu,seseorangpun mengerti, Akhirnya mereka mendorong batu bersama sama dan Berhasil. Merekapun menyepakati sebuah kesepakatan untuk bersama,mereka memanggil semua anggota keluarganya untuk tinggal di hutan tersebut,hingga akhirnya mereka berkembang dan memiliki keturunan.
    2.Tradisi Sibernetika( Komunikasi untuk memproses informasi)
    merupakan tradisi sistem-sistem kompleks yang di dalamnya banyak orang saling berinteraksi,mempengaruhi satu sama lainya.
    perspektif sibernetika di butuhkan dalam memahami kedalaman dan kompleksitas dinamika dalam berkomunikasi.
    ide-ide pokok teori sistem,sungguh sangat berkaitan dan konsisten,semuanya memiliki pengaruh utama pada banyak hal,termasuk komunikasi.Luasnya penerapan sistem dalam lingkungan nyata,fisik,dan sosial sehingga tradisi sibernetika tidaklah monolitik.Tradisi sibernetika memandang sebagai mata rantai untuk menghubungkan bagian bagian terpisah dalam suatu sistem.
    Contoh :Jembatan Mahakam II diperbaiki. Perbaikan tersebut merupakan kegiatan pemeliharaan. Pemeliharaan itu mulai melakukan penyetingan terhadap tali penahan jembatan. Saat proses dilakukan petugas tak menghentikan arus lalu lintas yang memasuki jam-jam sibuk. Petugas hanya menutup sebagian badan jalan dan menjadikan jalur dua arah itu menjadi satu arah dengan sistem buka tutup. Badan jalan alami penurunan dan tiang penyangga kendor sehingga mengurangi kekuatan jembatan. Tali putus kemudian secara berantai tali lain juga putus. Runtuhnya jembatan menyisakan dua pilar penyangganya. Beberapa kendaraan roda dua dan lebih menjadi korban dari runtuhnya jembatan itu. Sebagian tercebur, sebagian lagi terhimpit di balik runtuhnya jembatan. Beberapa petugas yang memperbaiki juga menjadi korban tewas dari robohnya jembatan ini.
    Tidaklah mudah mencari penyebab keruntuhan struktur jembatan. Penelitian bisa dimulai dari meminta informasi saksi mata. Langkah selanjutnya adalah mempelajari model keruntuhan struktur, dengan mengamati kerusakan pada struktur yang telah berdiri maupun kerusakan ‘bangkai’ struktur yang telah roboh jatuh ke sungai. Semua kemungkinan penyebab keruntuhan dicatat untuk kemudian dianalisis dengan berdasarkan gambar pelaksanaan (shop drawing) maupun gambar perencanaan (engineering drawing). Disilah diperlukan institusi Rekayasa Forensik yang independen untuk mengetahui penyebab runtuhnya struktur bangunan.
    Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam kasus ini adanya tradisi sibernetika dimana adanya teori tentang penyebaran informasi dan pengaruh. Untuk menganalisis kasus ini dari sebuah informasi-informasi yang disebar sehingga menemukan titik terang dari penyebab kasus ini. Banyak sekali kemungkinan penyebab runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara. Mulai dari faktor beban tetap, beban angin, beban kendaraan, maupun faktor pengaruh alam. Yang paling sering mendapatkan perhatian terhadap kasus jembatan jenis Suspension Bridge ini adalah faktor beban angin. Beban angin yang meyebabkan terjadinya puntiran seperti pada dek jembatan Tacoma Narrows-Washington.
    3.Tradisi retorika (komunikasi sebagai seni berbicara di depan umum)
    Ada 2 tradisi retorika, yaitu :
    Kebenaran haruslah logis, realistis dan rasional
    Kebenaran itu absolut, tidak peduli apakah kebenaran ini punya nilai praktis.
    Ada enam keistimewaan yang mencirikan tradisi ini:
    -Keyakinan bahwa berbicara membedakan manusia dari binatang.
    -Ada kepercayaan bahwa pidato publik yang disampaikan dalam forum demokrasi adalah cara yang lebih efektif untuk memecahkan masalah politik.
    -Retorika merupakan sebuah strategi di mana seorang pembicara mencoba mempengaruhi audience melalui pidato yang jelas-jelas bersifat persuasif. Public speaking pada dasarnya merupakan komunikasi satu arah.
    -Pelatihan kecakapan pidato adalah dasar pendidikan kepemimpinan. Seorang pemimpin harus mampu menciptakan argumen-argumen yang kuat lalu dengan lantang menyuarakannya.
    -Menekankan pada kekuatan dan keindahan bahasa untuk menggerakkan orang banyak secara emosional dan menggerakkan mereka untuk beraksi/bertindak. Pengertian Retorika lebih merujuk kepada seni bicara daripada ilmu berbicara.
    -Sampai tahun 1800-an, perempuan tidak memiliki kesempatan untuk menyuarakan haknya. Jadi retorika merupakan sebuah keistimewaan bagi pergerakan wanita di Amerika yang memperjuangkan haknya untuk bisa berbicara di depan publik.
    4.Tradisi Semiotika (komunikasi sebagai proses berbagi makna melalui tanda)
    Perkembangan pola pikir manusia merupakan sebuah bentuk perkembangan yang mendasari terbentuknya suatu pemahaman yang merujuk pada terbentuknya sebuah makna. Apabila kita amati, kehidupan kita saat ini tidak pernah terlepas dari makna, persepsi, atau pemahaman terhadap apapun yang kita lihat. Sekarang kita lihat benda-benda yang ada di sekeliling kita. Sering sekali kita tanpa memikirkan bentuk dan wujud benda tersebut kita sudah bisa mengetahui apa nama dari benda itu. Ketika kita mengendarai sepeda motor atau mobil di jalan raya, maka kita bisa memaknai setiap bentuk tanda lalu lintas yang bertebaran di jalan raya, seperti traffic light misalnya, atau tanda “Dilarang Parkir” dan lain sebagainya. Pernahkah terlintas dalam benak kita sebuah pertanyaan “mengapa tanda ini dimaknai begini? Mengapa simbol itu dimaknai sedemikian rupa”. Kajian keilmuan yang meneliti mengenai simbol atau tanda dan konstruksi makna yang terkandung dalam tanda tersebut dinamakan dengan Semiotik.
    5.Tradisi sosio kultural (komunikasi adalah ciptaan realitas sosial)
    sosiokultural mengkaji teori komunikasi tentang pemahaman,makna,norma,aturan yang terjadi di luar interaksi komunikasi .Tradisi ini fokus pada interaksi antar individu daripada karakteristik individu. interaksi merupakan proses dimana makna,aturan dan nilai budaya bekerja,selain itu dalam tradisi ini juga menjelaskan bahwa individu dapat di pengaruhi oleh sistem sosial dan budaya yang ada dalam suatu masyarakat.
    6.Tradisi kritis (Komunikasi sebagai cermianan tentang atas percakapan yang tidak adil)
    Little John dan Foss (2009) menempatkan tradisi kritis dalam komunikasi pada teori-teori tentang pelaku komunikasi, percakapan, kelompok, organisasi, media, dan budaya dan masyarakat .
    Tradisi yang berakar pada tradisi pemikiran The Frankfurt School
    ini menempatkan praktek komunikasi sebagai bentuk peng organisasian dari kekuasaan dan penindasan. Penguasa menjadikan media komunikasi sebagai alat kontrol sosial. Penguasa di sini tidak hanya pemerintah tetapi juga para pemilik media sebagai
    the haves Wacana kritis dari tradisi ini meliputi ideologi, tumbuhnya kesadaran, emansipasi, kekuasaan dan dominasi.
    7.Tradisi fenomenologi (komunikasi sebagai pengalaman diri dengan orang lain melalui percakapan)
    Fenomenologi menjadikan pengalaman sebenarnya sebagai ‘data utama’ dalam memahami realitas. Apa yang dapat diketahui seseorang adalah apa yang dialaminya. Contoh :Kasus balita yang kecanduan merokok masih terus terjadi. Di Kalimantan Barat, ada balita balita berusia 2,9 tahun bernama SL asal Dusun Nirwana, Desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, sejak tiga bulan terakhir menjadi pecandu rokok.
    Menurut Pinah, kebiasaan anaknya itu mulai timbul karena faktor ayahnya, Sapi’i, yang biasa merokok di depan anaknya.
    Dia menceritakan, tanpa sepengetahuan kedua orangtuanya, SL mengambil rokok ayahnya yang biasa terletak di atas meja dan menghisapnya sendiri.Pinah juga mengaku sudah kewalahan memenuhi kebutuhan rokok SL. Pasalnya, dalam sehari SL bisa menghabiskan setengah bungkus rokok.Mulai dari rokok filter, mild, kretek hingga “longlat” juga diisap oleh SL.
    Melihat kondisi SL, menimbulkan keprihatinan bagi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kubu Raya, Rosalina Muda Mahendrawan.Rosalina sendiri mengaku akan mencari jalan keluar untuk menghilangkan kebiasaan SL yang senang merokok. Dia menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kubu Raya untuk memberikan pengertian secara langsung kepada orang tua SL, dan menggunakan jasa psikolog anak untuk menghilangkan kebiasaan anak tersebut.

    *PERTEMUAN KE 2

    Bahasa-komunikasi
    -Voice : suara
    -Body Languace: gerak tubuh atau bahasa isyarat
    -Simbol: tanda

    Komunikasi interpersonal
    komunikasi interpersonal: Melibatkan di dalamnya perilaku verbal dan non verbal. spontan, tepat, dan rasional. Komunikasi antar pribadi tidaklah statis, melainkan dinamis. Melibatkan umpan balik pribadi, hubungan interaksi, dan koherensi (pernyataan yang satu harus berkaitan dengan pernyataan yang lain).Komunikasi antar pribadi merupakan sutu kegiatan dan tindakan.
    contoh:
    -Ketika seseorang mempunyai masalah yang sangat berat,ia memaki dirinya sendiri,dan mengancam dirinya sendiri
    -bp ranto memiliki masalah yang sangat berat dengan istrinya,lalu beliau pergi ke puncak,dan berteriak sekencang mungkin hingga beban masalahnyapun mereda,lalu beliau pulang dan meminta maaf kepada istrinya,lalu menyesali perbuatannya tersebut.
    -seseorang bercermin,ia melihat seperti ada monyet di cermin tersebut
    -laki laki yang bercermin di kaca mobil,ia merapihkan rambut padahal ada pa ranto di dalam mobil tersebut
    -perempuan yang merapihkan baju di kaca kantor nya pa ranto, yang dari luar tidak terlihat ,tapi dari dalam kantor sangat terlihat jelas kegiatan perempuan itu..hehe

    *PERTEMUAN KE 3

    Interaksi simbolik

    Esensi dari interaksi simbolik yakni adalah suatu aktivitas yang merupakan ciri khas manusia yakni komunikasi atau pertukaran simbol yang diberi makna.. Paham interaksionisme simbolik memberikan banyak penekanan pada individu yang aktif dan kreatif ketimbang pendekatan-pendekatan teoritis lainnya. Paham interaksionisme simbolik menganggap bahwa segala sesuatu tersebut adalah virtual. Semua interaksi antar individu manusia melibatkan suatu pertukaran simbol. Ketika kita berinteraksi dengan yang lainnya, kita
    secara konstan mencari “petunjuk” mengenai tipe perilaku apakah yang cocok dalam konteks itu
    dan mengenai bagaimana menginterpretasikan apa yang dimaksudkan oleh orang lain.Interaksionisme simbolik, mengarahkan perhatian kita pada interaksi antar individu, dan bagaimana hal ini dipergunakan untuk mengerti apa yang orang lain katakan dan lakukan kepada kita sebagai individu.

    contoh interaksi simbolik
    Pada komunitas gay di internet maupun di jejaring sosial lainnya, memahami huruf T / B / V sebagai tanda untuk menginformasikan atau menanyakan role sex pada calon pasangan ataupun teman sesama gay. Yakni T diartikan sebagai Top (orang yang menusukkan penis ke rectum pasangan gay nya), B atau Bottom adalah kebalikannya dari Top, lalu V berarti Versatile yang memiliki maksud orang yang serba bisa dalam hubungan seks sejenis.
    Warna pink atau merah muda menjadi simbol wanita dalam menginterpretasikan kelembutan dan kefemininan mereka. Hal ini diyakini oleh wanita dan pria di seluruh dunia.
    Komunikasi verbal

    Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, entah lisan maupun tulisan. Komunikasi ini paling banyak dipakai dalam hubungan antar manusia. Melalui kata-kata, mereka mengungkapkan perasaan, emosi, pemikiran, gagasan, atau maksud mereka, menyampaikan fakta, data, dan informasi serta menjelaskannya, saling bertukar perasaan dan pemikiran, saling berdebat, dan bertengkar. Dalam komunikasi verbal itu bahasa memegang peranan penting.
    Ada beberapa unsur penting dalam komunikasi verbal, yaitu:

    Bahasa
    Pada dasarnya bahasa adalah suatu system lambang yang memungkinkan orang berbagi makna. Dalam komunikasi verbal, lambang bahasa yang dipergunakan adalah bahasa verbal entah lisan, tertulis pada kertas, ataupun elektronik. Bahasa suatu bangsa atau suku berasal dari interaksi dan hubungan antara warganya satu sama lain.

    Kata
    Kata merupakan unti lambang terkecil dalam bahasa. Kata adalah lambing yang melambangkan atau mewakili sesuatu hal, entah orang, barang, kejadian, atau keadaan. Jadi, kata itu bukan orang, barang, kejadian, atau keadaan sendiri. Makna kata tidak ada pada pikiran orang. Tidak ada hubungan langsung antara kata dan hal. Yang berhubungan langsung hanyalah kata dan pikiran orang.
    Contoh komunikasi verbal
    1. Berbicara dengan seseorang atau kelompok orang
    2. Mendengarkan radio
    3. Membaca buku, majalah dan novel,
    4. Menulis surat lamaran, surat perjanjian jual beli, brosur, dll.
    5. Berpidato dihadapan orang banyak
    Proses dan unsur komunikasi

    proses komunikasi dibentuk karena adanya seorang penyampai pesan (komunikator) menyampaikan informasinya kepada penerima pesan (komunikan) baik melalui media maupun tidak. Setelah informasi disampaikan, komunikan mengumpanbalikkan kepada komunikator berupa respon/tanggapan.

    Setiap komunikasi yang terjadi terdapat unsurnya, yang mana setiap unsur tersebut membetuk proses komunikasi. Tetapi sebelumnya apa saja yang menjadi unsur komunikasi tersebut?

    1. Komunikator.
    Komunikator adalah pihak yang bertindak sebagai pengirim pesan dalam proses komunikasi. Dengan kata lain, komunikator merupakan seseorang atau sekelompok orang yang berinisiatif untuk menjadi sumber dalam sebuah hubungan. Komunikator tidak hanya berperan sebagai pengirim pesan saja, namun juga memberikan respons dan menjawab pertanyaan yang disampaikan sebagai dampak dari proses komunikasi yang berlangsung, baik secara langsung maupun tidak langsung. (Wikipedia)
    2. Pesan/informasi
    Pesan merupakan keseluruhan apa yang disampaikan oleh komunikator. Pesan dapat berupa kata-kata, tulisan, gambaran atau perantara lain. Pesan ini memiliki inti, yakni mengarah pada usaha untuk mengubah sikap dan tingkah laku komunikan. Inti pesan akan selalu mengarah pada tujuan akhir komunikasi itu.
    3. Sarana komunikasi/channel.
    Sarana komunikasi/channel biasa disebut dengan media yang digunakan sebagai penyalur pesan dalam proses komunikasi. Pemilihan sarana/media dalam proses komunikasi tergantung pada sifat berita yang akan disampaikan.
    4. Komunikan/penerima/receiver.
    Komunikan merupakan penerima pesan atau berita yang disampaikan oleh komunikator. Komunikan bisa terdiri satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk kelompok. Dalam proses komunikasi, komunikan adalah elemen penting karena dialah yang menjadi sasaran komunikasi dan bertanggung jawab untuk dapat mengerti pesan yang disampaikan dengan baik.
    5. Umpan balik/feedback.
    Umpan balik dapat dimaknai sebagai jawaban komunikan atas pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya. Pada komunikasi yang dinamis, komunikator dan komunikan terus menerus bertukar peran.
    6. Dampak/effect
    Dampak merupakan efek perbedaan yang dialami oleh komunikan sebelum dan sesudah menerima pesan. Bila sikap dan tingkah laku komunikan berubah sesuai dengan isi pesan maka komunikasi telah berjalan dengan baik. Dampak/efek sesungguhnya dapat dilihat dari personal opinion, public opinion maupun majority opinion. Namun semuanya mengarah kepada perubahan yang terjadi pada komunikan setelah menerima pesan.

    Komunikasi antar kelompok
    Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konferensi dan sebagainya. Michael Burgoon mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. Kedua definisi komunikasi kelompok di atas mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.
    Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana, 2005). Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.

    Pembauran

    Pembauran bisa terjadi akibat adanya hubungan antara individu, kelompok-kelompok sosial yang bertemu dan menentukan sistem dan hubungan sosial.Pembauran contohnya ketika dua perbedaan yang menyatu maka akan timbul sebuah pembaruan didalamnya.
    Pembauran bisa terjadi misal kawin silang anatara suku satu dengan suku yang lain. Didalam nya terjadi pembauran antar dua suku yang berbeda, dan disatukan oleh sebuah ikatan pernikahan antara dua suku yang berbeda.Pembauran tersebut mengakibatkan perbedaan suku atau bangsa yang disatukan.Pembaruan tersebut terjadi tentu saja memiliki keuntungan dan kerugian yang akan terjadi.
    Keuntungan adanya pernikahan silang yang terjadi antara suku atau bangsa?
    1. meningkatkan persatuan bangsa Indonesia
    Berbagai suku bangsa tinggal bersama di Indonesia dan di seluruh kota yang ada di Indonesia.Di antara mereka banyak yang memilih tinggal ke kota untuk mengadu nasib.Diantara mereka banyak yang memilih kekota untuk belajar dan bekerja.Namun banyak dari mereka yang memilih untuk menetap dan berkeluarga disana.Di kota banyak terjadi perkawinan silang antara suku maupun antar bangsa.Hal yang baik dari perkawinan silang ini akan memperkuat persatuan bangsa Indonesia.Karena hubungan antara dua suku itu sudah di jembatani oleh hubungan perkawinan. Pemahama, pengertian, saling menghormati akan muncul ketika perbedaan suku antara suami dan istri yang berbeda suku atau bangsa. Banyak perbedaan kebudayaan, perbedaan nilai-nilai, perbedaan kebiasaan, yang terjadi antara suku lain dengan yang lain nya.
    2. Memperluas ilmu pengetahuan
    Ketika perkawinan silang antara suku maupun bangsa terjalin , ketika itu maka akan banyak pengetahuan yang akan kita dapat. Dapat pula menjadi pembelajaran kita setelah kita mengetahui perbedaan budaya antara budaya satu dengan budaya yang lainnya. Ketika perkawinan yang terjadiantara orang pribumi dengan warga asing, biasanya orang pribumi akan mempejari bahasa mereka dan menambah ilmu pengetahuan yang mereka miliki.Banyak pengetahuan yang dapat kita pelajari ketika dua kebudayaan yang berbeda.Banyak dari orang pribumi yang menikah dengan orang bule untuk mencapai ilmu pengetahuan yang lebih didalam bahasa contohnya. Ketika mereka memiliki seorang anak maka yang diharapkan adalah keturunan mereka mampu menguasai bahasa asing yang dimiliki oleh pasangan nya.
    3. Sikap toleransi
    Ketika Perkawinan silanmg terjadi, sikap toleransi dan saling menghargai pun muncul antara dua orang yang menikah dengan perbedaan suku dan bangsa. Ketika perbedaan budaya, kebiasaan, makanan, cara berpakaian, nilai-niali leluhur, akan terjadi sikap toleransi di antara keduanya. Ketika sepasang suami istri yang menikah dan menggunakan adat keduanya, ,merupakan sikap toleransi yang tumbuh akibat adanya perkawinan silang.
    Kerugian adanya pernikahan silang

    1.Perpindahan keyakinan
    Ketika perkawinan silang terjadi dengan perbedaan suku dan bangsa, adapula yang berbeda keyakinan.Kelemahan nya adalah, ketika dua keyakianan yang berbeda, mereka yang lemah dengan keyakinan nya, akan mudah saja berpindah keyakinan untuk menyesuaikan pasangan nya.Contoh banyak para artis yang menikah dengan warga asing dan memilih pindah keyakinan mereka.

    2.Migrasi dan Urbanisasi
    Ketika perkawinan silang terjadi, antara suku dan bangsa. Banyak dari mereka yang memilih ikut bersama pasangan nya dan menetap ditempat lain. Masalah ini juga yang menyebab kan kepadatan penduduk di suatu kota, maupun Negara. Contoh ketika warga asing yang menikah dengan orang pribumi, banyak orang pribumi yang memilih menetap di Negara lain ataupun sebaliknya.Perpindahan penduduk yang di sahkan oleh perkawinan beda suku ataupun bangsa yang membuat bertambahnya kepadatan penduduk di indonesia.

    Distorsi antar budaya

    Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini). Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke generasi (Tubbs, Moss:1996).

    Komunikasi antar budaya memiliki akarnya dalam bahasa (khususnya sosiolinguistik), sosiologi, antropologi budaya, dan psikologi. Dari keempat disiplin ilmu tersebut, psikologi menjadi disiplin acuan utama komunikasi lintas budaya, khususnya psikologi lintas budaya. Pertumbuhan komunikasi antar budaya dalam dunia bisnis memiliki tempat yang utama, terutama perusahaan – perusahaan yang melakukan ekspansi pasar ke luar negaranya notabene negara – negara yang ditujunya memiliki aneka ragam budaya.

    Selain itu, makin banyak orang yang bepergian ke luar negeri dengan beragam kepentingan mulai dari melakukan perjalanan bisnis, liburan, mengikuti pendidikan lanjutan, baik yang sifatnya sementara maupun dengan tujuan untuk menetap selamanya.Satelit komunikasi telah membawa dunia menjadi semakin dekat, kita dapat menyaksikan beragam peristiwa yang terjadi dalam belahan dunia,baik melalui layar televisi, surat kabar, majalah, dan media on line. Melalui teknologi komunikasi dan informasi, jarak geografis bukan halangan lagi kita untuk melihat ragam peristiwa yang terjadi di belahan dunia.

    Tujuan Komunikasi Antar Budaya adalah :

    • Memahami perbedaan budaya yang mempengaruhi praktik komunikasi
    • Mengkomunikasi antar orang yang berbeda budaya
    • Mengidentifikasikan kesulitan – kesulitan yang muncul dalam komunikasi
    • Membantu mengatasi masalah komunikasiyang disebabkan oleh perbedaan budaya
    • Meningkatan ketrampilan verbal dan non verbal dalam komunikasi
    • Menjadikan kita mampu berkomunikasi secara efektif

    Ada beberapa alasan mengapa perlunya komunikasi antar budaya, antara lain:
    a) membuka diri memperluas pergaulan;
    b) meningkatkan kesadaran diri;
    c) etika/etis;
    d) mendorong perdamaian dan meredam konflik;
    e) demografis;
    f) ekonomi;
    g) menghadapi teknologi komunikasi; dan
    h) menghadapi era globalisasi.

    Komunikasi secara universal
    Komunikasi merupakan sebuah kegiatan yang hampir selalu kita lakukan sehari-hari. Kegiatan berkomunikasi mempermudah kita sebagai makhluk sosial dalam bersosialisasi dan juga mempertahankan hidup kita. Komunikasi merupakan sebuah proses, proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan.Komunikator adalah orang yang menyampaikan pesan sedangkan komunikan adalah orang yang menerima pesan. Pesan yang disampaikan oleh komunikator dapat berupa pesan verbal dalam bentuk bahasa maupun pesan non verbal dalam bentuk lain selain dari bahasa.

    Betapa seringnya kita melakukan komunikasi, sehingga komunikasi bukan lagi sekedar kegiatan bertukar informasi melainkan telah menjadi suatu kebutuhan. Watzlawick, Beavin dan Jackson mengatakan bahwa “we cannot not comunicate” yang artinya kita tidak dapat untuk tidak berkomunikasi . Bahkan, ketika kita berdiam diri, sembahyang, dan berdoa pun, sesungguhnya kita sedang berkomunikasi.

    Komunikasi secara sederhana sering dikutip dari pendapat yang dikemukakan oleh Harold Lasswell. Komunikasi yang dijelaskan oleh Harold Lasswell adalah menjawab pertanyaan “Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?” yang berarti “siapa, berbicara apa, menggunakan saluran apa, kepada siapa, dan bagaimana pengaruhnya?”.

    Pendapat yang dikemukakan Lasswell tersebut menunjukan bahwa komunikasi itu meliputi lima unsur sebagai jawaban tersebut, yakni:

    Komunikator
    Pesan
    Media
    Komunikan
    Efek
    Secara etimologis, komunikasi berasal dari bahasa latin communico yang artinya membagi. Membagi di sini adalah membagi gagasan, ide atau pikiran antara seseorang dengan orang lain. Sedangkan makna lain komunikasi berasal dari kata communicatioyang bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama di sini maksudnya adalah sama dalam makna.
    Komunikasi akan berlangsung selama ada kesamaan makna antara komunikator dan komunikan. Secara terminologis komunikasi berarti proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Dari pengertian itu jelas bahwa komunikasi melibatkan sejumlah orang, dimana seseorang menyatakan sesuatu kepada orang lain.
    Secara pragmatis komunikasi mengandung tujuan tertentu, ada yang dilakukan secara lisan, secara tatap muka, atau melalui media, baik media massa seperti surat kabar, radio, atau televisi, maupun media nonmassa seperti surat, telepon, poster, spanduk, dan sebagainya.
    Jadi komunikasi dalam pengertian pragmatis adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan, maupun melalui media.

    *PERTEMUAN KE 4

    Hubungan globalisasi dunia menjadi tanpa batas
    1.Teknologi informatika
    2.Teknologi telekomunikasi
    3.Teknologi Digital media
    Telekomunikasi,digital media telah membuat globalisasi meningkat dan menurunkan kebudayaan.
    Manusia menggunakan teknologi digital karna manusia berakal,dengan akalnya ia ingin keluar dari masalah ,ingin hidup lebih baik,lebih aman,,ingin menjalin hubungan dengan masyarakat sosial lainnya.
    Dampak negatif media elektronik antara lain , Dapat merontokan sendi moral,susila dan keyakinan beragama masyarakat.sistem penyiaran yang ter sentralisasijuga menyebabkan akulturasi budaya metropolis mendapat tempat lebih leluasa untuk menggeser norma dan kearifan lokal.perlu pelatihan untuk orang tua untuk membimbing anaknya menjadi pengguna media yang kritis,selektif dan memahami pesan dengan tepat.
    Contoh dampak negatif
    -menjauhkan yang dekat tetapi mendekatkan yang jauh, banyak di lingkungan kita,orang sedang berkumpul tetapi mereka lebih memilih memegang hp’nya daripada mengobrol dengan teman di sekitarnya.
    -banyaknya game online membuat dampak negatif untuk anak,terlalu lama di depan laptop,tab dan sebagainya itu tida bagus untuk anak,apalagi di jaman sekarang banyak game online yang merusak fikiran anak,

    Mungkin dampak positifnya
    -jaman dulu,orang masih mengirim surat tetapi sekarang sudah bisa via SMS saja .
    -ingin membeli tiket pesawat sudah tidak perlu pergi ke bandara,cukup buka web,tiket.com dll
    -untuk yang tidak memiliki banyak waktu untuk berbelanja,sekarang sudah banyak online shoop dengan berbagai macam produc yang tinggal klik langsung antar.

    intinya .. Digital media sudah banyak menggeser budaya kita, seharusnya menurut saya ,walaupun digital media bisa mempermudah segalanya tetapi budaya kita juga harus tetap di pertahankan.tidak di lupakan begitu saja. tapi nyatanya semakin berjalanya waktu ,semakin canggih digital media yang ada di bumi kita ini.. senang atau tida,inilah kenyataannya..

    terimakasih pa MRG
    Oleh: Elvira rosa (44215310008)

    Suka

  6. Reblogged this on rifijosi and commented:
    komunikasi dapat terjadi apabila adanya interaksi antara individu dan individu lainnya. dengan menggunakan bahasa, gerak, isyarat & tanda bahkan dengan media. jadi komunikasi itu penting sekali yaa… agar tidak terjadi kesalah pahaman diatara kita… hehe

    Suka

  7. 1.) Pertemuan 1

    7 TRADISI DALAM ILMU KOMUNIKASI

    1. Tradisi Sosio-Psikologi

     Berangkat dari Ilmu Psikologi terutama aliran behavioral. Psikologi Sosial memberi perhatian akan pentingnya interaksi yang mempengaruhi proses mental dalam diri individu. Aktivitas komunikasi merupakan salah satu fenomena psikologi sosial seperti pengaruh media massa, propaganda, atau komunikasi antar personal lain.
     Tradisi ini mengkaji individu sebagai makhluk sosial merupakan tujuan dari tradisi sosiopsikologis. Berasal dari kajian psikologi sosial, tradisi ini memiliki tradisi yang kuat dalam komunikasi.
    Contoh :
    Suatu hari disebuah hutan, ada seorang lelaki sedang mencoba mendorong sebuah batu berukuran besar, tetapi usaha yang dilakukan laki-laki tersebut gagal. Laki-laki tersebut bingung memikirkan bagaimana cara memindahkan batu berukuran besar itu. Dan pada saat yang bersamaan ada seseorang yang lewat di hutan tersebut, kemudian lelaki tersebut memanggil orang yang sedang lewat itu dengan bahasa isyarat yaitu dengan melambai-lambaikan tanggan, bermaksud meminta bantuan. Lalu mereka berdua berkerja sama untuk memindahkan batu besar tersebut, dan usaha mereka pun berhasil.
    Kemudian mereka berdua duduk bersama, karena mereka menggunakan bahasa yang berbeda, jadi mereka berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Setelah itu, mereka sepakat untuk membawa keluarga mereka ke hutan dimana mereka telah berhasil memindahkan batu besar sebelumnya dan akhirnya mereka menciptakan sosial cultur yang baru.

    2. Tradisi Komunikasi Sibernetika

     Sibernetika merupakan tradisi sistem-sistem kompleks yang didalamnya banyak orang saling berinteraksi, mempengaruhi satu sama lainnya. Dalam tradisi ini menjelaskan bagaimana proses fisik, biologis, sosial, dan perilaku bekerja.
     Dalam sibernetika komunikasi dipahami sebagai sistem bagian-bagian atau variabel yang mempengaruhi satu sama lainnya, membentuk serta mengontrol karakter keseluruhan sistem, dan layaknya organisme menerima keseimbangan dan perubahan.

    Contoh :
    Ada seorang juragan sapi dari Arab memiliki pegawai pemerah susu sapi yang tidak bisa bicara/bisu. Suatu hari sang juragan sedang menerima tamu dari inggris, saat juragan sedang berbincang dengan tamunya, pegawai pemerah susu sapi datang menemuinya dengan kondisi panik. Karena pegawai tersebut tidak bisa bicara, jadi dia mempraktekkan dengan bahasa isyarat. Pegawai tersebut meremas-remas tangannya ke arah dada, lalu tamu sang juragan terkejut dengan apa yang sedang dilakukan pegawai tersebut, merasa kalau pegawai tersebut sedang memperagakan adegan yang tidak sopan. Tapi sang juragan mengerti apa yang dimaksudkan pegawainya tersebut, ternyata pegawai ingin melaporkan bahwa ketika dia sedang memerah susu sapi, sapi itu malah berontak dan kabur. Kemudian sang juragan menjelaskan apa yang sedang terjadi pada tamunya tersebut, lalu tamu dari Inggris pun akhirnya mengerti.

    3. Tradisi Retorika

     Tradisi ini melihat bagaimana seseorang melakukan sebuah orasi dan menitikberatkan pada aspek ethos patos logos. Ethos berfokus pada kecerdasan sang orator dalam mengolah kata-kata dan menyampaikannya pada audience, patos merujuk pada emosi pendengar dalam menerima pesan dan logos merujuk pada aspek logis dari apa yang disampaikan oleh sang orator.
     Awalnya retorika berhubungan dengan persuasi, sehingga dimaknai sebagai seni penyusunan argumen dan pembuatan naskah pidato. Lantas berkembang meliputi proses “adjusting ideas to people and people to ideas” dalam segala jenis pesan. Fokus dari retorika telah diperluas bahkan lebih mencakup segala cara manusia dalam menggunakan simbol untuk memengaruhi lingkungan di sekitarnya dan untuk membangun dunia tempat mereka tinggal.

    4. Tradisi Komunikasi Semiotika

     Semiotika adalah ilmu tentang tanda dan cara tanda-tanda itu bekerja. Tradisi semiotik terdiri atas sekumpulanteori tentang bagaimana tanda-tanda memrepresentasikan benda, ide, keadaan, situasi, perasaan, kondisi diluar tanda – tanda itu sendiri.
     Gagasan utama dalam tradisi ini adalah konsep dasar dalam memaknai sebuah tanda yang didefinisikan sebagai sebuah stimulus untuk menunjukkan kondisi lain. Misalkan ketika kita melihat sebuah asap maka hal tersebut menandakan adanya api.
    Tiap simbol antara masyarakat satu dan masyarakat lain akan berbeda maknanya ketika digunakan dalam berkomunikasi. Dengan perhatian pada tanda dan simbol, semiotik menyatukan kumpulan teori-teori yang sangat luas dan berkaitan dengan bahasa.
    Contoh :
    Penggunaan simbol Salib yang sudah dianggap tren dikalangan muda. Padahal, tanda Salib itu sendiri merupakan simbol identitas relegi bagi penganut agama Kristen. Namun, pada jaman sekarang ini penggunaan Salib bisa digunakan untuk kalangan apa dan dimana pun. Dari kasus ini, sudah terlihat bahwa komunikasi sebagai proses berbagai makna melalui tanda.

    5. Tradisi sosiokultural

     Tradisi sosial budaya berangkat dari kajian antropologi. Bahwa komunikasi berlangsung dalam kontek budaya tertentu karenanya komunikasi dipengaruhi dan mempengaruhi kebudayaan suatu masyarakat. Konsep kebudayaan yang dirumuskan Clifford Geertz tentu saja menjadi penting. Media massa, atau individu ketika melakukan aktivitas komunikasi ikut ditentukan faktor-faktor situasional tertentu.
     Pendekatan sosiokultural terhadap teori komunikasi menunjukkan cara pemahaman kita terhadap makna, norma, peran dan peraturan yang dijalankan secara interaktif dalam komunikasi. Premis tradisi ini adalah ketika orang berbicara, mereka sesungguhnya sedang memproduksi dan memproduksi kembali budaya. Sebagian besar dari kita beranggapan bahwa kata-kata mencerminkan apa yang sebenarnya terjadi. Pandangan kita tentang realitas dibentuk oleh bahasa yang telah kita gunakan sejak lahir.

    Contoh :
    Disetiap suku pasti memiliki adat istiadat dan aturan didalamnya. Sebagai contoh, dalam adat batak memiliki aturan bahwa pernikahan satu marga dilarang keras. Namun aturan tersebut tidak semua orang bisa mentaatinya, maka bila ada pasangan satu marga yang ingin menikah, kebanyakkan dari mereka memilih mengambil tindakan untuk nikah tanpa sepengetahuan keluarga besar atau biasa disebut dengan kawin lari. Dari kasus ini,maka sudah terlihat bahwa komunikasi adalah ciptaan realitas sosial.

    6. Tradisi Kritis

     Tradisi ini dapat menjelaskan baik lingkup komunikasi antar personal maupun komunikasi bermedia. Komunikasi dalam tradisi ini diharapkan dapat berperan sebagai alat transformasi masyarakat.
     Tradisi ini berangkat dari asumsi teori-teori kritis yang memperhatikan terdapatnya kesenjangan di dalam masyarakat. Proses komunikasi dilihat dari sudut pandang kritis. Komunikasi dianggap memiliki dua sisi berlawanan, dimana disatu sisi ditandai dengan proses dominasi kelompok yang kuat atas kelompok masyarakat yang lemah. Pada sisi lain, aktivitas komunikasi mestinya menjadi proses artikulasi bagi kepentingan kelompok masyarakat yang lemah.

    Contoh :
    Agar suatu daerah bisa aman dan tentram yang memiliki aturan didalamnya, maka disetiap daerah pasti memiliki ketua daerah dan pasti juga ada kegiatan untuk pemilihan ketua daerah tersebut. Pemilihan ketua daerah pun pasti melalui komunikasi dan musyawarah sehingga terpilihlah satu orang yang diaanggap adil dan pantas untuk menjadi ketua. Disini kita bisa melihat bahwa dengan adanya komunikasi dalam pemilihan ketua, secara tidak langsung tradisi komunikasi ini sebagai cerminan tantangan atas percakapan yang tidak adil.

    7. Tradisi Komunikasi Fenomonologi

     Tradisi fenomenologi ini berkonsentrasi pada pengalaman pribadi termasuk bagian individu-individu yang ada saling memberikan pengalaman satu sama lainnya. Fenomenologi merupakan cara yang digunakan manusia untuk memahami dunia melalui pengalaman langsung. Konsep pengalaman seseorang dalam memaknai sebuah fenomena menjadikannya sebagai sebuah pedoman untuk memahami konsep fenomena lain yang terjadi di hadapannya.

    2.) Pertemuan 2

    Manusia berbahasa dengan 3 cara :
    • Voice : Bahasa yang mengunakan suara
    • Body Language : Bahasa yang menggunakan gerak tubuh/bahasa isyarat
    • Simbol : Bahasa yang menggunakan suatu tanda

    Dalam komunikasi pun ada beberapa bentuk komunikasi yang dilakukan manusia, yakni :
    Komunikasi Intrapersonal
    Komunikasi ini merupakan komunikasi yang dilakukan manusia dengan dirinya sendiri.

    Berikut Contoh-Contoh Komunikasi Intrapersonal :

    1. Seseorang yang berkaca didepan cermin bisa dikata sebagai komunikasi intrapersonal, karena dengan berbicara didepan cermin tersebut seseorang bisa meluapkan perasaan secara pribadi tanpa perlu diketahui oleh orang lain. Bisa ekspresi marah, senang, benci dll.
    2. Dari pengalaman yang diceritakan oleh Pak MRG, berteriak dan meluapkan perasaan ditempat sepi dan terbuka, contoh berteriak di puncak. Dengan begitu seseorang bisa merasa lebih lega dengan perasaan yang disimpan sebelumnya.
    3. Saat di parkiran, biasanya kita menemukan kejadian perempuan maupun laki-laki bercermin dikaca mobil, seperti merapikan rambut atau penampilan mereka. Dari kejadian tersebut, bisa terlihat bahwa secara tidak langsung sudah melakukan Komunikasi Intrapersonal.

    3.) Pertemuan 3

    Teori interaksi simbolik adalah hubungan antara simbol dan interaksi. Menurut Mead, orang bertindak berdasarkan makna simbolik yang muncul dalam sebuah situasi tertentu.
    Sedangkan simbol adalah representasi dari sebuah fenomena, dimana simbol sebelumnya sudah disepakati bersama dalam sebuah kelompok dan digunakan untuk mencapai sebuah kesamaan makna bersama.
    Simbol dibedakan menjadi dua, yakni:
    • Simbol verbal ( penggunaan kata-kata atau bahasa, contohnya kata ‘motor’ itu merepresentasikan tentang sebuah kendaraan beroda 2).
    • Simbol nonverbal ( lebih menekankan pada bahasa tubuh atau bahasa isyarat) contoh: lambaian tangan, anggukan kepala, gelengan kepala. Semua itu tadi mempunyai makna sendiri-sendiri yang dapat dipahami oleh individu-individu.
    Ralph Larossa dan Donald C.Reitzes mengatakan bahwa interaksi simbolik adalah sebuah kerangka referensi untuk memahami bagaimana manusia bersama dengan orang lainnya menciptakan dunia simbolik dan bagaimana dunia ini, sebaliknya membentuk perilaku manusia.

    Hubungan antara individu dengan masyarakat
    Manusia adalah mahkluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, manusia senantiasa akan selalu menjalin hubungan interaksi dengan masyarakat. Disini ada ketergantungan antara individu dengan masyarakat. interaksi sosial yang terjadi dengan masyarakat dan lingkungannya menghasilkan aturan-aturan yang mempengaruhi kehidupan masyarakat.
    Contoh : aturan harus menghormati orang yang lebih tua menghasilkan tata karma kehidupan.

    KONSEP PENTING (George Herbert Mead = Pendiri)
    Pikiran (Mind)
    Kemampuan untuk menggunakan simbol-simbol yang signifikan untuk merespon apa yang kita lihat kemudian untuk difikirkan dalam benak kita. Dengan menggunakan bahasa dan berinteraksi dengan orang lain, kita akan mengembangkan apa yang kita pikirkan dan menghasilkan makna.
    Salah satu aktivitas penting yang diselesaikan orang melalui pemikiran adalah pengambilan peran, atau kemampuan secara simbolik menempatkan diri seseorang di posisi orang lain.
    Contoh :
    Seorang mahasiswa harus peka terhadap gejala-gejala sosial dan menganalisis tentang gejala sosial. Rina adalah mahasiswa baru di kampusnya, secara otomatis Rina akan melakukan pengambilan peran disini dengan peka dan menganalisis gejala sosial karena Rina adalah seorang mahasiswa.
    Komunikasi lngsung dan tidak langsung
    Kounmikasi langsung (direct communication) juga disebut komunikiasi dari muka ke muka (face to face). Si pengirim amanat berhubungan langsung dengan penerima, tanpa perantara. Bentuk komunikasi inilah yang sering dipakai dalam kehidupan seari-hari. Tanggapan dari si penerima langsung bisa diketahui si pemberi amanat. Komunikasi ini menciptakan suasana tersendiri, akrab, dan saling percaya.
    Komunikasi tidaklangsung (indirect communication) terjadi apabila dalam berkomunikasi dipakai satu atau lebih perantara untuk menghubungkan komunikator dengan komunikan. Jenis konunikasi ini digunakan karena berbagai pertimbangan. Antara lain kareena jarak dan jarak manat itu sendiri dirasa kurang sesuai jika disampaikan secara pribadi oleh si pengirim.
    KOMUNIKASI ANTAR KELOMPOK
    Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu
    kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konperensi dan sebagainya (Anwar Arifin, 1984).
    Michael Burgoon (dalam Wiryanto, 2005) mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secaratatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi,menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadianggota-anggota yang lain secara tepat. Kedua definisi komunikasi kelompok di atas mempunyaikesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu umtukmencapai tujuan kelompok.
    Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satusama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana, 2005). Kelompok ini misalnya adalah keluarga,kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untukmengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi.Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.Klasifikasi kelompok dan karakteristik komunikasinya.

    Ukuran Komunikasi Kelompok :
    1. Komunikasi kelompok kecil (small group communication),
    yaitu : prosesnya berlangsung secara dialogis, tidal linear, melainkan sirkular. Umpan balik terjadi secaraverbal. Komunikan dapat menanggapi uraian komunikator. Contoh : Ceramah, diskusi panel, simposium, forum, seminar, curah saran, komunikasi antara manajer dengansekelompok karyawan.
    2. Komunikasi kelompok besar (large group communication),
    ditujukan kepada afeksi komunikan, kepada hatinya atau kepada perasaannya. Contoh : rapat raksasa di sebuah lapangan.

     Komunikasi Kelompok Kecil
    Komunikasi kelompok kecil[5]( small/ micro group communication) adalah komunikasi yang Ditujukan kepada kognisi komunikan prosesnya berlangsung secara dialogis dalam komunikasi kelompok kecil komunikator menunjukkan pesan kepada benak atau pikiran komunikan, misalnya : kuliah, ceramah, diskusi, seminar, rapat, dan lain-lain. Dalamsituasi komuikasi seperti itu berperan penting. Komunikan akan dapat menilai. Logis tidaknyauntuk komunikator.
    Ciri yang kedua dari komunikasi kelompok kecil ialah bahwa prosesnya berlangsungsecara dialogis, tidak linear, melainkan sirkular. Komunikan dapat menanggapi uraiankomunikator, biasa bertanya jika tidak mengerti, dapat menyanggah bila tidak setuju, dan lainsebaginya.
    Dalam kehidupan sehari-hari begitu banyak jenis kominikasi kelompok kecil antara lain :seperti telah di singgung di atas, seperti rapat (rapat kerja, rapat pimpinan, rapat mingguan),kuliah, ceramah, brifing penataran, loka-karya, diskusi, panel, forum, simposium, seminar,konferensi kongres, curahsaran (brainstorming), dan lain-lain.

     Komunikasi Kelompok Besar
    Sebagai kebalikan dari komunikasi kelompok kecil, komunikasi kelompok besar (large/ macrogroup communication) adalah komunikasi yang ditujukan kepada efeksi komunikan prosesnya berlangsung secara linear. Pesan yang disampaikan oleh komunikator dalam situasi komunikasi kelompok besar,ditujukan kepada efeksi komunikan, kepada hatinya atau kepada perasaannya, contoh untukkomunikasi kelompok besar adalah misalnya rapat raksasa di sebuah lapangan. Jika komunikan pada komunikasi kelompok kecil umumnya bersifat homogeny (antara lain sekelompok orangyang sama jenis kelaminnya, sama pendidikannya, sama status sosialnya), maka komunikan padakomunikasi kelompok besar umumnya bersifat heterogen : mereka terdiri dari individu-individuyang beraneka ragam dalam jenis kelamin, usia, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, agama, danlain sebagainya.
    Mereka yang heterogen dalam jumlah yang relatif sangat banyak dan berada disuatutempat seperti disebuah lapangan seperti itu, dalam psikologi disebut massa yang dipelajari oleh
    psokilogi massa. Dalam situasi seperti itu, khalayak yang diterpa suatu pesan komunikasi masamenanggapinya lebih banyak dengan perasaan ketimbang pikiran. Mereka tidak sempat bepikirlogis tidaknya pesan komunikator yang disampaikan kepadanya. Oleh karena pikiran didominasi
    oleh perasaan, maka dalam situasi kelompok besar terjadi apa yang dinamakan “cointagoinmentale” yang berarti wabah mental. Seperti halnya dengan wabah yang cepat menjalar, maka
    dalam situasi komunkasi seperti itu jika satu orang menyatakan sesuatu akan segera diikuti oleh
    anggota kelompok lainnya secara serentak dengan serempak. Misalnya orang yang berteriak : “hidup bapak pembangunan “, diikuti oleh seluruh khalayak secara serentak : “ Hiduuuuuuuup“.
    Komunikator yang muncul dalam situasi kelompok besar yang menghadapi massa rakyatdinamakan orator atau retor, yang mahir memukau khalayak. Ia menyampaikan pesannya dengansuara keras dan lantang, nadanya bergelombang, tidak monoton, dan kata-katanya bombass.Khlayak tidak di ajak berpikir logis, melainkan perasaan gairah seperti halnya dengan pidatoHilter di Studium Neurenberg semacam perang Dunia II, dalam situasi komunikasi seperti ituterjadi apa yang di sebut atau penjalaran semangat yang bernyala-nyala, sejenis histeris atauhiptonis secara kolektif mempengaruhi pikiran dan tindakan.

    Proses komunikasi kelompok besar bersifat linear, satu arah dari yang satu ke titik lain,dari komunikator ke komunikan. Tidak seperti komunikasi kelompok kecil yang seperti telah diterangkan tadi secara langsung secara sirkular, dialogis, bertanya jawab. Dalam pidato dilapangan amat kecil kemungkinannya terjadi dialog antara seorang orator dengan salah seorangkhalayak massa.
    Berikut Contoh Komunikasi Antar Kelompok Batak dan Jawa :
    Batak
    – Orang Batak mengaku sebagai suku yang paling toleran di seluruh Indonesia. Karena itu menurut mereka, kerusuhan dengan motif etnik maupun agama tidak akan masuk ke “tanah air” mereka. Sudah menjadi hal yang lazim di sana bahwa orang Muslim membantu orang Kristen yang merayakan Natal, dan sebaliknya orang Kristen juga membantu orang Muslim yang merayakan Lebaran. Toleransi itu terjadi karena ada pertalian adat atau dalihan na tolu yang sangat kuat dipegang oleh orang Batak. Secara umum orang Batak mengaku tidak punya masalah dengan etnik-etnik yang lain, termasuk dengan etnik Tionghoa.
    – Orang Batak dikatakan suka berbicara dengan suara yang keras agar diperhatikan orang lain (bahkan ada yang mengidentikkan suka berbicara ini dengan suka membual).
    – Orang Batak itu pemberani dan agresif, mereka berani dalam mengemukakan pendapat sendiri walaupun mereka berada di dalam kedudukan minoritas, orang batak tidak akan terkalahkan oleh kaum yang mayoritas.
    – Orang Batak itu kasar, ini tampak dari kebiasaan mereka yang suka berbicara keras-keras dan suka berkelahi di depan orang lain dan pernyataan ini di dukung dengan perawakan mereka misalnya bentuk dan ekspresi muka.
    Jawa
    – Orang Jawa juga mengaku sebagai etnik yang paling toleran dan paling mudah beradaptasi. Dalam soal hubungan antaretnik, orang Jawa merasa tidak punya masalah dengan kelompok etnik mana saja.
    – Stereotipe orang Jawa adalah lamban dan masa bodoh.
    – Orang Jawa memiliki stereotipe sebagai sukubangsa yang sopan dan halus. Tetapi mereka juga terkenal sebagai sukubangsa yang tertutup dan tidak mau terus terang. Sifat ini konon berdasarkan watak orang Jawa yang ingin menjaga harmoni atau keserasian dan menghindari konflik, karena itulah mereka cenderung untuk diam dan tidak membantah apabila terjadi perbedaan pendapat.

    Studi Kasus Komunikasi Antar Kelompok Jawa Dan Batak

    Pada suatu hari pengemudi mobil (orang jawa) berselisih paham dengan seorang supir yang berasal dari tapanuli (batak). Masalahnya mungkin sudah diduga yaitu, senggol menyenggol kendaraan di tengah kemacetan, karena tidak ada polisi dan kedua belah pihak tetap pada pendiriannya, mereka sepakat menuju kantor polisi terdekat. Karena si supir bicaranya meledak-ledak, maka ditegurlah sang supir oleh polisi agar berbicara lebih santun dan tenang. Namanya pak supir yang sedang naik pitam, sekonyong-konya dia berbicara “ saya orang batak, saya tidak bisa berbicara halus seperti dia (orang jawa), kami orang batak kalau berbicara lantang dan terus terang tetapi jujur, tidak seperti orang jawa kalau berbicara berbelit-belit”. Untuk orang Batak yang baik berbicara langsung, terbuka dan terus terang karena di situ nilai kejujuran dan keterbukaan di junjung. Namum bagi orang Jawa itu tidak sopan, kalu berbicara harus santun. Kebaikan si pengemudi di anggap buruk oleh sang supir, karena terlihat berbelit-belit.Begitupun sebaliknya, ini adalah penggambaran yang sangat jelas, bagaimana budaya Jawa dan budaya Batak mempengaruhi komunikasi mereka. Dengan budaya yang jelas, hal ini akan jelas berpengaruh pada cara mereka berkomunikasi.

    DISTORSI BAHASA

    Hambatan-hambatan komunikasi antara lain dapat terjadi karena Perbedaan Persepsi , Permasalahan Bahasa, Kurang mendengarkan, Perbedaan Emosional, Perbedaan Latarbelakang
    Hambatan-hambatan yang terjadi dalam sebuah komunikasi dapat berupa antara lain:
    1. Hambatan dari Proses Komunikasi
     Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional sehingga mempengaruhi motivasi, yaitu mendorong seseorang untuk bertindak sesuai dengan keinginan, kebutuham atau kepentingan.
     Hambatan dalam penyandian/symbol. Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
     Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan. Pada situasi pasca gempa tersebut jaringan listrik dan telekomunikasi terputus sehingga untuk menyampaikan dan menyalurkan pesan baik dari para korban kepada pemerintah/tim rekonstruksi maupun sebaliknya
     Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima
     Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima / mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
     Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.
    1. Hambatan Fisik
    Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: a) gangguan kesehatan karena banyak masyarakat menjadi korban baik luka berat maupun ringan akibat tertimpa reruntuhan serta kondisi mereka yang masih berada di tenda-tenda darurat sehingga keadaan fisik mereka tidak terjamin, b) sehubungan dengan teputusnya jaringan listrik dan telekomunikasi pasca gempa di beberapa wilayah di DIY-Jateng menyebabkan komunikasi terganggu.
    2. Hambatan Semantik
    Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadangkadang mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan mdan penerima, dengan kata lain bahasa yang digunakan berbeda.
    3. Hambatan Psikologis
    Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi. Dalam musibah misalnya, maka komunikan akan masih trauma dengan musibah yang menimpa mereka.
    Untuk menetralkan gangguan dalam sebuah komunikasi, Shannon mengemukakan empat cara untuk menetralkankannya seperti berikut :
    1. Menambah kekuatan ( power ) dari signal. Misalnya kalau kita berbicara dengan seseorang di jalan yang suasananya hiruk pikuk, kita perlu memperkeras suara kita dalam berbicara supaya tidak diteln suara hiruk pikuk dan agar dapat didengar oleh lawan kita berbicara.
    2. Mengarahkan signal dengan persis. Seperti halnya dalam pembicaraan diatas, taktik lain yang bisa dipakai untuk mengatasi gangguan adalah berbicara dekat sekali dengan lawan berbicara sehingga suara kita itu dapat menetralkan gangguan suara lain.
    3. Menggunakan signal lain. Sebagai tambahan terhadap dasar pertama, dapat digunakan taktik lain untuk menetralisir gangguan yaitu dengan memperkuat pesan dengan signal lain misalnya, dengan gerakan kepala, gerakan badan, sentuhan, dan sebagainya.
    4. Redudansi dalam situasi yang normal kurang baik digunakan., tetapi dalam suasana yang hiruk pikuk pengulangan kata-kata kunci dalam pembicaraan perlu dilakukan untuk membantu memperjelas pesn yang disampaikan.

    TEORI KOMUNIKASI UNIVERSAL
    Yakni, penggunaan komunikasi yang secara umum dan luas secara sama. Penggunaan cara berbahasa ataupun bentuk komunikasi yang berlaku untuk semua orang atau seluruh dunia, yang artinya penggunaan bahasa universal bisa di pahami semua orang.

    Suka

Apa Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s