PENGANTAR PENYIARAN

Logo-Telkom-University-png-547x187Penyiaran adalah kegiatan penyebarluasan sebuah ide, melalui sebuah media yang terdiri dari transmisi dan Receiver. Sebuah ide mengandung makna dan pesan yang dapat dimaknai oleh pengirim pesan dan penerima pesan. Keberhasilan penyampaian pesan dapat tercapai apabila kedua belah pihak (pengirim dan penerima) mendapatkan kesepakatan makna.

Terselenggaranya penyiaran ditentukan oleh tiga unsur yaitu studio, transmitter, dan pesawat penerima. Ketiga unsur ini kemudian disebut sebagai trilogi penyiaran. Radio penerima yang tersebar di masyarakat dengan biaya murah dan simple, sangat menguntungkan untuk dijadikan media yang mampu langsung mempengaruhi masyarakat. Paduan ketiganya ini yang kemudian akan menghasilkan siaran yang dapat diterima oleh pesawat penerima radio maupun televisi.

Dengan demikian maka penyiaran merupakan kegiatan penyelenggaraan siaran, yaitu rangkaian mata acara dalam bentuk audio, suara atau visual gambar yang dtransmisikan dalam bentuk signal suara atau gambar, baik melalui udara maupun melalui kabel dan atau serat optik yang dapat diterima oleh pesawat penerima dirumah-rumah. Output penyiaran adalah siaran.

Siaran adalah benda abstrak yang sangat potensial untuk dipergunakan mencapai tujuan yang bersifat idiil maupun material. Siaran merupakan hasil kerja kolektif yang memerlukan dana yang besar banyak tenaga yang kreatif dan profesional serta sarana elektris canggih yang harganya relatif mahal. Karena itu produksi Siaran sebenarnya merupakan produksi massal yang memiliki tujuan untuk menyampaikan informasi, hiburan dan pendidikan kepada sebagian besar khalayaknya, dengan biaya yang cukup besar.

Di dalam penyelenggaraan siaran, para pengelola siaran selalu berupaya untuk mendekatkan diri kepada khalayak, sehingga ada usaha mengimpitkan kepentingan khalayak yang diawali dengan menarik perhatian khalayak.

Klik Here For Reblog – Silahkan kerjakan tugas anda

6 pemikiran pada “PENGANTAR PENYIARAN

  1. Reblogged this on kusumadivalrst and commented:
    MEDIA PALING EFEKTIF
    Posted on 3 Maret 2015
    Media televisi merupakan media periklanan yang paling diminati oleh pemasar dan sangat efektif untuk menjangkau end user, dikarenakan televisi tidak hanya menampilkan gambar atau suara saja melainkan menampilkan keduanya.

    Sehingga mudah dan menarik dalam menyampaikan pesan. tujuan tersebut pada dasarnya untuk meningkatkan respon
    konsumen dan end user terhadap penawaran perusahaan yang nantinya menghasilkan laba penjualan dalam jangka panjang Agar tujuan tersebut tercapai maka iklan harus dibuat semenarik mungkin, orisinal, serta memiliki karakteristik tertentu danpersuasif. Kepopuleran media televisi untuk beriklan membuat banyak beragam iklan yang ditayangkan di televisi. Hal ini kadang membuat jenuh para pemirsa televisi,dikarenakan lebih banyaknya tayangan iklan daripada tayangan acara utama saluran televisi itu sendiri. Bahkan tidak jarang pemirsa ketika iklan berlangsung mereka memindah saluran televisi dengan tujuan menghindari melihat iklan. Pengiklan berusaha agar pesan dalam iklan dapat tersampaikan kepada masyarakat, karena kalau tidak biaya yang telah dikeluarkan untuk iklan sangatlah sia-sia.

    Advertising yang tepat sasaran (efektif) dapat digunakan oleh perusahaan atau produsen dan biro iklan untuk mempengaruhi persepsi dan preferensi konsumen terhadap berbagai merek produk di pasar yang pada akhirnya juga menjadi salah satu 2 faktor penting dalam mempengaruhi minat konsumen untuk memilih produk. Selain
    sebagai alat penyampaian pesan (informasi), advertising yang dilakukan haruslah mampu bersaing dengan berbagai kegiatan periklanan perusahaan pesaing serupa untuk memenangkan minat konsumen serta mempertahankan image perusahaan itu sendiri.
    Konsumen sasaran atau audience memiliki keterbatasan memori untuk mengingat keseluruhan dari penayangan iklan. Sehingga seorang pembuat iklan dituntut untuk memodifikasi ide kreatif dan unik yang menampilkan karakter dan image produk yang terdiferensiasi yang dapat diingat oleh konsumen sasaran.Oleh karena itu, perusahaan berupaya untuk memanfaatkan segala macam media iklan yang ada untuk memasarkan produk mereka kepada konsumen. Adapun
    media yang dimaksud adalah melalui media elektronik dan media cetak.
    Media elektronik dapat melalui Televisi ataupun radio. Seperti yang diketahui pengiklanan di media televisi hingga kini masih dianggap cara paling efektif dalam mempromosikan produk terutama di Indonesia yang masyarakatnya masih brand
    minded dimana merek yang pernah muncul ditelevisi lebih digemari daripada yang tidak diiklankan di televisi.Walaupun demikian media periklanan yang lainnya seperti radio, majalah, koran, billboard maupun spanduk juga memiliki cara masing-masing yang efektif alam mempengaruhi minat konsumen.
    Kebanyakan advertising yang melakukan kegiatan periklanannya melalui media cetak sudah memiliki target market masingmasing.Sebut saja majalah wanita seperti femina, yang kebanyakan iklan didalamnya tertuju untuk para wanita. Sama halnya dengan radio, advertising yang menggunakan media radio juga sudah memiliki target market sendiri. Contohnya radio swaragama 3 yang target marketnya adalah anak-anak muda. Karena kebanyakan audience yang
    mendengar siaran ini adalah mereka kawula muda. Sehingga mudah bagi para pengiklan untuk mengkomunikasikan produknya langsung pada sasaran konsumennya.
    Sebagian besar iklan yang sering di temui pada media menyorot produk yang paling dibutuhkan oleh kaum hawa, karena kaum hawa selalu memperhatikan totalitas dalam berpenampilan. Hal ini yang menjadi salah satu daya tarik bagi perusahaan untuk menciptakan kebanyakan produk untuk kecantikan wanita. Selain wajah, kebanyakan wanita beranggapan bahwa ”rambut adalah mahkota wanita”, sehingga wanita ingin rambutnya terlihat cantik dan mempesona. Mulailah muncul produk-produk perawatan rambut yang beraneka ragam diberbagai media yang menawarkan berbagai manfaatnya.
    Teknik periklanan produk-produk juga sangat bervariasi dengan memanfaatkan segala macam media yang berusaha untuk mempengaruhi minat pembelian.Salah satu produk perawatan rambut yang memanfaatkan segala macam
    efektifitas media periklanan adalah susu bayi “Bebelac”. Contohnya pada media TV, iklan susu Bebelac menampilkan testimoni susu “Bebelac”dengan ciri khas iklannya yaitu menampilkan bayi dan batita yang menunjukkan kepintarannya. Lain halnya pada media cetak seperti koran, majalah, maupun papan reklame (billboard). Strategi promosi seperti ini hanya sebagai wujud gambar yang memperlihatkan kepintaran anak usia bayi dan batita yang mengkonsumsi susu “Bebelac”

    Suka

  2. Reblogged this on nabilahzahidah24 and commented:
    1. radio pada dasarnya mempunyai fungsi. Seperti yang diungkapakan oleh Effendy (1993:137-138), bahwa radio siaran mempunyai 4 fungsi sebagai berikut:
    1. Fungsi penerangan
    2. Fungsi pendidikan
    3. Fungsi hiburan
    4. Sarana propaganda
    Seperti yang telah diketahui, radio siaran bersifat audial, yang hanya dapat digunakan dengan cara didengarkan,tapi bukan berarti radio siaran tidak sanggup menjalankan fungsinya sebagai media penerangan. Radio dianggap sebagai media yang mampu menyiarkan informasi yang amat memuaskan walau hanya dilengkapi dengan unsur audio. Radio siaran dapat menjalankannya dalam bentuk siaran berita, wawancara, editorial udara, reportase langsung, talk show dan lain-lain.
    Sebagai media pendidikan, radio siaran merupakan sarana yang ampuh untuk menyiarkan acara pendidikan khalayak secara meluas dan serempak. Sebagian alokasi waktu siaran juga diisi oleh acara-acara hiburan bisa berupa musik maupun drama radio. Radio siaran juga merupakan sarana propaganda, bisa terlihat dengan banyaknya pemasang iklan yang memilih radio siaran sebagai sarana pemasangan iklannya.
    Penyampaian pesan melalui radio siaran, berbeda dengan penyampaian pesan melalui media massa lainnya. Komunikator yang menyampaikan pesan kepada komunikan melalui radio siaran harus dapat mengkombinasikan unsur-unsur penting dalam meningkatkan efektivitas pada siaran radio, yaitu sound effect, musik, dan kata-kata sehingga dapat diterima dengan baik oleh komunikan yang bersifat heterogen aktif, dan selektif, agar komunikasi yang dilakukan oleh komunikator berjalan efektif dan efisien.

    Posisi dan peran media televisi dalarn operasionalisasinya di masyarakat, tidak berbeda dengan media cetak dan radio. Robert K. Avery dalam bukunya “Communication and The Media” dan Stanford B. Weinberg dalam “Messeges – A Reader in Human Communication“, Random House, New York 1980, mengungkapakan tiga fungsi media:
    • The surveillance of the environment, yaitu mengamati lingkungan.
    • The correlation of the part of society in responding to the environment, yaitu mengadakan korelasi antara informasi ada yang diperoleh dengan kebutuhan khalayak sasaran, karena komunikator lebih menekankan pada seleksi evaluasi dan interpretasi.
    • The transmission of the social heritage from one generation to the next, maksudnya ialah menyalurkan nilai-nilai budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya.
    Ketiga fungsi di atas pada dasarnya memberikan suatu penilaian pada media massa sebagai alat atau sarana yang secara sosiologis menjadi perantara untuk menyambung atau menyampaikan nilai-nilai tertentu kepada masyarakat. Tepatlah apabila ketiga fungsi yang dinyatakan oleh Harold Laswell tersebut menjadi kewajiban yang perlu dilakukan oleh media massa pada umumnya (Wawan Kuswandi, 1996:24).
    Untuk di Indonesia sendiri, televisi sebagai media komunikasi massa mengalami perkembangan yang dinamis. Televisi mulai masuk di Indonesia (Jakarta) pada tahun 1962, bertepatan dengan “The 4th Asian Games”. Ketika itu Indonesia menjadi penyelenggara. Peresmian pesta olahraga tersebut bersamaan dengan peresmian penyiaran televisi oleh Presiden Soekarno, tanggal 24 Agustus 1962. Televisi yang pertama muncul adalah TVRI dengan jam siar antara 30-60 menit sehari (Wawan Kuswandi, 1996:34).
    Dunia pertelevisian di Indonesia berkembang pesat seiring dengan deregulasi pertelevisian Indonesia oleh pemerintah sejak tanggal 24 Agustus 1990 melalui Surat Keputusan Menteri Penerangan nomor 111 tahun 1990 yang mengatur tata cara penyiaran di Indonesia. Hal ini terbukti dengan bermunculannya televisi-televisi swasta. Pada saat itu pemerintah mengijinkan lima saluran televisi swasta yakni RCTI, SCTV, TPI, ANTV, dan Indosiar, mandiri untuk beroperasi secara nasional.
    Dan saat ini tercatat sudah ada 10 stasiun televisi swasta nasional yang telah mengudara yakni RCTI, SCTV, TPI, ANTV, lndosiar, Trans TV, Trans7, Global TV, Metro TV, dan TV One. Ini masih ditambah dengan puluhan tv lokal dan tv kabel lainnya. Hal ini membuktikan bahwa televisi memang sudah menjadi “barang penting” di Indonesia dan mi bisa menjadi media komunikasi massa yang paling efektif.
    http://ptkom.blogspot.com/2010/07/mengulik-peran-dan-fungsi-radio-masa.html
    http://elizabelfri.blogspot.com/2013/05/radio-sebagai-salah-satu-alat-media_9.html
    https://fizhy.wordpress.com/2011/06/27/8/

    Suka

  3. Nama : Dody Mudzamil ( 1502140146 ) Telkom University
    KEL : KM – 38 – 02
    1. Fungsi radio dan televisi sebagai media massa, (Lihat Teori Komunikasi Massa); 500 kata

    1 hiburan : fungsi TV dan Radio sebagai hiburan ialah, untuk menghibur pemirsa/pendengar yang menyaksikan/mendengarkan program acara yang mereka siarkan contoh program acara yang menghibur di TV ; filem, sinetron, kuis, konser music, dll dan untuk di Radio yaitu : acara yang menyiarkan program music dan curhat
    2 informasi : fungsi TV dan Radio yang ke dua yaitu sebagai alat penyebar informasi yang datang dari luar maupun dalam negri dan juga pengumuman dan kebijakan yang pemerintah tetapkan akan disampaikan melalui TV dan Radio karna dengan penyebaran informasi melalui TV dan Radio lebih luas ruang lingkup yang dapat di informasikan dan juaga lebih cepat sampai kepada masyarakat disbanding informasi media cetak contohnya program acara berita selain itu ketika perang dunia II radio dijadikan alat untuk berkomunikasi dalam perang dan juga sebagai alat penyebar berita kemenangan perang atau berita kekalahan begitu juga TV pada perang dunia II TV berperan besar dalam penyampaian pesan “ Penggunaan TV di Amerika Serikat meningkat kembali pasca Perang Dunia II setelah produksi TV diizinkan kembali pada Agustus 1945. Pasca perang, jumlah pemilik TV di Amerika meningkat sekitar 0,5% pada tahun 1946, lalu naik 55,7% pada tahun 1954, dan naik sampai 90% pada tahun 1962.[29] Di Britania, jumlah pemilik TV meningkat dari 15.000 pada tahun 1947, lalu 1,4 juta pada tahun 1952, hingga 15,1 juta pada tahun 1968 ”
    3 pendidikan : fungsi TV dan Radio yang ke tiga yaitu sebagai alat pendidikan penduduk dan mencerdaskan pemirsa/pendengarnya contoh nya adalah acara kuis tentang pengetahuan umum, berita, dan kalo TV ada filem documenter yang memberikan pengetahuan yang lengkap contohnya BBC, tetapi untuk stasiun TV yang mendidik di Indonesia sendiri jarang sekali kebanyakan acara di TV dan Radio sekarang ini lebih comdong ke hiburan, memang dulu ada acara – acara yang mendidik di TV dan Radio tetapi sekarang sudah jarang di siarkan di stasiun TV suasta tetapi ada salah satu stasiun TV suasta yang masi menyiarkan program acara yang cukup mendidik, yaitu Metro TV dan program acaranya Mario Teguh, Mata Najwa, Kick Andy
    4 mempengaruhi : fungsi TV dan Radio yang ke empat sebagai alat untuk mempengaruhi, fungsi ini biasanya lebih condong ke periklanan agar penonton/pendengar mau membeli produk yang di iklankan selain itu dapat juga kita analisis dari berita berikut “Merdeka.com – Ada cerita menarik di balik siaran langsung televisi berita dalam ajang Pilpres 2014. Dukungan berbeda antara pemilik kedua stasiun televisi berita tvOne dan MetroTV tampak pada pemberitaan. Kemarin, MetroTV menayangkan pendaftaran duet capres-cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla , tvOne memilih menyiarkan langsung deklarasi Prabowo-Hatta Rajasa, Senin (19/5). Perbedaan ini tak bisa dipisahkan dari sikap politik para pemilik kedua stasiun televisi. Pemilik MetroTV, Surya Paloh dikenal sebagai ketua umum Partai NasDem yang mendukung Jokowi- Jusuf Kalla. Sementara pemilik tvOne , Aburizal Bakrie memberikan dukungan kepada Prabowo. Bahkan ada juga pemilik televisi yang mendukung Prabowo yaitu Hary Tanoesoedibjo yang dikenal menguasai tiga televisi RCTI, GlobalTV, dan MNC TV. Hari ini, tvOne juga sudah menyiarkan langsung agenda duet Prabowo-Hatta ke TMP Kalibata, sementara MetroTV tidak menayangkan agenda tersebut.
    Apakah dukungan dari pemilik televisi ini akan bisa mempengaruhi opini publik? Mantan komisioner KPI Dadang Rahmat menyatakan sudah menjadi rahasia umum soal independensi media di saat pemiliknya berafiliasi ke dunia politik. Bahkan, konten yang ditayangkan kerap kali hanya menampilkan salah satu partai atau sosok yang didukung.

    “Masyarakat sendiri melihat bahwa media yang punya afiliasi dengan pemilik afiliasi politik cenderung secara kuantitatif paling tidak memberi kesempatan lebih kepada partai yang bersangkutan,” ungkap Dadang saat berbincang dengan merdeka.com, Selasa (20/5).

    Merujuk aktivitas politik yang tengah terjadi saat ini, Dadang yakin apa yang pernah terjadi pada Pemilu Legislatif (Pileg) lalu akan kembali terjadi. Beberapa media di mana para pemilik mendukung salah satu calon, maka porsi yang akan disampaikan cenderung berat sebelah.

    “Berkaca pada Pileg lalu, bukan tidak mungkin pada saat pilpres pun akan begitu,” ucapnya. ” bahwa kedua stasiun TV tersebut berusaha mempengaruhi penonton untuk memilih calon presiden yang mereka dukung (http://www.merdeka.com/politik/pemilik-metrotv-di-sisi-jokowi-tvone-mnc-grup-di-sisi-prabowo.html tanggal 01/03/2015 jam 14:37 )

    2. Artikel tentang program-program TV swasta yang menyimpang dari fungsi utama penyiaran Radio dan TV; 500 kata

    KPI Pusat Hentikan Sementara Tayangan Segmen di “Redaksi Kontroversi” Trans7
    Diterbitkan pada Selasa, 02 Oktober 2012 00:32
    Ditulis oleh RG
    Dilihat: 865

    akarta – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat memutuskan menghentikan sementara segmen depth reporting/investigative reporting pada program acara “Redaksi Kontrovesi” di Trans7 selama dua hari berturut-turut, 6 – 7 September 2012. Penjatuhan sanksi diberikan terkait ditemukannya pelanggaran terhadap P3SPS pada tayangan program acara “Redaksi Kontrovesi” tanggal 2 September 2012 pukul 16.44 WIB.
    Pemberian sanksi tersebut sudah sesuai dengan ketentuan Pasal 80 ayat (1) Standar Program Siaran dan hasil Rapat Pleno Komisioner KPI Pusat tentang Penjatuhan Sanksi Administratif Program pada tanggal 25 September 2012.
    Demikian disampaikan dalam surat sanksi penghentian sementara No.568/K/KPI/10/12 yang ditandatangani Ketua KPI Pusat, Mochamad Riyanto, tertuju Dirut Trans7, Atiek Nur Wahyuni, Senin, 1Oktober 2012.
    Pada saat pertemuan antara KPI Pusat dan Trans7, Senin pagi, 1 Oktober 2012, disampaikan secara langsung surat pemberian sanksi tersebut kepada perwakilan Trans7 yang diwakili Kepala Departemen News Trans7, Sukarya Wiguna, oleh Wakil Ketua KPI Pusat, Ezki Suyanto dan Koordinator bidang Isi Siaran, Anggota KPI Pusat, Nina Mutmainnah. Dalam kesempatan itu, pihak Trans7 menandatangani surat pernyataan menerima dan melaksanakan sanksi yang diberikan KPI Pusat.

    Dalam surat tersebut dijelaskan, bentuk pelanggaran yang dilakukan yakni penayangan bungkus obat kuat yang memuat gambar pia dan wanita yang sedang melakukan persenggamaan. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas pelarangan adegan seksual, perlindungan kepada anak dan remaja, serta norma kesopanan dan kesusilaan.
    KPI Pusat memutuskan bahwa tindakan penayangan adegan tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) KPI tahun 2012 Pasal 9, Pasal 14 ayat (2), dan Pasal 16 serta Standar Program Siaran (SPS) Pasal 9, Pasal 15 ayat (1), dan Pasal 18 huruf b.

    Selama menjalankan sanksi administratif tersebut, program dilarang membuat format acara yang sama meski dengan sebutan yang berbeda. Di luar segmen depth reporting/investigative reporting, program masih tetap dapat ditayangkan. KPI Pusat menyatakan akan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan sanksi administratif oleh Trans7.

    Diujung surat, KPI Pusat juga meminta Trans7 agar menjadikan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (“P3 dan SPS”) Komisi Penyiaran Indonesia tahun 2012 sebagai acuan utama dalam penayangan sebuah program siaran. Red

    KPI Pusat Tegur “Klik” ANTV
    Diterbitkan pada Senin, 01 Oktober 2012 22:03
    Ditulis oleh RG
    Dilihat: 438
    Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menemukan pelanggaran terhadap P3SPS KPI tahun 2012 dalam program acara “Klik” di stasiun televisi ANTV pada 6 Juli 2012 pukul 12.28 WIB. Akibat pelanggaran itu, program acara “Klik” ANTV mendapatkan sanksi teguran dari KPI Pusat. Demikian ditulis dalam surat teguran KPI Pusat tertuju Dirut ANTV, Senin, 1 Oktober 2012.
    Pelanggaran yang dilakukan yakni penayangan secara close up eksploitasi tubuh bagian dada grup 3 Madu yang mengoyang-goyangkan tubuh bagian dada pada saat tampil dalam program tersebut. Selain itu, ditayangkan adegan Julia Perez menggoyangkan tubuh bagian dada dan dengan suara mendesah menyanyikan lirik lagu “please call me.”

    Pelanggaran tersebut, menurut penjelasan surat teguran yang ditandatangani Ketua KPI Pusat, Mochamad Riyanto, dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap pelarangan adegan seksual, perlindungan anak dan remaja, penghormatan terhadap nilai dan norma kesopanan serta penggolongan program siaran.
    KPI Pusat memutuskan tindakan menayangkan adegan tersebut telah melanggar P3 Pasal 9, Pasal 14 ayat (2), Pasal 16, dan Pasal 21 ayat (1) serta SPS Pasal 9, Pasal 15 ayat (1), Pasal 18 huruf h, dan Pasal 37 ayat (4) huruf a.
    Diujung surat, KPI Pusat meminta ANTV agar menjadikan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI tahun 2012 sebagai acuan utama dalam menayangkan sebuah program siaran. Red
    Tgl Surat 1 Oktober 2012
    No. Surat 574/K/KPI/10/12
    Status Teguran Tertulis
    Stasiun TV ANTV
    Program Siaran “Klik”
    Deskripsi Pelanggaran Pada tanggal 6 Juli 2012 pukul 12.28 WIB ditayangkan secara close-up eksploitasi tubuh bagian dada grup 3 Madu yang menggoyang-goyangkan tubuh bagian dada pada saat tampil dalam program tersebut. Selain itu, ditayangkan adegan Julia Perez menggoyangkan tubuh bagian dada dan dengan suara mendesah menyanyikan lirik lagu “please call me”.

    Pelanggaran tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran atas pelarangan adegan seksual, perlindungan anak dan remaja, penghormatan terhadap nilai dan norma kesopanan, serta penggolongan program siaran.

    Tindakan penayangan adegan tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran KPI tahun 2012 Pasal 9, Pasal 14 ayat (2), pasal 16, dan Pasal 21 ayat (1) serta Standar Program Siaran Pasal 9, Pasal 15 ayat (1), Pasal 18 huruf h, dan Pasal 37 ayat (4) huruf a.
    (http://www.kpi.go.id/index.php/component/blog_calendar/2012/10?start=60 Tanggal 01/03/2015 Jam 21 : 59 )

    3. Perbedaan Radio/TV Komersial dengan Radio/Televisi Komunitas; 500 kata, contoh-contoh yang anda temukan.

    Aspek-Aspek Implementasi Radio Komunitas
    a.Aspek pendirian, kepemilikan, kelembagaan (termasuk badan hukum) dan kerjasama (networking).
    b.Aspek manajemen, keuangan dan administrasi.
    c.Aspek peralatan, daya pancar & jangkauan siaran.
    d.Aspek program siaran dan etika penyiaran.
    e.Aspek sumber daya manusia
    Aspek aspek diatas ini semua akan menentukan keberadaan (tingkat eksistensi) dan keberlanjutan (sustainabilitas) dari radio komunitas itu sendiri. Karena semua aspek diatas, akan secara langsung menentukan :

    a.Pemanfaatan bagi/untuk masyarakat.
    b.Ketertarikan & keterlibatan (partisipasi) dari dan oleh masyarakat.
    c.Pengakuan (legitimasi) oleh komunitas dan pihak lain di luar komuntias.
    d.Legalitas radio komunitas di mata hukum/peraturan yang ada.

    Perbedaan Radio Komunitas dengan Radio Lainnya
    Seperti yang diurai sebelumnya, bahwa Radio Komunitas memiliki ciri khas yang membedakan dengan radio lainnya. Berikut ini adalah ringkasan perbedaan antara radio komunitas dengan radio lainnya, yaitu radio swasta/komersial dan publik.
    Matriks perbedaan praktek radio komunitas dan radio lainnya (swasta & publik)
    Perihal Radio Komunitas Radio Swasta Radio Publik
    Ide/latar belakang pendirian Sosial ekonomi atau pengembangan komunitas (masalah, kebutuhan & potensi). Ekonomi atau perolehan keuntungan. Politik negara, Publik dan pembangunan nasional.
    Tujuan/prioritas utama pihak penerima manfaat Komunitas Pendiri/Pemilik Publik Luas
    Sasaran siaran Komunitas Lokal Seluas-luasnya Seluas-luasnya
    Strategi pendanaan Peran serta komunitas, sumbangan (pihak lain yang tidak mengikat).& program siaran kerjasama sesuai kepentingan komunitas. Pendiri dan program siaran sesuai keinginan pengusaha/sponsor Pemerintah dan program siaran sesuai keinginan pengusaha/sponsor
    Karakter Kelembagaan Inklusif (terbuka) Ekslusif (tertutup) Ekslusif (tertutup)
    Orientasi operasionalisasi Non profit/ not for profit Profit Campuran
    Staffing Kaderisasi & Relawan Karyawan/pekerja dan Profesional Karyawan/pekerja & Profesional
    Peralatan & pembiayaan Dapat dimulai dengan yang sangat sederhana & murah Menuntut peralatan yang cukup kompleks, canggih & mahal untuk memulai Menuntut peralatan yang cukup kompleks, canggih & mahal untuk memulai
    Selain faktor – faktor diatas yang menjadi perbedaan antara radio komunitas dan radio suasta, terdapat pula beberapa faktor – faktor lain yang menjadi perbedaan antara radio komunitas dan suasta. Perbedaan penerapan system kerja radio komunitas dan radio suasta.
    Perihal Radio Komunitas Radio Swasta Radio Publik
    Prinsip dasar Pengakuan signifikan peran supervisi dan evaluasi komunitas. Prinsip pencapaian ekonomi (komersial). Pengakuan signifikan peran supervisi dan evaluasi publik.
    Khalayak Suatu komunitas Umum Umum
    Prinsip Visi Dari, oleh dan untuk komunitas Dinyatakan secara ideal, namun prakteknya adalah prinsip keuntungan ekonomi (komersial). Meningkatkan apresiasi terhadap keberagaman untuk menciptakan keharmonisan diantara komunitas yang berbeda.
    Jangkuan area siaran Terbatas, lingkungan komunitas. Low power broadcasting. Luas, lintas propinsi. Nasional
    Ukuran kesuksesan Kepuasan & pemenuhan kebutuhan komunitas. Rating & iklan yang masuk. Kepuasan publik.
    Pemilik/ Pendiri Yayasan, perkumpulan, koperasi. Legitimasi komunitas! PT dan dapat terbuka (Tbk). Dimiliki negara/ pemerintah dan pihak lain. Asal ada supervisi dari publik.
    Pengambil keputusan (tertinggi) Lembaga supervisi komunitas bersama manajemen operasional. Pemodal dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Manajemen tunduk pada RUPS. Lembaga supervisi bersama manajemen operasional.
    Sumber pemasukan (pendanaan) Sumbangan tak mengikat, iuran dan iklan yang terbatas. Iklan dan sponsor seluas-luasnya. APBN, APBD, sumbangan, iuran, dan iklan.
    Kriteria & jumlah materi iklan Terbatas sesuai komunitas. Terbuka luas. Melalui lembaga supervisi.

    Selain hal diatas, media Radio sebenarnya juga memiliki kelemahan. Kekuatan dan kelemahan radio perlu kita ketahui dengan baik, agar disatu sisi kita akan dapat memanfaatkan dan mengembangkan radio dengan maksimal sesuai dengan kekuatannya dan di sisi lain kita dapat mencegah serta mengatasi (berstrategi) terhadap berbagai hal yang menjadi kelemahannya. Berikut ini adalah beberapa kekuatan dan kelemahan radio

    4. TV dan radio sebagai media paling efektif untuk menjangkau end user; 500 kata

    Memang pada dasarnya salah satu fungsi dari TV dan Radio adalah untuk membujuk dan meyakinkan pemirsa agar pemirsa ingin membeli ataupun melakukan sesuatu yang mereka sarankan tetapi bukan berari pula mereka dapat memaksakita serratus persen untuk membeli dan melakukan sesuatu yang mereka sarankandan memang telah terbukti bahwa dengan memasang iklan di TV dan Radio dapat menikatkan jumlah pembeli tetepi bukan bererti hukum pasti akan berhasil menambah jumlah pelangan, ini salah satu contoh hasil analisis iklan perusahaanya berhasil meningkatkan jumlah konsumen dengan cara beriklan “ Mengemas iklan dalam berbagai daya tarik seperti Honda dengan. Tagline “Bagaimanapun Honda Tetap Lebih Unggul” ingin menunjukkan bahwa sepeda motor Honda selalu lebih baik daripada para pesaingnya. Indriarto (2006)menyatakan apabila suatu iklan memiliki daya tarik yang kuat akan memperbesar peluang bahwa informasi iklan akan diperhatikan. Pesan iklan juga dibuat dengansemenarik mungkin, informatif dan jelas sehingga calon konsumen dapat menilai produk berdasarkan iklan tersebut. Laskey et al (dalam Indriarto, 2006)menyatakan bahwa efektivitas iklan dipengaruhi oleh message strategy dan seberapa baik message tersebut disampaikan atau eksekusi pesan iklan. Dengandemikian proses periklanan akan berjalan dengan baik apabila pesan dalam iklandapat tersampaikan dan sesuai dengan minat pemirsa. Frekuensi iklan yang tinggidengan penayangan pada bagian hari yang tepat akan dapat menjangkau khalayak sesuai sasaran dari produk yang diiklankan. Untuk kategori yang memiliki tingkatkompetisi antar brand sangat tinggi, termasuk sepeda motor, maka frekuensiefektif bisa mencapai 6 hingga 10 kali ” artinya radio dan TV adalah sarana beriklan yang cukup membuat orang terpikat dan terbujuk untuk membeli sesuatu. Memang bukan hukum pasti dengan beriklan di TV atau Radio dapat meninkatkan jumlah konsumen tetapi banyak dari perusahaan – perusahaan yang berhasil meningkatkan jumlah konsumenya dengan cara beriklan di TV dan Radio karna ruang lingkup siar yang luas yang hamper dapat mencakup semua wilayah Indonesia dengan cepat yang dimiliki satiun TV dan Radio sebagai salah satu keungulan yang mereka miliki dibandin media cetak .

    Kelebihan TV.

    1. Dapat dinikmati oleh siapa saja.

    2. Dapat menjangkau daerah yang luas..

    3. Waktu siarannya sudah tertentu.

    4. Memiliki daya penyampaian dan pengaruh yang kuat karena dapat memberikan kombinasi antara suara dengan gambar ( yang bergerak ).

    5. Memudahkan para audiensnya untuk memahami yang diiklankan.
    6. Tidak memerlukan keahlian dan kemampuan membacaseperti pada media cetak.

    7. Dengan gambar-gambar, semua orang sudah cukup mengerti maknanya

    Kelebihan Radio

    1. Biayanya relatif rendah (dalam artian hardware-nya serta dalam produksi siarannya) 2.

    2. Dapat diterima oleh siapa saja.

    3. Dapat menjangkau daerah yang cukup luas.

    4. Bersifat Auditif

    5. Lebih leluasa dalam penyampaian pesan-pesannya tanpa banyak varian-variannya.

    6. Menimbulkan audio imaginatif. Efek yang ditimbulkan lebih dahsyat dari pada efek visual.

    7. Daya tembus yang besar tidak mengenal rintangan.

    8. Radio yang menggunakan gelombang SW, MW, mempunyai kemampuan penetrasi area yang luas sehingga pesan yang disampaikan dapat mengatasi jarak, ruang dan waktu.

    9. Merupakan sarana yang cepat dalam menyebarluaskan informasi

    10. Radio dapat diterima dan didengar di areal tanpa listrik atau tidak selalu membutuhkan daya listrik.

    11. Praktis (portable dapat di bawa kemana-mana) dan audience selectivity

    12. Mengatasi buta huruf artinya para pendengar radio tidak dituntut untuk bisa membaca.

    5. Radio AM sangat jauh jangkauannya dibandingkan Radio berbasis FM. Jelaskan secara rinci; (500 kata)

    radio AM (Amplitude Modulation)
    Frekuensi 530-1700 kHz
    (termasuk MF=Medium Frequency), dikenal sebagai “band siaran standar
    Amplitudo Modulation adalah mode siaran radio dimana amplitudo sinyal pembawa di variasikan secara proposional berdasarkan sinyal pemodulasi (sinyal informasi), sedangkan frekuensi sinyal pembawa tetap konstan

    AM adalah metodel pertama kali yang digunakan untuk menyiarkan radio komersil sebelum adanya FM

    Awalnya penggunanaan radio AM hanya untuk keperluan telegram nirkabel. Orang pertama yang melakukan siaran radio dengan suara manusia adalah Reginald Aubrey Fessenden. Ia melakukan siaran radio pertama dengan suara manusia pada 23 Desember 1900 pada jarak 50 mil (dari Cobb Island ke Arlington, Virginia) dan digunakan sebagai alat penyampai pesan sebelum adanya FM. Saat ini radio AM tidak terlalu banyak digunakan untuk siaran radio komersial karena kualitas suara yang buruk.
    Kelebihan AM : sinyal dapat berubah menjadi suara dengan peralatan sederhana. Jika sinyal cukup kuat, bahkan tidak dibutuhkan sumber daya khusus, dan dapat diterima dengan sebuah penerima radio sederhana tanpa satu daya sama sekali

    Kelemahannya: dapat terganggu oleh gangguan atmosfir, bandwith yang sempit juga
    membatasi kualitas suara yang dapat disampaikan oleh kegiatan broadcasting radio. Jadai AM memiliki banyak masalah pada kualitas sinyalnya karna ganguan sinyal yang salah satunya berasal dari faktor cuacah buruk yang dapat memperburuk kualitas suara atau bahkan dapat membuat siaran tidak dapat diterima radio rumah

    Radio FM (modulasi frekuensi)

    Radio FM (modulasi frekuensi) bekerja dengan prinsip yang serupa dengan radio AM, yaitu dengan memodulasi gelombang radio (penghantar) dengan gelombang audio. Hanya saja, pada radio FM proses modulasi ini menyebabkan perubahan pada frekuensi

    FM adalah suatu bentuk modulasi dimana frekuensi sinyal pembawa divariasikan secara proposional berdasarkan amplitudo sinyal input. Amplitudo sinyal pembawa tetap konstan
    Ketika radio AM umum digunakan, Armstrong menemukan bahwa masalah lain radio terletak pada jenis sinyal yang ditransmisikan. Pada saat itu gelombang audio ditransmisikan bersama gelombang radio dengan menggunakan modulasi amplitudo (AM). Modulasi ini sangat rentan akan gangguan cuaca. Pada akhir 1920-an Armstrong mulai mencoba menggunakan modulasi dimana amplitudo gelombang penghantar (radio) dibuat konstan. Pada tahun 1933 ia akhirnya menemukan sistem modulasi frekuensi (FM) yang menghasilkan suara jauh lebih jernih, serta tidak terganggu oleh cuaca buruk.
    FM memerlukan bandwidth yang lebih lebar daripada AM
    Stasiun FM jauh lebih populer karena memungkinkan kualitas penyiaran stereo dalam format ini

    FM lebih tahan terhadap gangguan sehingga di pilih untuk sebagai modulasi standar untuk frekuensi tinggi.
    Keuntungan: Noise lebih kecil (kualitas lebih baik) Daya yang dibutuhkan lebih kecil

    Kelemahan : diperlukan perangkat penerima siaran yang lebih tinggi kemampuannya dibandingkan dengan siaran gelombang AM yang artinya harga perangkatnya juga lebih mahal dan lebih membebani modal pengusaha radio yang baru mau berdiri oleh sebap itu masih banyak yang memakai jenis glombang AM karna lebih murah

    Setelah melihat hasil pengamata komparasi antara gelombang FM dan AM yang menunjukkan bahwa walaupun gelombang AM dapat menembus jangkauan yang lebih luas akan tetapi tidak seperti gelombang FM yang lebih tahan terhadap nois, maka gelombang FM dengan banyak karakteristik yang tidak dimiliki gelombang AM merupakan jenis modulasi yang lebih baik untuk digunakan dalam transver data audio dari pada gelombang AM jadi pada dasarnya jenis setiap gelombang memiliki kekurangannya masing – masing dan juga setia jenis gelombang memiliki kelebihannya masing – masing yang menutupi kekurangan atau kelemahan jenis gelombang yang lain
    (http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_radio#Radio_AM dan http://syiarfm.weebly.com/1/post/2011/06/frekuensi-radio.html tanggal 01/03/2015 jam 23 : 24 )

    6. Ada Empat Jenis Penyiaran Indonesia saat ini :
    a) Penyiaran Analog & Digital
    b) Penyiaran Network (IP Based)
    c) Penyiaran Komersial dan Komunitas
    d) Penyiaran Nasional (Goverment Operator) ; 500 kata

    1. Penyiaran Analog & Digital
    Digital : Televisi Digital atau Penyiaran Digital adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal video,audio serta data ke pesawat televise dengan kualitas siaran berakurasi dan resolusi tinggi.Teknologi digital memerlukan kanal siaran dengan laju sangat tinggi mencapai MBps.Sistem Standart Transmisi Digital Sistem transmisi digital melalui satelit ini menggunakan standart yang disebut DVB-S ( Digital Video broadcasting Satellite ) dan mempunyai 3 standart yaitu :
    1. DVT (Digital Television) Sistem ini sudah berlaku dan baru diterapkan di Amerika.
    2. DVB-T ( Digital Video broadcastingTerrestial ) Sistem yang berlaku dan sudah diterapkan di negara-negara Eropa
    3. ISDB-T ( Integrated Service Digital Broadcasting terrestial ) sistem yang berlaku di Jepang.

    Analok : Televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan/atau frekuensi dari sinyal seluruh sistem sebelum televisi dapat dimasukan ke analog. Sistem yang dipergunakan dalam televisi analog NTSC (national Television System Committee), PAL, dan SECAM. Kelebihan signal digital dibanding analog adalah ketahanannya terhadap gangguan (noise) dan kemudahannya untuk diperbaiki (recovery) di penerima dengan kode koreksi error (error correction code ).

    2. Penyiaran Network (IP Based)
    penyiaran network adalah penyiaran yang berbasih internet dimana dimana siaran TV dan Radio dapat dibuka di internet contoh MNC Radio Networks dimana acara – acara dari radio ini dapat kita akses dari internet dengan cara sign in atau pun langsung dapat di dengar dengan membuka situs atau web nya .

    3. Penyiaran Komersial dan Komunitas
    Penyiaran komersial : adalah penyiaran yang dimana setasiun TV/Radio tersebut melakukan Broadcast untuk mencari keuntungan bagi stasiun tersebut dimana dalam sengang acara mereka terdapat iklan yang menjadi sumber penghasilan mereka, selain itu pula luas jarak siar mereka cukup luas contohnya : RCTI, SCTV, TRANS TV, GLOBAL TV , TRANS7
    Penyiaran komunitas : ialah penyiaran yang dimana stasiun TV/Radio tersebut melakukan Broadcast hanya sebagai hobi dan tidak mencari keuntungan ataupun provid dan juga biasanya perlengkapan atau peralatan dan jangkauan siar mereka terbatas dalam program mereka juga seharusnya tidak adanya iklan karna sesunguhnya tujuan mereka tidak mencari keuntungan.

    4. Penyiaran Nasional (Goverment Operator)
    Penyiaran nasional ialah setasiun TV/Radio yang jarak jangkawan siarnya meliputi seluruh negri dan biasanya stasiun ini dimiliki oleh pemerintah sehinga fungsinya bukan untuk mendapatkan keuntungan sehinga seharusnya tidak ada iklan pada jeda acara setasiun TV/Radio ini dan fungsinya untuk menyebarkan informasi dari pemerintah kepada masyarakat, contoh dari stasiun TV yang termasuk dalam katagori ini adalah TVRI, TVRI ialah stasiun TV yang dimiliki oleh pemerintah indonesia yang fungsi utamanya untuk menyampaikan semuah informasi – informasi yang ada dari pemerintah kepada masyarakat dan informasi ini seharunya dapat di percaya karna ( informasi yang berasal dari stasiun TV yang di miliki pemerintah lebih mengetahui dan lebih lengkap daripada stasiun TV suatsa lainya) Contoh lainya adalah Radio Republik Indonesia ( RRI ) dimana stasiun Radio ini sama dengan TVRI, yaitu stasiun Radio ini dimiliki oleh pemerintah indonesia yang bertujuan sebagai alat yang menyebarkan informasi yang dapat di percaya dan bukan untuk mencari keuntungan radio ini biasanya memiliki acara khas dalam bidang budaya karna salah satu funsinya juga menjaga dan melestarikan budaya indonesia selain sebagai sumber informasi bagi masyarakat indonesia

    7. Audiens memiliki hak untuk memilih channel Radio dan TV, namun
    audiens (rakyat) tetap hanya sebagai korban yang menikmati siaran yang disuguhkan oleh stasiun TV dan Radio, Jelaskan hubungannya dengan teroi “jarum suntik” (500)

    Memang salah satu fungsi dari TV dan R adio adalah untuk membujuk dan meyakinkan pemirsa agar pemirsa ingin membeli ataupun melakukan sesuatu yang mereka sarankan tetapi bukan berari pula mereka dapat memaksakita serratus persen untuk membeli dan melakukan sesuatu yang mereka sarankan tetapi pada jaman sekarang masi saja ada stasiun TV dan Radio yang memaksa dan berusaha membuat penonton untuk melakukan atau membeli produk yang mereka iklankan dengan melakukan penerapan teori jarum suntik tetapi penonton pada era sekarang sudah tidak terlalu bodoh lagi jadi mereka tau mana acara ataupun iklan yang baik untuk mereka ataupun buruk bagi mereka alhasil malastasiun TV tersebu tidak dipercaya lagi bahkan sampai kehilangan penonton setia acara – acara di stasiun TV tersebut. Sebagai contoh dari Stasiun TV yang masi malakukan penerapan teori jarum suntik dapat kita analisis dari berita berikut “Merdeka.com – Ada cerita menarik di balik siaran langsung televisi berita dalam ajang Pilpres 2014. Dukungan berbeda antara pemilik kedua stasiun televisi berita tvOne dan MetroTV tampak pada pemberitaan.
    Kemarin, MetroTV menayangkan pendaftaran duet capres-cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla , tvOne memilih menyiarkan langsung deklarasi Prabowo-Hatta Rajasa, Senin (19/5).

    Perbedaan ini tak bisa dipisahkan dari sikap politik para pemilik kedua stasiun televisi. Pemilik MetroTV, Surya Paloh dikenal sebagai ketua umum Partai NasDem yang mendukung Jokowi- Jusuf Kalla. Sementara pemilik tvOne , Aburizal Bakrie memberikan dukungan kepada Prabowo. Bahkan ada juga pemilik televisi yang mendukung Prabowo yaitu Hary Tanoesoedibjo yang dikenal menguasai tiga televisi RCTI, GlobalTV, dan MNC TV.
    Hari ini, tvOne juga sudah menyiarkan langsung agenda duet Prabowo-Hatta ke TMP Kalibata, sementara MetroTV tidak menayangkan agenda tersebut.

    Apakah dukungan dari pemilik televisi ini akan bisa mempengaruhi opini publik? Mantan komisioner KPI Dadang Rahmat menyatakan sudah menjadi rahasia umum soal independensi media di saat pemiliknya berafiliasi ke dunia politik. Bahkan, konten yang ditayangkan kerap kali hanya menampilkan salah satu partai atau sosok yang didukung.

    “Masyarakat sendiri melihat bahwa media yang punya afiliasi dengan pemilik afiliasi politik cenderung secara kuantitatif paling tidak memberi kesempatan lebih kepada partai yang bersangkutan,” ungkap Dadang saat berbincang dengan merdeka.com, Selasa (20/5).

    Merujuk aktivitas politik yang tengah terjadi saat ini, Dadang yakin apa yang pernah terjadi pada Pemilu Legislatif (Pileg) lalu akan kembali terjadi. Beberapa media di mana para pemilik mendukung salah satu calon, maka porsi yang akan disampaikan cenderung berat sebelah.
    “Berkaca pada Pileg lalu, bukan tidak mungkin pada saat pilpres pun akan begitu,” ucapnya. ” bahwa kedua stasiun TV tersebut berusaha mempengaruhi penonton untuk memilih calon presiden yang mereka dukung dengan cara menerapkan perinsip cara kerja teori jarum suntik dengan cara menayangkan iklan dan berita yang menyangkut dengan calon presiden yang merekadukung secara terus menerus secara berkelanjutan dalam jangka waktu yang cukup panjang agar membuat pemirsa yang menyaksikan acara – acara di stasiun TV tersebut terbujuk untuk memilih pesangan calon presiden yang mereka dukung dan memunculkan sisi – sisi baik dan menutup – nutupi keburukan dari calon presiden mereka dukung. Walaupun masi banyak penonton yang terbujuk dan termakan dengan cara ini tetapi ada pula penonton Indonesia sudah tidak menerima informasi dari TV bulay – bulat lagi seperti dulu sehinga mereka tau mana hal yang harus mereka percayai dan tidak mereka percayai dan yang ada mereka tidak menyaksikan acara – acara yang ada di stasiun TV tersebut (http://www.merdeka.com/politik/pemilik-metrotv-di-sisi-jokowi-tvone-mnc-grup-di-sisi-prabowo.html tanggal 01/03/2015 jam 14:37 )

    Suka

  4. Rizki Audina
    KM 38-02
    1502140298
    Telkom University

    1. Fungsi radio dan televisi sebagai media massa:

    Televisi merupakan sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel atau ruang. Sistem ini menggunakan peralatan yang mengubah cahaya dan suara ke dalam gelombang elektronik dan mengkonversinya kembali ke dalam cahaya yang dapat dilihat dan suaranya dapat didengar.
    Televisi membawa berbagai kandungan informasi, dimana pesan-pesannya dalam kecepatan tinggi menyebar ke seluruh tempat yang dengan mudah diterima tanpa meributkan fasilitas yang terlalu beragam. Hal ini membuat orang bisa secara langsung mendapatkan informasi yang dibutuhkan tanpa membutuhkan waktu yang lama.
    Di sinilah peranan televisi demikian penting dan dibutuhkan oleh manusia. Dan menjadikan daya tarik menonton pada masyarakat demikian meningkat semakin tinggi. Dalam era informasi sekarang ini, televisi memang boleh dikatakan telah merebut minat masyarakat di berbagai penjuru dunia. Televisi menyajikan berbagai macam program tayangan baik yang berdasar realitas, rekaan dan ciptaan yang sama sekali baru. Televisi mengetengahkan berbagai siaran dalam berbagai bentuk ; berita, pendidikan, hiburan dan iklan. Televisi mempunyai kelebihan untuk menyajikan siaran secara langsung (live broadcasting) yang dapat mencapai Bahkan televisi seperti disampaikan oleh Patricia Edgar dapat memungkinkan terjadinya diskusi secara langsung, segera setelah menggunakan media tersebut, karena memang biasanya televisi dinikmati secara berkelompok. Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang digunakan untuk memancarkan dan menerima siaran gambar bergerak, baik itu yang monokrom “hitam putih” maupun warna, biasanya dilengkapi oleh suara.

    Radio Sama halnya dengan media massa lainnya, radio juga pada dasarnya mempunyai fungsi. Seperti yang diungkapakan oleh Effendy (1993:137-138), bahwa radio siaran mempunyai 4 fungsi sebagai berikut:
    1. Fungsi penerangan
    2. Fungsi pendidikan
    3. Fungsi hiburan
    4. Sarana propaganda
    Seperti yang telah diketahui, radio siaran bersifat audial, yang hanya dapat digunakan dengan cara didengarkan,tapi bukan berarti radio siaran tidak sanggup menjalankan fungsinya sebagai media penerangan. Radio dianggap sebagai media yang mampu menyiarkan informasi yang amat memuaskan walau hanya dilengkapi dengan unsur audio. Radio siaran dapat menjalankannya dalam bentuk siaran berita, wawancara, editorial udara, reportase langsung, talk show dan lain-lain.
    Sebagai media pendidikan, radio siaran merupakan sarana yang ampuh untuk menyiarkan acara pendidikan khalayak secara meluas dan serempak. Sebagian alokasi waktu siaran juga diisi oleh acara-acara hiburan bisa berupa musik maupun drama radio. Radio siaran juga merupakan sarana propaganda, bisa terlihat dengan banyaknya pemasang iklan yang memilih radio siaran sebagai sarana pemasangan iklannya.
    Penyampaian pesan melalui radio siaran, berbeda dengan penyampaian pesan melalui media massa lainnya. Komunikator yang menyampaikan pesan kepada komunikan melalui radio siaran harus dapat mengkombinasikan unsur-unsur penting dalam meningkatkan efektivitas pada siaran radio, yaitu sound effect, musik, dan kata-kata sehingga dapat diterima dengan baik oleh komunikan yang bersifat heterogen aktif, dan selektif, agar komunikasi yang dilakukan oleh komunikator berjalan efektif dan efisien.
    Radio bersifat auditif terbatas pada suara atau bunyi yang menerpa pada indra. Karnanya tidak menuntut khalayak memiliki kemampuan membaca, tidak menuntut kemampuan melihat, melainkan hanya kemampuan untuk mendengarkan. Begitu sederhananya untuk menikmati sajian radio. Seperti yang dikemukakan oleh Frank Jefkins mengenai karakteristik media radio yang menguntungkan (1996 : 101) yaitu:

    a. Murah
    b. Waktu transmisi tidak terbatas
    c. Suara manusia dan music
    d. Tidak memerlukan perhatian terfokus
    e. Teman setia

    2. Artikel tentang program-program TV swasta yang menyimpang dari fungsi utama penyiaran Radio dan TV
    “ Penyiaran acara pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina melanggar etika penyiaran ”
    Berita kompas 18 oktober 2014
    Penayangan acara Pernikahan Raffi Ahmad dengan Nagita Syalvina Tengker (Gigi), oleh Stasiun Tv Swasta Trans TV dan RCTI secara Live selama 24 jam,sejak dari acara adat siraman di masing rumah mempelai Kamis(16/10) dan acara akad nikah Jumat (17/10) di sebuah hotel mewah menambah panjangnya jumlah siaran TV kita yang tidak bermutu.
    Acara pernikahan presenter dahsyat Raffi Ahmad dengan Nagita Syalvina, disebut sebut sebagai pernikahan termahal abad ini. Di perkirakan menelan dana sekitarRp 5 milyar,-semakin mahalnya biaya perhelatan pernikahan Raffi dengan Nagita, membuat Trans TV tertarik untuk membeli hak penyiaran terhadap acara pernikahan itu.
    Kita memang tidak merasa apriori terhadap acara pernikahan Raffi Ahmad dengan Nagita Syalvina yang berbiaya mahal, tapi kita hanya apriori terhadap acara pernikahan itu yang di siarkan secara Live oleh Trans TV selama 24 jam dengan mengkemas judul mulai dari Menuju Janji Suci Raffi Ahmad dan Nagita, kemudian dengan judul Janji Suci Raffi Ahmad dan Nagita “ dengan menggunakan Frkwensi siaran yang seharusnya diperuntukkan bagi kepentingan hajat orang banyak.
    Persoalan Raffi dan Nagita dalam melangsungkan pernikahannya mau menghabiskan beraba milyar uang, dan mau berapa lama acara di gelar, serta mau berapa kota tempat acara digelar dan di tempat mewah mana acara di langsungkan, itu tidak menjadi urusan bagi kita, karena itu adalah hak mereka yang punya gawe.
    Akan tetapi persoalannya tentu menjadi lain ketika Trans TV dengan menggunakan Frekwensi yang seharusnya di pergunakan untuk penyiaran berita berita yang menyangkut kepentingan fublik dan bermamfaat untuk di tonton oleh fublik sesuai dengan peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) jelas bahwa masyarakat di rugikan. Berapa lama frekwensi milik rakyat yang steleit nya di beli dengan uang rakyat di gunakan oleh Trans TV terkuras untuk menyiarkan acara pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Syalvina yang tidak bermamfaat bagi masyarakat.
    Lantas apa tidakan yang di ambil oleh KPI, terhadap pelanggaran yang di lakukan oleh Trans TV? Apakah hanya dengan melayangkan surat tegoran saja, yang membuat Trans TV menghentikan penayangan acara pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Syalvina?. Ternyata jika benar KPI telah melayangkan surat tegoran kepada Trans TV, tentu Trans TV menghentikan penayangan acara pernikahan Raffli Ahmad dan Nagita Syalvina itu. Tapi kenyataannya Trans TV masih tetap melakukan penayangan acara pernikahan Raffi Ahmad dengan Nagita Syalvina samp
    “Program tersebut disiarkan dalam durasi waksu siar tidak wajar serta tidak memberikan manfaat kepada publik sebagai pemilik utuh frekuensi. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas perlindungan kepentingan publik,” demikian bunyi teguran KPI yang ditandatangani Ketua KPI, Judhariksawan, dalam rilis yang diterima Tribunnews, Jakarta, Jumat (17/10/2014).
    Berdasarkan telaah KPI, tayangan tersebut melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran KPI tahun 2012 Pasal 11 ayat (1) serta Standar Program Siaran KPI tahun 2012 pasal 12 ayat (2). Berdasarkan pelanggaran tersebut, KPI memberikan sanksi administrasi teguran tertulis kepada TransTV. Program tersebut menayangkan seluruh prosesi pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina selama 2 (dua) hari berturut-turut. KPI Pusat menilai siaran tersebut telah dimanfaatkan bukan untuk kepentingan publik. Program tersebut disiarkan dalam durasi waktu siar yang tidak wajar.
    3. Perbedaan Radio/TV Komersial dengan Radio/Televisi Komunitas
    Radio komunitas adalah stasiun siaran radio yang dimiliki, dikelola, diperuntukkan, diinisiatifkan dan didirikan oleh sebuah komunitas. Pelaksana penyiaran (seperti radio) komunitas disebut sebagai lembaga penyiaran komunitas. Radio komunitas juga sering disebut sebagai radio sosial, radio pendidikan, atau radio alternatif. Intinya, radio komunitas adalah “dari, oleh, untuk dan tentang komunitas”.
    Perbedaan Radio Komunitas dengan Radio Swasta
    Ada beberapa perbedaan antara radio komunitas dengan radio swasta yaitu, pengelolaan radio Komunitas berdasarkan hasil diskusi dan kesepakatan bersama warga sedangkan pengelolaan radio swasta berdasarkan hasil rating oleh surveyor dan juga selera/kreativitas pengelola. Radio komunitas mengutamakan kepentingan dan kebutuhan warga di wilayah tempat radio tersebut sedangkan radio swasta diarahkan kepada segmen pasar yang disasar. Dalam siarannya radio komunitas menyajikan tema-tema yang dibutuhkan warga setempat sedangkan radio swasta mengikuti keinginan dan selera pasar. Bahasa penyiar dalam radio komunitas mengikuti dialek lokal dan kebiasaan berbicara setempat sedangkan radio swasta cenderung mengikuti gaya bicara orang kota (Jakarta).
    Radio komunitas di Indonesia mulai berkembang pada tahun 2000. Radio komunitas merupakan buah dari reformasi politik tahun 1998 yang ditandai dengan dibubarkannya Departemen Penerangan sebagai otoritas tunggal pengendali media di tangan pemerintah. Keberadaan radio komunitas di Indonesia semakin kuat setelah disahkannya Undang-undang nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran.
    Saat ini di Indonesia terdapat lebih dari 300 radio komunitas. Radio-radio komunitas tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang sebagian di antaranya telah mengorganisasikan diri dalam oraganisasi Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI), Jaringan Independen Radio Komunitas (JIRAK CELEBES), Forum Radio Kampus Bandung, dan lain-lain.
    Jaringan Radio Komunitas Indonesia
    Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) dideklarasikan pada tahun 2002. Di dalam organisasi JRKI terdapat jaringan radio komunitas daerah yaitu JRK Sumatra Barat, JRK Lampung, JRK Jabotabek & Banten, JRK Jawa Barat, JRK Jawa Tengah, JRK Yogyakarta, JRK Jawa Timur, JRK Bali, JRK Lombok, JRK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, dan JRK Papua.
    agenda utama JRKI adalah advokasi terhadap penyiaran komunitas di Indonesia menuju demokratisasi penyiaran Radio komunitas sampai saat ini masih menghadapi kesulitan di regulasi. Setelah mendapat pengakuan dari UU Penyiaran tahun 2002, regulasi yang berada di bawahnya seperti Peraturan Pemerintah[1] yang mengatur lebih detail soal perizinan atau frekuensi masih belum mendukung perkembangan radio komunitas.
    Peran dan Fungsi
    Radio komunitas sebagai salah satu bagian dari sistem penyiaran Indonesia secara praktek ikut berpartisipasi dalam penyampaian informasi yang dibutuhkan komunitasnya, baik menyangkut aspirasi warga masyarakat maupun program-program yang dilakukan pemerintah untuk bersama-sama menggali masalah dan mengembangkan potensi yang ada di lingkungannya. Keberadaaan radio komunitas juga salah satunya adalah untuk terciptanya tata pemerintahan yang baik dengan memandang asas-asas sebagai berikut:
    Hak asasi manusia
    Bahwa kemerdekaan menyampaikan pendapat dan memperoleh informasi melalui penyiaran sebagai perwujudan hak asasi manusia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dilaksanakan secara bertanggungjawab, selaras dan seimbang antara kebebasan dan kesetaraan menggunakan hak antarelemen di Indonesia.

    Keadilan
    Bahwa untuk menjaga integrasi nasional, kemajemukan masyarakat dan terlaksananya otonomi daerah maka perlu dibentuk sistem penyiaran nasional yang menjamin terciptanya tatanan system penyiaran yang adil, merata dan seimbang guna mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
    Pengelolaan, pengalokasian dan penggunaan spektrum frekuensi radio harus tetap berlandaskan pada asas keadilan bagi semua lembaga penyiaran dan pemanfaatannya dipergunakan untuk kemakmuran masyarakat seluas-luasnya, sehingga terwujud diversity of ownership dan diversity of content dalam dunia penyiaran.
    Informasi
    Bahwa lembaga penyiaran (radio) merupakan media informasi dan komunikasi yang mempunyai peran penting dalam penyebaran informasi yang seimbang dan setimpal di masyarakat, memiliki kebebasan dan tanggungjawab dalam menjalankan fungsinya sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, kontrol serta perekat sosial.
    Radio Based Community Development and Disaster Risk Reduction
    Peran radio komunitas telah dikembangkan menjadi sarana pengembangan komunitas dan program pengurangan risiko bencana. Program ini dikembangkan oleh Dompet Dhuafa Republika, sebuah lembaga pemberdaya yang dikenal luas dalam upaya pemberdayaan masyarakar marjinal dan penanganan bencana. Pada pelaksanannya Dompet Dhuafa bekerjasama dengan radio komunitas dan RRI.
    Sebagai Promosi Budaya Lokal
    radio komunitas memliki peran yang cukup penting dalam mempromosikan budaya lokal tempat radio komunitas didirikan. Radio Primadona FM, Bayan, Lombok Barat menyelenggarakan acara Selemor Hate, acara yang seluruhnya menggunakan bahasa dan lagu-lagu lokal dan menceritakan sejarah masa lalu desa dan wilayah setempat.
    Sebagai Kontrol Pembangunan
    Peran radio komunitas juga mempunyai fungsi kontrol terhadap kinerja pemerintah didaerah tempat radio komunitas didirikan. Sebagai contoh, Radio Ampera 29,45 FM di Sekotong, dan Radio Rakola FM, di Labuapi, Lombok menyiarkan beberapa berita temuan (hasil investigasi lapangan) mereka terhadap pelaksanaan program-program pembangunan di wilayahnya, terutama berkaitan dengan proyek-proyek dari luar (pemerintah, bantuan luar negeri seperti PPK dan sebagainya). Berita-berita yang dilansir terutama untuk memberikan informasi tentang perkembangan pembangunan wilayahnya, termasuk membangun transparansi penggunaan dana program dan implementasinya di lapangan.
    Diversivikasi Media Radio Komunitas
    Untuk melakukan mempererat hubungan dan tukar-menukar informasi antar radio komunitas maka CRI (Combine Resource Institution) memperkenalkan sistem informasi antar komunitas yang disebut dengan SIAR (Saluran Informasi Akar Rumput). Sistem ini menghubungkan radio-radio komunitas melalui teknologi internet sehingga selain siaran mereka juga meng-upload materi siara melalui web suara komunitas[3].
    Kendala Radio Komunitas
    Keterbatasan Frekuensi dan Jangkauan
    Radio komunitas saat ini hanya diperbolehkan beroperasi pada tiga kanal. Menurut ketentuan Kepmenhub no 15 tahun 2002 dan no 15A tahun 2003 yakni di frekuensi FM 107,7 Mhz; 107,8 Mhz; 107,9 Mhz, dengan jangkauan yang terbatas yaitu power maskimal 50 watt dan jangkauan layanan maksimal 2,5 km.
    Minimnya Partisipasi Komunitas
    Berkembangnya radio komunitas bak jamur di musim hujan. Yang sangat terlihat jelas adalah banyaknya keinginan dari pihak luar untuk mendorong agar komunitasnya tertarik untuk memiliki radio komunitas. Banyak juga yang kemudian terjebak pada soal “keinginan” untuk mengangkat agendanya sendiri ketimbang memfasilitasi dan mendorong komunitasnya agar dapat mewujudkan radio komunitas.
    4. TV dan radio sebagai media paling efektif untuk menjangkau end user
    Dunia ini dengan segala isi dan peristiwanya tidak bisa melepaskan diri dari kaitannya dengan media massa demikian juga sebaliknya, media massa tidak bisa melepaskan diri dari dunia dengan segala isi dan peristiwanya. Hal ini disebabkan karena hubungan antara keduanya sangatlah erat sehingga menjadi saling bergantung dan saling membutuhkan. Segala isi dan peristiwa yang ada di dunia menjadi sumber informasi bagi media massa. Selanjutnya, media massa mempunyai tugas dan kewajiban selain menjadi sarana dan prasarana komunikasi untuk mengakomodasi segala jenis isi dunia dan peristiwa-peristiwa di dunia ini melalui pemberitaan atau publikasinya dalam aneka wujud (berita, artikel, laporan penelitian, dan lain sebagainya) dari yang kurang menarik sampai yang sangat menarik, dari yang tidak menyenangkan sampai yang sangat menyenangkan tanpa ada batasan kurun waktu.
    Kehadiran televisi di dunia telah membawa dampak yang besar bagi umat manusia. Televisi membawa berbagai kandungan informasi, pesan-pesan yang dalam kecepatan tinggi menyebar ke seluruh pelosok dunia. Menjadi berbagai alat bagi berbagai kelompok untuk menyampaikan berbagai pesan untuk bermacam kalangan masyarakat.. Hal ini membuat orang bisa secara langsung mendapatkan informasi yang dibutuhkan tanpa membutuhkan waktu yang lama. Di sinilah peranan televisi demikian penting dan dibutuhkan oleh manusia. Dan menjadikan daya tarik menonton pada masyarakat demikian meningkat semakin tinggi. Oleh karenanya, televisi dan media massa sangat menarik untuk dibahas lebih jauh sebagai tambahan sumber informasi bagi pembaca.
    Televisi adalah sumber daya yang terbuka bagi semua orang dalam masyarakat industri dan semakin mengalami pertumbuhan di negara-negara berkembang. Ia juga sumber bagi pengetahuan populer tentang dunia dan semakin membuat kita menjalin kontak, meskipun malalui perantara. Televisi merupakan media massa yang mana dalam perkembangannya cukup kompleks dan signifikan. Televisi menyajikan banyak aspek yang dapat dinikmati oleh manusia, selain suara dan gambar, televisi juga memberikan kemudahan manusia dalam melihat informasi secara nyata lewat gambar, sehingga membawa manusia dalam pengetahuan baru di sebuah program tertentu. Sebagai media massa, televisi memiliki kelebihan dan kekurangan, yaitu:
    1. Televisi merupakan perpaduan audio-visual sehingga dengan demikian televisi memberikan kesan sebagai penyampai isi atau pesan seolah-olah secara langsung antara komunikator (pembawa acara atau pengisi acara) dengan komunikan (pemirsa). Informasi yang disampaikan melalui televisi mudah dimengerti karena secara bersamaan bisa didengar dan dilihat. Bahkan televisi bisa berperan sebagai alat komunikasi dua arah, khususnya dalam acara-acara ‘live show’.
    2. Teknologinya yang telah menggunakan gambar dan suara, sehingga dapat memberikan kejelasan sebuah informasi yang terdapat di media televisi.
    3. Sistem produksi yang cukup rumit dalam memproduksi sebuah pesan untuk disampaikan pada khalayak, dibandingkan radio dan majalah.
    4. Pendistribusian pesannya kepada khalayak tidak seaktual radio, dikarenakan proses produksinya yang komplek begitu halnya dengan majalah dimana dalam pendistribusiannya cukup memakan waktu.
    5. Televisi mempunyai kelebihan untuk menyajikan siaran secara langsung (live broadcasting) bahkan televisi seperti disampaikan oleh Patricia Edgar dapat memungkinkan terjadinya diskusi secara langsung, segera setelah menggunakan media tersebut, karena memang biasanya televisi dinikmati secara berkelompok.
    Tentu saja kelebihan dan kelemahan televisi mempunyai tidak sedikit pengaruh kepada pemirsanya. Semakin unsur kelebihan digunakan maka akan semakin besar pula kecenderungan untuk menikmatinya. Demikian sebaliknya pula bila unsur kelemahan yang lebih mendominasi maka hasilnya akan ditinggalkan khalayaknya.

    5. Radio AM sangat jauh jangkauannya dibandingkan Radio berbasis FM. Jelaskan secara rinci:
    AM
    Adalah salah satu bentuk modulasi dimana amplitudo sinyal pembawa di variasikan secara proposional berdasarkan sinyal pemodulasi (sinyal informasi).
    Frekuensi sinyal pembawa tetap konstan.
    Contoh dari amplitude modulation adalah metode pertama kali yang digunakan untuk menyiarkan radio komersil.
    Kelemahannya:
    dapat terganggu olehgangguan atmosfir
    Bandwith yang sempit juga membatasi kualitas suara yang dapat dipancarkan.
    FM
    suatu bentuk modulasi dimana frekuensi sinyal pembawa divariasikan secara proposional berdasarkan amplitudo sinyal input.
    Amplitudo sinyal pembawa tetap konstan.
    Kelebihan dari frequency modulation adalah:
    Modulasi frekuensi memerlukan bandwidth yang lebih lebar daripada modulasi amplitudo.
    FM lebih tahan terhadap gangguan sehingga di pilih untuk sebagai modulasi standart untuk frekuensi tinggi.
    Noise lebih kecil (kualitas lebih baik)
    Daya yang dibutuhkan lebih kecil
    Gelombang AM (Amplitudo Modulation) memiliki range jangkauan yang lebih luas daripada gelombang FM (Frekuensi Modulation). Hal tersebut dikarenakan gelombang AM memiliki panjang gelombang yang lebih panjang dibanding gelombang FM. Akan tetapi dalam perjalanannya mencapai penerima, gelombang akan mengalami redaman (fading) oleh udara, mendapat interferensi dari frekuensi-frekuensi lain, noise, atau bentuk-bentuk gangguan lainnya. Gangguan-gangguan itu umumnya berupa variasi amplitudo sehingga mau tidak mau akan mempengaruhi amplitudo gelombang yang terkirim. Akibatnya, informasi yang terkirim pun akan berubah dan mengurangi mutu informasi yang diterima.
    Berbeda dengan gelombang AM, gelombang FM bebas dari pengaruh gangguan udara, bandwidth (lebar pita) yang lebih besar, dan fidelitas yang tinggi. Frekuensi yang dialokasikan untuk siaran FM berada diantara 88 – 108 MHz, dimana pada wilayah frekuensi ini secara relatif bebas dari gangguan baik atmosfir maupun interferensi yang tidak diharapkan. Selain itu, Saluran siar FM standar menduduki lebih dari sepuluh kali lebar bandwidth (lebar pita) saluran siar AM. Hal ini disebabkan oleh struktur sideband nonlinear yang lebih kompleks dengan adanya efek-efek (deviasi) sehingga memerlukan bandwidth yang lebih lebar dibanding distribusi linear yang sederhana dari sideband-sideband dalam sistem AM.
    Kesimpulan:
    Setelah melihat hasil analisa komparasi antara gelombang FM dan AM yang menunjukkan bahwa walaupun gelombang AM dapat menembus jangkauan yang lebih luas akan tetapi tidak seperti gelombang FM yang lebih tahan terhadap nois, maka gelombang FM dengan banyak karakteristik yang tidak dimiliki gelombang AM merupakan jenis modulasi yang lebih baik untuk digunakan dalam transver data audio dari pada gelombang AM.
    6. Penyiaran Analog & Digital:
    Televisi digital atau DTV adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Televisi digital merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital, perkembangan dari sistem siaran analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit data seperti komputer.Secara teknis, pita spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk televisi analog dapat digunakan untuk penyiaran televisi digital. Perbandingan lebar pita frekuensi yang digunakan teknologi analog dengan teknologi digital adalah 1 : 6. Jadi, bila teknologi analog memerlukan lebar pita 8 MHz untuk satu kanal transmisi, teknologi digital dengan lebar pita yang sama (menggunakan teknik multipleks) dapat memancarkan sebanyak 6 hingga 8 kanal transmisi sekaligus untuk program yang berbeda. TV digital ditunjang oleh teknologi penerima yang mampu beradaptasi sesuai dengan lingkungannya. Sinyal digital dapat ditangkap dari sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi sama sehingga daerah cakupan TV digital dapat diperluas. TV digital memiliki peralatan suara dan gambar berformat digital seperti yang digunakan kamera video.
    Penyiaran Network (IP Based)
    Pengertian IPTV atau Televisi protokol Internet adalah layanan televisi dengan jaringan Internet yang menggunakan arsitektur jaringan dan metode suite protokol Internet melalui paket-switched Jaringan Infrastruktur, misalnya, Internet dan jaringan Internet akses broadband , bukan menggunakan frekuensi radio, sinyal satelit, dan televisi kabel.
    IPTV layanan Mei Jadilah Berbintang Ke tiga kelompok utama: TV, waktu bergeser pemrograman, dan video on demand (VOD). Hal ini Distinguished dari layanan internet berbasis web atau multimedia berbasis umum dengan proses Standardisasi on-akan-nya (misalnya, Institut Standar Telekomunikasi Eropa) dan skenario penyebaran Preferential dalam jaringan Telekomunikasi berbasis pelanggan dengan saluran akses berkecepatan tinggi pengguna akhir bangunan Ke melalui kotak set-top atau lain-lokasi pelanggan tetap.
    Secara historis, banyak definisi yang berbeda-beda IPTV Apakah Muncul, Termasuk dasar stream melalui jaringan IP, transportasi sungai melalui jaringan IP dan sejumlah sistem berpemilik.
    Definisi resmi disetujui oleh kelompok Telekomunikasi fokus pada IPTV International Union (ITU-T FG IPTV) adalah sebagai BERIKUT:
    “IPTV didefinisikan sebagai layanan multimedia diantaranya televisi / video / audio / text / grafik / data yang disampaikan melalui jaringan berbasis IP. System ini mampu memberikan tingkat kualitas pelayanan dan pengalaman, keamanan, interaktivitas dan keandalan yang dibutuhkan.”
    Definisi Lain yang resmi dan lebih rinci IPTV datang dari Alians Telecomunication Industry Solution (ATIS), IPTV eksplorasi Group pada tahun 2005:
    IPTV didefinisikan sebagai pengiriman aman dan dapat diandalkan untuk pelanggan dari hiburan video dan layanan terkait. Layanan tersebut meliputi Mei, misalnya, Live TV, Video On Demand (VOD) dan Interactive TV (iTV). Layanan ini di mengakses Disampaikan agnostik, packet switched protokol jaringan mempekerjakan Itu IP untuk mengangkut audio, video dan sinyal kontrol. Berbeda dengan video melalui Internet publik, dengan penyebaran IPTV, keamanan jaringan dan kinerja yang ketat berhasil Memastikan pengalaman hiburan unggul, Hasil dalam lingkungan bisnis yang menarik bagi penyedia konten, pengiklan dan sama Pelanggan.
    Salah satu definisi untuk konsumen IPTV ini untuk transportasi program satu atau beberapa sungai (MPTS) yang bersumber oleh operator jaringan yang sama memiliki atau langsung kontrol itu mil yang “terakhir” ke lokasi konsumen [rujukan?]. Ini kontrol atas Memungkinkan pengiriman Dijamin kualitas pelayanan (QoS), Dan Juga Memungkinkan penyedia layanan untuk menawarkan pengalaman pengguna yang ditingkatkan sebagai panduan program yang lebih baik seperti itu, layanan interaktif dll
    Di lingkungan komersial IPTV banyak digunakan untuk distribusi TV, saluran playout video dan Video on Demand (VOD) materi di LAN atau WAN IP jaringan infrastruktur, dengan QoS dikontrol.
    Penyiaran Komersial dan Komunitas
    Ada beberapa perbedaan antara radio komunitas dengan radio swasta yaitu, pengelolaan radio Komunitas berdasarkan hasil diskusi dan kesepakatan bersama warga sedangkan pengelolaan radio swasta berdasarkan hasil rating oleh surveyor dan juga selera/kreativitas pengelola. Radio komunitas mengutamakan kepentingan dan kebutuhan warga di wilayah tempat radio tersebut sedangkan radio swasta diarahkan kepada segmen pasar yang disasar. Dalam siarannya radio komunitas menyajikan tema-tema yang dibutuhkan warga setempat sedangkan radio swasta mengikuti keinginan dan selera pasar. Bahasa penyiar dalam radio komunitas mengikuti dialek lokal dan kebiasaan berbicara setempat sedangkan radio swasta cenderung mengikuti gaya bicara orang kota (Jakarta).
    Radio komunitas di Indonesia mulai berkembang pada tahun 2000. Radio komunitas merupakan buah dari reformasi politik tahun 1998 yang ditandai dengan dibubarkannya Departemen Penerangan sebagai otoritas tunggal pengendali media di tangan pemerintah. Keberadaan radio komunitas di Indonesia semakin kuat setelah disahkannya Undang-undang nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran.

    Penyiaran Nasional
    Sistem Penyiaran Nasional adalah tatanan penyelenggaraan penyiaran nasional berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku menuju tercapainya dasar, asas, tujuan, fungsi, dan arah penyiaran nasional.

    7. Audiens memiliki hak untuk memilih channel Radio dan TV, namun audiens (rakyat) tetap hanya sebagai korban yang menikmati siaran yang disuguhkan oleh stasiun TV dan Radio, Jelaskan hubungannya dengan teroi “jarum suntik”
    Istilah model jarum hipodermik dalam komunikasi massa diartikan sebagai media massa yang dapat menimbulkan efek yang kuat, langsung, terarah,dan segera. Efek yang segera dan langsung itu sejalan dengan pengertian Stimulus-Respon yang mulai dikenal sejak penelitian dalam psikologi tahun 1930-an.
    Model jarum suntik pada dasarnya adalah aliran satu tahap (one step flow), yaitu media massa langsung kepada khalayak sebagai mass audiance. Model ini mengasumsikan media massa secara langsung, cepat, dan mempunyai efek yang amat kuat atas mass audiance. Media massa ini sepadan dengan teori Stimulus-Response (S-R) yang mekanistis dan sering digunakan pada penelitian psikologi antara tahun 1930 dan 1940. Teori S-R mengajarkan, setiap stimulus akan menghasilkan respons secara spontan dan otomatis seperti gerak refleks. Seperti bila tangan kita terkena percikan api (S) maka secara spontan, otomatis dan reflektif kita akan menyentakkan tangan kita (R) sebagai tanggapan yang berupa gerakkan menghindar. Tanggapan di dalam contoh tersebut sangat mekanistis dan otomatis, tanpa menunggu perintah dari otak.
    Teori peluru atau jarum hipodermik mengansumsikan bahwa media memiliki kekuatan yang sangat perkasa dan komunikan dianggap pasif atau tidak tahu apa-apa. Teori ini mengansumsikan bahwa seorang komunikator dapat menembakkan peluru komunikasi yang begitu ajaib kepada khalayak yang tidak berdaya (pasif).
    C. Menurut Para Ahli
    Menurut Elihu Katz, model ini berasumsi :
    1. Media massa sangat ampuh dan mampu memasukkan ide-ide pada benak komunikan yang tak berdaya.
    2. Khalayak yang tersebar diikat oleh media massa, tetapi di antara khalayak tidak saling berhubungan.
    Model Hypodermic Needle tidak melihat adanya variable-variable antara yang bekerja diantara permulaan stimulus dan respons akhir yang diberikan oleh mass audiance. Elihu Katz dalam bukunya, “The Diffusion of New Ideas and Practices” menunjukkan aspek-aspek yang menarik dari model hypodermic needle ini, yaitu
    1. Media massa memiliki kekuatan yang luar biasa, sanggup menginjeksikan secara mendalam ide-ide ke dalam benak orang yang tidak berdaya.
    2. Mass audiance dianggap seperti atom-atom yang terpisah satu sama lain, tidak saling berhubungan dan hanya berhubungan dengan media massa. Kalau individu-individu mass audience berpendapat sama tentang suatu persoalan, hal ini bukan karena mereka berhubungan atau berkomunikasi satu dengan yang lain, melainkan karena mereka memperoleh pesan-pesan yang sama dari suatu media (Schramm, 1963)
    Model Hypodermic Needle cenderung sangat melebihkan peranan komunikasi massa dengan media massanya. Para ilmuwan sosial mulai berminat terhadap gejala-gejala tersebut dan berusaha memperoleh bukti-bukti yang valid melalui penelitian-penelitian ilmiah.
    Teori Peluru yang dikemukakan Schramm pada tahun 1950-an ini kemudian dicabut kembali tahun 1970-an, sebab khalayak yang menjadi sasaran media massa itu tenyata tidak pasif. Pernyataan Schramm ini didukung oleh Lazarsfeld dan Raymond Bauer.
    Lazarfeld mengatakan bahwa jika khalayak diterpa peluru komunikasi, mereka tidak jatuh terjerembab, karena kadang-kadang peluru itu tidak menembus. Ada kalanya efek yang timbul berlainan dengan tujuan si penembak. Sering kali pula sasaran senang untuk ditembak. Sedangkan Bauer menyatakan bahwa khalayak sasaran tidak pasif. Mereka secara aktif mencari yang diinginkannya dari media massa, mereka melakukan interpretasi sesuai dengan kebutuhan mereka.
    Sejak tahun 1960-an banyak penelitian yang dilakukan oleh para pakar komunikasi yang ternyata tidak mendukung teori ini. Hasil dari serangkaian penelitian itu menghasilkan suatu model lain tentang proses komunikasi massa, sekaligus menumbangkan model Hipodermic Needle. Kemudian muncullah teori limited effect model (model efek terbatas).

    Suka

  5. Reblogged this on nancycitra and commented:
    1. Fungsi radio dan televisi sebagai media massa
    Media massa memiliki arti yang bermacam – macam bagi masyarakat dan memiliki banyak fungsi, tergantung pada jenis sistem politik dan ekonomi dimana media itu berfungsi, tingkat perkembangan masyarakat, dan minat serta kebutuhan individu tertentu. Sulit di bayangkan masyarakat modern tanpa media massa seperti surat kabar, majalah, buku, radio, TV, dan fim. Namun selain memiliki fungsi, media juga mempunyai banyak disfungsi, yakni konsekuensi yang tidak diinginkan masyarakat atau anggota masyarakat. Ada pun fungsi-fungsi media massa adalah sebagai berikut :

    Surveillance (pengawasan)
    Fungsi pengawasan komunikasi massa dibagi dalam bentuk utama :

    a. Warning or beware surveillance (pengawasan peringatan)

    Fungsi pengawasan peringatan terjadi ketika media massa menginformasikan tentang ancaman dari angin topan, meletusnya gunung merapi, kondisi yang memprihatinkan, tayangan inflasi atau adanya serangan militer. Peringatan ini dengan serta merta dapat menjadi ancaman. Sebuah stasiun televise mengelola program untuk menayangkan sebuah peringatan atau menayangkannya dalam jangka panjang. Sebuah surat kabar memuat secara berseri, bahaya polusi udara, dan pengangguran. Kendati banyak informmasi yang menjadi peringatan atau ancaman serius bagi masyarakat yang dimuat oleh media, banyak pula orang yang tidak mengetahui tentang ancaman itu.

    b. Instrumental surveillance (pengawasan instrumental.

    Fungsi pengawasan Instrumental adalah penyampaian atau penyebaran informasi yang memiliki kegunaan atau dapat membantu khalayak dalam kehidupan sehari-hari. Berita tentang film apa yang sedang dimainkan di bioskop, bagaimana harga-harga saham di bursa efek, prroduk-produk baru, ide-ide tentang mode, resep masakan dan sebagainya, adalah contoh-contoh pengawasan instrumental. Majalah people and reader’s Digest menampilkan sebuah fuingsi pengawasan instrumental.

    Interpretation (penafsiran)
    Fungsi penafsiran hampir sama dengan fungsi pengawasan. Media massa tidak hanya memasok fakta dan data, tetapi juga memberikan penafsiran terhadap kejadian-kejadian penting. Organisasi atau industri media memilih atau memutuskan peristiwa-peristiwa yang dimuat atau ditayangkan.

    Penafsiran tidak terbatas pada tajuk rencana. Rubrik atau yang disajikanpun memberikan analisis kasus dibelakang peristiwa yang menjadi berita utama, misalnya tentang kebijakan pemerintah, pemilihan umum dan lainnya. Selain surat kabar, siaran radio dan televisi pun memiliki fungsi penafsiran, seeperti tayangan acara “Derap Hukum” di SCTV, dan tayangan penafsiran sejenis lainnya.

    Tujuan penafsiran media ingin mengajak para pembaca/ pemirsa untuk memperluas wawasan dan membahasnya lebih lanjut dalam komunikasi antarpersonal/ komunikasi kelompok.

    Pertalian/linkage
    Media massa dapat menyatukan anggota masyarakat yang beragam, sehingga membantuk linkage (pertalian) berdasarkan kepentingan dan minat yang sama tentang sesuatu. Contoh kasus di Indonesia : kasus Presiden SBY yang sebelumnya menjadi Menkopolkam dalam jajaran kabinet Gotong Royong Presiden Megawati Soekarno Putri. Ketika beliau jarang diajak rapat kabinet dan kemudian mengundurkan diri, maka tayangan beritanya ditelevisi, siaran radio, dan surat kabar telah menaikkan pamor Partai Demokrat yang mencalonkan SBY sebagai calon Presiden. Dalam Pemilu 2004 lalu perolehan suara Partai Demokrat mencuat dan mengalahkan partai besar sebelumnya, seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB). Masyarakat yang tersebat telah dipertalikan oleh media massa untuk memilih Partai Demokrat. Kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan yang sama tetapi terpisah secara geografis dipertalikan/ dihubungkan oleh media.

    Ppenyebaran Nilai-Nilai
    Fungsi ini juga disebut sosialitation (sosialisasi), sosialisasi mengacu pada cara, dimana individu mengadopsi perilaku dan nilai kelompok. Media massa yang mewakili gambaran masyarakat itu ditonton, didengar, dan dibaca. Media massa memperlihatkan kepada kita bagaimana mereka bertindak dan apa yang mereka harapkan. Dengan kata lain, media mewakili kita dengan model peran yang kita amati dengan harapan untuk menirunya. Sebuah penelitian menunjukan bahwa banyak remaja belajar tentang perilaku berpacaran dari menonton film dan acara televisi yang mengisahkan tentang pacaran, termasuk pacaran yang agak bebas/ agak liberal.

    Di antara media massa, televisi sangat berpotensi untuk terjadinya sosialisasi (penyebaran nilai-nilai) pada anak muda, terutama anak-anak yang telah melampaui usia 16 tahun, yang banyak menghabiskan waktunya menonton televisi dibanding kegiatan lainnya, kecuali tidur.

    Hiburan/Entertaiment
    Beberapa stasiun televisi merupakan media massa yang mengutamakan sajian hiburan, begitu pun siaran radio. Demikian pula halnya dengan majalah. Berdasarkan hasil penelitian, siaran langsung olah raga yang ditayangkan televisi diminati paling banyak masyarakat.

    Pernyataan ini diperkuat oleh pendapan seorang ahli sosiologi John Tulamin dan Charles Page (dalam rahmat, 1996) yang menyatakan bahwa meningkatnya olah raga secara luar biasa sebagai hiburan massa setelah berakhirnya Perang Dunia II, sebagian besar merupakan hasil dari televisi. Fungsi dari media massa sebagai fungsi menghibur tiada lain tujuannya adalah untuk mengurangi ketengangan pikiran khalayak, karena dengan membaca berita-berita ringan atau melihat tayangan hiburan di televisi dapat membuat pikiran khalayak segar kembali.

    Suka

Apa Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s