BAGAIAMANA PROSES TERJADINYA KESEPAKATAN YANG BISA MELAHIRKAN ATURAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT DAN ATURAN DIGUNAKAN SEBAGAI CIKAL BAKAL LAHIRNYA HUKUM, NAMUN HUKUM BISA DISALAH-GUNAKAN SEBAGAI ALAT KEKUASAAN, BERIKAN CONTOH KASUS TENTANG HUKUM HANYA BISA DITEGAKKAN DENGAN ADANYA KEKUASAAN

hukum kapitaselekta
HUKUM DAN KEKUASAAN

Masyarakat tradisional hanya mengandalkan kesepakatan bersama dalam mengatur tata kehidupan bermasyarakat, namun karena perkembangan hubungan komunikasi dalam kekerabatan manusia maka kesepakatan-kesepakatan itu melahirkan peraturan baik lisan maupun tulisan. Peraturan yang lahir dari kebutuhn komunikasi antar manusia, melahirkan hukum yang tentu memiliki konsekwensi atas pelanggaran hukum itu sendiri.

Satjipto Rahardjo    ( 1993 : 13 ) menyatakan, bahwa masyarakat dan ketertiban merupakan dua hal yang berhubungan sangat erat, bahkan bisa juga dikatakan sebagai dua sisi  dari satu mata uang. Susah untuk mengatakan adanya masyarakat tanpa ada suatu ketertiban, bagaimanapun kualitasnya. Kehidupan dalam masyarakat sedikit banyak berjalan dengan tertib dan teratur didukung oleh adanya suatu tatanan, karena tatanan inilah kehidupan menjadi tertib.

Penegakkan Hukum, tujuannya untuk menjamin rasa keadilan masyarakat dalam penegakan hukum terlihat dari apa yang diungkapkan oleh Zudan Arif Fakrullah, bahwa ”Penegakan hukum merupakan pusat dari seluruh “aktivitas kehidupan” hukum yang dimulai dari perencanaan hukum, pembentukan hukum, penegakan hukum dan evaluasi hukum. Penegakan hukum pada hakikatnya merupakan interaksi antara berbagai perilaku manusia yang mewakili kepentingan-kepentingan yang berbeda dalam bingkai aturan yang telah disepakati bersama. Oleh karena itu, penegakan hukum tidak dapat semata-mata dianggap sebagai proses menerapkan hukum sebagaimana pendapat kaum legalistik. Namun proses penegakan hukum mempunyai dimensi yang lebih luas daripada pendapat tersebut, karena dalam penegakan hukum akan melibatkan dimensi perilaku manusia. Dengan pemahaman tersebut maka kita dapat mengetahui bahwa problem-problem hukum yang akan selalu menonjol adalah problema “law in action” bukan pada “law in the books”.

BAGAIAMANA PROSES TERJADINYA KESEPAKATAN YANG BISA MELAHIRKAN ATURAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT DAN ATURAN DIGUNAKAN SEBAGAI CIKAL BAKAL LAHIRNYA HUKUM, NAMUN HUKUM BISA DISALAH-GUNAKAN SEBAGAI ALAT KEKUASAAN, BERIKAN CONTOH KASUS TENTANG HUKUM HANYA BISA DITEGAKKAN DENGAN ADANYA KEKUASAAN. (500 KATA)