Sosiologi Komunikasi

manusia purbaSosiologi komunikasi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang ilmu komunikasi dari sudut sosiologis. Dalam sosiologi komunikasi ini membahas tentang tinjauan sosiologis terhadap komunikasi baik sebagai aktivitas sosial, interaksi sosial antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan kelompok- dengan kelompok maupun efek sosial dari komunikasi dalam masyarakat tersebut.

Sosiologi adalah ilmu masyarakat atau ilmu kemasyarakatan yang mempelajari manusia sebagai anggota golongan atau masyarakatnya masyarakatnya, dengan ikatan-ikatan adat, kebiasaan, kepercayaan atau agamanya, tingkah laku serta keseniannya atau yang disebut kebudayaan yang meliputi segala segi kehidupannya. Ilmu sosiologi juga ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala ekonomi dengan agama , keluarga dengan moral hukum dengan ekonomi , gerak masyarakat dengan politik dan sebagainya

Komunikasi adalah suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Menurut Onong Uchyana mengatakan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian pikiran , atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan).  bisa merupakan gagasan , informasi , opini , dan lain-lain yang muncul dari benaknya . Perasaan bisa berupa keyakinan , kepastian , keraguan , kekhawatiran , kemarahan , keberanian , kegairahan , dan sebagainya yang timbul dari lubuk hati

Jadi Hubungan antara sosiologi dengan ilmu komunikasi adalah saling berkesinambungan atau saling bergantung , antara kehidupan sosial masyarakat dengan proses komunikasi yang tidak bisa lepas satu sama lain. Proses sosiologi dalam kehidupan terus berjalan , begitu juga dengan komunikasi . Suatu proses yang sama-sama akan terus berkembang , seperti halnya sosiologi

komunikasi sudah merupakan bagian kekal dari kehidupan manusia seperti halnya bernafas . Sepanjang manusia ingin hidup , ia perlu berkomunikasi. komunikasi dan masyarakat adalah dua kata kembar yang tidak dapat di pisahkan satu sama lain . kesimpulannya tanpa komunikasi tidak mungkin masyarakat terbentuk , sebaliknya tanpa masyarakat  maka manusia tidak mungkin dapat mengembangkan komunikasi.

Contoh kasus disini seperti halnya jejaring sosial yang sedang booming saat ini yaitu facebook, mungkin awalnya itu adalah akun pribadi tetapi tanpa disadari semua yang ada di facebook bisa dikonsumsi masyarakat umum. Seperti saat menulis status jadi yang kita luapkan semua bisa dibaca oleh siapapun. Tetapi saat ini facebook bukan hanya memiliki nilai positif untuk media pertemanan atau mencari teman sekarang bisa juga untuk kriminalitas contohnya penculikan . awalnya korban hanya terpancing untuk bertemu langsung sampai akhirnya disitulah aksi kriminalitas terjadi. Tapi memang kita tidak menutup kemungkinan masih adanya kejahatan atau kesalahan yang dibuat oleh para pengguna internet. Maka itu diharapkan adanya cyberlaw dan pengawasan yang dari pemerintah pusat Indonesia yang mulai menjadikan kecanggihan teknologi media perhatian. Karena kecanggihan teknologi media tidak akan bisa dibendung begitu pula pemanfaatannya. Yang bisa dilakukan adalah pengawasan dan penerapan hukum yang tegas terhadap pelaku yang melanggar. Sensor dan hukuman tegas juga bagi masyarakat yang menggunakan Facebook tidak sesuai etika. Jadi jangan selalu menyalahkan pelaku cybercriem saja tapi salahkan juga korban yang pastinya tidak menggunakan Facebook dengan baik sesuai dengan etika yang berlaku salah satunya etika asusila. Jika ini sudah terwujud maka cybercommunity kita di Facebook akan terlihat lebih indah dan tentram. Tidak ada lagi kasus kriminalitas yang terjadi.