MENCEGAH KONFLIK MELALUI KOMPETISI KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI

Dalam komunikasi peran komunikasi antar pribadi sangat penting untuk mencegah terjadinya konflik. manusia adalah makhluk social yang tidak bisa hidup sendiri baik dalam konteks fisik ataupun budaya. Terutama dalam konteks sosial-budaya, manusia membutuhkan manusia lain untuk saling berkolaborasi dalam memenuhi kebutuhan fungsi-fungsi sosial satu dengan yang lainnya. Manusia membutuhkan dan senantiasa berusaha membuka serta menjalin komunikasi atau hubungan dengan sesamanya. Selain itu, ada sejumlah kebutuhan di dalam diri manusia yang hanya dapat dipuaskan lewat komunikasi dengan sesamanya.

Komunikasi antarpribadi sangat penting bagi kebahagiaan hidup. Salah  satu bentuk hubungan dalam komunikasi antarpribadi adalah hubungan persahabatan. Sering sekali dalam persahabatan itu kita mengalami perbedaan pendapat yang akan menyebabkan konflik yang disebut konflik antar pribadi. Dan konflik menurut beberapa pakar yaitu : Robbins (1996) dalam “Organization Behavior” menjelaskan bahwa konflik adalah suatu proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara dua pendapat (sudut pandang) yang berpengaruh atas pihak-pihak yang terlibat baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif. Sedang menurut Luthans (1981) konflik adalah kondisi yang ditimbulkan oleh adanya kekuatan yang saling bertentengan. Kekuatan-kekuatan ini bersumber pada keinginan manusia. Istilah konflik sendiri diterjemahkan dalam beberapa istilah yaitu perbedaan pendapat, persaingan dan permusuhan.

Orang sering menganggap konflik bersumber dari tindakan dan inti persoalan , namun sebenarnya konflik sering disebabkan oleh komunikasi yang buruk.Komunikasi dapat menjadi masalah besar.Banyak persoalan dapat diselesaikan jika komunikasi berjalan lancar. Komunikasi yang buruk memperparah persoalan karena setiap orang yang terlibat dalam konflik secara tidak sadar merekaa memotivasi buruk pihak lain.Perbedaan antara pesan yang disampaikan dan pesan yang diterima akan menimbulkan masalah komunikasi ketika konflik berlangsung.

“Setiap hubungan antar pribadi mengandung unsur-unsur konflik, pertentangan pendapat atau perbedaan kepentingan. Yang dimaksud konflik adalah situasi dimana tindakan salah satu pihak berakibat menghalangi, menghambat atau mengganggu tindakan pihak lain ( Johnson,1981 ).”

Konflik dalam komunikasi perlu diatasi, maka dari itu yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Perlu keterampilan untuk membedakan yang wajar dan sehat serta terampil untuk mengelolanya.
  2. Menetapkan batas secara konstruktif antara yang boleh dibahas dengan yang tidak.
  3. Memulai percakapan yang bermanfaat dan dapat diterima setiap pihak.
  4. Mengarahkan pada batas-batas yang disepakati
  5. Terampil menyatakan ketidaksetujuan tanpa ada kesan menolak gagasan pihak lain.
  6. Sebaliknya, ia mampu menerima ketidaksetujuan pihak lain tanpa merasa ditolak.
  7. Melihat konflik dari sudut pandang orang lain.
  8. Mengarahkan keputusan pada kepuasan bersama

Saya memiliki gambaran persahabatan saya yang menggambarkan konflik kompetensi komunikasi antarpribadi, Saya dan sarah sudah berteman sejak kecil sehingga saya sudah saling mengenal  sejak kecil. Ketika memasuki SMA, Saya melanjutkan sekolah di  Madrasah Aliyah Negeri 15. Sedangakan sarah sekolah di SMK PKP. Selama terpisah ini hubungan persahabatan kami  tetap berjalan baik, meskipun kita hanya bisa bertemu setahun sekali saat libur panjang ke naikkan kelas. Hubungan kami pun semakin  bertambah akrab.  Dan hingga akhirnya saya dan sarah memasuki universitas yang sama yaitu Universitas Mercu Buana.  Saya dan sarah selalu meluangkan waktu untuk bertemu. Namun selain bertemu secara langsung, diakui bahwa kita hampir setiap hari  memang selalu terlibat komunikasi, entah melalui pesan singkat, bertelepon,  BBM, maupun yang paling sering adalah saling mention di twitter. Dari segi kesukaan akan suatu hal, saya dan sarah mengakui bahwa hobi kuliner adalah yang paling membuat kita merasa klop. Dari segi sifat saya dan sarah juga hampir memiliki sifat yang sama, hanya saja bisa dikatakan sarah adalah versi yang lebih kalem dan sopan dibandingkan dengan saya yang cenderung lebih ceplas-ceplos dan berani. Baik sarah ataupun saya adalah pribadi yang sama-sama harus menceritakan apa yang dirasa, bedanya sarah yang memang lebih dewasa mampu menyampaikannya dengan bahasa  yang lembut, sopan dan dipikirkan baik-baik sehingga tidak menyakiti pihak lain yang mendengar, sedangkan Saya cenderung pribadi yang langsung mengungkapkan apa yang ada dipikirkan saya tanpa tedeng aling-aling dan cenderung kurang mempertimbangkan perasaan pihak lain yang mendengarnya.

Dan pada suatu hari timbullah konflik saya dan sarah hanya karena persoalan kecil yang menjadi besar, itu hanya karena komunikasi yang buruk. saya yang memiliki teman baru di kampus, saya selalu berkumpul dengan teman-teman baru saya sehabis pulang kampus. Begitu juga sarah yang selalu berkumpul dengan teman temannya yang baru. Komunikasi yang kita jalin sangat berkurang, dan semakin lama hubungan kami semakin jauh. Dengan teman baru kita masing-masing kita semakin seperti tidak mengenal sebelumnya. Pada hari senin siang pulang kampus saya berpapasan dengan sarah tetapi sarah hanya melengos dan abaikan saya,saya merasa risih dengan sikap teman kecil saya itu. Karena tidak biasanya wanita sopan dan kalem itu bersifat seperti itu. Hingga pada akhirnya teman saya yang bernama dinda memberitahu sesuatu mengapa sarah tiba-tiba seperti tidak mengenal saya? Singkat cerita, Dinda langsung menceritakan semuanya karena dinda ini adalah teman dekat sarah di SMK dan Dinda teman sekelas saya di Public Relation. Maka dari itu dinda tidak ingin memihak kepada siapapun. Dinda menyampaikan apa yang dia dengarkan dari curhatan teman SMK dia itu, “andam udah gak ada waktu buat gue, dia sombong, slalu main sama temen barunya! Nyapa aja ngga, bagaikan kacang lupa kulitnya” kata sarah.  Esok hari dinda membuat strategi untuk mempertemukan saya dan sarah agar kembali seperti biasanya. Malamnya dinda bbm untuk meminta saya menemaninya makan siang. Okelah karna saya juga gak sibuk banget makanya saya terima ajakkan dinda. Gataunya dinda ternyata mengajak sarah sebelumnya. Tibalah di tempat makan siang itu,suasana disitu hening sejenak ketika saya datang di meja kanan pojok tempat saya makan siang. saya bersikap biasa saja kepada teman kecil saya, begitupun dia. Akhirnya 30 menit berlalu, dinda membuka pembicaraan “kalian sudah besar masih mau gini terus” dinda menegur. Dinda memegang pundak saya untuk meminta saya mengeluarkan unek unek nyang ada dihati dan fikiran saya. Akhirnya saya memulai dengan menatap lebih dalam mata sarah. Saya dengan lembut “sarah kenapa? Kenapa sarah kok diemin andam? Ada yang salah sama andam?”. Sarah menjawab jujur “gapapa sarah tau diri aja, mungkin sekarang sarah bukan yang terpenting dari andam, andam kan udah punya sahabat baru?”. Menetes langsung air mata dipipi, saya langsung memeluk sarah dan dinda dengan erat. Saya meminta maaf kepada sarah yang merasa dilupakan oleh saya. Saya mengucapkan terima kasih kepada dinda akhirnya kita bisa meluapkan apa yang ada difikiran kita masing-masing. Ternyata ini hanya konflik kecil yang menjadi besar. Karena komunikasi yang tadinya baik menjadi tidak baik karena kurangnya kebersamaan dan komunikasi yang buruk. Maka dapat kita simpulkan bahwa konflik dapat terjadi pada kehidupan sehari – hari dan pada orang terdekat. Sehingga mencegah konflik dalam kompetensi komunikasi dapat dilakukan dengan pihak ketiga yang tidak memihak kesiapapun, dan semoga semua akan berjalan lancer seperti biasanya. Itulah konflik antar pibadi saya dan sahabat saya. Terimakasih sahabat;)