Hubungan Masyarakat dan Budaya

Seperti yang kita ketahui, definisi kata “Masyarakat” itu sendiri adalah kesatuan kehidupan manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem terbentuknya adat istiadat tertentu yang bersifat berlanjut dan terikat oleh suatu rasa identitas kebersamaan. Masyarakat juga bisa diartikan sebuah komunitas yang Interdependen (saling tergantung satu sama lain).

Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.

Sedangkan “Budaya” berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya terbentuk dari banyak unsure yaitu, adat istiadat , pakaian, bahasa, sistem agama dan politik, bangunan, dan karya seni. Budaya juga bisa dikatakan cara hidup yang memang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi.

Sesuai dengan penjelasan diatas, bisa di katakana bahwa Masyarakat dan Budaya memang tidak bisa di pisahkan dalam hidup ini. Masyarakat terdiri dari manusia-manusia ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Manusia di Anugrahi Akal Pikiran yang memang tidak dimiliki oleh ciptaan Tuhan lainnya, sehingga mereka bisa berfikir dan menciptakan Budaya-budaya mereka masing-masing yang memang sudah ada dari sejak zaman dahulu, hingga sekarang ini. Perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam menjalankan nya. Budaya juga terdapat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat seperti  “Aktivitas”. Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan “Bahasa”, Bahasa sendiri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari diri manusia sehingga kebanyakan orang menganggapnya diwariskan secara turun-temurun. Ada diamana ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda Budaya dan mencoba menyesuaikan perbedaan-perbedaan nya, dan membuktikan bahwa Budaya itu dipelajari. Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli. Cara yang dipilih masyarakat tergantung pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan minoritas, seberapa banyak imigran yang datang, watak dari penduduk asli, keefektifan dan keintensifan komunikasi antar budaya. Budaya juga sangatlah erat kaitannya dengan perkembangan Masyarakat. Suatu kebudayaan dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan masyarakat/sosial. Sebagai contoh yaitu Budaya luar yang masuk kedalam kebudayaan Indonesia seperti halnya penerapan teknologi maju, model berpakaian ataupun dalam hal gaya hidup. Keberadaan kebudayaan dalam kehidupan manusia adalah fungsional dalam struktur-struktur kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidup sebagai manusia. Yaitu sebagai kategori-kategori atau golongan-golongan yang ada di dalam lingkungannya.

Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian bahwa Kebudayaan sangat erat Hubungan nya dengan Masyarakat.