S1 - Teknologi & Sains Institut TD Pardede Medan

Pornomedia dan Trend Masyarakat

Featured Image -- 2152Pornomedia merupakan suatu fenomena yang sudah tidak tabu lagi di Indonesia. Pornomedia juga muncul dengan adanya dukungan dari seluruh media di Indonesia. Seks adalah salah satu objek menarik yang dipakai media supaya mendapat perhatian besar dari khalayak.

Media massa memiliki peranan yang cukup besar dalam menyebarluaskan informasi, Pornografi termasuk salah satu diantaranya. Perkembangan teknologi yang semakin canggih memiliki dampak terhadap teknologi informasi yang kemudian mendorong media massa menjadi suatu kebutuhan penting dalam kehidupan masyarakat modern. Berbeda sekali dengan zaman dahulu yang notabenenya sulit untuk dapat mengakses sesuatu yang berbau pornografi. Tidak hanya itu, perkembangan teknologi informasi juga telah mendukung perkembangan pornografi. Pornografi merupakan suatu fenomena yang sudah tidak asing lagi dimata masyarakat Indonesia. Sudah banyak sekali media yang memberitakan tentang pemerkosaan, pelecehan seksual, dan sebagainya. Kita tidak bisa memungkiri bahwa pornomedia dan kecanggihan teknologi yang semakin pesat kemajuannya memang tidak luput memiliki efek negatif bagi khalayak penikmat media tersebut. Selain dampaknya terjadi pada kerusakan kognitif khalayak terutama anak-anak dan remaja, Pornomedia dapat mengakibatkan kerusakan sikap dan perilaku masyarakat, terutama untuk generasi muda Indonesia.

Masih ingatkan anda tentang kasus Ariel dengan beberapa wanita seperti Luna Maya, Cut Tari dan lain-lain beberapa tahun lalu? Atau kasus anak SMPN 4 Jakarta yang membuat video porno dikelas? Seiring waktu dan perkembangan pemberitaan yang disampaikan masyarakat lewat televisi, dan media cetak, semua masyarakat Indonesia dari kalangan Ibu-ibu hingga anak-anak merasa penasaran dengan video itu dan akhirnya video itu benar-benar tersebar dengan mudahnya lewat bluetooth atau bbm. Banyaknya media massa yang memberitakan kasus tersebut bukannya menyelesaikan masalah malah membuat kasus serupa banyak bermunculan, seakan-akan media mengajarkan para pelaku berbuat seks.

Menurut Masduki dalam buku kebebasan pers dan kode etik jurnalistik menyebutkan bahwa pornografi adalah isu krusial paling tua dalam media massa. Pro kontra tak pernah usai karena sulitnya membuat kategori pornografi dalam karya media. Masing-masing bersandar pada konteks (1) lokasi konsumen media dan lokasi rubrik pemuatan (2) kultur setempat dan jenis media (3) waktu penerbitan atau penyiaran (4) status sosial dan pendidikan konsumen sasaran media (5) umur. Yang disepakati adalah bahwa pornografi dapat merusak moral pembaca awal. Dalam media pers, pornografi muncul dalam tiga bentuk (1) visual berupa gambar mati dan hidup (2) suara dari siaran radio dan televisi (3) teks yang didalamnya sarat kosakata konotatif.
Pornomedia ini awalnya hanya berupa suara, kemudian muncul dalam bentuk teks dan video. Dunia maya sangat berpengaruh penting tentang pornomedia, semua golongan masyarakat bisa mengakses situs-situs porno didunia maya dengan mudahnya. Jika sudah sampai di sini, pornomedia menjadi sangat berbahaya dan bisa merusak sosial. Pornomedia sendiri sudah lama menjadi perdebatan disemua kalangan.

Kemajuan teknologi informatika seperti internet dengan situs pornonya, telah membuat anak-anak di bawah umur sudah kenal pornografi sejak dini. Anak-anak dari kalangan usia sekolah dasar mudah dijerumuskan menjadi objek pornografi atau korban pedofilia. Cukup bermodalkan sejumput permen dan sedikit uang, anak-anak itu sudah bisa digarap.

Bertambah banyak situs-situs porno didunia maya ini, sangat memudahkan sekali masyarakat untuk mengaksesnya, pemblokiran yang dilakukan oleh kementrian kominfo tidak akan menyelesaikan masalah 100% tapi itu salah satu pengendalian. Jika tidak adanya pemblokiran seperti itu sama saja kita melegalkan pornografi didunia maya. Tetapi dengan adanya pemblokiran tersebut kita jadi tahu kalau pemerintahan kita perduli dengan masa depan remaja Indonesia. Situs-situs porno itu ibarat jamur yang bisa tumbuh dimana saja. Namun, meskipun diblokir pasti akan muncul situs-situs porno lainnnya, jadi harus ada program edukasi biar hal-hal seperti ini tidak menjadi komsumsi harian para remaja.

Ini menjelaskan bahwa media sangat berpengaruh atas prilaku khalayak, ketika media menunujukan sebauh tren baru maka khalayak akan banyak yang mengikutinya. Perubahan sikap ini di karenakan oleh pemahaman masyartakat yang berbeda-beda, ketika khalayak menjadikan media sebagai salah satu tuntutan, maka akan menjadi hal-hal yang di anggap negatif ketika kita mengikutinya pada tempat dan waktu yang berbeda.

Apa Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s