KAPITA SELEKTA (5) Komunikasi dan Interaksi Sosial, interaksi adalah pola hubungan timbal balik dalam masyarakat.

Bagaimana “Pembauran” bisa terjadi ? Apa keuntungan dan kerugian adanya pernikahan silang antar suku atau antar bangsa? Sekarang kita ada di kota besar seperti kota Jakarta, dimana segala suku bangsa ada di dalamnya, membaur dalam satu komunitas yang memiliki arah dan tujuan yang sama. Misalnya situasi kelas perkuliahan kita saat ini, dimana terdiri dari latar belakang yang berbeda-beda, namun bisa belajar bersama tanpa menonjolkan etnic masing-masing. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut hubungan antarindividu, individu (seseorang) dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Tanpa adanya interkasi sosial maka tidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Proses sosial adalah suatu interaksi atau hubungan timbal balik atau saling mempengaruhi antar manusia yang berlangsung sepanjang hidupnya didalam amasyarakat. Menurut Soerjono Soekanto, proses sosial diartikan sebagai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu serta menentukan sistem dan bentuk hubungan sosial.

Bobot 30

Komentar anda minimal 500 kata

14 pemikiran pada “KAPITA SELEKTA (5) Komunikasi dan Interaksi Sosial, interaksi adalah pola hubungan timbal balik dalam masyarakat.

  1. Reblogged this on yulistikafajbrinawardhanie and commented:
    Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut hubungan antarindividu, individu (seseorang) dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Tanpa adanya interkasi sosial maka tidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Proses sosial adalah suatu interaksi atau hubungan timbal balik atau saling mempengaruhi antar manusia yang berlangsung sepanjang hidupnya didalam amasyarakat. Menurut Soerjono Soekanto, proses sosial diartikan sebagai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu serta menentukan sistem dan bentuk hubungan sosial.Menurut Homans ( dalam Ali, 2004: 87) mendefinisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya.
    Konsep yang dikemukakan oleh Homans ini mengandung pengertian bahwa interaksi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam interaksi merupakan suatu stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi pasangannya.Sedangkan menurut Shaw, interaksi sosial adalah suatu pertukaran antarpribadi yang masing- masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dalam kehadiran mereka, dan masing- masing perilaku mempengaruhi satu sama lain. Hal senada juga dikemukan oleh Thibaut dan Kelley bahwa interaksi sosial sebagai peristiwa saling mempengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama, mereka menciptakan suatu hasil satu sam lain atau berkomunikasi satu sama lain. Jadi dalam kasus interaksi, tindakan setiap orang bertujuan untuk mempengaruhi individu lain.
    Pengertian Interaksi sosial menurut Bonner ( dalam Ali, 2004) merupakan suatu hubungan antara dua orang atau lebih individu, dimana kelakuan individu mempengaruhi, mengubah atau mempengaruhi individu lain atau sebaliknya.
    Pengertian Interkasi sosial menurut beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa, interaksi adalah hubungan timbal balik anatara dua orang atau lebih, dan masing-masing orang yang terlibat di dalamnya memainkan peran secara aktif. Dalam interaksi juga lebih dari sekedar terjadi hubungan antara pihak- pihak yang terlibat melainkan terjadi saling mempengaruhi.Syarat terjadinya interaksi sosial terdiri atas kontak sosial dan komunikasi sosial. Kontak sosial tidak hanya dengan bersentuhan fisik. Dengan perkembangan tehnologi manusia dapat berhubungan tanpa bersentuhan, misalnya melalui telepon, telegrap dan lain-lain. Komunikasi dapat diartikan jika seseorang dapat memberi arti pada perilaku orang lain atau perasaan-perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.Proses interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat bersumber dari faktor imitasi, sugesti, simpati, identifikasi dan empati.
    Imitasi merupakan suatu tindakan sosial seseorang untuk meniru sikap, tindakan, atau tingkah laku dan penampilan fisik seseorang.
    Sugesti merupakan rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sehingga ia melaksanakan apa yang disugestikan tanpa berfikir rasional.
    Simpati merupakan suatu sikap seseorang yang merasa tertarik kepada orang lain karena penampilan,kebijaksanaan atau pola pikirnya sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh orang yang menaruh simpati.
    Identifikasi merupakan keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang lain yang ditiru (idolanya)
    Empati merupakan proses ikut serta merasakan sesuatu yang dialami oleh orang lain. Proses empati biasanya ikut serta merasakan penderitaan orang lain.
    Jika proses interaksi sosial tidak terjadi secara maksimal akan menyebabkan terjadinya kehidupan yang terasing. Faktor yang menyebabkan kehidupan terasing misalnya sengaja dikucilkan dari lingkungannya, mengalami cacat, pengaruh perbedaan ras dan perbedaan budaya.

    Suka

  2. Reblogged this on verarahana31 and commented:

    Asimilasi (pembauran) adalah pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru. Suatu asimilasi ditandai oleh usaha-usaha mengurangi perbedaan antara orang atau kelompok. Untuk mengurangi perbedaan itu, asimilasi meliputi usaha-usaha mempererat kesatuan tindakan, sikap, dan perasaan dengan memperhatikan kepentingan serta tujuan bersama.
    Hasil dari proses asimilasi yaitu semakin tipisnya batas perbedaan antarindividu dalam suatu kelompok, atau bisa juga batas-batas antarkelompok. Selanjutnya, individu melakukan identifikasi diri dengan kepentingan bersama. Artinya, menyesuaikan kemauannya dengan kemauan kelompok. Demikian pula antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain.
    Asimilasi dapat terbentuk apabila terdapat tiga persyaratan berikut:
    • Terdapat sejumlah kelompok yang memiliki kebudayaan berbeda
    • Terjadi pergaulan antarindividu atau kelompok secara intensif dan dalam waktu yang relatif lama
    • Kebudayaan masing-masing kelompok tersebut saling berubah dan menyesuaikan diri

    Sejarah mencatat perbedaan warna kulit telah membuat perpisahan dan perbedaan antar umat manusia sejak masa yang sangat lama. Prasangka-prasangka suku maupun ras telah begitu mendunia bagaikan penyakit menular yang sangat berbahaya, bahkan sampai hari ini. Perbedaan kulit antara hitam dan putih pernah membuat Amerika Serikat hancur dalam perang saudara berkepanjangan pada beberapa abad yang silam. Konflik-konflik antar suku di Indonesia masih seringkali kita lihat seperti di Kalimantan beberapa tahun lalu.

    Perspektif Sosial – Budaya
    Kita patut bersyukur memiliki Allah yang penilaiannya tidak berdasarkan apa yang kelihatan saja, namun lebih melihat pada hati manusia itu sendiri dan tidak pernah membedakan orang. Allah yang telah menciptakan segala sesuatu, termasuk perbedaan suku, bangsa, maupun warna kulit. Kita semua berasal dari pria dan wanita yang pertama, yaitu Adam dan Hawa.
    Alkitab mencatat setelah banjir besar yang melanda seluruh Bumi, hanya Nuh dan keluarganya yang selamat dari banjir tersebut. Ketiga anaknya, Sem, Ham dan Yafet bersama istri mereka kemudian menjadi nenek moyang manusia modern sekarang ini. Dari merekalah, bangsa-bangsa kemudian terbentuk sampai ke ujung-ujung bumi. Faktor geografis dan alam menjadi salah satu faktor yang menentukan perbedaan warna kulit. Suku-suku bangsa yang tinggal di benua Afrika yang panas dan tandus cenderung berkulit hitam, sementara suku-suku bangsa yang mendiami wilayah sub tropis yang dingin dan jarang terkena panas matahari, kulitnya cenderung putih.
    Terpencarnya manusia dalam beragam wilayah, telah membuat mereka mengembangkan sistem budaya secara tersendiri. Setiap masyarakat suku bangsa memiliki budaya yang berbeda dengan suku lainnya. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.
    Biasanya budaya yang berbeda-beda inilah yang menjadi faktor kunci dalam perkawinan antar suku. Penerimaan terhadap budaya suku lain akan membuat seseorang berpeluang besar diterima oleh keluarga besar calon pasangannya. Mereka akan merasa bahwa budayanya diterima dan dihargai. Hal sebaliknya dapat terjadi, yaitu apabila seseorang resisten dan menolak budaya calon pasangannya. Sebagai contoh,apabila seseorang hendak menikah dengan pasangan yang berasal dari suku Jawa, maka sangat besar harapan dari keluarga pasangannya itu bahwa perkawinan akan dilaksanakan menurut budaya mereka.
    Beberapa orang berpandangan bahwa perkawinan antar ras sesungguhnya telah dilarang Allah. Mereka mengatakan bahwa perkawinan antara Israel dengan orang asing (beda kultur maupun warna kulit) dilarang dalam kitab Perjanjian Lama. Pandangan yang bersifat rasis ini tidaklah Alkitabiah. Memang Alkitab melarang anak-anak Israel kawin dengan bangsa-bangsa asing, namun larangan itu bukan karena alasan suku maupun kulit, tetapi lebih karena Israel adalah orang percaya, sementara bangsa-bangsa asing tersebut merupakan penyembah-penyembah berhala atau orang yang tidak percaya.

    Suka

  3. Menurut saya mengapa pembauran bisa terjadi, karna secara umum manusia di ciptakan bukan untuk hidup secara individual/sendiri-sendiri. Manusia butuh teman berinteraksi nya dengan sesama manusia juga tentunya, supaya terciptanya suatu proses sosialisasi dengan manusia-manusia yang ada di sekitarnya agar dapat menciptakan hubungan yang lebih positif pastinya antar manusia yang satu dengan manusia yang lainya dan juga untuk meminimalisir terjadi suatu konflik-konflik yang akan terjadi pada suatu kehidupan bermasyarakat meski kita hidup dengan berbagai macam suku, ras yang berbeda ataupun dari negara yang berbeda juga. Seperti kehidupan yang ada di jakarta cotohnya, dimana berkumpulnya semua suku & ras dari seluruh penjuru indonesia bahkan dari luar negara indonesia, apa jadinya jika orang-orang tersebut tidak bisa membaur atau tidak dapat melakukan proses sosial yang lainnya dengan orang-oranng di sekitarnya, mungkin orang tersebut bisa tersingkir dari lingkungan yang dia tinggali karna tidak dapat membaur dengan lingkungan ada di sekitarnya. Menurut Soerjono Soekanto proses sosial itu sebenarnya cara berhubungan yang di lihat apabila orang perorangan dan kelompok dengan kelompok sosial yang saling bertemu yang menggunakan sistem yang sama atau apabila tejadi perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya pol-pola di dalam kehidupan yang sudah ada. Ciri-ciri proses sosial karna adanya interaksi sosial yang terjadi adalah :
    1. Jumlah pelakunya lebih dari satu
    komunikasi Karna kalau hanya seorang diri itu tidak bisa di katakan proses interaksi, dalam interaksi harus adanya timbal balik saat terjadi.
    2.Terjadi di waktu tertentu
    Kita harus melihat kondisi di sekitar kita apakah akan memungkin bila kita melakukan interaksi, karna apabila tidak terjadi suatu komunikasi maka tidak bisa di bilang terjadinya proses interaksi
    3.Adanya tujuan yang ingin di capai dari interaksi tersebut
    Misalnya suatu penyuluhan kepada anak-anak SMA tentang bahayanya narkoba, karna di situ ada suatu tujuan yang ingin di capai oleh narasumber kepada pendengar yang hadir.
    Jenis-jenis dalam berinteraksi sosial :
    1.Interaksi antara individu dengan individu
    Memberikan suatu pengaruh dalam suatu proses komunikasi kepada individu yang lainnya
    Contohnya: ketika individu sedang mencurahkan isi hatinya kepada individu lain secara empat mata.
    2.Interaksi yang terjadi antara individu dengan kelompok
    Adanya kepetingan individu kepada suatu kelompok yang ada
    Contohnya: Seorang dosen yang sedang melakukan proses mengajar di kelas.
    3.Interaksi yang terjadi antara kelompok dengan kelompok
    Berhubungan dengan kepentingan individu dalam kelompok dengan kelompok lain
    Contohnya: Berdebatan antara partai a dengan partai b dalam suatu acara talkshow di salah satu stasiun televisi.
    Sebelum melakukan proses interaksi pasti ada faktor pendorong untuk melakukan proses tersebut, antara lain faktor pendorong terjadinya proses interaksi, yaitu :
    1.Imitasi
    Yang di maksud dengan imitasi adalah suatu tindakan seseorang menirukan gaya orang lain dengan cara yang berlebihan sebagai suatu proses. Dalam proses ini ada dampak positif yang di terima ada pula dampak negatifnya. Contoh dampak negatifnya ketika seseorang pelajar pria mengikuti artis idolanya seperti menggunakan tatto dan anting di kupingnya.
    2.Sugesti
    Sugesti merupakan pemberian pengaruh terhadap individu lain hingga individu lain dapat mengikuti apa yang di inginkan oleh si pemberi pengaruh tersebut, sebagai contohnya ketika ada pemilihan ketua osis di suatu sekolah, dimana semua calon kandidat ketua osis berhak mempengaruhi seluruh siswa dan siswi yang ada untuk memilihnya untuk menjadi ketua osis di sekolah tersebut.
    3.Identifikasi
    Identifikasi adalah kecenderungan seseorang untuk membuat dirinya sama seperti orang lain. Proses ini sebenarnya lanjutan dari proses imitasi dan proses sugesti yang mempengaruhi amat besar. Contohnya ketika seorang remaja berdandan mirip dengan orang-orang yang di favoritkanya dari mulai rambut, pakaian, gaya berbicara dan sebagainya. Biasanya proses ini terjadi tanpa di sadari oleh orang yang melakukanya.
    4.Simpati
    Simpati adalah sebuah rasa ketertarikan kepada individu lain, rasa ini mendorong untuk individu lain tau apa yang dia rasakan dan bisa memahaminya atau bekerja sama denganya. Proses ini sebenarnya lebih lamban dari 3 proses sebelumnya tetap proses ini lebih mendalam dan tahan lama.
    5.Motivasi
    Motivasi merupakan dorongan atau rangsangan dari satu individu kepada individu lainya agar si penerima dapat bisa terpengaruh oleh individu yang memberikan motivasi tersebut. Motivasi biasanya berupa sikap atau perilaku, contohnya ketika seorang guru memuji muridnya yang meraih prestasi di hadapan kelas. Itu menjadi dorongan untuk murid-murid yang lain untuk mendapatkan prestasi yang sama dengan temannya itu.
    6.Empati
    Empati merupakan rasa lebih dimiliki seseorang yang bisa larut ke dalam perasaan orang lain serta bisa merasakan apa yang sedang orang lain rasakan, baik perasaan suka mau pun duka. Contohnya ketika teman kita meninggal dunia, adanya rasa kehilangan yang amat besar seperti kehilangan saudara sendiri.

    Suka

  4. Reblogged this on dendyanugrahputra228 and commented:
    Manusia diciptakan berpasangan tidak ada manusia hidup sendiri pasti butuh bantuan orang lain butuh interaksi sesama manusia, dan inilah pembauran yang terjadi ada percampuran antara interaksi satu sama lain contohnya ada seorang murid baru pindah sekolah dan murid baru tersebut berkenalan atau ber-interaksi kepada teman-temannya itulah percampuran satu sama lain butuh sosialisasi dengan suasana baru penyesuaian diri dengan lingkungan sekitar, dan contoh yang ke dua ada masyarakaat dari daerah pindah ke kota dan membaur dengan lingkungan kota dan menyesuaikan diri dari sikap negative kota.
    Pernikahan silang antar suku atau antar bangsa ada keuntungannya adalah jadi punya pengetahuan suku budaya atau bangsa lain, terus melatih saling menghargai perbedaan kebiasaan mereka. Kerugiannya adalah yang sebagai istri pasti ikut budaya atau bangsa suaminya jadi kebudayaan atau bangsa yang istri jadi lama kelamaan pudar , bangsa lain kebudayaan yang bebas harus mengambil yang positif atau yang baiknya saja dan ketika beda kepercayaan harus di pikir dengan baik baik sebelum mengambil keputusan.
    Di Jakarta tempat pusat masyaraakat berkumupul maupun beda ras, agama, suku, dan budaya dan kita sudah memperat semboyan bhineka tunggal ika walaupun berbeda-beda tapi tetap bersatu makanya manusia harus membaur kepada masyaraakat lain walaupun dari papua Sumatra Kalimantan kita harus bersatu untuk menciptakan keindahan sosialisasi. Kini manusia lebih mementingkan dirinya sendiri atau kebutuhan individu tidak untuk berkelompok bekerja sama membangun tali persaudaraan.
    Interaksi social berhubungan atau interaksi satu sama lain atau hubungan antara beberapa pelaku yang dinamis. Dan interaksi social ada beberapa prosesnya yaitu:
    1. Sugesti adalah berlsngsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau suatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain.

    2. Simpati adalah Sebenarnya merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Di dalam proses ini perasaan memegang peranan yang sangat penting, walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya.

    3. Imitasi adalah Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku

    4. Identifikasi adalah Identifikasi sebenarnya merupakan kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Identifikasi sifatnya lebih mendalam daripada imitasi, karena kepribadian seseorang dapat terbentuk atas dasar proses ini.

    . Menurut Soerjono Soekanto
    Kelompok adalah himpunan atau kesatuan kesatuan manusia yang hidup bersama karena saling berhubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling mempengaruhi..
    Bentuk-bentuk perubahan social Perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat, pada umumnya disebut dengan revolusi. Hal yang pokok dari revolusi adalah terdapatnya perubahan yang terjadi de¬ngan cepat, disamping itu perubahan tersebut menyangkut dasar-dasar atau sendi-sendi pokok dari kehidupan manusia. Perubahan yang terjadi secara revolusi dapat direncana¬kan terlebih dahulu ataupun tidak direncanakan.

    Perubahan yang terjadi secara revolusi, sebenarnya kecepatan berlangsungnya perubahan adalah relatif, dikarenakan ada suatu revolusi yang berlangsung lama. Misal, Revolusi Industri di Inggris yaitu perubahan-perubahan yang terjadi dari proses produksi tanpa mesin, hingga proses produksi menggunakan mesin. Perubahan seperti ini dianggap perubahan yang cepat, karena mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat, yaitu adanya sistem hubungan antara buruh dan majikan.

    Dan ada perubahan yang direncanakan ada yang tidak direncanakan da nada perubahan besar dan perubahan kecil.

    Suka

  5. Manusia dalam kehidupannya tidak dapat hidup sendiri tanpa orang lain. Manusia adalah makhluk sosial yang sepanjang hidupnya bersosialisasi dengan orang lain dalam proses interaksi. Interaksi sosial menghasilkan banyak bentuk sosialisasi. Bisa berupa interaksi antar individu, interaksi individu dengan kelompok, dan interaksi antara kelompok. Sedangkan syarat terjadinya interaksi sosial adalah terjadi kontak sosial dan terjadi komunikasi.Pengertian proses sosial adalah cara berhubungan atau interaksi antara orang per orang atau orang dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok manusia yang saling bertemu dan terjadinya system hubungan tertentu.
    Menurut Soerjono Soekanto: Interaksi sosial adalah proses sosial mengenai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu serta menentukan sistem dan hubungan sosial.
    Peran proses sosial sangat penting dalam suatu kehidupan sosial, sebab tanpa adanya proses interaksi sosial manusia tidak dapat mengenal satu sama lain, oleh karena itu proses interaksi social merupakan suatu timbal balik atau respon yang penting sekali diberikan seseorang jika ingin berkomunikasi atau untuk melakukan interaksi sosial, timbal balik sangat penting dalam melakukan komunikasi ,timbal balik adalah adalah cara satu untuk bisa terjadinya interaksi sosial.
    Dengan adanya dan luasnya interaksi sosial di masyarakat kini sudah terciptanya perkawinan silang .pernikahan silang .”Pernikahan silang” disini ialah pernikahan antara laki-laki dengan perempuan yang berbeda atau keyakinan atau berbeda suku dan ras
    Ciriciri proses sosial sebagai akibat adanya interaksi sosial adalah:
    1. jumlah pelakunya lebih dari satu orang
    Jika ingin berinteraksi dan melakukan interaksi sosial harus adanya jumlah orang lebih dari satu agar terjadinya timbal balik saat sedang komunikasi, karena dengan jumlah orang lebih satu dapat menciptakan interaksi social.
    2 .terjadinya pada waktu tertentu
    Jika ingin berinteraksi dengan seseorang harus dengan cara melihat waktu, apakah orang yang kita ingin ajak interaksi siap untuk diajak berinteraksi,jika ia tidak merespon tidak akan terjai komunikasi.
    3. adanya tujuan yang akan dicapai dari hasil interaksi sosial
    Setiap interaksi memiliki tujuan tertentu entah ia ingin sekedar menjadi teman, pacar atau hanya sebatas rekan kerja, itu tergantung minat yang mau dilakukan oleh seseorang yang mau ber interaksi, setiap manusia yang melakukan interaksi pasti memiliki tujuan tertantu.

    Ada 3 Jenis interaksi sosial, yakni :

    1.Individu dengan individu adalah interaksi antara individu satu dengan lainnya. Contoh : Ayah bercakap-cakap dengan anak di teras rumah.atau seseorang curhat engan sahabatnya.
    2. Individu dengan kelompok adalah interaksi antara individu dengan kelompok. Contoh : Dosen mengajar mahasiswa di universitas.atau seorang guru mengajar di kelas
    3. Kelompok dengan kelompok adalah interaksi kelompok satu dengan lainnya. Contoh : pertandingan sepak bola atau sebuah organisasi
    Ada 5 faktor pendorong interaksi sosial, yaitu :

    1. Imitasi adalah tindakan meniru orang lain. Misal : gaya bicara, tingkah laku, adat kebiasaan.
    2. Sugesti adalah seseorang memberi pandangan atau sikap lalu diterima orang lain tanpa pikir panjang. Misal : Reklame atau iklan di media massa.
    3. Identifikasi adalah kecenderungan atau keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain (meniru secara keseluruhan). Contoh : seseorang mengidolakan ayahnya maka ia akan berperilaku, bersikap seperti ayahnya.
    4. Simpati adalah proses dimana seseorang merasa tertarik kepada pihak lain. Misal : tetangga tertimpa musibah maka kita merasakan kesedihan dan berusaha membantunya.
    5. Empati adalah simpati yang mendalam yang dapat mempengaruhi psikis maupun fisik seseorang. Misal : Orang yang menjenguk orang sakit, ia jatuh sakit merasan orang yang dijenguk.

    Suka

  6. Reblogged this on normabesse and commented:
    Manusia dalam kehidupannya tidak dapat hidup sendiri tanpa orang lain. Manusia adalah makhluk sosial yang sepanjang hidupnya bersosialisasi dengan orang lain dalam proses interaksi. Interaksi sosial menghasilkan banyak bentuk sosialisasi. Bisa berupa interaksi antar individu, interaksi individu dengan kelompok, dan interaksi antara kelompok. Sedangkan syarat terjadinya interaksi sosial adalah terjadi kontak sosial dan terjadi komunikasi.Pengertian proses sosial adalah cara berhubungan atau interaksi antara orang per orang atau orang dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok manusia yang saling bertemu dan terjadinya system hubungan tertentu.
    Menurut Soerjono Soekanto: Interaksi sosial adalah proses sosial mengenai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu serta menentukan sistem dan hubungan sosial.
    Peran proses sosial sangat penting dalam suatu kehidupan sosial, sebab tanpa adanya proses interaksi sosial manusia tidak dapat mengenal satu sama lain, oleh karena itu proses interaksi social merupakan suatu timbal balik atau respon yang penting sekali diberikan seseorang jika ingin berkomunikasi atau untuk melakukan interaksi sosial, timbal balik sangat penting dalam melakukan komunikasi ,timbal balik adalah adalah cara satu untuk bisa terjadinya interaksi sosial.
    Dengan adanya dan luasnya interaksi sosial di masyarakat kini sudah terciptanya perkawinan silang .pernikahan silang .”Pernikahan silang” disini ialah pernikahan antara laki-laki dengan perempuan yang berbeda atau keyakinan atau berbeda suku dan ras
    Ciriciri proses sosial sebagai akibat adanya interaksi sosial adalah:
    1. jumlah pelakunya lebih dari satu orang
    Jika ingin berinteraksi dan melakukan interaksi sosial harus adanya jumlah orang lebih dari satu agar terjadinya timbal balik saat sedang komunikasi, karena dengan jumlah orang lebih satu dapat menciptakan interaksi social.
    2 .terjadinya pada waktu tertentu
    Jika ingin berinteraksi dengan seseorang harus dengan cara melihat waktu, apakah orang yang kita ingin ajak interaksi siap untuk diajak berinteraksi,jika ia tidak merespon tidak akan terjai komunikasi.
    3. adanya tujuan yang akan dicapai dari hasil interaksi sosial
    Setiap interaksi memiliki tujuan tertentu entah ia ingin sekedar menjadi teman, pacar atau hanya sebatas rekan kerja, itu tergantung minat yang mau dilakukan oleh seseorang yang mau ber interaksi, setiap manusia yang melakukan interaksi pasti memiliki tujuan tertantu.

    Ada 3 Jenis interaksi sosial, yakni :

    1.Individu dengan individu adalah interaksi antara individu satu dengan lainnya. Contoh : Ayah bercakap-cakap dengan anak di teras rumah.atau seseorang curhat engan sahabatnya.
    2. Individu dengan kelompok adalah interaksi antara individu dengan kelompok. Contoh : Dosen mengajar mahasiswa di universitas.atau seorang guru mengajar di kelas
    3. Kelompok dengan kelompok adalah interaksi kelompok satu dengan lainnya. Contoh : pertandingan sepak bola atau sebuah organisasi
    Ada 5 faktor pendorong interaksi sosial, yaitu :

    1. Imitasi adalah tindakan meniru orang lain. Misal : gaya bicara, tingkah laku, adat kebiasaan.
    2. Sugesti adalah seseorang memberi pandangan atau sikap lalu diterima orang lain tanpa pikir panjang. Misal : Reklame atau iklan di media massa.
    3. Identifikasi adalah kecenderungan atau keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain (meniru secara keseluruhan). Contoh : seseorang mengidolakan ayahnya maka ia akan berperilaku, bersikap seperti ayahnya.
    4. Simpati adalah proses dimana seseorang merasa tertarik kepada pihak lain. Misal : tetangga tertimpa musibah maka kita merasakan kesedihan dan berusaha membantunya.
    5. Empati adalah simpati yang mendalam yang dapat mempengaruhi psikis maupun fisik seseorang. Misal : Orang yang menjenguk orang sakit, ia jatuh sakit merasan orang yang dijenguk.

    Suka

  7. sangat menarik membahas tetntang proses sosialisasi dan pembauran yang terjadi khususnya dalam kehidupan sehari-hari, boleh saya beri contoh dalam lingkungan kelas belajar saya ? dari saya sekolah dasar sampai sekolah tinggi saat ini saya berada didalam suasana yang selalu berbeda, orang – orang dan lingkungan selalu berasal dari macam – macam orang yang berbeda, saya bersekolah di Jakarta tetapi lingkungan yang saya dapat tidak hanya orang jakarta saja banyak pindahan dari luar kota yang ahirnya memang mengharuskan untuk saling membaur dan mulai berinteraksi, bukan kah ini lebih menyenangkan daripada harus saling menutup diri dan tidak saling berinteraksi, mengingat kita ini makhluk sosial yang tidak mampu hidup sendiri dan memerlukan bantuan orang lain, berarti kalau kita tidak mau membaur dengan sesama mahluk sosial bisakah kita terus melnjutkan hidup ?
    minggu lalu saya ada kuliah pagi dosen saya bercerita waktu itu ada beberapa tentara dari negara luar yang datang ke Indonesia lalu mereka hilang di tengah hutan, entah hilang tersesat atau diculik oleh orang pedalaman. setelah sekian lamanya mereka menghilang ahirnya suatu hari mereka ditemukan ditengah hutan dan mereka sudah tidak bisa lagi berinteraksi secara normal seperti kita. ada juga sebuah film bergenre horor berjudul MAMA ada saat 2 anak kecil hidup di tengah hutan ketika di temukan sudah seperti tentara tersebut anak itu sudah berjalan seperti kera dengan bahasa yang sama sekali bukan bahasa manusia pada umumnya. sekarang tahu betul bahwa saling berkomunikasi (interaksi) sangat di perlukan, membaur dengan sesama kita. apakah anda bisa hidup sendiri selamanya, tidak memerlukan bantuan orang lain? membahas proses sosial, apa arti dari proses sosial itu sendiri? Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentu-bentuk hubungan tersebut. Proses sosial dapat diartikan sebagai pengaruh timbale-balik antara pelbagai segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh-mempengaruhi antara sosial dengan politik, politik dengan ekonomi, ekonomi dengan hukum, dst.
    Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial, karena tanpa interkasi sosial tak akan mungkin ada kehidupan bersama.
    yang membedakan proses sosial dan interaksi sosial yaitu kalau interaksi sosial adalah Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial (yang juga dapat dinamakan sebagai proses sosial) karena interasi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi anatara kelompo tersebut sebagai suatu kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi anggota-anggotanya.
    Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi pula di dalam masyarakat. Interaksi tersebut lebih mencolok ketika terjadi benturan antara kepentingan perorangan dengan kepentingan kelompok. Interaksi sosial hanya berlangsung antara pihak-pihak apabila terjadi reaksi terhadap dua belah pihak. Interaksi sosial tak akan mungkin teradi apabila manusia mengadakan hubungan yang langsung dengan sesuatu yang sama sekali tidak berpengaruh terhadap sistem syarafnya, sebagai akibat hubungan termaksud.

    Suka

  8. Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial karena interaksi sasial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Apabila dua orang bertemu, interaksi sosial dimulai pada saat itu. Mereka saling menegur, berjabat tangan, saling berbicara atau bahkan mungkin berkelahi. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk-bentuk interaksi sosial. Walaupun orang-orang yang bertemu muka tersebut tidak saling berbicara atau tidak saling menukar tanda-tanda, interaksi sosial telah terjadi, karena masing-masing sadar akan adanya pihak lain yang menyebabkan perubahan-perubahan dalam perasaan maupun syaraf orang-orang yang bersangkutan, yang disebabkan oleh misalnya bau keringat, minyak wangi, suara berjalan dan sebagainya. Semuanya itu menimbulkan kesan di dalam pikiran seseorang, yang kemudian menentukan tindakan apa yang akan dilakukan.
    Dalam berinteraksi kita harus menghadapi berbagai manusia dengan latar belakang kehidupan yang berbeda-beda. Disini lah kita perlu melakukan pembauran. Pembauran terjadi karena kita adalah manusia yang merupakan sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa antuan orang lain. Pembauran dapat terjadi karena sebagai berikut :
    a. Adanya keinginan kerja sama (coorperation).
    Kerja sama merupakan salah satu bentuk interaksi yang “memaksa” kita untuk melakukan pembauran terhadap manusia lain. Kerja sama disini yang dimaksud adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama.Misalnya, pada saat kita memasuki dunia kerja kita harus bekerja tanpa memandang dari mana orang itu berasal, apa kepercayaan orang itu dan lain sebagainya. Kita hanya harus fokus satu tujuan yaitu adanya kerja sama untuk menciptakan satu team yang solid agar hasil dari pekerjaan itu baik.
    b. Keharusan untuk berakomodasi/beradaptasi.
    Menurut Gillin dan Gillin akomodasi adalah suatu pengertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan sosial yang sama artinya dengan pengertian adaptasi yng dipergunakan oleh ahli-ahli biologi untuk menunjuk pada suatu proses di mana makhluk-makhluk hidup menyesuaikan dirinya dengan alam sekitar. Dengan pengertian tersebut dimaksudkan sebagai suatu proses dimana orang perorangan atau kelompok manusia yang mula-mula saling bertentangan, saling mengadakan pembauran diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan.
    c. Asimilasi
    Pembauran dapat juga terjadi karena adanya asimilasi yang dimana merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. Asimilasi ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang –perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama.
    Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi antara lain sebagai berikut :
    1.Toleransi
    2. Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi
    3. Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya
    4. Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
    5. Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan
    6. Adanya musuh bersama dari luar
    7. Pernikahan silang atau perkawinan campuran (amalgamation)
    Contoh yang jelas dari asimilasi sebagai sebab terjadinya pembauran adalah dengan adanya pernikahan silang. Hal ini dapat terjadi apabila seorang warga dari golongan tertentu menikah dengan warga golongan lain. Keadaan semacam itu dapat pula terjadi pada masyarakat yang dijajah. Proses asimilasi dipermudah dengan adanya pernikahan silang, walau memakan waktu yang agak lama. Yang disebabkan oleh karena antara penjajah dengan yang dijajah terdapat perbedaan ras dan kebudayaan. Penjajah pada mulanya tidak menyetujui pernikahan silang dan ini memperlambat proses asimilasi. Setelah waktu yang relatif agak lama, penjajah biasanya memperistri wanita-wanita warga masyarakat yang di jajahnya. Apabila dari mereka yang dijajah ada yang dipekerjakan, golongan ini dapat memegang peranan sebagai perantara antara kedua kebudayaan tersebut dengan cara memperluas kebudayaan penjajah di kalangan masyarakat yang di jajah. Pembauran budaya atau akulturasi pun terjadi. Dampak positif yang akan terjadi dengan adanya pernikahan campuran adalah sebagai berikut :
    1. Mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku dalam suatu tatanan kebudayaan di wilayah lain.
    2. Mempengaruhi seseorang untuk ikut menjalani adat atau kebudayaan bahkan kepercayaan dari salah satu budaya pasangannya.
    3. Merubah tata cara dan gaya dalam menjalani hidupnya.
    4. Munculnya penduduk yang heterogen
    5. Menimbulkan adanya pembauran budaya
    Sedangkan dampak negatif nya adalah :
    1. Tergoyahnya integrasi kebudayaan
    2. Dapat menimbulkan urbanisasi
    3. Prasangka buruk terhadap budaya lain
    4. Perbedaan ideologi dapat merusak keharmonisan rumah tangga
    5. Dapat menghilangkan adat atau kebiasaan yang telah ada pada salah satu kebudayaan.
    Kesimpulannya pembauran dapat terjadi karena adanya keharusan seseorang untuk melakukan proses interaksi sosial. Yang bila mana tidak dilakukan maka kebutuhan hidup tidak akan terpenuhi serta tujuan hidup tidak akan terjadi. Pembauran dapat terjadi karena adanya kerja sama, proses akomodasi atau adaptasi dan asimilasi. Pembauran bertujuan untuk mengurangi pertentangan antara orang perorangan atau kelompok sebagai akibat perbedaan paham. Mencegah meledaknya suatu pertentangan, juga meleburkan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah, misalnya melalui pernikahan silang.

    Suka

  9. Reblogged this on mahesaindra and commented:
    Pembahasan ini sangat menarik karena membahas pembauran seperti perkawinan silang antar budaya. Namun sebelum menelaah lebih lanjut lebih bagusnya kita ketahui dahulu apa itu proses dan interaksi sosial.
    Pengertian proses dan interaksi sosial
    Proses sosial, merupakan aspek dinamis dari kehidupan masyarakat. Dimana di dalamnya terdapat suatu proses hubungan antara manusia satu dengan yang lainnya. Proses hubungan tersebut berupa antara aksi sosial yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari secara terus-menerus. Antar aksi (interaksi)sosial, yang dimaksudkan sebagai pengaruh tibal balik antara dua belah pihak, yaitu antara individu satu dengan individu atau kelompok lainnya dalam rangka mencapai atau tujuan tertentu. Proses sosial pada dasarnya merupakan siklus perkembangan dari struktur sosial yang merupakan aspek dinamis dalam kehidupan masyarakat. Perkembangan inilah yang merupakan dinamika yang tumbuh dari pola-pola peri kelakuan manusia yang berbeda, yang diwujudkan dalam proses hubungan sosial. Hubungan-hubungan sosial itu pada awalnya merupakan proses penyesuaian nilai-nilai sosial dalam kehidupan masyarakat. Kemudian meningkat menjadi semacam pergaulan yang tidak hanya sekedar pertemuan secara fisik, melainkan merupakan pergaulan yang ditandai adanya saling mengerti tentang maksud dan tujuan masing-masing pihak dalam hubungan tersebut. Misalnya : saling berbicara ( komunikasi ), bekerja sama dalam memecahkan suatu masalah, atau mungkin pertemuan dalam suatu pertikaian dan lain sebagainya. Secara singkat, dapat diartikan bahwa proses sosial itu adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis dalam kehidupan masyarakat.
    Bentuk-Bentuk Proses Sosial
    Bentuk-bentuk proses sosial tersebut dapat terjadi secara berantaiterus-menerus, bahkan dapat berlangsung seperti lingkaran tanpa berujung.Proses sosial tersebut bisa bermula dari setiap bentuk kerja sama, persaingan, pertiakian ataupun akomodasi; kemudian dapat berubah lagi menjadi kerjasama, begitu seterusnya.
    1. Kerja sama (team work)
    Kerja sama adalah suatu bentuk proses sosial, dimana di dalam nya terdapat aktivitas tertentu yang ditujukan untuk mencapai tujuan bersama. Roucek dan Warren, mengatakan bahwa kerja sama berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Dimana kerja sama adalah satu proses sosial yang paling dasar. Biasanya, kerja sama melibatkan pembagian tugas, dimana setiap orang mengerjakan setiap pekerjaan yang merupakan tanggung jawabnya demi tercapainya tujuan bersama.
    Pada dasarnya kerja sama dapat terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang dapat memperoleh keuntungan atau manfaat dari orang atau kelompok lainnya; demikian pula sebaliknya. Kedua belah pihak yang mengadakan hubungan sosial masing-masing menganggap kerja sama merupakan suatu aktivitas yang lebih banyak mendatangkan keuntungan dari pada bekerja sendiri. Berhubungan dengan pelaksanaan kerjasama, dalam buku sosiologi suatu pengantar karangan Soerjono Soekanto, ada tiga bentuk jenis kerja sama, yaitu :

    a. Bargaining, yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang- barang dan jasa-jasa antara dua organisasi atau lebih.

    b. Co-optation, yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya keguncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan.

    c. Coalition, adalah kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Coalition dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu, oleh karena dua organisasi atau lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktur yang berbeda beda satu dengan lainnya. Akan tetapi maksud utamanya adalah untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama, maka sifatnya adalah kooperatif.

    2. Persaingan

    Persaingan merupakan suatu usaha dari seseorang untuk mencapai sesuatu yang lebih dari pada yang lainnya. Sesuatu itu bisa berbentuk harta benda atau popularitas tertentu. Persaingan biasanya bersifat individu, apabila hasil dari persaingan itu dianggap cukup untuk memenuhi kepentingan pribadi. Akan tetapi apabila hasilnya dianggap tidak mencukup bagi seseorang, maka persaingan bisa terjadi antar kelompok, yaitu antara satu kelompok kerja sama dengan kelompok kerja sama yang lainnya.

    Menurut Soedjono Dirdjosisworo, persaingan merupakan suatukegiatan yang merupakan perjuangan sosial untuk mencapai tujuan, dengan bersaing terhadap yang lain, namun secara damai atau setidak-tidaknya tidak saling menjatuhkan.Bentuk kegiatan ini biasanya didorong oleh motivasi sebagai berikut :
    1. Mendapatkan status sosial
    2. Memperoleh jodoh
    3. Mendapatkan kekuasaan
    4. Mendapatkan nama baik
    5. Mendapatkan kekayaan
    6. Perbedaan agama dan lain-lain

    3. Pertikaian atau Pertentangan

    Pertikaian adalah bentuk persaingan yang berkembang secara negatif, artinya di satu pihak bermaksud untuk mencelakakan atau paling tidak berusaha untuk menyingkirkan pihak lainnya yang menurut dia mengganggu peluang miliknya. Singkatnya pertikaian dapat diartikan sebagai usaha penghapusan keberadaan pihak lain. Menurut Soedjono, pertikaian adalah suatu bentuk dalam interaksi sosial di mana terjadi usaha-usaha pihak yang satu berusaha menjatuhkan pihak yang lain, atau berusaha mengenyahkan yang lain yang menjadi rivalnya. Hal ini terjadi mungkin karena perbedaan pendapat antara pihak-pihak tersebut. Pertikaian ini bisa berhubungan dengan masalah-masalah ekonomi, politik, kebudayaan, dan sebagainya. Soerjono Soekanto menjelaskan bahwa pertentangan adalah suatu proses sosial di mana orang perorangan atau kelompok manusia berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dana tau kekerasan. Penjelasan Soerjono tersebut pertikaian tidak selama disertai kekerasan, bahkan ada pertikaian yang berbentuk lunak dan mudah dikendalikan. misalnya pertentangan antara orang-orang dalam seminar, dimana perbedaan pendapat bisa diselesaikan secara ilmiah, atau sekurang-kurangnya tidak emosional. Pertentangan atau pertikaian dapat memungkinkan penyesuaian kembali, jika fungsi norma-norma sosial dan toleransi antara pribadi masih cukup kuat.

    Sekian pembahasan tentang proses dan interaksi sosial menurut saya sekian terima kasih

    Suka

  10. Reblogged this on aviyolla and commented:
    Pembauran bisa terjadi akibat adanya hubungan antara individu, kelompok-kelompok sosial yang bertemu dan menentukan sistem dan hubungan sosial.Pembauran contohnya ketika dua perbedaan yang menyatu maka akan timbul sebuah pembaruan didalamnya.
    Pembauran bisa terjadi misal kawin silang anatara suku satu dengan suku yang lain. Didalam nya terjadi pembauran antar dua suku yang berbeda, dan disatukan oleh sebuah ikatan pernikahan antara dua suku yang berbeda.Pembauran tersebut mengakibatkan perbedaan suku atau bangsa yang disatukan.Pembaruan tersebut terjadi tentu saja memiliki keuntungan dan kerugian yang akan terjadi.
    Keuntungan adanya pernikahan silang yang terjadi antara suku atau bangsa?
    1. meningkatkan persatuan bangsa Indonesia
    Berbagai suku bangsa tinggal bersama di Indonesia dan di seluruh kota yang ada di Indonesia.Di antara mereka banyak yang memilih tinggal ke kota untuk mengadu nasib.Diantara mereka banyak yang memilih kekota untuk belajar dan bekerja.Namun banyak dari mereka yang memilih untuk menetap dan berkeluarga disana.Di kota banyak terjadi perkawinan silang antara suku maupun antar bangsa.Hal yang baik dari perkawinan silang ini akan memperkuat persatuan bangsa Indonesia.Karena hubungan antara dua suku itu sudah di jembatani oleh hubungan perkawinan. Pemahama, pengertian, saling menghormati akan muncul ketika perbedaan suku antara suami dan istri yang berbeda suku atau bangsa. Banyak perbedaan kebudayaan, perbedaan nilai-nilai, perbedaan kebiasaan, yang terjadi antara suku lain dengan yang lain nya.
    2. Memperluas ilmu pengetahuan
    Ketika perkawinan silang antara suku maupun bangsa terjalin , ketika itu maka akan banyak pengetahuan yang akan kita dapat. Dapat pula menjadi pembelajaran kita setelah kita mengetahui perbedaan budaya antara budaya satu dengan budaya yang lainnya. Ketika perkawinan yang terjadiantara orang pribumi dengan warga asing, biasanya orang pribumi akan mempejari bahasa mereka dan menambah ilmu pengetahuan yang mereka miliki.Banyak pengetahuan yang dapat kita pelajari ketika dua kebudayaan yang berbeda.Banyak dari orang pribumi yang menikah dengan orang bule untuk mencapai ilmu pengetahuan yang lebih didalam bahasa contohnya. Ketika mereka memiliki seorang anak maka yang diharapkan adalah keturunan mereka mampu menguasai bahasa asing yang dimiliki oleh pasangan nya.
    3. Sikap toleransi
    Ketika Perkawinan silanmg terjadi, sikap toleransi dan saling menghargai pun muncul antara dua orang yang menikah dengan perbedaan suku dan bangsa. Ketika perbedaan budaya, kebiasaan, makanan, cara berpakaian, nilai-niali leluhur, akan terjadi sikap toleransi di antara keduanya. Ketika sepasang suami istri yang menikah dan menggunakan adat keduanya, ,merupakan sikap toleransi yang tumbuh akibat adanya perkawinan silang.
    Kerugian adanya pernikahan silang

    1.Perpindahan keyakinan
    Ketika perkawinan silang terjadi dengan perbedaan suku dan bangsa, adapula yang berbeda keyakinan.Kelemahan nya adalah, ketika dua keyakianan yang berbeda, mereka yang lemah dengan keyakinan nya, akan mudah saja berpindah keyakinan untuk menyesuaikan pasangan nya.Contoh banyak para artis yang menikah dengan warga asing dan memilih pindah keyakinan mereka.

    2.Migrasi dan Urbanisasi
    Ketika perkawinan silang terjadi, antara suku dan bangsa. Banyak dari mereka yang memilih ikut bersama pasangan nya dan menetap ditempat lain. Masalah ini juga yang menyebab kan kepadatan penduduk di suatu kota, maupun Negara. Contoh ketika warga asing yang menikah dengan orang pribumi, banyak orang pribumi yang memilih menetap di Negara lain ataupun sebaliknya.Perpindahan penduduk yang di sahkan oleh perkawinan beda suku ataupun bangsa yang membuat bertambahnya kepadatan penduduk.

    Suka

  11. Reblogged this on nuranisyaam and commented:
    Nama : Nur Anisya Amelia
    Nim : 44114210020
    Bagaimana pembauran bisa terjadi?
    Manusia adalah mahkluk sosial. Manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Untuk menjadi makhluk sosial, manusia memerlukan komunikasi yang terdapat interaksi di dalamnya. Jika tidak terjadi interaksi dan timbal balik, maka komunikasi tersebut tidak akan berjalan dengan lancar. Manusia melakukan komunikasi dalam bermasyarakat. Dan utuk menciptakan lingkungan masyarakat yang saling bertoleransi dan menghormati maka harus terjadi pembauran agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam bermasyarakat.
    Pembauran bisa terjadi dari beberapa hal, diantaranya seperti:
    1. Hasil dari urbanisasi.
    Proses urbanisasi bisa menyebabkan terjadinya pembauran. Urbanisasi berarti perpindahan penduduk desa ke kota.dan penduduk kota bisa di sebut sebagai Urban community, mengapa di katakan seperti itu? Karena penduduk kota adalah gabungan dari para urban dari beberapa daerah. Di kota, orang orang hasil urban dari macam – macam daerah atau suku akan bercampur dan mengalami pembauran. Contohnya seperti orang jawa yang urbanisasi ke Jakarta. Di Jakarta mereka akan bertemu dengan orang orang yang juga urbanisasi tetapi dari berbeda wilayah, dari Sumatra misalnya. Mereka bertempat tinggal di suatu wilayah dan hidup bersama dalam suatu lingkungan. Dengan otomatis mereka mengalami suatu pembauran.
    2. Pernikahan dengan latar belakang berbeda suku.
    Di Indonesia, pernikahan antar dua orang mewakilkan perkawinan keluarga. Perkawinan yang berbeda suku akan menghasilkan pembauran. Contohnya seperti calon istri nya bersuku sunda, akan menikah dengan laki laki bersuku Palembang. Maka mereka berdua akan mengalami pembauran. Dalam pernikahan mereka juga akan menyatukan kedua suku yang berbeda tersebut. Seperti dalam resepsi pernikahan, maka aka nada dua adat yang di jalankan. Adat sunda dan adat Palembang. Maksud dari perlakuan tersebut adalah agar terjadinya pembauran antara keluarga perempuan dan laki – laki.
    Keuntungan dan kerugian dari pernikahan silang antar suku atau antar bangsa adalah:
    – Keuntungan:
    • Memperkaya ilmu pengetahuan. Dengan adanya perkawinan silang antar suku atau antar bangsa, mereka akan mengetahui adat adat yang belum mereka ketahui dan akan memperkaya ilmu pengetahuannya.
    • Memperkaya kekerabatan. Dengan adanya perkawinan silang antar suku atau antar bangsa, maka kerabat akan bertambah banyak. Misalnya seperti orang jawa yang menikah dengan orang sunda, maka kerabat mereka yang hanya orang jawa atau orang sunda saja, menjadi bayak kerabat, orang sunda jawa.
    • Menciptakan perdamaian antar suku. Perkawinan silang antar suku atau antar bangsa akan membawa perdamaian antar suku. Mengapa? Misalnya seperti orang bersuku jawa menikah dengan orang bersuku sunda, maka jika ada pertengkaran atau masalah di kedua suku, dan ingin berperang antar suku, maka akan di perhitungkan kembali, karena ternyata mereka masih satu kerabat karena adanya perkawinan silang antar suku tersebut.
    – Kerugian:
    • Hilangnya adat istiadat dan budaya dari salah satu suku. Perkawinan silang antar suku atau antar budaya akan menghilangkan adat istiadat yang ada. Seprti misalnya, dua suku yang berbeda menikah, mereka akan bingung akan mengadakan resepsi dengan adat yang mana. Jika mengambil adat A saja, maka akan terjadi konflik, begitu juga jika hanya mengambil adat B saja. Dengan begitu jalan tengahnya adalah mengabil adat “Indonesia” saja. Dengan begitu, tidak memakai adat A atau pun adat B. jika kejadian tersebut di lakukan oleh pernikahan beda suku lainnya, maka adat istiadat dan budaya dari berbagai suku akan hilang.
    • Pertengkaran dalam rumah tangga atau keluarga karena masalah suku. Ini bisa terjadi, karena di setiap suku memiliki kebiasaan dan adat istiadat yang berbeda, dengan adanya perbedaan ini maka akan terjadi suatu konflik bila tidak terjadinya pembauran di dalam suatu keluarga maupun masyarakat.

    Suka

  12. Reblogged this on nonyherbiana's Blog and commented:
    Menurut saya, Pembauran bisa terjadi karena adanya komunikasi dan hubungan antar sesama manusia. Manusia merupakan makhluk sosial. Maka dari itu, dalam hidup bermasyarakat manusia akan saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain. Dari hubungan itulah akan terjadi suatu proses interaksi sosial. Pembauran juga merupakan syarat penting bagi terciptanya persaudaraan masyarakat yang harmonis. Situasi yang harmonis itu hanya dapat berkembang dalam suasana saling pengertian antara sesama masyarakat. Seseorang dapat dikatakan membaur ketika ia dapat hidup bersama dengan mengabaikan perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan demi kepentingan bangsa yang lebih besar, dan pada saat yang bersamaan juga ia tidak mengusik hak individu termasuk hak-hak beragama dan berkeyakinan. Melalui interaksi yang aktif, masyarakat saling memahami tujuan, permasalahan dan cara pandang orang lain. Suasana seperti ini akan menumbuhkan rasa saling pengertian yang pada gilirannya merupakan sesuatu yang potensial memperkecil terjadinya konflik dalam masyarakat. Karena itu pembauran adalah harga mati untuk mewujudkan kondisi ideal kehidupan bermasyarakat. Pembauran juga dapat disebabkan karena adanya semangat gotong-royong dan kerjasama di masyarakat. Ini sekaligus menyatakan pentingnya semangat gotong royong dan kerjasama masyarakat ini dalam memuluskan usaha pembauran bangsa. Gotong-royong dan kerjasama masyarakat terbukti menghilangkan sekat-sekat perbedaan.
    Dan menurut saya, Keuntungan atau kelebihan pernikahan beda suku atau budaya ialah semua hal yang tidak dimiliki sesesorang yang ada pada pasangannya menjadi sesuatu yang baru untuk mengembangkan dirinya yang berhubungan dengan tradisi, ritual, adat maupun bahasanya. Namun pernikahan dengan beda budaya terkadang menimbulkan permasalahan hukum antar golongan yang bila tidak diselesaikan akan menimbulkan masalah. Dalam banyak hal, budaya memang bisa menjadi faktor pemicu permasalahan dalam kehidupan rumah tangga. Tidak perlu antar bangsa, antar budaya dalam satu bangsa pun bisa menjadi pemicu perdebatan. Pasangan antar budaya / antar bangsa yang pada akhirnya bisa mengatasi perbedaaan budayanya adalah mereka yang bisa berkompromi tentang perbedaan tersebut. Banyak hal yang bisa menimbulkan rasa tersinggung dari pasangan yang berbeda kebudayaan. Meskipun keduanya sudah saling memahami kebudayaan masing-masing. Pernikahan beda budaya juga sangat menyulitkan dan seperti cinta terlarang. Mengapa begitu? Karena seseorang itu biasanya ngerasa agak dingin dengan budaya lain dan juga beberapa orang merasa takut kehilangan akan identitas keturunan. Mereka juga beranggapan bahwa jika seseorang menikah dengan orang diluar dengan sukunya sendiri akan memerlukan waktu yang lama untuk mengadakan penyesuaian-penyesuaian. Sedangkan, kalo seseorang menikah dengan orang dalam lingkungannya sendiri, tidak akan ada masalah dengan proses penyesuaiannya. Padahal kalau kedua suku memiliki bahasa masing-masing dan masing-masing orang yang mau menikah ini mempelajari bahasa pasangannya, dan sampai bisa, maka dia akan mendapat kelebihan dan hal yang tak ternilai tersendiri. Wawasan dari keturunan tersebut juga lebih luas karena dilahirkan dari dua kebudayaan yang berbeda.

    Suka

  13. Reblogged this on sesiliastellaa and commented:
    Proses sosial adalah suatu interaksi / hubungan timbal balik / saling mempengaruhi antar manusia yang berlangsung sepanjang hidup nya di dalam masyarakat.
    Tindakan sosial adalah perbuatan / perilaku manusia untuk mencapai tujuan subjektif dirinya. Misal nya sejak kecil manusia sudah melakukan tindakan sosial seperti membagi makanan dengan teman nya dan memberikan sesuatu kepada pengemis.
    Pada dasar nya tindakan sosial dapat dibedakan menjadi 4 tipe :
    1. Bersifat Rasional
    Tindakan yang dilakukan dengan pertimbangan dan pilihan secara sadardan mendapatkan hasil – hasil yang efisien
    2. Berorientasi Nilai
    Dilakukan dengan memperhitungkan manfaat, sedangkan tujuan yang ingin di capai tidak terlalu di pertimbangkan.
    3. Tradisional
    Tindakan sosial yang menggunakan pertimbangan kondisi kebiasaan yang telah baku dan ada di masyarakat seperti upacara – upacara adat
    4. Afektif
    Tindakan sosial yang sebagian besar tindakan nya dikuasai oleh perasaan / emosi tanpa melakukan pertimbangan yang matang
    Homans mendefinisikan interaksi sosial sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang di lakukan oleh seseorang terhadap individu lain di beri ganjaran / hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangan nya.
    Shaw mendefinisikan interaksi sosial sebagai suatu pertukaran antar pribadi yang masing – masing orang menunjukan perilaku nya satu sama laindalam kehadiran mereka, dan masing – masing perilaku memengaruhi satu sama lain.
    Bonner mendefinisikan sebagai suatu hubungan antara 2 orang / lebih individu , dimana kelakukan individu mempengaruhi, mengubah individu lain / sebalik nya.
    Jadi kesimpulan dari beberapa para ahli tersebut ialah interaksi sosila merupakan hubungan timbal balik antara 2 orang atau lebih dan masing – masing orang yang terlibat di dalam nya memainkan peran secara aktif.
    Interaksi sosial berasal dari bahasa inggris “social interaction” yang berarti saling bertindak.
    Syarat – syarat terjadi interaksi sosial adalah sebagai berikut :
    1. Kontak Sosial
    Kata kontak berasal dari kata “con” / “cum” ( bahasa latin : bersama – sama ) dang “tango” ( bahasa latin : menyentuh ) , jadi secara harifah kontak arti nya bersama –sama menyentuh. Secara fisik kontak sosial baru terjadi apabila terjadi hubungan badaniah. Akan tetapi sebagai gejala sosial tidak harus berarti hubungan badaniah. Karena seseorang dapat mengadakan hubungan dengan pihak lain tanpa saling menyentuh seperti saat saling menyapa dan berbicara dengan menggunakan bahasa isyarat. Kontak sosial adalah hubungan antara 1 pihak dengan pihak lain yang merupakan awal terjadi nya interaksi sosial dan masing – masing pihak saling bereaksi meski tdak harus bersentuhan secara fisik.

    2. Komunikasi
    Komunikasi berasal dari kata “communicare” ( bahasa latin : berhubungan ) . jadi secara harfiah komunikasi adalah berhubungan / bergaul dengan orang lain. Pada kontak sosial pengertian nya lebih ditekankan kepada bagaimana pesan nya itu di proses.

    Ciri – ciri dari Interaksi Sosial adalah sebagai berikut :
    1. Pelaku nya lebih dari 1 orang
    2. Ada komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial
    3. Mempunyai maksud dan tujuan yang jelas
    4. Ada dimensi waktu

    Faktor – faktor yang mempengaruhi terjadi nya Interaksi Sosial :
    1. Sugesti : sugesti adalah pemberian pengaruh pandangan seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu, sehingga orang tersebut mengikuti pandnagan / pengaruh tersebut tanpa berfikir panjang. Sugesti biasa nya dilakukan oleh orang yang berwibawa, mempunyain pengaruh besar / terkenal dalam masyarakat
    2. Imitasi : imitasi adalah suatu usaha untuk meniru tindakan orang lain sebagai tokoh idela nya. Imitasi cenderung secara tidak disadari dilakukan oleh seseorang. Imitasi pertama kali akan terjadi dalam sosialisasi keluarga.
    3. Identifikasi : identifikasi adalah kecenderungan / keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain
    4. Simpati : simpati adalah suatu proses seseorang yang merasa tertarik pada orang lain.
    5. Empati : empati adalah kemampuan mengambil / memainkan peran secara efektifdan seseorang / orang lain dalam kondisi yang sebenar – benar nya.
    Selain itu ada bentuk – bentuk inetraksi sosial antara lain :
    1. Proses Asosiatif
    Proses asosiasif adalah bentuk interaksi yang menghasilkan kerjasama. Ada beberapa bentuk interaksi sosial asosiasif antara lain sebagai berikut : kerjasama ( usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu / beberapa tujuan bersama ) , akomodasi ( proses dimana orang perorangan / kelompok – kelompok manusia yang mula – mula saling bertentangan, saling mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan – ketegangan ) , akulturasi ( proses yang timbul apabila suatu kelompok manusia dan kebudayaan tertentu di hadapkan dengan unsur – unsur dari kebudayaan asing dengan sedemikian rupa sehingga unsur – unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri )

    2. Proses Disosiatif
    Proses Disosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang menghasilkan sebuah perpecahan. Ada beberapa bentuk interaksi sosial disosiatif anatra lain sebagai berikut : persaingan ( proses sosial yang ditandai dengan ada nya saling berlomba / bersaing antar individu / antar kelompok tanpa menggunakan ancaman / kekerasan ) , kontroversi ( bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan & konflik ) , konflik ( adalah proses sosial dimana orang perorangan / kelompok manusia berusaha untuk memenuhi tujuan dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman / kekerasan.

    Jadi kita perlu sekali berinteraksi dengan satu sama lain. Dengan cara berkomunikasi lah cara yang paling mudah untuk kita berinteraksi satu sama lain.

    Suka

  14. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut hubungan antarindividu, individu (seseorang) dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Tanpa adanya interkasi sosial maka tidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Proses sosial adalah suatu interaksi atau hubungan timbal balik atau saling mempengaruhi antar manusia yang berlangsung sepanjang hidupnya didalam amasyarakat. Menurut Soerjono Soekanto, proses sosial diartikan sebagai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu serta menentukan sistem dan bentuk hubungan sosial.Menurut Homans ( dalam Ali, 2004: 87) mendefinisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya.
    Konsep yang dikemukakan oleh Homans ini mengandung pengertian bahwa interaksi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam interaksi merupakan suatu stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi pasangannya.Sedangkan menurut Shaw, interaksi sosial adalah suatu pertukaran antarpribadi yang masing- masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dalam kehadiran mereka, dan masing- masing perilaku mempengaruhi satu sama lain. Hal senada juga dikemukan oleh Thibaut dan Kelley bahwa interaksi sosial sebagai peristiwa saling mempengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama, mereka menciptakan suatu hasil satu sam lain atau berkomunikasi satu sama lain. Jadi dalam kasus interaksi, tindakan setiap orang bertujuan untuk mempengaruhi individu lain.
    Pengertian Interaksi sosial menurut Bonner ( dalam Ali, 2004) merupakan suatu hubungan antara dua orang atau lebih individu, dimana kelakuan individu mempengaruhi, mengubah atau mempengaruhi individu lain atau sebaliknya.
    Pengertian Interkasi sosial menurut beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa, interaksi adalah hubungan timbal balik anatara dua orang atau lebih, dan masing-masing orang yang terlibat di dalamnya memainkan peran secara aktif. Dalam interaksi juga lebih dari sekedar terjadi hubungan antara pihak- pihak yang terlibat melainkan terjadi saling mempengaruhi.Syarat terjadinya interaksi sosial terdiri atas kontak sosial dan komunikasi sosial. Kontak sosial tidak hanya dengan bersentuhan fisik. Dengan perkembangan tehnologi manusia dapat berhubungan tanpa bersentuhan, misalnya melalui telepon, telegrap dan lain-lain. Komunikasi dapat diartikan jika seseorang dapat memberi arti pada perilaku orang lain atau perasaan-perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.Proses interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat bersumber dari faktor imitasi, sugesti, simpati, identifikasi dan empati.
    Imitasi merupakan suatu tindakan sosial seseorang untuk meniru sikap, tindakan, atau tingkah laku dan penampilan fisik seseorang.
    Sugesti merupakan rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sehingga ia melaksanakan apa yang disugestikan tanpa berfikir rasional.
    Simpati merupakan suatu sikap seseorang yang merasa tertarik kepada orang lain karena penampilan,kebijaksanaan atau pola pikirnya sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh orang yang menaruh simpati.
    Identifikasi merupakan keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang lain yang ditiru (idolanya)
    Empati merupakan proses ikut serta merasakan sesuatu yang dialami oleh orang lain. Proses empati biasanya ikut serta merasakan penderitaan orang lain.
    Jika proses interaksi sosial tidak terjadi secara maksimal akan menyebabkan terjadinya kehidupan yang terasing. Faktor yang menyebabkan kehidupan terasing misalnya sengaja dikucilkan dari lingkungannya, mengalami cacat, pengaruh perbedaan ras dan perbedaan budaya.

    Suka

Apa Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s