KAPITA SELEKTA (4) Urbanisasi dan Sosiologi Perkotaan

Masalah pelik tentang urbanisasi telah menyumbang persoalan di kota-kota besar seperti kota Jakarta, Surabaya dan lain-lain. Mengapa? Karena pusat pertembuhan ekonomi ada di kota, demikianlah bayangan orang tentang hebatnya kota. Pertarungan kaum urban ini, dianggap masalah sosial yang serius karena banyak menimbulkan efek yang negatif. Kota selalu dipandang sebagai pusat pendidikan, pusat kegiatan ekonomi, dan pusat pemerintahan. Namun, berdasarkan sejarahnya perkembangan kota itu berasal dari tempat-tempat pemukiman yang sangat sederhana. Apa itu kota dan apa hubungannya dengan kaum urban, berikan 5 contoh kasus sosial diperkotaan seperti Jakarta sebagai efek dari urbanisasi itu sendiri.

Bobot 40 (Tugas Wajib)

Kirim Komentar anda minimal 500 kata

60 respons untuk ‘KAPITA SELEKTA (4) Urbanisasi dan Sosiologi Perkotaan

  1. Kota adalah suatu wilayah atau pusat dari seluruh kesibukan dan kegiatan kaum urban. Hampir semua kebutuhan manusia ada di kota. Kota identik dengan lapangan pekerjaan yang sangat luas dan penduduk yang padat. Kota sangat erat hubungannya dengan kaum urban, karena tanpa adanya kaum urban maka tidak akan ada kota, begitu pula sebaliknya. Kaum urban adalah sekelompok orang yang tinggal di suatu kota dengan mengisi semua waktunya di kota, dari pekerjaan hingga kehidupannya sehari-hari. Urbanisasi merupakan fenomena yang biasa terjadi di sebuah negara, khususnya negara-negara berkembang seperti Indonesia. Urbanisasi terjadi akibat adanya faktor-faktor pendorong yang menyebabkan masyarakat melakukan perpindahan ke daerah lain. Faktor yang dominan adalah masalah ekonomi. Dengan alasan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat berpindah dari satu daerah ke daerah lain yang dianggap mampu menyediakan sumber-sumber perekonomian yang baik. Hal ini biasanya terjadi pada masyarakat desa yang melakukan migrasi ke perkotaan, khususnya adalah kota-kota besar yang dalam bayangan mereka mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang luas dan beragam, dan tentunya dengan harapan untuk penghasilan yang lebih baik secara ekonomi. Anggapan mereka tidak keliru, karena kenyataannya kota-kota besar memang menyediakan lapangan pekerjaan yang banyak dan beragam. Namun demikian menjadi keliru jika mereka masih menganggap mudah untuk mengakses ragam pekerjaan yang disediakan oleh kota-kota besar, terlebih lagi pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus. Tentu saja mereka tidak akan mempertimbangkan hal ini, dan pada akhirnya merekapun melakukan migrasi besar-besaran dengan hanya bermodalkan ‘nekat’. Tidak ada modal keahlian maupun modal finansial yang mereka miliki. Satu demi satu permasalahan muncul seiring dengan laju urbanisasi. Resiko-resiko besar hidup di kota tentunya sudah mereka pahami sebelumnya, namun mereka masih saja memilih untuk melakukan urbnisasi. Ledakan populasi di kota-kota besar tentunya menjadikannya begitu padat dan sesak dengan penduduk. Hal inilah salah satunya yang memicu munculnya berbagai permasalahan. Dengan kondisi perkotaan yang demikian ini kemudian apakah wilayah tersebut masih layak bagi warga yang tinggal di dalamnya, tentunya duperlukan langkah-langkah jitu untuk mengantisipasi permasalahan-permasalahan yang muncul silih-berganti, untuk mewujudkan kondisi perkotaan yang benar-benar layak huni seperti apa yang dicitrakan oleh banyak media televisi.
    Seperti telah disebutkan bahwa urbanisasi yang tak merata meyebabkan banyak permasalahan di kota-kota besar. dari banyaknya permasalahan secara garis besar terdapat dua permasalahan umum, yaitu masalah sosial, dan permasalahan lingkungan. Dua permasalahan ini berkembang menjadi permasalahan-permasalahan lain yang lebih beragam, contohnya, dalam masalah sosial terdapat beberapa masalah, misalnya: kemiskinan, kriminalitas, tingginya angka KDRT, dan lain sebagainya. Sedangkan dalam permasalahan lingkungan dapat diambil contoh, banyaknya pemukiman liar, lautan sampah, banjir, kemacetan lalu lintas, tingginya polusi udara, hingga permasalahan kesehatan. Berikut ini adalah kasus sosial di perkotaan sebagai efek dari urbanisasi:

    1. Tingginya angka kemiskinan
    Dengan jumlah dan persentase penduduk perkotaan yang semakin besar dan semakin padat tersebut tentu akan menambah beban hidup perkotaan yang semakin berat sehingga menimbulkan berbagai permasalahan di berbagai bidang. Diantara berbagai permasalahan tersebut yang menonjol diantaranya adalah yang berhubungan dengan kemiskinan. Sebagian besar kemiskinan yang melanda masyarakat perkotaan adalah akibat ketidakmampuan mereka untuk bersaing di dalam perekonomian kota. Hal ini diakibatkan oleh rendahnya keahlian mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Pada akhirnya merekapun tersingkir dari persaingan. Potret ini umumnya terekam melalui wajah perkotaan, Dengan sudut-sudut pemukiman kumuh. Hal ini, dikarenakan sebagian besar kaum urban yang bekerja menjadi buruh kasar dan memperoleh penghasilan minim. Akibatnya, mereka hanya mampu tinggal di kawasan kumuh dengan segala permasalahannya

    2. Meningkatnya pengangguran
    Dampak negatif yang disebabkan oleh urbanisasi selanjutnya adalah semakin tingginya tingkat pengangguran didaerah perkotaan, karena semakin banyak yang melakukan urbanisasi, semakin berkurangnya lapangan pekerjaan, sehingga membuat tingkat pengangguran di perkotaan semakin tinggi.

    3. Tingginya kriminalitas
    Mereka yang melakukan tindak kriminal umumnya adalah orang-orang miskin kota yang tersingkirkan. Kondisi ini tentu saja berpengaruh pada agresifitas mereka. Oleh karena itu tingginya kriminalitas ini salah satunya dipicu oleh kondisi miskin masyarakat kota dengan kehidupan yang serba terbatas, akses ekonomi, kesehatan, dan politik yang terbatas bagi mereka. Hal ini banyak menimbulkan keputusasaan bagi masyarakat miskin, maka tak heran jika pada akhirnya banyak di antara mereka melalui jalan belakang. Jalan belakang ini yang kerap kali berwujud tindak kriminalitas.

    4. Meningkatnya pemukiman kumuh di kota
    Semakin tingginya para urban yang menetap dikota, yang tidak dapat tempat tinggal yang layak, mereka pun membuat pemukiman-pemukiman sendiri dengan bahan triplek dan kardus yang membuat kota pun penuh dengan pemandangan pemukiman yang kumah.

    5. Terjadinya pencemaran lingkungan
    Urbanisasi yang dilakukan oleh para pendatang, membuat kota pun semakin padat sehingga harus mencari tempat tinggal yang layak, maka dari itu para urban pun rela tinggal di bawah jembatan. Mereka pun melakukan segala sesuatu disana, dari mencuci, mandi, bahkan membuang kotoran mereka, sehingga membuat lingkungan tercemar.

    Suka

  2. Reblogged this on TEMPAT BELAJAR ILMU KOMUNIKASI and commented:

    Kota adalah pusat terjadinya segala kegiatan, seperti kegiatan ekonomi, politik , pemdidikan, dan pemerintahan. Hubungan kota dengan kaum urban adalah , kota terbentuk karena banyaknya kaum urban yang berdatangan ke kota karena mereka berpikiran , bila mereka ke kota maka ketika mereka pulang ia akan menjadi sukses . namun hal ini justru bertolak belakang dengan ucapan mereka , karena kenyataannya kaum urban yang datang ke kota banyak yang hanya bermodalkan nekat, hal ini menyebabkan terjadinya berbagai macam masalah-masalah di kota .
    Berikut 5 contoh kasus social di kota sebagai efek urbanisasi
    1. Rumah-rumah liar

    Banyak sekali kita temui di kota seperti Jakarta rumah-rumah liar di pinggir rel kereta, dan di pinggir kali, rumah rymah itu adalah rumah dari kaum-kaum urban yang datang ke kota namun kalah bersaing dengan orang –orang yang lebih siap dari mereka , ini merupakan contoh kasus social yang terjadi di kota dari efek urbanisasi , ini terjadi karena si kaum urban datang ke kota dengan modal nekat , namun tidak dibekali keterampilan sehingga mereka kalah bersaing.

    2. Minimnya fasilitas pendidikan di desa
    Ini juga merupakan menjadi kasus social di kota sebagai efek urbanisasi . yang disebabkan anak-anak di desa ingin mengejar pendidikan yang tinggi , namun di desa belum ada fasilitasnya seperti, masih jarang sekali universitas yang ada di pedesaan, hal ini membuat mereka akhirnya berpikiran untk urbanisasi ke kota agar bisa melanjutkan pendidikannya , namun hal ini bisa jadi berdampak negative karena bisa membuat kota menjadi semakin padat, dan lahan –lahan di Jakarta semakin sesak dan tidak ada ruang.

    3. Polusi udara
    Hal ini merupakan salah satu kasus social yang terjadi di perkotaan., karena banyaknya kaum urban yang berdatangan ke kota , yang disebabkan oleh mereka yang berurbanisasi ke kota membawa kendaraan-nya dari desa . sehingga menyebabkan kepadatan lau lintas dan menjadi polusi udara . hal ini sangat tidak bagus bagi pertumbuhan kota karena bisa merusak lingkungan di kota karena akibat dari polusi udara tersebut , dan juga berbahaya bagi pernapsan manusia .

    4. Kriminalitas yang tinggi
    Ini terjadi disebankan mereka( kaum urban) kalah bersaing di kota , sehingga mereka berpikiran untuk melakukan kriminalitas untuk menghidupi keluarganya, dan juga agar bisa memenuhi kehidupannya sehari-hari . kasus-kasus seperti ini banyak sekali terjadi di kota . ini merupakan hal berbahaya yang terjadi di perkotaan , oleh sebab itu seharusnya bila tidak ada keterampilan sebaiknya tidak usah datang ke kota.

    5. Kemacetan
    Ini terjadi di kota –kota besar seperti di Jakarta hal ini disebabkan oleh factor urbanisasi . mereka datang ke kota dengan membawa kendaraan mereka dari desa untuk transportasi . namun hal ini menyebabkan kemacetan yang dikarenakan sudah banyaknya kendaraan –kendaraan di kota.

    Suka

  3. Reblogged this on tionovelia and commented:

    Kota adalah kawasan atau wilayah pemukiman tempat tinggal dengan kumpulan kumpulan rumah dan mendukung masyarakatnya untuk hidup mandiri.
    Urbanisasi merupakan salah satu bentuk dari interaksi social antara desa-kota.
    Urbanisasi  perpindahan penduduk dari desa ke kota.
    Urbanisasi dipicu adanya perbedaan pertumbuhan atau ketidakmerataan fasilitas pembangunan, khususnya antara daerah pedesaan dan perkotaan. Akibatnya, wilayah perkotaan menjadi magnet menarik bagi kaum urban untuk mencari pekerjaan. Dengan demikian, urbanisasi sejatinya merupakan suatu proses perubahan yang wajar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan penduduk atau masyarakat.
    Pada umumnya, masyarakat melakukan urbanisasi karena adanya pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lainsebagaimya. Faktor penarik Urbanisasi :
    > Kehidupan kota yang lebih modern dan mewah ;
    > Sarana dan prasarana kota yang lebih lengkap ;
    >Banyaknya lapangan pekerjaan di kota ; dan
    > Pendidikan yang jauh lebih baik dari yang ada di pedesaan.

    Faktor yang terjadi nya urbanisasi :
    1. Kurangnya lapangan kerja
    2. Kemiskinan
    3. Rendahnya pendidikan

    Faktor penarik penduduk desa-kota:
    1. Pemikiran lapangan kerja yang banyak dan bermacam macam
    2. Upah kerja yang tinggi
    3. Pendidikan yang tinggi.
    Adanya faktor negative dari urbanisasi adalah :
    1.Padatnya lalulintas
    Kemacetan atau padatnya lalu lintas adalah salah satu khas suatu kota. Padatnya penduduk di kota menyebabkan kemacetan dimana-mana, ditambah lagi arus urbanisasi yang makin bertambah.Jalanan kota bisa dikatakan besar dan juga luas tetapi dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka kepadatan pun terjadi. Tidak terkontrolnya pembelian kendaraan membuat fasilitas dan saran jalan raya menjadi tambah marak. Ditambah lagi adanya system pembelian secara kredit menambah kepadatan mobil mobil atau kendaraan lainnya yang membuat jalanan semakin macet. Masalah lalu lintas, kemacetan jalan dan masalah parkir yang menghambat kelancaran kota.

    2.Pengangguran Bertambah
    Penganggguran merupakan masalah pokok dalam suatu masyarakat modern. Jika tingkat pengangguran tinggi, sumber daya menjadi terbuang percuma dan tingkat pendapatan masyarakat akan merosot.Penduduk kota saja masih cukup banyak yang menggangur. Ditambah lagi para urbanisasi yang ingin mengadu nasib dan ingin mencari kerja ke kota akan menambah tinggkat pengganguran di kota. Pertambahan penduduk kota yang menimbulkan masalah kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan memadai, masalah pengangguran dan masalah gelandan. Jumlah penduduk desa yang pergi ke kota tanpa keahilan menimbulkan permasalahan bagi daerah perkotaan,yaitu semakin meningkat jumlah pengangguran .
    3. Kriminalitas
    Tidak punya kerjaan lalu makan apa? Hidup dengan apa? sulit bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Karena kurangnya lapangan kerja dikota sehingga mereka pun mengambil tindakan kriminal. Mereka yang sulit mendapatkan pekerjaan yang layak umumnya menjadi perampok ataupun tindakan criminal lainnya.
    4. Angka kemiskinan bertambah
    mereka yang melakukan urbanisasi dengan kemampuan yang rendah hanya bisa bekerja sebagai buruh, dan pedagang kaki lima. Kemiskinan yang melanda perkotaan akibat ketidakmampuan mereka untuk bersaing di tanah perekonomian kota pemicu meningkatnya kemiskinan dikota.
    5. Meningkatnya jumlah pemukiman kumuh
    Banyak sudah kita lihat rumah rumah kumuh atau rumah rumah liar yang sekarang semakin banyak terjadi. Dapat kita lihat di sekitar sungai sungai atau kali serta di kolong jembatan. Kepadatan penduduk kota yang menimbulkan masalah kesehatan lingkungan, masalah perumahan dan masalah sampah yang sangat erat kaitannya dengan pengaturan penduduk.

    Suka

  4. Reblogged this on dindadwitaa and commented:

    Urbanisasi adalah pindahnya penduduk desa kekota, karena mungkin didesa hidupnya belum terpenuhi. Dan fasilitas didesa itu belum modern seperti dikota, dan mungkin saja orang desa mencari jodoh dikota karena dikota lebih berkemistri dan dapat memperbaiki keturunan. Kota adalah satuan Kota adalah satuan administrasi negara otonom di bawah provinsi dan di atas kecamatan, selainkabupaten, yang memiliki ciri fisik sebagai suatu perkotaan. Dan dikota juga terdapat penduduk yang berbeda kalangan.
    Terjadinya Kemacetan dijalanan
    Dijalan raya sering terjadi kemacetan, dikarenakan kendaraan yang semakin banyak dan jalan yang semakin mengecil. Penyebabnya adalah pertambahan penduduk atau yang sering dibilang Urbanisasi. Seperti yang terjadi dipersimpangan jalan raya cikeas, kemacetan tersebut terjadi akibat banyaknya orang yang disebut orang udik itu tinggal di sekitar cikeas tersebut. Dan banyak juga dari orang cikeas itu menjual dipinggiran jalan, dan terjadilah kemacetan tersebut.

    Bertamabahnya penduduk mengakibatkan pemukiman menjadi kubuh
    Saya mengangkat kasus dari cikeas juga, karena dicikeas itu terdapat banyak pemukiman yang kubuh. Karena dicikeas itu kebanyakan orang sunda, jadi banyak juga mungkin orang sunda yyang tidak mampu untuk membangun rumah. Jadi, mereka membangun ala kadarnya dan tanpa ada surat izin membangun bangunan.

    Meningkatnya orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap
    Banyak orang yang berUrbanisasi kekota itu disebabkan karena mereka berfikiran dikota itu gampang mencari pekkerjaan, dan cepat mendapatkan uang. Tetapi setelah mereka para orang desa mencoba untuk Urbanisasi ke Jakarta. Ternyata Jakarta sangat susah untuk mencari pekerjaan. Banyak yang membuka lowongan tetapi membutuhkan ijasah, SMA, SMK dan Sarjanalah yang bisa bekerja. Sedangkan di desa jarang sekali ada yang lulus SMA.

    Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
    Dikota Jakarta banyak sekali rumah-rumah yang tidak layak untuk ditinggali, mereka yang berurbanisasi itu, mencoba tinggal disuatu rumah dengan cara menjual harta yang terdapat didesa mereka. Dan pada akhirnya harta mereka didesa telah habis, dan tunggakan rumah semakin banyak. Secara terpaksa mereka tinggal dibawah kolong jembatan, dipinggiran jalan, dan dipinggiran rel kereta api. Sedangkan kita tau tinggal ditempat seperti itu banyak ancaman dan bahayanya. Dan tempat yang mereka tempati itu tidak bersih dan tidak layak untuk ditinggali anak kecil, karena pengaruhnya bisa mengancam nyawa mereka sendiri.
    Ligkungan hidup tidak sehat
    Lingkungan hidup tidak sehat itu seperti mereka yang berurbanisasi tinggal ditempat yang tidak bersih, seperti makan ditempat pembuangan. Banyaknya ancaman hidup untuk orang yang tinggal dipinggiran sungai. Dan ban yak juga orang yang berjualan ditempat yang tidak strategis, karena mereka berfikir mereka mencari rezeki dikota besar, jadi, mereka biasa saja kalau menjual ditempat yang tidak layak untuk dipakai.

    Suka

  5. Apa itu kota merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri.sedangkan urbanisasi itu perpindahan peduduk dari desa ke kota .Para urban biasanya tertarik dengan mewahnya fasilitas kota yaitu yang menyediakan lapangan pekerjaan, Cara berpikir dan bertindak warga kota tampak lebih rasional dan berprinsip ekonomi.membuat penduduk desa ingin datang ke kota, Hasrat ingin pindah ke kota disesabkan oleh beberapa faktor, antara lain.Ketersediaan lapangan kerja di kota lebih banyak daripada di desa. Banyak perusahaan-perusahaan, pabrik, serta industri di bangun dan tersebar di perkotaan. Hal ini berbanding terbalik dengan di daerah pedesaan. Sehingga tidak sedikit yang tergiur untuk mengadu nasib di kota dibandingkan di desa walaupun tanpa memiliki keahlian apa-apa dan hanya bermodal nekad.
    Perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam
    • Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota contohnya seseorang yang mengadu nasib dari desa kekota berminat mulai hidup baru dikota jakarta karena ingin mencari berpenghasilan lebih.
    • Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap.contohnya berkunjung kerumah saudara untuk menginap beberapa hari saja.
    Contoh contoh kasus sosial yang terjadi di perkotaan akibat adanya urbanisasi
    1.Terbentuknya rumah pinggiran kota
    Adanya terbentuk rumah dipinggiran disebabkan banyaknya urbanisasi yang datang dan belum mendapat pekerjaan yanglayak untuk mampu menyewa rumah yang layak ,menyebabkan para urban memilih membangun rumah sendiri yang tidak membutuhkan biaya yang begitu besar tetapi murah, ini menyebabkan terbentuknya rumah yang tidak enak terlihat.mereka memilih membangun rumah dipinggiran kota seperti di pinggiran kali menyebabkan tatanan kota yang tidak teratur , terbentuknya rumah dipinggiran akan menyebabkan kebanjiran dikarenakan mengambil lahan pengaliran air dan pemandangan tersebut membuat tatanan kota menjadi buruk dan tidak teratur.
    2.Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
    Hasrat ingin pindah ke kota disesabkan karena ketersediaan lapangan kerja di kota lebih banyak dari pada di desa .mengakibat seseorang hanya mengadalkan nekad untuk merantau kekota besar, dengan harapan ada pekerjaan yang apat menerimanya .dikota jarang sekali yang membutuhkan tenaga petani,sedangkan mereka yang nekad datang ke kota hanya mempunyai skill bertani ,itu salah satu penyebab banyaknya pengangguran dikota besar, disebabkan keahlian masyarakat desa tidak terlalu diminati, sehingga ia terus mencari dan tak pasti apa pekerjaannya yang terpenting bagi mereka mendapat uang dan bisa terus bertahan hidup dikota besar.
    3.Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
    Dengan susahnya mencari pekerjaan di kota besar, kemiskinan meraja lela di sudut kota , yang menyebabkan mereka tidak peduli akan kesehatan,seperti membangun rumah dekat pebuangan sampah atau pun kali dan mereka rela tinggal dirumah sepetak saja, asalkan mereka bisa tidur dan beristirahat tanpa sempat memikirkan atau kebersihan rumah tersebut.
    4.Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan sosial dan criminal
    Disebabkan susahnya mendapat pekerjaan, beberapa orang lebih memlih jalan pintas yaitu merampok,mencuri untuk bisa makan dan bertahan hidup di kota besar.ini sering terjadi dipermukiman padat dan sangat meresahkan kota.
    5 terjadinya kemacetan
    Banyak urban yang datang kekota menyebabkan kemacetan, contohnya berjualan dipinggir jalan,pedagang kaki lima,menyebabkan masalah bagi kota.

    Suka

  6. Reblogged this on normabesse and commented:
    Apa itu kota merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri.sedangkan urbanisasi itu perpindahan peduduk dari desa ke kota .Para urban biasanya tertarik dengan mewahnya fasilitas kota yaitu yang menyediakan lapangan pekerjaan, Cara berpikir dan bertindak warga kota tampak lebih rasional dan berprinsip ekonomi.membuat penduduk desa ingin datang ke kota, Hasrat ingin pindah ke kota disesabkan oleh beberapa faktor, antara lain.Ketersediaan lapangan kerja di kota lebih banyak daripada di desa. Banyak perusahaan-perusahaan, pabrik, serta industri di bangun dan tersebar di perkotaan. Hal ini berbanding terbalik dengan di daerah pedesaan. Sehingga tidak sedikit yang tergiur untuk mengadu nasib di kota dibandingkan di desa walaupun tanpa memiliki keahlian apa-apa dan hanya bermodal nekad.
    Perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam
    • Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota contohnya seseorang yang mengadu nasib dari desa kekota berminat mulai hidup baru dikota jakarta karena ingin mencari berpenghasilan lebih.
    • Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap.contohnya berkunjung kerumah saudara untuk menginap beberapa hari saja.
    Contoh contoh kasus sosial yang terjadi di perkotaan akibat adanya urbanisasi
    1.Terbentuknya rumah pinggiran kota
    Adanya terbentuk rumah dipinggiran disebabkan banyaknya urbanisasi yang datang dan belum mendapat pekerjaan yanglayak untuk mampu menyewa rumah yang layak ,menyebabkan para urban memilih membangun rumah sendiri yang tidak membutuhkan biaya yang begitu besar tetapi murah, ini menyebabkan terbentuknya rumah yang tidak enak terlihat.mereka memilih membangun rumah dipinggiran kota seperti di pinggiran kali menyebabkan tatanan kota yang tidak teratur , terbentuknya rumah dipinggiran akan menyebabkan kebanjiran dikarenakan mengambil lahan pengaliran air dan pemandangan tersebut membuat tatanan kota menjadi buruk dan tidak teratur.
    2.Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
    Hasrat ingin pindah ke kota disesabkan karena ketersediaan lapangan kerja di kota lebih banyak dari pada di desa .mengakibat seseorang hanya mengadalkan nekad untuk merantau kekota besar, dengan harapan ada pekerjaan yang apat menerimanya .dikota jarang sekali yang membutuhkan tenaga petani,sedangkan mereka yang nekad datang ke kota hanya mempunyai skill bertani ,itu salah satu penyebab banyaknya pengangguran dikota besar, disebabkan keahlian masyarakat desa tidak terlalu diminati, sehingga ia terus mencari dan tak pasti apa pekerjaannya yang terpenting bagi mereka mendapat uang dan bisa terus bertahan hidup dikota besar.
    3.Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
    Dengan susahnya mencari pekerjaan di kota besar, kemiskinan meraja lela di sudut kota , yang menyebabkan mereka tidak peduli akan kesehatan,seperti membangun rumah dekat pebuangan sampah atau pun kali dan mereka rela tinggal dirumah sepetak saja, asalkan mereka bisa tidur dan beristirahat tanpa sempat memikirkan atau kebersihan rumah tersebut.
    4.Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan sosial dan criminal
    Disebabkan susahnya mendapat pekerjaan, beberapa orang lebih memlih jalan pintas yaitu merampok,mencuri untuk bisa makan dan bertahan hidup di kota besar.ini sering terjadi dipermukiman padat dan sangat meresahkan kota.
    5 terjadinya kemacetan
    Banyak urban yang datang kekota menyebabkan kemacetan, contohnya berjualan dipinggir jalan,pedagang kaki lima,menyebabkan masalah bagi kota.

    Suka

  7. Kota adalah pusat terjadinya segala kegiatan, seperti kegiatan ekonomi, politik , pemdidikan, dan pemerintahan. Hubungan kota dengan kaum urban adalah , kota terbentuk karena banyaknya kaum urban yang berdatangan ke kota karena mereka berpikiran , bila mereka ke kota maka ketika mereka pulang ia akan menjadi sukses . namun hal ini justru bertolak belakang dengan ucapan mereka , karena kenyataannya kaum urban yang datang ke kota banyak yang hanya bermodalkan nekat, hal ini menyebabkan terjadinya berbagai macam masalah-masalah di kota .
    Berikut 5 contoh kasus social di kota sebagai efek urbanisasi
    1. Rumah-rumah liar

    Banyak sekali kita temui di kota seperti Jakarta rumah-rumah liar di pinggir rel kereta, dan di pinggir kali, rumah rymah itu adalah rumah dari kaum-kaum urban yang datang ke kota namun kalah bersaing dengan orang –orang yang lebih siap dari mereka , ini merupakan contoh kasus social yang terjadi di kota dari efek urbanisasi , ini terjadi karena si kaum urban datang ke kota dengan modal nekat , namun tidak dibekali keterampilan sehingga mereka kalah bersaing.

    2. Minimnya fasilitas pendidikan di desa
    Ini juga merupakan menjadi kasus social di kota sebagai efek urbanisasi . yang disebabkan anak-anak di desa ingin mengejar pendidikan yang tinggi , namun di desa belum ada fasilitasnya seperti, masih jarang sekali universitas yang ada di pedesaan, hal ini membuat mereka akhirnya berpikiran untk urbanisasi ke kota agar bisa melanjutkan pendidikannya , namun hal ini bisa jadi berdampak negative karena bisa membuat kota menjadi semakin padat, dan lahan –lahan di Jakarta semakin sesak dan tidak ada ruang.

    3. Polusi udara
    Hal ini merupakan salah satu kasus social yang terjadi di perkotaan., karena banyaknya kaum urban yang berdatangan ke kota , yang disebabkan oleh mereka yang berurbanisasi ke kota membawa kendaraan-nya dari desa . sehingga menyebabkan kepadatan lau lintas dan menjadi polusi udara . hal ini sangat tidak bagus bagi pertumbuhan kota karena bisa merusak lingkungan di kota karena akibat dari polusi udara tersebut , dan juga berbahaya bagi pernapsan manusia .

    4. Kriminalitas yang tinggi
    Ini terjadi disebankan mereka( kaum urban) kalah bersaing di kota , sehingga mereka berpikiran untuk melakukan kriminalitas untuk menghidupi keluarganya, dan juga agar bisa memenuhi kehidupannya sehari-hari . kasus-kasus seperti ini banyak sekali terjadi di kota . ini merupakan hal berbahaya yang terjadi di perkotaan , oleh sebab itu seharusnya bila tidak ada keterampilan sebaiknya tidak usah datang ke kota.

    5. Kemacetan
    Ini terjadi di kota –kota besar seperti di Jakarta hal ini disebabkan oleh factor urbanisasi . mereka datang ke kota dengan membawa kendaraan mereka dari desa untuk transportasi . namun hal ini menyebabkan kemacetan yang dikarenakan sudah banyaknya kendaraan –kendaraan di kota.

    Suka

  8. Secara umum kota adalah tempat bermukimnya warga kota, tempat bekerja, tempat kegiatan dalam bidang ekonomi, pemerintah dan lain-lain. Dengan kata lain, Kota adalah suatu ciptaan peradaban budaya umat manusia. Kota sebagai hasil dari peradaban yang lahir dari pedesaan, tetapi kota berbeda dengan pedesaan, karena masyarakat kota merupakan suatu kelompok teritorial di mana penduduknya menyelenggarakan kegiatan-kegiatan hidup sepenuhnya, dan juga merupakan suatu kelompok terorganisasi yang tinggal secara kompak di wilayah tertentu dan memiliki derajat interkomuniti yang tinggi.Dapat disimpulkan menurut pengertian para ahli dan ditambah dengan kenyataan yang tampak pada saat ini dalam sudut pandang geografi, kota merupakan suatu daerah yang memiliki wilayah batas administrasi dan bentang lahan luas, penduduk relatif banyak, adanya heterogenitas penduduk, sektor agraris sedikit atau bahkan tidak ada, dan adanya suatu sistem pemerintahan.

    Sekilas tentang masyarakat urban Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain dalam kehidupannya, sekelompok manusia yang saling membutuhkan tersebut akan membentuk suatu kehidupan bersama yang disebut dengan masyarakat. Dalam hidup bermasyarakat, manusia senantiasa menyerasikan diri dengan lingkungan sekitarnya dalam usahanya menyesuaikan diri untuk meningkatkan kualitas hidup

    Masyarakat pedesaan selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang biasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa. Namun demikian, dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan teknologi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah “tidak berlaku”. Masyarakat pedesaan juga ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yagn amat kuat yang hakekatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dimanapun ia hidup dicintainya serta mempunyai perasaan bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakatnya atau anggota-anggota masyarakat, karena beranggapan sama-sama sebgai masyarakat yang saling mencintai saling menghormati, mempunyai hak tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat.
    Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan terdapat hubungan uang erat, bersifat ketergantungan, karena saling membutuhkan.
    Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan, desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota.
    sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yg juga diperlukan oleh orang desa, kota juga menyediakan tenaga-tenaga yang melayani bidang-bidang jasa yg dibutuhkan oleh orang desa

    Pengertian urbanisasi menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia adalah, suatu proses kenaikan proporsi jumlah penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Selain itu dalam ilmu lingkungan, urbanisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pengkotaan suatu wilayah. Proses pengkotaan ini dapat diartikan dalam dua pengertian. Pengertian pertama, adalah merupakan suatu perubahan secara esensial unsur fisik dan sosial-ekonomi-budaya wilayah karena percepatan kemajuan ekonomi.
    Dampak urbanisasi terhadap lingkungan kota antara lain:

    1. Dampak positif

    Pandangan yang positif terhadap urbanisasi, melihat urbanisasi sebagai usaha pembangunan yang menyeluruh, tidak terbatas dalam pagar administrasi kota. Tanggapan lain adalah bahwa kita tidak mungkin membayangkan bagaimana pertumbuhan dan keadaan Jakarta sekarang ini dan juga pusat-pusat industri di dunia lainnya bisa tercapai bila seandainya tidak ada urbanisasi
    Kelompok tertentu berpendapat bahwa proses urbanisasi hanyalah suatu fenomena temporer yang tidak menghambat pembangunan. Dan menekankan bahwa kota merupakan suatu “leading sector” dalam perubahan ekonomi, sosial dan politik. Urbanisasi merupakan variable independen yang memajukan pembangunan ekonomi.

    2. Dampak negatif

    Di Indonesia, persoalan urbanisasi sudah dimulai dengan digulirkannya beberapa kebijakan ‘gegabah’ orde baru. Pertama, adanya kebijakan ekonomi makro (1967-1980), di mana kota sebagai pusat ekonomi. Kedua, kombinasi antara kebijaksanaan substitusi impor dan investasi asing di sektor perpabrikan (manufacturing), yang justru memicu polarisasi pembangunan terpusat pada metropolitan Jakarta. Ketiga, penyebaran yang cepat dari proses mekanisasi sektor pertanian pada awal dasawarsa 1980-an, yang menyebabkan kaum muda dan para sarjana, enggan menggeluti dunia pertanian atau kembali ke daerah asal.
    Arus urbansiasi yang tidak terkendali ini dianggap merusak strategi rencana pembangunan kota dan menghisap fasilitas perkotaan di luar kemampuan pengendalian pemerintah kota. Beberapa akibat negatif tersebut akan meningkat pada masalah kriminalitas yang bertambah dan turunnya tingkat kesejahteraan.
    Dampak negatif lainnnya yang muncul adalah terjadinya “overurbanisasi” yaitu dimana prosentase penduduk kota yang sangat besar yang tidak sesuai dengan perkembangan ekonomi negara. Selain itu juga dapat terjadi “underruralisasi” yaitu jumlah penduduk di pedesaan terlalu kecil bagi tingkat dan cara produksi yang ada.
    Pada saat kota mendominasi fungsi sosial, ekonomi, pendidikan dan hirarki urban. Hal ini menimbulkan terjadinya pengangguran dan underemployment. Kota dipandang sebagai inefisien dan artificial proses “pseudo-urbanisastion”. Sehingga urbanisasi merupakan variable dependen terhadap pertumbuhan ekonomi.

    Contoh dampak negatif yang ditimbulkan oleh tingginya arus urbanisasi di Indonesia khususnya dikota Jakarta :

    1. Semakin minimnya tepat atau lahan kosong.
    Dengan bertambahnya penduduk kota yang pesat saat ini, lahan kosong di daerah perkotaan sangat jarang ditemui. ruang untuk tempat tinggal, ruang untuk kelancaran lalu lintas kendaraan, dan tempat parkir sudah sangat minim. Bahkan, lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) pun hampir tidak ada lagi. Lahan kosong yang terdapat di daerah perkotaan telah banyak dimanfaatkan oleh para pendatang sebagai lahan pemukiman, perdagangan, dan perindustrian yang legal maupun ilegal. Bangunan-bangunan yang didirikan untuk perdagangan maupun perindustrian umumnya dimiliki oleh warga pendatang. Selain itu, para pendatang yang tidak memiliki tempat tinggal biasanya menggunakan lahan kosong sebagai pemukiman liar mereka. hal ini menyebabkan semakin minimnya lahan kosong di daerah perkotaan.

    2. Menambah polusi di daerah perkotaan.
    Masyarakat yang melakukan urbanisasi baik dengan tujuan mencari pekerjaan maupun untuk memperoleh pendidikan, umumnya memiliki kendaraan. Pertambahan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang membanjiri kota yang terus menerus, menimbulkan berbagai polusi atau pemcemaran seperti polusi udara dan kebisingan atau polusi suara bagi telinga manusia. Ekologi di daerah kota tidak lagi terdapat keseimbangan yang dapat menjaga keharmonisan lingkungan perkotaan.

    3. Penyebab bencana alam.
    Para urban yang tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal biasanya menggunakan lahan kosong di pusat kota maupun di daerah pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk mendirikan bangunan liar baik untuk pemukiman maupun lahan berdagang mereka. Hal ini tentunya akan membuat lingkungan tersebut yang seharusnya bermanfaat untuk menyerap air hujan justru menjadi penyebab terjadinya banjir. Daerah Aliran Sungai sudah tidak bisa menampung air hujan lagi.

    4. Pencemaran yang bersifat sosial dan ekonomi.
    Perpindahan penduduk desa ke kota untuk mengadu nasib tidaklah menjadi masalah apabila masyarakat mempunyai keterampilan tertentu yang dibutuhkan di kota. Namun, kenyataanya banyak diantara mereka yang datang ke kota tanpa memiliki keterampilan kecuali bertani. Oleh karena itu, sulit bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Mereka terpaksa bekerja sebagai buruh harian, penjaga malam, pembantu rumah tangga, tukang becak, masalah pedagang kaki lima dan pekerjaan lain yang sejenis. Hal ini akhitnya akan meningkatkan jumlah pengangguran di kota yang menimbulkan kemiskinan dan pada akhirnya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, orang – orang akan nekat melakukan tindak kejahatan seperti mencuri, merampok bahkan membunuh.

    5. Penyebab kemacetan lalu lintas.
    Padatnya penduduk di kota menyebabkan kemacetan dimana-mana, ditambah lagi arus urbanisasi yang makin bertambah. Para urban yang tidak memiliki tempat tinggal maupun pekerjaan banyak mendirikan pemukiman liar di sekitar jalan, sehingga kota yang awalnya sudah macet bertambah macet. Selain itu tidak sedikit para urban memiliki kendaraan sehingga menambah volum kendaraan di setiap ruas jalan di kota.

    6. Merusak tata kota.
    Pada negara berkembang, kota-kotanya tidak siap dalam menyediakan perumahan yang layak bagi seluruh populasinya. Apalagi para migran tersebut kebanyakan adalah kaum miskin yang tidak mampu untuk membangun atau membeli perumahan yang layak bagi mereka sendiri. Akibatnya timbul perkampungan kumuh dan liar di tanah-tanah pemerintah.
    Tata kota suatu daerah tujuan urban bisa mengalami perubahan dengan banyaknya urbanisasi. Urban yang mendirikan pemukiman liar di pusat kota serta gelandangan-gelandangan di jalan-jalan bisa merusak sarana dan prasarana yang telah ada, misalnya trotoar yang seharusnya digunakan oleh pedestrian justru digunakan sebagai tempat tinggal oleh para urban. Hal ini menyebabkan trotoar tersebut menjadi kotor dan rusak sehingga tidak berfungsi lagi.

    Suka

  9. Dalam proses berkembangnya suatu daerah perkotaan, urbanisasi telah menjadi salah satu aktor yang berperan penting di dalamnya. Namun seiring waktu, lama-lama urbanisasi tersebut justru menjadi tidak terkontrol yang mana pada situasi tersebut muncullah banyak dampak negatif yang merubah persepsi kita terhadap urbanisasi tersebut.
    Banyak teori-teori yang memaparkan pengertian dan pemikiran mereka (ilmuwan) tentang Urbanisasi. Urbanisasi sendiri terjadi karena beberapa masalah yang mendorong terjadinya interaksi mutual antara desa dengan kota serta menimbulkan beberapa faktor pendorong, seperti kemisikinan, kurangnya fasilitas di desa dan kurangnya lapangan kerja, dan faktor penarik, seperti upah yang tinggi di kota, fasilitas lengkap dan tersedianya beragam lapangan kerja. Namun lagi-lagi terjadi kesalahan pemikiran para kaum urban yang sebagian diantara mereka masih memandang kota dengan sebelah mata, mereka lengah terhadap apa yang telah terjadi dan dialami oleh ratusan ribu, bahkan jutaan kaum urban yang tereliminasi oleh kerasnya seleksi alam di kota. Sedikitpun kadang mereka tidak menyadari, menyadari akan kerasnya hidup penuh aturan dan seleksi di kota yang mana kondisinya jauh berbeda dengan di desa. Spekulasi dasar akan hal ‘ingin menjadi apa sesampai di kota nanti serta skill apa yang telah dikuasai’, bagi mereka bukanlah suatu momok atau masalah yang harus terpikirkan.
    Keadaan ekonomi dan ilmu pengetahuan yang terbatas telah memaksa penduduk desa untuk berhijrah ke kota. Rasa bosan dan ingin berubah serta merubah telah membuat mereka mengambil resiko apapun yang terjadi nanti ketika mengadu nasib dengan penduduk kota yang notabene mempunyai kemampuan dan pendidikan lebih jika dibandingkan dengan kaum urban.
    Pemerataan industri serta pemenuhan kebutuhan pendidikan di desa menjadi salah satu dari beberapa solusi untuk menekan urbanisasi yang manamasing-masing Pemerintah Daerah di kota-kota besar sendiri sedang berusaha mencari solusi yang tepat dan efektif bersama Pemerintah Pusat.
    Pada hakekatnya, Kota merupakan pusat kegiatan sosial masyarakat. Sebuah kota sendiri terbentuk karena dulunya memang sebuah tempat untuk transaksi atau barter yang dilakukan antar penduduk desa yang mana ada beberapa faktor penunjang, seperti wilayah yang memiliki daratan yang datar sehingga mudah dilewati. Lama-kelamaan wilayah ini menjadi ramai sehingga menjadi pusat perekonomian yang seterusnya berkembang menjadi pusat pendidikan, pusat lapangan kerja dan lain-lain. Wilayah tersebut menjadi pusat pembangunan industri karena memang proses distribusi dapat dilakukan dengan mudah.
    Urbanisasi cenderung menyebabkan beberapa dampak negatif di wilayah kota tujuannya, berikut penjabaran dari dampak negatif urbanisasi berupa kasus sosial di kota :
    1. Terjadinya Degradasi kualitas lingkungan
    Tingginya angka pelaku urbanisasi yang mana terus menambah jumlah penduduk di kota hingga melampaui batas normal. Terlalu banyaknya penduduk di kota mengakibatkan terjadinya degradasi kualitas lingkungan di kota yang mana dapat terjadi pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Degradasi kualitas lingkungan fisik dapat disebabkan oleh pencemaran. Bentuk pencemaran lingkungan fisik misalnya pencemaran air, udara, dan suara.

    a) Pencemaran Air
    Pencemaran air dapat menjadi masalah kota karena sifat air yang mengalir dan dibutuhkan
    semua penduduk kota yang mana mereka mengambil air dari air permukaan dan air tanah (sumur). Sumber pencemaran air, antara lain sampah rumah tangga, air bekas pencucian (detergen), limbah cair industri, dan sampah hasil metabolisme tubuh (tinja dan air seni).

    b) Pencemaran Udara
    Pencemaran udara dapat meliputi wilayah yang luas. Pencemaran ini ditimbulkan oleh pembakaran sampah, gas buang dari kendaraan bermotor, pengguanaan cfc dan asap pabrik. Saat ini komposisi udara di kota sudah sangat sangat jauh berbeda dengan udara di wilayah pedesaan yang masih sangat sejuk dan menyehatkan.

    c) Pencemaran Suara
    Suara yang ditimbulkan dari kegiatan pembangunan wilayah kota dapat mengganggu atau merusak pendengaran. Suara yang melebihi 75 desibel dapat mengganggu saraf dan konsentrasi kerja. Suara yang mencapai 145 desibel dan terus-menerus didengar akan menimbulkan rasa sakit. Suara sepeda motor pada umumnya antara 45–120 desibel. Pencemaran suara dapat berasal dari klakson dan knalpot kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, dan alat-alat berat.

    Sedangkan untuk kasus degradasi kualitas lingkungan sosial yang terjadi adalah sebagai berikut :
    a) Kepadatan lalu lintas/kemacetan. Kemacetan masih menjadi khas buruk tersendiri bagi wilayah kota-kota besar. Tidak terkontrolnya kepemilikan kendaraan membuat fasilitas dan saran jalan raya menjadi hamper lumpuh. Ditambah adanya sistem kredit dan angsuran bagi pembeli membuat anda bisa langsung menggunakan kendaraan yang anda angsur dengan hanya membayar kurang dari seper sepuluh harga cash,ini juga menambah warna permasalahan.

    b) Semakin berkembangnya sikap hidup materialistis dan individualistis.
    Berpindahnya penduduk desa ke kota tidak mempunyai tujuan lain, melainkan untuk mencari rupiah. Kesibukan dalam bersaing tanpa adanya rasa solidaritas sesama manusia merupakan faktor utamanya.

    c) Menimbunnya tumpukan sampah yang terdapat di banyak tempat, terutama dekat permukiman, yang mengganggu kesehatan dan keindahan lingkungan.

    2. Pengangguran meningkat
    Sudah jelas terprediksi jika pertahunnya puluhan ribu kepala memperebutkan pekerjaan yang jumlahnya tidak mencapai angka ribuan.

    3. Tindak kriminalitas meningkat

    Sulitnya kompetisi untuk mendapat pekerjaan menjadikan banyaknya orang yang gugur. Bagi orang yang berpendidikan, hal itu bukanlah akhir dari hidupnya melainkan masih ada ribuan cara untuk mendapatkan rupiah dengan halal, Namun apa yang akan dilakukan oleh orang yang berpendidikan rendah, bahkan tidak pernah bersekolah? Mereka akan frustasi, sehingga pada akhirnya melegalkan segala cara untuk mendapatkan rupiah.

    4. Meningkatnya jumlah pemukiman kumuh
    Banyaknya pemukiman kumuh yang terlihat di bantaran sungai atau di kolong jembatan sudah menjadi pemandangan yang biasa di kota besar seperti Jakarta.

    5. Banyaknya jumlah penduduk desa ke kota tanpa punya keahlian menambah permasalahan seperti menambah angka kemiskinan, menambah jumlah gelandangan atau pengemis.

    Disamping dampak negatif, urbanisasi juga memiliki dampak positif, berikut kasus positif yang terjadi :
    1) Banyaknya tersedia tenaga kerja yang terampil dengan upah murah.
    2) Sistem strata sosial di kota menjadi lebih kompleks.
    Tidak dipungkiri bahwa kesmpurnaan strata sosial sangatlah penting, masyarakat kalngan atas sangat membutuhkan adanya masyarakat dengan strata rendah seperti asisten rumah tangga, petugas kebersihan, penjual sembako di warung-warung kecil dan banyak lagi.
    3) Perekonomian di kota makin berkembang.
    Dengan kompleksnya strata sosial serta terpenuhinya kebutuhan kerja di kota secara otomatis membuat perekonomian di kota menjadi berkembang.

    Berikut diatas merupakan penjelasan serta dampak sosial atas terjadinya urbanisasi, mohon maaf apabila dalam penulisan atau pemberian contoh ada yang menyinggung perasaan saudara sekalian, semoga bermanfaat.

    Suka

  10. Reblogged this on putriandamdewi12 and commented:

    Kota adalah pusat keunggulan yang dapat memberikan kehidupan yang layak baik lapangan kerja ataupun hubungan masyarakat. Hingga penduduk desa memilih untuk berpindah ke kota untuk melangsungkan kehidupan yang lebih layak. Perpindahan penduduk dari desa itu disebut urbanisasi, Urbanisasi merupakan perpindahan penduduk secara berduyun-duyun dari desa (kota kecil, daerah) ke kota besar (pusat pemerintahan). Umumnya, semakin maju suatu negara, semakin banyak jumlah penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Akibat dari urbanisasi dalam strategi pembangunan akan membuat maraknya pemukiman kumuh dan kampung di tengah kota, semakin banyak dengan fasilitas dan infrastruktur yang sangat tidak memadai membuat masyarakat semakin menipis dalam hal kesehatan. “Hubungan kota dan kaum urban” itu karena orang didesa itu ingin memiliki hidup yang layak dan trenmode yang membuat orang kota tertarik untuk ke kota. Padahal kota itu keras, sehingga kaum urban yang tidak punya bekal ilmu hanya mengandalkan skill aja. Kaum urban yang mengandalkan skill berlomba-lomba dengan kota yang memiliki banyak ilmu, hingga akhirnya kamu urban hanya bisa hidup sebagai bawahan di kota. Yang menimbulkan perpindahan penduduk dari desa ke kota disebabkan oleh 2 faktor, yaitu factor pendorong dari desa ke kota, dan factor penarik dari kota. Proses urbanisasi menyebabkan berubahnya masyarakat desa menjadi masyarakat kota dan timbulnya kasus sosial yang masih terus berlangsung hingga saat ini.
    5 contoh kasus sosial dikota yang disebabkan oleh urbanisasi :
    1. Bertambahnya pemukiman kumuh di tengah kota
    Kaum urban yang dari desa kekota tidak memiliki keahlian selain bertani ataupun berkerajinan tangan. Sehingga kaum urban hanya mengandakan skill saja, sementara di perkotaan tidak hanya dibutuhkan skill tetapi juga bekal ilmu dan gelar yang tinggi. Karena semakin tinggi gelar semakin besar gajih yang di dapat. Selama kaum urban di kota dia hanya kerja serabutan atau hanya menjadi bawahan dan alhasil pendapatan kurang untuk kehidupan sehari-hari. Dan akhirnya kaum urban tidak sanggup untuk membeli tempat tinggal yang lebih layak. Kemudian untuk tetap melangsungkan hidup kaum urban, membangun tempat tinggal yang tidak layak yaitu di tengah keramaian kota. Sehingga pemandangan di tengah-tengah kota sangat memprihatinkan yang tidak selayaknya ada manusia hidup disitu. Disetiap lampu merah kota pasti selalu ada kaum urban yang mengetuk pintu mobil hanya untuk mendapatkan uang logam 5 ratusan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sangat memprihatinkan semoga masalah kasus ini cepat di tanggulangi oleh pihak pihak yang berwajib.

    2. Kemacetan
    Kemacetan itu disebabkan karena kepadatan penduduk, penduduk kaum urban yang memadati pusat kota membuat kota semakin tidak karuan. Kaum urban banyak memadati pemukiman sebagai pedagang pedagang kaki lima. Sehingga penduduk kota yang sampai saat ini semakin banyak memiliki kendaraan. Setiap satu keluarga saja hampir 1 mobil dan 1 motor. Bisa dibayangkan pada jam kerja dan sekolah mereka keluar bersamaan. Dan ditambah pemukiman kaum urban yang beredar dipinggir jalan. Mungkin pihak yang berwajib harus lebih tegas pada kaum urban dan penduduk kota

    3. Pengangguran
    Tujuan pertama Penduduk kaum urban yang memilih untuk pindah ke kota itu adalah pekerjaan. Sehingga penduduk kaum urban ini hanya mengandalkan skill saja. Padahal lapangan kerja dikota tidak hanya mengandalkan skill tetapi juga gelar yang tinggi. Maka dari itu penduduk kaum urban yang tidak memiliki gelar apa apa hanya bisa diam dan meratapi pekerjaan yang serabutan. Jika terus menerus seperti ini bagaimana keadaan kota kita selajutnya? Padahal mereka butuh untuk melangsungkan hidup, tetapi mereka tidak bekerja dan dia tidak mau kembali ke desa asalnya. Mungkin sebaiknya pihak yang berwajib memberikan pekerjaan khusus kaum urban agar pengangguran di kota berkurang.

    4. Polusi
    Polusi di kota itu merupakan efek dari urbanisasi, seperti polusi udara dan kebisingan di pemukiman penduduk disekitar jalan. Semakin banyaknya keluarga yang memiliki kendaraan baik motor ataupun mobil. Sekarang saja bisa diliat untuk kasus sosial pelajar rata-rata menggunakan motor disetiap harinya. Bisa dibayangkan berapa banyak polusi udara yang dikeluarkan dari kendaraan motor pelajar. Belum lagi para pekerja yang menggunakan motor dan mobil. Untuk itu pihak berwajib segera mengambil keputusan bagi para pengendara mobil dan motor dikota ini.

    5. Kriminalitas
    Angka kriminalitas di kota semakin tinggi. Itu karena penduduk kaum urban yang kurang pengetahuan ilmu dan rasa ketidakpuasan yang tidak dikontrol. Seperti penjambretan, pelecehan, dan perampokan. Itu semua disebabkan karena kaum urban tidak memiliki bekal ilmu yang tinggi. Dalam kehidupan sehari hari mereka, mereka hanya memikirkan bagaimana untuk bisa makan? Karena factor kehidupan yang kurang terpenuhi di situlah kriminalitas terjadi. Jika kebutuhan keseharian seseorang sudah terpenuhi maka tidak akan adanya rasa untuk melakukan kriminalitas. Semoga pihak berwajib lebih tegas dengan angka kriminalitas di kota ini.

    Suka

  11. Apa itu kota?
    Menurut Max Weber, kota adalah suatu tempat yang penghuninya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasr lokal.
    Lalu apakah fungsi sebuah kota di dalam rangka masyarakat keseluruhan?
    Sebuah kota pada hakikatnya merupakan suatu tempat pertemuan antara bangsa. Di desa lapangan gerak tidak terlalu luas karena adanya ikatan adat serta sistem pengendalian sosial yang agak kuat. Dengan demikian, hubungan antara kota dengan daerah sekitarnya di dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi mempunyai pengaruh yang aktif. Walaupun kota memiliki fungsi demikian terhadap daerah sekitarnya, kehidupan fisik kota sebenarnya tergantung pada daerah sekitarnya itu. Kota selalu dipandang sebagai pusat pendidikan, pusat kegiatan ekonomi, dan pusat pemerintahan. Oleh sebab itu kota sering di jadikan oleh masyarakat pedesaan sebagai tempat urbanisasi.
    Urbanisasi adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. Sebab terjadi nya urbanisasi dapat di lihat dari dua sudut, yaitu :
    a. Faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya (push factors) dan
    b. Faktor kota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap di kota-kota (pull factors)
    Bila dianalisis, sebab-sebab pendorong orang desa meninggalkan tempat tinggalnya secara umum adalah sebagai berikut :
    1. Di desa lapangan kerja pada umumnya kurang. Pekerjaan yang dapat dikerjakan adalah pekerjaan yang semuanya menghadapi berbagai kendala seperti irigasi yang tak memadai atau tanah yang kurang subur serta terbatas. Keadaan tersebut menimbulkan pengangguran tersamar.
    2. Penduduk desa, terutama kaum muda-mudi merasa tertekan oleh adat istiadat yang mengakibatkan cara hidup yang monoton. Untuk mengembangkan pertumbuhan jiwa, banyak yang memilih pindah ke kota.
    3. Terbatasnya tempat pendidikan di desa mengakibatkan sedikitnya kesempatan untuk menambah pengetahuan dan ilmu. Oleh sebab itu, banyak orang yang ingin maju meninggalkan desa.
    4. Rekreasi yang merupakan salah satu faktor penting di bidang spiritual kurang sekali dan jika ada, itupun berkembang sangat lambat.
    5. Bagi penduduk desa yang mempunyai keahlian lain selain bertani seperti misalnya kerajinan tangan, tentu mengingini pasaran yang lebih luas bagi hasil produksinya. Ini tidak mungkin di dapat kan di desa.
    Sedangkan faktor penarik dari kota yang menyebabkan urbanisasi, antara lain sebagai berikut :
    1. Penduduk desa kebanyakan mempunyai anggapan bahwa di kota banyak pekerjaan serta banyak penghasilan. Karena sirkulasi uang di kota jauh lebih cepat, lebih besar dan lebih banyak, maka secara relatif lebih mudah mendapatkab uang dari pada di desa.
    2. Di kota lebih banyak kesempatan mendirikan perusahaan industri dan lain-lain. Hal ini disebabkan karena lebih mudahnya didapatkan izin dan terutama kredit bank.
    3. Kelebihan modal di kota lebih banyak dari pada di desa.
    4. Pendidikan (terutama pendidikan lanjutan) lebih banyak di kota dan dengan sendirinya lebih mudah didapat.
    5. Kota merupakan suatu tempat yang lebih menguntungkan untuk mengembangkan jiwa dengan sebaik-baiknya dan seluas-luasnya.
    6. Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam orang dan dari segala lapisan.
    Itulah beberapa sebab yang telah disebutkan diatas memnyebab terjadinya urbanisasi. Orang yang sudah meninggalkan tempat tinggal nya di desa mempunyai kecenderungan untuk tetap tinggal di kota. Di dalam kasus ini, kemungkinan besar urbanisasi mengakibatkan perluasan kota karena pusat kota tidak akan mungkin menampung perpindahan penduduk desa yang begitu banyak. Timbullah tempat-tempat tinggal baru di pinggiran kota. Proses tersebut di dalam sosiologi dikenal dengan proses pembentukan suburb. Sebaliknya, hubungan dengan kota menyebabkan pula terjadinya perubahan di desa karena orang-orang yang kemudian tinggal di kota sekali-kali kembali juga ke desa. Beberapa unsur kehidupan kota akan terbawa serta sehingga ada pula rekan-rekan warga desa yang meniru gaya kehidupan orang di kota. Proses demikian dinamakan pula urbanisme.
    Urbanisasi mempunyai akibat-akibat negatif terutama dirasakan oleh negara agraris seperti Indonesia. Hal ini disebabkan produksi pertanian sangat rendah bila dibandingkan dengan jumlah manusia yang dipergunakan dalam produksi terebut. Faktor kepadatan penduduk dalam suatu daerah over-population merpakan gejala umum di negara agraris, yang secara ekonomi masih terbelakang. Proses urbanisasi dapat terjadi dengan lambat maupun cepat tergantung pada keadaan masyarakat yang bersangkutan. Proses tersebut terjadi dengan menyangkut dua aspek, yaitu:
    a. Perubahan masyarakat desa menjadi masyarakat kota.
    b. Bertambahnya penduduk kota yang disebabkan oleh mengalirnya penduduk yang berasal dari desa.
    Sehubungan dengan proses tersebut di atas, ada beberapa sebab yang mengakibatkan suatu daerah tempat tinggal mempunyai penduduk.
    Urbanisasi yang terlampau pesat dan tidak teratur mengakibatkan beberapa keadaan yang merugikan kota. Penduduk desa yang berbondong-bondong mencari pekerjaan di kota menjumpai kekecewaan yang besar karena besarnya jumlah mereka yang mencari pekerjaan, sehingga timbul persaingan antara mereka sendiri yang ditambah pula dengan persaingan yang datang dari penduduk kota sendiri.
    Efek lain dari urbanisasi adalah :
    1. Tingginya angka kriminalitas.
    Persoalan meningkatnya tuna karya secara korelatif mengakibatkan meningkatnya tuna susila dan kriminalitas. Kriminalitas yang awalnya didorong oleh rasa lapar dapat berubah menjadi suatu pekerjaan tetap sehingga timbullah organisasi penjahat yang sangat sukar untuk dicegah dan diberantas.
    2. Perwismaan
    Pertambahnya penduduk kota yang pesat mengakibatkan pula persoalan perwismaan. Orang-orang tinggal bersempit-sempitan dalam rumah-rumah yang tidak memenuhi persyaratan sosial maupun kesehatan.
    3. Kesehatan dan kebersihan
    Permasalahan lingkungan perkotaan yang dominan saat ini adalah population dan building density kota yang terus meningkat. Seperti meningkatnya jumlah sampah, sanitasi kota dan kualias air. Buruknya sanitasi perkotaan akan menyebabkan masalah pada tingkat kesehatan masyarakat, terutama munculnya berbagai penyakit diare, muntaber dan penyakit kulit. Oleh karena itu, perlu pembinaan intensif warga tentang masalah kebiasaan ber-sanitasi.
    4. Tranportasi
    Begitu banyaknya kendaraan yang ada di Indonesia khususnya diperkotaan, serta perkembangannya dari tahun-ketahun yang terus meningkat. Hal ini tentunya berimbas pada kemacetan lalu-lintas, serta polusi udara, ditambah lagi oleh tingginya angka kecelakaan yang terjadi di kota.
    5. Kenakalan Remaja
    Tunas-tunas muda mempunyai daya atau kegairahan yang kuat sekali untuk meniru. Baik itu dari pergaulan, pengaruh cyber media atau dikarenakan broken home dan sebagainya. Gejala ini menyebabkan timbulnya masalah kenakalan-kenakalan remaja atau bisa lebih parah menjadi kejahatan. Seperti narkoba, seks bebas, dan sebagainya.
    Berbagai upaya preventif yang dapat mencegah terjadinya “urbanisasi”, antara lain:
    1. Mengantisipasi perpindahan penduduk dari desa ke kota, sehingga “urbanisasi” dapat ditekan.
    2. Memperbaiki tingkat ekonomi daerah pedesaan, sehingga mereka mampu hidup dengan penghasilan yang diperoleh di desa.
    3. Meningkatan fasilitas pendidikan, kesehatan dan rekreasi di daerah pedesaan, sehingga membuat mereka kerasan ‘betah’ tinggal di desa mereka masing-masing.
    4. Dan langkah-langkah lain yang kiranya dapat mencegah mereka untuk tidak berbondong-bondong berpindah ke kota.
    Berbagai langkah tersebut di atas akan dapat dilaksanakan apabila ada jalinan kerja sama yang baik antara masyarakat dan pihak pemerintah. Dalam hal ini partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan, sehingga program-program pembangunan akan berjalan lebih tertib dan lancar. Dan tujuan pembangunan nasional yaitu pembangunan manusia Indonesia seutuhnya sebagai suatu ethopia atau cita-cita belaka

    Suka

  12. Reblogged this on dendyanugrahputra228 and commented:
    kota adalah tempat pusat per-ekonomian dan tempat beradu nasib masyarakaat dan tempat mencari kebutuhan atau sdm yang dihasilkan dari usaha masyarakat. menurut binarto ” Dari segi geografis kota diartikan sebagai suatu sistim jaringan kehidupan yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata ekonomi yang heterogen dan bercorak materialistis atau dapat pula diartikan sebagai bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non alami dbgan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dengan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah dibelakangnya”. dan masyarakaat kota lebih menguasai ilmu pengetahuan, yang baik , teknologi yang modern , lapangan kerja yang luas , bahan-bahan pokok yang menjamin dan jaminan kesehatan yang dipercaya.

    urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dari kota kecil ke kota besar. ada beberapa faktor masyrakaat desa ingin pindah ke kota karna masyaraakat desa yang ingin berfikiran maju, lapangan kerja yang sempit mayoritas masyrakaat desa jadi petani atau nelayan , penghasilan yang kecil , terbatasnya sarana atau prasarana di desa dan ingin menjadi orang kaya karna rata-rata masyarakaat yang bekerja di pusat kota atau jakarta memiliki penghasilan tinggi. lain dari surabaya yang rata rata orang kalangan bawah karna lapangan kerja yang sempit dan pendidikan yang minim dan skill yang tidak memadai karna jakarta pusat per-ekonomian indonesia banyak perusahaan- perusahaan yang membuka lowongan kerja dengan pendidikan bersyarat makanya pendidikan masyaraat desa rendah dan mengakibatkan pengangguran.

    Contoh-contoh kasus sosial yang terjadi diperkotaan dari efek adanya Urbanisasi :
    1. Merusak tata kota
    Tata kota suatu daerah tujuan urban bisa mengalami perubahan dengan banyaknya urbanisasi. Urban yang mendirikan pemukiman liar di pusat kota serta gelandangan-gelandangan di jalan-jalan bisa merusak sarana dan prasarana yang telah ada, misalnya trotoar yang seharusnya digunakan oleh pedestrian justru digunakan sebagai tempat tinggal oleh para urban. Hal ini menyebabkan trotoar tersebut menjadi kotor dan rusak sehingga tidak berfungsi lagi.

    2. Menambah polusi di daerah perkotaan
    Masyarakat yang melakukan urbanisasi baik dengan tujuan mencari pekerjaan maupun untuk memperoleh pendidikan, umumnya memiliki kendaraan. Pertambahan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang membanjiri kota yang terus menerus, menimbulkan berbagai polusi atau pemcemaran seperti polusi udara dan kebisingan atau polusi suara bagi telinga manusia.

    3. Semakin minimnya lahan kosong di daerah perkotaan
    Pertambahan penduduk kota yang begitu pesat, sudah sulit diikuti kemampuan daya dukung kotanya. Saat ini, lahan kosong di daerah perkotaan sangat jarang ditemui. ruang untuk tempat tinggal, ruang untuk kelancaran lalu lintas kendaraan, dan tempat parkir sudah sangat minim. Bahkan, lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) pun sudah tidak ada lagi. Lahan kosong yang terdapat di daerah perkotaan telah banyak dimanfaatkan oleh para urban sebagai lahan pemukiman, perdagangan, dan perindustrian yang legal maupun ilegal. Bangunan-bangunan yang didirikan untuk perdagangan maupun perindustrian umumnya dimiliki oleh warga pendatang. Selain itu, para urban yang tidak memiliki tempat tinggal biasanya menggunakan lahan kosong sebagai pemukiman liar mereka. hal ini menyebabkan semakin minimnya lahan kosong di daerah perkotaan.
    4. Pencemaran yang bersifat sosial dan ekonomi
    Kepergian penduduk desa ke kota untuk mengadu nasib tidaklah menjadi masalah apabila masyarakat mempunyai keterampilan tertentu yang dibutuhkan di kota. Namun, kenyataanya banyak diantara mereka yang datang ke kota tanpa memiliki keterampilan kecuali bertani. Oleh karena itu, sulit bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Mereka terpaksa bekerja sebagai buruh harian, penjaga malam, pembantu rumah tangga, tukang becak, dan pekerjaan lain yang sejenis. Bahkan,masyarakat yang gagal memperoleh pekerjaan sejenis itu menjadi tunakarya, tunawisma, dan tunasusila.

    5. Penyebab kemacetan lalu lintas
    Padatnya penduduk di kota menyebabkan kemacetan dimana-mana, ditambah lagi arus urbanisasi yang makin bertambah. Para urban yang tidak memiliki tempat tinggal maupun pekerjaan banyak mendirikan pemukiman liar di sekitar jalan, sehingga kota yang awalnya sudah macet bertambah macet. Selain itu tidak sedikit para urban memiliki kendaraan sehingga menambah volum kendaraan di setiap ruas jalan di kota.

    Suka

  13. Reblogged this on sarahsiregar and commented:

    Apa itu Kota? Kota adalah daerah permukiman yang terdiri atas bangunan rumah yang merupakan kesatuan tempat tinggal dari berbagai lapisan masyarakat. Kota juga bisa disebut daerah pemusatan penduduk dengan kepadatan tinggi serta fasilitas modern dan sebagian besar penduduk nya bekerja di luar pertanian.

    “Hubungan antara Kota dengan Kaum Urban” apa kalian tahu apa itu Kaum Urban? Kaum Urban bisa dikatakan penduduk/masyarakat yang berpindah dari Desa ke Kota. Hal yang membuat mereka melakukan Urban karna berpikiran ingin mendapat kehidupan yang lebih layak di daerah perkotaan. Lahan pertanian yang semakin sempit yang membuat kurang puasnya masyarakat Desa dengan lapangan pekerjaan yang berada di sana juga membuat masyarakat tersebut ingin mencari pekerjaan lebih di daerah Perkotaan. Tetapi, untuk para Urban yang memang tidak memiliki skill selain bertani akan kesusahan dalam mendapat pekerjaan, karna memang daerah perkotaan lebih menuntut skill yang sesuai dengan bidang kerja nya. Masyarakat yang tidak memiliki skill alhasil hanya bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga, Tukang Kebun, dan lain-lain. Beberapa masyarakat Desa yang datang ke perkotaan juga ada yang dikarenakan ingin memperoleh pendidikan yang lebih tinggi. Ada pula Kaum Urban yang memang masih muda berbondong-bondong datang ke Kota dikarenakan ingin mendapatkan Jodoh, pendapat ini diketahui karna perempuan maupun laki-laki di perkotaan terlihat lebih berpenampilan menarik sehingga menimbulkan daya tarik tersendiri bagi masyarakat muda didesa yang memang sedang mencari jodoh.

    Contoh-contoh kasus sosial yang terjadi diPerkotaan dari efek adanya Urbanisasi :
    1. Menambah polusi di daerah perkotaan
    Masyarakat yang melakukan Urbanisasi baik dengan tujuan mencari pekerjaan maupun untuk memperoleh pendidikan, pada umumnya memiliki kendaraan. Maupun kendaraan ber-roda dua (Motor) atau ber-roda empat (Mobil). Pertambahan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang membanjiri Kota terus menerus, menimbulkan berbagai polusi atau pemcemaran seperti polusi udara dan kebisingan sehingga membuat gangguan pada telinga manusia.

    2. Penyebab kemacetan lalu lintas
    Padatnya penduduk di Kota yang menyebabkan kemacetan dimana-mana. Ditambah lagi arus Urbanisasi yang makin bertambah. Para urban yang tidak memiliki tempat tinggal maupun pekerjaan banyak membangun pemukiman liar di sekitar jalan, sehingga kota yang awal nya sudah macet bertambah macet.

    3. Merusak tata kota
    Tata kota suatu daerah tujuan urban bisa mengalami perubahan dengan banyaknya Urbanisasi. Urban yang mendirikan pemukiman liar di pusat kota serta gelandangan-gelandangan di jalan-jalan bisa merusak sarana dan prasarana yang telah ada.

    4. Pencemaran yang bersifat sosial dan ekonomi
    Kepergian penduduk desa ke kota untuk mengadu nasib tidaklah menjadi masalah apabila masyarakat mempunyai keterampilan tertentu yang dibutuhkan di kota. Namun, kenyataanya banyak diantara mereka yang datang ke kota tanpa memiliki keterampilan kecuali bertani. Oleh karena itu, sulit bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Mereka terpaksa bekerja sebagai buruh harian, penjaga malam, pembantu rumah tangga, tukang becak, dan pekerjaan lain yang sejenis.

    5. Angka penggangguran semakin tinggi.
    Urban yang datang ke Kota rata-rata ingin mencari pekerjaan yang lebih baik. Keadaan di perkotaan sekarang ini lapangan pekerjaan yang tersedia semakin menipis. Dan bagaimana dengan Urban yang datang ke Kota dengan hanya memiliki skill sebagai petani? Sedangkan pekerjaan di perkotaan lebih menuntut skill yang sesuai dengan bidang nya. Masyarakat yang tidak memiliki skill sebagian besar hanya pasrah menjadi pengangguran. Walaupun ada juga yang hanya dapat bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga, Tukang Kebun, dan pekerjaan lain yang lebih mengandalkan Otot dari pada Otak.

    Suka

  14. Apa itu Kota? Kota adalah daerah permukiman yang terdiri atas bangunan rumah yang merupakan kesatuan tempat tinggal dari berbagai lapisan masyarakat. Kota juga bisa disebut daerah pemusatan penduduk dengan kepadatan tinggi serta fasilitas modern dan sebagian besar penduduk nya bekerja di luar pertanian.

    “Hubungan antara Kota dengan Kaum Urban” apa kalian tahu apa itu Kaum Urban? Kaum Urban bisa dikatakan penduduk/masyarakat yang berpindah dari Desa ke Kota. Hal yang membuat mereka melakukan Urban karna berpikiran ingin mendapat kehidupan yang lebih layak di daerah perkotaan. Lahan pertanian yang semakin sempit yang membuat kurang puasnya masyarakat Desa dengan lapangan pekerjaan yang berada di sana juga membuat masyarakat tersebut ingin mencari pekerjaan lebih di daerah Perkotaan. Tetapi, untuk para Urban yang memang tidak memiliki skill selain bertani akan kesusahan dalam mendapat pekerjaan, karna memang daerah perkotaan lebih menuntut skill yang sesuai dengan bidang kerja nya. Masyarakat yang tidak memiliki skill alhasil hanya bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga, Tukang Kebun, dan lain-lain. Beberapa masyarakat Desa yang datang ke perkotaan juga ada yang dikarenakan ingin memperoleh pendidikan yang lebih tinggi. Ada pula Kaum Urban yang memang masih muda berbondong-bondong datang ke Kota dikarenakan ingin mendapatkan Jodoh, pendapat ini diketahui karna perempuan maupun laki-laki di perkotaan terlihat lebih berpenampilan menarik sehingga menimbulkan daya tarik tersendiri bagi masyarakat muda didesa yang memang sedang mencari jodoh.

    Contoh-contoh kasus sosial yang terjadi diPerkotaan dari efek adanya Urbanisasi :
    1. Menambah polusi di daerah perkotaan
    Masyarakat yang melakukan Urbanisasi baik dengan tujuan mencari pekerjaan maupun untuk memperoleh pendidikan, pada umumnya memiliki kendaraan. Maupun kendaraan ber-roda dua (Motor) atau ber-roda empat (Mobil). Pertambahan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang membanjiri Kota terus menerus, menimbulkan berbagai polusi atau pemcemaran seperti polusi udara dan kebisingan sehingga membuat gangguan pada telinga manusia.

    2. Penyebab kemacetan lalu lintas
    Padatnya penduduk di Kota yang menyebabkan kemacetan dimana-mana. Ditambah lagi arus Urbanisasi yang makin bertambah. Para urban yang tidak memiliki tempat tinggal maupun pekerjaan banyak membangun pemukiman liar di sekitar jalan, sehingga kota yang awal nya sudah macet bertambah macet.

    3. Merusak tata kota
    Tata kota suatu daerah tujuan urban bisa mengalami perubahan dengan banyaknya Urbanisasi. Urban yang mendirikan pemukiman liar di pusat kota serta gelandangan-gelandangan di jalan-jalan bisa merusak sarana dan prasarana yang telah ada.

    4. Pencemaran yang bersifat sosial dan ekonomi
    Kepergian penduduk desa ke kota untuk mengadu nasib tidaklah menjadi masalah apabila masyarakat mempunyai keterampilan tertentu yang dibutuhkan di kota. Namun, kenyataanya banyak diantara mereka yang datang ke kota tanpa memiliki keterampilan kecuali bertani. Oleh karena itu, sulit bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Mereka terpaksa bekerja sebagai buruh harian, penjaga malam, pembantu rumah tangga, tukang becak, dan pekerjaan lain yang sejenis.

    5. Angka penggangguran semakin tinggi.
    Urban yang datang ke Kota rata-rata ingin mencari pekerjaan yang lebih baik. Keadaan di perkotaan sekarang ini lapangan pekerjaan yang tersedia semakin menipis. Dan bagaimana dengan Urban yang datang ke Kota dengan hanya memiliki skill sebagai petani? Sedangkan pekerjaan di perkotaan lebih menuntut skill yang sesuai dengan bidang nya. Masyarakat yang tidak memiliki skill sebagian besar hanya pasrah menjadi pengangguran. Walaupun ada juga yang hanya dapat bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga, Tukang Kebun, dan pekerjaan lain yang lebih mengandalkan Otot dari pada Otak.

    Suka

  15. Apa itu kota dan apa hubungannya dengan kaum urban? Menurut Louis Weirth Kota adalah pemukiman yang relatif besar, padat & permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya. Pada dasarnya manusia selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan mereka dari sandang, pangan dan tempat tinggal yang layak. Masyarakat desa berfikiran jika mereka pergi kekota mereka akan mendapatkan itu semua secara instan, faktanya tidak seperti itu.
    Keinginan warga desa di daerah untuk mendapatkan penghasilan yang tinggi dan tempat tinggal yang layak secara instan telah menjadi masalah bagi sebagian kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dsb. Daya tampung dari kota-kota tersebut tidak seimbang dengan jumlah para transmigran. Disamping itu, kendala bagi pemerintah kota untuk mengetahui jumlah penduduknya adalah banyaknya transmigran gelap yang bertambah di Jakarta.
    Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
    5 contoh kasus sosial di perkotaan akibat efek dari urbanisasi :

    1. Semakin minimnya lahan kosong di daerah perkotaan
    Pertambahan penduduk kota yang begitu pesat, sudah sulit diikuti kemampuan daya dukung kotanya. Saat ini, lahan kosong di daerah perkotaan sudah jarang. Bahkan, untuk Ruang Terbuka Hijau pun sudah tidak ada lagi.

    2. Meningkatnya tingkat kriminalitas atau kejahatan seperti pencurian dan perampokan
    Banyaknya para urban yang pergi kekota tidaklah menjadi masalah apabila masyarakat mempunyai keterampilan tertentu yang dibutuhkan. Namun, kenyataanya banyak diantara mereka yang datang ke kota tanpa memiliki keterampilan kecuali bertani. Oleh karena itu, sulit bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Mereka yang sulit mendapatkan pekerjaan yang layak umumnya menjadi perampok.

    3. Penyebab bencana alam
    Para urban yang tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal biasanya menggunakan lahan kosong di pusat kota maupun di daerah pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk mendirikan bangunan liar baik untuk pemukiman maupun lahan berdagang mereka. Hal ini tentunya akan membuat lingkungan tersebut yang seharusnya bermanfaat untuk menyerap air hujan justru menjadi penyebab terjadinya banjir. Daerah Aliran Sungai sudah tidak bisa menampung air hujan lagi.

    4. Merusak tata kota
    Tata kota suatu daerah tujuan urban bisa mengalami perubahan dengan banyaknya urbanisasi. Urban yang mendirikan pemukiman liar di pusat kota serta gelandangan-gelandangan di jalan-jalan bisa merusak sarana dan prasarana yang telah ada, misalnya trotoar yang seharusnya digunakan oleh pedestrian justru digunakan sebagai tempat tinggal oleh para urban

    5. Penyebab kemacetan lalu lintas
    Padatnya penduduk di kota menyebabkan kemacetan dimana-mana, ditambah lagi arus urbanisasi yang makin bertambah. Para urban yang tidak memiliki tempat tinggal maupun pekerjaan banyak mendirikan pemukiman liar di sekitar jalan, sehingga kota yang awalnya sudah macet bertambah macet. Selain itu tidak sedikit para urban memiliki kendaraan sehingga menambah volum kendaraan di setiap ruas jalan di kota.

    Ledakan penduduk di perkotaan menjadi masalah serius di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah harus melakukan langkah-langkah yang tepat melalui kebijakan-kebijakan yang jelas dalam menangani masalah tersebut agar tidak menimbulkan masalah yang lebih luas lagi.

    Suka

  16. Kota merupakan kawasan permukiman warga yang ditunjukan oleh kumpulan-kumpulan rumah,pusat perbelanjaan,pusat pendidikan,pusat perkantoran untuk mendukung fasilitas warga itu sendiri.Berdasarkan UU no.5 tahun 1979 Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai suatu kesatuan masyarakat dan hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung dibawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Urbanisasi merupakan suatu proses perubahan dari desa ke kota meliputi wilayah atau daerah beserta masyarakat di dalamnya dan dipengaruhi oleh aspek-aspek fisik,sosial,ekonomi,budaya dan psikologi masyarakatnya. Erat kaitannya kaum urban dengan kota,karena kaum urban ini banyak menjadikan kota sebagai tempat tinggal mereka dan sebagai tempat usaha mereka.Faktor penyebab urbanisasi yaitu kemiskinan didaerah,ada 2 faktor yang menyebabkan urbanisasi tersebut:
    1.Faktor Penarik
    Alasan mereka melakukan perpindahan ke kota yaitu :
    -menganggur,karena minimnya lowongan kerja di desa
    -lahan pertanian yang semakin sempit
    -melanjutkan sekolah karena bagi mereka di desa kurang baik pendidikannya
    -pengaruh cerita orang bahwa dikota gampang mencari kerja dan gampang membuka lahan usaha kecil-kecilan
    -adat atau agama lebih longgar
    2. Faktor pendorong
    Faktor pendodrong yang dimaksud adalah :
    -pendapatan rendah didesa
    -keamanan yang kurang
    -keadaan di desa yang umumnya mempunyai kehidupan statis,hal ini bisa terjadi karena adat istiadat yang masih kuat dan pengaruh agama
    -fasilitas pendidikan yang berkualitas
    Dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab timbulnya urbanisasi yaitu ekonomi dan tingkat pendidikan
    contoh kasus sosial :
    1.Bertambahnya polusi udara di perkotaan,pada umumnya kaum urban yang memiliki tujuan untuk bekerja atau memperoleh pendidikan,tentunya mereka memiliki kendaraan.Bertambahnya kendaraan beroda dua atau beroda empat semakin meningkatnya polusi diperkotaan seperti polusi pencemaran udara dan kebisingan.
    2.Bencana alam,para kaum urban yang tidak memiliki tempat tinggal atau tidak memiliki pekerjaan pada umumnya menggunakan lahan kosong di perkotaan atau di daerah aliran sungai untuk membuat tempat tinggal mereka atau tempat usaha mereka.Tentunya lahan itu yang seharusnya untuk menyerap air hujan justru penyebab terjadinya banjir karena tidak bisa menampung air.
    3.Sosial dan ekonomi,Kepindahan kaum urban ke kota untuk mengadu nasib tidaklah masalah apabila mereka memiliki skill.Namun kebanyakan mereka yang mengadu nasib tidak memiliki skill dan susah mencari pekerjaan dan pada akhirnya bekerja sebagai buruh harian,pembantu rumah tangga,penjaga malam dll.Hal ini menyebabkan meningkatnya pengangguran yang menimbulkan kemiskinan.sehingga pada akhirnya untuk mendapatkan uang mereka nekat melakukan kejahatan seperti mencuri,pembunuh bayaran,merampok.Bahkan banyak dari mereka yang rela mengemis di pinggiran demi menghasilkan uang.
    4.Minimnya lahan kosong diperkotaan,saat ini lahan kosong diperkotaan sudah jarang ditemui.Ruang untuk lalu lintas,untuk tempat tinggal sudah sangat minim.Lahan kosong diperkotaan sudah banyak digunakan kaum urban untuk perdagangan dan perindustrian secara legal maupun illegal.Bangunan-bangunan yang didirikan di lahan kosong kebanyakan dimiliki oleh kaum urban,serta mereka yang tidak memiliki tempat tinggal biasanya menggunakan lahan kosong untuk pemukiman liar mereka.Oleh sebab itu hal ini menyebabkan minimnya lahan kosong di perkotaan.
    5.Kemacetan lalu lintas,padatnya penduduk dikota menyebabkan kemacetan dimana-mana,ditambah lagi dengan berkembangnya kaum urban dikota.Kaum urban banyak mendirikan tempat usaha atau tempat tinggal mereka dipinggir jalan,sehingga kota yang tadinya macet jadi semakin macet.Selain itu kaum urban banyak yang memiliki kendaraan pribadi yang menambah volum kendaraan disetiap ruas jalan kota.
    Masalah yang ditimbulkan urbanisasi begitu banyak,oleh karena itu perlu penanganan yang serius dari pemerintah dan daerah.Namun pada akhirnya upaya yang dilakukan memerlukan kerjasama dari berbagai pihak mulai dari pemerintah dan penduduknya.Tanpa adanya kerjasama antar mereka maka urbanisasi akan terjadi terus menerus.Proses urbanisasi perlu diarahkan agar tidak terjadi tingkat yang berlebihan.Pada saat ini pemerintah telah mengembangkan dua kelompok kebijaksanaan untuk mengarahkan proses urbanisasi,yaitu mengembangkan ‘’urbanisasi pedesaan’’ dan mengembangkan ‘’pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru’’.

    Suka

  17. Reblogged this on mahesaindra and commented:
    Menarik sekali pembahasan tentang kasus urbanisasi di negri tercinta kita ini, apa lagi terjadi di kota – kota besar seperti jakarta, Bandung dan surabaya.
    Sebelum menelaah lebih dalam pembahasan kali ini perlu kita ketahui apa itu Urbanisasi, Saya akan menjelaskan kembali apa pengertian dari urbanisasi.

    Menurut saya sendiri Urbanisasi adalah perpindahan masyarakat atau penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua, terutama diperkotaan. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluar nya.

    Ada pun penyebab- penyebab urbanisasi yang biasa terjadi di indonesia Antara lain :

    Penyebab Urbanisasi atau perpindahan penduduk perdesaan ke perkotaan terjadi karena adanya daya tarik ( pull factors ) dari perkotaan dan daya dorong ( push factors ) dari perdesaan. Faktor – Faktor Pendorong dari Pedesaan antara lain :
    Faktor pendorong dari desa yang menyebabkan terjadinya urbanisasi sebagai berikut :
    • Terbatasnya kesempatan kerja atau lapangan kerja di desa.
    • Kemungkinan Tanah pertanian di desa banyak yang sudah tidak subur atau mengalami kekeringan.
    • Kehidupan pedesaan lebih monoton (tetap atau tidak berubah) dari pada di perkotaan.
    • Fasilitas kehidupan atau prasarana di desa kurang tersedia dan tidak memadai.
    • Upah kerja di desa lebih rendah dari upah di perkotaan.
    • Timbulnya bencana yang biasa terjadi di desa, seperti banjir, gempa bumi, kemarau panjang, dan wabah penyakit.
    Adapun Faktor – Faktor Penarik dari Perkotaan. Faktor penarik dan kota yang menyebabkan terjadinya urbanisasi sebagai berikut.
    • Kesempatan kerja di kota lebih banyak dibandingkan dengan di desa.
    • Upah kerja jauh lebih tinggi dari pada di desa.
    • Tersedia beragam fasilitas kehidupan yang hampir tidak ada di pedesaan, seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, rekreasi, dan pusat-pusat perbelanjaan / Mall
    • Kota sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
    Terjadinya urbanisasi ini bisa membawa dampak positif dan negatif, baik bagi desa yang ditinggalkan, maupun bagi kota yang dihuni oleh para pendatang.

    Berikut adalah Dampak-dampak positif urbanisasi bagi desa (daerah asal) sebagai berikut.
    • Meningkatnya kesejahteraan penduduk melalui kiriman uang dan hasil pekerjaan di kota.
    • Mendorong pembangunan desa karena penduduk telah mengetahui kemajuan dikota.
    • Bagi desa yang padat penduduknya, urbanisasi dapat mengurangi jumlah penduduk.
    • Mengurangi jumlah pengangguran di pedesaan.
    Adapun dampak-dampak negatif urbanisasi bagi desa sebagai berikut :

    • Desa menjadi kekurangan tenaga kerja untuk mengolah pertanian.
    • Perilaku yang tidak sesuai dengan norma setempat sering ditularkan dari kehidupan kota.
    • Desa banyak kehilangan penduduk yang berkualitas yan dapat mensejahterakan desa mereka.
    Berikut Dampak Urbanisasi bagi Kota terdiri dari dampak positif dan dampak negatif.

    Dampak positif urbanisasi bagi kota Antara lain sebagai berikut :
    • Kota dapat memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja.
    • Semakin banyaknya sumber daya manusia yang berkualitas.
    Adapun Dampak negatif urbanisasi bagi kota Antara lain sebagai berikut :
    • Timbulnya pengangguran dikarenakan persaingan yang sengit dan kurang nya keterampilan dan skill yang dimiliki.
    • Munculnya tunawisma dan gubuk-gubuk liar di tengah – tengah kota yang dapat mengganggu dan mengotori perkotaan.
    • Meningkatnya kemacetan lalu lintas akibat melimpah nya penduduk.
    • Meningkatnya kejahatan, pelacuran, perjudian, dan bentuk masalah sosial lainnya.
    Itulah Definisi dan pengertian Urbanisasi serta dampak – dampak nya, Kesimpulan saya alangkah baik nya harus di tanggapi oleh pemerintahan kita mengenai masalah serius di kota-kota di negri kita ini, mengapa ? Karena dampak negatif lebih mendominasi di Perkotaan. Seharusnya Orang-orang yang punya skill dan keterampilan sajalah yang Boleh dan mengadu nasib di perkotaan.

    Sekian uraian dan tentang Pengertian, Penyebab dan Dampak Urbanisasi. semoga bermanfaat Sekian dan Terima kasih.

    Suka

  18. Reblogged this on goyaoyaauliya and commented:
    Kota merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri seperti rumah sakit, supermarket, mall, restaurant, dan lain – lain.
    Pengertian “kota” sebagaimana yang diterapkan di Indonesia mencakup pengertian “town” dan “city” dalam bahasa Inggris. Selain itu, terdapat pula kapitonim “Kota” yang merupakan satuan administrasi negara di bawah provinsi. Artikel ini membahas “kota” dalam pengertian umum (nama jenis, common name).
    Kota merupakan pusat kehidupan sosial, ekonomi, budaya dan politik, serta merupakan zona dengan derajat aksesibilitas tinggi dalam suatu kota. DPK atau CBD tersebut terbagi atas dua bagian, yaitu: pertama, bagian paling inti atau RBD (Retail Business District) dengan kegiatan dominan pertokoan, perkantoran dan jasa; kedua, bagian di luarnya atau WBD (Wholesale Business District) yang ditempati oleh bangunan dengan peruntukan kegiatan ekonomi skala besar, seperti pasar, pergudangan (warehouse), dan gedung penyimpanan barang supaya tahan lama (storage buildings).
    Kota dibedakan secara kontras dari desa ataupun kampung berdasarkan ukurannya, kepadatan penduduk, kepentingan, atau status hukum. Desa atau kampung didominasi oleh lahan terbuka bukan pemukiman.

    Fungsi kota adalah :
    Sebagai pusat produksi (production centre). Contoh: Surabaya, Gresik, Bontang
    Sebagai pusat perdagangan (centre of trade and commerce). Contoh: Jakarta, Bandung, Hong Kong, Singapura
    Sebagai pusat pemerintahan (political capital). Contoh: Jakarta (ibukota Indonesia), Washington DC (ibukota Amerika Serikat), Canberra (ibukota Australia)
    Sebagai pusat kebudayaan (culture centre). Contoh: Yogyakarta dan Surakarta
    Sebagai penopang Kota Pusat. Contoh : Tangerang Selatan, Bogor dan Depok
    Menurut saya hubungan kota dengan kaum urban sangat berkaitan karena kota memiliki daya tarik tersendiri bagi kaum urban sehingga menarik kaum urban untuk tinggal di kota walaupun mereka tidak memiliki skill apapun dan tanpa mereka ketahui pula kesulitan-kesulitan untuk hidup di kota. Menurut kaum urban kota adalah tempat dimana mereka bisa mencari nafkah padahal banyak sekali kaum urban yang gagal mendapatkan penghidupan di kota.
    5 contoh dampak urbanisasi :
    1. Semakin banyaknya kaum urban yang beralih ke kota dan makin MINIMNYA LAHAN untuk di jadikan tempat tinggal. Akhirnya banyak sekali pemukiman kumuh yang ada di kota – kota besar tujuan urbanisasi seperti di kolong jembatan, bantaran sungai, samping rel kereta, bantaran waduk/danau, dan lain-lain. Contohnya adalah di pinggiran waduk riya riyo, di bantaran sungai ciliwung, di pinggiran rel kereta di Jakarta dan lain-lain.
    2. Semakin banyak kaum urban yang tidak memiliki skill dan semakin sedikitnya peluang pekerjaan hingga bardampak pada PENGANGGURAN. Contohnya adalah perbandingan jumlah sarjana dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia tidak relevan karena lebih banyak jumlah sarjana dari padalapangan pekerjaan.
    3. Semakin banyak kaum urban yang tidak bekerja maka berdampak juga kepada KEMISKINAN karena dengan tidak bekerja maka tidak ada pemasukan sehingga tidak memenuhi kebutuhan bagi keluarganya bahkan kekurangan untuk kebutuhan seperti kebutuhan sandang, pangan dan papan. Contohnya adalah banyaknya penderita busung lapar di Jakarta dan juga pengemis.
    4. Semakin banyak kaum urban yang miskin akan berdampak kepada semakin banyaknya KRIMINALITAS karena mereka akan menghalalkan segala cara demi sesuap nasi. Tidak peduli akan nyawa orang lain dan tidak peduli akan ketentraman. Contohnya adalah seringnya pemberitaan tentang perampokan, penjambretan, pembunuhan yang berlatar belakang dari kemiskinan.
    5. Semakin banyak kaum urban yang menganggur dan miskin maka nasib PENDIDIKAN bagi generasi berikutnya akan sangat meresahkan karena banyak anak yang terpaksa putus sekolah akibat orang tuanya. Contohnya adalah banyak anak-anak di jalan-jalan kota besar yang terpaksa bekerja keras karena kemiskinan dari orang tuanya seperti mengemis, mengamen, dan pekerjaan lainnya.

    Nama : Auliya azizah
    NIM :44114210011

    Suka

  19. Reblogged this on aviyolla and commented:
    Kota adalah kesatuan jaringan kehidupan manusia yang ditandai kepadatan penduduk yang tinggi dan di warnai denagan social ekonomiyang heterogrn serta cirak nya matrealistis. Kota merupakan suatu tempat dimana penghuninya dapat memenuhi kebutuhan ekonominya.
    Hubungan kota dengan kaum urban terjadi karena sebuah alasan dan tujuan.Faktor terjadinya urban adalah karena adanya factor kemiskinan di perdesaan.Banyak alasan yang menyebabkan masyarakat desa urbanisasi ke kota. Kemajuan yang pesat di kota menyebabkan orang yang tinggal didesa menjadi tertarik untuk bertempat tinggal di kota. Pekerjaan yang ada di kta pun merupakan salah satu factor terjadinya urbanisasi dari desa ke kota.
    5 contoh kasus sosial di Jakarta sebagao efek dari urbanisasi?
    1.Semakin minim lahan kosong di Jakarta
    Saat ini lahan kosong didaerah perkotaan jarang ditemui, ruang untuk lalu lintas, ruang untuk tempat tinggal, dan taman-taman sudah jarang ditemui. Kaum urban yang semakin banyak mengakibatkan lahan kosong yang seharusnya bisa untuk taman kota justru di pakai untuk tempat tinggal mereka.Selain itu banyak kaum urban yang mengunakan lahan kosong untuk berdagang, industri. Ada pun mereka yang berdagang tidak menggunakan izin atau bisa kita bilang ilegal. Kaum urban yang semakin banyak menyebabkan lahan di perkotaan semakin minim. Kaum urban yang tidak memiliki biaya yang akhirnya menggunakan lahan kosong yanga da di kota sebagai tempat tinggal mereka. Ini lah yang membuat lahan di perkotaan semakin sempit, minim, dan mahal
    2.Menambah Polusi di daerah perkotaan
    Masyarakat yang urbanisasi ke kota, umumnya mereka mencari pekerjaan dan untuk memperoleh pendidikan. Banyak dari mereka yang menggunakan kendaraan untuk menjalankan aktivitasnya, umumnya menggunakan roda dua maupun roda empat. Inilah yang menyebabkan daerah perkotaan rentan dengan masalah polusi udara.
    3.Penyebab kemacetan lalu lintas
    Melonjak nya angka kendaraan setiap harinya, merupakan salah satu efek yang di akibatkan oleh urbanisasi.Banyak nya par aurban yang memiliki kendaraan lebih dari dua, menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar perkotaan. Penyebab angka kemacetan yang terus menerus menjadi masalah di daerah perkotaan.
    4.Pencemaran yang bersifat social dan ekonomi
    Banyak masyrakat yang urban ke kota hanya sekedar ingin mengadu nasib, tanpa memikirkan daya saing di kota yang jauh lebih berat di bandingkan mereka yang tinggal di desa. Banyak dari para urban yang ke kota tidak memiliki keterampilan, selain terampil dalam bertani.Oleh karena itu banyak dari para urban yang hanya memperoleh pekerjaan yang tidak layak, seperti buruh bangunan, pedagang kaki lima dan masih banyak lagi. Akibat nya tingkat pengangguran pun bertambah dan tingkat kriminalitas pun meningkat. Banyak para urban yang tidak berhasil untuk mendapat pekerjaan di kota memilih jalan yang negative dengan menjadi pelaku kriminalitas di ibu kota Jakarta ini.

    5.Merusak tata kota
    Ketidak mampuan para urban untuk membeli lahan atau pun menyewa lahan untuk tempat tinggal maupun tempat usaha menyebab kan tata kota menjadi rusak.Contohnya saja para urban yang bermukim di sekitar sungai, wadukm dan ditempat lain nya yang hanya tinggal tanpa membeli dan membayar nya. Akhirnya banyak para urban yang nakal dan sembarangan untuk mendirikan tempat tinggal yang bersifat illegal. Glandangan-glandangan yang menggunakan fasilitas umum untuk tempat tinggal mereka, dan para pedagang yang menggunakan fasilitas umum seperti trotoar tentu saja mengganggu tata kota yang semestinya.

    Suka

  20. Reblogged this on my blog and commented:
    Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
    Menurut saya urbanisasi permasalahan yang sangat amat susah di perbaikinya karena orang yang pindah dari desa ke kota tujuannya ingin mendapatkan pekerjaan, karena mereka tahu bahwa di jakarta banyak sekali lapangan pekerjaan. Padahal susah mendapatkan pekerjaan di kota karena harus mempunyai skill yang baik atau bagus, dan juga berpendidikan.
    Sosiologi perkotaan adalah studi sosiologi tentang kehidupan sosial dan interaksi manusia di wilayah metropolitan. Studi ini adalah disiplin sosiologi norma yang mempelajari struktur, proses, perubahan dan masalah di sebuah wilayah urban dan memberi masukan untuk perencanaan dan pembuatan kebijakan.
    Seperti bidang sosiologi yang lain, sosiolog perkotaan menggunakan analisis statistik, pengamatan, teori sosial, wawancara, dan metode lain untuk mempelajari berbagai topik, termasuk migrasi dan tren demografi, ekonomi, kemiskinan, hubungan ras, tren ekonomi, dan lainnya.
    Hubungan kota dengan kaum urbanisasi adalah bisa saling mendukung satu sama yang lain, saling bekerja-sama dalam hal apapun, bisa saling mengenal kota itu bagaimana desa itu bagaimana. Dengan adanya hubungan Masyarakat Desa dan Kota yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka timbulah masalah baru yakni ; Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. (soekanto,1969:123 ).
    Dampak positif dari urbanisasi adalah
    1. Adanya kiriman uang dari kota ke desa. Penduduk desa yang bekerja di kota yang umumnya kaum pria secara rutin mengirimkan sebagian penghasilannya ke keluarga mereka di desa. Pada saat saat tertentu kiriman tersebut meningkat terutama pada saat hari raya dimana penduduk desa yang bekerja di kota akan pulang ke desa untuk merayakan hari raya. Transfer uang dari kota ke desa ini membantumenggerakan perekonomian desa yang umumnya bergantung pada hasil pertanian yang sifatnya musiman dan tidak menentu.
    2. Dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kota, seperti menjadi karyawan di tempat makan atau restaurant.
    3. Mengurangi jumlah pengangguran di desa
    4. Meningkatkan taraf hidup penduduk di desa.
    Seperti lebih terjamin perekonomiannya dan semakin maju jika hidup di kota.

    Dampak negatif dari urbanisasi adalah
    1. Menurunnya produktifitas di desa
    seperti kurangnya orang di desa yang membajak sawah atau yang menjadi petani, semakin menurunnya kreatifitas dalam membuat kerajinan tangan.
    2. Semakin meningkatnya kriminalitas di kota
    seperti pencopetan, semakin banyak pengamen, orang meminta-minta sumbangan.
    3. Timbulnya pemukiman yang kumuh di pinngir kota
    akibat susahnya mencari perumahan di jakarta, makanya mereka membuat rumah- rumah di pinggir jalan atau pinggir kali. Contohnya di pinggiran kali ciliwung yang banyak sekli rumah kumuh, di bawah jembatan.
    4. Semakin meningkat pengangguran di kota.
    Pengangguran semakin banyak di kota akibat banyak yang pindah dari desa ke kota, akibat dari pengangguran adalah semakin banyak yang mengamen di ibu kota, mencopet, dll. Karena itu cara yang efektif untuk mendapatkan uang bagi yang pengangguran.
    5. Lalu lintas di kota semakin padat
    akibatnya semakin macet jalanan ibu kota, seperti di daerah jakarta selatan yang di daerah kemang sangat macet, semakin banyak kendaraan bermotor dan bermobil yang bernomer polisi dari desa yang ugal-ugalan dijalan.

    5 contoh kasus sosial diperkotaan seperti Jakarta sebagai efek dari urbanisasi:
    1. Pemukiman kumuh.
    Sebuah kawasan dengan tingkat kepadatan populasi tinggi di besar di dunia. Pemukiman kumuh umumnya di hubung-hubungkan dengan tingkat kemiskinan dan pengangguran tinggi.sebuah kota yang umumnya dihuni oleh masyarakat miskin. Pemukiman kumuh dapat ditemui di berbagai kota. Orang yang tinggal di pemukiman kumuh akan menimbulkan banyak penyakit dan akan banyak orang pengangguran yang bekerja sebagai pencopet, pengamen, dll.
    2. Meningkatnya polusi udara.
    Semakin meningkatnya polusi udara akibat semakin banyak kendaraan yang berada di ibu kota. Banyaknya kendaraan bernomer polisi dari daerah manapun yang berurbanisasi di jakarta. Dan juga berkurangnya tanaman hijau yang menyebabkan polusi udara semakin meningkat karena semua tanaman di ibu kota sudah di tindas dengan pembangunan perumahan.
    3. Kemacetan di ibu kota.
    Kemacetan di ibu kota akibat banyaknya kaum urbanisasi yang di kota yang ingin mencari pekerjaan. Masyarakat desa yang membangun rumah di pinggir jalan yang mengakibatkan kemacetan, dan banyak yang berjualan di pinggir jalan.
    4. Meningkatnya pengangguran.
    Semakin meningkatnya pengangguran karena semakin penuhnya masyarakat di kota yang menyebabkan pengangguran, kurangnya lahan pekerjaan.
    5. Penduduk yang semakin banyak.
    Semakin banyaknya yang pindah ke kota akan semakin padat penduduk di ibu kota, dan akan menyebabkan harga ikut naik, karena bertambahnya populasi penduduk di daerah tersebut.

    Suka

  21. Reblogged this on nuranisyaam and commented:
    Nama : Nur Anisya Amelia
    Nim : 44114210020
    Kota merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri. Kota adalah tujuan lokasi para kaum urban. Arti dari urbanisasi sendiri adalah perpindahan penduduk desa ke kota. Hubungan sebuah kota dengan kaum urban sangatlah berkaitan. Dimana kota di masyarakat tradisional atau masyarakat desa adalah daerah yang sangat menggiurkan, seperti lapangan kerja yang menjanjikan, upah kerja yang tinggi, kesrjahteraan masyarakat yang tinggi, dan sebagainya. Masyarakat kota sendiri terbentuk dari berkumpulnya pada urban di kota. Itulah mengapa masyarakat kota sering dai sebut sebagai urban community.
    Urbanisasi juga membuat dampak. Ada dampak positive dan negative. Diantaranya :
    • Dampak positive
    – Bila seseorang yang urban lalu berhasil di kota, orang tersebut bisa memberi dampak yang positive bagi desanya. Seorang tersebut bisa pulang ke desa nya dan membangun desanya agar lebih maju.
    – Terjadi percampuran suku di kota. Seperti misalnya orang jawa, bali, dan Sumatra tinggal bersama di suatu wilayah. Jika mereka berkomunikasi, mereka akan menambah pengetahuan dari adat istiadat suku lain. Percampuran suku di kota berefek dengan tidak terjainya konsolidasi atau diskriminasi suku.
    • Dampak negative
    – Penumpukan penduduk yang terjadi di kota, karena semua tujuan urban adalah kota. Contohnya seperti Jakarta, terjadi penumpukan karena semua orang desa berkeinginan untuk urban ke Jakarta.
    – Makin kecilnya lowongan kerja. Jika terjadi penumpukan penduduk, maka otomatis lowongan kerja akan berkurang. Contohnya seperti di suatu perusahan membutuhkan 35 orang karyawan. Tetapi karena terjadinya penumpukan penduduk, maka dengan sekejap lowongan kerja tersebut telah ditutup karena telah mencapai kuota.
    – Banyaknya pengangguran. Karena penumpukan penduduk, dan makin kecilnya lowongan kerja yang tersedia, sedangkan para urban makin banyak. Maka akan banyak pengangguran di kota.
    – Terjadinya kemiskinan. Kemiskinan akan terjadi bila tidak ada factor pemasukan di suatu keluarga. Karena terlalu banyak para urban, maka lowongan kerja semakin kecil. Dan sifat masyarakat tradisional atau masyarakat desa adalah belum bisa berfikir produktif. Maksud produktif disini adalah membuat suatu usaha sendiri. Maka dari itu, banyak dari para urban yang tidak mendapatkan pekerjaan di perkotaan yang menyebabkan banyaknya pengangguran dan mewabahnya kemiskinan.
    – Tingginya kriminalitas. Kriminalitas akan terjadi karena sudah terlalu tingginya nilai pengangguran yang berdampak kemiskinan. Orang orang pengangguran akan mengahalalkan segala cara untuk mendapatkan uang, seperti dengan cara mencuri, merampok dan sebagainya.
    – Tidak berkualitasnya penerus bangsa. Jika angka kemiskinan tinggi maka akan berpengaruh pada kualitas penerus bangsa. Contohnya seperti suatu keluarga yang melakukan perpindahan dari desa ke kota, lalu sang ayah tidak mendapatkan pekerjaan, maka dan tidak ada niatan untuk membuat atau membangun suatu usaha. Maka otomatis ayahnya menjadi seorang pengangguran. Jika sang ayah menganggur maka tidak ada pemasukan, dan ekonomi keluarga tersebut akan menurun dan menyebabkan kemiskinan. Setelah kemiskinan terjadi di keluarga tersebut, maka sang ayah akan menghalalkan segala cara untuk mencari uang, bisa dengan jalur kriminalitas. Jika kemiskinan terjadi, maka kualitas hidup keluarga tersebut akan menjadi tidak berkualitas. Dan jika begitu, maka pendidikan sang anak akan ikut hancur, misalnya seperti sang anak berhenti sekolah untuk membantu orang tuanya mencari uang, otomatis pendidikan anak tersebut akan putus. Besar kemungkinan anak tersebut bila telah dewasa akan meneruskan kehidupan seperti itu, karena tidak mempunyai kemampuan dan skill untuk bekerja atau membuat lapangan kerja.

    Suka

  22. Reblogged this on assyfaramadani and commented:
    kapita selekta (4) urbanisasi dan sosiologi perkotaan
    Kota berasal dari kata urban yang mengandung pengertian kekotaan dan perkotaan. Kekotaan menyangkut sifat-sifat yang melekat pada kota dalam artian fisikal, sosial, ekonomi, budaya. Perkotaan mengacu pada areal yang memiliki suasana penghidupan dan kehidupan modern. suatu tempat yang penghuninya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar lokal. Daya pikat kota yang memukau dengan kehidupan modern dan glamor seringkali menjadi alasan bagi setiap orang untuk menjadikan kota sebagai tujuan utama dalam mengejar impian dan mencari kehidupan yang lebih layak.
    Daerah yang menjadi tujuan masyarakat dalam melakukan urbanisasi biasanya adalah kota besar dengan tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi dan sudah maju baik dalam segi perekonomian dan pendidikan. Masyarakat menentukan daerah tujuan tidak semata berasal dari pemikiran dan niatan dari diri mereka, tetapi umumnya berasal dari sebuah pengaruh yang kuat. Pengaruh tersebut biasanya dalam bentuk ajakan yang datang dari orang-orang sekitar yang telah melakukan urbanisasi sebelumnya, informasi-inforamsi yang ada media massa tentang daerah tujuan, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya. Pengaruh-pengaruh tersebut bisa berasal dari daerah asal yang mendorong masyarakat maupun daerah tujuan yang menjadi daya tarik masyarakat dalam melakukan urbanisasi. Maka dari itu
    urbanisasi adalah masalah yang cukup serius. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Hal inilah yang mendorong masyarakat untuk melakukan urbanisasi dengan tujuan bisa mendapat kehidupan yang layak. Selain itu, daya tarik daerah tujuan juga menentukan masyarakat untuk melakukan urbanisasi. Para urban yang tidak memiliki skill kecuali bertani akan kesulitan mencari pekerjaan di daerah perkotaan, karena lapangan pekerjaan di kota menuntut skill yang sesuai dengan bidangnya. Ditambah lagi, lapangan pekerjaan yang juga semakin sedikit sehingga adanya persaingan ketat dalam mencari pekerjaan. Masyarakat yang tidak memiliki skill hanya bisa bekerja sebagai buruh kasar, pembantu Rumah Tangga, tukang kebun, dan pekerjaan lainnya yang lebih mengandalkan otot daripada otak. Sedangakn masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan, umumnya hanya menjadi tunawisma, tunakarya, dan tunasusila. Hal ini tentunya akan memberikan pengaruh negatif terhadap lingkungan kota sehingga menambah permasalahan Jumlah penduduk yang semakin meningkat dan penyebaran yang relatif tidak merata membawa pengaruh besar bagi terjadinya perpindahan penduduk antar wilayah, perpindahan penduduk yang sedang marak terjadi yaitu urbanisasi yang ada di kota. Saat ini, urbanisasi telah menjadi trend baru di masyarakat pedesaan. Masyarakat desa yang berbondong-bondong melakukan urbanisasi mengalami peningkatan tiap tahunnya.
    5 contoh kasus sosial diperkotaan seperti Jakarta sebagai efek dari urbanisasi itu sendiri.
    1. Merusak tata kota.
    Tata kota suatu daerah tujuan urban bisa mengalami perubahan dengan banyaknya urbanisasi.
    Urban yang mendirikan pemukiman liar di pusat kota serta gelandangan-gelandangan di jalan-jalan bisa merusak sarana dan prasarana yang telah ada, misalnya trotoar yang seharusnya digunakan oleh pedestrian justru digunakan sebagai tempat tinggal oleh para urban. Hal ini menyebabkan trotoar tersebut menjadi kotor dan rusak sehingga tidak berfungsi lagi.
    2. Munculnya kawasan kumuh (slum area)
    Salah satu penyebab yang bisa menghambat perkembangan kota dan menurunkan nilai estetika dari kota itu sendiri
    3. Tingkat kriminalitas meninggi, dan menghilangkan tingkat kenyamanan bagi penduduk sekitar
    4. Menaikkan tingkat polusi udara di daerah perkotaan
    5. lalu lintas di kota sangat padat,yang menyebabkan kemacetan lalu lintas di kota

    Suka

  23. Reblogged this on nonyherbiana's Blog and commented:
    Menurut saya, kota adalah sebuah kawasan permukiman rumah-rumah warga dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri. Kota terbentuk dari pemungkiman yang sederhana tetapi pemikiran warganya lebih maju dan berkembang . kota pun menjadi tempat yang menjanjikan untuk meraih kesuksesan karena kota merupakan pusat bisnis dan perekonimian di suatu Negara, sehingga membuat daya tarik tersendiri untuk para warga yang ingin lebih sukses . masyarakat kota lebih mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan social di sebabkan karena adanya kertebukaan terhadap pengaruh luar . warga kota umumnya sangat menghargai waktu . cara berfikir dan bertindak warga kota pun tampak lebih rasional dan berprinsip ekonomi . namun pada umumnya masyarakat kota lebih bersifat individu . sedangkan sifat sodaritas dan gotong royong sudah tidak di lakukan oleh masyarakat kota di karena kan ketidak pedulian dan sikap acuh tah acuh yang di lakukan oleh masyarakat kota tesebut . kota mencangkup adanya suatu bentuk kehidupan manusia yang beragam dan berada pada suatu wilayah tertentu . urban berarti sesuatu yang bersifat kekotaan yang secara langsung maupun tidak. Fenomena urban pada hakikatnya terkait erat dengan persoalan tradisi dan modernitas. Masyarakat urban tergolong masyarakat multietnis karena terdiri dari berbagai suku , golongan , kelompok dan lain lain . dan terkumpul di suatu kota utama untuk mencari kehidupan yang lebih layak lagi. Selain itu juga, masyarakat urban di definisikan sebagai masyarakat yang berambisi untuk memenuhi kehidupan hidup menjadi lebih baik dari kehidupan yang sebelumnya . mayoritas masyarakat urban mempunyai keterbatasan kemampuan yang menyebabkan mereka menekuni pekerjaan di sektor informal karena ketiadaan pilihan pekerjaan lain yang dapat mereka masuki dan ini menjadi suatu pilihan realitis bagi para urban yang ingin sukses . alesan dari kebanyakan masyarakat urban yang pindah ke kota ialah karena adanya tuntutan dari kebutuhan hidup atau ekonomi yang lebih baik dan termotifasi dari adanya tekanan kemiskinan dan keinginan untuk mencari sumber penghasilan yang baru yang lebih menguntungkan . dampak buruk urbanisasi bagi masyarakat kota
    1. Peningkatan polusi perkotaan
    Transportasi di pemungkiman penduduk kota akan semakin bertambah dan mengakibatkan timbulnya kemacetan lalu lintas yang telah membudaya tampa solusi yang layak dan meningkatnya sampah masyarakat seperti nonny yang mencemari tanah dan air
    2. Ledakan penduduk
    Sebelum terjadinya urbanisasi penduduk kota tidak terlalu padat namun setelah urbanisasi masal yang di lakukan masyarakat desa jumlah penduduk kota yang tadinya stabil kini mengalami ledakan penduduk dalam waktu singkat .meningkat nya jumlah penduduk mendorong harga property perumahan menjadi lebih mahal .
    3. Tingginya biaya hidup
    Biaya hidup di kota tidak lah murah . seperti contoh meningkatnya biaya untuk makan, transportasi, sewa dan keperluan lainnya akan mengakibatkat peningkatan karena permintaan melebihi permintaan .
    4. Kesenjangan ekonomi
    Ketidak meratanya perekonomian yang akan mengakibatkan ketidak perataan perekonomian yang menimbukan yang kaya semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin .
    5. Peningkatan kriminalitas
    Kehidupan kota yang di anggap menarik bagi semua orang dan memungkinkan juga bagi segala macam kegiatan untuk berkembang, termasuk kejahatan menjadi bagian umum dari daerah perkotaan kriminalitas juga di akibatkan dari tingginya biaya hidup yang mahal dan susahnya mencari perkerjaan di perkotaan jika hal ini tidak di atur secara ketat dan tidak di lakukan secara terorganisasi maka pertumbuhan ini menjadi lepas kendali dan menciptakan masalah lebih jauh .

    Suka

  24. Reblogged this on syahputra300593 and commented:
    Menurut Menteri Dalam Negeri RI NO. 4/1980, Kota adalah suatu wilayah yang mempunyai batas administrasi wilayah. Kota adalah lingkungan kehidupan yang mempunayi ciri non-agraris. Secara geografis, kota adalah suatu bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non-alami dengan gajala pemusatan penduduk tinggi, corak kehidupan yang heterogen, sifat penduduknya individualistis dan materialistis. Kota memiliki ciri fisik yakni adanya sarana ekonomi, Gedung pemerintahan, Alun-alun, Tempat parkir, Sarana rekreasi, Sarana olah raga dan Komplek perumahan.
    Beberapa ciri-ciri masyarakat kota yaitu selalu berusaha meningkatkan kualitas hidupnya dan terbuka dalam menerima pengaruh luar, menyebabkan teknologi terutama teknologi informasi berkembang dengan pesat dalam masyarakat kota karena bagi masyarakat kota penggunaan teknologi informasi di segala bidang telah sangat signifikan meningkatkan kualitas kehidupan mereka. Sehingga masyarakat desa tertarik dengan kehidupan masyarakat kota dan beranggapan bahwa tinggal di kota dapat merubah hidupnya dengan mengharapkan gaji yang tinggi dan juga gaya hidup yang lebih modern. Oleh karena itu, timbul keinginan masyarakat desa untuk pindah ke kota yang sekarang disebut dengan urbanisasi dan masyarakat tersebut disebut juga masyarakat urban.
    Tetapi, keinginan masyarakat urban tersebut tidak sesuai dengan keadaaan yang ada di perkotaan. Karena jumlah masyarakat kota yang sudah padat, masyarakat urban tersebut sudah tidak mampu lagi sebenarnya untuk ditampung dikota. Karena, mengingat jumlah pekerjaan yang terbatas, tempat tinggal yang terbatas dan banyak hal lainnya. Sehingga, tidak jarang masyarakat urban mengalami hidup lebih buruk di kota dibandingkan dengan di desanya dahulu.
    Dewasa ini, urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan. Faktor penarik terjadinya Urbanisasi :
    1. Kota memiliki sarana dan prasarana yang lebih baik
    2. Penghasilan di kota lebih tinggi
    3. Kehidupan di kota lebih modern dan menarik
    4. Terdapat banyaknya hiburan di kota dibandingkan di desa
    5. Di kota Pendidikan & Fasilitasnya lebih baik dari pada di desa.
    6. Faktor Pendorong terjadinya Urbanisasi
    Sempitnya lahan pekerjaan di desaLingkungan desa yang bersifat kaku
    Ingin mencoba mengadu nasib di kota
    Ingin mendapatkan pendidikan yang lebih lengkap dan memadai.
    Dengan demikian dapat di lihat faktor utama yang menjadi pendorong dan penarik terjadinya proses Urbanisasi adalah faktor Ekonomi. Selain itu kurang meratanya pembangunan dan lapangan pekerjaan yang dilakukan oleh pemerintah sehingga membuat masyarakat desa sulit untuk memenuhi keperluan sehari-harinya.
    Sebagai contoh, ibu kota jakarta, banyak masyarakat desa yang ingin pindah ke ibu kota karena melihat gaya hidup masyarakat jakarta yang tinggi seperti yang mereka lihat di televisi. Mereka pindah ke kota terkadang tanpa adanya rencana yang matang untuk kehidupan mereka di kota. Sehingga banyak sekali permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi akibat urbanisasi yang besar tersebut, seperti:
    1. Tidak sedikitnya penduduk yang melakukan urbanisasi datang hanya untuk mengadu nasib, sehingga mereka tidak memiliki modal kemampuan (skill) yang dibutuhkan karena mereka hanya bermodalkan tekad yang kuat. Sehingga dapat meningkatkan jumlah pengangguran serta kemiskinan.

    2. Kehidupan di kota besar yang keras apabila dibandingkan dengan kehidupan di desa, membuat para urban yang belum memiliki pengalaman kerap kali salah memilih pergaulan, tidak sedikit bagi mereka yang terjerumus kedalam dunia malam, mengenal obat-obatan terlarang dan menjadi preman maupun tindak kriminal lainnya yang dapat membuat resah penduduk.

    3. Banyaknya jumlah urbanisasi mengakibatkan jumlah penduduk di desa semakin menipis. Sehingga, banyak lahan kosong yang tidak dimanfaatkan karena tenaga kerja yang ada lebih memilih untuk pergi ke kota.
    4. Masih berhubungan dengan jumlah pengangguran yang semakin meningkat, dapat mengakibatkan kesejahteraan masyarakat pun semakin berkurang. Karena mereka tidak memiliki pendapatan yang tetap sedangkan kebutuhan hidup terutama di kota besar sangat besar pula.

    5. Karena terjepit masalah pendapatan bagi mereka yang pengangguran, kebanyakan dari mereka pun memilih untuk menjadi pengamen ataupun pengemis dijalanan. Hal ini dapat membuat petugas keamanan menjadi kewalahan menghadapi mereka.

    Suka

  25. Reblogged this on sesiliastellaa and commented:
    yaph , masalah di negara kita sekarang salah satu nya adalah urbanisasi. urbanisasi ialah perpindahan penduduk dari desa ke kota . mengapa ada urbanisasi ? menurut saya urbanisasi ada semenjak perekonomian di kota jauh lebih mudah dan menjaminkan di banding perekonomian di daerah/desa. Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar di dunia. Dengan kalimat yang sederhana urbanisasi membuat perkotaan cenderung tumbuh pada tingkat yang sangat cepat. Manusia telah diketahui telah melakukan urbanisasi dari waktu ke waktu sepanjang sejarah karena berbagai alasan yang dikemukakan oleh banyak nya manusia . dalam suatu proses urbanisasi , selalu ditandai dengan migrasi besar – besaran oleh orang – orang dari daerah pedesaan ke daerah perkotaan sehingga menyebabkan ledakan penduduk – penduduk yang yang tiba – tiba dan sering yang tak terduga.hal ini juga ditandai dengan pertumbuhan produksi ( industri ) terlepas dari sektor pertanian. terlepas dari kenyataan – kenyataan bahwa pertumbuhan pesat yang terdapat di kota – kota mengarah pada perluasan lapangan kerja bagi masyarakat. perlu diketahui bahwa urbanisasi hampir selalu di anggap sebagai hal yang negatif. kenaikan populasi – populasi di tingkat kota menimbulkan berbagai macam masalah. Orang yang melakukan urbanisasi disebut urban.
    Timbulnya perpindahan penduduk dan desa ke kota disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor pendorong dari desa dan faktor penarik dari kota. Kota – kota di Indonesia yang menjadi tujuan sebagian besar urbanisasi, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Yogyakarta dan Semarang dll. Proses urbanibasi dapat menyangkut dua aspek. yaitu berubahnya masyarakat desa menjadi masyarakat kota dan perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah gejala sosial yang masih terus berlangsung hingga saat ini.

    Penyebab Urbanisasi atau perpindahan penduduk perdesaan ke perkotaan terjadi karena adanya daya tarik (pull factors) dari perkotaan dan daya dorong (push factors) dari perdesaan.
    Berikut adalah faktor pendorong dari Desa:

    • Terbatasnya kesempatan kerja atau lapangan kerja di desa.
    • Tanah pertanian di desa banyak yang sudah tidak subur atau mengalami kekeringan.
    • Kehidupan pedesaan lebih monoton (tetap/tidak berubah) daripada perkotaan.
    • Fasilitas kehidupan kurang tersedia dan tidak memadai.
    • Upah kerja di desa rendah.
    • Timbulnya bencana desa, seperti banjir, gempa bumi, kemarau panjang, dan wabah penyakit.
    Berikut adalah faktor pendorong dari Perkotaan :
    • Kesempatan kerja lebih banyak dibandingkan dengan di desa.
    • Upah kerja tinggi.
    • Tersedia beragam fasilitas kehidupan, seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, rekreasi, dan pusat-pusat perbelanjaan.
    • Kota sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, ilmu pengetahuan, dan teknologi
    Berikut adalah dampak negatif urbanisasi di pedesaan :
    • Desa kekurangan tenaga kerja untuk mengolah pertanian.
    • Perilaku yang tidak sesuai dengan norma setempat sering ditularkan dan kehidupan kota.
    • Desa banyak kehilangan penduduk yang berkualitas.
    Dampak positif urbanisasi di pedasaan adalah sebagai berikut :
    • Meningkatnya kesejahteraan penduduk melalui kiriman uang dan hasil pekerjaan di kota.
    • Mendorong pembangunan desa karena penduduk telah mengetahui kemajuan dikota.
    • Bagi desa yang padat penduduknya, urbanisasi dapat mengurangi jumlah penduduk.
    • Mengurangi jumlah pengangguran di pedesaan.

    Dampak Positif dari ada nya urbanisasi di perkotaan ialah :
    • Kota dapat memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja
    • Semakin banyaknya sumber daya manusia yang berkualitas
    Dampak Negatif dari ada nya urbanisasi di perkotaan ialah :
    • Timbulnya pengangguran.
    • Munculnya tunawisma dan gubuk-gubuk liar di tengah-tengah kota.
    • Meningkatnya kemacetan lalu lintas.
    • Meningkatnya kejahatan, pelacuran, perjudian, dan bentuk masalah sosial lainnya

    Berikut adalah dampak / efek yang terjadi akibat ada nya urbanisasi :
    1. Peningkatan polusi
    Daerah perkotaan selalu disalahkan atas kontribusi mereka ke tingkat polusi yang tinggi. Daerah padat penduduk ditambah dengna kurang memperhatikan hukum lingkungan menambah kesengsaraan . sarana transportasi yang terus bertambah, menambah emisi gas beracun ditambah dengan kemacetan lalu lintas yang telah membudaya tanpa solusi yang layak.

    2. Ledakan Penduduk
    Daerah kota yang sebelum nya mengalami pertumbuhan penduduk yang stabil mengalami ledakan penduduk dalam waktu singkat. Meningkat nya pertumbuhan penduduk juga mendorong harga properti naik lebih tinggi sekaligus membuka jalan bagi penciptaan lahan kumuh.

    3. Tinggi nya Biaya Hidup
    Biaya hidup di kota tidaklah murah. Orang – orang harus membayar biaya tambahan untuk transportasi dan pajak untuk tiap komoditas. Tidak heran jika penduduk kota akan di minta untuk membayar pajak yang tinggi atas oksigen yang mereka hirup.

    4. Kesenjangan Sosial
    Kota adalah surga bagi para pencari peluang. Di lain sisi realitas yang dissayangkan adalah tidak merata nya perekonomian. Kota adalah temapt terbaik untuk melihat contoh ketimpangan ekonomi dimana orang kaya akan terus bertambah kaya dan orang miskin akan semakin miskin.

    5. Peningkatan Angka Kriminalitas
    Dengan tekanan yang tidak semesti nya pada daerah perkotaan setiap hari , ini akan menjadi suatu tantangan bagi badan pemerintah untuk mengelola daerah – daerah metropolitan yang khas.

    Contoh kasus Konkret yang terjadi sekarang akibat ada nya urbanisasi adalah :
    1. Makin banyak anak-anak kecil yang tidak bisa bersekolah dikarenakan orang tua mereka yang tidak mampu menafkahi / memberikan fasilitas yang layak untuk anak – anak nya sehingga mereka terpaksa mencari nafkah juga untuk membantu keluarga mereka dala kelangsungan hidup sehari – hari.
    2. Makin banyak gubug – gubug yang terdampar disembarang tempat / bisa dikatakan mereka membuat rumah – rumah kecil yang hanya terbuat dari kardus / bambu bekas demi melindungi mereka dari panas atau dingin nya cuaca sekaligus sebagai tempat mereka beristirahat
    3. Makin banyak nya pengagguran – pengangguran yang tidak mendapat kerja dikarenakan faktor lapangan kerja yang memang tidak sebanding dengan jumlah penduduk nya.
    4. Makiin banyak nya tingkat orang yang berputus asa / bunuh diri / sakit jiwa dikarenakan yang sebagian besar nya mereka tidak sanggup untuk menajalani kehidupan sehari – hari mereka
    5. Banyak nya copet / preman – preman di pinggir jalan yang berusaha membuat tindakan kriminal dikarenakan mereka tidak punya skill yang cukup agar mereka bisa berkerja dengan halal.
    Saya berharap agar pemerintah bisa menangani kasus urbanisasi ini agar tidak semakin banyak penduduk dari desa ke kota yang berusaha untuk mencari pekerjaan yang cukup jauh dari lingkungan nya yang belum tentu mereka bisa sesuai / beradptasi dengan lingkungan baru tersebut. Buatlah lapangan kerja yang baru,industri – industri yang baru di daerah pedesaan sehingga memudahkan mereka agar bisa terjalin kesejahteraan bersama. Mungkin bisa juga agar upah / gaji yang mereka dapat bisa setimpal dengan apa yang mereka kerja kan.

    Suka

  26. Reblogged this on agnesclaudiabc and commented:
    Nama: Agnes Claudia
    Nim: 44114210012
    Jurusan: broadcast
    Jawaban Nomor 4
    kalau menurut saya kota adalah pusat dimana adanya sarana perekonomian, sasaran pasar penjualan, gedung – gedung bertingkat. kaum urban berdatangan atau berurbanisasi ke kota jakarta karena mereka di iming imingi kalau datang ke jakarta akan medapatkan pekerjaan yang dapat melangsungkan hidup mereka, Kehidupan kota yang lebih modern, Sarana dan prasarana kota lebih lengkap, Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas. tetapi mereka tidak melihat kemampuan mereka sendiri yang sangatlah minim, jadi setelah mereka datang ke jakarta mereka tidak mendapatkan yang mereka harapkan karena keterbatasan keahlian, keterbatasan pendidikan, keterbatasan wawasan secara umum.
    Tetapi memang sangat tidak adil di jaman sekarang mereka yang ingin, mereka yang berniat untuk bersekolah, untuk mendapatkan pendidikan malah terhenti langkahnya karena keterbatasan ekonomi, bayaran uang sekolah yang semakin meningkat yang membuat pendidikan mereka sangatlah terbatas.
    adapun faktor faktor yang membuat mereka berurbanisasi yaitu lahan pertanian semakin sempit karna terkikisanya lahan karena bagunan atau pertambangan, merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya, menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa, terbatasnya sarana dan prasarana di desa, diusir dari desa asal, memiliki impian kuat menjadi orang kaya karna ketertarikan mereka pada jaman modernisasi.
    keuntungan adanya urbanisasi:
    1. Memoderenisasikan warga desa
    seperti yang kita tahu bahwa warga desa atau warga pelosok masih memgang budaya jaman dahulu dengan kuat, masih mengikuti adat istiadat yang ada. beda dengan warga kota yang sangatlah modern yang tidak lagi memgang adat istiadat mereka mengikuti budaya luar. kaum urbanisasi datang kekota untuk mengikuti gaya hidup modern.
    2. Menambah pengetahuan warga desa
    warga desa yang sangat minim pegetahuan daan wawasannya, mereka datang ke kota untuk menambah wawasan, mungkin bukan lah wawsan secara akademik tetapi wawasan secara umum seperti gadget, gaya hidup warga kota, dan lain lain.
    3. Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
    melihat jaman yang semakin sibuk dengan kesibukan masing masing warga kota sudah tidak saling sapa di daerah rumah mereka, “saya saya anda anda” itu lah yang sekarang sedang di terapkan warga kota. tetapi dengan adanya kaum urban semua berubah, seperti yang di ketahui bahwa warga desa sangatlah rukun, saling beradaptasi satu sama lain, saling tegur walau beda daerah. jadi dengan adanya kaum urban komunikasi antar warga jadi lebih terjain dengan baik.
    4. Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa
    jaman sekarang warga kota dengan gaya hidup yang glamor jadi timbul adanya persaingan harta kekayaan yang ia punya, jadi sering kali adanya perseisihan yang ada karn timbul rasa sirik. dengan adanya kaum urban mereka yang lebih merendah, dan menyadari apa yang mereka punya jadi tidak ada perselisihan di antara wrga kota dan desa.
    Dampak buruk dari urbanisasi:
    1. Terbentuknya suburb tempat-tempat pemukiman baru dipinggiran kota
    dengan meningkatnya jumlah kaum urban di jakarta semakin banyak pemukiman pemukiman di pinggiran kota yng membuat lahan hijau semakin terkikis, lahan kosong untuk menampung air saat hujan terkikis. sedangkan pemukiman tersebut ilegal tidak ada surat surat yang jelas yang memperbolehkan mereka membuat pemukiman terssebut.
    2. Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
    jumlah kaum urban yang melonjak, semakin melonjak juga jumlah pengangguran yang ada di kota karena jumlah orang yang membutuhkan pekerjaan dengan jumlah lowongan pekerjaan sangatlah berbanding terbalik.
    3. Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
    pemukiman pemukiman yang di buat oleh kaum urban biasanya di tempat yang sagat tidak strategis, sebagai contoh pemukiman di tepian kali ciliwung, kali dimana sabagai sarana mereka mencari uang, membuang hajat, mandi, tetapi juga memasak nai, mencuci sayur di kali tersebut. dampak yang di dapat terkena penyakit seperti peyakit pencernaan, penyakit kulit, dll.
    4. Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan sosial dan kriminal
    lingkungan dimana kaum urban membuat pemukiman, daerah yang tingkat kriminalisasi tinggi. tidak adanya pekerjaan dan keahlian yang memancing mereka untuk melakukan kriminal seperti mencopet, merampok, membunuh sangat tinggi.

    Suka

  27. Reblogged this on ratuskurnia and commented:
    Kota adalah suatu permukiman yang relatif besar, padat dan permanen, terdiri dari individu-individu yang heterogen dari segi sosial. Tentu Sangat Berhubungan dengan para Urban karena, kota adalah tujuan yang mereka datangi, dan kota pun bisa terbentuk dan menjadi besar karena terjadi kedatangan para urban dan terjadilah urbanisai, meskipun memang kedatanga para urban yang berniat memperbaiki ekonomi hidup dengan datang ke kota, tetapi sebetulnya tidak semua bisa mendapat yang mereka inginkan sehingga menjadikan banyaknya gelandagan di kota kota besar.

    Urbanisasi adalah, suatu proses kenaikan proporsi jumlah penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Urbanisasi juga dapat diartikan sebagai suatu proses pengkotaan suatu wilayah. Proses pengkotaan ini dapat diartikan dalam dua pengertian. Pengertian pertama, adalah merupakan suatu perubahan secara esensial unsur fisik dan sosial-ekonomi-budaya wilayah karena percepatan kemajuan ekonomi. Pengertian kedua adalah banyaknya penduduk yang pindah dari desa ke kota, karena adanya penarik di kota, misal kesempatan kerja.

    Akibat dari meningkatnya proses urbanisasi menimbulkan dampak-dampak terhadap lingkungan kota, baik dari segi tata kota, masyarakat, maupun keadaan sekitarnya. Dampak urbanisasi terhadap lingkungan kota antara lain:

    1. Semakin minimnya lahan kosong di daerah perkotaan. Pertambahan penduduk kota yang begitu pesat, sudah sulit diikuti kemampuan daya dukung kotanya. Saat ini, lahan kosong di daerah perkotaan sangat jarang ditemui. ruang untuk tempat tinggal, ruang untuk kelancaran lalu lintas kendaraan, dan tempat parkir sudah sangat minim. Bahkan, lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) pun sudah tidak ada lagi. Lahan kosong yang terdapat di daerah perkotaan telah banyak dimanfaatkan oleh para urban sebagai lahan pemukiman, perdagangan, dan perindustrian yang legal maupun ilegal. Bangunan-bangunan yang didirikan untuk perdagangan maupun perindustrian umumnya dimiliki oleh warga pendatang. Selain itu, para urban yang tidak memiliki tempat tinggal biasanya menggunakan lahan kosong sebagai pemukiman liar mereka. hal ini menyebabkan semakin minimnya lahan kosong di daerah perkotaan.

    2. Menambah polusi di daerah perkotaan. Masyarakat yang melakukan urbanisasi baik dengan tujuan mencari pekerjaan maupun untuk memperoleh pendidikan, umumnya memiliki kendaraan. Pertambahan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang membanjiri kota yang terus menerus, menimbulkan berbagai polusi atau pemcemaran seperti polusi udara dan kebisingan atau polusi suara bagi telinga manusia. Ekologi di daerah kota tidak lagi terdapat keseimbangan yang dapat menjaga keharmonisan lingkungan perkotaan.

    3. Penyebab bencana alam. Para urban yang tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal biasanya menggunakan lahan kosong di pusat kota maupun di daerah pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk mendirikan bangunan liar baik untuk pemukiman maupun lahan berdagang mereka. Hal ini tentunya akan membuat lingkungan tersebut yang seharusnya bermanfaat untuk menyerap air hujan justru menjadi penyebab terjadinya banjir. Daerah Aliran Sungai sudah tidak bisa menampung air hujan lagi.

    4. Pencemaran yang bersifat sosial dan ekonomi. Kepergian penduduk desa ke kota untuk mengadu nasib tidaklah menjadi masalah apabila masyarakat mempunyai keterampilan tertentu yang dibutuhkan di kota. Namun, kenyataanya banyak diantara mereka yang datang ke kota tanpa memiliki keterampilan kecuali bertani. Oleh karena itu, sulit bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Mereka terpaksa bekerja sebagai buruh harian, penjaga malam, pembantu rumah tangga, tukang becak, masalah pedagang kaki lima dan pekerjaan lain yang sejenis. Hal ini akhitnya akan meningkatkan jumlah pengangguran di kota yang menimbulkan kemiskinan dan pada akhirnya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, orang – orang akan nekat melakukan tindak kejahatan seperti mencuri, merampok bahkan membunuh. Ada juga masyarakat yang gagal memperoleh pekerjaan sejenis itu menjadi tunakarya, tunawisma, dan tunasusila.

    5. Penyebab kemacetan lalu lintas. Padatnya penduduk di kota menyebabkan kemacetan dimana-mana, ditambah lagi arus urbanisasi yang makin bertambah. Para urban yang tidak memiliki tempat tinggal maupun pekerjaan banyak mendirikan pemukiman liar di sekitar jalan, sehingga kota yang awalnya sudah macet bertambah macet. Selain itu tidak sedikit para urban memiliki kendaraan sehingga menambah volum kendaraan di setiap ruas jalan di kota. Juga merusak tata kota. Pada negara berkembang, kota-kotanya tidak siap dalam menyediakan perumahan yang layak bagi seluruh populasinya. Apalagi para migran tersebut kebanyakan adalah kaum miskin yang tidak mampu untuk membangun atau membeli perumahan yang layak bagi mereka sendiri. Akibatnya timbul perkampungan kumuh dan liar di tanah-tanah pemerintah. Tata kota suatu daerah tujuan urban bisa mengalami perubahan dengan banyaknya urbanisasi. Urban yang mendirikan pemukiman liar di pusat kota serta gelandangan-gelandangan di jalan-jalan bisa merusak sarana dan prasarana yang telah ada, misalnya trotoar yang seharusnya digunakan oleh pedestrian justru digunakan sebagai tempat tinggal oleh para urban. Hal ini menyebabkan trotoar tersebut menjadi kotor dan rusak sehingga tidak berfungsi lagi.

    Suka

  28. Reblogged this on abdulbarisalam and commented:
    NO4. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.

    Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. Perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni migrasi penduduk dan mobilitas penduduk. Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota, sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap.

    Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya.

    Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan.

    efek efek yang di timbulkan dari urbanisasi
    1peningkatan polusi seiring bertambah nya jumlah penduduk yang datang di dalam kota jakarta dapat menimbulkan kerugian ya itu polusi udara karena masyarakat yang banyak memicu menambah angkutan umum yang tidak terkontrol dan menambah emisis gasudara beracun akibat kemacetan seiring bertambah nya poulasi yang tidak terkontrol dan juga kurang memperhatiakn hukum lingkungan
    2.menambah tinggi nya biyaya hidup biyaya hidup di kota tidak lah murah.orang orang harus membayar biayaya tambahan transportasi dan pajak untuk tiap komoditas populasi yang membengkat akan membuat setiap komoditas menjadi mahal pada saat yang sama menyebabkan masuknya komoditas pengganti dengan kelas rendah dari banyak produk seperti makan,minuman biyaya sewa transportasi dan juga obat obat obatandan keperluan lainya akan terus bertamabah mahal karena peningkatan permintaan yang selalu melebihi pasokan
    3peningkatan kriminalitas. setiap penduduk yang datang kejakarta dan tidak mempunya skil atau kemampuan akan menambah berat beban hidup nya dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan makan atau kkepuasan mereka dengann cara mencuri .karena tidak ada cukup uang untuk memenuhi biayaya kehidupan sehari hari
    4.ledakan penduduk daerah kota yang terus mengalami pertumbuhan penduduk mengakibatkan harga properti semakin naik dan menyebabkan berambahnya lahan kumuh
    5.kesenjangan ekonomi mungkin di mata mereka kota adalah surga untuk mencari duit .realitas nya adalah tidak. kota adalah rempat terbaik untuk melihat contoh ketimpangan ekonomi dimana yang kaya akan bertambah kaya dan miskin akan semakin miskin. tingginya tingkat kompetisi di kota akan mengakibatkan jumlah pengangguran bertambah banyak.

    Suka

  29. Urbanisasi merupakan perpindahan dari desa ke kota, biasanya orang-orang pedesaan melakukan urbanisasi untuk mencari pekerjaan yang lebih baik dari pekerjaanya di desa dan berpenghasilan besar atau bisa juga di karenakan lahan-lahan garapan di desa sudah tidak ada maka mereka melakukan urbanisasi. Tidak sedikit masyarakat desa yang berpindah ke kota, menurut pengelihatan saya kebanyakan urbanisasi terjadi sehabis perayaan idul fitri dimana masyarakat urbanisasi yang terlebih dahulu tinggal di perkotaan pulang ke daerah asal mereka sebelum tinggal di kota dan ketika masa idul fitri sudah hampir habis mereka kembali ke kota dan tak lupa mengajak saudara-saudaranya dari kampung untuk ikut mengadu nasib di perkotaan besar seperti apa yang telah di lakukan oleh anggota keluarga/kerabat sebelumnya. Kota besar yang menjadi tujuan kebanyakan orang-orang pedesaan melakukan urbananisasi adalah ibukota jakarta karena mereka pikir di jakarta banyak ladang bisnis dan lapangan pekerjaan bagi orang-orang yang baru datang dari desa, padahal tak jarang pemikiran mereka itu salah besar. Tidak sedikit orang-orang yang melakukan urabanisasi hanya menjadi buruh serabutan bahkan pengangguran di jakarta.

    Contoh kasus efek dari urbanisasi :
    1. Terbentuknya pemukiman baru.
    Hal ini dapat kita temukan di pinggiran-pinggiran jakarta, dimana banyak sekali rumah-rumah yang tidak layak tinggal dan mungkin tidak memiliki izin untuk membangunya. Biasanya pemukiman ini di tinggali oleh orang-orang yang senasib dengan mereka. Seperti di bantaran-bantaran sungai, yang dimana membuat fungsi sungai menjadi terganggu dan dapat mengakibatan banjir yang sering di alami di Jakarta beberapa tahun belakangan ini.
    2. Pedagang kaki lima
    Tidak sedikit masyarakat dari pedesaan yang pergi ke jakarta untuk menjadi pedagang, karena kurangnya modal untuk menyewa kios mereka mengubah pinggiran jalan raya dan trotoar untuk di jadikan tempat berdagang mereka, hal ini bisa mengganggu aktivitas keseharian orang-orang yang menggunakan sarana umum tersebut dan tidak sedikit jalanan di jakarta yang tidak berfungsi dengan sebagaimana mestinya sehingga menimbulkan kemacetan.
    3. Meningkatnya jumlah pengangguran
    Karena kurangnya skill yang di miliki oleh masyarakat yang melakukan urbanisasi, mereka jadi tersingkir oleh masyarakat kota dalam mendapatkan lapangan pekerjaan yang lebih mempunyai skill di atas rata-rata masyarakat pedesaan, walaupun tidak sedikit masyarakat pedesaan yang mempunyai skill di atas rata-rata masyarakat perkotaan.
    4. Meningkatnya angka kriminalitas
    Akibat kalah bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang selayaknya, tidak sedikit orang-orang yang berpikiran pendek untuk melakukan tindakan-tindakan kriminal yang melawan hukum dan melanggar norma-norma yang ada. Walaupun hal ini tidak di lakukan oleh para masyarakat yang melakukan urbanisasi saja, seharusnya hal ini tidak terjadi apabila masyarakat yang melakukan urbanisasi bisa mengelola lahan-lahan pekerjaan yang ada di daerahnya masing-masing dan saya rasa cara itu paling ampuh untuk mengurangin angka kriminalitas di kota-kota besar serta mengurangi angka pengangguran di kota-kota besar juga.
    5. Melambungnya angka kemiskinan
    Sudah tidak bisa di pungkiri lagi angka kemiskinan yang ada di jakarta dengan banyaknya pengemis-pengemis yang ada di sekitaran traffic light dan tempat-tempat ibadah apalagi saat datangnya bulan ramadhan tiba semakin menjamur jumlah pengemis di jakarta, sebagian besar orang-orang yang terjaring razia gepeng (gelandangan & pengemis) adalah masyarakat yang melakukan urbanisasi dan tidak sedikit yang telah di pulangkan ke tempat asal mereka sebelum berada di jakarta dulu, tapi beberapa tahun kemudian mereka kembali lagi ke jakarta dan kemungkinan besar melakukan pekerjaan yang sama seperti sebelumnya.

    Suka

  30. Reblogged this on alfathmaulana98 and commented:
    KAPITA SELEKTA (4) URBANISASI DAN SOSIOLOGI PERKOTAAN
    Apa itu kota?Kota merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya di setiap daerah dari perkotaan itu,Kota kota di indonesia seperti salah satu nya adalah ibu kota jakarta,di jakarta banyak pemukiman warga dari luar daerah untuk yang awal nya hanya untuk mencari pekerjaan,tetapi karna keras nya kota jakarta pekerjaan itu sulit di dapatkan,Sebenar nya fungsi dari kota itu tersendiri adalah Sebagai pusat produksi,sebagai pusat perdagangan dan Sebagai pusat kebudayaan,jika kita jabarkan satu persatu pusat produksi terbesar di indonesia berada di kota surabaya dan bontang,Sementara pusat perdagangan berada di Jakarta dan bandung,ada juga pusat kebudayaan di indonesia berada di jogja,Kota juga memiliki ciri ciri fisik nya seperti tersedia nya tempat untuk parkir kendaraan,ada nya tempat untuk pasar dan pertokoan dan juga tempat rekreasi atau hiburan dan ini lah ciri ciri kota yaitu Adanya jarak sosial dan kurangnya toleransi sosial di antara warganya,Warga kota umumnya sangat menghargai waktu dan Cara berpikir dan bertindak warga kota tampak lebih rasional dan berprinsip ekonomi,oleh sebab itu masyarakat kota lebih berfikir maju ketimbang masyarakat yang berada di perdesaan.

    apa hubungannya dengan kaum urban

    Dengan adanya hubungan Masyarakat Desa dan Kota yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan satu sama lain,Sebab urbanisasi terjadi karna Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya,faktor ini terjadi karna sedikit nya lapangan pekerjaan di desa dan aja juga Faktor-faktor yang ada dikota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap dikota,karna kehidupan di kota lebih menarik dan banyak nya sarana yang tidak bisa di dapatkan di desa,misal seperti tempat hiburan yang ada di desa seperti taman kota,dufan dan masih banyak yang lain.

    dan dampak negatif nya yaitu Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern dan Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan, ada juga hal – hal yang termasuk pull factor antara lain yaitu Pendidikan terutama pendidikan lanjutan lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat,Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan,tetapi juga banyak membuat kerajinan itu merugikan diri sendiri karna sedikit nya peminat dari hal itu.

    5 contoh kasus sosial diperkotaan seperti Jakarta sebagai efek dari urbanisasi itu sendiri.

    1. Meledak nya jumlah penduduk di jakarta karna orang dari perdasaan banyak yang berurbanisasi ke kota kota besar di indonesia seperti di surabaya,akan tetapi menurut hasil sensus nasional terakhir, ibu kota dihuni oleh hampir 9,6 juta orang melebihi proyeksi penduduk sebesar 9,2 juta untuk tahun 2025. Populasi kota ini adalah 4 persen dari total penduduk negara, 237.600.000 orang .

    Penyabab dari banyak nya angka tersebut adalah Angka kelahiran.

    2. Pencemaran Lingkungan ini terjadi karna dari pihak masing masing karna polusi udara terjadi karna asap kendaraan,banyak nya kendaraan di jakarta membuat polusi yang tidak terkendali,dan juga penebangan hutan yang semakin lama semakin banyak,dengan ada nya hal ini pemerintah harus membangun taman kota, mengurangi kendaraan pribadi.

    3. Rusaknya Fasilitas Umum terjadi karna dari pihak manusia nya sendiri yang tidak bertanggung jawab karna telah merusak nya,dan tidak membuat nya kembali,seperti pohon yang di tebang di hutan yang di jadikan hutan itu untuk membuat perumahan baru atau apertement,dengan ada nya hal ini masyarakat harus menjaga serta merawat fasilitas umum tersebut

    4. Kebodohan terjadi karna kurang nya tingkat pendidikan di ibu kota maupun di perdesaan,oleh sebab itu pemerintah harus bisa menanggulangi masalah ini dengan cara membuka layanan pendidikan gratis bagi setiap orang.

    5. Masalah Sampah banyak terjadi di kota kota besar,membuang sampah di selokan misal nya,dapat membuat banjir di daerah perumbahan maupun di jalan raya,hal ini biasa terjadi di jakarta,hujan yang tidak seberapa tapi banjir nya bisa menenggelamkan beberapa perumahan.

    Kesilmpulan

    Kesimpulan dari hal ini adalah orang orang desa juga harus tau kalau kehidupan di perkotaan tidak seperti yang mereka pikiran,dan tidak semudah yang mereka bayangan,dan masing masing orang atau setiap orang harus saling membantu untuk membuat setiap kota nya terhindar dari segala macam ancaman alam yang di perbuat oleh diri nya sendiri.

    Suka

  31. Reblogged this on syahputra30595 and commented:
    Menurut Menteri Dalam Negeri RI NO. 4/1980, Kota adalah suatu wilayah yang mempunyai batas administrasi wilayah. Kota adalah lingkungan kehidupan yang mempunayi ciri non-agraris. Secara geografis, kota adalah suatu bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non-alami dengan gajala pemusatan penduduk tinggi, corak kehidupan yang heterogen, sifat penduduknya individualistis dan materialistis. Kota memiliki ciri fisik yakni adanya sarana ekonomi, Gedung pemerintahan, Alun-alun, Tempat parkir, Sarana rekreasi, Sarana olah raga dan Komplek perumahan.
    Beberapa ciri-ciri masyarakat kota yaitu selalu berusaha meningkatkan kualitas hidupnya dan terbuka dalam menerima pengaruh luar, menyebabkan teknologi terutama teknologi informasi berkembang dengan pesat dalam masyarakat kota karena bagi masyarakat kota penggunaan teknologi informasi di segala bidang telah sangat signifikan meningkatkan kualitas kehidupan mereka. Sehingga masyarakat desa tertarik dengan kehidupan masyarakat kota dan beranggapan bahwa tinggal di kota dapat merubah hidupnya dengan mengharapkan gaji yang tinggi dan juga gaya hidup yang lebih modern. Oleh karena itu, timbul keinginan masyarakat desa untuk pindah ke kota yang sekarang disebut dengan urbanisasi dan masyarakat tersebut disebut juga masyarakat urban.
    Tetapi, keinginan masyarakat urban tersebut tidak sesuai dengan keadaaan yang ada di perkotaan. Karena jumlah masyarakat kota yang sudah padat, masyarakat urban tersebut sudah tidak mampu lagi sebenarnya untuk ditampung dikota. Karena, mengingat jumlah pekerjaan yang terbatas, tempat tinggal yang terbatas dan banyak hal lainnya. Sehingga, tidak jarang masyarakat urban mengalami hidup lebih buruk di kota dibandingkan dengan di desanya dahulu.
    Dewasa ini, urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan. Faktor penarik terjadinya Urbanisasi :
    1. Kota memiliki sarana dan prasarana yang lebih baik
    2. Penghasilan di kota lebih tinggi
    3. Kehidupan di kota lebih modern dan menarik
    4. Terdapat banyaknya hiburan di kota dibandingkan di desa
    5. Di kota Pendidikan & Fasilitasnya lebih baik dari pada di desa.
    6. Faktor Pendorong terjadinya Urbanisasi
    Sempitnya lahan pekerjaan di desaLingkungan desa yang bersifat kaku
    Ingin mencoba mengadu nasib di kota
    Ingin mendapatkan pendidikan yang lebih lengkap dan memadai.
    Dengan demikian dapat di lihat faktor utama yang menjadi pendorong dan penarik terjadinya proses Urbanisasi adalah faktor Ekonomi. Selain itu kurang meratanya pembangunan dan lapangan pekerjaan yang dilakukan oleh pemerintah sehingga membuat masyarakat desa sulit untuk memenuhi keperluan sehari-harinya.
    Sebagai contoh, ibu kota jakarta, banyak masyarakat desa yang ingin pindah ke ibu kota karena melihat gaya hidup masyarakat jakarta yang tinggi seperti yang mereka lihat di televisi. Mereka pindah ke kota terkadang tanpa adanya rencana yang matang untuk kehidupan mereka di kota. Sehingga banyak sekali permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi akibat urbanisasi yang besar tersebut, seperti:
    1. Tidak sedikitnya penduduk yang melakukan urbanisasi datang hanya untuk mengadu nasib, sehingga mereka tidak memiliki modal kemampuan (skill) yang dibutuhkan karena mereka hanya bermodalkan tekad yang kuat. Sehingga dapat meningkatkan jumlah pengangguran serta kemiskinan.

    2. Kehidupan di kota besar yang keras apabila dibandingkan dengan kehidupan di desa, membuat para urban yang belum memiliki pengalaman kerap kali salah memilih pergaulan, tidak sedikit bagi mereka yang terjerumus kedalam dunia malam, mengenal obat-obatan terlarang dan menjadi preman maupun tindak kriminal lainnya yang dapat membuat resah penduduk.

    3. Banyaknya jumlah urbanisasi mengakibatkan jumlah penduduk di desa semakin menipis. Sehingga, banyak lahan kosong yang tidak dimanfaatkan karena tenaga kerja yang ada lebih memilih untuk pergi ke kota.
    4. Masih berhubungan dengan jumlah pengangguran yang semakin meningkat, dapat mengakibatkan kesejahteraan masyarakat pun semakin berkurang. Karena mereka tidak memiliki pendapatan yang tetap sedangkan kebutuhan hidup terutama di kota besar sangat besar pula.

    5. Karena terjepit masalah pendapatan bagi mereka yang pengangguran, kebanyakan dari mereka pun memilih untuk menjadi pengamen ataupun pengemis dijalanan. Hal ini dapat membuat petugas keamanan menjadi kewalahan menghadapi mereka.

    Suka

  32. Reblogged this on rofiramadhan185 and commented:
    Benar apa yang dikatakan oleh pak Ranto, urbanisasi telah menyumbang persoalan di kota – kota besar seperti jakarta, surabaya dan lain – lain.

    Menurut saya kota itu adalah tempat bermukimnya warga, tempat bekerja, tempat melakukan kegiatan dalam bidang perekonomian, pemerintahan, dan sebagainya.
    Dan kota itu menyangkut sifat – sifat yang melekat dalam artian fisikal, sosial, ekonomi, dan budaya. Kota mengacu pada area yang memiiki kehidupan modern.

    Menurut Bintarto menyatakan, kota adalah sebagai suatu sistem jaringan kehidupan yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata ekonomi yang heterogen dan bercorak materialistis atau dapat pula diartikan sebagai bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non alami dengan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dengan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah dibelakangnya.

    Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemsayarakatan. Orang yang melakukan urbanisasi adalah urban.
    Urban adalah kekotaan yang menyangkut urbanisasi.

    Penyebab urbanisasi terjadi karena adanya daya tarik dari kota dan daya dorong dari desa.

    Faktor pendorong dari desa :
    -terbatasnya lapangan pekerjaan
    -fasilitas kehidupan kurang memadai
    -upah kerja di desa rendah
    -timbulnya bencana seperti banjir, gempa bumi, atau wabah penyakit

    Faktor penarik dari kota :
    -lapangan kerja lebih banyak
    -upah kerja tinggi
    -tersedia bebagai fasilitas kehiduan
    -kota sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, ilmu pengetahuan, dan teknologi

    Hubungannya dengan kaum urban yaitu kota dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja, Semakin banyaknya sumber daya manusia yang berkualitas, lapangan kerja yang lebih banyak, fasilitas kehidupan yang lebih berkualitas, sarana dan prasaran yang modern, itulah yang menyebabkan para warga desa melakukan perpindahan ke kota (Urbanisasi).

    Contoh kasus social di perkotaan :

    1. Kemiskinan
    Ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pendidikan, pakaian, dan kesehatan. Satu contoh seperti pendidikan yang kurang dan keahlian yang kurang akan menyebabkan kemiskinan karena tidak mendapat pekerjaan. Dan penduduk desa melakukan urbanisasi/perpindahan ke kota yang menyebabkan jumlah penduduk meningkat dan akhirnya lapangan kerjapun menjadi terbatas.

    2. Kriminalitas
    Banyak terjadi kriminalitas di kota Jakarta yang disebabkan karena terdesaknya kebutuhan ekonomi yang menyababkan seorang untuk melakukan tidakan kriminalitas seperti mencuri, merampok dengan kekerasan, dan sebagainya. Karena masyarakat urbanisasi yang kurang memiliki kemampuan/keahlian, pendidikan merekapun tidak mampu bersaing di dalam kehidupan kota yang begitu banyak penduduknya lebih berpendidikan. Akhiranya merekapun melakukan tindak criminal untuk memenuhi kebutuhan ekonomi tersebut.

    3. Pengangguran
    Jumlah penduduk yang semakin meningkat setiap tahunnya membuat jumlah pengangguran menambah, ditambah juga penduduk urbanisasi dan menyebabkan lapangan kerja menjadi terbatas karena jumlah penduduk yang begitu tinggi. Dan adapun penduduk urbanisasi yang kurang berpendidikan tidak mendapat pekerjaan di kotadan mereka menjadi pengangguran.

    4. Kemacetan
    Penduduk yang melakukan urbanisasi akan meningkatkan tingkat kemacetan di kota, contohnya sperti di Jakarta para penduduk desa pindah ke kota dan mereka memiliki pendidikan yang tinggi akhirnya pun mereka mendapat pekerjaan dengan gaji tinggi otomatis mereka akan membeli kendaraan pribadi seperti mobil, bagaimana jika banyak orang yang membeli kendaraan moibl ini? Justru akan menambah kemacetan di kota. Setiap perorang berangkat kerja menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan itu akan membuat jalanan ibukota menjadi macet. Oleh karena itu pemerintah saja tidak cukup untuk mengatasi masalah ini justru harus ada kesadaran dari pemilik kendaraan pribadi tersebut untuk berpatisipasi mengurangi tingkat kemacetan,caranya adalah pemilik kendaraan menggunakan kendaraan umum untuk mengurangi kemacetan.

    5. Lahan tempat tinggal yang kurang dan mahal
    Dimana para penduduk dari desa ke kota tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli tanah yang akan dijadikan lahan tempat tinggal, mereka pun membangun rumah di pinggiran sungai dan akan menyebabkan banjir di ibukota.

    Suka

  33. Menurut Menteri Dalam Negeri RI NO. 4/1980, Kota adalah suatu wilayah yang mempunyai batas administrasi wilayah. Kota adalah lingkungan kehidupan yang mempunayi ciri non-agraris. Secara geografis, kota adalah suatu bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non-alami dengan gajala pemusatan penduduk tinggi, corak kehidupan yang heterogen, sifat penduduknya individualistis dan materialistis. Kota memiliki ciri fisik yakni adanya sarana ekonomi, Gedung pemerintahan, Alun-alun, Tempat parkir, Sarana rekreasi, Sarana olah raga dan Komplek perumahan.
    Beberapa ciri-ciri masyarakat kota yaitu selalu berusaha meningkatkan kualitas hidupnya dan terbuka dalam menerima pengaruh luar, menyebabkan teknologi terutama teknologi informasi berkembang dengan pesat dalam masyarakat kota karena bagi masyarakat kota penggunaan teknologi informasi di segala bidang telah sangat signifikan meningkatkan kualitas kehidupan mereka. Sehingga masyarakat desa tertarik dengan kehidupan masyarakat kota dan beranggapan bahwa tinggal di kota dapat merubah hidupnya dengan mengharapkan gaji yang tinggi dan juga gaya hidup yang lebih modern. Oleh karena itu, timbul keinginan masyarakat desa untuk pindah ke kota yang sekarang disebut dengan urbanisasi dan masyarakat tersebut disebut juga masyarakat urban.
    Tetapi, keinginan masyarakat urban tersebut tidak sesuai dengan keadaaan yang ada di perkotaan. Karena jumlah masyarakat kota yang sudah padat, masyarakat urban tersebut sudah tidak mampu lagi sebenarnya untuk ditampung dikota. Karena, mengingat jumlah pekerjaan yang terbatas, tempat tinggal yang terbatas dan banyak hal lainnya. Sehingga, tidak jarang masyarakat urban mengalami hidup lebih buruk di kota dibandingkan dengan di desanya dahulu.
    Dewasa ini, urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan. Faktor penarik terjadinya Urbanisasi :
    1. Kota memiliki sarana dan prasarana yang lebih baik
    2. Penghasilan di kota lebih tinggi
    3. Kehidupan di kota lebih modern dan menarik
    4. Terdapat banyaknya hiburan di kota dibandingkan di desa
    5. Di kota Pendidikan & Fasilitasnya lebih baik dari pada di desa.
    6. Faktor Pendorong terjadinya Urbanisasi
    Sempitnya lahan pekerjaan di desaLingkungan desa yang bersifat kaku
    Ingin mencoba mengadu nasib di kota
    Ingin mendapatkan pendidikan yang lebih lengkap dan memadai.
    Dengan demikian dapat di lihat faktor utama yang menjadi pendorong dan penarik terjadinya proses Urbanisasi adalah faktor Ekonomi. Selain itu kurang meratanya pembangunan dan lapangan pekerjaan yang dilakukan oleh pemerintah sehingga membuat masyarakat desa sulit untuk memenuhi keperluan sehari-harinya.
    Sebagai contoh, ibu kota jakarta, banyak masyarakat desa yang ingin pindah ke ibu kota karena melihat gaya hidup masyarakat jakarta yang tinggi seperti yang mereka lihat di televisi. Mereka pindah ke kota terkadang tanpa adanya rencana yang matang untuk kehidupan mereka di kota. Sehingga banyak sekali permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi akibat urbanisasi yang besar tersebut, seperti:
    1. Tidak sedikitnya penduduk yang melakukan urbanisasi datang hanya untuk mengadu nasib, sehingga mereka tidak memiliki modal kemampuan (skill) yang dibutuhkan karena mereka hanya bermodalkan tekad yang kuat. Sehingga dapat meningkatkan jumlah pengangguran serta kemiskinan.

    2. Kehidupan di kota besar yang keras apabila dibandingkan dengan kehidupan di desa, membuat para urban yang belum memiliki pengalaman kerap kali salah memilih pergaulan, tidak sedikit bagi mereka yang terjerumus kedalam dunia malam, mengenal obat-obatan terlarang dan menjadi preman maupun tindak kriminal lainnya yang dapat membuat resah penduduk.

    3. Banyaknya jumlah urbanisasi mengakibatkan jumlah penduduk di desa semakin menipis. Sehingga, banyak lahan kosong yang tidak dimanfaatkan karena tenaga kerja yang ada lebih memilih untuk pergi ke kota.
    4. Masih berhubungan dengan jumlah pengangguran yang semakin meningkat, dapat mengakibatkan kesejahteraan masyarakat pun semakin berkurang. Karena mereka tidak memiliki pendapatan yang tetap sedangkan kebutuhan hidup terutama di kota besar sangat besar pula.

    5. Karena terjepit masalah pendapatan bagi mereka yang pengangguran, kebanyakan dari mereka pun memilih untuk menjadi pengamen ataupun pengemis dijalanan. Hal ini dapat membuat petugas keamanan menjadi kewalahan menghadapi mereka.

    Suka

  34. Menurut Menteri Dalam Negeri RI NO. 4/1980, Kota adalah suatu wilayah yang mempunyai batas administrasi wilayah. Kota adalah lingkungan kehidupan yang mempunayi ciri non-agraris. Secara geografis, kota adalah suatu bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non-alami dengan gajala pemusatan penduduk tinggi, corak kehidupan yang heterogen, sifat penduduknya individualistis dan materialistis. Kota memiliki ciri fisik yakni adanya sarana ekonomi, Gedung pemerintahan, Alun-alun, Tempat parkir, Sarana rekreasi, Sarana olah raga dan Komplek perumahan.
    Beberapa ciri-ciri masyarakat kota yaitu selalu berusaha meningkatkan kualitas hidupnya dan terbuka dalam menerima pengaruh luar, menyebabkan teknologi terutama teknologi informasi berkembang dengan pesat dalam masyarakat kota karena bagi masyarakat kota penggunaan teknologi informasi di segala bidang telah sangat signifikan meningkatkan kualitas kehidupan mereka. Sehingga masyarakat desa tertarik dengan kehidupan masyarakat kota dan beranggapan bahwa tinggal di kota dapat merubah hidupnya dengan mengharapkan gaji yang tinggi dan juga gaya hidup yang lebih modern. Oleh karena itu, timbul keinginan masyarakat desa untuk pindah ke kota yang sekarang disebut dengan urbanisasi dan masyarakat tersebut disebut juga masyarakat urban.
    Tetapi, keinginan masyarakat urban tersebut tidak sesuai dengan keadaaan yang ada di perkotaan. Karena jumlah masyarakat kota yang sudah padat, masyarakat urban tersebut sudah tidak mampu lagi sebenarnya untuk ditampung dikota. Karena, mengingat jumlah pekerjaan yang terbatas, tempat tinggal yang terbatas dan banyak hal lainnya. Sehingga, tidak jarang masyarakat urban mengalami hidup lebih buruk di kota dibandingkan dengan di desanya dahulu.
    Dewasa ini, urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan. Faktor penarik terjadinya Urbanisasi :
    1. Kota memiliki sarana dan prasarana yang lebih baik
    2. Penghasilan di kota lebih tinggi
    3. Kehidupan di kota lebih modern dan menarik
    4. Terdapat banyaknya hiburan di kota dibandingkan di desa
    5. Di kota Pendidikan & Fasilitasnya lebih baik dari pada di desa.
    6. Faktor Pendorong terjadinya Urbanisasi
    Sempitnya lahan pekerjaan di desaLingkungan desa yang bersifat kaku
    Ingin mencoba mengadu nasib di kota
    Ingin mendapatkan pendidikan yang lebih lengkap dan memadai.
    Dengan demikian dapat di lihat faktor utama yang menjadi pendorong dan penarik terjadinya proses Urbanisasi adalah faktor Ekonomi. Selain itu kurang meratanya pembangunan dan lapangan pekerjaan yang dilakukan oleh pemerintah sehingga membuat masyarakat desa sulit untuk memenuhi keperluan sehari-harinya.
    Sebagai contoh, ibu kota jakarta, banyak masyarakat desa yang ingin pindah ke ibu kota karena melihat gaya hidup masyarakat jakarta yang tinggi seperti yang mereka lihat di televisi. Mereka pindah ke kota terkadang tanpa adanya rencana yang matang untuk kehidupan mereka di kota. Sehingga banyak sekali permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi akibat urbanisasi yang besar tersebut, seperti:
    1. Tidak sedikitnya penduduk yang melakukan urbanisasi datang hanya untuk mengadu nasib, sehingga mereka tidak memiliki modal kemampuan (skill) yang dibutuhkan karena mereka hanya bermodalkan tekad yang kuat. Sehingga dapat meningkatkan jumlah pengangguran serta kemiskinan.

    2. Kehidupan di kota besar yang keras apabila dibandingkan dengan kehidupan di desa, membuat para urban yang belum memiliki pengalaman kerap kali salah memilih pergaulan, tidak sedikit bagi mereka yang terjerumus kedalam dunia malam, mengenal obat-obatan terlarang dan menjadi preman maupun tindak kriminal lainnya yang dapat membuat resah penduduk.

    3. Banyaknya jumlah urbanisasi mengakibatkan jumlah penduduk di desa semakin menipis. Sehingga, banyak lahan kosong yang tidak dimanfaatkan karena tenaga kerja yang ada lebih memilih untuk pergi ke kota.
    4. Masih berhubungan dengan jumlah pengangguran yang semakin meningkat, dapat mengakibatkan kesejahteraan masyarakat pun semakin berkurang. Karena mereka tidak memiliki pendapatan yang tetap sedangkan kebutuhan hidup terutama di kota besar sangat besar pula.

    5. Karena terjepit masalah pendapatan bagi mereka yang pengangguran, kebanyakan dari mereka pun memilih untuk menjadi pengamen ataupun pengemis dijalanan. Hal ini dapat membuat petugas keamanan menjadi kewalahan menghadapi mereka.

    Suka

  35. Reblogged this on vikrido and commented:

    Kota adalah kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri.

    Urbanisasi adalah suatu proses perpindahan penduduk dari desa ke kota dan dapat pula di katakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan

    Pengertian lain dari Urbanisasi itu sendiri adalah berpindahnya penduduk dari desa ke kota, pada umumnya mereka bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup mereka dan mengadu nasib dikota.

    Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi Urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk, Bedanya Migrasi penduduk lebih bermakna perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota. Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara atau tidak menetap. Terutama pada momen pasca lebaran, dimana banyak orang-orang dari desa berbondong-bondong ke kota-kota besar dengan tujuan untuk mengadu nasib.

    urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan.

    Hubungan kota dengan urbanisasi adalah kehidupan kota yang lebih modern, sarana dan prasarana kota yang lebih lengkap, banyak lapangan pekerjaan di kota dan pendidikan yang lebih berkualitas di kota. karna itu lah para penduduk desa pergi ke kota dengan harapan dapat mendapatkan pekerjaan, pendidikan dan lain lainnya.

    berikut ini adalah contoh – contoh kasus dampak urbanisasi:

    1. Pertumbuhan jumlah penduduk yang signifikan akibat urbanisasi menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Terbatasnya lapangan pekerjaan dan tingginya persaingan di kota besar menyebabkan bertambahnya jumlah pengangguran. Tidak adanya keahlian dan sedikitnya kaum pendatang yang memiliki modal yang cukup untuk membuka usaha di kota mengakibatkan meningkatnya tindakan kriminalitas.

    2. Terbatasnya tempat tinggal mengakibatkan munculnya banyak rumah kumuh tidak layak huni yang membuat tata letak kota menjadi berantakan dan tidak tertata dengan baik. Apalagi banyak pendatang ini yang kemudian mendirikan gubuk-gubuk liar di pinggiran sungai dan rel kereta api yang merupakan daerah hijau yang tidak boleh ditempati. Para pendatang tentunya akan menghadapi tantangan atau hambatan untuk hidup di kota. Mereka akan bersaing dengan masyarakat kota, dan tentu juga dengan sesama pendatang. Gaya hidup masyarakat perkotaan yang individualis, diakibatkan oleh persaingan yang ketat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya membuat mereka tidak peduli dengan sesamanya.

    3. Meningkatnya kejahatan, pelacuran, perjudian, dan bentuk masalah sosial lainnya.

    4. Sektor transportasi. Urbanisasi yang meningkat mengakibatkan jumlah pengguna sarana transportasi naik, baik kendaraan pribadi maupun transportasi publik dan dengan banyaknya transportasi semakin banyak juga tingkat polusi di jakarta.

    5. Merusak tata kota. Pada negara berkembang, kota-kotanya tdiak siap dalam menyediakan perumahan yang layak bagi seluruh populasinya. Apalagi para migran tersebut kebanyakan adalah kaum miskin yang tidak mampu untuk membangun atau membeli perumahan yang layak bagi mereka sendiri. Akibatnya timbul perkampungan kumuh dan liar di tanah-tanah pemerintah.
    Tata kota suatu daerah tujuan urban bisa mengalami perubahan dengan banyaknya urbanisasi. Urban yang mendirikan pemukiman liar di pusat kota serta gelandangan-gelandangan di jalan-jalan bisa merusak sarana dan prasarana yang telah ada, misalnya trotoar yang seharusnya digunakan oleh pedestrian justru digunakan sebagai tempat tinggal oleh para urban. Hal ini menyebabkan trotoar tersebut menjadi kotor dan rusak sehingga tidak berfungsi lagi.

    Suka

  36. Reblogged this on pujanggabuta and commented:
    Menurut saya kota merupakan suatu hasil perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisografis, sosial, ekonomi, politk dan kultural yang terdapat pada suatu daerah serta memiliki hubungan dan pengaruh timbal balik dengan daeah lain. Kota juga merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri. Pengertian “kota” sebagaimana yang diterapkan di Indonesia mencakup pengertian “town” dan “city” dalam bahasa Inggris. Selain itu, terdapat pula kapitonim “Kota” yang merupakan satuan administrasi negara di bawah provinsi. Artikel ini membahas “kota” dalam pengertian umum (nama jenis, common name).Kota dibedakan secara kontras dari desa ataupun kampung berdasarkan ukurannya, kepadatan penduduk, kepentingan, atau status hukum.Desa atau kampung didominasi oleh lahan terbuka bukan pemukiman. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya. Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. Perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni migrasi penduduk dan mobilitas penduduk. Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota, sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap. Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya. Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau factor penarik. Berikut adalah beberapa contoh masalah sosial diperkotaan akibat Urbanisasi
    1. Terbatasnya lapangan pekerjaan dan tingginya persaingan di kota besar menyebabkan bertambahnya jumlah pengangguran. Karna proses urbanisasi yang terus berlangsung, semakin banyak pula pertambahan penduduk dikota, yang tidak diimbangi dengan terbukanya lapangan kerja baru yang sehingga menyebabkan meningkatnya angka pengangguran yang ada di daerah perkotaan
    2. Tidak adanya keahlian dan sedikitnya kaum pendatang yang memiliki modal yang cukup untuk membuka usaha di kota mengakibatkan meningkatnya tindakan kriminalitas. Karna keterbatasan kemampuan atau keterampilan, akhirnya timbul rasa nekat yang berujung pada tindakan criminal seperti, pencurian, penjambretan, dll.
    3. Terbatasnya tempat tinggal mengakibatkan munculnya banyak rumah kumuh tidak layak huni yang membuat tata letak kota menjadi berantakan dan tidak tertata dengan baik. Apalagi banyak pendatang ini yang kemudian mendirikan gubuk-gubuk liar di pinggiran sungai dan rel kereta api yang merupakan daerah hijau yang tidak boleh ditempati. Para pendatang tentunya akan menghadapi tantangan atau hambatan untuk hidup di kota. Mereka akan bersaing dengan masyarakat kota, dan tentu juga dengan sesama pendatang. Gaya hidup masyarakat perkotaan yang individualis, diakibatkan oleh persaingan yang ketat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya membuat mereka tidak peduli dengan sesamanya.
    4. Menaikkan tingkat polusi udara di daerah perkotaan
    5. Meningkatkan angka kemacetan

    Suka

  37. pengertian kota

    Dalam administrasi negara Indonesia, Kota adalah satuan negara yang berdiri sendiri di bawah provinsi dan di atas kecamatan, selain kabupaten, yang memiliki ciri fisik sebagai suatu perkotaan. Penulisannya selalu dengan huruf besar dan sebaiknya disertai dengan nama penjelas yang mendampinginya (seperti “Kota Semarang”) karena Kota adalah suatu nama diri. Pendirian unit ini didasari oleh UU no 22 tentang Pemerintahan Daerah tahun 1999. Satuan administrasi ini sebelumnya dikenal sebagai “Kotamadya”.

    Proses Urbanisasi

    Urbanisasi memiliki pengertian yang bermacam-macam. Jika dilihat dari segi Geografis, urbanisasi ialah sebuah kota yang bersifat integral, dan yang memiliki pengaruh atau merupakan unsur yang dominan dalam sistem keruangan yang lebih luas tanpa mengabaikan adanya jalinan yang erat antara aspek politik, sosial dan aspek ekonomi dengan wilayah sekitarnya. Berdasarkan pengertian tersebut, urbanisasi memiliki Pandangan inilah yang mejadi titik tolak dalam menjelaskan proses urbanisasi. Menurut King dan Colledge (1978), urbanisasi dikenal melalui empat proses utama keruangan (four major spatial processes), yaitu Adanya pemusatan kekuasaan pemerintah kota sebagai pengambil keputusan dan sebagai badan pengawas dalam penyelenggaraan hubungan kota dengan daerah sekitarnya.

    1). Adanya arus modal dan investasi untuk mengatur kemakmuran kota dan wilayah disekitarnya. Selain itu, pemilihan lokasi untuk kegiatan ekonomi mempunyai pengaruh terhadap arus bolak-balik kota-desa.
    2) Difusi inovasi dan perubahan yang berpengaruh terhadap aspek sosial, ekonomi, budaya dan politik di kota akan dapat meluas di kota-kota yang lebih kecil bahkan ke daerah pedesaan. Difusi ini dapat mengubah suasana desa menjadi suasana kota.
    3) Migrasi dan pemukiman baru dapat terjadi apabila pengaruh kota secara terus-menerus masuk ke daerah pedesaan. Perubahan pola ekonomi dan perubahan pandangan penduduk desa mendorong mereka memperbaiki keadaan sosial ekonomi.

    KOMENTAR SAYA:
    Kebanyakan kita tidak dapat berfikiran panjang, segala sesuatu itu terdapat resiko. Bagi orang-orang yang beneran ingin melakukan urbanisasi. Tolonglah … coba di fikirkan 27 kali. Mulai dari skill apa yang kita punya, tujuan apa yang ingin di capai. Dan lain-lainnya. Agar ketika kita sesampai di Jakarta atau kota besar. Kita dapat mulai melangkah apa-apa yang tadi sudah di rencanakan. Jangan sampai kita di Jakarta kita tidak tau harus ngapain. Saya akan memberikan kasus-kasus mengenai urbanisasi.

    Contoh :
    1. Ada seorang bapak, bapak itu sedang melihat televisi. Bapak itu melihat betapa senangnya orang-orang yang hidup di Jakarta. Bapak itu berfikiran andai saya jadi mereka. Yang bahagia hidup di Jakarta. Tanpa berfikir panjang bapak itu meminta pendapat istrinya. Istripun mendukung si bapak. Akhirnya si bapak beserta istrinya pergi ke Jakarta dengan cara meminta tumpangan dengan salah satu tangganya yang juga ingin ke Jakarta . sesampai di Jakarta si bapak beserta istrinya binggung. Karena mereka tidak memiliki saudara. Bapak itupun mendirikan bangunan kayu di dekat pinggiran sungai. Beberapa haripun si bapak mencoba mencari pekerjaan. Namun si bapak tidak bisa mendapatkan pekerjaan. Di karenakan si bapak tidak mempunyai ijazah sd. Akhirnya si bapak Cuma menjadi seorang pemulung.

    2. Ada sebuah kisah di desa terdapat seorang wanita. Salah satu temannya yang hidup di Jakarta pulang. Dengan memakai banyak emas dan perhiasan. Si wanita tadi pun berkeinginan ke Jakarta seperti temannya. Akhirnya si wanitapun mencoba menemui temannya tadi. Si wanitapun di ajak ke Jakarta. Sesampai di Jakarta si wanita binggung mesti ngapain. Karena si wanita hanya lulusan sd. Kemudian temannya mengajak si wanita ke tempat-tempat yang tidak benar. Si wanitapun ikut kejrumus ke lembah setan. (semoga kita tidak sampai begitu)

    3. Sebuah kasus ada pria yang tidak mempunyai ijazah sd. Dia merantau ke Jakarta. Sesampai di Jakarta si pria hanya menjadi copet. Di karenakan tidak mau bekerja . dan inginnya serba instan..
    Si pria hanya mejadi sampah masyarakat yang merugikan orang lain. (semoga kita tidak sampai begitu)

    4. Mereka-mereka yang di Jakarta tanpa skill hanya membuat Jakarta dan kota besar semakin padat. Terutama yang menjadi pengganguran.

    5. Seharusnya hidup di desa itu lebih makmur dan tidak terlalu padat. Mereka yang mungkin kurang skill dapat tetap hidup dengan cara bekerja yang halal. Dan hidup bersama keluarga tercinta di desa tanpa harus melakukan urbanisasi.

    Suka

  38. Reblogged this on syahputra30's Blog and commented:
    Menurut Menteri Dalam Negeri RI NO. 4/1980, Kota adalah suatu wilayah yang mempunyai batas administrasi wilayah. Kota adalah lingkungan kehidupan yang mempunayi ciri non-agraris. Secara geografis, kota adalah suatu bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non-alami dengan gajala pemusatan penduduk tinggi, corak kehidupan yang heterogen, sifat penduduknya individualistis dan materialistis. Kota memiliki ciri fisik yakni adanya sarana ekonomi,Gedung pemerintahan, Alun-alun, Tempat parkir, Sarana rekreasi, Sarana olah raga dan Komplek perumahan.
    Beberapa ciri-ciri masyarakat kota yaitu selalu berusaha meningkatkan kualitas hidupnya dan terbuka dalam menerima pengaruh luar, menyebabkan teknologi terutama teknologi informasi berkembang dengan pesat dalam masyarakat kota karena bagi masyarakat kota penggunaan teknologi informasi di segala bidang telah sangat signifikan meningkatkan kualitas kehidupan mereka. Sehingga masyarakat desa tertarik dengan kehidupan masyarakat kota dan beranggapan bahwa tinggal di kota dapat merubah hidupnya dengan mengharapkan gaji yang tinggi dan juga gaya hidup yang lebih modern. Oleh karena itu, timbul keinginan masyarakat desa untuk pindah ke kota yang sekarang disebut dengan urbanisasi dan masyarakat tersebut disebut juga masyarakat urban.
    Tetapi, keinginan masyarakat urban tersebut tidak sesuai dengan keadaaan yang ada di perkotaan. Karena jumlah masyarakat kota yang sudah padat, masyarakat urban tersebut sudah tidak mampu lagi sebenarnya untuk ditampung dikota. Karena, mengingat jumlah pekerjaan yang terbatas, tempat tinggal yang terbatas dan banyak hal lainnya. Sehingga, tidak jarang masyarakat urban mengalami hidup lebih buruk di kota dibandingkan dengan di desanya dahulu.
    Dewasa ini, urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan.
    Faktor penarik terjadinya Urbanisasi
    1. Kota memiliki sarana dan prasarana yang lebih baik
    2. Penghasilan di kota lebih tinggi
    3. Kehidupan di kota lebih modern dan menarik
    4. Terdapat banyaknya hiburan di kota dibandingkan di desa
    5. Di kota Pendidikan & Fasilitasnya lebih baik dari pada di desa.
    Faktor Pendorong terjadinya Urbanisasi
    1. Sempitnya lahan pekerjaan di desa
    2. Lingkungan desa yang bersifat kaku
    3. Ingin mencoba mengadu nasib di kota
    5. Ingin mendapatkan pendidikan yang lebih lengkap dan memadai.
    Dengan demikian dapat di lihat faktor utama yang menjadi pendorong dan penarik terjadinya proses Urbanisasi adalah faktor Ekonomi. Selain itu kurang meratanya pembangunan dan lapangan pekerjaan yang dilakukan oleh pemerintah sehingga membuat masyarakat desa sulit untuk memenuhi keperluan sehari-harinya.
    Sebagai contoh, ibu kota jakarta, banyak masyarakat desa yang ingin pindah ke ibu kota karena melihat gaya hidup masyarakat jakarta yang tinggi seperti yang mereka lihat di televisi. Mereka pindah ke kota terkadang tanpa adanya rencana yang matang untuk kehidupan mereka di kota. Sehingga banyak sekali permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi akibat urbanisasi yang besar tersebut, seperti:
    1. Tidak sedikitnya penduduk yang melakukan urbanisasi datang hanya untuk mengadu nasib, sehingga mereka tidak memiliki modal kemampuan (skill) yang dibutuhkan karena mereka hanya bermodalkan tekad yang kuat. Sehingga dapat meningkatkan jumlah pengangguran serta kemiskinan.
    2. Kehidupan di kota besar yang keras apabila dibandingkan dengan kehidupan di desa, membuat para urban yang belum memiliki pengalaman kerap kali salah memilih pergaulan, tidak sedikit bagi mereka yang terjerumus kedalam dunia malam, mengenal obat-obatan terlarang dan menjadi preman maupun tindak kriminal lainnya yang dapat membuat resah penduduk.
    3. Banyaknya jumlah urbanisasi mengakibatkan jumlah penduduk di desa semakin menipis. Sehingga, banyak lahan kosong yang tidak dimanfaatkan karena tenaga kerja yang ada lebih memilih untuk pergi ke kota.
    4. Masih berhubungan dengan jumlah pengangguran yang semakin meningkat, dapat mengakibatkan kesejahteraan masyarakat pun semakin berkurang. Karena mereka tidak memiliki pendapatan yang tetap sedangkan kebutuhan hidup terutama di kota besar sangat besar pula.
    5. Karena terjepit masalah pendapatan bagi mereka yang pengangguran, kebanyakan dari mereka pun memilih untuk menjadi pengamen ataupun pengemis dijalanan. Hal ini dapat membuat petugas keamanan menjadi kewalahan menghadapi mereka.

    Suka

  39. Reblogged this on putridk and commented:
    Saya setuju dengan apa yang dipost oleh pak ranto mengenai urbanisasi menimbulkan efek negative di kota Jakarta,Surabaya dan lain-lain bahkan menimbulkan penumpukan penduduk di kota-kota besar ini tanpa mereka mempunyai pekerjaan bahkan tidak memiliki kemampuan saat mereka memutuskan untuk pindah dari desa ke kota ,benar apa yang dikatakan pak ranto mereka beranggapan bahwa kota selalu dipandang sebagai pusat pendidikan,pusat kegiatan ekonomi dan pusat pemerintahan,mereka beranggapan seperi itu teapi mereka tidak tercangkup dalam orang-orang yang melakukan pendidikan,tidak memiliki keahlian untuk menyambung hidup hanya mampu bekerja dibawah langit.
    Menurut Sarlito (1992:62), salah satu persoalan yang sampai saat ini terus dirasakan adalah adanya perbedaan kelas sosial ekonomi yang makin lama makin menyolok karena kaum urban atau orang yang berubanisasi semakin banyak setiap tahunnya dan semakin bertumpuk dikota-kota besar. Golongan yang mampu makin berkuasa dan makin kaya sedangkan golongan miskin bertambah miskin. Semakin besar, semakin padat dan heterogen penduduknya, semakin jelaslah ciri-ciri tersebut.Di samping itu, fenomena lain pada kehidupan kota adalah adanya sifat kompetitif yang sangat besar, dan sifat hubungan antar personal yang lebih dititikberatkan pada pertimbangan keuntungan secara ekonomis.
    Pengertian urbanisasi itu sendiri adalah suatu proses terbentuknya kehidupan perkotaan yang berbeda dengan kehidupan pedesaan ,dalam konteks ekonomi,sosial dan mentalitas masyarakatnya,
    pengertian dari masyarakat urban adalah suatu yang bersifat kekotaan yang secara langsung maupun tidak,terkait dengan urbanisasi ( perpindahan dari desa ke kota ) ,fenomena urban pada hakikatnya terkait erat dengan persoalan tardisi dan modernias ,masyarakat urban identik dengan industrialisasi dan konsumsi gaya hidup telah menyuburkan keberadaan “ anggota msayarakat modern” atau sosialita dalam arti fenomena gemerlap
    sedangkan pengertian kota adalah tempat bermukimnya manusia dengan segala kemampuan maka kota daah bagian dari “human settlement (ruang dan isinya)”
    perbedaan masyarakat kota dan desa mempunyai ciri-ciri masing masing ,yaitu :
    Masyarakat pedesaan :
    1. perilaku homogeny
    2 . perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
    4. isolasisosial sehingga statik
    5. kesatuan dan keutuhan cultural
    6. banyak ritual dan nilai-nilai sacral
    7. kolektivisme
    Sedangkan Masyarakat kota:
    1. perilaku heterogen
    2. perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
    3. perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
    4. mobilitassosial sehingga dinamik
    5. kebauran dan diversifikasi cultural
    6. birokrasi fungsional dan nilai-nilai secular
    7. individualisme
    Gejala-gejala masyarakat pedesaan yang membuat mereka berurbanisasi kekota ,yaitu:
    a) Konflik (pertengkaran)
    b) Kompetisi (persiapan)
    c) Kegiatan pada masyaraka pedesaan
    Dalam masyaraka modern ,sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community).menurut soekanto (1994) perbedaan ersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan penggertian masyaraka sederhana ,karena dalam masyarakat modern,berapapun kecilnya suatu desa,pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota,perbedaan masyarakat perdesaan dan masyarakat perkotaan ,pada hakekatnya bersifat gradual
    FAKTOR PENARIK TERJADINYA URBANISASI:
    1. Kehidupan kota yang lebih modern dan lebih mewah
    2. Sarana dan prasarana kota yang lebih bagus
    3. Banyaknya lapangan pekerjaan dikota
    4. Pendidikan yang jauh lebih baik dari pada dipedesaan
    FAKTOR PENDORONG TERJADINYA URBANISASI:
    1. Lahan pertanian yang semakin sempit
    2. Merasa kurang cocok dengan budaya asalnya
    3. Mengagnggur karena tidak banyak lapanga kerja didesa
    4. Terbatasnya sarana dan prasarana yang ada didesa
    5. Memiliki impian kuat untuk menjadi orang kaya
    5 contoh kasus sosial akibat faktor urbanisasi:
    1. Munculnya kawasan kumuh (slum area) yang bisa menghambat perkembangan kota dan menurunkan estetika dari kota itu sendiri
    2. Angka pengangguran semakin tinggi
    3. Meningkatkan polusi udara diperkotaan
    4. Tingkat kriminalitas yang tinggi,mengurangi rasa nyaman bagi penduduk sekitar
    5. Pencemaran yang bersifat sosial dan ekonomi
    6. Penyebab kemacetan lalulintas
    7. Merusak tata kota

    Suka

  40. Reblogged this on ROOM FOR LEARN, DISCUSS AND SHARE and commented:
    Saya setuju dengan pernyataan pak ranto tentang ubanisasi menjadi masalah besar di perkotaan. Orang-orang desa mengira bahwa hidup dikota akan mendapatkan hidup yang lebih baik dan hidup yang enak. Nyatanya orang-orang yang berurbanisasi ke kota yang hanya memiliki kemampuan dan keahlian yang rendah menjadi masalah dalam perkotaan tersebut. Saya akan menjelaskan pengertian kota menurut Louis Weirth Kota adalah pemukiman yang relatif besar, padat & permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.

    Menurut saya ciri-ciri fisik kota adalah ;
    1. Sarana perekonomian seperti pasar/supermaret
    2. Terdapat gedung-gedung pemerintahan
    3. Terdapat masyarakat yang heterogen.
    4. Di dalam kota masyarakat nya pencariannya non agraris
    5. Masyarakatnya bersifat individualis dan materialistis
    6. Terjadi kesenjangan antara si miskin dan si kaya
    Kota dapat bertumbuh jika suatu masyarakat/suatu kelompok orang dalam masyarakat memperoleh kontrol yang lebih besar atas sumber dayanya.
    Pengertian dari urbanisasi itu sendiri adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.
    Perkembangan dan kemajuan alat komunikasi juga turut berpengaruh atas urbanisasi.
    Pengertian dari urban adalah sesuatu yang bersifat kekotaan yang secara langsung maupun tidak, terkait dengan urbanisasi (perpindahan penduduk dari desa ke kota)
    Jadi hubungan kota dengan kaum urban adalah terikat. Masyarakat urban lahir dari adanya urbanisasi. masyarakat urban tergolong masyarakat multietnis karena terdiri dari berbagai suku, golongan, kelompok, bahkan antarbangsa yang terkumpul dari berbagai suku, golongan, kelompok, bahkan antarbangsa yang terkumpul disatu kota utama (metropolis). Penduduk perkotaan memiliki budaya beragam karena masing-masing penduduk memiliki latar budaya yang berbeda tergantung dari tempat asalnya. Selain itu juga, masyarakat urban adalah masyarakat yang berambisi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ciri-ciri masyarakat urban biasanya penduduknya berada dalam rentang usia produktif berumur 20-50 tahun, mayoritas masyarakat urban mempunyai keterbatasan kemampuan yang menyebabkan mereka menekuni pekerjaan di sektor informal karena ketiadaan pilihan pekerjaan lain yang dapat mereka masuki.
    5 contoh kasus sosial di perkotaan akibat efek dari urbanisasi :

    1. Masalah meningkatnya angka kemiskinan
    Dengan jumlah dan presentase penduduk perkotaan yang semakin besar dan semakin padat tentu akan menambah ‘’beban hidup’’. Dengan terjadinya urbanisasi, para penduduk desa dengan kemampuan yang rendah pindah ke kota dengan pengharapan mendapatkan hidup yang lebih baik. Namun sektor formal yang berkembang di perkotaan tidak mampu menyerap tenaga kerja dengan kemampuan dan keahlian rendah. Sehingga mereka yang melakukan urbanisasi dengan kemampuan yang rendah hanya bisa bekerja di sektor non formal contohnya buruh, dan pedagang kaki lima. Kemiskinan yang melanda perkotaan akibat ketidakmampuan mereka untuk bersaing di tanah perekonomian kota. Sehingga upah yang mereka dapat pun upah yang rendah. Kejadian ini merupakan kasus sosial di perkotaan karena efek dari urbanisasi.

    2. Masalah banyaknya kriminalitas
    Umumnya orang-orang yang melakukan tindakan kriminalitas adalah orang-orang urbanisasi yang tidak memiliki kemampuan, mereka tidak mampu bersaing dengan yang lain. Sehingga mereka tidak memiliki pekerjaan di kota. Karena mereka tidak memiliki pekerjaan dan uang, dan kebutuhan hidup mereka mendesak, tak heran mereka melalui jalan belakang yaitu melakukan tindakan kriminalitas.

    3. Masalah lingkungan kumuh( slum area )
    Orang-orang yang melakukan urbanisasi namun tidak memliki pekerjaan dan tidak memiliki kemampuan untuk membangun rumah, mereka mencari orang-orang yang senasib dengan mereka, mereka mengisolir diri mereka dalam perkampungan miskin yang bergaya pedesaan. Di tempat ini mereka hidup melarat, karena tidak memiliki pekerjaan yang layak dan tetap, akhirnya suasana pemukiman miskin tersebut menjadi kumuh. Karena mereka tidak memiliki biaya untuk menjaganya. Umumnya slum area menempati area-area kosong milik pemerintah atau swasta ilegal.

    4. Masalah sanitasi
    Karena banyaknya masyarakat yang melakukan urbanisasi dan pertumbuhan penduduk di kota semakin tinggi, penghasilan limah pun makin tinggi. Masalah sanitasi pun muncul. Masalah ini terjadi akibat kebiasaan yang sulit berubah. Mereka menggunakan badan sungai sebagai tempat pembuangan. Buruknya hal ini dapat meyebabkan masalah pada tingkat kesehatan masyarakat. Penyakit-penyakit pun muncul seperti diare dan penyakit kulit lainnya.

    5. Masalah banjir
    Kemunculan pemukiman penduduk dibantaran sungai, kolong jembatan dan sisi rel kereta api sangat memprihatinkan. Pemukiman penduduk semacam ini menjadi penyebab banjir. Karena suatu pemukiman harus memiliki sistem pembuangan sampah yang baik, namun hal ini tidak dimiliki pemukiman ini. Penduduk yang tinggal dibantaran sungai cenderung menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Sehingga sungai menjadi tercemar. Padahal sungai sangat berperan penting dalam menampung aliran air dan curah hujan. Ketika sungai dipenuhi oleh sampah maka alirannya akan tersendat dan terjadilah banjir. Selain itu, bangunan yang dibangun dibantaran sungai akan mempersempit lebar sungai yang berdampak pada menurunnya kemampuan sungai mengalirkan airnya. Hal ini berakibat banjir.

    Suka

  41. Reblogged this on atikahapriyatni and commented:
    Urbanisasi sebagai fenomena migrasi internal telah terjadi di seluruh
    belahan dunia. Sejarah memperlihatkan bahwa pada abad pertengahan.manusia awalnya tinggal di pedesaan dan tergantung pada sektor pertanian dan perburuan. tetapi sebagai akibat dari perdagangan terjadi arus urbanisasi.Meskipun awalnya menunjukkan perkembangan yang lambat. tetapi menyebabkan timbulnya kota-kota baru.Urbanisasi di Indonesia diperkirakan mulai terjadi pada 1930. Perkiraan ini diperoleh dengan menghitung besar rasio antara penduduk perkotaan.tahun 1961 dengan penduduk perkotaan 1930, dan terjadi 3,6 kali pelipatan.antara 1930-1961 (Rahardjo, 1985:179). Pelipatan ini menurut Hugo seperti dikutip Rahardjo (1985) terjadi sebagai akibat adanya kebutuhan mendesak untuk tenaga administrasi di perkotaan. Menurut Kitamura dan Rustiadi (tanpa
    tahun), serta Rustandi dan Panuju (2000), urbanisasi di tahun 1930 didasarkan dari terdapatnya penduduk sebesar 7,5 persen dari total penduduk yang tinggal di kota. Tetapi, menurut Soegijoko dan Bulkin seperti dikutip Firman (1996:66) urbanisasi mulai terjadi pada 1920 di mana proporsi penduduk perkotaan baru mencapai 5,8 persen. urbanisasi juga mempunyai makna lebih luas,yaitu tingkat keurbanan (perkotaan) dalam suatu negara atau suatu wilayah.Urbanisasi juga mengandung makna proses perubahan, yaitu proses perubahan dari bersifat pedesaan (rural) menuju perkotaan (urban). Berdasarkan pengertian di atas, terdapat pembedaan urbanisasi dalam
    pengertian luas dan sempit, yang sekaligus juga memperlihatkan dua
    perspektif pendekatan dalam analisis urbanisasi. Dalam pengertian sempit,urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota, sedangkan dalam pengertian luas urbanisasi adalah pertambahan penduduk perkotaan dan segala implikasinya. Pertambahan penduduk sendiri dapat disebabkan karena pertambahan alamiah (pertumbuhan penduduk kota) dan pertambahan karena adanya migrasi perpindahan penduduk dari desa ke kota. Implikasi
    pertambahan penduduk perkotaan adalah meluasnya daerah perkotaan beserta segala dimensinya, misalnya perubahan pola hidup menjadi perkotaan.

    1) Semakin minimnya lahan kosong di daerah perkotaan. Pertambahan penduduk kota yang begitu pesat, sudah sulit diikuti kemampuan daya dukung kotanya. Saat ini, lahan kosong di daerah perkotaan sangat jarang ditemui. ruang untuk tempat tinggal, ruang untuk kelancaran lalu lintas kendaraan, dan tempat parkir sudah sangat minim. Bahkan, lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) pun sudah tidak ada lagi. Lahan kosong yang terdapat di daerah perkotaan telah banyak dimanfaatkan oleh para urban sebagai lahan pemukiman, perdagangan, dan perindustrian yang legal maupun ilegal. Bangunan-bangunan yang didirikan untuk perdagangan maupun perindustrian umumnya dimiliki oleh warga pendatang. Selain itu, para urban yang tidak memiliki tempat tinggal biasanya menggunakan lahan kosong sebagai pemukiman liar mereka. hal ini menyebabkan semakin minimnya lahan kosong di daerah perkotaan

    2) Menambah polusi di daerah perkotaan. Masyarakat yang melakukan urbanisasi baik dengan tujuan mencari pekerjaan maupun untuk memperoleh pendidikan, umumnya memiliki kendaraan. Pertambahan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang membanjiri kota yang terus menerus, menimbulkan berbagai polusi atau pemcemaran seperti polusi udara dan kebisingan atau polusi suara bagi telinga manusia. Ekologi di daerah kota tidak lagi terdapat keseimbangan yang dapat menjaga keharmonisan lingkungan perkotaan.

    3) Penyebab bencana alam. Para urban yang tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal biasanya menggunakan lahan kosong di pusat kota maupun di daerah pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk mendirikan bangunan liar baik untuk pemukiman maupun lahan berdagang mereka. Hal ini tentunya akan membuat lingkungan tersebut yang seharusnya bermanfaat untuk menyerap air hujan justru menjadi penyebab terjadinya banjir. Daerah Aliran Sungai sudah tidak bisa menampung air hujan lagi.

    4) Pencemaran yang bersifat sosial dan ekonomi. Kepergian penduduk desa ke kota untuk mengadu nasib tidaklah menjadi masalah apabila masyarakat mempunyai keterampilan tertentu yang dibutuhkan di kota. Namun, kenyataanya banyak diantara mereka yang datang ke kota tanpa memiliki keterampilan kecuali bertani. Oleh karena itu, sulit bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Mereka terpaksa bekerja sebagai buruh harian, penjaga malam, pembantu rumah tangga, tukang becak, masalah pedagang kaki lima dan pekerjaan lain yang sejenis. Hal ini akhitnya akan meningkatkan jumlah pengangguran di kota yang menimbulkan kemiskinan dan pada akhirnya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, orang – orang akan nekat melakukan tindak kejahatan seperti mencuri, merampok bahkan membunuh. Ada juga masyarakat yang gagal memperoleh pekerjaan sejenis itu menjadi tunakarya, tunawisma, dan tunasusila.

    5) Penyebab kemacetan lalu lintas. Padatnya penduduk di kota menyebabkan kemacetan dimana-mana, ditambah lagi arus urbanisasi yang makin bertambah. Para urban yang tidak memiliki tempat tinggal maupun pekerjaan banyak mendirikan pemukiman liar di sekitar jalan, sehingga kota yang awalnya sudah macet bertambah macet. Selain itu tidak sedikit para urban memiliki kendaraan sehingga menambah volum kendaraan di setiap ruas jalan di kota.

    Suka

  42. Reblogged this on bimo nur indrapadi and commented:
    Ibukota Jakarta masih menjadi tempat favorit bagi pendatang demi mengadu nasib. jakarta merupakan kota paling di incar di asia untuk investasi properti ketimbang shanghai,Kuala Lumpur,Singapura bahkan Sydney. jakarta penuh derita dan cerita. Jakarta Rasakan Pedihnya Hidup Sendiri. Jakarta Rasakan Sakit ditinggal Sendiri Terjatuh. Jakarta penuh dengan benci, penuh dengan deritanya
    Jakarta Takan pernah Kembali seperti dulu …. Padahal,keruwetan lalulintas, polusi udara yang kian mengerikan, problem sosial, kriminalitas, dan berbagai persoalan lain, menjadi trademark yang melekat pada Jakarta. Namun tetap saja, ibukota negara ini masih memikat banyak orang, bersamaan terjadinya arus balik mudik Lebaran dengan harapan ingin memperbaiki kehidupan. Urbanisasi memang tidak melanggar aturan. Merujuk bahwa Indonesia adalah negara kesatuan yang bebas akan penyebaran penduduk, karena merupakan hak setiap warganya untuk mencari penghidupan yang layak dimanapun tempatnya. Dalam teori umum semakin meningkat persentasi penduduk suatu kota semakin meningkatkan dan pencapaian pembangunan manusia dari penduduk kota itu. Akan tetapi pada tingkatan yang tidak terkontrol urbanisasi akan menjadi sumber permasalahanyang terjadi di kota. Kemiskinan pengangguran, pemukiman kumuh, banyaknya gepeng (gelandangan dan pengemis), tingkat kriminalitas tinggi adalah sebagian contoh akibat langsung maupun tidak langsung dari urbanisasi. Ada dua arus besar pendorong urbanisasi, yang pertama adalah tahun ajaran baru dimana banyak siswa/mahasiswa lulus atau mulai besekolah/berkuliah. Arus pertama ini bukanlah ancaman besar mengingat jumlahnya yang tidak terlalu banyak malah di lihat dari segi kualitasnya mereka adalah orang-orang yang berpotensi dan merupakan tenaga ahli, sehingga dapat membawa urbanisasi ke arah yang positif. Arus yang kedua, adalah pada saat pasca lebaran. Inilah yang selalu menjadi konsentrasi pemerintah kota pada kurun waktu tertentu ini. Kebanyakan dari mereka berasal dari daerah miskin di Indonesia. Kebanyakan lagi mereka tidak mempunyai modal yang cukup untuk ikut dalam persaingan yang sangat sengit di kota.Dengan latar belakang pendidikan yang minim, skill yang kurang, dan keterbatasan modal finansial

    1.Jakarta sebagai contoh kota besar memiliki segudang daya tarik yang menggiurkan bagi individu sebagai tempat hidup dan mencari nafkah. Setiap tahunnya, puluhan ribu orang berpindah ke ibukota negara Indonesia in iuntuk mencari peluang yang lebih baik. Perkembangan dan pembangunan yang tidak merata di Indonesia memicu terjadinya migrasi penduduk ke kota-kota besar ini. Kehidupan di kota kecil dan pedesaan tidak dapat menjanjikan masa depan yang lebih baik bagi penduduknya. Apakah memang demikian yang terjadi? Bagaimana dengan fakta yang ada di Ibukota Jakarta ini? . khususnya Jakarta sebagai kota megapolitan dengan beragam daya tarik dan permasalahan yang melekat padanya.

    2.Urbanisasi dan Faktor-faktor terkait Sebenarnya apa arti dari urbanisasi? Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa
    ur·ba·ni·sa·si
    diartikan sebagai :
    perpindahan penduduk secara berduyun-duyun dari desa (kota kecil, daerah) ke kota besar (pusat pemerintahan).pembangunan desa dapat membendung. Dengan perubahan sifat suatu tempat dari suasana (cara hidup disebut) desa ke suasana kota

    3.Bahwa penduduk kota jakarta sudah hampir mencapai batas ketentuan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2030, ditetapkan penduduk DKI Jakarta hanya mencapai 12,5 juta orang. Padahal saat ini, berdasarkan hasil sensus 2011, populasi penduduk Jakarta sudah mencapai 9,6 juta jiwa, ditambah warga luar yang beraktivitas di Jakarta pada siang hari sebanyak 2,5 juta. Dengan begitu di siang hari, populasi penduduk di Jakarta sudah mencapai 12,1 juta jiwa. Jumlah ini sudah hampir mendekati populasi yang diperbolehkan yaitu 12,5 juta jiwa. Padahal jumlah itu harus dicapai hingga 2030. Sekarang baru tahun 2011, jika urbanisasi tidak dikendalikan, maka menurut Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Purba Hutapea sebelum tahun 2030, populasi penduduk Jakarta bisa melebihi 12,5 juta jiwa.

    4. Dengan jumlah penduduk yang kurang lebih hanya mencapai sepertiga dari jumlah penduduk Jakarta, tentu saja permasalahan yang dihadapi juga tidak seimbang kota Jakarta. Namun demikian gejala-gejalanya pun sudah banyak ditemui di sana.
    Saat ini, dibandingkan Jakarta memang perkembangan dan tingkat kepadatan penduduk kota Surabaya masih tergolong jauh. Tetapi, tanda-tanda bahwa pada tahun-tahun mendatang Surabaya akan berkembang seperti Jakarta bukanlah sesuatu yang mustahil. Kalau di Jakarta pada tahun 2015 nanti, penduduk kota diramalkan bakal menjadi kota berpenduduk terbanyak nomor lima di dunia dengan jumlah penduduk mencapai 21,2 juta jiwa — di bawah Tokyo (28,7 juta), Bombay (27,4 juta), Lagos (24,4 juta), dan Shanghai (23,4 juta), maka tidak mustahil jumlah penduduk kota Surabaya akan melonjak menjadi 4 -5 juta jiwa

    5.Permasalahan-permasalahan yang muncul tentunya dipengaruhi oleh kelebihan populasi yang disebabkan oleh urbanisasi yang tidak merata. Faktor pendorong dan penarik urbanisasi saat ini diperkuat oleh media-media komunikasi, televisi khususnya. Media-media komunikasi tersebut mencitrakan kota-kota besar seperti Jakarta sebagai pusat investasi ekonomi, selain itu kota-kota besar juga dicitrakan sebagai wilayah dengan pusat hiburan yang mampu memanjakan warganya. Hal ini tentunya menambah rasa ingin tahu masyarakat terhadap kota-kota besar, dengan harapan dapat merubah kehidupan mereka, khususnya dari aspek ekonomi. Dengan demikian bukanlah hal yang mengherankan jika masyarakat yang tinggal di desa, khususnya yang berpenghasilan rendah, berbondong-bondong datang ke kota besar untuk mengadu nasib. Mereka yang berhasil tentu akan terangkat status ekonomi dan sekaligus status sosialnya, sebalikanya mereka yang tidak mampu bersaing akan semakin terpinggirkan dan terjebak dalam rimba megapolitan, sehingga menjadi sebuah anomi baru bagi kota.

    Suka

  43. Ibukota Jakarta masih menjadi tempat favorit bagi pendatang demi mengadu nasib. jakarta merupakan kota paling di incar di asia untuk investasi properti ketimbang shanghai,Kuala Lumpur,Singapura bahkan Sydney. jakarta penuh derita dan cerita. Jakarta Rasakan Pedihnya Hidup Sendiri. Jakarta Rasakan Sakit ditinggal Sendiri Terjatuh. Jakarta penuh dengan benci, penuh dengan deritanya
    Jakarta Takan pernah Kembali seperti dulu …. Padahal,keruwetan lalulintas, polusi udara yang kian mengerikan, problem sosial, kriminalitas, dan berbagai persoalan lain, menjadi trademark yang melekat pada Jakarta. Namun tetap saja, ibukota negara ini masih memikat banyak orang, bersamaan terjadinya arus balik mudik Lebaran dengan harapan ingin memperbaiki kehidupan. Urbanisasi memang tidak melanggar aturan. Merujuk bahwa Indonesia adalah negara kesatuan yang bebas akan penyebaran penduduk, karena merupakan hak setiap warganya untuk mencari penghidupan yang layak dimanapun tempatnya. Dalam teori umum semakin meningkat persentasi penduduk suatu kota semakin meningkatkan dan pencapaian pembangunan manusia dari penduduk kota itu. Akan tetapi pada tingkatan yang tidak terkontrol urbanisasi akan menjadi sumber permasalahanyang terjadi di kota. Kemiskinan pengangguran, pemukiman kumuh, banyaknya gepeng (gelandangan dan pengemis), tingkat kriminalitas tinggi adalah sebagian contoh akibat langsung maupun tidak langsung dari urbanisasi. Ada dua arus besar pendorong urbanisasi, yang pertama adalah tahun ajaran baru dimana banyak siswa/mahasiswa lulus atau mulai besekolah/berkuliah. Arus pertama ini bukanlah ancaman besar mengingat jumlahnya yang tidak terlalu banyak malah di lihat dari segi kualitasnya mereka adalah orang-orang yang berpotensi dan merupakan tenaga ahli, sehingga dapat membawa urbanisasi ke arah yang positif. Arus yang kedua, adalah pada saat pasca lebaran. Inilah yang selalu menjadi konsentrasi pemerintah kota pada kurun waktu tertentu ini. Kebanyakan dari mereka berasal dari daerah miskin di Indonesia. Kebanyakan lagi mereka tidak mempunyai modal yang cukup untuk ikut dalam persaingan yang sangat sengit di kota.Dengan latar belakang pendidikan yang minim, skill yang kurang, dan keterbatasan modal finansial

    1.Jakarta sebagai contoh kota besar memiliki segudang daya tarik yang menggiurkan bagi individu sebagai tempat hidup dan mencari nafkah. Setiap tahunnya, puluhan ribu orang berpindah ke ibukota negara Indonesia in iuntuk mencari peluang yang lebih baik. Perkembangan dan pembangunan yang tidak merata di Indonesia memicu terjadinya migrasi penduduk ke kota-kota besar ini. Kehidupan di kota kecil dan pedesaan tidak dapat menjanjikan masa depan yang lebih baik bagi penduduknya. Apakah memang demikian yang terjadi? Bagaimana dengan fakta yang ada di Ibukota Jakarta ini? . khususnya Jakarta sebagai kota megapolitan dengan beragam daya tarik dan permasalahan yang melekat padanya.

    2.Urbanisasi dan Faktor-faktor terkait Sebenarnya apa arti dari urbanisasi? Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa
    ur·ba·ni·sa·si
    diartikan sebagai :
    perpindahan penduduk secara berduyun-duyun dari desa (kota kecil, daerah) ke kota besar (pusat pemerintahan).pembangunan desa dapat membendung. Dengan perubahan sifat suatu tempat dari suasana (cara hidup disebut) desa ke suasana kota

    3.Bahwa penduduk kota jakarta sudah hampir mencapai batas ketentuan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2030, ditetapkan penduduk DKI Jakarta hanya mencapai 12,5 juta orang. Padahal saat ini, berdasarkan hasil sensus 2011, populasi penduduk Jakarta sudah mencapai 9,6 juta jiwa, ditambah warga luar yang beraktivitas di Jakarta pada siang hari sebanyak 2,5 juta. Dengan begitu di siang hari, populasi penduduk di Jakarta sudah mencapai 12,1 juta jiwa. Jumlah ini sudah hampir mendekati populasi yang diperbolehkan yaitu 12,5 juta jiwa. Padahal jumlah itu harus dicapai hingga 2030. Sekarang baru tahun 2011, jika urbanisasi tidak dikendalikan, maka menurut Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Purba Hutapea sebelum tahun 2030, populasi penduduk Jakarta bisa melebihi 12,5 juta jiwa.

    4. Dengan jumlah penduduk yang kurang lebih hanya mencapai sepertiga dari jumlah penduduk Jakarta, tentu saja permasalahan yang dihadapi juga tidak seimbang kota Jakarta. Namun demikian gejala-gejalanya pun sudah banyak ditemui di sana.
    Saat ini, dibandingkan Jakarta memang perkembangan dan tingkat kepadatan penduduk kota Surabaya masih tergolong jauh. Tetapi, tanda-tanda bahwa pada tahun-tahun mendatang Surabaya akan berkembang seperti Jakarta bukanlah sesuatu yang mustahil. Kalau di Jakarta pada tahun 2015 nanti, penduduk kota diramalkan bakal menjadi kota berpenduduk terbanyak nomor lima di dunia dengan jumlah penduduk mencapai 21,2 juta jiwa — di bawah Tokyo (28,7 juta), Bombay (27,4 juta), Lagos (24,4 juta), dan Shanghai (23,4 juta), maka tidak mustahil jumlah penduduk kota Surabaya akan melonjak menjadi 4 -5 juta jiwa

    5.Permasalahan-permasalahan yang muncul tentunya dipengaruhi oleh kelebihan populasi yang disebabkan oleh urbanisasi yang tidak merata. Faktor pendorong dan penarik urbanisasi saat ini diperkuat oleh media-media komunikasi, televisi khususnya. Media-media komunikasi tersebut mencitrakan kota-kota besar seperti Jakarta sebagai pusat investasi ekonomi, selain itu kota-kota besar juga dicitrakan sebagai wilayah dengan pusat hiburan yang mampu memanjakan warganya. Hal ini tentunya menambah rasa ingin tahu masyarakat terhadap kota-kota besar, dengan harapan dapat merubah kehidupan mereka, khususnya dari aspek ekonomi. Dengan demikian bukanlah hal yang mengherankan jika masyarakat yang tinggal di desa, khususnya yang berpenghasilan rendah, berbondong-bondong datang ke kota besar untuk mengadu nasib. Mereka yang berhasil tentu akan terangkat status ekonomi dan sekaligus status sosialnya, sebalikanya mereka yang tidak mampu bersaing akan semakin terpinggirkan dan terjebak dalam rimba megapolitan, sehingga menjadi sebuah anomi baru bagi kota.

    Suka

  44. Reblogged this on pandityoshadhara and commented:
    menurut kamus besar indonesia kota adalah merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri. pengertian “kota” sebagaimana yang diterapkan di indonesia mencakup “town dan “city” dalam bahasa inggris. selain itu,terdapat pula kapitonim “kota” yang merupakan satuan administrasi negara dibawah provinsi. Ciri-ciri kehidupan kota adalah adanya pelapisan sosial ekonomi misalnya perbedaan tingkat penghasilan, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan. Adanya jarak sosial dan kurangnya toleransi sosial di antara warganya.Adanya penilaian yang berbeda-beda terhadap suatu masalah dengan pertimbangan perbedaan kepentingan, situasi dan kondisi kehidupan.Warga kota umumnya sangat menghargai waktu.Cara berpikir dan bertindak warga kota tampak lebih rasional dan berprinsip ekonomi.Masyarakat kota lebih mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan sosial disebabkan adanya keterbukaan terhadap pengaruh luar. Pada umumnya masyarakat kota lebih bersifat individu sedangkan sifat solidaritas dan gotong royong sudah mulai tidak terasa lagi. (stereotip ini kemudian menyebabkan penduduk kota dan pendatang mengambil sikap acuh tidak acuh dan tidak peduli ketika berinteraksi dengan orang lain. Mereka mengabaikan fakta bahwa masyarakat kota juga bisa ramah dan santun dalam berinteraksi). Hubungan kota dengan kaum urban adalah dimana di kota menjanjikan segala kemakmuran untuk kaum urbanisasi terlebih orang-orang desa yang ingin mencari pekerjaan di kota besar seperti jakarta,surabaya,bandung dan kota besar lainnya, untuk mencapai keberhasilannya. namun kesalahan kaum urban yang datang ke kota-kota besar adalah mereka tidak memiliki kemampuan atau skill bahkan pendidikan sekali pun bahkan sebagian dari mereka hanya bermodalkan nekat yang dalam arti niat dan usaha untuk minimalnya bertahan hidup atau mencari pekerjaan setelah mereka berpindah dari desa atau kampung menuju kota. Ada sebagian dari kaum urban juga ada yang memiliki skill atau kemampuan bahkan pendidikan tapi mereka tidak mendapatkan kesempatan ketika mereka sampai di kota besar.
    5 contoh dampak urbanisasi:
    1 peningkatan polusi daerah perkotaan selalu disalahkan atas kontribusi mereka ke tingkat polusi yang tinggi. Daerah padat penduduk ditambah dengan kurang memperhatikan hukum lingkungan menambah kesengsaraan contohnya adalah setiap orang golongan atas membeli satu kendaraan akan menyumbangkan satu polusi
    2 ledakan penduduk adalah daerah kota yang sebelum mengalami pertumbuhan penduduk yang stabil mengalami peledakan penduduk dalam waktu singkat contohnya adalah jika di satu kampung di kota ada pasangan baru mereka akan memiliki anak lebih yang akan bikin ledakan penduduk meningkat
    3 tingginya biaya hidup,biaya hidup dikota tidak lah murah orang-orang harus membayar biaya transportasi dan pajak tiap komoditas tidak heran jika penduduk kota dimintai pajak yang tinggi contoh nya jika seorang memiliki usaha dia akan membayar pajak suatu gedung untuk membuka usaha nya
    4 kesenjangan ekonomi, kota adalah surga bagi para pencari peluang di satu sisi lain realitas yang disayangkan adalah tidak meratanya perekonomian kota adalah tempat terbaik untuk ketimpangan contohnya adalah orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miski di kota besar
    5 peningkatan angka kriminalitas, dengan tekanan yang tidak semestinya pada daerah perkotaan setiap hari ini akan menjadi tantangan bagi badan pemerintah untuk mengelola daerah- daerah metropolitan yang sangat luas contohnya adalah banyak penjambretan atau perampokan untuk mereka yang penggangguran untuk bertahan hidup dan berkembang biak

    Suka

  45. Saya setuju dengan pernyataan pak ranto tentang ubanisasi menjadi masalah besar di perkotaan. Orang-orang desa mengira bahwa hidup dikota akan mendapatkan hidup yang lebih baik dan hidup yang enak. Nyatanya orang-orang yang berurbanisasi ke kota yang hanya memiliki kemampuan dan keahlian yang rendah menjadi masalah dalam perkotaan tersebut. Saya akan menjelaskan pengertian kota menurut Louis Weirth Kota adalah pemukiman yang relatif besar, padat & permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.

    Menurut saya ciri-ciri fisik kota adalah ;
    1. Sarana perekonomian seperti pasar/supermaret
    2. Terdapat gedung-gedung pemerintahan
    3. Terdapat masyarakat yang heterogen.
    4. Di dalam kota masyarakat nya pencariannya non agraris
    5. Masyarakatnya bersifat individualis dan materialistis
    6. Terjadi kesenjangan antara si miskin dan si kaya
    Kota dapat bertumbuh jika suatu masyarakat/suatu kelompok orang dalam masyarakat memperoleh kontrol yang lebih besar atas sumber dayanya.
    Pengertian dari urbanisasi itu sendiri adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.
    Perkembangan dan kemajuan alat komunikasi juga turut berpengaruh atas urbanisasi.
    Pengertian dari urban adalah sesuatu yang bersifat kekotaan yang secara langsung maupun tidak, terkait dengan urbanisasi (perpindahan penduduk dari desa ke kota)
    Jadi hubungan kota dengan kaum urban adalah terikat. Masyarakat urban lahir dari adanya urbanisasi. masyarakat urban tergolong masyarakat multietnis karena terdiri dari berbagai suku, golongan, kelompok, bahkan antarbangsa yang terkumpul dari berbagai suku, golongan, kelompok, bahkan antarbangsa yang terkumpul disatu kota utama (metropolis). Penduduk perkotaan memiliki budaya beragam karena masing-masing penduduk memiliki latar budaya yang berbeda tergantung dari tempat asalnya. Selain itu juga, masyarakat urban adalah masyarakat yang berambisi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ciri-ciri masyarakat urban biasanya penduduknya berada dalam rentang usia produktif berumur 20-50 tahun, mayoritas masyarakat urban mempunyai keterbatasan kemampuan yang menyebabkan mereka menekuni pekerjaan di sektor informal karena ketiadaan pilihan pekerjaan lain yang dapat mereka masuki.
    5 contoh kasus sosial di perkotaan akibat efek dari urbanisasi :

    1. Masalah meningkatnya angka kemiskinan
    Dengan jumlah dan presentase penduduk perkotaan yang semakin besar dan semakin padat tentu akan menambah ‘’beban hidup’’. Dengan terjadinya urbanisasi, para penduduk desa dengan kemampuan yang rendah pindah ke kota dengan pengharapan mendapatkan hidup yang lebih baik. Namun sektor formal yang berkembang di perkotaan tidak mampu menyerap tenaga kerja dengan kemampuan dan keahlian rendah. Sehingga mereka yang melakukan urbanisasi dengan kemampuan yang rendah hanya bisa bekerja di sektor non formal contohnya buruh, dan pedagang kaki lima. Kemiskinan yang melanda perkotaan akibat ketidakmampuan mereka untuk bersaing di tanah perekonomian kota. Sehingga upah yang mereka dapat pun upah yang rendah. Kejadian ini merupakan kasus sosial di perkotaan karena efek dari urbanisasi.

    2. Masalah banyaknya kriminalitas
    Umumnya orang-orang yang melakukan tindakan kriminalitas adalah orang-orang urbanisasi yang tidak memiliki kemampuan, mereka tidak mampu bersaing dengan yang lain. Sehingga mereka tidak memiliki pekerjaan di kota. Karena mereka tidak memiliki pekerjaan dan uang, dan kebutuhan hidup mereka mendesak, tak heran mereka melalui jalan belakang yaitu melakukan tindakan kriminalitas.

    3. Masalah lingkungan kumuh( slum area )
    Orang-orang yang melakukan urbanisasi namun tidak memliki pekerjaan dan tidak memiliki kemampuan untuk membangun rumah, mereka mencari orang-orang yang senasib dengan mereka, mereka mengisolir diri mereka dalam perkampungan miskin yang bergaya pedesaan. Di tempat ini mereka hidup melarat, karena tidak memiliki pekerjaan yang layak dan tetap, akhirnya suasana pemukiman miskin tersebut menjadi kumuh. Karena mereka tidak memiliki biaya untuk menjaganya. Umumnya slum area menempati area-area kosong milik pemerintah atau swasta ilegal.

    4. Masalah sanitasi
    Karena banyaknya masyarakat yang melakukan urbanisasi dan pertumbuhan penduduk di kota semakin tinggi, penghasilan limah pun makin tinggi. Masalah sanitasi pun muncul. Masalah ini terjadi akibat kebiasaan yang sulit berubah. Mereka menggunakan badan sungai sebagai tempat pembuangan. Buruknya hal ini dapat meyebabkan masalah pada tingkat kesehatan masyarakat. Penyakit-penyakit pun muncul seperti diare dan penyakit kulit lainnya.

    5. Masalah banjir
    Kemunculan pemukiman penduduk dibantaran sungai, kolong jembatan dan sisi rel kereta api sangat memprihatinkan. Pemukiman penduduk semacam ini menjadi penyebab banjir. Karena suatu pemukiman harus memiliki sistem pembuangan sampah yang baik, namun hal ini tidak dimiliki pemukiman ini. Penduduk yang tinggal dibantaran sungai cenderung menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Sehingga sungai menjadi tercemar. Padahal sungai sangat berperan penting dalam menampung aliran air dan curah hujan. Ketika sungai dipenuhi oleh sampah maka alirannya akan tersendat dan terjadilah banjir. Selain itu, bangunan yang dibangun dibantaran sungai akan mempersempit lebar sungai yang berdampak pada menurunnya kemampuan sungai mengalirkan airnya. Hal ini berakibat banjir.

    Suka

  46. 1.peningkatan polusi
    daerah perkotaan selalu disalahkan atas kontribusi mereka ke tingkat polusi yang tinggi . daerah padat penduduk, ditambah dengan kurang memperhatikan hukum lingkungan menambah kesengsaraan . sarana transportasi yang terus bertambah menambah emisi gas beracun ditambah dengan kemacetan lalu lintas yang telah membudaya tanpa solusi yang layak . gaya hidup di perkotaan meliputi penciptaan limbah yang sebagian besar tidak dapat terurai secara hayati . hal ini menyebabkan peningkatan masalah sampah yang mencemari tanah dan air selama bertahun tahun .
    2.ledakan penduduk
    daerah kota yang sebelumnya mengalami pertumbuhan penduduk yang stabil mengalami ledakan penduduk dalam waktu singkat . meningkatnya pertumbuhan penduduk juga mendorong harga properti naik lebih tinggi, sekaligus membuka jalan bagi penciptaan lahan kumuh .
    3.tingginya biaya hidup
    biaya hidup di kota tidaklah murah . orang-orang harus membayar biaya tambahan untuk transportasi dan pajak untuk tingkat komoditas . tidak heran jika penduduk kota akan diminta untuk membayar pajak yang tinggi atas oksigen yang mereka hirup . populasi yang membengkak membuat setiap komoditas pengganti dengan kelas rendah dari banyak produk seperti makanan, air, bahkan obat-obatan . biaya untuk makan, transportasi, sewa, dan keperluan lainnya terus menerus mengalami peningkatan karena permintaan yang selalu melebihi pasokan .
    4.kesenjangan ekonomi
    kota adalah surga bagi pencari peluang, di lain sisi, realitas yang disayangkan adalah tidak meratanya perekonomian . kota adalah tempat terbaik untuk melihat contoh ketimpangan ekonomi di mana orang kaya akan terus bertambah kaya, dan orang miskin semakin miskin . tingginya tingkat kompetisi dapat mengakibatkan pengangguran .
    5.peningkatan angka kriminalitas
    dengan tekanan yang tidak semestinya pada daerah perkotaan setiap hari, hal ini akan menjadi suatu tantangan bagi badan pemerintah untuk mengelola daerah daerah metropolitan yang luas . kehidupan kota yang menarik bagi segala macam orang dan memungkinkan juga bagi segala macam kegiatan untuk berkembang, termasuk kejahatan . kejahatan menjadi bagian umum dari daerah perkotaan yang ramai . pada akhirnya warga sendiri yang harus menanggung akibatnya .

    Suka

Apa Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s