KAPITA SELEKTA & ILMU SOSIAL

KAPITA SELEKTA (1) Apa yang dimaksud dengan paradigma Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi; Silahkan rekonstruksi ulang kembali cerita tentang kisah seorang yang mendorong batu, yang berhasil karena adanya kerja sama dan relasi serta kesepakatan-kesepakatan baik formal maupun non formal.

Diwajibkan untuk menjelaskan adanya keterkaitan – Relasi & Paradigma Ilmu Sosial dengan Ilmu Komunikasi, yang dirangkai dalam satu cerita “KISAH SEORANG YANG MENDORONG BATU BESAR”. (minimal 500 kata dengan bobot 30)

KOMENTARA ANDA ?

15 pemikiran pada “KAPITA SELEKTA (1) Apa yang dimaksud dengan paradigma Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi; Silahkan rekonstruksi ulang kembali cerita tentang kisah seorang yang mendorong batu, yang berhasil karena adanya kerja sama dan relasi serta kesepakatan-kesepakatan baik formal maupun non formal.

  1. Reblogged this on goyaoyaauliya and commented:
    ersosial, sebab mereka tinggal tidak sendiri, mereka akan saling membutuhkan dan memberi satu dengan lainnya. Memang demikianlah sunnatullah dalam kehidupan. Sehingga datanglah syariat yang dibawa oleh Rasulullah SAW menjelaskan adab dan tata krama berhubungan dengan orang lain, agar tampak keserasian dan keakuran dalam bermasyarakat, tidak saling memusuhi dan menjelekkan, tapi sebaliknya saling menjaga dan memperhatikan.

    Contoh : setelah sekian lama akhirnya pemuda itupun menikah dan memiliki 3 orang anak . Wilayah itu juga sudah semakin meluas dengan semakin banyak penduduk . Suatu ketika sahabat pemuda yang sangat berjasa itu pun kembali mengunjungi pemuda itu dengan membawa keluarga dan kerabatnya untuk tinggal di wilayah itu. Pemuda itu sangat senang atas kehadiran sahabatnya itu.

    7. Sepakat Memilih Pemimpin

    Teori utama kepemimpinan :

    Teori Great Man Anda mungkin pernah mendengar bahwa ada orang-orang tertentu yang memang “dilahirkan untuk memimpin”. Menurut teori ini, seorang pemimpin besar dilahirkan dengan karakteristik tertentu seperti karisma, keyakinan, kecerdasan dan keterampilan sosial yang membuatnya terlahir sebagai pemimpin alami. Teori great man mengasumsikan bahwa kapasitas untuk memimpin adalah sesuatu yang melekat, pemimpin besar dilahirkan bukan dibuat. Teori ini menggambarkan seorang pemimpin yang heroik dan ditakdirkan untuk menjadi pemimpin karena kondisi sudah membutuhkannya.

    Teori sifat berasumsi bahwa orang mewarisi sifat dan ciri-ciri tertentu yang membuat mereka lebih cocok untuk menjadi pemimpin. Teori sifat mengidentifikasi kepribadian tertentu atau karakteristik perilaku yang sama pada umumnya pemimpin. Sebagai contoh, ciri-ciri seperti ekstraversi, kepercayaan diri dan keberanian, semuanya adalah sifat potensial yang bisa dikaitkan dengan pemimpin besar. Jika ciri-ciri khusus adalah fitur kunci dari kepemimpinan, maka bagaimana menjelaskan orang-orang yang memiliki kualitas-kualitas tetapi bukan pemimpin? Pertanyaan ini adalah salah satu kesulitan dalam menggunakan teori sifat untuk menjelaskan kepemimpinan. Ada banyak orang yang memiliki ciri-ciri kepribadian yang terkait dengan kepemimpinan namun tidak pernah mencari posisi kepemimpinan.

    Teori kontingensi fokus pada variabel yang berkaitan dengan lingkungan yang mungkin menentukan gaya kepemimpinan tertentu yang paling cocok. Menurut teori ini, tidak ada gaya kepemimpinan yang terbaik dalam segala situasi. Kesuksesan tergantung pada sejumlah variabel, termasuk gaya kepemimpinan, kualitas para pengikut dan aspek situasi.

    Teori Situasional mengusulkan bahwa pemimpin memilih tindakan terbaik berdasarkan variabel situasional. Gaya kepemimpinan yang berbeda mungkin lebih tepat untuk jenis tertentu dalam pengambilan keputusan tertentu. Misalnya, seorang pemimpin berada dalam kelompok yang anggotanya berpengetahuan dan berpengalaman, gaya otoriter mungkin paling tepat. Dalam kasus lain di mana anggota kelompok adalah ahli yang terampil, gaya demokratis akan lebih efektif.

    Teori perilaku kepemimpinan didasarkan pada keyakinan bahwa pemimpin besar dibuat bukan dilahirkan. Teori kepemimpinan ini berfokus pada tindakan para pemimpin bukan pada kualitas mental. Menurut teori ini, orang dapat belajar untuk menjadi pemimpin melalui pengajaran dan observasi.

    Teori kepemimpinan partisipatif menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang ideal adalah mengambil masukan dari orang lain. Para pemimpin mendorong partisipasi dan kontribusi dari anggota kelompok dan membantu anggota kelompok merasa lebih berkomitmen terhadap proses pengambilan keputusan. Dalam teori partisipatif, bagaimanapun, pemimpin berhak untuk memungkinkan masukan pendapat dari orang lain.

    Teori manajemen juga dikenal sebagai teori transaksional, fokus pada peran pengawasan kinerja, organisasi dan kelompok. Teori ini berdasarkan pada sistem imbalan dan hukuman. Teori manajemen sering digunakan dalam bisnis, ketika karyawan berhasil mereka dihargai, ketika mereka gagal mereka ditegur atau dihukum.

    Teori hubungan juga dikenal sebagai teori transformasi, fokus pada hubungan yang terbentuk antara pemimpin dan pengikut. Pemimpin transformasional memotivasi dan menginspirasi dengan membantu anggota kelompok melihat penting dan baiknya suatu tugas. Pemimpin fokus pada kinerja anggota kelompok dan juga ingin setiap orang untuk memaksimalkan potensinya. Pemimpin dengan gaya ini sering memiliki standar etika dan moral yang tinggi. Organisasi formal adalah system kegiatan yang terkoordinasi dari sekelompok orang yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan di bawah kekuasaan dan kepemimpinan.

    Menurut para pengikut aliran teori organisasi klasik, adanya suatu organisasi bergantung pada empat kondisi pokok yang harus ada sebelum “kesatuan kegiatan” (unity of action) adalah sebagai berikut :

    Kekuasaan, bisa demokratis atau teoritis, hal ini disebut sebagai sumber pengorganisasian tertinggi.

    Saling melayani, yang merupakan legitimasi social pada organisasi.

    Doktrin, dalam arti sederhana, hal ini merupakan rumusan tujuan organisasi.

    Disiplin, diartiakan sebagai perilaku yang ditentukan oleh perintah atau pengendalian diri.

    Contoh : ketika semakin banyak penduduk di wilayah itu maka kini wilayah itu menjadi perkampungan yang memiliki lebih dar 30 kepala keluarga, maka dari itu para penduduk menginginkan seorang pemimpin . karena perkampungan itu adalah impian pemuda itu maka penduduk sepakat untuk memilih pemuda itu sebagai pemimpin yang diharapkan bisa bertanggug jawab dan bisa mengayomi rakyatnya.

    Nama : Auliya Azizah
    NIM : 44114210011

    Suka

  2. Reblogged this on mahesaindra and commented:
    Dari yang saya telaah lebih dalam bahwa kisah ini menggambarkan hubungan atau relasi antara ilmu sosial dan komunikasi. Pembahasan kali Ini adalah rekontruksi ulang kisah seseorang yang mendorong sebuah batu besar namun ia tidak bisa berjuan sendiri.
    kisah yang sangat menarik dan unik yaitu ‘’ASAL MANUSIA MEMBUTUHKAN MANUSIA LAIN’’
    Mari kita simak pembahasan dan kisah menarik ini, Berikut kisah nya :
    1. Yang pertama yaitu Niat untuk berhasil.
    Segala sesuatu itu harus didasari oleh niat, Tanpa sebuah niat segala apapun tak akan bisa berjalan dengan mulus, namun niat saja tidak cukup, kita harus memiliki ide-ide yang kreatif yang menjadisuatu pendorong niat kita untuk berhasil.
    Setelah kita memiliki sebuah niat dan ideyang kreatif yang menjadi suatu pemdorong niat kita untuk berhasil, setelah kita memiliki sebuah niat atau ide ide yang dibutuhkan dalam menjalankan sesuatu .terkadang kita bingung bagaimana merealisasikan apa yang sudah kita rancang ,untuk itu kita sebagai manusia sosial sangat membutuhkan pertolongan orang lain
    NIAT !
    Untuk memasuki dunia bisnis, anda terlebih dahulu harus berniat untuk berbisnis. Niat ini tidak harus anda umbarkan kepada orang lain, tetapi hanya dari dalam lubuk hati yang paling dalam. Seperti contoh pertanyaan kepada diri sendiri ini ”Sampai kapan saya harus menjadi pekerja atau mengabdi kepada orang? kapan saya punya usaha sendiri?’, saya mau punya usaha ah” Ini artinya sudah merupakan niat dari dalam diri anda untuk melakukan perubahan terhadap kehidupan anda. Adakah niat tersebut pernah terjadi pada diri anda? Saya yakin ketika anda melihat kawan, sahabat, rekan ataupun orang lain sukses dengan usaha mereka anda juga berniat untuk sukses seperti mereka.

    2. Yang kedua yaitu Mencari pertolongan
    Dari bab kedua ini kita bisa ambil contoh teori dari kisah orang lain , jadi ada seorang anak muda yang memiliki niat untuk berhasil,niat tersebut bahwa ia ingin berbisnis di bidang kuliner, tetapi anak muda tersebut tidak memiliki cukup dana untuk memulai apa yang ia sudah rancang selama ini. Dipembahasan inilah mengapa “ mencari pertolongan” itu sangat dibutuhkan dalam kehidupan ini, lalu anak muda tersebut ingin mencari teman lamanya yang terdengar kabar bahwa temannya itu sudah menjadi orang sukses. Setelah sekian lama anak tersebut mencari temannya yang seorang wanita dari kontak teleponnya ataupun sosial media lalu bertemulah mereka. Manusia sebagai mahluk sosial tentu tidak mungkin bisa memisahkan hidupnya dengan manusia lain,sudah bukan rahasia lagi bahwa segala bentuk budaya,tatanan hidup,dan system kemasyarakatan terbentuk karena interaksi dan benturan antara manusia satu dengan manusia lainnya,seseorang tidak bisa memisahkan hidupnya dengan manusia lain dan manusia tidak bisa mengandalkan kekuatannya sendiri ,tetapi membutuhkan manusia lain dalam beberapa hal tertentu, setiap manusia membutuhkan satu sama lainnya tentunya dalam hal positif, saling bersosialisasi antara satu sama lainnya membuat interaksi yang kuat untuk mengenal keperibadian manusaia lain. Manusia yang mudah bersosialisasi adalah manusia yang dapat atau mampu menjalankan komunikasi dengan baik dilingkungan sekitarnya yang dimaksutkan dengan komunikasi adalah suatu penyampaian pesan dari manusia satu ke manusia lainnya dengan baik,atau lebih tepatnya manusia adalah mahluk social yang hidup bermasyarakat (zoon politicon) keutuhan manusia akan tercapai apabila manusia sanggup menyelaraskan perannya sebagai mahluk ekonomi dan sosial.

    3. Yang ketiga yaitu Sepakat untuk bekerja sama
    Setelah anak muda itu dan temannya bertemu kemudian dijelaskanlah maksut dan tujuan anak muda tersebut kepada temannya wanitanya itu setelah sekian lama mereka berbincang untuk membicarakan apa yang ingin dibangun dalam bisnis tersebut,akhirnya teman wanita tersebut sepakat untuk memberi bantuan modal untuk membangun usaha yang anak muda tersebut inginkan.
    4. Yang keempat yaitu sepakat untuk membagi hasil
    Setelah usaha mereka berjalan sesuai rencana dan menuai kesuksesan. Tak lupa mereka bersukur atas karunia tuhan kasih selama ini kepada mereka dan tak lupa pula mereka membagi hasil apa yang sudah mereka raih seperti penghasilan dari usaha mereka.
    5. Yang kelima yaitu kesan dan pesan
    Setelah semua nya yang diatas terjadi, masing – masing dari mereka memberikan kesan kepada teman seperjuangan nya itu, tak lupa pesan – pesan yang disampaikan agar kelak berguna untuk keduanya.
    6. Yang keenam yaitu silaturahmi
    Ketika usaha dan rencana yang mereka jalani berjalan sukses, mereka mengusulkan membuat usaha baru dan masing – masing dari mereka memegang hak dari tiap usaha yang mereka jalani, mereka pun tak lupa bersilaturahmi agar apa yang sudah mereka jalani ini tetap berjalan mulus dan mereka tetap bisa salin berkomunikasi bahkan berjumpa kembali.
    7. Yang ketujuh yaitu sepakat memilih pemimpin
    Disetiap perusahaan atau usaha apapun pasti membutuhkan seorang pemimpin, Dari sinilah mereka bertemu kembali dan berunding untuk membicarakan tentang struktur kepemimpinan perusahaan mereka. Setelah itu tercapai lah sebuah kesepakatan untuk memilih pemimpin dari diantara mereka.

    8. Yang kedelapan yaitu sepakat membagi hak dan wilayah
    Setelah terpilih pemimpin dari diantara mereka, mereka pun membentuk pembagian hak dan kewajiban diantara mereka, hak dan kewajiban yang mereka buat harus adil dan transparan. Hak dan kewajiban itu mereka buat agar terciptanya organisasi yang baik dan terbuka. Hak dan kewajiban yang mereka buat berdasarkan kepentingan bersama untuk kehidupan mereka yang lebih baik.

    9. Yang terakhir yaitu Sepakat hidup bersama
    Sepakat hidup bersama disini bukan berarti mereka hidup bersama dan menikah melainkan membangun komunitas baru atau suatu wilayah. Mereka membangun komunitas baru atau wilayah tersebut secara bersama-sama. Komunitas tersebut terdiri dari wilayah, pemimpin dan rakyat yang dipimpin. Di dalamnya juga terdapat pemerintahan dan tata krama. Kekuasaan di dalam komunitas baru ini dipimpin oleh pemimpin yang telah dipilih antara mereka berdua.
    Begitu lah kira yang terjadi dari kisah tersebut, menarik Bukan ? jadi pada dasar nya kita sebagai makhluk sosial sanga membutuhkan pertolongan orang lain, apakah kita bisa hidup menyendiri dan individualisme ? tentu tidak ! jadi jangan lah sombong atau angkuh pada diri kita masing-masing .
    Sekian pembahasan dari saya mohon maaf bila ada yang kurang dan tidak berkenan Terima kasih 

    Suka

  3. Reblogged this on aviyolla and commented:
    Paradigma adalahpandangan yang mendasar tentang menjadi pokok mendasar tentang persoalan yang semestinya di pelajari oleh ilmu pengetahuan. Atau dapat dikatakan bahwa paradigma merupakan suatu subjek dari pembelajaranilmu pengetahuan.Ketika persoalan yang terjadi terhadap individu, dapat menjadi sebuah objek penelitian dalam paradigm ilmu sosial.

    Paradigma sosial adalah kerangka berfikir masyarakat yang menjelaskan bagaim ana cara pandangterhadap fakta kehidupan sosial dan perlakuan terhadap ilmu dan teori yang ada.Paradigma pelaku social adalah dimana individu yang melakukan sesuatu akan menjadi sebuah masalah mendasar.Paradigma social yang menyatakan bahwa struktur yang tersalam aan mempegaruhi individu.

    Ilmu Komunikasi adalah mengajarkan bagaimana caranya kita berkomunikasi dengan menggunakan alat komunikasi.Manusia tidak bias hidup sendiri. Ketika manusia mulai berhubungan dengan alam dan manusia lain, Komunikasi ada ketika manusia satu dengan manusia lain nya membutuhkan bantuan ataupun hal lain nya.Komunikasi adalah ilmu yang paling tua.Komunikasi menggambarka hubungan antar komunikator dengan komunikan.biasanya komunikator akan menyampaikan pesan kepada komunikan dapat memalui media. Komunikator akan memberikan pesan maka akan terjadi sebuah feed back atau timbale balik.

    Ketika seorang manusia mendorong sebuah batu. Ia sadar bahwa dia tidak dapat mendorong batu itu sendiri. Dan pada akhirnya manusia tersebut sadar untuk membutuhkan pertolongan dari orang lain.Ketika manusia tersebutmeminta pertolongan timbullah komunikasi diantara manusia tersebut.

    .Manusia berkomunikasiKetika manusia sadar bahwa dengan berkomunikasi dapat meminta pertolongan terhadap orang lain, maka manusia berhubungan atau berkomunikasi dengan bahasa. Komunikasi muncul ketika seorang yang mendorong tersebut sadar bahwa ia tidak dapat mendorong batu tersebut sendiri, dan timbul lah komunikasi ketika orang tersebut meminta pertolonga.Manusia bias berfikir

    Dahulu manusia menyelesaikan masalah hanya mengandalkan otot, manusia mengelurkan energy untuk menyelesaikan masalahnya. namun ketika manusia yang mendorong batu besar tersebut membutuhkan pertolongan, maka ia berfikir bahwa ia membutuhkan pertolongan orang di sekitarnya.Manusia itu berfikir untuk meminta pertolongan kepada siapa saja yang bias menolongnya untuk mendorong batu besar tersebut.

    Kesepakatan untuk bekerja sama.Ketika manusia itu berfikir untuk meminta pertolongan kepada manusia lain, terjadi komunikasi dengan manusia lain nya. Dan didalam komunikasi tersebut didalamnya terdapat kesepakatan diantarnya untuk saling bekerja sama agar bersama-sama mendorong batu tersebut. Ketika kesepakatan itu terjadi, dan kedua manusia itu pun saling bekerja sama.Membagi hasil Ketika manusia telah sepakat untuk bekerja sama maka mereka akan membuat kesepakatan lagi dimana didalam nya akan berisi berupa pembagian hasil sesuai dengan yang telah mereka sepakati.Silatuhrahmi pun terjalin.

    Ketika dua orang tersebut telah bertemu dan melakukan komunikasi, maka diantara mereka akan memberikan sebuah kesan dan pesan. Maka mereka akan memiliki keinginan untuk bertemu kembali. Karena di antara dua orang itu pasti memiliki rasa untuk bertemu atau sekedar bercengkrama Silatuhrahmi pun kan terjalin, pertemanan yang baik pun akan tumbuh kembali. Masyarakat bukan lah makhluk individu yang dapat melakukan pekerjaan nya sendiri.manusia membutuhkan orang lain untuk menolongnya didalam hal apapun.k.Ketika komunikasi terjalin, maka akan timbul salah seorang yg mampu menjadi seorang pemimpin untuk memimpin mereka.Manusia akan membagi wilayah dan hak sesuai kesepakatan yang telah mereka jalin.
    Ketika komunikasi telah terjalin maka manusia akan menyemakati untuk hidup bersama karena manusia satu dan yang lain nya sadar bahwa mereka saling membutuhkan satu sama lain nya untuk melangsungkan kehidupan yang lebih baik lagi.Komunikasi yang terjalin dapat menolong manusia untuk melanjutkan kehidupan nya sebagai makhluk sosial.

    Suka

  4. Reblogged this on my blog and commented:
    Apa yang dimaksud dengan Paradigma Ilmu Sosial adalah Suatu cara pandang yang di pakai dalam mencari kebenaran tentang realitas dalam kehidupan sosial, termasuk mencari kebenaran tentang realitas dalam Ilmu Komunikasi. Dan inilah cerita bagaimana seseorang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. ‘’Mengapa Terjadi Komunikasi’’. Pada suatu hari ada seseorang laki-laki yang datang ke suatu wilayah yang terpelosok, dia datang untuk membuat usaha di wilayah tersebut dan dia berniat untuk membantu masyarakat didaerah tersebut. Niat adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang di lakukan oleh seorang individu. Seseorang di katakan memiiki niat atau motivasi tinggi dapat di artikan orang tersebut memilki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang di inginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Dan dia melihat ada sebuah harta karun di balik batu besar tersebut. Dia berusaha untuk memindahkan batu tersebut tetapi dia tidak bisa melakukannya sendiri dan dia segera mencari pertolongan di wilayah tersebut namun jarang sekali orang yang lewat di wilayah tersebut, dan akhirnya ada seorang laki-laki yang sedang berjalan dan dia mencoba untuk memanggil dan menyaparinya dan dia mencoba untuk berbicara dengannya, namun ada kendala karena laki-laki tersebut tidak bisa berbahasa Indonesia dan pada akhirnya dia mencoba menggunakan bahasa tubuh atau bahasa isyarat, tapi laki-laki tersebut beranggapan dia mau berbuat yang negatif di wilayah tersebut. Dan dia mencoba memberi penjelasan kepada laki-laki tersebut, pada akhirnya laki-laki itu mengerti apa yang dimaksud. Jika kita ingin meminta pertolongan kepada orang lain harus ada tata kramanya. Pada akhirnya laki-laki tersebut sepakat untuk bekerja sama dengan dia untuk memindahkan batu besar tersebut. Sepakat untuk bekerja sama merupakan usaha terkoordinasi di antara anggota kelompok atau masyarakat yang di arahkan untuk mencapai tujuan yang sama. Dan mereka sepakat membagi hasil yang sama rata. Setelah mereka sepakat membagi hasil atas apa yang telah di capai bersama bergotong – royong memindahkan batu besar dan mengambil harta karun tersebut dan mereka merencanakan sebuah pekerjaan. Selesai membagi hasil, keduanya saling memberi kesan yang sangat amat baik, dan mereka membuat perjanjian agar tidak ada salah paham satu sama yang lain. Kesan adalah apa yang terasa, terpikir dan sebagainya, seusai atau setelah melihat atau mendengar sesuatu. Dengan kata lain kesan adalah pendapat kita tentang sesuatu. Seusai mereka saling memberi kesan keduanya sepakat untuk tidak ingin memutuskan tali silahturahmi, mereka ingin terus bersama dan ingin menjadi satu keluarga. Menyambung silahturahmi adalah merupakan akhlak yang mempunyai banyak keberkahan dan kemuliaan. Bersepakat memilih pemimpin, setelah keduanya sepakat membuat perjanjian mereka ingin memilih siapa yang jadi pemimpin di antara mereka berdua agar di saat ada rencana lagi akan ada yang menjadi penaggung jawabnya. Selesai memilih pemimpin mereka membagi hak dan kewajiban secara adil dan bijaksana agar tidak ada salah kaprah atau tindakan yang tak terduga. Sepakat hidup bersama (tata krama), pada akhirnya mereka sepakat hidup bersama dalam sebuah wilayah yang mempunyai pemimpin dan mempunyai rakyat yang mau di pimpin, dan dengan mempunyai norma-norma atau tata krama yang baik dan sopan yang saling menghormati satu sama yang lain dan saling berkomunikasi. Komunikasi adalah “suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain”

    Suka

  5. Reblogged this on agnesclaudiabc and commented:
    Nama: Agnes Claudia
    Nim: 44114210012
    Jurusan: Broadcast
    Jawaban Nomor 1.
    Ilmu sosial adalah ilmu disiplin akademis yang mempelajari aspek – aspek yang beruhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Sedangkan ilmu komunikasi menurut laswell adalah suatu pengamatan terhadap produksi, proses atau pengaruh dari sistem – sistem tanda dan lambang – lambang melalui pengembangan teori teori yang dapat di uji dan generalisasi dengan tujuan menjelaskan fenomena yang berkaitan dengan produksi, proses dan pegaruh dari sistem sistem dan tanda.

    Berikat adalah contoh dari proses sosial dan komunikasi.
    Menceritakan manusia yang selalu ada niat untuk berhasil dalam melakukan segala sesuatu yang ia kerjakan, berikut adalah 10 aspek yang membuat manusia berhasil: Punya keberanian untuk berinisiatif, tepat waktu, Pantang menyerah, Berani menanggung resiko, Jarang mengeluh, Memiliki jiwa kepemimpinan, Berfikir positiv, Selalu mempelajari hal baru, Menutup-nutupi sesuatu maupun supaya tampak, Membuka diri terlebih dahulu.
    Seperti manusia yang mencari pertolongan untuk mendorong sebuah batu ke tempat yang ia tuju, ia memanggil orang lain untuk membantunya tetapi ada hambatan dalam meminta pertolongan, hambatan tersebut adalah bahasa. Mereka kesusahan untuk berkomunikasi karena satu sama lain tidak mengerti yang di maksud, akhirnya ia memakai bahasa isyarat atau bahasa tubuh untuk meminta pertolongan.
    Mereka pun saling sepakat untuk berkerja sama untuk mendorong batu tersebut, sepakat Kesepakatan adalah Suatu bentuk pengaruh sosial yang meliputi permintaan langsung dari seseorang kepada orang lain, kesepakatan merupakan suatu hal yang terbentuk dari rangkain proses – proses. yang bisa saja termasuk ke dalam suatu perundingan maupun suatu pemikiran – pemikiran yang matang terhadap suatu hal hal yang berkaitan. dan hal tersebut telah direncanakan serta disetujui oleh beberapa orang yang terkait. untuk memperoleh hasil yang ingin dicapai, sedangkat kerja sama adalah suatu usaha antara perorangan atau kelompok manusia di antara kedua belah pihak untuk tujuan bersama sehingga medapatkan hasil yang cepat dan lebih baik. Setelah sampai di tempat tujuan mereka melihat di bawah batu tersebut ternyata ada sebuah emas mereka berdua pun sepakat untuk membagi hasil.
    Setelah membagi hasil mereka pun saling pisah dan saling berpesan dalam pertemuan pastilah ada perpisahan dan pesan yang di berikan.

    Setelah beberapa lama tidak bertemu mereka pun akhirnya rindu untuk bertemu kembali, merekas saling bersilahturahmi satu sama lain, silaturahmi adalah (shilah [a]r-rahim) secara bahasa berasal dari kata shilah dan ar-rahim. Secara bahasa, shilah artinya hubungan; dan ar-rahimu, bentuk jamaknya al-arhâm, artinya rahim dan kerabat. Kata arhâm di dalam al-Quran dinyatakan tujuh kali dengan makna rahim dan lima kali dengan makna kerabat. Dengan demikian silaturahmi secara bahasa adalah hubungan yang muncul karena rahim atau hubungan kekerabatan yang bertalian melalui rahim.

    Dalam silaturahmi yag di lakukan mereka sepakat untuk membuat perjanjian untuk membagi harta yang mereka miliki seperti rempah rempah, sembako, hasil panen dan mereka pun saling bersatu untuk membangun suatu wilayah atau perdesaan, mereka pun memilih pemimpin yang di pilih biasanya adalah orang yang di tuakan dan seorang lelaki, pada jaman dahulu seorang pemimpin haruslah laki – laki dan anak sulung dan harus tinggal di daerah tersebut, beda dengan anak bungsu yang boleh berpergian ke daerah lain, walau belum tentu yang di tuakan layak menjadi pemimpin atau tidak.

    Setelah mendaapatkan pemimpin merek pun saing membagi wilayah, hak dan kewajiban. hak merupakan suatu hal yang di dapat manusia sejak ia lahir, sedangkan kewajiban merupakan suatu hal yang di harus di lakukan manusia seperti membayar pajak, seorang ibu menyusui anaknya, dll. Mereka pun hidup bersama dalam satu perdesaan.

    Suka

  6. Reblogged this on alfathmaulana98 and commented:
    KAPITA SELEKTA (1) APA YANG DIMAKSUD DENGAN PARADIGMA ILMU SOSIAL DAN ILMU KOMUNIKASI; SILAHKAN REKONSTRUKSI ULANG KEMBALI CERITA TENTANG KISAH SEORANG YANG MENDORONG BATU, YANG BERHASIL KARENA ADANYA KERJA SAMA DAN RELASI SERTA KESEPAKATAN-KESEPAKATAN BAIK FORMAL MAUPUN NON FORMAL.
    1. Usaha manusia untuk berhasil

    Pada suatau hari ada seseorang yang ingin mendorong batu karna di bawah batu itu ada sesuatu,batu itu berada di perdesaan terpencil di suatu daerah,maka dia berusaha untung mendorong batu tersebut agar bisa mengambil harta yang ada di dalam lubang di bawah batu itu,tetapi batu itu sangat besar danidak bisa untuk di dorong oleh orang sendiri,dia mencoba untuk kesekian kali nya dan tidak berhasil.

    2.Meminta pertolongan kepada orang lain

    Ketika ia sedang mendorong batu besar tersebut,ada seseorang dari ke jauhan sedang berjalan,dan dia mencoba meminta petolongan ke pada seorang yang sedang berjalan tersebut untuk mendorong batu,dan di sinilah terjadi percakapan antara dia dan orang yang baru di temui bta

    3. Bekerjasama

    Setelah sekian lama berbicara untuk meminta pertolongan,persetujuan untuk saling membatu pun terjadi,Dan mereka sekarang bekerja sama untuk mendorong bantu itu agar bisa mendpaatkan apa yang berada di dalam batu itu.

    4. Membagi hasil

    Setelah membuat persetujuan telah tersebut dan mereka berhasil mencapai tujuan mereka yaitu mendorong batu tersebut ,dan mereka mengambil harta tersebut dan membagi nya menjadi nya sesuai dengan kesepakatan Melalui komunikasi mereka melakukan perjanjian tersebut. Walaupun perjanjian mereka tidak tertulis tetapi mereka sama-sama adilmenghormati perjanjian mereka tersebut.

    5 .Memberi kesan

    Ketika mereka sudah saling kenal satu sama lain,mereka membuat berdua ingin membuat peraturan yang tidak akan membuat konflik satu sama lain antara mereka.

    6. Silahturahmi

    Seketika mereka selesai membuat aturan yang tidak akan membuat mereka rugi satu satu sama lain mereka merasa diantara mereka perlu dibuat nya perkumpulan atau komunitas yang agar silahtuhrahmi tetap berjalan satu sama lain dan kedekatan tetap terjaga,mereka akan memilih pemimpin.

    7. Memilih pemimpin

    Mereka memilih pemimpin di antara mereka untuk menjadi pemimpin dan memimpin untuk memimpin komunitas yang mereka bentuk,dan untuk menjadikan komunitas mereka berjalan demgam sependapat mereka.

    8. Membagi hak dan kewajiban

    Setelah terpilih pemimpin diantara mereka, mereka juga membentuk pembagian hak dan kewajiban diantara mereka, hak dan kewajiban yang mereka buat harus secara adil agar tidak terjadi kesalah pahaman dan kecurangan antara satu sama lain,Hak dan kewajiban yang mereka buat berdasarkan kepentingan bersama bukan kepentingan pribadi.

    9. Kehidupan sosial ( tata kerama)

    Setelah dibentuk hak dan kewajiban,mereka membuat suatu tempat untuk menjadikan tempat yang mereka buat menjadi besar,mereka membangun dengan beramai ramai yang awal tempat sepi menjadi ramai dan Komunitas tersebut terdiri dari wilayah, pemimpin dan rakyat yang dipimpin,Di dalamnya juga terdapat pemerintahanKekuasaan di dalam komunitas baru ini dipimpin oleh pemimpin yang telah dipilih antara mereka berdua.

    Dan ilmu sosial adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya,sementara Ilmu Komunikasi suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisas, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain

    Kesimpulan

    Jadi menurut saya hubungan antara ilmu sosial dan ilmu komunikasi saling berdampingan,Kehidupan sosial masyarakat dengan proses komunikasi tidak bisa lepas satu sama lain,Proses komunikasi dan sosial terus berjalan dan berkembang satu sama lain nya di dalam kehidupan nya di bumi ini,Komunikasi dan masyarakat adalah hal yang tidak bisa dipisahkan karna memiliki kepentingan nya antara ilmu sosial nya dan ilmu komunikasi ,karna manusia tanpa berinteraksi tidak akan bisa bertahan hidup karna manusia adalah makhluk sosial yang memerlukan komunikasi,sementara tanpa makhluk makhluk sosial nya manusia tidak dapat berkomunikasi

    Suka

  7. Reblogged this on pandityoshadhara and commented:
    Paradigma social adalah suatu pandangan fundamental (mendasar,prinsipiil,dan radikal) tentang sesuatu yang menjadi pokok permasalahan dalam ilmu pengetahuan. Kemudian, bertolak dari suatu paradigma atau asumsi dasar tertentu seorang yang menyelesaikan permasalahan dalam ilmu pengetahuan tersebut membuat rumusan, baik yang menyangkut pokok permasalahannya, metodenya agar dapat diperoleh jawaban yang dapat dipertanggung jawaban.
    Sedangkan paradigma komunikasi bisa diartikan sebagai kacamata atau sudut pandang dalam melihat obyek sesuatu yang diamati.
    Pada suatu zaman, tinggallah seorang manusia . dia kebingungan tidak tahu mesti bagaimana. Terus dia melihat sebuah cahaya kelap kelip yang ada di bawah sebuah batu besar. Ketika dia mendekatinya. Dia menemukan sebuah permata/berlian sebesar kerikil. Setelah dia tahu bahwa benda itu sangat indah dia mulai berfikir dan beranggapan bahwa ada benda itu dibawah batu besar. Dia berusaha untuk mendorong batu besar itu sendirian. Tapi manusia itu tidak kuat. Setalah dia berusaha terus menerus berusaha. Dia tidak tau harus bagaimana.
    Setelah beberapa jam bahkan hari manusia itu mencoba mendorong, dia pergi dari tempat tadi. Selang beberapa jangka tempat , si manusia melihat manusia lainnya. Dia mengampiri manusia tersebut. Tetapi dalam pertemuan tersebut si manusia pertama dengan manusia kedua . tidak dapat berkata. Jadi dalam berkomunikasi mereka hanya menggunakan bahasa tubuh. (agar manusia kedua paham arti maksud manusia pertama menghampiri). Setalah lama mereka melakukan komunikasi bahasa tubuh.
    Si manusia kedua akhirnya mengerti maksud dari manusia si pertama. Si manusia pertama coba menarik-narik tangan si manusia kedua. Dengan sikap penuh semangat. Si manusia juga ikut semangat. Setelah sampai di tempat tujuan (tempat batu besar itu berada) . si manusia memberikan syarat. Dan akhirnya si manusia pertama sepakat untuk bekerja sama dengan si manusia kedua.
    Setelah usaha sudah di lakukan . niat sudah dimantapkan . hati sudah di luruskan. Pikiran sudah konsentrasi. Tenaga sudah di kerahkan . manusia pertama dengan manusia kedua mendorong batu besar tersebut. Sempat memakan waktu agar batu dapat bergeser. Sedikit demi sedikit. Batu tersebut akhirnya bergeser. Dan ternyata si manusia pertama benar. Bahwa terdapat emas di bawah batu. Yang pada akhirnya emas tersebut di bagi berdua . sesuai dengan kesepakatan berdua. Bahwa harta tersebut akan di bagi berdua. Membagi hasil pun di lakukan.

    Setelah proses membagi di lakukan. Si manusia pertama memberikan ucapan terima kasih kepada si manusia kedua. Mereka saling memberi kesan dan pesan . dengan cara bercanda bersama. Menghabiskan waktu bersama-sama. Hingga akhirnya si manusia kedua ingin pergi . tetapi si manusia kedua berjanji kepada si manusia pertama bahwa meraka akan bertemu kembali.
    Beberapa tahun kemudian , si manusia pertama akhirnya bertemu dengan si manusia kedua. Mereka sudah memiliki keluarga masing-masing. Dan anak-anak mereka sudah banyak. Dalam setiap individu manusia . mereka memiliki sifat tentang ingin bertemunya kembali kepada seseorang yang pernah membuat hidup mereka senang bahkan bahagia. Mereka saling menceritakan pengalaman mereka masing-masing. Dan berlanjutlah hidup bersama mereka.
    Setelah mereka saling hidup bersama . si manusia kedua pun mengutarakan pendapat. Bahwa harus ada seorang pemimpin di daerah yang mereka tempati. Akhirnya manusia pertama pun setuju dengan pendapat manusia kedua. Setelah itu manusia pertama pun balik bertanya . “siapa yang akan menjadi pemimpin?” kemudian si manusia kedua menjawab. “kamu saja, kamu kan yang lebih tua” . tetapi percakapan itu memakai bahasa tubuh.
    Sang pemimpin sudah ada, tetapi sekarang mereka binggung apa yang harus di lakukan lagi setelah terpilihlah pemimpin. Akhirnya pemimpin pun berinisiatif untuk membagi wilayah. Karna pemimpin juga tidak ingin si manusia pertama tidak memiliki wilayah. Akhirnya daerah/wilayah di bagi menjadi dua. Yaitu wilayah barat dan wilayah timur .
    Ketika proses pembagian telah berlangsung, mereka sekarang menjadi hidup mereka masing-masing. Si pemimpin dengan tugasnya memimpin. Dan si manusia juga menjadi pemimpin di daerah timur. Mereka dengan cucu-cucu mereka hidup bersama. Mereka hidup bahagia. Rukun dan makmur.

    Suka

  8. Pengertian paradigma

    Secara umum pengertian paradigma adalah seperangkat keyakinan dasar yang membawa seseorang untuk bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ilmu sosial perubahan terjadi secara cepat dan dinamis, tergantung pada bukti empiris yang di yakini. Berikut dipaparkan berbagai unsur yang dilihat sebagai indikator adanya perubahan dalampengembangan ilmu. Keragaman paradigmatik dapat terjadi karena perbedaan pandangan filosofis, konsekuensi logis dari perbedaan teori yang digunakan dan sifat metodologi yang digunakan untuk mencapai kebenaran.

    Pengertian Komunikasi

    Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.

    ilmu komunikasi secara meluas

    Proses komunikasi

    Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut.

    1. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.

    2. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.

    3. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri.

    CERITA TENTANG MANUSIA YANG MENDORONG BATU

    1. usaha manusia untuk berhasil

    Pada suatu zaman, tinggallah seorang manusia . dia kebingungan tidak tahu mesti bagaimana. Terus dia melihat sebuah cahaya kelap kelip yang ada di bawah sebuah batu besar. Ketika dia mendekatinya. Dia menemukan sebuah permata/berlian sebesar kerikil. Setelah dia tahu bahwa benda itu sangat indah dia mulai berfikir dan beranggapan bahwa ada benda itu dibawah batu besar. Dia berusaha untuk mendorong batu besar itu sendirian. Tapi manusia itu tidak kuat. Setalah dia berusaha terus menerus berusaha. Dia tidak tau harus bagaimana.

    2. Mencoba Meminta Pertolongan

    Setelah beberapa jam bahkan hari manusia itu mencoba mendorong, dia pergi dari tempat tadi. Selang beberapa jangka tempat , si manusia melihat manusia lainnya. Dia mengampiri manusia tersebut. Tetapi dalam pertemuan tersebut si manusia pertama dengan manusia kedua . tidak dapat berkata. Jadi dalam berkomunikasi mereka hanya menggunakan bahasa tubuh. (agar manusia kedua paham arti maksud manusia pertama menghampiri). Setalah lama mereka melakukan komunikasi bahasa tubuh.

    3. Sepakat Untuk Bekerja Sama

    Si manusia kedua akhirnya mengerti maksud dari manusia si pertama. Si manusia pertama coba menarik-narik tangan si manusia kedua. Dengan sikap penuh semangat. Si manusia juga ikut semangat. Setelah sampai di tempat tujuan (tempat batu besar itu berada) . si manusia memberikan syarat. Dan akhirnya si manusia pertama sepakat untuk bekerja sama dengan si manusia kedua.

    4. Membagi Hasil

    Setelah usaha sudah di lakukan . niat sudah dimantapkan . hati sudah di luruskan. Pikiran sudah konsentrasi. Tenaga sudah di kerahkan . manusia pertama dengan manusia kedua mendorong batu besar tersebut. Sempat memakan waktu agar batu dapat bergeser. Sedikit demi sedikit. Batu tersebut akhirnya bergeser. Dan ternyata si manusia pertama benar. Bahwa terdapat emas di bawah batu. Yang pada akhirnya emas tersebut di bagi berdua . sesuai dengan kesepakatan berdua. Bahwa harta tersebut akan di bagi berdua. Membagi hasil pun di lakukan.

    5. Saling Memberi Kesan Dan Pesan

    Setelah proses membagi di lakukan. Si manusia pertama memberikan ucapan terima kasih kepada si manusia kedua. Mereka saling memberi kesan dan pesan . dengan cara bercanda bersama. Menghabiskan waktu bersama-sama. Hingga akhirnya si manusia kedua ingin pergi . tetapi si manusia kedua berjanji kepada si manusia pertama bahwa meraka akan bertemu kembali.

    6. Mereka Akan Bertemu (silatuhrahmi)

    Beberapa tahun kemudian , si manusia pertama akhirnya bertemu dengan si manusia kedua. Mereka sudah memiliki keluarga masing-masing. Dan anak-anak mereka sudah banyak. Dalam setiap individu manusia . mereka memiliki sifat tentang ingin bertemunya kembali kepada seseorang yang pernah membuat hidup mereka senang bahkan bahagia. Mereka saling menceritakan pengalaman mereka masing-masing. Dan berlanjutlah hidup bersama mereka.

    7. Memilih Pemimpin

    Setelah mereka saling hidup bersama . si manusia kedua pun mengutarakan pendapat. Bahwa harus ada seorang pemimpin di daerah yang mereka tempati. Akhirnya manusia pertama pun setuju dengan pendapat manusia kedua. Setelah itu manusia pertama pun balik bertanya . “siapa yang akan menjadi pemimpin?” kemudian si manusia kedua menjawab. “kamu saja, kamu kan yang lebih tua” . tetapi percakapan itu memakai bahasa tubuh.

    8. Membagi Wilayah

    Sang pemimpin sudah ada, tetapi sekarang mereka binggung apa yang harus di lakukan lagi setelah terpilihlah pemimpin. Akhirnya pemimpin pun berinisiatif untuk membagi wilayah. Karna pemimpin juga tidak ingin si manusia pertama tidak memiliki wilayah. Akhirnya daerah/wilayah di bagi menjadi dua. Yaitu wilayah barat dan wilayah timur .

    9. Hidup Bersama

    Ketika proses pembagian telah berlangsung, mereka sekarang menjadi hidup mereka masing-masing. Si pemimpin dengan tugasnya memimpin. Dan si manusia juga menjadi pemimpin di daerah timur. Mereka dengan cucu-cucu mereka hidup bersama. Mereka hidup bahagia. Rukun dan makmur.

    M. Vicky Rizza Fahlevi
    44114210014
    Fakultas Ilmu Komunikasi
    Broadcasting

    Suka

  9. Reblogged this on putridk and commented:
    PARADIGMA ILMU SOSIAL DAN KOMUNIKASI
    Cerita ini mengambarkan sebuah hubungan antara ilmu sosial dan komunikasi,dan berikut adalah rekontruksi dari cerita seseorang yang mendorong batu
    “ASAL MANUSIA MEMBUTUKAN MANUSIA LAIN”
    1. Ada niat untuk berhasil
    kisah seseorang yang mencari harta karun ditengah hutan,dan harta karun itu berada dibawah batu yang besar ,saat ia menemukan satu satunya batu yang besar dihutan itu ternyata batunya sangat besar,ia berusaha mendorong batu tersebut ternyata batu tersebut memanglah batu yang sangat besar ia tidak sanggup untuk mendorongnya,Karena ia tidak putus asa akhirnya ia mencoba untuk mendorongnya lagi tetap tidak bisa,adanya niat untuk berusaha mendorong batu tersebutia pun memutuskan untuk beristirahat agar tergeser tetapi sangatlah sulit,akhirnya ia memutuskan untuk berisitirahat dibawah pohon,ia juga mengumpulkan ide bagaimana cara menggeser batu besar ini agar lebih mudah menggambil harta karun tersebut

    2. Meminta pertolongan kepada orang lain
    Setelah ia memutuskan untuk beristirahat dibawah pohon ,tiba-tiba saja bayangan manusia lewat didekatnya ,dan ia mencoba untuk memanggilnya ,seseorang itu menengok dan mendatanginya ,ia berusaha meminta pertolongan kepada orang tersebut tetapi mereka sangat kebingungan karena bahasa yang mereka gunakan digma berbeda akhirnya ia berusaha untuk memakai bahas isyarat agar orang tersebut mengerti apa yang ia maksud ,ia memperagakan bagaimana cara mendorong batu tersebut dan orang itu megangguk mengerti,dan disinilah terjadinya komunikasi antara manusia satu dengan yang lainnya.
    3. Bekerjasama
    Setelah ia memperagakan bagaimana cara mendorong batu tersebut dengan bahasa isyarat yaitu menggunakan gerakan ,orang tersebut mengerti dan setuju untuk membantu ia mendorong batu besar tersebut dengan persetujuan membagi hasil atas kerja sama tersebut ,mereka mencoba mendorong batu tersebut dengan hitungan bersama-sama 1…2…3 mereka gagal mendorong batu itu,lalu mereka mencoba lagi dan lagi akhirnya mereka berhasil mendorong batu besar itu dan terlihatlah harta karun yang dilapisi dengan peti kayu itu,selain ada aspek mengenai kerja sama disini juga mengandung komunikasi ,sosial dan sosiologi didalamnya.
    4. Membagi hasil

    ia mengangkat peti yang berisi harta karun yang ada berisi banyak emas dan perhiasan yang lainnya dan sesuai dengan perjanjian mereka membagi hasil dengan adil,walaupun perjanjian ini tidak tertulis tetapi disinilah mereka mulai menjalin hubungan sosial .dengan komunikasi menggunakan bahasa yang berbeda dan akhirnya memutuskan menggunakan bahasa isyarat tetapi mereka mampu membuat janji walaupun perjanjian itu tidak tertulis dimanapun dan mereka berusaha menepati perjanjian yang telah mereka buat

    5. Memberikan pesan dan kesan

    Ketika mereka merasa bahwa mereka merupakan orang yang bisa menepati janjinya mereka memutuskan membuat perjanjian yang non formal agar tidak terjadi sebuah kesalah pahaman pada suatu hari antra mereka yang menimbukan konflik yang melebar
    6. Bersilaturahmi
    Setelah adanya perjanjian yang mereka buat secara non formal mereka berfikir bahwa mereka harus bertemu untuk menjalin silaturahmi ,karena menurut mereka silaturami itu idak hanya saat membuthkan bantuan seseorang tetapi saat kita merasa diri kita adalah makhluk sosial kitapun membutuhkan silaturahmi.dan mereka pun merasa bahwa perlu diadakannya sebuah organisasi untuk mempererat silaturahmi antara mereka agar selalu bertemu dan membangun hal yang baik
    7. Memilih pemimpin
    Karena mereka sepakat untuk membuat suatu organisasi yang disepakati dengan cara formal dalam memilihnya walaupun tanpa tertulis mereka merasa bahwwa didalam suatu organisasi dibutuhkan sosok pemimpin untuk memimpin suatu organisasi yang ada ,mereka memutuskan unutk memilih pemimpin diantara mereka
    8. Membagi hak dan kewajiban
    Setelah sepakat membuat suatu organisasi menggunakan hukum non formal dan tanpa ttertulis mereka memilih pemimpin setelah itu mereka harus membuat kesepakatan untuk membagi hak dan kewajiban yg harus didasari secara adil dan tidak ada yang tertutup ,hak dan kewajiban ini berfungsi agar organisasi yang mereka buat menjadi suatu oragnisasi yang baik walaupun idak adanya perjanjian tertulis antara mereka
    9. Kehidupan sosial (tata karma)
    Setelah semuanya terbentuk sampai dengan hak dan kewajiban mereka membuat suatu organisasi aau komunitas yang terdiri dari wilayah,pemimpin,dan rakyat atau anggota yang dipimpin,mereka membuat suatu oraganisasi bersama sama dengan kepentingan bersama bukan untuk kepentingan pribadi,selain adanya wilayah,pemimpi dan anggota yang dipimpin didalam organisasi ini juga sepatutnya diadakan ata karma yang berfungsi untuk mengontrol hal yang terjadi dialam organisasi ini.
    Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran/perasaan seseorang yang diungkapkan kepada oranglain untuk mencapai tujuan tertentu,sedangkan
    Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara manusia yang mencangkup ekonomi,politik,agama,dan lain-lain
    Menurut saya ilmu sosial dan komunikasi sangatlah erat hubungannya karena sebelum menjalani ilmu sosial haruslah diadakan komunikasi yang bisa membuat hubungan timbal balik antara manusia satu dengan manusia yang lainnya terjadi atau terjalin dengan baik,komunikasi dengan masyarakat sosial semakin berkembang dan berkembang membuat mereka satu sama lain berhubungan erat.

    Suka

  10. Reblogged this on ROOM FOR LEARN, DISCUSS AND SHARE and commented:
    PARADIGMA ILMU SOSIAL DAN KOMUNIKASI
    Cerita ini menggambarkan hubungan atau relasi antara ilmu sosial dan komunikasi. Ini adalah rekontruksi ulang cerita seseorang yang mengangkat batu.
    ‘’ASAL MANUSIA MEMBUTUHKAN MANUSIA LAIN’’

    1. Usaha manusia untuk berhasil
    Ada seorang manusia manusia yang pergi ke hutan untuk mencari harta karun. Harta karun tersebut terletak di bawah batu besar yang ada di hutan. Ketika manusia itu pergi ke hutan dan mendapati batu yang dimaksud, ternyata batu tersebut sungguh sangat besar. Adanya niat dan usaha manusia tersebut untuk mengangkat batu tersebut sangat besar. Dia mencoba mengangkat batu besar tersebut, namun gagal dan gagal. Namun ia tidak putus asa, ia tetap mencoba.

    2. Meminta pertolongan kepada oranglain
    Ketika ia sedang mengangkat batu besar tersebut, ia melihat seorang manusia lain di dalam hutan tersebut, ia sadar ia tidak mempunyai tenaga magic dan ia tidak mampu mengangkat batu besar tersebut seorang diri. Ia akhirnya memanggil manusia tersebut untuk membantunya mengangkat batu besar tersebut. Disinilah terjadi komunikasi.

    3. Bekerjasama
    Ketika mereka berkomunikasi, dan terjadi persetujuan. manusia lain itu pun mau untuk membantu mengangkat batu tersebut, mereka bekerjasama untuk mengangkat batu besar tersebut. Di dalam hubungan bekerjasama ini mereka juga membuat persetujuan agar hasil dari harta karun tersebut dibagi dua. Dari sini telah terjadi lahirnya ilmu komunikasi dan sosiologi.

    4. Membagi hasil
    Setelah membuat perjanjian tersebut dan mereka berhasil mencapai tujuan mereka yaitu mengangkat batu besar untuk mendapatkan harta karun mereka pun membagi hasil secara adil. Disinilah mereka mulai berhubungan sosial antar manusia. Melalui komunikasi mereka melakukan perjanjian tersebut. Walaupun perjanjian mereka tidak tertulis tetapi mereka sama-sama adil dan menghormati perjanjian mereka tersebut.

    5. Memberi kesan
    Ketika mereka merasa kompak dan sudah mengenal satu sama lain. Mereka ingin membuat hukum non formal agar tidak terjadi kesalahpahaman atau konflik antara mereka.

    6. Silahturahmi
    Setelah terjadi aturan-aturan hukum yang telah mereka sepakati berdua, mereka merasa diantara mereka perlu dibuat organisasi agar mereka bisa bersama dan membangun silahturahmi antara mereka.

    7. Memilih pemimpin
    Setelah terjadi hukum non formal yang mereka buat, mereka merasa harus ada pemimpin diantara mereka berdua agar organisasi yang mereka bangun bisa terbentuk dengan baik, mereka memilih diantara mereka berdua sebagai pemimpin.

    8. Membagi hak dan kewajiban
    Setelah terpilih pemimpin diantara mereka, mereka juga membentuk pembagian hak dan kewajiban diantara mereka, hak dan kewajiban yang mereka buat harus secara adil dan transparan. Hak dan kewajiban itu mereka buat agar terjadi organisasi yang baik dan terbuka dalam organisasi tersebut. Hak dan kewajiban yang mereka buat berdasarkan kepentingan bersama bukan kepentingan pribadi.

    9. Kehidupan sosial ( tata krama )
    Setelah dibentuk hak dan kewajiban, mereka akhirnya membangun membangun komunitas baru atau suatu wilayah. Mereka membangun komunitas baru atau wilayah tersebut secara bersama-sama atau gotong royong. Komunitas tersebut terdiri dari wilayah, pemimpin dan rakyat yang dipimpin. Di dalamnya juga terdapat pemerintahan dan tata krama. Kekuasaan di dalam komunitas baru ini dipimpin oleh pemimpin yang telah dipilih antara mereka berdua.

    Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran/perasaan yang diungkapkan kepada oranglain.

    Sosiologi adalah lmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejolak ekonomi, agama, politik dll.

    Jadi menurut saya hubungan antara ilmu sosial dan komunikasi saling berkesinambungan. Kehidupan sosial masyarakat dengan proses komunikasi tidak bisa lepas satu sama lain. Proses komunikasi dan sosial terus berjalan dan berkembang. Komunikasi dan masyarakat adalah hal yang tidak bisa dipisahkan. Tanpa komunikasi tidak mungkin manusia terbentuk. Sebaliknya, tanpa masyarakat manusia tidak mungkin dapat berkomunikasi.

    Suka

  11. Reblogged this on pujanggabuta and commented:
    USAHA MANUSIA UNTUK BERHASIL
    Pada suatu zaman, tinggallah seorang manusia . dia kebingungan tidak tahu mesti bagaimana. Terus dia melihat sebuah cahaya kelap kelip yang ada di bawah sebuah batu besar. Ketika dia mendekatinya. Dia menemukan sebuah permata/berlian sebesar kerikil. Setelah dia tahu bahwa benda itu sangat indah dia mulai berfikir dan beranggapan bahwa ada benda itu dibawah batu besar. Dia berusaha untuk mendorong batu besar itu sendirian. Tapi manusia itu tidak kuat. Setalah dia berusaha terus menerus berusaha. Dia tidak tau harus bagaimana.
    Manusia itu terbatas dan tidak mungkin hidup sendiri; Ketika manusia berhubungan dengan alam (saat ia mendorong batu) ternyata tidak berhasil sesuai dengan keinginan; kini ia sadar bahwa dirinya memiliki keterbatasan sehingga membutuhkan bantuan. Ketika manusia sadar bahwa memerlukan bantuan orang lain, lahirlah ide untuk memulai “komunikasi”.
    MENCOBA MEMINTA PERTOLONGAN
    Setelah beberapa jam bahkan hari manusia itu mencoba mendorong, dia pergi dari tempat tadi. Selang beberapa jangka tempat , si manusia melihat manusia lainnya. Dia mengampiri manusia tersebut. Tetapi dalam pertemuan tersebut si manusia pertama dengan manusia kedua . tidak dapat berkata. Jadi dalam berkomunikasi mereka hanya menggunakan bahasa tubuh. (agar manusia kedua paham arti maksud manusia pertama menghampiri). Setalah lama mereka melakukan komunikasi bahasa tubuh.
    Teori:
    Manusia berkomunikasi; Manusia berhubungan dengan memakai bahasa, bahasa lisan dan bahasa isyarat; sekarang manusia sadar bahwa harus berpikir dengan memakai logika ilmu pengetahuan.
    SEPAKAT UNTUK BEKERJA SAMA
    Si manusia kedua akhirnya mengerti maksud dari manusia si pertama. Si manusia pertama coba menarik-narik tangan si manusia kedua. Dengan sikap penuh semangat. Si manusia juga ikut semangat. Setelah sampai di tempat tujuan (tempat batu besar itu berada) . si manusia memberikan syarat. Dan akhirnya si manusia pertama sepakat untuk bekerja sama dengan si manusia kedua.
    Teori :
    Manusia itu bisa berpikir; Manusia pada mulanya memakai tenaga magic untuk menang dalam setiap masalah. Ada yang memakai jasa sapi atau kerbau saat membajak sawah, dan banyak contoh lainnya. Manusia membutuhkan sesamanya dengan memanggil orang lain untuk mendapatkan bantuan mendorong batu. Manusia itu bisa berfikir dan ada banyak akal, ketika ia gagal mendorong batu sendirian, ia mencari bantuan (Ilmu Sosial dimulai). Tentu ada upaya mengambil hati agar bisa berteman, ada upaya dominasi dan menakut-nakuti agar tunduk pada dirinya, ada upaya untuk menawarkan kerjasama dengan hasil dibagi dua. Semua relationship itu, telah menandai lahirnya Ilmu Komunikasi dan Sosiologi.
    MEMBAGI HASIL
    Setelah usaha sudah di lakukan . niat sudah dimantapkan . hati sudah di luruskan. Pikiran sudah konsentrasi. Tenaga sudah di kerahkan . manusia pertama dengan manusia kedua mendorong batu besar tersebut. Sempat memakan waktu agar batu dapat bergeser. Sedikit demi sedikit. Batu tersebut akhirnya bergeser. Dan ternyata si manusia pertama benar. Bahwa terdapat emas di bawah batu. Yang pada akhirnya emas tersebut di bagi berdua . sesuai dengan kesepakatan berdua. Bahwa harta tersebut akan di bagi berdua. Membagi hasil pun di lakukan.
    Teori :
    Terjadilah kesepakatan untuk mendorong batu dan mereka berhasil mencapai tujuan; disaat inilah mereka menyepakati banyak hal dalam hubungan sosial manusia. Melalui bahasa mereka memaknai semua pembicaraan menjadi sebuah kesepakatan. Sekalipun perjanjian mereka tidak tertulis tetapi mereka sangat menghormati kesepakatan mereka dengan integritas yang tinggi.
    SALING MEMBERI KESAN DAN PESAN
    Setelah proses membagi di lakukan. Si manusia pertama memberikan ucapan terima kasih kepada si manusia kedua. Mereka saling memberi kesan dan pesan . dengan cara bercanda bersama. Menghabiskan waktu bersama-sama. Hingga akhirnya si manusia kedua ingin per80, cerita itu menjelaskan bahwa mereka membangun infrastruktur secara bersama-sama. Nilai baru yang ditemukan adalah ‘gotong royong’ sebagai sifat dasar kehidupan manusia sejak awal. Dari pengalaman itu, terbentuklah pemerintahan (ada pemusatan kekuasaan pada satu orang untuk fungsi koordinasi). Bagaimana mengatur mereka untuk mencapai tujuan? Sekarang lihatlah negara kita sudah merdeka dan cikal bakal negara itu adalah dari individu. individu menjadi keluarga, keluarga menjadi komunitas dan akhirnya menjadi negara.

    Nama: Irfan Hindami
    Nim: 44114210020
    Broadcast UMB Kranggan

    Suka

  12. PARADIGMA ILMU SOSIAL DAN KOMUNIKASI
    Cerita ini menggambarkan hubungan atau relasi antara ilmu sosial dan komunikasi. Ini adalah rekontruksi ulang cerita seseorang yang mengangkat batu.
    ‘’ASAL MANUSIA MEMBUTUHKAN MANUSIA LAIN’’

    1. Usaha manusia untuk berhasil
    Ada seorang manusia manusia yang pergi ke hutan untuk mencari harta karun. Harta karun tersebut terletak di bawah batu besar yang ada di hutan. Ketika manusia itu pergi ke hutan dan mendapati batu yang dimaksud, ternyata batu tersebut sungguh sangat besar. Adanya niat dan usaha manusia tersebut untuk mengangkat batu tersebut sangat besar. Dia mencoba mengangkat batu besar tersebut, namun gagal dan gagal. Namun ia tidak putus asa, ia tetap mencoba.

    2. Meminta pertolongan kepada oranglain
    Ketika ia sedang mengangkat batu besar tersebut, ia melihat seorang manusia lain di dalam hutan tersebut, ia sadar ia tidak mempunyai tenaga magic dan ia tidak mampu mengangkat batu besar tersebut seorang diri. Ia akhirnya memanggil manusia tersebut untuk membantunya mengangkat batu besar tersebut. Disinilah terjadi komunikasi.

    3. Bekerjasama
    Ketika mereka berkomunikasi, dan terjadi persetujuan. manusia lain itu pun mau untuk membantu mengangkat batu tersebut, mereka bekerjasama untuk mengangkat batu besar tersebut. Di dalam hubungan bekerjasama ini mereka juga membuat persetujuan agar hasil dari harta karun tersebut dibagi dua. Dari sini telah terjadi lahirnya ilmu komunikasi dan sosiologi.

    4. Membagi hasil
    Setelah membuat perjanjian tersebut dan mereka berhasil mencapai tujuan mereka yaitu mengangkat batu besar untuk mendapatkan harta karun mereka pun membagi hasil secara adil. Disinilah mereka mulai berhubungan sosial antar manusia. Melalui komunikasi mereka melakukan perjanjian tersebut. Walaupun perjanjian mereka tidak tertulis tetapi mereka sama-sama adil dan menghormati perjanjian mereka tersebut.

    5. Memberi kesan
    Ketika mereka merasa kompak dan sudah mengenal satu sama lain. Mereka ingin membuat hukum non formal agar tidak terjadi kesalahpahaman atau konflik antara mereka.

    6. Silahturahmi
    Setelah terjadi aturan-aturan hukum yang telah mereka sepakati berdua, mereka merasa diantara mereka perlu dibuat organisasi agar mereka bisa bersama dan membangun silahturahmi antara mereka.

    7. Memilih pemimpin
    Setelah terjadi hukum non formal yang mereka buat, mereka merasa harus ada pemimpin diantara mereka berdua agar organisasi yang mereka bangun bisa terbentuk dengan baik, mereka memilih diantara mereka berdua sebagai pemimpin.

    8. Membagi hak dan kewajiban
    Setelah terpilih pemimpin diantara mereka, mereka juga membentuk pembagian hak dan kewajiban diantara mereka, hak dan kewajiban yang mereka buat harus secara adil dan transparan. Hak dan kewajiban itu mereka buat agar terjadi organisasi yang baik dan terbuka dalam organisasi tersebut. Hak dan kewajiban yang mereka buat berdasarkan kepentingan bersama bukan kepentingan pribadi.

    9. Kehidupan sosial ( tata krama )
    Setelah dibentuk hak dan kewajiban, mereka akhirnya membangun membangun komunitas baru atau suatu wilayah. Mereka membangun komunitas baru atau wilayah tersebut secara bersama-sama atau gotong royong. Komunitas tersebut terdiri dari wilayah, pemimpin dan rakyat yang dipimpin. Di dalamnya juga terdapat pemerintahan dan tata krama. Kekuasaan di dalam komunitas baru ini dipimpin oleh pemimpin yang telah dipilih antara mereka berdua.

    Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran/perasaan yang diungkapkan kepada oranglain.

    Sosiologi adalah lmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejolak ekonomi, agama, politik dll.

    Jadi menurut saya hubungan antara ilmu sosial dan komunikasi saling berkesinambungan. Kehidupan sosial masyarakat dengan proses komunikasi tidak bisa lepas satu sama lain. Proses komunikasi dan sosial terus berjalan dan berkembang. Komunikasi dan masyarakat adalah hal yang tidak bisa dipisahkan. Tanpa komunikasi tidak mungkin manusia terbentuk. Sebaliknya, tanpa masyarakat manusia tidak mungkin dapat berkomunikasi.

    Suka

  13. PARADIGMA ILMU SOSIAL DAN KOMUNIKASI
    Cerita ini menggambarkan hubungan atau relasi antara ilmu sosial dan komunikasi. Ini adalah rekontruksi ulang cerita seseorang yang mengangkat batu.
    ‘’ASAL MANUSIA MEMBUTUHKAN MANUSIA LAIN’’

    1. Usaha manusia untuk berhasil
    Ada seorang manusia manusia yang pergi ke hutan untuk mencari harta karun. Harta karun tersebut terletak di bawah batu besar yang ada di hutan. Ketika manusia itu pergi ke hutan dan mendapati batu yang dimaksud, ternyata batu tersebut sungguh sangat besar. Adanya niat dan usaha manusia tersebut untuk mengangkat batu tersebut sangat besar. Dia mencoba mengangkat batu besar tersebut, namun gagal dan gagal. Namun ia tidak putus asa, ia tetap mencoba.

    2. Meminta pertolongan kepada oranglain
    Ketika ia sedang mengangkat batu besar tersebut, ia melihat seorang manusia lain di dalam hutan tersebut, ia sadar ia tidak mempunyai tenaga magic dan ia tidak mampu mengangkat batu besar tersebut seorang diri. Ia akhirnya memanggil manusia tersebut untuk membantunya mengangkat batu besar tersebut. Disinilah terjadi komunikasi.

    3. Bekerjasama
    Ketika mereka berkomunikasi, dan terjadi persetujuan. manusia lain itu pun mau untuk membantu mengangkat batu tersebut, mereka bekerjasama untuk mengangkat batu besar tersebut. Di dalam hubungan bekerjasama ini mereka juga membuat persetujuan agar hasil dari harta karun tersebut dibagi dua. Dari sini telah terjadi lahirnya ilmu komunikasi dan sosiologi.

    4. Membagi hasil
    Setelah membuat perjanjian tersebut dan mereka berhasil mencapai tujuan mereka yaitu mengangkat batu besar untuk mendapatkan harta karun mereka pun membagi hasil secara adil. Disinilah mereka mulai berhubungan sosial antar manusia. Melalui komunikasi mereka melakukan perjanjian tersebut. Walaupun perjanjian mereka tidak tertulis tetapi mereka sama-sama adil dan menghormati perjanjian mereka tersebut.

    5. Memberi kesan
    Ketika mereka merasa kompak dan sudah mengenal satu sama lain. Mereka ingin membuat hukum non formal agar tidak terjadi kesalahpahaman atau konflik antara mereka.

    6. Silahturahmi
    Setelah terjadi aturan-aturan hukum yang telah mereka sepakati berdua, mereka merasa diantara mereka perlu dibuat organisasi agar mereka bisa bersama dan membangun silahturahmi antara mereka.

    7. Memilih pemimpin
    Setelah terjadi hukum non formal yang mereka buat, mereka merasa harus ada pemimpin diantara mereka berdua agar organisasi yang mereka bangun bisa terbentuk dengan baik, mereka memilih diantara mereka berdua sebagai pemimpin.

    8. Membagi hak dan kewajiban
    Setelah terpilih pemimpin diantara mereka, mereka juga membentuk pembagian hak dan kewajiban diantara mereka, hak dan kewajiban yang mereka buat harus secara adil dan transparan. Hak dan kewajiban itu mereka buat agar terjadi organisasi yang baik dan terbuka dalam organisasi tersebut. Hak dan kewajiban yang mereka buat berdasarkan kepentingan bersama bukan kepentingan pribadi.

    9. Kehidupan sosial ( tata krama )
    Setelah dibentuk hak dan kewajiban, mereka akhirnya membangun membangun komunitas baru atau suatu wilayah. Mereka membangun komunitas baru atau wilayah tersebut secara bersama-sama atau gotong royong. Komunitas tersebut terdiri dari wilayah, pemimpin dan rakyat yang dipimpin. Di dalamnya juga terdapat pemerintahan dan tata krama. Kekuasaan di dalam komunitas baru ini dipimpin oleh pemimpin yang telah dipilih antara mereka berdua.

    Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran/perasaan yang diungkapkan kepada oranglain.
    Sosiologi adalah lmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejolak ekonomi, agama, politik dll.

    Jadi menurut saya hubungan antara ilmu sosial dan komunikasi saling berkesinambungan. Kehidupan sosial masyarakat dengan proses komunikasi tidak bisa lepas satu sama lain. Proses komunikasi dan sosial terus berjalan dan berkembang. Komunikasi dan masyarakat adalah hal yang tidak bisa dipisahkan. Tanpa komunikasi tidak mungkin manusia terbentuk. Sebaliknya, tanpa masyarakat manusia tidak mungkin dapat berkomunikasi.

    Suka

  14. Paradigma Ilmu Sosial adalah suatu cara pandang (wordview) yang dipakai dalam mencari kebenaran tentang realitas dalam kehidupan sosial, termasuk mencari kebenaran tentang realitas dalam ilmu komunikasi seperti yang diceritakan orang yang mendorong batu besar yang berhasil karena adanya kerjasama . hal itu dikarenakan selalu berusaha dan tidak pantang menyerah untuk mencapai suatu keberhasilan dan saling ada kerjasama untuk memecahkan suatu permasalahan dan mengandalkannya untuk mencapai suatu hasil yang lebih baik . menurut Guba dan Lincolyn, paradigma ilmu sosial terbagi dalam :
    1.paradigma klasik (posistivis dan anti posistivis)
    2.paradigma kontruktif
    3.paradigma kritis
    ketiga paradigma diatas lebih sering digunakan dalam penelitian selain dari paradigma yang dikemukakan oleh ilmuwan sosial lainnya .

    PENGERTIAN SETIAP PARADIGMA

    1.Paradigma Klasik : paradigma yang menganalogikan ilmu sosial sebagai ilmu alam
    2.Paradigma Konstruktif : paradigma yang memandang ilmu sosial sebagai analisis sistematis terhadap pelaku sosial, yang dilakukan melalui pengamatan langsung dan rinci terhadap pelaku sosial
    3.Paradigma Kritis : paradigma yang memandang ilmu sosial sebagai sebuah proses yang kritis yang bertujuan menyatakan struktur nyata dalam kehidupan sosial .
    Paradigma Komunikasi adalah suatu ilmu pengetahuan sosial yang memiliki ciri ciri berkenaan dengan pemahaman tentang bagaimana orang berperilaku dalam menciptakan, mempertukarkan, serta menginterprestasikan pesan .
    Sejak manusia diciptakan sebagai makluk sosial, maka dia mempunyai tujuan dan ambisi hidup, dia mulai berhadapan dengan kebutuhan untuk berhubungan satu sama lain dan di dalam tatanan hubungan itulah manusia selalu berusaha untuk berkomunikasi dengan berbagai cara hal mengomunikasikan pikiran dan perasaan itu kadang kadang tampaknya sangat alamiah kadang kadang kita lakukan tanpa disadari . tujuan utama komunikasi yaitu untuk memindahkan pengertian yang dimiliki seseorang kepada penerima agar dia mempunyai pengertian baru setelah kita mengomunikasikan sesuatu .

    Suka

Apa Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s