PEMBELAJARAN TRANSFORMATION

DASAR MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN (3) Planing salah satu dari fungsi manajemen

Apa yang dimaksud dengan planing dalam fungsi manajemen? Kapankan proses planing dilakukan? Apakah sebelum bisnis di mulai atau sesuadah dimulai. Bagaimana Planing dirancang? Perencanaan bisa dirancang berdasarkan survey atau research yang mendalam, sehingga menghasilkan ‘Study Kelayakan” yang dijadikan alat mengambil keputusan. Tuliskan pendapat saudara dan tuliskan contoh kasus Bobot 40 (wajib) Minimal 500 kata

12 pemikiran pada “DASAR MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN (3) Planing salah satu dari fungsi manajemen

  1. Dear Bp. MRG,

    FUNGSI MANAJEMEN; Apa yang dimaksud dengan “PLANING” dalam fungsi manajemen? Kapankan proses planing dilakukan? Apakah sebelum bisnis di mulai atau sesudah bisnis dimulai. Bagaimana Planing dirancang?

    a). Apa yang dimaksud dengan planing dalam fungsi manajemen?
    Dalam ilmu menejemen menjelaskan bahwa salah satu fungsi pokok manajemen adalah perencanaan, dalam ilmu manajemen dijelaskan bahwa fungsi pokok manajemen terdiri dari perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Dalam manajemen, perencanaan adalah proses membuat tujuan organisasi untuk mencapai tujuan dan mengembangkan secara aktivitas kerja dalam organisasi. Perencanaan atau planning merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen, karena tanpa perencanaan fungsi pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tidak akan dapat berjalan. Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi pemahaman dari pernyataan yang memiliki 2 pengertian dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.

    b). Kapankan proses planing dilakukan? Apakah sebelum bisnis di mulai atau sesuadah dimulai?
    Proses planning dilakukan setelah menentukan ide dan gagasan dan menetapkan tugas dan tujuan, observasi dan analisa. Dan proses ini dilaksanakan sebelum bisnis di mulai. Karena tidak mungkin juga planning dilakukan setelah bisnis dimulai, itu akan membuat semua kacau karna kita juga tidak memiliki panduan khusus kedepannya. Belum lagi hambatan yang akan terjadi kedepannya, itu semua harus dipikirkan juga bergabung dengan dibuatnya planning tersebut. Setelah planning selesai dibuat, barulah kita mulai langkah awal untuk kemudian melanjutkan langkah-langkah berikutnya sesuai planning yang telah kita buat.

    c). Bagaimana planning dirancang?
    i). Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan. Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja. Jangan lupa pula untuk menentukan sasaran pasar. Menyiapkan segala sesuatu/peralatan-peralatan yang kelak akan dibutuhkan oleh bisnis yang akan kalian buat kedepannya.
    ii). Merumuskan keadaan saat ini. Pemahaman akan posisi perusahaan sekarang dari tujuan yang hendak di capai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencana dapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegitan lebih lanjut. Tahap kedua ini memerlukan informasi, terutama keuangan dan data statistik yang didapatkan melalui komunikasi dalam organisasi.
    iii). mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan. Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intern dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya, atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walaupun sulit dilakukan, antisipasi keadaan, masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalah bagian esensi dari proses perencanaan.
    iv). Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan. Jangan lupa membuat dampak positif dan negative dalam pembangunan bisnis tersebut dan membuat cara penyelesaian masalah yang terjadi di kedepannya. Tahap akhir dalam proses perencanaan meliputi pengembangan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut dan pemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) di antara berbagai alternatif yang ada. Jangan pernah mudah putus asa dalam mengembangkan berbagaiinovasi. Karna sejatinya, konsumen suka sama sesuatu yang baru, yang inovatif, kreatif. Terlebih untuk bangunan bisnis harus bisa menarik perhatian orang banyak.

    Note:
    Perencanaan bisa dirancang berdasarkan survey sehingga menghasilkan “studi kelayakan”.
    Perancangan bisnis dilakukan dengan perbedaan intenitas tertensu. Perbedaan intensitas studi kelayakan bisnis ditentukan oleh:
    1. Besarnya dana yang diinvestasikan. Umumnya semakin besar dana jumlah yang ditanamkan akan semakin mendalam studi yang perlu dilakukan.

    2. Tingkat ketidakpastian bisnis. Semakin sulit kita memprediksikan penghasilan penjualan, biaya, aliran kas, dan lain-lain, semakin berhati-hati dalam melakukan studi kelayakan. Hal ini misalnya untuk investasi pada produk-produk baru. Berbagai cara ditempuh untuk mengatasi ketidakpastian ini, dengan analisis sensitivitas, taksiran konservatif, dan sebagainya.

    3. Kompleksitas elemen-elemen yang mempengaruhi bisnis. Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu bisnis mungkin menjadi sangat kompleks, sehingga pihak yang melakukan studi kelayakan terhadap bisnis tersebut akan semakin berhati-hati.

    Suka

  2. Reblogged this on syechozi and commented:
    Apa yang dimaksud dengan planing dalam fungsi manajemen? Kapankan proses planing dilakukan? Apakah sebelum bisnis di mulai atau sesuadah dimulai. Bagaimana Planing dirancang?
    Dalam fungsi manajemen perencanaan ialah proses mendefinisikan suatu tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Proses planning dilakukan sebelum bisnis dimulai .
    A.Pengertian Planning
    1. Menurut Alfred Chandler
    Menyatakan bahwa strategi adalah tujuan jangka panjang dari suatu perusahaan, serta pendayagunaan dan alokasi semua sumber daya yang penting untuk mencapai tujuan tersebut.
    2. Menurut George A. Steiner
    Rencana atau plan adalah dokumen yang digunakan sebagai skema untuk mencapai tujuan. Rencana biasanya mancakupi alokasi sumber daya,jadwal dan tindakan-tindakan penting lainnya.
    Perencanaan bisa dirancang berdasarkan survey atau research yang mendalam, sehingga menghasilkan ‘Study Kelayakan” yang dijadikan alat mengambil keputusan.
    Berikut ini aspek-aspek yang harus diteliti dalam suatu Studi Kelayakan, yaitu :
    1. Aspek Juridis atau Hukum
    Menyangkut semua legalitas rencana bisnis yang akan kita laksanakan yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku.
    Misalnya sebuah perusahaan yang akan dibangun di sebuah lahan . Untuk dapat membangun perusahaan itu tentunya harus ada izin lokasi dari pemerintah setempat. Apakah kita memililki ketentuan hukum lainnya seperti Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum lainnya.
    • NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
    • Surat tanda daftar perusahaan
    • Surat izin tempat usaha dari pemda setempat
    • Surat tanda rekanan dari pemda setempat
    • SIUP setempat
    Jika kita sudah memenuhi ketentuan- ketentuan ini, maka kita sudah dapat mendirikan perusahaan secara hukum.
    2. Aspek sosial ekonomi dan budaya
    Menyangkut dampak yang diberikan kepada masyarakat sekitar karena adanya suatu kegiatan usaha tersebut, diantaranya:
    • Dari sisi budaya, apa dampak keberadaan bisnis kita terhadap kehidupan masyarakat, kebiasaan adat setempat, dan lain-lain.
    • Dari sudut ekonomi, seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk, apakah proyek dapat mengubah atau justru mengurangi income per capita penduduk setempat, pendapatan nasional atau upah rata-rata tenaga kerja setempat atau UMR.
    • Dan dari segi sosial, apakah dengan adanya bisnis kita, menjadi semakin ramai, lalu lintas semakin lancar, adanya jalur komunikasi, penerangan listrik dan lainnya, pendidikan masyarakat setempat dan untuk mendapatkan itu semua adalah dengan wawancara, kuesioner, dokumen, dan lain-lain. Untuk melihat apakah suatu proyek layak atau tidak dilakukan dengan membandingkan keinginan investor atau pihak yang terkait dengan sumber data yang terkumpul.
    3. Aspek pasar dan pemasaran
    menyangkut apakah ada peluang pasar untuk produk yang akan dihasilkan oleh kegiatan usaha kita, dengan melihat hal-hal berikut :
    • Potensi pasar
    • Jumlah konsumen potensial, konsumen yang mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli.
    • Tentang perkembangan/pertumbuhan penduduk
    • Daya beli, kemampuan konsumen dalam rangka membeli barang mencakup tentang perilaku, kebiasaan, preferensi konsumen, kecenderungan permintaan masa lalu, dll.
    • Pemasaran, menyangkut tentang starategi yang digunakan untuk meraih sebagian pasar potensial atau pelung pasar atau seberapa besar pengaruh strategi tersebut dalam meraih besarnya market share.
    4. Aspek teknis dan teknologi
    Menyangkut pemilihan lokasi, alat-alat, yang sesuai dengan hasil yang diinginkan, lay out, dan pemilihan teknologi yang sesuai.
    5. Aspek manajemen
    Menyangkut pembangunan dan operasional.
    6. Aspek keuangan
    Menyangkut sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya dengan tingkat biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan.
    Jika semua aspek telah terpenuhi, maka bisnis pun sudah layak dikembangkan

    Suka

  3. Reblogged this on dominiquehendra and commented:
    1. FUNGSI MANAJEMEN; Apa yang dimaksud dengan “PLANING” dalam fungsi manajemen? Kapankan proses planing dilakukan? Apakah sebelum bisnis di mulai atau sesudah bisnis dimulai. Bagaimana Planing dirancang?
    a) Apa yang dimaksud dengan planing dalam fungsi manajemen?
    Dalam ilmu menejemen menjelaskan bahwa salah satu fungsi pokok manajemen adalah perencanaan, dalam ilmu manajemen dijelaskan bahwa fungsi pokok manajemen terdiri dari perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Dalam manajemen, perencanaan adalah proses membuat tujuan organisasi untuk mencapai tujuan dan mengembangkan secara aktivitas kerja dalam organisasi. Perencanaan atau planning merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen, karena tanpa perencanaan fungsi pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tidak akan dapat berjalan. Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi pemahaman dari pernyataan yang memiliki 2 pengertian dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.
    b) Kapankan proses planing dilakukan? Apakah sebelum bisnis di mulai atau sesuadah dimulai?
    Proses planning dilakukan setelah menentukan ide dan gagasan dan menetapkan tugas dan tujuan, observasi dan analisa. Dan proses ini dilaksanakan sebelum bisnis di mulai. Karena tidak mungkin juga planning dilakukan setelah bisnis dimulai, itu akan membuat semua kacau karna kita juga tidak memiliki panduan khusus kedepannya. Belum lagi hambatan yang akan terjadi kedepannya, itu semua harus dipikirkan juga bergabung dengan dibuatnya planning tersebut. Setelah planning selesai dibuat, barulah kita mulai langkah awal untuk kemudian melanjutkan langkah-langkah berikutnya sesuai planning yang telah kita buat.
    c) Bagaimana planning dirancang?
    i) Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan. Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja. Jangan lupa pula untuk menentukan sasaran pasar. Menyiapkan segala sesuatu/peralatan-peralatan yang kelak akan dibutuhkan oleh bisnis yang akan kalian buat kedepannya.
    ii) Merumuskan keadaan saat ini. Pemahaman akan posisi perusahaan sekarang dari tujuan yang hendak di capai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencana dapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegitan lebih lanjut. Tahap kedua ini memerlukan informasi, terutama keuangan dan data statistik yang didapatkan melalui komunikasi dalam organisasi.
    iii) mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan. Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intern dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya, atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walaupun sulit dilakukan, antisipasi keadaan, masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalah bagian esensi dari proses perencanaan.
    iv) Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan. Jangan lupa membuat dampak positif dan negative dalam pembangunan bisnis tersebut dan membuat cara penyelesaian masalah yang terjadi di kedepannya. Tahap akhir dalam proses perencanaan meliputi pengembangan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut dan pemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) di antara berbagai alternatif yang ada. Jangan pernah mudah putus asa dalam mengembangkan berbagaiinovasi. Karna sejatinya, konsumen suka sama sesuatu yang baru, yang inovatif, kreatif. Terlebih untuk bangunan bisnis harus bisa menarik perhatian orang banyak.

    Note:
    Perencanaan bisa dirancang berdasarkan survey sehingga menghasilkan “studi kelayakan”.
    Perancangan bisnis dilakukan dengan perbedaan intenitas tertensu. Perbedaan intensitas studi kelayakan bisnis ditentukan oleh:
    1. Besarnya dana yang diinvestasikan. Umumnya semakin besar dana jumlah yang ditanamkan akan semakin mendalam studi yang perlu dilakukan.
    2. Tingkat ketidakpastian bisnis. Semakin sulit kita memprediksikan penghasilan penjualan, biaya, aliran kas, dan lain-lain, semakin berhati-hati dalam melakukan studi kelayakan. Hal ini misalnya untuk investasi pada produk-produk baru. Berbagai cara ditempuh untuk mengatasi ketidakpastian ini, dengan analisis sensitivitas, taksiran konservatif, dan sebagainya.
    3. Kompleksitas elemen-elemen yang mempengaruhi bisnis. Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu bisnis mungkin menjadi sangat kompleks, sehingga pihak yang melakukan studi kelayakan terhadap bisnis tersebut akan semakin berhati-hati.
    Tahapan untuk melakukan studi kelayakan bisnis:
    1. Identifikasi, dilakukan terhadap lingkungan untuk memperkirakan kesempatan dan ancaman dari usaha yang akan dilakukan.
    2. Perumusan, merupakan tahap untuk menerjemahkan kesempatan investasi ke dalam suatu rencana usaha ang konkret, dengan faktor-faktor yang penting dijelaskan secara garis besar.
    3. Penilaian, melakukan analisa dan menilai aspek pasar, teknik, keuangan dan perekonomian.
    4. Pemilihan, dilakukan mengingat adanya keterbatasan dan tujuan yang akan dicapai.
    5. Implementasi, menjalankan bisnis tersebut dengan tetap berpegang pada anggaran.

    Identifikasi kesempatan bisnis dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut, yaitu:
    1. Mempelajari impor. Impor menunjukkan bahwa masih ada (sebagian) pasar yang belum bias dipenuhi dengan produk dalam negeri. Apalagi jika ternyata impor ini memiliki kecenderungan meningkat, maka bias diperkirakan masih ada permintaan dari dalam negeri untuk produk/jasa tersebut.
    2. Menyelidiki material lokal. Jumlah material yang melimpah, harga murah dan kualitas yang baik dari material tersebut, semuanya menunjukkan untuk dieksploitasi lebih lanjut.
    3. Mempelajari keterampilan tenaga kerja. Untuk beberapa jenis industri, factor keterampilan tenaga kerja mungkin sangat menentukan. Tersedianya tenaga seperti ini dapat digunakan untuk membuat produk sejenis, namun tidak sama.
    4. Melakukan studi industri. Berbagai kesempatan dapat ditemukan untuk industri yang sedang berkembang. Perkembangan suatu sector industri menunjukkan masih terbukanya peluang bisnis di industri tersebut.
    5. Menerapkan kemajuan teknologi. Perubahan teknologi dari waktu ke waktu memungkinkan investor memanfaatkan teknologi tersebut sebelum pihak lain menggunakannya. Dengan demikian, investor tersebut akan memiliki ‘competitive advantage’ terlebih dahulu, sebelum akhirnya berkurang atau hilang karena penggunaan teknologi yang sama oleh investor lain.
    6. Mempelajari hubungan antar industri. Perkembangan suatu industri akan menciptakan kesempatan bagi industri lainnya, dengan memperhatikan dan menganalisis input dan output industri yang saling berkaitan.
    7. Menilai rencana pembangunan. Rencana pembangunan oleh pemerintah akan menciptakan kebutuhan akan produk/jasa yang sebelumnya belum dibuat.
    8. Melakukan pengamatan di tempat lain. Pembangunan di Negara atau wilayah lain mungkin dapat diterapkan di daerah kita.

    Suka

  4. FUNGSI MANAJEMEN
    Apa yang dimaksud dengan “PLANING” dalam fungsi manajemen? Kapankan proses planing dilakukan? Apakah sebelum bisnis di mulai atau sesudah bisnis dimulai. Bagaimana Planing dirancang?
    a. Apa yang dimaksud dengan planing dalam fungsi manajemen?
    Dalam ilmu manajemen dijelaskan bahwa fungsi pokok manajemen terdiri dari perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Dalam manajemen, perencanaan adalah proses membuat tujuan organisasi untuk mencapai tujuan dan mengembangkan secara aktivitas kerja dalam organisasi. Perencanaan atau planning merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen, karena tanpa perencanaan fungsi pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tidak akan dapat berjalan. Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi pemahaman dari pernyataan yang memiliki 2 pengertian dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.
    b. Kapankan proses planing dilakukan? Apakah sebelum bisnis di mulai atau sesuadah dimulai?
    Proses planning dilakukan setelah menentukan ide dan gagasan, serta menetapkan tugas dan tujuan, observasi dan analisa. Proses ini dilaksanakan sebelum bisnis di mulai. Karena tidak mungkin juga planning dilakukan setelah bisnis dimulai, karena akan membuat semua kacau. Belum lagi hambatan yang akan terjadi kedepannya, itu semua harus dipikirkan juga berkaitan dengan dibuatnya planning tersebut. Setelah planning selesai dibuat, barulah kita mulai langkah awal untuk kemudian melanjutkan langkah-langkah berikutnya sesuai planning yang telah kita buat.
    c. Bagaimana planning dirancang?
    Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan. Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja. Jangan lupa pula untuk menentukan sasaran pasar. Menyiapkan segala sesuatu/peralatan-peralatan yang kelak akan dibutuhkan oleh bisnis yang akan kalian buat kedepannya.
    Merumuskan keadaan saat ini. Pemahaman akan posisi perusahaan sekarang dari tujuan yang hendak di capai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencana dapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegitan lebih lanjut. Tahap kedua ini memerlukan informasi, terutama keuangan dan data statistik yang didapatkan melalui komunikasi dalam organisasi.
    mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan. Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intern dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya, atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walaupun sulit dilakukan, antisipasi keadaan, masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalah bagian esensi dari proses perencanaan.
    Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan. Jangan lupa membuat dampak positif dan negative dalam pembangunan bisnis tersebut dan membuat cara penyelesaian masalah yang terjadi di kedepannya. Tahap akhir dalam proses perencanaan meliputi pengembangan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut dan pemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) di antara berbagai alternatif yang ada. Jangan pernah mudah putus asa dalam mengembangkan berbagaiinovasi. Karna sejatinya, konsumen suka sama sesuatu yang baru, yang inovatif, kreatif. Terlebih untuk bangunan bisnis harus bisa menarik perhatian orang banyak.

    Nb:
    Pencanaan bisa dirancang berdasarkan survey sehingga menghasilkan “studi kelayakan”.
    Perancangan bisnis dilakukan dengan perbedaan intensitas tertentu. Perbedaan intensitas studi kelayakan bisnis ditentukan oleh:
    1. Besarnya dana yang diinvestasikan.
    Umumnya semakin besar dana jumlah yang ditanamkan akan semakin mendalam studi yang perlu dilakukan.
    2. Tingkat ketidakpastian bisnis.
    Semakin sulit kita memprediksikan penghasilan penjualan, biaya, aliran kas, dan lain-lain, semakin berhati-hati dalam melakukan studi kelayakan. Berbagai cara ditempuh untuk mengatasi ketidakpastian ini, dengan analisis sensitivitas, taksiran konservatif, dan sebagainya.
    3. Kompleksitas elemen-elemen yang mempengaruhi bisnis.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu bisnis mungkin menjadi sangat kompleks, sehingga pihak yang melakukan studi kelayakan terhadap bisnis tersebut akan semakin berhati-hati.
    Tahapan untuk melakukan studi kelayakan bisnis:
    1. Identifikasi
    Dilakukan terhadap lingkungan untuk memperkirakan kesempatan dan ancaman dari usaha yang akan dilakukan.
    Identifikasi kesempatan bisnis dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut, yaitu:
    a. Mempelajari impor
    Impor menunjukkan bahwa masih ada (sebagian) pasar yang belum bias dipenuhi dengan produk dalam negeri. Apalagi jika ternyata impor ini memiliki kecenderungan meningkat, maka bias diperkirakan masih ada permintaan dari dalam negeri untuk produk/jasa tersebut.
    b. Menyelidiki material lokal
    Jumlah material yang melimpah, harga murah dan kualitas yang baik dari material tersebut, semuanya menunjukkan untuk dieksploitasi lebih lanjut.
    c. Mempelajari keterampilan tenaga kerja
    Untuk beberapa jenis industri, factor keterampilan tenaga kerja mungkin sangat menentukan. Tersedianya tenaga seperti ini dapat digunakan untuk membuat produk sejenis, namun tidak sama.
    d. Melakukan studi industri
    Berbagai kesempatan dapat ditemukan untuk industri yang sedang berkembang. Perkembangan suatu sector industri menunjukkan masih terbukanya peluang bisnis di industri tersebut.
    e. Menerapkan kemajuan teknologi
    Perubahan teknologi dari waktu ke waktu memungkinkan investor memanfaatkan teknologi tersebut sebelum pihak lain menggunakannya. Dengan demikian, investor tersebut akan memiliki ‘competitive advantage’ terlebih dahulu, sebelum akhirnya berkurang atau hilang karena penggunaan teknologi yang sama oleh investor lain.
    f. Mempelajari hubungan antar industri
    Perkembangan suatu industri akan menciptakan kesempatan bagi industri lainnya, dengan memperhatikan dan menganalisis input dan output industri yang saling berkaitan.
    g. Menilai rencana pembangunan.
    Rencana pembangunan oleh pemerintah akan menciptakan kebutuhan akan produk/jasa yang sebelumnya belum dibuat.
    h. Melakukan pengamatan di tempat lain.
    Pembangunan di Negara atau wilayah lain mungkin dapat diterapkan di daerah kita.
    2. Perumusan
    Merupakan tahap untuk menerjemahkan kesempatan investasi ke dalam suatu rencana usaha ang konkret, dengan faktor-faktor yang penting dijelaskan secara garis besar.
    3. Penilaian
    Melakukan analisa dan menilai aspek pasar, teknik, keuangan dan perekonomian.
    4. Pemilihan
    Dilakukan mengingat adanya keterbatasan dan tujuan yang akan dicapai.
    5. Implementasi
    Menjalankan bisnis tersebut dengan tetap berpegang pada anggaran

    Suka

  5. Selamat malam, Pak Ranto. Mohon maaf saya menuliskan jawaban saya di kolom comment. Ini dikarenakan proses reblog saya tidak berhasil sedari tadi. Akan saya coba reblog kembali. Berikut jawaban dari saya.

    2. FUNGSI MANAJEMEN

    Apa yang dimaksud dengan “PLANING” dalam fungsi manajemen? Kapankan proses planing dilakukan? Apakah sebelum bisnis di mulai atau sesudah bisnis dimulai. Bagaimana Planing dirancang?

    a. Apa yang dimaksud dengan planing dalam fungsi manajemen?

    Fungsi Manajemen

    4 fungsi dasar Manajemen:

    • Perencanaan (planning)
    • Pengorganisasian (organizing)
    • Pengarahan dan memberikan pengaruh (directing / influencing
    • Pengawasan (controlling)

    Dalam manajemen, perencanaan adalah proses membuat tujuan organisasi untuk mencapai tujuan dan mengembangkan secara aktivitas kerja dalam organisasi. Perencanaan atau planning merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen, karena tanpa perencanaan fungsi pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tidak akan dapat berjalan. Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi pemahaman dari pernyataan yang memiliki 2 pengertian dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.

    Dalam perencanaan harus diputuskan :

    – Apa yang harus dilakukan
    – Kapan melakukannya
    – Bagaimana melakukannya
    – Siapa yang melakukannya

    Perencanaan (Pringle, 1991) = pemilihan sekumpulan kegiatan dan memutuskan apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa.

    b. Kapankan proses planing dilakukan? Apakah sebelum bisnis di mulai atau sesuadah dimulai?

    Perencanaan yang baik dapat dicapai dengan mempertimbangkan kondisi di waktu yang akan datang dalam mana perencanaan dan kegiatan yang diputuskan akan dilaksanakan, serta periode sekarang pada saat rencana dibuat.Proses planning dilakukan setelah menentukan ide dan gagasan, serta menetapkan tugas dan tujuan, observasi dan analisa. Proses ini dilaksanakan sebelum bisnis di mulai. Karena tidak mungkin juga planning dilakukan setelah bisnis dimulai, karena akan membuat semua kacau. Belum lagi hambatan yang akan terjadi kedepannya, itu semua harus dipikirkan juga berkaitan dengan dibuatnya planning tersebut. Setelah planning selesai dibuat, barulah kita mulai langkah awal untuk kemudian melanjutkan langkah-langkah berikutnya sesuai planning yang telah kita buat.

    c. Bagaimana planning dirancang?
    Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan. Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja. Jangan lupa pula untuk menentukan sasaran pasar. Menyiapkan segala sesuatu/peralatan-peralatan yang kelak akan dibutuhkan oleh bisnis yang akan kalian buat kedepannya.

    Merumuskan keadaan saat ini. Pemahaman akan posisi perusahaan sekarang dari tujuan yang hendak di capai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencana dapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegitan lebih lanjut. Tahap kedua ini memerlukan informasi, terutama keuangan dan data statistik yang didapatkan melalui komunikasi dalam organisasi. mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan. Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intern dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya, atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walaupun sulit dilakukan, antisipasi keadaan, masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalah bagian esensi dari proses perencanaan.

    Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan. Jangan lupa membuat dampak positif dan negative dalam pembangunan bisnis tersebut dan membuat cara penyelesaian masalah yang terjadi di kedepannya. Tahap akhir dalam proses perencanaan meliputi pengembangan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut dan pemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) di antara berbagai alternatif yang ada. Jangan pernah mudah putus asa dalam mengembangkan berbagaiinovasi. Karna sejatinya, konsumen suka sama sesuatu yang baru, yang inovatif, kreatif. Terlebih untuk bangunan bisnis harus bisa menarik perhatian orang banyak.

    Nb:
    Pencanaan bisa dirancang berdasarkan survey sehingga menghasilkan “studi kelayakan”.

    Perancangan bisnis dilakukan dengan perbedaan intensitas tertentu. Perbedaan intensitas studi kelayakan bisnis ditentukan oleh:
    1. Besarnya dana yang diinvestasikan.
    Umumnya semakin besar dana jumlah yang ditanamkan akan semakin mendalam studi yang perlu dilakukan.

    2. Tingkat ketidakpastian bisnis.
    Semakin sulit kita memprediksikan penghasilan penjualan, biaya, aliran kas, dan lain-lain, semakin berhati-hati dalam melakukan studi kelayakan. Berbagai cara ditempuh untuk mengatasi ketidakpastian ini, dengan analisis sensitivitas, taksiran konservatif, dan sebagainya.

    3. Kompleksitas elemen-elemen yang mempengaruhi bisnis.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu bisnis mungkin menjadi sangat kompleks, sehingga pihak yang melakukan studi kelayakan terhadap bisnis tersebut akan semakin berhati-hati.

    Tahapan untuk melakukan studi kelayakan bisnis:
    1. Identifikasi
    Dilakukan terhadap lingkungan untuk memperkirakan kesempatan dan ancaman dari usaha yang akan dilakukan.
    Identifikasi kesempatan bisnis dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut, yaitu:
    a. Mempelajari impor
    Impor menunjukkan bahwa masih ada (sebagian) pasar yang belum bias dipenuhi dengan produk dalam negeri. Apalagi jika ternyata impor ini memiliki kecenderungan meningkat, maka bias diperkirakan masih ada permintaan dari dalam negeri untuk produk/jasa tersebut.

    b. Menyelidiki material lokal
    Jumlah material yang melimpah, harga murah dan kualitas yang baik dari material tersebut, semuanya menunjukkan untuk dieksploitasi lebih lanjut.

    c. Mempelajari keterampilan tenaga kerja
    Untuk beberapa jenis industri, factor keterampilan tenaga kerja mungkin sangat menentukan. Tersedianya tenaga seperti ini dapat digunakan untuk membuat produk sejenis, namun tidak sama.

    d. Melakukan studi industri
    Berbagai kesempatan dapat ditemukan untuk industri yang sedang berkembang. Perkembangan suatu sector industri menunjukkan masih terbukanya peluang bisnis di industri tersebut.

    e. Menerapkan kemajuan teknologi
    Perubahan teknologi dari waktu ke waktu memungkinkan investor memanfaatkan teknologi tersebut sebelum pihak lain menggunakannya. Dengan demikian, investor tersebut akan memiliki ‘competitive advantage’ terlebih dahulu, sebelum akhirnya berkurang atau hilang karena penggunaan teknologi yang sama oleh investor lain.

    f. Mempelajari hubungan antar industri
    Perkembangan suatu industri akan menciptakan kesempatan bagi industri lainnya, dengan memperhatikan dan menganalisis input dan output industri yang saling berkaitan.

    g. Menilai rencana pembangunan.
    Rencana pembangunan oleh pemerintah akan menciptakan kebutuhan akan produk/jasa yang sebelumnya belum dibuat.

    h. Melakukan pengamatan di tempat lain.
    Pembangunan di Negara atau wilayah lain mungkin dapat diterapkan di daerah kita.

    2. Perumusan
    Merupakan tahap untuk menerjemahkan kesempatan investasi ke dalam suatu rencana usaha ang konkret, dengan faktor-faktor yang penting dijelaskan secara garis besar.

    3. Penilaian
    Melakukan analisa dan menilai aspek pasar, teknik, keuangan dan perekonomian.

    4. Pemilihan
    Dilakukan mengingat adanya keterbatasan dan tujuan yang akan dicapai.

    5. Implementasi
    Menjalankan bisnis tersebut dengan tetap berpegang pada anggaran.

    Suka

  6. Reblogged this on shantihalim and commented:
    2. FUNGSI MANAJEMEN
    Apa yang dimaksud dengan “PLANING” dalam fungsi manajemen? Kapankan proses planing dilakukan? Apakah sebelum bisnis di mulai atau sesudah bisnis dimulai. Bagaimana Planing dirancang?
    a. Apa yang dimaksud dengan planing dalam fungsi manajemen?
    Dalam ilmu manajemen dijelaskan bahwa fungsi pokok manajemen terdiri dari perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Dalam manajemen, perencanaan adalah proses membuat tujuan organisasi untuk mencapai tujuan dan mengembangkan secara aktivitas kerja dalam organisasi. Perencanaan atau planning merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen, karena tanpa perencanaan fungsi pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tidak akan dapat berjalan. Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi pemahaman dari pernyataan yang memiliki 2 pengertian dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.
    b. Kapankan proses planing dilakukan? Apakah sebelum bisnis di mulai atau sesuadah dimulai?
    Proses planning dilakukan setelah menentukan ide dan gagasan, serta menetapkan tugas dan tujuan, observasi dan analisa. Proses ini dilaksanakan sebelum bisnis di mulai. Karena tidak mungkin juga planning dilakukan setelah bisnis dimulai, karena akan membuat semua kacau. Belum lagi hambatan yang akan terjadi kedepannya, itu semua harus dipikirkan juga berkaitan dengan dibuatnya planning tersebut. Setelah planning selesai dibuat, barulah kita mulai langkah awal untuk kemudian melanjutkan langkah-langkah berikutnya sesuai planning yang telah kita buat.
    c. Bagaimana planning dirancang?
    Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan. Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja. Jangan lupa pula untuk menentukan sasaran pasar. Menyiapkan segala sesuatu/peralatan-peralatan yang kelak akan dibutuhkan oleh bisnis yang akan kalian buat kedepannya.
    Merumuskan keadaan saat ini. Pemahaman akan posisi perusahaan sekarang dari tujuan yang hendak di capai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencana dapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegitan lebih lanjut. Tahap kedua ini memerlukan informasi, terutama keuangan dan data statistik yang didapatkan melalui komunikasi dalam organisasi.
    mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan. Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intern dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya, atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walaupun sulit dilakukan, antisipasi keadaan, masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalah bagian esensi dari proses perencanaan.
    Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan. Jangan lupa membuat dampak positif dan negative dalam pembangunan bisnis tersebut dan membuat cara penyelesaian masalah yang terjadi di kedepannya. Tahap akhir dalam proses perencanaan meliputi pengembangan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut dan pemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) di antara berbagai alternatif yang ada. Jangan pernah mudah putus asa dalam mengembangkan berbagaiinovasi. Karna sejatinya, konsumen suka sama sesuatu yang baru, yang inovatif, kreatif. Terlebih untuk bangunan bisnis harus bisa menarik perhatian orang banyak.

    Nb:
    Pencanaan bisa dirancang berdasarkan survey sehingga menghasilkan “studi kelayakan”.
    Perancangan bisnis dilakukan dengan perbedaan intensitas tertentu. Perbedaan intensitas studi kelayakan bisnis ditentukan oleh:
    1. Besarnya dana yang diinvestasikan.
    Umumnya semakin besar dana jumlah yang ditanamkan akan semakin mendalam studi yang perlu dilakukan.
    2. Tingkat ketidakpastian bisnis.
    Semakin sulit kita memprediksikan penghasilan penjualan, biaya, aliran kas, dan lain-lain, semakin berhati-hati dalam melakukan studi kelayakan. Berbagai cara ditempuh untuk mengatasi ketidakpastian ini, dengan analisis sensitivitas, taksiran konservatif, dan sebagainya.
    3. Kompleksitas elemen-elemen yang mempengaruhi bisnis.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu bisnis mungkin menjadi sangat kompleks, sehingga pihak yang melakukan studi kelayakan terhadap bisnis tersebut akan semakin berhati-hati.
    Tahapan untuk melakukan studi kelayakan bisnis:
    1. Identifikasi
    Dilakukan terhadap lingkungan untuk memperkirakan kesempatan dan ancaman dari usaha yang akan dilakukan.
    Identifikasi kesempatan bisnis dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut, yaitu:
    a. Mempelajari impor
    Impor menunjukkan bahwa masih ada (sebagian) pasar yang belum bias dipenuhi dengan produk dalam negeri. Apalagi jika ternyata impor ini memiliki kecenderungan meningkat, maka bias diperkirakan masih ada permintaan dari dalam negeri untuk produk/jasa tersebut.
    b. Menyelidiki material lokal
    Jumlah material yang melimpah, harga murah dan kualitas yang baik dari material tersebut, semuanya menunjukkan untuk dieksploitasi lebih lanjut.
    c. Mempelajari keterampilan tenaga kerja
    Untuk beberapa jenis industri, factor keterampilan tenaga kerja mungkin sangat menentukan. Tersedianya tenaga seperti ini dapat digunakan untuk membuat produk sejenis, namun tidak sama.
    d. Melakukan studi industri
    Berbagai kesempatan dapat ditemukan untuk industri yang sedang berkembang. Perkembangan suatu sector industri menunjukkan masih terbukanya peluang bisnis di industri tersebut.
    e. Menerapkan kemajuan teknologi
    Perubahan teknologi dari waktu ke waktu memungkinkan investor memanfaatkan teknologi tersebut sebelum pihak lain menggunakannya. Dengan demikian, investor tersebut akan memiliki ‘competitive advantage’ terlebih dahulu, sebelum akhirnya berkurang atau hilang karena penggunaan teknologi yang sama oleh investor lain.
    f. Mempelajari hubungan antar industri
    Perkembangan suatu industri akan menciptakan kesempatan bagi industri lainnya, dengan memperhatikan dan menganalisis input dan output industri yang saling berkaitan.
    g. Menilai rencana pembangunan.
    Rencana pembangunan oleh pemerintah akan menciptakan kebutuhan akan produk/jasa yang sebelumnya belum dibuat.
    h. Melakukan pengamatan di tempat lain.
    Pembangunan di Negara atau wilayah lain mungkin dapat diterapkan di daerah kita.
    2. Perumusan
    Merupakan tahap untuk menerjemahkan kesempatan investasi ke dalam suatu rencana usaha ang konkret, dengan faktor-faktor yang penting dijelaskan secara garis besar.
    3. Penilaian
    Melakukan analisa dan menilai aspek pasar, teknik, keuangan dan perekonomian.
    4. Pemilihan
    Dilakukan mengingat adanya keterbatasan dan tujuan yang akan dicapai.
    5. Implementasi
    Menjalankan bisnis tersebut dengan tetap berpegang pada anggaran.

    Suka

  7. Reblogged this on natasyasaragih and commented:
    a) Apa yang dimaksud dengan planing dalam fungsi manajemen?
    Dalam ilmu menejemen menjelaskan bahwa salah satu fungsi pokok manajemen adalah perencanaan, dalam ilmu manajemen dijelaskan bahwa fungsi pokok manajemen terdiri dari perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Dalam manajemen, perencanaan adalah proses membuat tujuan organisasi untuk mencapai tujuan dan mengembangkan secara aktivitas kerja dalam organisasi. Perencanaan atau planning merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen, karena tanpa perencanaan fungsi pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tidak akan dapat berjalan. Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi pemahaman dari pernyataan yang memiliki 2 pengertian dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.
    b) Kapankan proses planing dilakukan? Apakah sebelum bisnis di mulai atau sesuadah dimulai?
    Proses planning dilakukan setelah menentukan ide dan gagasan dan menetapkan tugas dan tujuan, observasi dan analisa. Dan proses ini dilaksanakan sebelum bisnis di mulai. Karena tidak mungkin juga planning dilakukan setelah bisnis dimulai, itu akan membuat semua kacau karna kita juga tidak memiliki panduan khusus kedepannya. Belum lagi hambatan yang akan terjadi kedepannya, itu semua harus dipikirkan juga bergabung dengan dibuatnya planning tersebut. Setelah planning selesai dibuat, barulah kita mulai langkah awal untuk kemudian melanjutkan langkah-langkah berikutnya sesuai planning yang telah kita buat.
    c) Bagaimana planning dirancang?
    i) Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan. Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja. Jangan lupa pula untuk menentukan sasaran pasar. Menyiapkan segala sesuatu/peralatan-peralatan yang kelak akan dibutuhkan oleh bisnis yang akan kalian buat kedepannya.
    ii) Merumuskan keadaan saat ini. Pemahaman akan posisi perusahaan sekarang dari tujuan yang hendak di capai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencana dapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegitan lebih lanjut. Tahap kedua ini memerlukan informasi, terutama keuangan dan data statistik yang didapatkan melalui komunikasi dalam organisasi.
    iii) mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan. Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intern dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya, atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walaupun sulit dilakukan, antisipasi keadaan, masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalah bagian esensi dari proses perencanaan.
    iv) Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan. Jangan lupa membuat dampak positif dan negative dalam pembangunan bisnis tersebut dan membuat cara penyelesaian masalah yang terjadi di kedepannya. Tahap akhir dalam proses perencanaan meliputi pengembangan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut dan pemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) di antara berbagai alternatif yang ada. Jangan pernah mudah putus asa dalam mengembangkan berbagaiinovasi. Karna sejatinya, konsumen suka sama sesuatu yang baru, yang inovatif, kreatif. Terlebih untuk bangunan bisnis harus bisa menarik perhatian orang banyak.

    Note:
    Perencanaan bisa dirancang berdasarkan survey sehingga menghasilkan “studi kelayakan”.
    Perancangan bisnis dilakukan dengan perbedaan intenitas tertensu. Perbedaan intensitas studi kelayakan bisnis ditentukan oleh:
    1. Besarnya dana yang diinvestasikan. Umumnya semakin besar dana jumlah yang ditanamkan akan semakin mendalam studi yang perlu dilakukan.
    2. Tingkat ketidakpastian bisnis. Semakin sulit kita memprediksikan penghasilan penjualan, biaya, aliran kas, dan lain-lain, semakin berhati-hati dalam melakukan studi kelayakan. Hal ini misalnya untuk investasi pada produk-produk baru. Berbagai cara ditempuh untuk mengatasi ketidakpastian ini, dengan analisis sensitivitas, taksiran konservatif, dan sebagainya.
    3. Kompleksitas elemen-elemen yang mempengaruhi bisnis. Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu bisnis mungkin menjadi sangat kompleks, sehingga pihak yang melakukan studi kelayakan terhadap bisnis tersebut akan semakin berhati-hati.
    Tahapan untuk melakukan studi kelayakan bisnis:
    1. Identifikasi, dilakukan terhadap lingkungan untuk memperkirakan kesempatan dan ancaman dari usaha yang akan dilakukan.
    2. Perumusan, merupakan tahap untuk menerjemahkan kesempatan investasi ke dalam suatu rencana usaha ang konkret, dengan faktor-faktor yang penting dijelaskan secara garis besar.
    3. Penilaian, melakukan analisa dan menilai aspek pasar, teknik, keuangan dan perekonomian.
    4. Pemilihan, dilakukan mengingat adanya keterbatasan dan tujuan yang akan dicapai.
    5. Implementasi, menjalankan bisnis tersebut dengan tetap berpegang pada anggaran.

    Identifikasi kesempatan bisnis dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut, yaitu:
    1. Mempelajari impor. Impor menunjukkan bahwa masih ada (sebagian) pasar yang belum bias dipenuhi dengan produk dalam negeri. Apalagi jika ternyata impor ini memiliki kecenderungan meningkat, maka bias diperkirakan masih ada permintaan dari dalam negeri untuk produk/jasa tersebut.
    2. Menyelidiki material lokal. Jumlah material yang melimpah, harga murah dan kualitas yang baik dari material tersebut, semuanya menunjukkan untuk dieksploitasi lebih lanjut.
    3. Mempelajari keterampilan tenaga kerja. Untuk beberapa jenis industri, factor keterampilan tenaga kerja mungkin sangat menentukan. Tersedianya tenaga seperti ini dapat digunakan untuk membuat produk sejenis, namun tidak sama.
    4. Melakukan studi industri. Berbagai kesempatan dapat ditemukan untuk industri yang sedang berkembang. Perkembangan suatu sector industri menunjukkan masih terbukanya peluang bisnis di industri tersebut.
    5. Menerapkan kemajuan teknologi. Perubahan teknologi dari waktu ke waktu memungkinkan investor memanfaatkan teknologi tersebut sebelum pihak lain menggunakannya. Dengan demikian, investor tersebut akan memiliki ‘competitive advantage’ terlebih dahulu, sebelum akhirnya berkurang atau hilang karena penggunaan teknologi yang sama oleh investor lain.
    6. Mempelajari hubungan antar industri. Perkembangan suatu industri akan menciptakan kesempatan bagi industri lainnya, dengan memperhatikan dan menganalisis input dan output industri yang saling berkaitan.
    7. Menilai rencana pembangunan. Rencana pembangunan oleh pemerintah akan menciptakan kebutuhan akan produk/jasa yang sebelumnya belum dibuat.
    8. Melakukan pengamatan di tempat lain. Pembangunan di Negara atau wilayah lain mungkin dapat diterapkan di daerah kita.

    Suka

Apa Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s