Dasar Manajemen dan Kepemimpinan (1) Leader or Manager, Apa bedanya?

1. Leader melakukan inovasi, sedangkan manajer mengelola.

2. Leader menginspirasi sementara manajer bergantung pada kontrol.

3. Pemimpin bertanya “what” dan “why,” sedangkan manajer bertanya “how”.

Sdr diharapkan untuk menjelaskan dan memberi contoh masing-masing item di atas

Wajib di jawab Bobot 40, masing-masing item harus disertai contoh minimal 500 kata

 

 

18 pemikiran pada “Dasar Manajemen dan Kepemimpinan (1) Leader or Manager, Apa bedanya?

  1. Dear Bp MRG, Maaf ya Pak saya jawab di kolom komentar (tidak bisa direblog)🙂

    1. Leader melakukan inovasi, sedangkan manajer mengelola.

    Jawaban :

    Leader melakukan inovasi atau bisa di sebut juga sebagai konseptor, sebagaimana seoran leader harus mampu menciptakan ide-ide atau gagasan yang baru untuk kemajuan perusahan. Bukan hanya menciptakan ide-ide baru melainkan harus mampu menggerakan seluruh bagian organiasi agar mampu juga berpikir maju. Tanggung jawab Team Leader sangat bervariasi, tetapi biasanya mencakup beberapa tanggung jawab untuk membangun tim dan memastikan kerja sama tim. Istilah ini digunakan untuk menekankan sifat dari tim

    Sedangkan seorang manager adalah orang yang memegang kekuasaan tertinggi dalam kegiatan manajem bahkan di tutut mampu untuk mengelola dan merencakan suatu konsep yang di buat oleh leader dengan segala perencanaan yang matang dan sesuai agar konsep itu dapat berjalan dengan baik dan target pun dapat terpenuhi juga.

    Sebagai contohnya di perusahaan tempat saya bekerja. Saya bekerja di bidang travel agent, dimana kita harus dapat memenuhi kebutuhan perjalanan sesorang dalam berwisata ke suatu tempat yang mungkin sudah pernah di kunjungi ataupun belum. Seorang leader di perusahaan saya meminta agar membuat sebuah pameran tunggal agar dapat memenuhi target dan nama travel agent itu dapat di kenal orang lebih luas lagi. Untuk hal seperti tugas seorang manajer sangat dibutuhkan, dimana manajer harus merencanakan segala sesuatu nya, di mulai dari tempat penyelenggara yang tepat dan menentukan siapa sasarannya, product apa yang akan di jual di sana, mengadakan program apa agar menarik calon pembeli mungkin dari segi pembayaran cicilan yang 0% atau memberikan sovernir bagi yang membeli product kami. Dan dalam pelaksanaannya pun seorang manajer harus mampu mengkoordinasikan team atau pegawai yang lain untuk menjaga stand pameran tersebut. Untuk melayani customer sebaiknya manager juga harus memberikan motivasi dan saran kepada team yang bertugas pameran agar dapat melayani tamu dengan baik. Dalam segi pelaksaan, manajer juga harus memperhatikan dalam segi biaya pengeluaran dan bagian-bagian yang terkait dalam pelaksaan pameran ini. Seluruh manajer sesuai dengan divisinya harus mengadakan meeting dengan leader untuk membahasan pelaksaan pameran ini. Pada akhir pameran selesai, tugas manajer masih di butuhkan untuk melaporkan segala aktifitas dan hasil yang telah di capai ke Leader. Olehkarena itu peran Leader dan Manajer jelas berbeda.

    2. Leader menginspirasi sementara manajer bergantung pada kontrol.

    Karyawan tidak diberitahu apa yang harus dilakukan lagi. Tetapi Leader mempengaruhi pilihan mereka dan membantu mereka dalam mencapai tujuan perusahaan. Leader tidak memerintahkan mereka, tetapi Leader mengarahkan tim ke sudut pandang leader. Leader tidak mendikte, tetapi menginspirasi! Leader dapat belajar bagaimana untuk menyampaikan inspirasi ini dengan berfokus pada pengembangan tim kerja leader.

    Sebagai seorang Leader ditutut harus mampu memberikan inspirasi bagi orang lain atau orang yang terkait dalam suatu perusahaan maupun organisasi. Hal ini bertujuan untuk memberikan yang tebaik. Leader bukan hanya memerintah tetapi juga harus memberikan contoh kepada anak buahnya, karena leader adalah sebagai cermin sosok pemimpin yang bediri di depan dan di ikuti orang di belakangnya. Jika semakin banyak orang yang berdiri di barisan berarti mereka itu telah mempercayai anda itu sebagai leader. Karena anda telah di jadikan inspirasi bagi mereka. Di Dalam dunia perusahaan banyak sekali kompetitor. Olehkarena itu sangat dibutuhkan leader yang tepat untuk dapat mengatur misi dan strategi perusahaan agar tidak tersiangi oleh kompetitor lainnya.

    Sedangkan tugas manajer adalah untuk mepertahankan kontrol team dengan membantu mereka dalam segi penunjang financial dan potensi-potensi yang ada di dalam diri mereka. Cara manajer agar dapat melakukannya dengan efektif adalah lebih mengenal team nya agar dapat memahami dan mengerti apa saja yang mereka butuhkan. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan aset perusahaan yaitu karyawan agar merasa nyaman dan dapat bekerja dengan baik dalam mencapai keberhasilan perusahaan. Mungkin dengan cara nego gaji, atau keputusan-keputusan lain nya seperti pembagian tugas dan penempatan jabatan

    Dalam contohnya jika di suatu perusahaan terdapat masalah yang telah di timbulkan oleh karyawannya, maka dia harus berdiskusi dengan atas nya sesuai struktur organisasi yang ada. Mungkin bisa di diskusikan dengan manajer bagaimana mencari jalan keluar untuk menyelesaikan masalah itu. Sebagi manajer, segala sesuatu nya tidak dapat di putuskan secara sepihak karena ia bergantung pada kontrol. Segala jalan keluar di kumpulkan dan manajer harus merundingkan dulu ke Leader cara mana yang harus di pilih untuk menyelesaikan masalah itu. Jika dalam diskusi tersebut sudah di pilih jalan keluar nya dan sudah mendapat keputusan. Maka manajer berhak untuk bertindak

    3. Pemimpin bertanya “what” dan “why,” sedangkan manajer bertanya “how”.

    Untuk bertanya apa dan mengapa Anda harus mampu mempertanyakan mengapa orang lain melakukan tindakan-tindakan tertentu yang terjadi. Kadang-kadang ini mengharuskan Anda menantang atasan. Ini berarti bahwa mereka mampu stand up untuk manajemen ketika mereka berpikir sesuatu yang perlu dilakukan bagi perusahaan. Pemimpin tidak selalu benar tentunya.
    Jika perusahaan Anda mengalami kegagalan, pekerjaan leader adalah untuk datang dan berkata, “Apa yang kita pelajari dari hal ini?” Dan “Bagaimana kita menggunakan kegagalan ini untuk memperjelas tujuan kita atau mendapatkan sesuatu yang lebih baik?”
    Sebaliknya, manajer tidak benar-benar berpikir tentang apa artinya kegagalan.Tugas mereka adalah untuk bertanya “bagaimana” dan “kapan” untuk memastikan mereka melaksanakan rencana yang sesuai. Drucker menulis bahwa manajer menerima status quo dan lebih seperti tentara di militer. Mereka tahu bahwa perintah dan rencana yang penting dan tugas mereka adalah untuk menjaga visi mereka pada tujuan perusahaan saat ini.

    Suka

  2. Untuk soal no 1 dari kemaren saya coba reblog gagal terus pak..akhirny saya cantumkan di kolom comment aja ya pak,,,

    a) Leader melakukan inovasi sedangkan manager mengelola.
    Hal dimaksud tersebut mengandung arti bahwa seorang leader atau pemimpin adalah orang yang datang dengan ide – ide baru dan menggerakkan organisasi ke dalam fase berpikir yang lebih maju atau terdepan. Orang seperti ini harus terus menerus mengembangkan strategi serta taktik baru. Dan dia haru memiliki pengetahuan tentang tren baru, penelitian , dan keahlian.
    Di sisi yang lain peran seorang manajer adalah mempertahankan apa yang sudah diterapkan. Dan orang ini harus mempertahankan kontorl serta gangguan dalam organisasi yang mungkin ada. Manajer adalah seseorangh yang menetapkan target yang tepat, tolsk ukur, analisis, dan menilai hasil kerja. Manajer merupakan orang yang memahami dengan siapa bisa bekerja sama serta tahu mana orang yang terbaik untuk tugas tugas tertentu.
    Contoh Inovasi di PT.Sosro
    Salah satu prinsip inovasi yang dilakukan oleh Sosroadjojo pada tahun 1970 adalahmenerapkan satu prinsip bahwa inovasi harus dimulai dengan ide yang sederhana, mudah danfocus pada satu tujuan. Dulu orang tak pernah membayangkan Teh Botol Sosro bias merajalelaseperti sekarang. Pada tahun tersebut masyarakat menanggapi inovasi yang dilakukan olehSosrodjojo dengan sorot mata bertanya-tanya. Aneh saja,
    mosok
    Teh dimasukkan botol. Terlebih buat sekelompok orang yang masih meritualkan acara atau momen minum Teh.Seperti dikutip dari majalah SWA edisi XXI tahun 2005, pakar ataupun praktisi pemasaran manapun pasti setuju, bukan pekerjaan mudah memperkenalkan kategori produk baru
    kepada khalayak konsumen. Apalagi, kalau kategori itu “memaksa” ora
    ng untuk meninggalkantradisi atau kebiasaan masyarakat yang telah berlangsung berabad-abad (yakni, minum Teh darigelas atau cangkir). Sungguh sulit mengubah kebiasaan lama. Namun karena Sosrodjojo memiliki modal manusia yang merupakan pendukungterjadinya inovasi, khususnya modal kreativitas, modal intelektual, modal emosional, modalsocial dan modal keuletan (adversity). Hal ini dibuktikan dengan kesabaran dan kegigihan perusahaan keluarga ini dan juga kemauan unt uk terus belajar dan mengembangkan berbagaimacam cara untuk memasarkan produk tersebut untuk mendapatkan tempat di hati masyarakat.Mulai dari edukasi pasar sederhana melalui strategi cicip rasa di kawasan Senen, Jakarta Pusat,hingga membombardir pasar lewat iklan di berbagai media cetak ataupun elektronik. Dahulumereka memilih pasar sasaran para sopir atau orang-orang yang lalu lalang disekitar Jalan GajahMada, Jakarta Barat dan Pasar Senen, Jakarta Pusat.Kini semua usaha tersebut telah terbayar, Teh Botol Sosro telah menjelma menjadi raja bagi produk Teh dalam kemasan botol. Pangsa pasarnya diperkirakan sekitar 90%. Danomsetnya di tahun 2004 ditaksir bernilai lebih dari Rp 2 triliun. Bahkan dari segi volume, TehBotol Sosro telah mampu menyalip multinasional Coca-Cola yang didistribusikan di Indonesiasejak tahun 1930.Modal intelektual sangat berperan dalam menerapkan strategi utama dalam mendukung pertumbuhan produk Teh Botol Sosro di Indonesia. Pemahaman terhadap esensi dan karakter bisnis yang ditekuninya membuat PT Sinar Sosro menerapkan inovasi strategi dan metode.Strategi distribusi botol dua jalur yang rapat diciptakan oleh Sosro. Dalam strategi ini PT SinarSosro menyiapkan pasukan dan armada distribusi yang sigap menyerbu bukan saja daerah pemasaran baru tetapi juga mengambil botol-botol kosong yang siap untuk diantar kembali ke pabrik. Sosro berinvastasi sangat panyak pada produksi botol-botolnya, bahkan sebanyak empathingga lima kali dari jumlah produksi Teh Botolnya. Sampai saat ini belum ada pesaing yangmampu menandingi kesigapan Sosro.Distribusi yang kuat terbilang penting, karena di industry Teh botol, faktor preferensi belum sedominan di industry rokok. Direktur pengelola Strategic Management Services, Vincent Wenas mengatakan bahwa “Yang paling penting memang availability.” Orang kadang tidak peduli kalau di warung ada Te Kita, sementara Teh Botol Sosro belum disuplai, mereka pastiakan minum yang ada saja. Berbeda dengan rokok, apabila konsumen biasa menghisap Dji SamSoe, jika tidak ada di warung, maka konsumen akan mencar di tempat lain. Dji Sam Soe sudah masuk ke tingkatan brand preferensi, minuman belum sampai tingkatan itu. Sosro belum jadi preferensi sehari-hari.Tidak hanya itu, inovasi strategi untuk menghemat biaya distribusi juga dilakukan, yaitudengan membangun pabrik-pabrik di berbagai kota penting di Indonesia untuk medekatiwilayah-wilayah pemasarannya. Terhitung sudah delapan pabrik yang dimiliki oleh PT SinarSosro, yang terletak di Bekasi, Gresik, Ungaran, Medan, Pandeglang, Gianyar dan Cibitung.Modal moral dan integritas digabung dengan intelektual dan kreativitas mendukung PTSinar Sosro untuk menjaga produknya dari pesaing-pesaingnya. Hal ini terlihat ketika dominasiTen Botol Sosro berusaha digoyang oleh Coca-Cola yang meluncurkan Frestea, serta Pepsidengan Tekita, PT Sinar Sosro mampu menjawabnya dengan cerdik, dengan menerapkan prinsip Blue Ocean Strategy, Sosro tidak serta merta melawan secara frontal serangan itu, melainkanmemindahkan daerah pertempuran dengan menciptakan merek baru, Fruit Tea dan S-Tea. DanFruit Tea dan S-Tea inilah yang berjibaku melawan kedua merek dari perusahaan multinasionaltersebut. Upaya itu tampaknya berhasil, karena konsumen cenderung mempersepsikan keempat merek tersebut Frestea, Fruit Tea,Tekita dan S-Tea – berada dalam kelas atau kategori yangsejenis. Pada saat bersamaan Teh Botol Sosro terus melenggang sendiri tanpa pesaing yang berarti.Modal kepemimpinan Sosrodjojo yang visioner, sinergistik dan transformasional jugaikut andil dalam membawa PT Sinar Sosro menuju kejayaannya. Hal ini terlihat dengan masihsolidnya keluarga Sosrodjojo hingga generasi ketiga ini dalam memimpin PT Sinar Sosro.Sebagai perusahaan keluarga, PT Sinar Sosro memiliki resiko yang besar, karena jika terjadi perpecahan keluarga, maka perusahaan juga dapat ikut pecah dan hancur.

    b) Leader menginspirasi sementara manajer bergantung pada kontrol.
    Seorang pemimpin merupakan orang yang mampu menginspirasi orang lain untuk menjadi yang terbaik dan tahu cara yang tepat mengatur tempo serta kecepatan untuk seluruh kelompok. Kepemimpinan adalah bukan apa yang anda lakukan melainkan apa yang orang lain lakukan sebagai respon dari anda. Jika tidak ada yang muncul dari barisan anda berarti anda bukanlah seorang pemimpin.
    Sebagai contoh, apabila orang memutuskan untuk ikut dalam ” kapal ” anda karena anda telah menginspirasi mereka, maka itu berarti bahwa anda telah membuat suatu ikatan kepercayaan didalam perusahaan. Ini merupakan hal yang penting karena jika bisnis berubah dengan cepat dan membutuhkan orang untuk percaya dalam suatu misi, maka orang ini dapat menjadi pilihan tepat.
    Seorang manajer, tugas mereka adalah untuk mempertahankan kontrol atas orang dengan membantu mereka mengembangkan aset mereka sendiri dan mengeluarkan bakat mereka yang terbesar. Untuk melakukan ini secara efektif , anda harus tahu orang orang yang bekerja dengan dan memahami kepentingan mereka serta passionnya.
    Seorang manajer kemudian menciptakan keputusan tentang gaji, promosi penempatan, dan melalui komunikasi dengan tim. Mengelola proyek adalah satu hal, memberdayakan orang lain adalah hal lain.
    c) 3. Pemimpin bertanya ” what ” dan ” why ” sednagkan manajer bertanya ” how ”
    Untuk bertanya apa dan mengapa anda harus mampu mempertanyakan mengapa orang lain melakukan tindakan tindakan tertentu yang terjadi. Kadang kadang ini mengharuskan anda menentang atasan. Ini berarti bahwa mereka mampu stan up untuk manajemen ketika mereka berpikir sesuatu yang perku dilakukan untuk perusahaan. Pemimpin tidaklah selalu benar tentunya.
    Jika perusahaan anda mengalami kegagalan, pekerjaan leader adalah untuk datang dan berkata, ” Apa yang kita pelajari dari hal ini ? ” dan ” Bagaimana kita menggunakan kegagalan ini untuk memperjelas tujuan kita atau mendapatkan sesuatu yang lebih baik ? ”
    Sebaliknya, manajer tidak benar – benar berpikir tentang apa artinya kegagalan.
    Tugas mereka hanyak bertanya ” bagaimana ” dan ” kapan ” untuk memastikan mereka melakukan rencana yang sesuai. Mereka mengetahui bahwa perintah dan rencana yang penting dan tugas mereka adalah untuk menjaga visi mereka pada tujuan perusahaan saat ini.
    Untuk menjadi seorang GREAT LEADER , anda perlu mengubah paradigma dari ” Saya mau jabatan dimana semua orang akan mengikuti saya ” menjadi ” Saya mau menjadi orang yang diikuti banyak orang “. Kebanyakan manajer merasa sudah ada pada zona aman, yaitu dengan posisi/ jabatan yang dimiliki akan membuat bawahana mereka patuh dan mengikuti mereka. Bisa saja bawahan patuh dan mengikuti akan tetapi nila itu lakukan secara terpaksa tentu tidak akan bertahan lama dan tidak akan berjalan efektif.
    Konsekuensi dari hal tersebut adalah anda harus mampu mengembangkan dan meng-upgrade kemampuan dalam diri anda terus menerus sehingga dapat terus menginspirasi dan memotivasi tim anda untuk mencapai yang lebih baik.

    Suka

  3. mohon maaf Pa saya kirim di comment, sebelumnya terimakasih semoga sukses selalu Pa,

     Leader slalu berinovasi, creative, pandai dalam melihat masalah dan mau terjun kebawah melihat kondisi dibawahnya, sedangkan manajer mengandalkan kekuasaan untuk mengola yang ada.
    Ini berarti bahwa seorang leader atau pemimpin adalah orang yang datang dengan ide-ide baru dan menggerakkan seluruh organisasi ke dalam fase berpikir untuk maju. Orang ini harus terus-menerus mengembangkan strategi-strategi dan taktik baru . Dia harus memiliki pengetahuan tentang tren terbaru, penelitian, dan keahlian.

    Di sisi lain, manajer mempertahankan apa yang telah ditetapkan. Orang ini harus mempertahankan kontrol dan mengatasi gangguan dalam organisasi yang mungkin ada.

    Dalam bukunya The Wall Street Journal Essential Guide to Management: Lasting Lessons from the Best Leadership Minds of Our Time, Alan Murray mengutip Drucker bahwa seorang manajer adalah seseorang yang menetapkan target yang tepat, tolok ukur, analisis, dan menilai kinerja. Manajer memahami orang-orang yang bekerja bersama mereka dan tahu mana orang yang terbaik untuk tugas-tugas tertentu.

     Leader memberi inspirasi pada bawahannya untuk menggapai hasil terbaik, sedangkan manajer slalu mengandalkan control dengan kekuasaan yang dimilikinya.
    Seorang pemimpin adalah seseorang yang menginspirasi orang lain untuk menjadi yang terbaik dan tahu cara yang tepat mengatur tempo serta kecepatan untuk seluruh kelompok.

    Kepemimpinan adalah bukan apa yang Anda lakukan-tetapi apa yang orang lain lakukan sebagai respon dari Anda. Jika tidak ada yang muncul di barisan Anda, maka Anda bukanlah seorang pemimpin.

    Dan jika orang memutuskan untuk ikut dalam “kapal” Anda karena Anda telah menginspirasi mereka, maka itu berarti bahwa Anda telah membuat suatu ikatan kepercayaan dalam perusahaan. Ini adalah hal yang penting karena jika bisnis berubah dengan cepat dan membutuhkan orang untuk percaya dalam suatu misi, maka orang ini bisa menjadi pilihan yang tepat.

    Adapun manajer, Drucker menulis bahwa tugas mereka adalah untuk mempertahankan kontrol atas orang dengan membantu mereka mengembangkan aset mereka sendiri dan mengeluarkan bakat mereka yang terbesar. Untuk melakukan ini secara efektif, Anda harus tahu orang-orang yang bekerja dengan dan memahami kepentingan mereka serta passionnya.

    Manajer kemudian menciptakan keputusan tentang gaji, promosi penempatan, dan melalui komunikasi dengan tim.
    Mengelola proyek adalah satu hal, memberdayakan orang lain adalah hal lain.

    Pemimpin akan bertanya pada bawahanya what dan why, sedangkan manajer bertanya how.
    Untuk bertanya apa dan mengapa Anda harus mampu mempertanyakan mengapa orang lain melakukan tindakan-tindakan tertentu yang terjadi. Kadang-kadang ini mengharuskan Anda menantang atasan.
    Ini berarti bahwa mereka mampu stand up untuk manajemen ketika mereka berpikir sesuatu yang perlu dilakukan bagi perusahaan. Pemimpin tidak selalu benar tentunya.

    Jika perusahaan Anda mengalami kegagalan, pekerjaan leader adalah untuk datang dan berkata, “Apa yang kita pelajari dari hal ini?” Dan “Bagaimana kita menggunakan kegagalan ini untuk memperjelas tujuan kita atau mendapatkan sesuatu yang lebih baik?”
    Sebaliknya, manajer tidak benar-benar berpikir tentang apa artinya kegagalan.

    Tugas mereka adalah untuk bertanya “bagaimana” dan “kapan” untuk memastikan mereka melaksanakan rencana yang sesuai. Drucker menulis bahwa manajer menerima status quo dan lebih seperti tentara di militer. Mereka tahu bahwa perintah dan rencana yang penting dan tugas mereka adalah untuk menjaga visi mereka pada tujuan perusahaan saat ini.

    Meskipun untuk dua peran mungkin mirip, “Para manajer terbaik juga para pemimpin,” kata Wade. “Saya pikir Anda bisa melakukan keduanya, tetapi Anda harus meluangkan waktu untuk mengolahnya.”

    Lebih spesifik, perbedaan pemimpin (leader) dan manajer dapat dilihat dari tiga hal yang selalu berkaitan dengannya, yaitu: sumber kekuasaan yang diperoleh, bawahan, dan lingkungan kerja.

    Berdasarkan sumber kekuasaan yang diperoleh, seorang manajer dipilih melalui jalur formal (seperti dipilih oleh komisaris atau direktur) dengan dasar yuridis yang dimiliki. Artinya seseorang dapat menjadi manajer jika mempunyai dasar yuridis yaitu adanya surat keputusan atau surat pengangkatan. Sedangkan pemimpin (leader) kekuasaan yang dimiliki berdasarkan kontrak sosial dengan anggota atau bawahan.

    Berkaitan dengan bawahan, manajer memiliki bawahan yang biasanya disebut sebagai staf atau karyawan yang memiliki posisi formal dalam struktur hierarki organisasi. Bawahan atau karyawan menuruti perintah-perintahmya, karena takut dikenakan hukuman oleh manajer. Sedangkan Pemimpin (leader) memiliki bawahan yang biasanya disebut sebagai pengikut. Bawahan ataupengikut menjalankan perintah dari pimpinan (leader) atas dasar kewibawaan pemimpin terhadap bawahan atau pengikutnya karena kecakapan dan kemampuan serta perlakuannya yang baik.

    Adapun dari segi lingkungan kerja, manajer biasanya hanya dapat memimpin pada lingkungan kerja organisasi formal saja dan bertanggung jawab kepada atasannya. Sedangkan pemimpin (leader) dapat memimpin lingkungan kerja organisasi baik formal maupun informal dan bertanggung jawab kepada anak buahnya. Seorang pemimpin (leader) merupakan bagian dari pengikut sedangkan manager merupakan bagian dari organisasi.

    Berdasarkan hal tersebut dapat dipahami bahwa pimpinan (leader) memiliki fungsi dasar mengarahkan dan menggerakkan seluruh bawahan untuk bergerak pada arah yang sama yaitu tujuan. Sedangkan fungsi seorang manajer berkaitan dengan manajemen, yaitu kegiatan-kegiatan seputar perencanaan (planning), pengorganisasian (organising), penempatan staff (staffing), pengarahan (directing) dan kontrol (controlling). Dalam menjalankan fungsinya, seorang manajer lebih sering memanfaatkan wewenang dan kekuasaan jabatan secara struktural yang memiliki kekuatan mengikat dengan dapat melakukan paksaan atau hukuman untuk mengarahkan bawahan. Sedangkan seorang pemimpin (leader) lebih menekankan pengaruh atau karisma yang dimilikinya sehingga bawahan secara sadar untuk mengikuti arahan sang pemimpin. Ia menstimulasi, memfasiltasi, dan berpastisipasi dalam setiap kegiatan yang menginginkan bawahan mengikutinya. Tidak dengan hadiah, paksaan atau hukuman.

    Suka

  4. Reblogged this on Anastasia swani and commented:
    1. Leader melakukan inovasi, sedangkan manajer mengelola.

    Jawaban :

    Leader melakukan inovasi atau bisa di sebut juga sebagai konseptor, sebagaimana seoran leader harus mampu menciptakan ide-ide atau gagasan yang baru untuk kemajuan perusahan. Bukan hanya menciptakan ide-ide baru melainkan harus mampu menggerakan seluruh bagian organiasi agar mampu juga berpikir maju. Tanggung jawab Team Leader sangat bervariasi, tetapi biasanya mencakup beberapa tanggung jawab untuk membangun tim dan memastikan kerja sama tim. Istilah ini digunakan untuk menekankan sifat dari tim

    Sedangkan seorang manager adalah orang yang memegang kekuasaan tertinggi dalam kegiatan manajem bahkan di tutut mampu untuk mengelola dan merencakan suatu konsep yang di buat oleh leader dengan segala perencanaan yang matang dan sesuai agar konsep itu dapat berjalan dengan baik dan target pun dapat terpenuhi juga.

    Sebagai contohnya di perusahaan tempat saya bekerja. Saya bekerja di bidang travel agent, dimana kita harus dapat memenuhi kebutuhan perjalanan sesorang dalam berwisata ke suatu tempat yang mungkin sudah pernah di kunjungi ataupun belum. Seorang leader di perusahaan saya meminta agar membuat sebuah pameran tunggal agar dapat memenuhi target dan nama travel agent itu dapat di kenal orang lebih luas lagi. Untuk hal seperti tugas seorang manajer sangat dibutuhkan, dimana manajer harus merencanakan segala sesuatu nya, di mulai dari tempat penyelenggara yang tepat dan menentukan siapa sasarannya, product apa yang akan di jual di sana, mengadakan program apa agar menarik calon pembeli mungkin dari segi pembayaran cicilan yang 0% atau memberikan sovernir bagi yang membeli product kami. Dan dalam pelaksanaannya pun seorang manajer harus mampu mengkoordinasikan team atau pegawai yang lain untuk menjaga stand pameran tersebut. Untuk melayani customer sebaiknya manager juga harus memberikan motivasi dan saran kepada team yang bertugas pameran agar dapat melayani tamu dengan baik. Dalam segi pelaksaan, manajer juga harus memperhatikan dalam segi biaya pengeluaran dan bagian-bagian yang terkait dalam pelaksaan pameran ini. Seluruh manajer sesuai dengan divisinya harus mengadakan meeting dengan leader untuk membahasan pelaksaan pameran ini. Pada akhir pameran selesai, tugas manajer masih di butuhkan untuk melaporkan segala aktifitas dan hasil yang telah di capai ke Leader. Olehkarena itu peran Leader dan Manajer jelas berbeda.

    ==========

    2. Leader menginspirasi sementara manajer bergantung pada kontrol.

    Karyawan tidak diberitahu apa yang harus dilakukan lagi. Tetapi Leader mempengaruhi pilihan mereka dan membantu mereka dalam mencapai tujuan perusahaan. Leader tidak memerintahkan mereka, tetapi Leader mengarahkan tim ke sudut pandang leader. Leader tidak mendikte, tetapi menginspirasi! Leader dapat belajar bagaimana untuk menyampaikan inspirasi ini dengan berfokus pada pengembangan tim kerja leader.

    Sebagai seorang Leader ditutut harus mampu memberikan inspirasi bagi orang lain atau orang yang terkait dalam suatu perusahaan maupun organisasi. Hal ini bertujuan untuk memberikan yang tebaik. Leader bukan hanya memerintah tetapi juga harus memberikan contoh kepada anak buahnya, karena leader adalah sebagai cermin sosok pemimpin yang bediri di depan dan di ikuti orang di belakangnya. Jika semakin banyak orang yang berdiri di barisan berarti mereka itu telah mempercayai anda itu sebagai leader. Karena anda telah di jadikan inspirasi bagi mereka. Di Dalam dunia perusahaan banyak sekali kompetitor. Olehkarena itu sangat dibutuhkan leader yang tepat untuk dapat mengatur misi dan strategi perusahaan agar tidak tersiangi oleh kompetitor lainnya.

    Sedangkan tugas manajer adalah untuk mepertahankan kontrol team dengan membantu mereka dalam segi penunjang financial dan potensi-potensi yang ada di dalam diri mereka. Cara manajer agar dapat melakukannya dengan efektif adalah lebih mengenal team nya agar dapat memahami dan mengerti apa saja yang mereka butuhkan. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan aset perusahaan yaitu karyawan agar merasa nyaman dan dapat bekerja dengan baik dalam mencapai keberhasilan perusahaan. Mungkin dengan cara nego gaji, atau keputusan-keputusan lain nya seperti pembagian tugas dan penempatan jabatan

    Dalam contohnya jika di suatu perusahaan terdapat masalah yang telah di timbulkan oleh karyawannya, maka dia harus berdiskusi dengan atas nya sesuai struktur organisasi yang ada. Mungkin bisa di diskusikan dengan manajer bagaimana mencari jalan keluar untuk menyelesaikan masalah itu. Sebagi manajer, segala sesuatu nya tidak dapat di putuskan secara sepihak karena ia bergantung pada kontrol. Segala jalan keluar di kumpulkan dan manajer harus merundingkan dulu ke Leader cara mana yang harus di pilih untuk menyelesaikan masalah itu. Jika dalam diskusi tersebut sudah di pilih jalan keluar nya dan sudah mendapat keputusan. Maka manajer berhak untuk bertindak

    ======================================

    3. Pemimpin bertanya “what” dan “why,” sedangkan manajer bertanya “how”.

    Untuk bertanya apa dan mengapa Anda harus mampu mempertanyakan mengapa orang lain melakukan tindakan-tindakan tertentu yang terjadi. Kadang-kadang ini mengharuskan Anda menantang atasan. Ini berarti bahwa mereka mampu stand up untuk manajemen ketika mereka berpikir sesuatu yang perlu dilakukan bagi perusahaan. Pemimpin tidak selalu benar tentunya.
    Jika perusahaan Anda mengalami kegagalan, pekerjaan leader adalah untuk datang dan berkata, “Apa yang kita pelajari dari hal ini?” Dan “Bagaimana kita menggunakan kegagalan ini untuk memperjelas tujuan kita atau mendapatkan sesuatu yang lebih baik?”
    Sebaliknya, manajer tidak benar-benar berpikir tentang apa artinya kegagalan.Tugas mereka adalah untuk bertanya “bagaimana” dan “kapan” untuk memastikan mereka melaksanakan rencana yang sesuai. Drucker menulis bahwa manajer menerima status quo dan lebih seperti tentara di militer. Mereka tahu bahwa perintah dan rencana yang penting dan tugas mereka adalah untuk menjaga visi mereka pada tujuan perusahaan saat ini.

    Suka

  5. Dasar Manajemen dan Kepemimpinan (1)
    Leader or Manager, apa bedanya?

    a. Leader Melakukan Inovasi Sedangkan Manajer Mengelola
    Ini berarti bahwa seorang leader atau pemimpin adalah orang yang datang dengan ide-ide baru dan menggerakkan seluruh organisasi ke dalam fase berpikir untuk maju. Orang ini harus terus-menerus mengembangkan strategi-strategi dan taktik baru . Dia harus memiliki pengetahuan tentang tren terbaru, penelitian, dan keahlian.
    Di sisi lain, manajer mempertahankan apa yang telah ditetapkan. Orang ini harus mempertahankan kontrol dan mengatasi gangguan dalam organisasi yang mungkin ada.
    Seorang manajer adalah seseorang yang menetapkan target yang tepat, tolok ukur, analisis, dan menilai kinerja. Manajer memahami orang-orang yang bekerja bersama mereka dan tahu mana orang yang terbaik untuk tugas-tugas tertentu.
    Dan untuk memantapkan setiap target yang ada tidak lepas dari seorang leader yang beridekan kreatif sehingga terus menerus memiliki sesuatu yang baru.

    b. Leader menginspirasi sementara manajer bergantung pada kontrol.
    Seorang pemimpin adalah seseorang yang menginspirasi orang lain untuk menjadi yang terbaik dan tahu cara yang tepat mengatur tempo serta kecepatan untuk seluruh kelompok.
    Kepemimpinan adalah bukan apa yang Anda lakukan-tetapi apa yang orang lain lakukan sebagai respon dari Anda. Jika tidak ada yang muncul di barisan Anda, maka Anda bukanlah seorang pemimpin. Contohnya: Saya adalah seorang pemimpin itu berarti saya harus jadi teladan bagi karyawan-karyawan saya, mulai dari segi bertutur kata, berfikir, disiplin dan sebagainya.
    Dan jika orang memutuskan untuk ikut dalam “kapal” Anda karena Anda telah menginspirasi mereka, maka itu berarti bahwa Anda telah membuat suatu ikatan kepercayaan dalam perusahaan. Ini adalah hal yang penting karena jika bisnis berubah dengan cepat dan membutuhkan orang untuk percaya dalam suatu misi, maka orang ini bisa menjadi pilihan yang tepat.
    Adapun manajer, tugas mereka adalah untuk mempertahankan kontrol atas orang dengan membantu mereka mengembangkan aset mereka sendiri dan mengeluarkan bakat mereka yang terbesar. Untuk melakukan ini secara efektif, Anda harus tahu orang-orang yang bekerja dengan dan memahami kepentingan mereka serta passionnya.
    Manajer kemudian menciptakan keputusan tentang gaji, promosi penempatan, dan melalui komunikasi dengan tim.
    Mengelola proyek adalah satu hal, memberdayakan orang lain adalah hal lain.

    c. Pemimpin bertanya “what” dan “why,” sedangkan manajer bertanya “how”.
    Untuk bertanya apa dan mengapa Anda harus mampu mempertanyakan mengapa orang lain melakukan tindakan-tindakan tertentu yang terjadi. Kadang-kadang ini mengharuskan Anda menantang atasan.
    Ini berarti bahwa mereka mampu stand up untuk manajemen ketika mereka berpikir sesuatu yang perlu dilakukan bagi perusahaan. Pemimpin tidak selalu benar tentunya.
    Jika perusahaan Anda mengalami kegagalan, pekerjaan leader adalah untuk datang dan berkata, “Apa yang kita pelajari dari hal ini?” Dan “Bagaimana kita menggunakan kegagalan ini untuk memperjelas tujuan kita atau mendapatkan sesuatu yang lebih baik?”
    Sebaliknya, manajer tidak benar-benar berpikir tentang apa artinya kegagalan.
    Tugas mereka adalah untuk bertanya “bagaimana” dan “kapan” untuk memastikan mereka melaksanakan rencana yang sesuai. Drucker menulis bahwa manajer menerima status quo dan lebih seperti tentara di militer. Mereka tahu bahwa perintah dan rencana yang penting dan tugas mereka adalah untuk menjaga visi mereka pada tujuan perusahaan saat ini.
    Meskipun untuk dua peran mungkin mirip, “Para manajer terbaik juga para pemimpin,” kata Wade. “Saya pikir Anda bisa melakukan keduanya, tetapi Anda harus meluangkan waktu untuk mengolahnya.”

    Suka

  6. Reblogged this on vikaelizabeth11 and commented:
    Dasar Manajemen dan Kepemimpinan (1)
    Leader or Manager, apa bedanya?

    a. Leader Melakukan Inovasi Sedangkan Manajer Mengelola
    Ini berarti bahwa seorang leader atau pemimpin adalah orang yang datang dengan ide-ide baru dan menggerakkan seluruh organisasi ke dalam fase berpikir untuk maju. Orang ini harus terus-menerus mengembangkan strategi-strategi dan taktik baru . Dia harus memiliki pengetahuan tentang tren terbaru, penelitian, dan keahlian.
    Di sisi lain, manajer mempertahankan apa yang telah ditetapkan. Orang ini harus mempertahankan kontrol dan mengatasi gangguan dalam organisasi yang mungkin ada.
    Seorang manajer adalah seseorang yang menetapkan target yang tepat, tolok ukur, analisis, dan menilai kinerja. Manajer memahami orang-orang yang bekerja bersama mereka dan tahu mana orang yang terbaik untuk tugas-tugas tertentu.
    Dan untuk memantapkan setiap target yang ada tidak lepas dari seorang leader yang beridekan kreatif sehingga terus menerus memiliki sesuatu yang baru.

    b. Leader menginspirasi sementara manajer bergantung pada kontrol.
    Seorang pemimpin adalah seseorang yang menginspirasi orang lain untuk menjadi yang terbaik dan tahu cara yang tepat mengatur tempo serta kecepatan untuk seluruh kelompok.
    Kepemimpinan adalah bukan apa yang Anda lakukan-tetapi apa yang orang lain lakukan sebagai respon dari Anda. Jika tidak ada yang muncul di barisan Anda, maka Anda bukanlah seorang pemimpin. Contohnya: Saya adalah seorang pemimpin itu berarti saya harus jadi teladan bagi karyawan-karyawan saya, mulai dari segi bertutur kata, berfikir, disiplin dan sebagainya.
    Dan jika orang memutuskan untuk ikut dalam “kapal” Anda karena Anda telah menginspirasi mereka, maka itu berarti bahwa Anda telah membuat suatu ikatan kepercayaan dalam perusahaan. Ini adalah hal yang penting karena jika bisnis berubah dengan cepat dan membutuhkan orang untuk percaya dalam suatu misi, maka orang ini bisa menjadi pilihan yang tepat.
    Adapun manajer, tugas mereka adalah untuk mempertahankan kontrol atas orang dengan membantu mereka mengembangkan aset mereka sendiri dan mengeluarkan bakat mereka yang terbesar. Untuk melakukan ini secara efektif, Anda harus tahu orang-orang yang bekerja dengan dan memahami kepentingan mereka serta passionnya.
    Manajer kemudian menciptakan keputusan tentang gaji, promosi penempatan, dan melalui komunikasi dengan tim.
    Mengelola proyek adalah satu hal, memberdayakan orang lain adalah hal lain.

    c. Pemimpin bertanya “what” dan “why,” sedangkan manajer bertanya “how”.
    Untuk bertanya apa dan mengapa Anda harus mampu mempertanyakan mengapa orang lain melakukan tindakan-tindakan tertentu yang terjadi. Kadang-kadang ini mengharuskan Anda menantang atasan.
    Ini berarti bahwa mereka mampu stand up untuk manajemen ketika mereka berpikir sesuatu yang perlu dilakukan bagi perusahaan. Pemimpin tidak selalu benar tentunya.
    Jika perusahaan Anda mengalami kegagalan, pekerjaan leader adalah untuk datang dan berkata, “Apa yang kita pelajari dari hal ini?” Dan “Bagaimana kita menggunakan kegagalan ini untuk memperjelas tujuan kita atau mendapatkan sesuatu yang lebih baik?”
    Sebaliknya, manajer tidak benar-benar berpikir tentang apa artinya kegagalan.
    Tugas mereka adalah untuk bertanya “bagaimana” dan “kapan” untuk memastikan mereka melaksanakan rencana yang sesuai. Drucker menulis bahwa manajer menerima status quo dan lebih seperti tentara di militer. Mereka tahu bahwa perintah dan rencana yang penting dan tugas mereka adalah untuk menjaga visi mereka pada tujuan perusahaan saat ini.
    Meskipun untuk dua peran mungkin mirip, “Para manajer terbaik juga para pemimpin,” kata Wade. “Saya pikir Anda bisa melakukan keduanya, tetapi Anda harus meluangkan waktu untuk mengolahnya.”

    Suka

  7. Selamat malam, Pak Ranto. Mohon maaf saya menuliskan jawaban saya di kolom comment. Ini dikarenakan proses reblog saya tidak berhasil sedari tadi. Akan saya coba reblog kembali. Berikut jawabandari saya.

    Dasar Manajemen dan Kepemimpinan (1)
    Leader or Manager, apa bedanya?

    a. Leader Melakukan Inovasi Sedangkan Manajer Mengelola.
    Seorang leader atau pemimpin adalah orang yang datang dengan ide-ide baru dan menggerakkan seluruh organisasi ke dalam fase berpikir untuk maju. Orang ini harus terus-menerus mengembangkan strategi-strategi dan taktik baru . Dia harus memiliki pengetahuan tentang trend terbaru, penelitian, dan keahlian. Seorang leader akan melakukan perubahan – perubahan, tidak terpaku pada apa yang sudah ada, ia akan mengantisipasi perubahan, dia akan berusaha tetap bisa mengikuti perkembangan, kalau bisa, maka dialah yang akan membawa perubahan, melakukan inovasi-inovasi agar tetap menjadi yang terdepan. Di mana mencerminkan sikap selalu tertuntut untuk lebih baik dalam segala hal.

    Di sisi lain, manajer mempertahankan apa yang telah ditetapkan, terpaku pada system yang sudah ada. Orang ini harus mempertahankan kontrol dan mengatasi gangguan dalam organisasi yang mungkin ada. Seorang manajer adalah seseorang yang menetapkan target yang tepat. Manajer memahami orang-orang yang bekerja bersama mereka dan tahu mana orang yang terbaik untuk tugas-tugas tertentu. Manager lebih menekankan kepada stabilitas kinerja pegawai yang ada dibawah kepemimpinannya. Manager akan bereaksi terhadap perubahan. pemimpin akan terus berusaha berkembang sementara manager biasanya akan menjaga / memelihara apa saja yang ada dengan sebaik-baiknya, seorang leader atau pemimpin akan menetapkan arah yang dituju (visi) sementara manager membuat perencanaan dan menyusun anggaran.

    Contohnya dalam perusahaan tempat saya bekerja dimana kita membutuhkan seorang leader yang akan memimpin team untuk bekerja dengan baik sehingga dapat mencapai goal atau planning yang ada dan membuat atau meyakinkan tim agar dapat lebih maju kedepan. Dan itulah sebabnya beberapa fungsi mengapa kita membutuhkan seorang leader/pemimpin dalam sebuah organisasi.

    b. Leader Menginspirasi Sementara Manajer Bergantung Pada Kontrol
    Seorang pemimpin adalah seseorang yang menginspirasi orang lain untuk menjadi yang terbaik dan tahu cara yang tepat mengatur tempo serta kecepatan untuk seluruh kelompok. Kepemimpinan adalah bukan apa yang Anda lakukan, tetapi apa yang orang lain lakukan sebagai respon dari Anda. Jika tidak ada yang muncul di barisan Anda, maka Anda bukanlah seorang pemimpin. Dan jika orang memutuskan untuk ikut dalam “kapal” Anda karena Anda telah menginspirasi mereka, maka itu berarti bahwa Anda telah membuat suatu ikatan kepercayaan dalam perusahaan. Ini adalah hal yang penting karena jika bisnis berubah dengan cepat dan membutuhkan orang untuk percaya dalam suatu misi, maka orang ini bisa menjadi pilihan yang tepat.

    Seorang Leader akan menginsipirasi sementara manajer bergantung pada kontrol. Leader disenangi atau tidak, namun leader adalah seorang pendidik, mendidik disini diartikan secara luas, tidak terbatas hanya pada cara – cara mendidik yang ditempuhnya secara formal. Seorang leader akan memberikan contoh pribadi yang baik dan patut diteladani serta untuk ditiru orang lain. Jelaslah bahwa seorang leader menggunakan setiap kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bawahan, mengubah sikap dan perilakunya dan meningkatkan dedikasinya kepada pekerjaan, perusahaan dan atau organisasi. Seorang leader akan membuat orang agar setuju mengenai bagaimana sesuatu itu harus dilakukan sementara manager akan membuat orang agar melakukan hal-hal secara efisien. Leader atau pemimpin akan efektif terhadap pengikutnya, sementara manager akan efisien terhadap sistemnya untuk menjamin terlaksananya pekerjaan dengan baik. Seorang Leader akan melakukan pemberdayaan, sementara manager akan melakukan pengendalian (control). Seorang leader akan menginspirasi komitmen pengikutnya kepada misi, hingga seorang pengikutnya akan berusaha mencapai tujuan dengan penuh semangat bukan hanya karena embel – embel bekerja. Disisi lain, manager akan lebih kepada mengorganisir orang dan system untuk mencapai target pekerjaannya tidak peduli bagaimana caranya suatu bentuk pekerjaan itu harus terlaksana dan selesai.

    Manager adalah seorang yang berani mengambil keputusan dan membuat tindakan untuk mewujudkan impian dimana seorang manager juga selalu bertanggung jawab dengan dirinya sendiri dan mempunyai visi misi dimana ia bukan hanya mengarahkan namun juga memimpin setiap peraturan yang ada dalam perusahaan tersebut. Sehingga nantinya akan membuat perusahaan tumbuh menjadi besar dan berkembang. Keputusan seorang manager juga adalah kebijakan kebijakan yang sangat penting yang patut di patuhi oleh organisasi perusahaan. Tugas mereka adalah untuk mempertahankan kontrol atas orang dengan membantu mereka mengembangkan aset mereka sendiri dan mengeluarkan bakat mereka yang terbesar. Untuk melakukan ini secara efektif, Anda harus tahu orang-orang yang bekerja dengan dan memahami kepentingan mereka serta passion-nya. Bagi seorang manager, mengelola proyek adalah satu hal, memberdayakan orang lain adalah hal lain.

    Contoh: seorang bos tidak akan peduli apabila seorang karyawan harus menempuh tantangan apa demi terlaksananya pekerjaan, dia akan menuntut karyawan tersebut untuk menyelesaikannya, apabila tidak selesai maka taruhannya adalah karirnya atau posisi dimana dia bekerja, selarut apapun karyawan tersebut berkutat dikantor atau sesukses apapun karyawannya maka karyawan tersebut tidak akan ada penghargaan.

    Seorang leader juga mampu berkomunikasi dengan baik dengan setiap orang agar dapat selalu menginspirasi. Mampu memberi pelatihan atau training cara kerja dan selalu update dalam informasi informasi yang ada. karena seorang leader adalah sumber informasi yang baik.

    Contoh leader yang efektif :
    – Leader mempunyai kemampuan untuk menerjemahkan visi menjadi kenyataan
    – Leader sejati bukanlah pencari masalah tetapi memecahkan masalah
    – Leader adalah pemimpin yang selalu mengambil tanggung jawab tidak membuat alasan
    – Leader mempunyai tindakan menginspirasi orang untuk bermimpi, belajar, melakukan, dan menjadi lebih.
    – Leader adalah seorang pemimpin yang tahu cara berjalan dan menunjukkan jalan

    c. Pemimpin bertanya “what” dan “why,” sedangkan manajer bertanya “how”.

    Dalam menjadi seorang pemimpin bukan berarti tidak bisa bertanya apa dan mengapa, karena sesungguhnya perusahaan membutuhkan seorang pemimpin yang berani, sigap, tegas, banyak bertanya atau saling bertukar pikiran dengan tim yang ada. Pemimpin menjadi seorang yang dimana harus selalu berani bertanya apa dan mengapa untuk melakukan tindakan yang terjadi sebelum mengambil keputusan atau memberi keputusan. Karena kita juga tidak membutuhkan seorang pemimpin yang hanya diam saja. Jika perusahaan Anda mengalami kegagalan, pekerjaan leader adalah untuk datang dan berkata, “Apa yang kita pelajari dari hal ini?” dan “Bagaimana kita menggunakan kegagalan ini untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik?”

    Sebaliknya, manager tidak benar-benar berpikir tentang apa arti kegagalan. Kebanyakan dari manager bertanya “bagaimana” dan “kapan” untuk memastikan mereka melaksanakan rencana yang sesuai. Drucker menulis bahwa manajer menerima status quo dan lebih seperti tentara di militer. Mereka tahu bahwa perintah dan rencana yang penting dan tugas mereka adalah untuk menjaga visi mereka pada tujuan perusahaan saat ini.

    Hal ini berkaitan dengan inovasi, seorang leader yang baik akan berusaha memahami kondisi bawahannya sehingga dapat memberikan solusi yang baik dalam pekerjaan tersebut. Dengan memahami maka seorang leader dapat mengembangkan potensi sumber daya dan organisasinya dengan lebih baik, strategi inovasi dan pengembangannya bisa lebih jitu dan tepat sasaran. Tidak hanya bisa mengatur dalam system yang sudah ada, tetapi lebih kepada terus berusaha meningkatkan kualitas sumber dayanya sehingga perusahaan tersebut dapat terus meningkat. Disini peran pendidik pada seorang pemimpin berperan banyak. Antara satu dan yang lain, sifat – sifat seorang leader berkaitan, saling menopang dan menunjang. Seringkali bawahan tahu lebih banyak daripada yang pemimpin pikir mereka ketahui. Tanyakan pendapat mereka tentang masalah-masalah yang sedang mereka hadapi di kantor. Dengan demikian, seorang leader dapat membantu mereka menyimpulkan sendiri jalan keluar terbaik dari masalah tersebut. Hindari memberi nasihat, karena akan terkesan menggurui.

    Meskipun untuk dua peran mungkin mirip, “Para manajer terbaik juga para pemimpin,” kata Wade. “Saya pikir Anda bisa melakukan keduanya, tetapi Anda harus meluangkan waktu untuk mengolahnya.”
    Tugas dimana kedua orang pemimpin tersebut yang bisa dibilang hampir sama hanya saja untuk mengambil tindakan berbeda beda. Tugas mereka dalam membuat keputusan dan kebijakan agar perusahaan yang di pimpin kembali normal dengan tidak ada kegagalan atau masalah sedikitpun. Karena keputusan dan kebijakan seorang manager menjadi keputusan terakhir yang patut dipatuhi oleh semua staff dalam perusahaan tersebut untuk menjadi visi dan misi. Namun seorang pemimpinlah yang akan selalu menjadi panutan untuk dicontohi.

    Suka

  8. Reblogged this on natasyasaragih and commented:
    1. Leader melakukan inovasi, sedangkan manajer mengelola.
    Untuk pertama-tama yang dimaksud dengan manager adalah seseorang yang mengelola dan mengatur sumber daya (orang, aset, uang, stok, metode kerja dan waktu) sedangkan yang dimaksud dengan leader adalah orang yang menginspirasi dan memotivasi timnya agar mencapai lebih dalam segala hal yang bersifat positif. Seorang manager belum tentu bisa menjadi seorang leader sedangkan seorang leader tidak harus menduduki posisi atau jabatan tertentu.
    Ini berarti bahwa seorang leader atau pemimpin adalah orang yang datang dengan ide-ide baru dan menggerakkan seluruh organisasi ke dalam fase berpikir untuk maju. Orang ini harus terus-menerus mengembangkan strategi-strategi dan taktik baru. Dia harus memiliki pengetahuan tentang tren terbaru, penelitian, dan keahlian. Pemimpin harus memiliki kredibilitas dan reputasi yang hebat, agar ia mampu memberikan inspirasi dan motivasi kepada setiap orang. Pemimpin harus memotivasi dan menginspirasi setiap orang dalam setiap detik kehidupan mereka, untuk bersemangat dan bangkit bersama dengan perubahan baru.
    Pemimpin harus membuat setiap orang menyadari bahwa perubahan itu penting, untuk mengubah hal-hal yang tertinggal zaman dengan hal-hal baru yang sesuai peradaban. Pemimpin harus memiliki keterampilan untuk dapat mengenali perubahan-perubahan penting, serta mampu mengambil tempat di dalam hati setiap orang, agar semua orang dalam organisasi bisa saling menyatu dan saling berempati, untuk membawa perubahan itu ke arah yang lebih memberi manfaat positif buat organisasi dan buat setiap manusianya.
    Pemimpin harus bisa membangkitkan semangat dan gairah perubahan dari setiap orang di dalam organisasi untuk menyesuaikan diri dengan lebih cepat, serta berjuang keras dan bekerja keras untuk mendapatkan hasil perubahan yang lebih baik dari rencana yang ada. Pemimpin harus menyadarkan setiap orang, agar selalu menggunakan cara-cara profesionalisme dalam merespon setiap perubahan.
    Untuk itu, pemimpin harus duduk bersama dengan semua kekuatan sumber daya manusianya, untuk berbicara tentang perubahan-perubahan itu dengan cara-cara penuh inspirasi dan profesional.

    Di sisi lain, manajer mempertahankan apa yang telah ditetapkan. Orang ini harus mempertahankan kontrol dan mengatasi gangguan dalam organisasi yang mungkin ada.

    Contoh kasus:
    Disuatu perusahaan swasta yang sedang mengalami krisis ekonomi dan melakukan efisiensi. Sang leader pun mengusulkan agar memecat karyawan yang dianggap kurang berprestasi dan disiplin dengan mengesampingkan beberapa faktor karena ada beberapa karyawan yang sudah bekerja bertahun-tahun ataupun karyawan tersebut merupakan saudara ataupun kerabat petinggi perusahaan tersebut. Seperti kita tahu, banyak sekali perusahaan di zaman sekarang yang menerapkan paham idealisme yang memperkerjakan saudara tanpa memperhatikan profesionalisme dalam pekerjaan.
    Maka sang leader pun memutuskan untuk tetap memecat beberapa orang tersebut demi kelangsungan perusahaan, dengan professional dan adil sang leader harus memilih karyawan yang kompeten tanpa pandang bulu. Setelah memilih orang-orang yang tepat ia pun melakukan training dan briefing secara teratur kepada manager-manager tersebut. Mereka bekerja keras agar dapat mengembalikan kondisi perusahaan seperti sedia kala. Sang leader juga menampung berbagai macam ide yang masuk guna menjadi referensi jalan keluar. Setelah semua sudah sepakat pada satu jalan keluar maka mereka menerapkannya ke seluruh struktur perusahaan, memangkas anggaran-anggaran yang dianggap kurang efisien dan juga fasilitas kantor yang memakan banyak biaya. Walaupun banyak pro dan kontra tetapi para manager tetap menjalankan peraturan baru tersebut dengan tegas dan benar. Sang leader juga memotivasi karyawan yang lain agar makin semangat kerja dan juga makin berinovasi.
    2. Leader menginspirasi sementara manajer bergantung pada kontrol.
    Seorang pemimpin adalah seseorang yang menginspirasi orang lain untuk menjadi yang terbaik dan tahu cara yang tepat mengatur tempo serta kecepatan untuk seluruh kelompok.
    Kepemimpinan adalah bukan apa yang Anda lakukan-tetapi apa yang orang lain lakukan sebagai respon dari Anda. Jika tidak ada yang muncul di barisan Anda, maka Anda bukanlah seorang pemimpin. Dan jika orang memutuskan untuk ikut dalam “kapal” Anda karena Anda telah menginspirasi mereka, maka itu berarti bahwa Anda telah membuat suatu ikatan kepercayaan dalam perusahaan. Ini adalah hal yang penting karena jika bisnis berubah dengan cepat dan membutuhkan orang untuk percaya dalam suatu misi, maka orang ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Pemimpin harus selalu menggunakan pola atau model berpikir yang sederhana dan jelas, agar setiap orang di dalam organisasi tidak terjebak dalam cara berpikir yang merumitkan, sehingga makna perubahan itu tidak menjadi kabur. Pola berpikir yang lebih sederhana akan mendekatkan semua solusi terbaik melalui logika dan akal sehat, yang dapat diukur kebenarannya. Oleh karena itu, berpikir sederhana akan menuntun pemimpin dan pengikutnya dalam jalur yang tidak rumit untuk menemukan segala macam solusi terbaik, dimana semua solusi itu masih bisa diukur kebenarannya dengan pikiran jernih yang berlogika cerdas; semua solusi terbaik pada dasarnya telah ada, hanya saja diperlukan keandalan kepemimpinan yang solid dan kuat, untuk menjadi lebih sederhana, jernih, dan sabar dalam menyusuri jalur sederhana menuju puncak penghasil solusi andal buat sebuah perubahan yang hebat dan bermanfaat. Pemimpin yang solid dan kuat pasti mampu menjadi bintang yang hebat, dalam setiap gerak dan langkah ke perubahan yang lebih baik. Jadilah sang pemimpin pembawa perubahan, yang membahagiakan hati setiap orang dalam dekapan rasa damai dan rasa nyaman.
    Adapun manajer, tugas mereka adalah untuk mempertahankan kontrol atas orang dengan membantu mereka mengembangkan aset mereka sendiri dan mengeluarkan bakat mereka yang terbesar. Untuk melakukan ini secara efektif, Anda harus tahu orang-orang yang bekerja dengan dan memahami kepentingan mereka serta passionnya.
    Manajer kemudian menciptakan keputusan tentang gaji, promosi penempatan, dan melalui komunikasi dengan tim. Mengelola proyek adalah satu hal, memberdayakan orang lain adalah hal lain.
    3. Pemimpin bertanya “what” dan “why,” sedangkan manajer bertanya “how”.
    Untuk bertanya apa dan mengapa Anda harus mampu mempertanyakan mengapa orang lain melakukan tindakan-tindakan tertentu yang terjadi. Kadang-kadang ini mengharuskan Anda menantang atasan. Ini berarti bahwa mereka mampu stand up untuk manajemen ketika mereka berpikir sesuatu yang perlu dilakukan bagi perusahaan. Pemimpin tidak selalu benar tentunya. Jika perusahaan Anda mengalami kegagalan, pekerjaan leader adalah untuk datang dan berkata, “Apa yang kita pelajari dari hal ini?” Dan “Bagaimana kita menggunakan kegagalan ini untuk memperjelas tujuan kita atau mendapatkan sesuatu yang lebih baik?” Sebaliknya, manajer tidak benar-benar berpikir tentang apa artinya kegagalan. Tugas mereka adalah untuk bertanya “bagaimana” dan “kapan” untuk memastikan mereka melaksanakan rencana yang sesuai. Drucker menulis bahwa manajer menerima status quo dan lebih seperti tentara di militer. Mereka tahu bahwa perintah dan rencana yang penting dan tugas mereka adalah untuk menjaga visi mereka pada tujuan perusahaan saat ini. Meskipun untuk dua peran mungkin mirip, “Para manajer terbaik juga para pemimpin,” kata Wade. “Saya pikir Anda bisa melakukan keduanya, tetapi Anda harus meluangkan waktu untuk mengolahnya.” Lebih spesifik, perbedaan pemimpin (leader) dan manajer dapat dilihat dari tiga hal yang selalu berkaitan dengannya, yaitu: sumber kekuasaan yang diperoleh, bawahan, dan lingkungan kerja. Berdasarkan sumber kekuasaan yang diperoleh, seorang manajer dipilih melalui jalur formal (seperti dipilih oleh komisaris atau direktur) dengan dasar yuridis yang dimiliki. Artinya seseorang dapat menjadi manajer jika mempunyai dasar yuridis yaitu adanya surat keputusan atau surat pengangkatan. Sedangkan pemimpin (leader) kekuasaan yang dimiliki berdasarkan kontrak sosial dengan anggota atau bawahan. Berkaitan dengan bawahan, manajer memiliki bawahan yang biasanya disebut sebagai staf atau karyawan yang memiliki posisi formal dalam struktur hierarki organisasi. Bawahan atau karyawan menuruti perintah-perintahmya, karena takut dikenakan hukuman oleh manajer. Sedangkan Pemimpin (leader) memiliki bawahan yang biasanya disebut sebagai pengikut. Bawahan ataupengikut menjalankan perintah dari pimpinan (leader) atas dasar kewibawaan pemimpin terhadap bawahan atau pengikutnya karena kecakapan dan kemampuan serta perlakuannya yang baik. Adapun dari segi lingkungan kerja, manajer biasanya hanya dapat memimpin pada lingkungan kerja organisasi formal saja dan bertanggung jawab kepada atasannya. Sedangkan pemimpin (leader) dapat memimpin lingkungan kerja organisasi baik formal maupun informal dan bertanggung jawab kepada anak buahnya. Seorang pemimpin (leader) merupakan bagian dari pengikut sedangkan manager merupakan bagian dari organisasi. Berdasarkan hal tersebut dapat dipahami bahwa pimpinan (leader) memiliki fungsi dasar mengarahkan dan menggerakkan seluruh bawahan untuk bergerak pada arah yang sama yaitu tujuan. Sedangkan fungsi seorang manajer berkaitan dengan manajemen, yaitu kegiatan-kegiatan seputar perencanaan (planning), pengorganisasian (organising), penempatan staff (staffing), pengarahan (directing) dan kontrol (controlling). Dalam menjalankan fungsinya, seorang manajer lebih sering memanfaatkan wewenang dan kekuasaan jabatan secara struktural yang memiliki kekuatan mengikat dengan dapat melakukan paksaan atau hukuman untuk mengarahkan bawahan. Sedangkan seorang pemimpin (leader) lebih menekankan pengaruh atau karisma yang dimilikinya sehingga bawahan secara sadar untuk mengikuti arahan sang pemimpin. Ia menstimulasi, memfasiltasi, dan berpastisipasi dalam setiap kegiatan yang menginginkan bawahan mengikutinya. Tidak dengan hadiah, paksaan atau hukuman. Pemimpin dan manajer merupakan salah satu intisari, sumber daya pokok, dan titik sentral dari setiap aktivitas yang terjadi dalam suatu organisasi ataupun perusahaan. Bagaimana kreativitas dan dinamikanya seorang pemimpin atau manajer dalam menjalankan wewenangnya akan sangat menentukan apakah tujuan organisasi atau perusahaan tersebut dapat tercapai atau tidak. Hal yang perlu di tekankan adalah bahwa tidak selamanya manajer buruk dan pemimpin adalah baik. Perlunya kombinasi dan campuran yang tepat di antara keduanya, sangat dibutuhkan dalam organisasi, pada berbagai tingkat jabatan yang berbeda-beda. Sehingga organisasi yang tengah dijalani dapat mencapai tujuannya secara efektif dan efisien.
    JELASKAN MINIMAL 12 SCOPE OF LEADERSHIP dan lengkapi dengan contoh kasusnya. Minimal 10 Kalimat setiap kasus.
    a) Appreciation
    Appreciation yang mempunyai arti apresiasi, ialah salah satu hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang baik adalah appreciator yang baik juga. Apresiasi dalam hal kepemimpinan adalah memiliki rasa respek dan mau menghargai sebuah pencapaian yang besar. Pemimpin bisa menunjukan apresiasi kepada bawahannya atas sebuah pencapaian yang baik. Apresiasi bisa ditunjukan dengan memberikan insentif atau bonus, kenaikan jabatan, bahkan sekedar ucapan yang seperti “good work”, atau sekedar ucapan terimakasih dari seorang pemimpin kepada bawahannya juga merupakan salah satu bentuk apresiasi atau respek.
    Sebagai contoh, negara Jepang, adalah negara yang mempunyai budaya apresiasi tinggi didalam dunia kerja. Para pekerja Jepang, bahkan para pemimpin dan petinggi perusahaan jika mereka bertemu pada waktu jam kantor habis, di sebuah ruangan atau di loby bahkan lift, mereka pasti saling mengucapkan kata “Otsukare sama deshita” yang artinya “terima kasih atas kerja kerasnya”. Contoh dari para pekerja dari Jepang ini merupakan bentuk apresiasi tinggi atas kerja keras para karyawan hingga petinggi atas pekerjaan atau kontribusi seluruh elemen perusahaan pada hari itu. Para petinggi atau pemimpin di negara Jepang tidak segan-segan mengucapkan kata tersebut kepada para bawahannya atas kontribusi mereka pada peusahaan, begitu juga sebaliknya. Tidak mengherankan Jepang menjelma menjadi negara dengan ekonomi maju dan selalu menemukan inovasi baru diberbagai bidang industri.
    b) Strategy
    Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa memikirkan cara-cara cerdas atau strategi untuk menjalankan visi dan misi perusahaan. Tidak hanya di dunia militer saja strategi atau perencanaan itu diaplikasikan. Dalam manajemen, peran seorang pemimpin tidak akan bisa lepas dari sebuah perencanaan yang matang dalam menghadapi berbagai persoalan. Strategi yang cerdas akan membawa perusahaan menjadi maju.
    Sebagai contoh dari pemimpin yang selalu mempunyai strategi jitu bagi perusahaannya, adalah CEO Apple, Steve Jobs. Jobs, merupakan seorang pemimpin teknologi, dia bisa membuat Apple yang pada 1996 terpuruk, menjadi meroket secara drastis. Yang dilakukan Jobs pada tahun 1997, paska comebacknya ke Apple ialah melakukan negosiasi dengan microsoft untuk membuat software, dan microsoft setuju untuk berinvestasi untuk Apple. Setelah kerja sama tersebut terealisasi, Jobs memprarkasai lahirnya produk-produk baru Apple selain komputer, seperti Ipad, Iphone dan Ipod, padahal sebelumnya Apple hanya memproduksi komputer saja. Tiga produk baru ini lahir dari strategi cerdas Jobs dalam menahkodai Apple. Apple pun bangkit dari keterpurukan dan menjadi raksasa di dunia smartphone dan komputer.
    c) Responsibility
    Seorang pemimpin pasti merupakan orang yang memiliki tanggung jawab terbesar dalam kelangsungan organisasi atau perusahaannya. Responsibility atau tanggung jawab merupakan hal dasar yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin. Jika sebuah perusahaan mengalami keterpurukan, seorang pemimpin perusahaan harus bisa bertanggung jawab dengan membawa kembali perusahaan bangkit dari keterpurukan. Tanggung jawab disini berarti juga sebuah kesadaran akan setiap konsekuensi dari semua hal yang terjadi didalam dinamika perusahaan atau organisasi, baik eksternal (coorporate social responsibility) atau internal (personal coorporate responsibility). Jadi, pemimpin sejati selalu melihat hal-hal disekelilingnya dan mempunyai kesadaran tinggi agar semua hal disekelilingnya berjalan dengan baik.
    Contoh bentuk Responsibility ialah social coorporate responsibility atau CSR. CSR ini ialah bentuk tanggung jawab perusahaan kepada hal eksternal perusahaan. Pemimpin perusahaan wajib memperhatikan CSR. Sebagaimana yang dilakukan oleh pemimpin Mayapada Grup, yaitu Dato Sri Tahir yang melakukan CSR dengan membuat Tahir Foundation dan mendirikan fasilitas kesehatan bagi masyarakat. Dato Sri Tahir merupakan contoh pemimpin yang menerapkan coorporate social responsibility.
    d) Integrity
    Integrity adalah integritas. Seorang pemimpin harus mempunyai integritas agar orang lain bisa respek kepadanya. Integritas disini ialah sebuah kemampuan untuk mengelola manajemen. Integritas adalah adanya kesesuaian nilai dengan aplikasinya berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. Dengan integritas yang tinggi maka pemimpin bisa dihormati oleh bawahannya. Integritas pemimpin tercermin dari langkah-langkahnya dalam mengelola dan mewujudkan visi organisasi.
    Contohnya dalam sebuah perusahaan, apabila pemimpin mempunyai integritas rendah, maka bawahannya tidak akan hormat kepadanya. Jika seorang pemimpin mempunyai integritas tinggi, maka bawahannya akan hormat dan mau mengikuti apa saja arahan dari pemimpin.
    e) Values
    Seorang pemimpin harus mempunyai nilai dalam dirinya. Selain harus mempunyai values, seorang pemimpin juga harus mewujudkan values tersebut didalam memimpin sebuah organisasi. Values tersebut bisa tercermin dalam visi dan misi pemimpin tersebut. Pemimpin harus mempunyai sebuah keahlian dan mampu mengerti apa yang dia kerjakan. Semua hal yang membuat seorang pemimpin disegani ialah values, atau nilai-nilai yang ada pada dirinya sehingga membentuk karakter pemimpin sejati.
    Bill Gates, adalah contoh orang yang mempunyai values, walaupun seorang yang tidak tamat sekolah, tapi dia mempunyai integritas dalam hal enterpreneurship. Bill Gates bisa mendirikan perusahaan Microsoft dan memperkerjakan orang-orang pintar didalamnya untuk bersama-sama mewujudkan visi perusahaan. Bill Gates juga mempunyai values dari kesadaran sosial yang tinggi, Bill Gates selalu menyumbang sebagian harta dan kekayaanya kepada orang-orang yang butuh.
    f) Listening
    Ada ungkapan, bahwa pemimpin yang baik adalah pendengar yang baik. Mengapa demikian?, karena dengan mendengar, seorang pemimpin bisa menyimpan dan menganalisa segala sesuatu yang dia dengar. Pemimpin yang suka mendengar, bisa mempartisi berbagai hal yang didengar didalam otaknya, sehingga ketika dia menghadapi masalah tertentu dia akan melakukan mind maping atau pemetaan penalaran. Sehingga dia bisa menentukan keputusan yang tepat terhadap masalah yang dimiliki.
    Sebagai contoh, dalam sebuah perusahaan, pemimpin selalu mendengar masukan dari bawahannya dalam evaluasi pencapaian perusahaan. Dengan mendengar masukan dari para bawahannya, maka pemimpin bisa mengevaluasi dan menentukan langkah kedepannya dengan menganalisa segala sesuatu yang dia dengar dari orang-orang sekitar didalam organisasi atau perusahaannya.
    g) Communication
    Komunikasi adalah aspek penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Dengan komunikasi, semua masalah bisa menjadi cair. Dengan sebuah skill komunkasi yang baik, lawan pun bisa menjadi kawan. Pemimpin harus bisa mewujudkan iklim komunikasi yang baik dalam sebuah organisasi. Selain itu, pemimpin harus bisa menjadi orator yang hebat dalam beretorika. Dengan komunikasi yang baik, pemimpin bisa menjadi negosiator ulung dalam menentukan negosiasi-negosiasi strategis dengan pihak lain.
    Joko Widodo adalah contoh seorang pemimpin sekaligus komunikator ulung. Langkah-langkahnya dalam melakukan negosiasi dengan lawan politiknya patut diapresiasi. Komunikasi politiknya bisa membuat Prabowo yang awalnya merupakan lawan politiknya, berbalik sikap dengan mendukung Jokowi secara moral.
    h) Passion
    Passion adalah sebuah sikap mencintai dan menyukai terhadap pekerjaan. Pemimpin tentu saja harus mempunyai passion dalam hal mengelola dan mengatur organisasi. Dengan passion yang kuat, pemimpin akan all out dalam menjalankan tugasnya. Passion akan tumbuh jika pemimpin mempunyai responsibility tinggi pada dirinya. Passion yang kuat akan membuat seorang pemimpin bisa serius dan total dalam menjalankan tugasnya.
    Steve Jobs mungkin salah satu seorang pemimpin yang mempunyai passion kuat dengan bidangnya. Selain kemampuan enterpreneurship yang tinggi, Steve dari kecil memang sudah tertarik dengan berbagai hal yang berbau elektronik. Hal ini membuatnya mempunyai passion yang kuat ketika memimpin Apple. Berbagai inovasinya lahir dari passion yang kuat terhadap bidang telekomunikasi.
    i) Humility
    Humility atau kerendahan hati, merupakan aspek dasar seseorang dalam hal jiwa kepemimpinan. Dosen saya, Bapak Mustika Ranto Gulo, dalam sebuah perkuliahan, pernah mengatakan “air mengalir dari hulu ke hilir”. Yang artinya, setiap orang harus mempunyai jiwa empati dan simpati, terutama dalam menjadi seorang pemimpin. Kerendahan hati mencegah seseorang berlaku sombong dan angkuh. Memang dalam memimpin seorang pemimpin juga terkadang harus sesekali menunjukan karakter keras kepala dan angkuh. Setiap orang juga butuh pengakuan tak terkecuali seorang pemimpin. Akan tetapi pengakuan tersebut akan muncul jika adanya kombinasi yang pas antara integritas dan kerendahan hati.
    Antonio Conte adalah figur pemimpin yang selalu menunjukan sikap kerendahan hati. Sebagaimana ditunjukan ketika menjadi pelatih club sepakbola, Juventus. Ketika Juventus menjadi klub yang mencetak rekor tak terkalahkan dalam satu musim di liga Italy, Antonio Conte justru berkata semuanya merupakan keberuntungan dan hasil kerja keras seluruh punggawa tim. Selain itu, seusai pertandingan, Conte selalu menyalami pelatih dan pemain lawan walaupun Juventus menang. Karakter yang ditunjukan Conte sebagai pemimpin timnya, merupakan humility value yang harus dimiliki seorang pemimpin. 
    j) Determination
    Determination atau determinasi adalah etos kerja yang tinggi dari seorang pemimpin. Pemimpin atau leader harus mempunya etos kerja tinggi dalam menghadapi berbagai persoalan. Determinasi yang tinggi membuat semua masalah bisa ditangani dengan cepat karena pemimpin cepat tanggap. Determinasi pemimpin juga menjadi contoh bagi anak buahnya agar mempunyai etos kerja yang tinggi pula.
    Jokowi ketika menjadi walikota Solo dan Gubernur Jakarta, menunjukan determinasi tinggi dalam memimpin. Jokowi selalu cepat tanggap melakukan inspeksi ke tempat yang bermasalah. Disana dia melakukan komunikasi dengan warga dan memberikan alternatif solusi untuk menyelesaikan masalah yang terjadi pada warganya. Jokowi adalah contoh pemimpin yang memiliki determinasi tinggi.
    k) Purpose
    Purpose adalah sebuah tujuan. Tujuan adalah sebuah visi dari seseorang. Pemimpin harus mempunyai tujuan dan visi yang jelas dalam memimpin organisasinya. Dengan tujuan yang jelas, pemimpin bisa mengerti apa yang akan dilakukan olehnya dalam mencapai target. Visi adalah setinggi-tingginya akan tetapi, tetap fleksibel dalam menghadapi berbagai masalah yang menerpa.
    Steve Jobs dalam membangun Apple, selalu memiliki tujuan yang jelas. Visi dia dalam inovasi awalnya memang terdengar agak mustahil seperti visi membuat Apple memproduksi smartphone layar sentuh. Akan tetapi berkat kecerdasannya dalam membangun Apple, Jobs bisa mewujudkan berbagai inovasi. Salah satunya membuat Apple menjadi produsen pertama yang membuat smartphone dengan teknologi layar sentuh pertama di dunia. Jobs juga mempunyai tujuan menjadikan Apple menjadi raksasa di bidang telekomunikasi, maka Jobs membuat Ipad, Ipod dan Iphone yang menjadi trademark Apple. Bahkan setelah kematiannya, masih banyak gagasan visi Jobs yang belum terwujud, dan Apple saat ini berusaha mengejar visi Jobs yang belum terwujud tersebut.
    l) Commitment
    Seorang pemimpin harus mempunyai komitmen tinggi terhadap perussahaan atau organisasinya. Komitmen adalah sebuah bentuk totalitas dalam menjalakan sesuatu. Tidak akan pernah lari dari masalah dan selalu menghadapinya. Komitmen juga berarti loyalitas, untuk tidak menjadi pecundang dalam memimpin organisasi atau perusahaan.
    Ignasius Jonan ketika menjadi direktur PT KAI, menunjukan komitmen tinggi terhadap pekerjaannya sebagai direktur PT KAI. Ignasius Jonan bahkan sampai tertidur didalam gerbong kereta api ketika memantau posko angkuta lebaran. Ignasius Jonan merupakan pemimpin yang loyal terhadap perusahaan dan tugasnya. Totalitas dalam menjalankannya, sehingga layanan transportasi kereta api di Indonesia saat ini menjadi baik.

    Kapankan proses planing dilakukan? Apakah sebelum bisnis di mulai atau sesudah bisnis dimulai. Bagaimana Planing dirancang?
    a) Apa yang dimaksud dengan planing dalam fungsi manajemen?
    Dalam ilmu menejemen menjelaskan bahwa salah satu fungsi pokok manajemen adalah perencanaan, dalam ilmu manajemen dijelaskan bahwa fungsi pokok manajemen terdiri dari perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Dalam manajemen, perencanaan adalah proses membuat tujuan organisasi untuk mencapai tujuan dan mengembangkan secara aktivitas kerja dalam organisasi. Perencanaan atau planning merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen, karena tanpa perencanaan fungsi pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tidak akan dapat berjalan. Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi pemahaman dari pernyataan yang memiliki 2 pengertian dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.
    b) Kapankan proses planing dilakukan? Apakah sebelum bisnis di mulai atau sesuadah dimulai?
    Proses planning dilakukan setelah menentukan ide dan gagasan dan menetapkan tugas dan tujuan, observasi dan analisa. Dan proses ini dilaksanakan sebelum bisnis di mulai. Karena tidak mungkin juga planning dilakukan setelah bisnis dimulai, itu akan membuat semua kacau karna kita juga tidak memiliki panduan khusus kedepannya. Belum lagi hambatan yang akan terjadi kedepannya, itu semua harus dipikirkan juga bergabung dengan dibuatnya planning tersebut. Setelah planning selesai dibuat, barulah kita mulai langkah awal untuk kemudian melanjutkan langkah-langkah berikutnya sesuai planning yang telah kita buat.
    c) Bagaimana planning dirancang?
    i) Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan. Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja. Jangan lupa pula untuk menentukan sasaran pasar. Menyiapkan segala sesuatu/peralatan-peralatan yang kelak akan dibutuhkan oleh bisnis yang akan kalian buat kedepannya.
    ii) Merumuskan keadaan saat ini. Pemahaman akan posisi perusahaan sekarang dari tujuan yang hendak di capai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencana dapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegitan lebih lanjut. Tahap kedua ini memerlukan informasi, terutama keuangan dan data statistik yang didapatkan melalui komunikasi dalam organisasi.
    iii) mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan. Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intern dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya, atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walaupun sulit dilakukan, antisipasi keadaan, masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalah bagian esensi dari proses perencanaan.
    iv) Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan. Jangan lupa membuat dampak positif dan negative dalam pembangunan bisnis tersebut dan membuat cara penyelesaian masalah yang terjadi di kedepannya. Tahap akhir dalam proses perencanaan meliputi pengembangan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut dan pemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) di antara berbagai alternatif yang ada. Jangan pernah mudah putus asa dalam mengembangkan berbagaiinovasi. Karna sejatinya, konsumen suka sama sesuatu yang baru, yang inovatif, kreatif. Terlebih untuk bangunan bisnis harus bisa menarik perhatian orang banyak.

    Note:
    Perencanaan bisa dirancang berdasarkan survey sehingga menghasilkan “studi kelayakan”.
    Perancangan bisnis dilakukan dengan perbedaan intenitas tertensu. Perbedaan intensitas studi kelayakan bisnis ditentukan oleh:
    1. Besarnya dana yang diinvestasikan. Umumnya semakin besar dana jumlah yang ditanamkan akan semakin mendalam studi yang perlu dilakukan.
    2. Tingkat ketidakpastian bisnis. Semakin sulit kita memprediksikan penghasilan penjualan, biaya, aliran kas, dan lain-lain, semakin berhati-hati dalam melakukan studi kelayakan. Hal ini misalnya untuk investasi pada produk-produk baru. Berbagai cara ditempuh untuk mengatasi ketidakpastian ini, dengan analisis sensitivitas, taksiran konservatif, dan sebagainya.
    3. Kompleksitas elemen-elemen yang mempengaruhi bisnis. Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu bisnis mungkin menjadi sangat kompleks, sehingga pihak yang melakukan studi kelayakan terhadap bisnis tersebut akan semakin berhati-hati.
    Tahapan untuk melakukan studi kelayakan bisnis:
    1. Identifikasi, dilakukan terhadap lingkungan untuk memperkirakan kesempatan dan ancaman dari usaha yang akan dilakukan.
    2. Perumusan, merupakan tahap untuk menerjemahkan kesempatan investasi ke dalam suatu rencana usaha ang konkret, dengan faktor-faktor yang penting dijelaskan secara garis besar.
    3. Penilaian, melakukan analisa dan menilai aspek pasar, teknik, keuangan dan perekonomian.
    4. Pemilihan, dilakukan mengingat adanya keterbatasan dan tujuan yang akan dicapai.
    5. Implementasi, menjalankan bisnis tersebut dengan tetap berpegang pada anggaran.

    Identifikasi kesempatan bisnis dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut, yaitu:
    1. Mempelajari impor. Impor menunjukkan bahwa masih ada (sebagian) pasar yang belum bias dipenuhi dengan produk dalam negeri. Apalagi jika ternyata impor ini memiliki kecenderungan meningkat, maka bias diperkirakan masih ada permintaan dari dalam negeri untuk produk/jasa tersebut.
    2. Menyelidiki material lokal. Jumlah material yang melimpah, harga murah dan kualitas yang baik dari material tersebut, semuanya menunjukkan untuk dieksploitasi lebih lanjut.
    3. Mempelajari keterampilan tenaga kerja. Untuk beberapa jenis industri, factor keterampilan tenaga kerja mungkin sangat menentukan. Tersedianya tenaga seperti ini dapat digunakan untuk membuat produk sejenis, namun tidak sama.
    4. Melakukan studi industri. Berbagai kesempatan dapat ditemukan untuk industri yang sedang berkembang. Perkembangan suatu sector industri menunjukkan masih terbukanya peluang bisnis di industri tersebut.
    5. Menerapkan kemajuan teknologi. Perubahan teknologi dari waktu ke waktu memungkinkan investor memanfaatkan teknologi tersebut sebelum pihak lain menggunakannya. Dengan demikian, investor tersebut akan memiliki ‘competitive advantage’ terlebih dahulu, sebelum akhirnya berkurang atau hilang karena penggunaan teknologi yang sama oleh investor lain.
    6. Mempelajari hubungan antar industri. Perkembangan suatu industri akan menciptakan kesempatan bagi industri lainnya, dengan memperhatikan dan menganalisis input dan output industri yang saling berkaitan.
    7. Menilai rencana pembangunan. Rencana pembangunan oleh pemerintah akan menciptakan kebutuhan akan produk/jasa yang sebelumnya belum dibuat.
    8. Melakukan pengamatan di tempat lain. Pembangunan di Negara atau wilayah lain mungkin dapat diterapkan di daerah kita.

    Suka

  9. Selamat malam pak Ranto. Karena WordPress saya tidak menggunakan nama asli saya, jadi saya berikan Link artikel jawaban saya di setiap komentar sesuai dengan pertanyaan yang bapak berikan. Untuk soal yang No. 1 ini artikel jawaban saya disini pak http://goo.gl/m5VZOQ

    Suka

  10. 1.Leader melakukan inovasi, sedangkan manajer mengelola.
    Ini berarti bahwa seorang leader atau pemimpin adalah orang yang datang dengan ide-ide baru dan menggerakkan seluruh organisasi ke dalam fase berpikir untuk maju. Orang ini harus terus-menerus mengembangkan strategi-strategi dan taktik baru . Dia harus memiliki pengetahuan tentang tren terbaru, penelitian, dan keahlian.
    Di sisi lain, manajer mempertahankan apa yang telah ditetapkan. Orang ini harus mempertahankan kontrol dan mengatasi gangguan dalam organisasi yang mungkin ada.
    Dalam bukunya The Wall Street Journal Essential Guide to Management: Lasting Lessons from the Best Leadership Minds of Our Time, Alan Murray mengutip Drucker bahwa seorang manajer adalah seseorang yang menetapkan target yang tepat, tolok ukur, analisis, dan menilai kinerja. Manajer memahami orang-orang yang bekerja bersama mereka dan tahu mana orang yang terbaik untuk tugas-tugas tertentu.
    2.Leader menginspirasi sementara manajer bergantung pada kontrol.
    Seorang pemimpin adalah seseorang yang menginspirasi orang lain untuk menjadi yang terbaik dan tahu cara yang tepat mengatur tempo serta kecepatan untuk seluruh kelompok.
    Kepemimpinan adalah bukan apa yang Anda lakukan-tetapi apa yang orang lain lakukan sebagai respon dari Anda. Jika tidak ada yang muncul di barisan Anda, maka Anda bukanlah seorang pemimpin.
    Dan jika orang memutuskan untuk ikut dalam “kapal” Anda karena Anda telah menginspirasi mereka, maka itu berarti bahwa Anda telah membuat suatu ikatan kepercayaan dalam perusahaan. Ini adalah hal yang penting karena jika bisnis berubah dengan cepat dan membutuhkan orang untuk percaya dalam suatu misi, maka orang ini bisa menjadi pilihan yang tepat.
    Adapun manajer, Drucker menulis bahwa tugas mereka adalah untuk mempertahankan kontrol atas orang dengan membantu mereka mengembangkan aset mereka sendiri dan mengeluarkan bakat mereka yang terbesar. Untuk melakukan ini secara efektif, Anda harus tahu orang-orang yang bekerja dengan dan memahami kepentingan mereka serta passionnya.
    Manajer kemudian menciptakan keputusan tentang gaji, promosi penempatan, dan melalui komunikasi dengan tim.
    Mengelola proyek adalah satu hal, memberdayakan orang lain adalah hal lain.
    3. Pemimpin bertanya “what” dan “why,” sedangkan manajer bertanya “how”.
    Untuk bertanya apa dan mengapa Anda harus mampu mempertanyakan mengapa orang lain melakukan tindakan-tindakan tertentu yang terjadi. Kadang-kadang ini mengharuskan Anda menantang atasan.
    Ini berarti bahwa mereka mampu stand up untuk manajemen ketika mereka berpikir sesuatu yang perlu dilakukan bagi perusahaan. Pemimpin tidak selalu benar tentunya.
    Jika perusahaan Anda mengalami kegagalan, pekerjaan leader adalah untuk datang dan berkata, “Apa yang kita pelajari dari hal ini?” Dan “Bagaimana kita menggunakan kegagalan ini untuk memperjelas tujuan kita atau mendapatkan sesuatu yang lebih baik?”
    Sebaliknya, manajer tidak benar-benar berpikir tentang apa artinya kegagalan.
    Tugas mereka adalah untuk bertanya “bagaimana” dan “kapan” untuk memastikan mereka melaksanakan rencana yang sesuai. Drucker menulis bahwa manajer menerima status quo dan lebih seperti tentara di militer. Mereka tahu bahwa perintah dan rencana yang penting dan tugas mereka adalah untuk menjaga visi mereka pada tujuan perusahaan saat ini.
    Meskipun untuk dua peran mungkin mirip, “Para manajer terbaik juga para pemimpin,” kata Wade. “Saya pikir Anda bisa melakukan keduanya, tetapi Anda harus meluangkan waktu untuk mengolahnya.”

    Suka

Apa Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s