MUSIK SEBAGAI BAHASA UNIVERSAL

Dalam artikel singkat dan sederhana ini saya ingin membahas sedikitnya tentang Musik sebagai bahasa Universal, yang bisa diartikan bahwa musik juga bisa sebagai alat komunikasi antar manusia baik perorang atau kelompok, sebelum jauh mari kita artikan apa arti dari Musik itu sendiri. Musik adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama, Walaupun musik adalah sejenis fenomena intuisi, untuk mencipta, memperbaiki dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Mendengar musik pula adalah sejenis hiburan. Musik adalah sebuah fenomena yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik. Tak hanya dihasilkan oleh alat musik, tetapi musik juga dapat dihasilkan lewat suara dan banyak hal. Peran musik didunia berkembang pesat menjadikannya suatu keharusan dan konsumsi kita sehari-hari jadi tidak menutup kemungkinan musik kini meluas menjadi suat bahasa alat komunikasi bagi kita dan pula musik tidak mengenal kalangan atau ras siapapun bisa menikmati dan memahami. Dalam sehari-hari secara tidak disadari musik membawa pengaruh baik bagi kita coba diperhatikan setiap kita mendengarkan musik membawa kebahagian, kesenangan, lebih bersemangat, penambah gairah dalam aktifitas. Sudah terbukti dalam berbagai contoh bahwa musik menjadi Bahasa

Nada = code

Kita tahu ikan lumba-lumba konon bisa berkomunikasi dengan nada-nada. Dalam film Close Encounters, digambarkan juga bahwa manusia bisa berkomunikasi dengan mahluk luar angkasa dengan nada-nada musik. Kemudian dalam filmStar Wars,R2D2 digambarkan berkomunikasi dengan nada juga.

Sebetulnya melihat dari gejala-gejala tersebut nampaknya suatu saat nanti akan muncul bahasa baru yang menjembatani semua bahasa sejagad yaitu bahasa dengan nada. Perumpamaan yang paling sederhana adalah :

saya = I (inggris) = watashi wa (jepang) = ana (arab) = 1 /do (musik)

kamu = you (inggris) = anata wa (jepang) = anta (arab) = 2 /re (musik)

cinta = love (inggris) = aishiteru (jepang) = (apalah.. saya gak tahu) = 5 /sol (musik)

Berarti : saya cinta kamu = I love you = (do-sol-re) 1 5 2 !!

Kombinasi notasi lain misalnya : makan = eat = mi-fa / 34 — saya makan = 1 34

Contoh lain : pergi = go = 46 (fa la) => saya pergi makan = 1 46 34

Nah.. sudah jauh bukan perkembangan musik, entah berapa taun lagi mungkin sudah bisa lebih hebat lagi dan muncul ide-ide baru dari manusia. tak hanya digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama manusia tetapi juga dengan binatang sebagaimana contoh tersebut, lalu melihat kepada manusia yang mempunyai suatu keterbelakangan yang tidak dapat berkomunikasi normal seperti lainnya, bisakan kita menjadikan musik sebagai jalan pemersatu paham dan ide bagi mereka yang kekurangan dan kita yang normal? Tentu bisa! Musik adalah jalan terang untuk pemecahan masalah ini.

kembali kepada Musik adalah bahasa universal, Mengapa? Orang Sunda mengatakan amis jika melihat perempuan yang cantik, tetapi perempuan Jawa akan marah bila dikatakan amis karena amis itu untuk ikan. Padahal arti amis dalam bahasa Sunda itu “manis”. Orang India akan menggeleng-gelengkan kepala untuk menjawab “ya”, tetapi orang Indonesia akan menjawab “ya” dengan mengangguk-anggukan kepala. Ada pula homofon (bunyinya sama tetapi berbeda), yang banyak terdengar di bahasa Inggris, contoh: eyes (mata) dengan ice (es), see (lihat) dengan sea (laut), hear (dengar) dengan here (di sini). Hal demikian tidak terjadi pada musik. Do di Amerika, sama dengan do di Indonesia. Kunci C di Inggris, sama dengan kunci C di China. Seluruh dunia (meskipun tidak ada persetujuan secara langsung) tahu nada minor kebanyakan akan memainkan lagu-lagu sedih, sedangkan nada mayor untuk lagu-lagu senang. Dalam kemiliteran, musik-musik yang dimainkan adalah musik-musik yang bertempo cepat. Untuk film-film sedih, lagu akan cenderung dengan tempo lambat. Inilah sebabnya musik dikatakan sebagai bahasa universal