KAPITA SELEKTA

Kapita Selekta & Ilmu Sosial (Sesi I). Asal Muasal Manusia Membutuhkan Bantuan Orang lain, Contoh Cerita Manusia yang mendorong Batu Besar

KAPITA SELEKTA
MRG
Mustika Ranto Gulo
Dosen UMB

Pertemuan I : Paradigma ilmu sosial dan komunikasi

Cerita ini menggambarkan peristiwa relasi Ilmu Sosial dan Kapita Selekta. Tuliskan cerita itu menurut versi anda sendiri dalam kolom komentar dengan memperhatikan 5 teori berikut ini :

  1. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, sosiologi ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.
  2. Roucek dan Warren, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia dalam kelompok-kelompok.
  3. William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff, sosiologi adalah penelitian ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya yaitu organisasi sosial.
  4. Pitirin Sorokin (dikutip Bungin, 2006 : 27-28), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari:
    a. Hubungan dan pengaruh timbal balik antar aneka macam gejala-gejala sosial (misalnya: antara gejala ekomomi dan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, gerak masyarakat dengan politik, dan lain sebagainya);
    b. Hubungan dengan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala nonsosial (misalnya: gejala geografis, biologis, dan sebagainya);
    c. Ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial
  5. Emile durkhem Dalam teori ini menerangkan bahwa masyarakat modern tidak diikat oleh kesamaan orang-orang yang melakukan pekerjaaan yang sama, akan tetapi pembagian kerjalah yang mengikat mereka untuk saling tergantung satu sama lain.

KISAH : Asal Muasal Manusia Membutuhkan Bantuan Orang lain, terinspirasi dari sebuah contoh “Cerita tentang manusia yang mendorong batu besar.”

dorong batu besarPERHATIKAN CONTOH CERITA AWAL KEHIDUPAN MANUSIA 

1. Manusia itu terbatas dan tidak mungkin hidup sendiri; Ketika manusia berhubungan dengan alam (saat ia mendorong batu) ternyata tidak berhasil sesuai dengan keinginan; kini ia sadar bahwa dirinya memiliki keterbatasan sehingga membutuhkan bantuan. Ketika manusia sadar bahwa memerlukan bantuan orang lain, lahirlah ide untuk memulai “komunikasi”.

2. Manusia berkomunikasi; Manusia berhubungan dengan memakai bahasa, bahasa lisan dan bahasa isyarat; sekarang manusia sadar bahwa harus berpikir dengan memakai logika ilmu pengetahuan.

3. Manusia itu bisa berpikir; Manusia pada mulanya memakai tenaga magic untuk menang dalam setiap masalah. Ada yang memakai jasa sapi atau kerbau saat membajak sawah, dan banyak contoh lainnya. Manusia membutuhkan sesamanya dengan memanggil orang lain untuk mendapatkan bantuan mendorong batu. Manusia itu bisa berfikir dan ada banyak akal, ketika ia gagal mendorong batu sendirian, ia mencari bantuan (Ilmu Sosial dimulai). Tentu ada upaya mengambil hati agar bisa berteman, ada upaya dominasi dan menakut-nakuti agar tunduk pada dirinya, ada upaya untuk menawarkan kerjasama dengan hasil dibagi dua. Semua relationship itu, telah menandai lahirnya Ilmu Komunikasi dan Sosiologi.

4. Terjadilah kesepakatan untuk mendorong batu dan mereka berhasil mencapai tujuan; disaat inilah mereka menyepakati banyak hal dalam hubungan sosial manusia. Melalui bahasa mereka memaknai semua pembicaraan menjadi sebuah kesepakatan. Sekalipun perjanjian mereka tidak tertulis tetapi mereka sangat menghormati kesepakatan mereka dengan integritas yang tinggi.

5. Manusia membutuhkan hukum nonformal agar tidak terjadi kesalah-pahaman diantara mereka (ketika mereka sepakat bekerja sama maka mereka menghasilakan aturan dan aturan-aturan itu melahirkan hukum. Ketika manusia menghadapi kehidupan yang kompleks maka hukum tidak tertulis itu mereka maknai dengan simbol-simbol (semiotika). Pada saat ini hukum positif itu tertulis, namun masih banyak kesepakatan di dalam masyarakat yang setuju dengan kesepakatan lisan saja, dan mereka menyebutnya budaya.

6. Pada saat mereka sepakati hukum itu maka tersusunlah organisasi di dalam masyarakat awal, Akan tampil pemimpin yang perkasa diantara mereka, supaya terbentuk siapa yang menegakkan atau menjalankan hukum itu, sehingga terpilih salah seorang pemimpin di antara mereka (pada awalnya bukan dengan cara demokrasi. Dan tanpa mereka sadari, maka tersusunlah strata sosial dengan hak dan kewajiban di dalamnya yang teratur dan menyenangkan semua anggota.

7. Pada kisah orang yang mendorong batu itu, ada bagian kisah yang menunjukkan betapa besar nilai sebuah tanggung jawab di dalam pertemuan mereka itu. Tanggung jawab yang besar itu adalah kisah membagi hasil kerja keras mereka. mungkin saja dibagian bumi yang lain terjadi kekerasan “homo homini lupus”. Namun, kisah itu sungguh menggembirakan bahwa ‘komunikasi antar manusia’ di dasari oleh kebutuhan untuk hidup bersama-sama. Pengalaman pertama mereka bekerja sama akhir mereka bisa hidup berdampingan. Pada jaman sekarang terkenal dengan teori Negotiation Skill dengan kata kunci ‘win-win solution’ dalam ranah ilmu manajemen perusahaan.

8. Kita bisa menemukan nilai-nilai Culture Society dalam kisah manusia yang membangun komunitas dengan dasar kasih, keterbukaan dan bukan hanya pada kepentingan mendapatkan keuntungan. Manusia memiliki naluri untuk hidup bersama dengan dasar ‘saling percaya’. Saat ini kita temukan buku-buku yang membahas tentang ‘toleransi dan kebhinekaan’. Manusia bisa hidup bersama tanpa mempersoalkan latar belakang sesamanya, baik agama, warna kulit, bahasa atau suku dan sebagainya.

9. Setelah manusia membangun sebuah perkampungan ‘komunitas baru’, cerita itu menjelaskan bahwa mereka membangun infrastruktur secara bersama-sama. Nilai baru yang ditemukan adalah ‘gotong royong’ sebagai sifat dasar kehidupan manusia sejak awal. Dari pengalaman itu, terbentuklah pemerintahan (ada pemusatan kekuasaan pada satu orang untuk fungsi koordinasi). Bagaimana mengatur mereka untuk mencapai tujuan? Sekarang lihatlah negara kita sudah merdeka dan cikal bakal negara itu adalah dari individu. individu menjadi keluarga, keluarga menjadi komunitas dan akhirnya menjadi negara.

Ilmu Sosial dan Kapita Selekta disebut juga sebagai bunga rampai ilmu tentang hubungan manusia dengan manusia dan momentum apa yang terjadi di dalamnya, itulah pusat perhatian utama dalam mata kuliah ini.

Mustika Ranto Gulo, ST, M.IKom

Baca NARASI KAPITA SELEKTA ILMU SOSIAL

Mendorong Batu Sebuah Kisah Kapita Selekta
Mendorong Batu Sebuah Kisah Kapita Selekta

2 pemikiran pada “Kapita Selekta & Ilmu Sosial (Sesi I). Asal Muasal Manusia Membutuhkan Bantuan Orang lain, Contoh Cerita Manusia yang mendorong Batu Besar

  1. Reblogged this on yulistikafajbrinawardhanie and commented:
    KAPITA SELEKTA (1) APA YANG DIMAKSUD DENGAN PARADIGMA ILMU SOSIAL DAN ILMU KOMUNIKASI; SILAHKAN REKONSTRUKSI ULANG KEMBALI CERITA TENTANG KISAH SEORANG YANG MENDORONG BATU, YANG BERHASIL KARENA ADANYA KERJA SAMA DAN RELASI SERTA KESEPAKATAN-KESEPAKATAN BAIK FORMAL MAUPUN NON FORMAL.

    Paradigma Ilmu Sosial adalah suatu cara pandang (wordview) yang dipakai dalam mencari kebenaran tentang realitas dalam kehidupan sosial, termasuk mencari kebenaran tentang realitas dalam ilmu komunikasi seperti yang diceritakan orang yang mendorong batu besar yang berhasil karena adanya kerjasama . hal itu dikarenakan selalu berusaha dan tidak pantang menyerah untuk mencapai suatu keberhasilan dan saling ada kerjasama untuk memecahkan suatu permasalahan dan mengandalkannya untuk mencapai suatu hasil yang lebih baik . menurut Guba dan Lincolyn, paradigma ilmu sosial terbagi dalam :
    1.paradigma klasik (posistivis dan anti posistivis)
    2.paradigma kontruktif
    3.paradigma kritis
    ketiga paradigma diatas lebih sering digunakan dalam penelitian selain dari paradigma yang dikemukakan oleh ilmuwan sosial lainnya .

    PENGERTIAN SETIAP PARADIGMA

    1.Paradigma Klasik : paradigma yang menganalogikan ilmu sosial sebagai ilmu alam
    2.Paradigma Konstruktif : paradigma yang memandang ilmu sosial sebagai analisis sistematis terhadap pelaku sosial, yang dilakukan melalui pengamatan langsung dan rinci terhadap pelaku sosial
    3.Paradigma Kritis : paradigma yang memandang ilmu sosial sebagai sebuah proses yang kritis yang bertujuan menyatakan struktur nyata dalam kehidupan sosial .
    Paradigma Komunikasi adalah suatu ilmu pengetahuan sosial yang memiliki ciri ciri berkenaan dengan pemahaman tentang bagaimana orang berperilaku dalam menciptakan, mempertukarkan, serta menginterprestasikan pesan .
    Sejak manusia diciptakan sebagai makluk sosial, maka dia mempunyai tujuan dan ambisi hidup, dia mulai berhadapan dengan kebutuhan untuk berhubungan satu sama lain dan di dalam tatanan hubungan itulah manusia selalu berusaha untuk berkomunikasi dengan berbagai cara hal mengomunikasikan pikiran dan perasaan itu kadang kadang tampaknya sangat alamiah kadang kadang kita lakukan tanpa disadari . tujuan utama komunikasi yaitu untuk memindahkan pengertian yang dimiliki seseorang kepada penerima agar dia mempunyai pengertian baru setelah kita mengomunikasikan sesuatu .

    Suka

Apa Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s