Logo Kapita Selekta

Kapita Selekta : Antropologi dalam ranah Filsafat Sosiologi

Manusia dan Esensi Manusia alam objek formal (metode) filsafat manusia dengan ilmu-ilmu tentang manusia terdapat perbedaan. setiap ilmu-ilmu yang berkaitan dengan manusia pasti menyelidiki adanya gejala-gejala empiris yang bisa objektif atau bersifat objektif dan diselidiki menggunakan metode eksperimental ataupun obsevasional. begitu pula dengan filsafat manusia yang tidak membatasi diri dengan gejala empiris tersebut. segala sesuatu yang dapat di pikirkan secara logi itu yang disebut juga kajian dalam filsafat manusia. memiliki aspek-aspek ataupun dimensi-dimensi metafisis, universal dan spiritual yang mampu diselidiki menggunakan metode sintesis dan refleksi. filsafat manusia tidak dapat menyelidiki dengan metode observasional ataupun eksperimental karena metode ini termasuk dalam gejala-gejala empiris.

Mari kita bicara tentang lingkaran filsafat tentang manusia:

  1. KOSMOLOGI
  2. ESTETIKA
  3. EPISTIMOLOGI
  4. ETIKA
  5. PSIKOLOGI
  6. CULTURE
  7. IDEALISM E
  8. MATERIALISM

Filsafat manusia juga disebut antropologi filsafatia adalah bagian dari sistem filsafat yang menyoroti esensi manusia. Objek materialnya adalah gejala-gejala manusia yang memiliki tujuan untuk mengidentifikasi, menginterpretasi dan memahami gejala-gejala atau ekspresi yang terjadi pada manusia. Gejala dan ekspresi manusia adalah objek yang dikaji dalam filsafat ilmu maupun ilmu-ilmu manusia yang lain.

Sosiologi merupakan ilmu tentang masyarakat, atau ilmu yang mempelajari kehidupan masyarakat dan suatu kelompok. Sosiologi juga merupakan dasar dari ilmu pengetahuan yang membimbing seseorang untuk berlaku adil dan mengetahui hukum dengan sebaik-baiknya. Untuk lebih mendalami definisi sosiologi, berikut dibahas batasan, definisi, dan penyebab perbedaan definisi sosiologi dikalangan para ahli, seperti; Emile Durkheim, Max Weber dan Peter L. Berger.

Target kita dalam kuliah ini adalah :

  1. Memahami dan menjelaskan pengertian dasar tentang Sosiologi dan hubungannya dengan Antropologi (Penjelasan tentang batasan yang jelas dan konkrit).
  2. Memahami dan menjelaskan timbulnya Antropologi sebagai suatu ilmu tersendiri yang dipisahkan dari sosiologi.
  3. Membedakan Antropologi dengan Sosiologi, sebagai ilmu yang sama-sama mempelajari masyareakat dan kebudayaan
  4. Menentukan kontribusi dan kedudukan Antropologi terhadap ilmu sosial lainnya, terutama dengan Sejarah, dan demikian sebaliknya
  5. Memahami dan menjelaskan sejarah dan perkembangan kebudayaan dalam kehidupan manusia

 

Perhatikan Teori ini

Pada dasarnya Sosiologi merupakan bagian dari ilmu‑ilmu sosial, sebab obyek menjadi pengamatannya adalah masyarakat (Socius = kawan; logos = bicara/ ilmu). Auguste Comte (1798‑1857), dan Herbert Spencer (1820‑1903) yang merupakan pelopor disiplin Sosiologi juga menekankan, bahwa merupakan studi mengenai masyarakat yang dipandang dari satu segi tertentu.

Masyarakat itu sendiri mempunyai pengertian yang beragam dan tergantung aspek mana yang menjadi pengamatannya. Namun secara umum masyarakat dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang hidup dalam suatu lingkungan, dalam kurun waktu yang cukup sehingga melahirkan budaya dengan satu kesatuan kriteria dan memiliki sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama dalam hubungan keluarga, bertetangga, hidup sekampung, hubungan kekerabatan, hubungan pergaulan, hubungan kerja, hubungan pemerintahan, hubungan formal dan informal, hubungan daerah asal, hubungan bisnis, dan sebagainya, memberikan pengertian serta pemahaman akan budaya dan peradaban, sekaligus etika bergaul dalam kehidupan bersama.

Dalam perkembangannya para sosiolog modern mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang membahas kelompok‑kelompok sosial, atau studi mengenai interaksi‑interaksi manusia dan interelasinya. Pada konteks ini pusat perhatian sosiologi adalah tingkah laku manusia, baik individual maupun kolektif. Dengan demikian Sosiologi merupakan studi mengenai tingkah laku manusia dalam konteks sosial.

Petirim A. Sorokin menyatakan, bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala‑gejala sosial (misalnya antara gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, dinamika masyarakat dengan politik dan sebagainya. Selo Soemarjan dan Soelaiman Soemardimemberikan definisi sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang strukur sosial dan proses, sosial termasuk di dalamnya perubahan‑perubahan sosial.

Ada dua ruang lingkup dalam sosiologi, yaitu statistika dan dinamika. Statistika yaitu ruang lingkup yang mempelajari hal-hal tentang dasar-dasar pergaulan hidup manusia. Dinamika yaitu hal-hal yang mempelajari hukum-hukum dan dalil-dalil tentang perubahan masyarakat

KONSEP REALITAS SOSIAL BUDAYA SALING BERKAITAN ERAT

  1. Masyarakat dan kebudayaan saling berkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan, karena budayaadalah hasil cipta, rasa, dan karsa masyarakat. Tidak ada masyarakat yang hidup tanpa budayadan tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat.
  2. Status dan Peran sangat berkaitan, karena peran yang akan dilakukan seseorang tergantung daristatus sosialnya dalam masyarakat. Status dan peran dapat ditemukan dalam masyarakat modernatau sederhana sekalipun.
  3. Perilaku menyimpang dan pengendalian sosial, perilaku menyimpang akan berdampak burukpada keberlangsungan kehidupan masyarakat. Karena perilaku menyimpang dapat mengancammasyarakat, maka perlu adanya pengendalian sosial.
  4. Masyarakat dan Interaksi, interaksi adalah pola hubungan timbale balik dalam masyarakat.Berbagai komponen dan unsur masyarakat saling berhubungan dan membentuk interaksi sosial.
  5. Nilai, norma dan lembaga sosial, nilai adalah sesuatu yang dianggap baik dan benar bagimasyarakat, nilai direalisasikan dalam bentuk norma yang bertujuan menciptakan keteratura

Salam Sukses