Trend Mobile Communication di Indonesia

Latar Belakang

Saya masih ingat betul ketika pertama sekali memakai handphone AMPS dari Komselindo tahun 1992, dengan bangganya menenteng pesawat NEC yang cukup bergengsi saat itu yang ukurannya sebesar batu bata. Fiturnya juga sangat terbatas dan hampir 98% fungsi utamanya untuk komunikasi voice saja. Telekomunikasi seluler di Indonesia mulai dikenalkan pada tahun 1984 dan hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang pertama mengadopsi teknologi seluler versi komersial. Teknologi seluler yang digunakan saat itu adalah NMT (Nordic Mobile Telephone) dari Eropa, disusul oleh AMPS (Advance Mobile Phone System), keduanya dengan sistem analog. Teknologi seluler yang masih bersistem analog itu seringkali disebut sebagai teknologi seluler generasi pertama (1G) yang kini sudah tak terdengar lagi.

Lebih seru lagi ketika pada saat diluncurkan teknologi generasi pertama CDMA (Code Division Multiple Access) yang disebut ETDMA (Extended Time Division Multiple Access) melalui operator Ratelindo yang hanya tersedia di beberapa wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Era Baru GSM

Pada awal tahun 1995, diperkenalkan teknologi GSM (Global Global System for Mobile Communications) yang membawa teknologi telekomunikasi seluler di Indonesia ke era generasi kedua (2G). Pada masa ini, Layanan pesan singkat (Inggris: short message service = SMS) menjadi fenomena di kalangan pengguna ponsel berkat sifatnya yang hemat dan praktis. Teknologi GPRS (General Packet Radio Service) juga mulai diperkenalkan, dengan kemampuannya melakukan transaksi paket data. Teknologi ini kerap disebut dengan generasi dua setengah (2,5G), kemudian disempurnakan oleh EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Evolution), yang biasa disebut dengan generasi dua koma tujuh lima (2,75G). Tapi banyak masalah yang disisakan karena harus disesuaikan dengan ponsel, yang pada saat itu sangat mahal nilai unitnya. Telkomsel sempat mencoba mempelopori layanan ini, namun kurang berhasil memikat banyak pelanggan. Pada tahun 2001, sebenarnya di Indonesia telah dikenal teknologi CDMA generasi kedua (2G), namun bukan di wilayah Jakarta, melainkan di wilayah lain, seperti Bali dan Surabaya.

ERA DATA MOBILE

Mulai tahun 2004 baru muncullah operator 3G pertama, PT Cyber Access Communication (CAC), yang memperoleh lisensi pada 2003. Era ini sempat membuat kelimpungan oprator lama dimana mereka belum siap untuk memasuki masa ini karena perubahan infrastruktur dan teknologi yang sangat cepat melaju. Teknologi layanan telekomunikasi seluler di Indonesia telah mencapai generasi ketiga-setengah (3,5G), ditandai dengan berkembangnya teknologi HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access) yang mampu memungkinkan transfer data secepat 3,6 Mbps selayaknya trnsfr data terrestrial.

Analisa Market Share & Opportunity di Indonesia

Indonesia merupakan lahan yang sangat menggiurkan bagi masa depan bisnis mobile communication. Berdasarkan jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan penetrasi seluler yang baru hampir mencapai 50%, maka masih ada peluang yang terbuka lebar untuk meraih banyak pelanggan baru. Pada 2012, diperkirakan penetrasi seluler di Indonesia akan mencapai 80%.

Pada kenyataannya bahwa perkembangan operator di Indonesia semakin pesat dan bertumbuh begitu suburnya, untuk menangkap peluang pasar ponsel yang begitu besar. Bahkan Indonesia berapa pada peringkat ketiga untuk jumlah pengguna telepon seluler di Asia Pasifik. Menurut Ketua Asosiasi GSM Asia Pasifik, Shigeyasu Suenaga, pengguna ponsel di Asia Pasifik kini sudah mencapai 3 miliar. Di mana China masih memberi kontribusi terbesar, disusul India dan Indonesia. Data yang dimiliki Asosiasi Telepon Selular Indonesia (ATSI) mengungkap bahwa penggunatelepon seluler di Tanah Air telah menembus angka 250 juta pelangganSedangkan lembaga riset pasar IDC Indonesia, belum lama ini juga merilis tentang kondisi pasar ponsel hingga kuartal III 2012. Di mana pengiriman ponsel ke Indonesia mencapai 15,5 juta unit, naik 13% dari Q2 dan 14% dari periode yang sama tahun lalu.  Pun demikian, kontribusi feature phone alias ponsel kelas tanggung masih yang terbesar yakni 13,5 juta unit dibandingkan smartphone atau ponsel pintar yang hanya 2 juta unit.

Aplikasi jejaring social mempunyai andil yang besar melajunya penggunaan telepon seluler di Indonesia. Masyarakat kini tak hanya menggunakan ponsel sebagai sarana komunikasi semata. Tetapi juga untuk akses internet dengan mudah dan dengan jangkauan yang luas. Menariknya, perkembangan ponsel juga membuat kehidupan ekonomi berputar. Saat ini hampir di semua kawasan Indonesia terdapat kios-kios yang menjajakan aksesoris ponsel maupun sekadar jual beli pulsa. Mereka menghidupkan perekonomian daerah setempat meski ada sisi negatifnya yakni sikap konsumerisme masyarakat yang semakin tak terbendung.

Dari sisi operator, perkembangan industri ponsel di Indonesia juga meraup keuntungan besar. Setidaknya ada 10 operator ponsel di Indonesia, atau termasuk yang terbanyak di seluruh dunia. Namun, hanya ada lima operator yang meraup pelanggan cukup besar yakni Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Bakrie Telecom, dan Smartfren.

Hingga akhir tahun 2011, jumlah pelanggan Telkomsel adalah 129,86 juta, naik 7,8% dibandingkan 2010 yang mencapai 120,47 juta.  Jumlah pelanggan Flash pada 2011 mencapai 5,53 juta, dan jumlah pelanggan BlackBerry mencapai 3,15 juta, naik 226,4% dibanding 2010 mencapai 966.000. Bahkan jumlah ini masih bisa bertambah seiring penetrasi Telkomsel yang sudah merambah ke desa-desa seluruh Indonesia.

Menurut versi Indosat bahwa jumlah pelanggannya mencapai 51,7 juta pelanggan hingga akhir tahun 2011. Di mana 70 persen diantaranya merupakan pelanggan M3. Baru-baru ini PT Indosat Tbk (ISAT) menggandeng PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan anak perusahaan PT Solusi Menara Indonesia untuk penjualan dan penyewaan kembali 2.500 menara.

Pada 2011, jumlah pelanggan data XL Axiata sebesar 25 juta pelanggan. Sedangkan Bakrie Telecom mempunyai pelanggan hingga 14,4 juta orang. Dan yang terakhir adalah Smart Fren yang dulu bernama Mobile-8 di area surbaya saat berdiri dengan 5,5 juta pelanggan.

Teknologi & Mobile Operating System

Teknologi Mobile operating system (mobile OS) adalah perangkat lunak utama yang akan mengontrol perangkat keras smartphone dan tablet PC. Mobile OS didesain khusus untuk perangkat telepon genggam dan sangat berbeda dengan OS pada umumnya yang bekerja di perangkat PC, karena memang mobile OS seperti ini harus bekerja pada hardware yang kemampuannya terbatas. (Chen, Shi, Lou & Hu, 2010)

Secara umum OS terdiri dari kode perintah, instruksi dan informasi lainnya yang mendukung kemampuan manusia untuk memecahkan suatu masalah (Rogers, Everett M., 1962)

Demikian juga Windows OS atau Linux pada perangkat PC, mobile OS berguna sebagai dasar bagi program lain untuk bekerja pada perangkat smartphone dan tablet PC. Mobile OS bertanggung jawab menentukan fungsi dan fitur pada perangkat smartphone dan tablet PC atau perangkat mobile kita. Selain itu mobile OS juga yang menentukan aplikasi- aplikasi buatan pihak ketiga apa yang cocok untuk perangkat mobile kita. (webopedia.com, 2011)

Dalam tulisan ini perkembangan mobile OS akan diambil contoh dari 3 mobile OS yang paling popluer dipakai di Indonesia. Yakni Blackberry OS, iPhone OS, dan Android OS. Karena memang secara umum hanya tinggal inilah pemain utama mobile gadget di Indonesia. Blackberry OS bekerja khusus untuk perangkat smartphone  Blackberry dan tablet Plybook, iPhone OS bekerja khusus bagi gadget keluaran Apple, yakni iPhone, iPad dan iPod Touch. Sementara Android OS lebih terbuka, karena memang mobile OS ini bisa digunakan pada smartphone keluaran berbagai jenis pabrikan seperti Samsung, Nexus ataupun HTC, demikian juga ketika digunakan pada perangkat tablet, Android OS juga bekerja di berbagai macam perangkat.

Teknologi Blackberry OS 7

Teknologi Blackberry OS 7 sebenarnya fokus pada peningkatan pelayanan (service) yang dilakukan oleh Research In Motion (RIM), perusahaan pengembang OS Blackberry, adalah pada segi kecepatan dalam bekerjanya (Blackberry.com, 2012). Perangkat mobile dengan berbagai macam aplikasi di dalamnya, serta fitur- fiturnya yang sangat mengakomodasi pengguna, tentu akan memakan waktu cukup lama untuk booting apabila tidak didukung dengan OS yang baik. Isu ini sangatlah berbahaya bisa membuat para konsumennya merasa terganggu apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu upaya peningkatan kecepatan booting akan membawa dampak besar berupa kenyamanan bagi para konsumen yaitu pemakai akhir.

Bonus lainnya, tampilan grafis yang semakin baik juga menjadi fokus pada peningkatan Blacberry OS 7 ini. Tampilan memang hanya sebuah wajah luar dari sebuah kecanggihan teknologi. Namun tampilan sangat penting karena pengguna akan mendapatkan banyak kemudahan apabila tampilan tersebut mengakomodasi mereka. Tampilan yang baik juga akan mempermudah pengguna untuk dapat menggunakan fitur- fitur yang ada dengan lebih maksimal.

Terdapat perbaikan pada speaker, terbukti dengan bekerjanya perintah suara yang menjadi lebih halus daripada sebelumnya. Yang dimaksud lebih halus adalah mengenai kemampuan pencariannya yang sangat baik. Sesuai dengan fokus awal pengembangan OS yakni pada bagian kecepatan. Perintah suara ini adalah salah satu bentuk kecerdasan buatan (Mirabito & Morgenstern, 2004) yang penggunannya sudah semakin gemar menggunakannya sebagai trend baru. Keunggulan Blackberry OS sejak awal pertama kali diluncurkan adalah kemampuan menunjang komunikasinya yang demikian baik. Ditunjukkan dengan keberadaan Blackberry Messenger yang sangat populer di Indonesia. Mudah digunakan dan sangat praktis. Kemampuan push-emailnya sangat ditingkatkan pada Blacberry OS 7 ini. Pengelompokan email menjadi lebih cepat.

Di dalam menunjang para pengguna untuk mengerjakan pekerjaan kantor, Blackberry OS 7 menawarkan perangkat lunak yang kompatibel dengan file- file Word, Excel, maupun PowerPoint. Meskipun seringkali bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal- hal itu lewat telepon genggam, namun setidaknya perangkat lunak itu sangat membantu apabila kita perlu melakukan pekerjaan saat darurat. Misalnya ketika kita tidak sedang berada di kantor namun harus menyelesaikannya dengan singkat.

Performance utamanya adalah terletak pada keunggulan browser yang tidak terkalahkan, inilah wajah Blackberry OS 7 yang sesungguhnya. Dirancang sedemikian rupa kemampuannya untuk melihat kode sumber sebuah halaman yang kita buka, tidak ada pada perangkat smartphone lain, karena teknologi ini layaknya pada Personal Comuter (PC).

OS Android

Pada OS Android, rilis terbarunya adalah Android versi 4.0 yang melakukan pengutamaan pengembangan pada kemampuan multi-tasking yang baik (android.com, 2012). Sehingga pengguna dapat menjalankan berbagai program dalam satu waktu yang sama tanpa harus mengeluhkan tentang berkurangnya respon perangkat mobile. Selanjutnya secara umum ada 3 pengembangan lain yakni fitur notifikasi yang bekerja dengan sangat baik, interaktifitas yang mendalam serta cara komunikasi yang berusaha ditampilkan dengan lebih menarik

Android OS 4.0 dengan tampilan grafisnya mencoba meraih konsumen melalui kemampuannya melakukan navigasi terhadap aplikasi- apliaksi yang dijalankannya. Kemudahan untuk berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain tanpa harus menutup aplikasi adalah salah satu contohnya. Hal ini juga membuktikan bahwa penekanan kemampuan multi-tasking menjadi keunggulan android OS.

Pada fitur notifikasi diberikan tampilan yang interaktif sehingga pengguna merasa nyaman dengan update yang ada tanpa harus merasa terganggu. Selain itu, untuk meningkatkan aksesibilitas pada waktu- waktu yang penting, pada perangkat yang berbasiskan Android OS 4, penggguna tidak perlu lagi melakukan un-lock untuk mengakses kamera atau melihat pembertiahuan. Sehingga momen penting atau ketika sedang terburu- buru pengguna tetap bisa mengakses fitur- fitur tersebut sekaligus tetap menjaga keamanan perangkat telepon genggam.

Melakukan proses penginputan teks melalui perintah suara juga semakin dimudahkan. Ini juga termasuk bentuk kecerdasan buatan. Teks akan otomatis tertulis ketika kita berbicara bahkan ketika kita melakukan jeda. Konsep ini sesuai dengan konsep artificial intellegence yakni natural language processing.

Kemampuan navigasi juga sedikit mampu memudahkan pengguna untuk melakukan perintah tanpa harus melihat layar. Akan ada pemberitahuan suara apabila pengguna menyentuh bagian layar tertentu. Pada akhirnya teknologi ini akan mengakomodasi orang yang punya keterbatasan pengelihatan.

Ketika memasuki fitur browser, Android yang memang merupakan salah satu lini bisnis dari Google, mempunyai hubungan yang baik dengan browser Google Chrome. Pengguna perangkat telepon yang berbasi Android OS 4 akan terintegrasi dengan halaman favorit yang tersimpan pada akun Google mereka. Akses ini akan berlangsung dengan lebih cepat karena memang ada integrasi antara keduanya. Dan ketika koneksi tidak lagi terhubung, halaman- halam tadi tetap tersimpan, sehingga pengguna tetap bisa membaca halaman web tersebut.

Terakhir ada hal baru yang ditawarkan Android OS 4 yakni mengenai pendeteksian wajah dalam rangka menjaga keamanan. Dengan menggunakan kamrea, perangkat telepon akan mendeteksi wajah kita. Fitur ini bekerja dengan pengaman konvensional lain seperti PIN sebagai cadangan apabila pendeteksian dianggap terlalu rumit.

Teknologi yang membawa keberhasilannya yaitu dengan perbaikan pada konektivitas WiFi langsung dengan perangkat lain tanpa autentikasi yang berlebihan. Jika selama ini hubungan antar perangkat lebih populer menggunakan bluetooth, maka android OS 4 memanfaatkan WiFi yang lebih cepat. Selain itu apabila menggunakan WiFi mobilitas lebih akan bisa didapat seperti penghubungan ke perangkat printer, atau PC atau Laptop.

Teknologi iPhone OS 5 (iOS 5)

Teknologi iPhone OS 5 (iOS 5) merupakan rilis terbaru mobile OS dari Apple (Apple.com, 2012). Teknologi OS ini dirancang agar bisa bekerja tidak hanya pada perangkat iPhone namun juga pada perangkat iPod dan iPad milik apple. Pada iO5 terdapat pemberitahuan yang terintegrasi pada perangkatnya. Melalui notifikasi yang ada penggunanya dapat menindalanjuti dengan sekali sentuh. Segala pembaharuan informasi yang diinginkan untuk diberikan, akan muncul pada layar perangkat yang digunakan oleh pengguna, baik itu iPhone, iPod maupun iPad.

Tidak kalah dengan Blackberry, ternyata untuk melayani proses pertukaran pesan pendek, pada iOS 5 terdapat aplikasi bernama iMessage. Dalam aplikasi ini, pertukaran pesan yang terjadi lebih dari sekedar pesan teks saja melainkan juga foto dan video bagi sesama pengguna iOS 5. Para pengguna juga bisa mengetahui sejauh mana pesannya ditidak lanjuti oleh lawan bicaranya. Misalnya pengguna akan tahu apakah pesan terebut sudah diterima oleh lawan bicaranya, dan apakah pesan tersebut sudah dibaca atau belum. Pertukaran pesan yang berlangsung melalui aplikasi ini difasilitasi tidak hanya dengan jaringan sinyal dari provider telekomunikasi saja, melainkan juga pada melalui WiFi.

Teknologi iOS 5 masih bertahan pada keunggulan aplikasi media online, ketika kita ingin membaca koran atau majalah digital semua sudah terintegrasi dalam aplikasi bernama Newsstand. Pada aplikasi tersebut akan muncul koran atau majalah favorit yang biasa dibaca oleh pengguna. Kita bisa langsung membelinya melalu aplikasi ini pula. Ketika ada edisi terbaru, maka tampilan cover yang baru juga akan segera muncul.

Bagi para aktivis sosial media, terutama Twitter, iOS 5 membantu memudahkan pengguna untuk terus terhubung dengan teman- temannya di Twitter selayaknya menghubungi kontak yang lain. Dengan satu kali login, maka semua hal pada perangkat yang menggunakan iOS 5 akan terintegrasi langsung dengan Twitter. Misalnya setiap photo yang diambil akan langsung dapat di terbitkan melalui Twitter.

Kelebihan lain yang ditawarkan pada iOS 5 adalah kemampuannya untuk melakukan sinkronisasi tanpa harus menghubungkan kabel data dengan Laptop. Semuanya dapat dilakukan, termasuk mem-backup data yang kita punya di perangkat mobile kita ke dalam PC secara wireless.

Mobile OS Dirancang Untuk Media

Teori-teori pembahasan tentang Mobile OS meliputi yakni Mediamorphosis dan teori praktek penggunaan teknologi. Mediamorphosis (Fidler, 2008) merupakan teori yang menjelaskan tentang bagaimana sebuah media mengalami perubahan dan perkembangan. Ada 6 prinsip yaitu:

1.            Coevolution and coexistence: yaitu bahwa media komunikasi kemunculannya merupakan bentuk adaptasi dari pengembangan teknologi yang ada.

2.            Metamorphosis: yaitu bahwa perkembangan media menjadi hal- hal yang baru berlangsung melalui sebuah proses yang bertahap dan bukan meupakan sesuatu yang spontan.

3.            Propagation: yaitu bahwa kemunculan media baru turut serta membawa perkembangan istilah- istilah baru misalnya pada penggunaan bahasa.

4.            Survival: yaitu bahwa segala bentuk media yang ada sekarang ini harus beradaptasi untuk tetap bisa bertahan. Apabila hal itu tidak dilakukan maka media akan mati dan tidak digunakan lagi.

5.            Opportunity and Need: media baru muncul dan digunakan tidak hanya karena teknologinya canggih melainkan dipengaruhi faktor lain seperti ekonomi.

6.            Delayed adoption: yaitu bahwa media baru membutuhkan waktu lama untuk bisa menjadi popluer dan menghasilkan keuntungan

Sedangkan apabila kita melihat konsep praktek penggunaan pada teknologi, dibagi dua level yang berbeda yakni user-sphere dan expert-sphere (Pacey, 1983). User sphere menyangkut pengguna sebuah teknologi yang kemampuannya adalah menjalankan alat dan mengkonsumsinya. Sementara pada expert sphere menyangkut perumusan dan perancangan ketika ingin membangun sebuah teknologi.

Referensi

1.            McLuhan, Marshal, 1964, Understanding Media: The extensions of Man, New York: McGraw-Hill.

2.            Katz, James E. ( 2008 ). Handbook of Mobile Communication Studies, 2nd edition. MA: MIT Press.

3.            http://bisnis-jabar.com/index.php/berita/review-telekomunikasi-sekilas-mengenai-operator-di-indonesia

4.            http://id.wikipedia.org/wiki/Telekomunikasi_seluler_di_Indonesia

5.            http://www.webopedia.com/DidYouKnow/Hardware_Software/mobile-operating-systems-mobile-os-explained.html

6.            Wiliams, Briand, Stacey, Sawyer. (2009). Using Information Technology. The McGraw-Hill Companies

Satu pemikiran pada “Trend Mobile Communication di Indonesia

Apa Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s