MAFIA NARKOBA MENGGURITA, Patut diteliti oleh para Akademisi

PENELITIAN YANG BAGUS "PERAN MAFIA NARKOBA DALAM PENDANAAN MENJELANG PEMILU 2014"
PENELITIAN YANG BAGUS “KEMUNGKINAN ADANYA PERAN MAFIA NARKOBA DALAM MENDANAI POLITIK PADA PEMILU 2014 MENDATANG”

Heboh, bagaimana bisa seorang Presiden memberi grasi kepada terpidana mati tanpa latar belakang yang masuk akal, sangat kontradiktif dari sikap SBY sebelumnya. Masyarakat sudah muak dan memilih posisi diam karena bosan menyampaikan aspirasi menetang hal itu, kepada pemerintah yang tuli. Pada hal beberapa waktu yang lalu, SBY mengatakan akan berada di garda paling depan membarantas narkoba.

Jangan-jangan SBY tidak pernah dengar rakyatnya sendiri, ini kepentingan siapa demi apa dan yang diuntungkan siapa? Sungguh,  pemberian grasi kepada gembong narkoba menuai kontroversi, bahwa narkoba adalah jenis kejahatan luar bisa dan pelakunya tidak bisa diberi ampun.

Pantas saja Ketua MK Mahfud MD menduga ada permainan mafia hingga tingkat istana terkait grasi tersebut. “Saya menduga ada mafianya, betul apa yang dikatakan ketua Granat pak Hendri, ada orang yang sengaja bekerja untuk meringankan orang-orang yang dihukum dalam kasus narkoba,” kata Mahfud MD usai seminar usai bersama IKA Universitas Islam Indonesia (UII) di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Kamis (8/11/2012).

Pernyataan Mahfud sangat berani dan membuat Sudi Silalahi naik pitam, tersinggung, ada apa gerangan? Mahfud menduga bahwa prakik mafia itu sudah masuk ke lembaga-lembaga negara seperti Mahkamah Agung, Kejaksaan, bahkan sampai lingkungan istana. Termasuk dalam pemberian grasi yang diberikan kepada Meirika Franola.

“Saya heran, SBY yang biasanya sangat teliti bisa kecolongan. Saya kenal Pak SBY orangnya sangat teliti dan hati-hati. Pasti permainan mafianya, mafia hebat dan mafia narkoba itu memang mafia yang sangat hebat. Ada yang menghubungi hakimnya, ada yang ke MA, kejaksaan dan macam-macam dan ini sekarang sudah berpengaruh ke lingkaran istana,” beber ketua IKA UII ini. berita terkait anda bisa baca di Kompas dan detik.com.

Mahfud telah mewakili suara hati rakyat Indonesia, yang hancur masa depannya karena menjadi korban Narkoba. Dia sendiri tidak setuju dengan pengampunan terpidana kasus narkoba dengan jumlah besar. Hal itu dikarenakan narkoba adalah musuh utama negara dan harus diberantas.

“Dan ingat, narkoba itu kejahatan yang jauh lebih berbahaya dari korupsi, karena orang yang kecanduan narkoba itu bukan membunuh hidup, tetapi juga membunuh kehidupan,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah berencana akan mencabut grasi terpidana mati kasus narkoba Meirika Franola alias Ola (42). Keputusan ini diambil setelah Ola kedapatan menjadi otak penyelundupan dari balik penjara atas masuknya sabu-sabu 775 gram dari India ke Indonesia.

Korupsi bukan jalan yang mulus pada tahap persiapan PEMILU 2014 karena KPK sudah menangkap para kader partai yang divonis korupsi. Jadi, setoran para MAFIA narkobalah satu-satunya sumber pendanaan politik  menjelang 2014, dananya tak terhingga, sangat menggiurkan, masuk akal!

“Pertimbangan untuk pencabutan itu sangat-sangat besar kemungkinannya,” ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (6/11).

Satu pemikiran pada “MAFIA NARKOBA MENGGURITA, Patut diteliti oleh para Akademisi

  1. Makanan empuk para Magister Ilmu Komunikasi, sangat menantang ya. Saya usulkan bahwa judulnya menjadi “STUDY KEMUNGKINAN ADANYA PERAN MAFIA NARKOBA DALAM MENDANAI POLITIK PADA PEMILU 2014 MENDATANG”

    Suka

Apa Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s