Stuart Hall ; MEDIA MASA & REPRESENTASI

Culture Study & Media Massa
Culture Study & Media Massa oleh Stuart Hall

MEDIA MASA & TEORI REPRESENTASI

Mustika Ranto Gulo, Nirm : 55211110087, MATKUL “MEDIA & CULTURE STUDY”

     Menurut Stuart Hall, proses produksi dan pertukaran makna antara manusia atau antar budaya yang menggunakan gambar, simbol dan bahasa adalah di sebut REPRESENTASI. Media paling sering digunakan dalam produksi dan pertukaran makna adalah bahasa melalui pengalaman-pengalaman yang ada dalam masyarakat.

     Stuart Hall (1997), dalam culture study menggambarkan bahwa bahasa melukiskan relasi encoding dan decoding melalui metafora produksi dan konsumsi. Proses produksi meliputi proses gagasan, makna, ideology dan kode social, ilmu pengetahuan, ketrampilan teknis, ideology professional, pengetahuan institusional, defenisi dan berbagai asumsi lainnya seperti moral, cultural, ekonomis, politis dan spiritual.

     Menurut Stuart Hall, ada tiga pendekatan representasi :

  1. Pendekatan Reflektif, bahwa makna diproduksi oleh manusia melalui ide, media objek dan pengalaman-pengalaman di dalam masyarakat secara nyata.
  2. Pendekatan Intensional, bahwa penutur bahasa baik lisan maupun tulisan yang memberikan makna unik pada setiap hasil karyanya. Bahasa adalah media yang digunakan oleh penutur dalam mengkomunikasikan makna dalam setiap hal-hal yang berlaku khusus yang disebut unik.
  3. Pendekatan Konstruksionis, bahwa pembicara dan penulis, memilih dan menetapkan makna dalam pesan atau karya (benda-benda) yang dibuatnya. Tetapi, bukan dunia material (benda-benda) hasil karya seni dan sebagainya yang meninggalkan makna tetapi manusialah yang meletakkan makna.

Tetapi Stuart Hall menganggap bahwa “ada yang salah” dengan representasi kelompok minoritas dalam media, bahkan ia meyakini bahwa image yang dimunculkan oleh media semakin memburuk. Ungkapnya, “There is something radically wrong with the way black immigrants-West Indians,Asians, Africans- are handled by and presented on the mass media”. Hall mengamati bahwa media cenderung sensitif pada gaya hidup kelas menengah keatas, mayoritas masyrakat yang sudah teratur, sementara orang kulit hitam digambarkan sebagai “kelompok luar”, “diluar konsensus”, “relatif tidak terorganisir”, “kelas pekerja”. Lebih lanjut, media semakin mengagungkan institusi masyarakat, dimana masyarakat kulit hitam bermasalah dalam area kekuasaan sensitif itu; pekerjaan, diskriminasi publik, perumahan, legalisasi parlemen,pemerintahan lokal, hukum dan polisi.

Persoalan representasi ini membawa kita pada beberapa pertanyaan penting:

  • Apakah gambaran di media membantu kita untuk memahami atau mengerti bagaimana dunia bekerja ?
  • Gambaran orang kulit hitam yang seperti apa yang direpresentasikan dalam media ?

MEMBERI POSISI BUDAYA SEBAGAI YANG UTAMA, “Culture is the way we make sense if, give meaning to the world”. Budaya terdiri dari peta makna, kerangka yang dapat dimengerti, hal-hal yang membuat kita mengerti tentang dunia kita yang eksis. Ambiguitas akan muncul sampai pada saat dimana kita harus memaknainya (make sense of it). Jadi, makna muncul sebagai akibat dari berbagi peta konseptual ketika kelompok-kelompok atau anggota-anggota dari sebuah budaya atau masyarakat berbagi bersama. Konsep budaya mempunyai peran sentral dalam proses representasi.

PETA KONSEPTUAL MAMPU MENGKLASIFIKASI DUNIA, maksudnya bahwa  kapasitas untuk menggunakan konsep untuk mengklasifikasi adalah ciri dasar genetik makhluk hidup, beberapa sistem tertentu dalam klasifikasi yang digunakan dalan sebuah masyarakat dapat dipelajari. Menurutnya bahwa budaya sendiri adalah sebuah sistem representasi. Kebudayaan merupakan konsep yang sangat luas, kebudayaan menyangkut ‘pengalaman berbagi’. Seseorang dikatakan berasal dari kebudayaan yang sama jika manusia-manusia yang ada disitu membagi pengalaman yang sama, membagi kode-kode kebudayaan yang sama, berbicara dalam ‘bahasa’ yang sama, dan saling berbagi konsep-konsep yang sama.

KONSEP BAHASA DAN KOMUNIKASI, Konsep-konsep adalah representasi-representasi, yang memperbolehkan kita untuk berpikir. Tetapi kita belum selesai dengan sirkulasi representasi ini, karena seharusnya kita berbagi peta konseptual yang sama, sehingga kita dapat memahami dunia melalui sistem klasifikasi yang sama yang ada di kepala kita. Akhirnya, pertanyaan mengenai komunikasi dan bahasa melengkapi sirkulasi representasi. Kita bisa saling berkomunikasi karena adanya kemunculan bahasa-bahasa (linguistik). Bahasa mengeksternalisasi makna yang kita buat tentang dunia kita. Sampai pada titik ini representasi benar-benar mulai dan menutup sirkulasi representasi.

_______________MRG_23/10/2012______________

3 pemikiran pada “Stuart Hall ; MEDIA MASA & REPRESENTASI

  1. Sdr M Noval, thx ya sdh berbagi Ilmu, menurut saya bahwa apapun yg direpresentasikan oleh media atau lembaga tertentu akan disusupi oleh ideologi tersembunyi. Representasi tentang Soekarno dalam film yg baru saja di gugat oleh keturunannya sebagai contoh. Titipan2 seperti itu juga yg dikritisi oleh Stuarthall, bahkan Gramsi juga mencurigai media sebagai lembaga yg sangat subjective dalam merepresentasikan yg belum tentu ada klarifikasinya.
    Pasti ada fakta yg diragukan namun cerita itu tentu tidak selamanya bersambung seperti fakta aslinya. Sangat subjectif….

    Salam sukses ya
    MRANTO GULO

    Suka

  2. salam pak,
    Saya Muhammad Noval dr Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
    Saya mau bertanya mengenai representasi.Kini media massa sangat gencar menggambarkan sesuatu itu seenaknya. khususnya dunia film, hollywood.
    bagaimana bapak menanggapi hal semacam itu.
    saya beri contoh saja, jika bapak pernah menonton film hollywood yg mengangkat kisah nyata (merepresentasikan) tapi dalam film itu banyak fakta” yg dikaburkan. apakah itu mempengaruhi ideologi yg dibawa hollywood kepada masyarakat luas ?
    terima kasih

    Suka

Apa Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s