PENELITIAN WAJIB “BISNIS & INDUSTRI MEDIA ELEKTRONIK”

PRIA PERKASA "LEONARDO"PENGUMUMAN

UJIAN TENGAH SEMESTER

SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIL 2012/2013

TUGAS INI DIKETIK DENGAN RAPI DAN DISERAHKAN PADA TANGGAL 10 NOV 2012

Mata Kuliah/SKS Manajemen Industri dan Bisnis Media/3 SKS
Dosen Atmadji Sumarkidjo, MM
Hari/Tanggal/Waktu Sabtu, 10 November 2012/ Jam 10.00 Pagi sampai selesai
Sifat Ujian Open  Book dan hasil dalam bentuk softcopy diserahkan ke Ketua Kelas dalam bentuk softcopy
Note Jangan lupa Nama dan Nirm serta Nama Mata Kuliah (klik disini) :

 

Jangan lupa Nama dan Nirm serta Nama Mata Kuliah (klik disini) :

LEMBARAN UTS 2012 Mahasiswa (1)

____________________________

B a g i a n  P e r t a m a:

  1. Sejak kelahirannya hingga tahun 1989, sebagai satu-satunya stasiun televisi di Indonesia, TVRI memonopoli siaran-siaran di Tanah Air. Menurut pandangan Anda apa keuntungan dan juga kerugian monopoli siaran televisi tersebut?
  2. Menurut analisa Anda, mengapa pemerintah tahun 1989 tiba-tiba memberi izin kepada swasta untuk membangun stasiun televisi?
  3. Apa pula keuntungan dan kerugian yang dialami oleh TVRI karena tiba-tiba harus bersaing secara bebas (free competation) dengan swasta yang bermodal kuat?
  4. Pada waktu yang bersamaan Departemen Penerangan RI (nama dulu) tidak melarang masyarakat untuk menyaksikan siaran-siaran televisi luar melalui antena parabola. Uraikan dampak kebebasan “separuh” tersebut bagi masyarakat!

Acuan Pembuatan Soal

  1. SAP/Pertemuan 1-7
  2. Standar Prosedur ISO
Ditinjau & Diverifikasi  oleh :Dr. Farid Hamid, M.SiTanggal : 27 Oktober 2012 Soal ujian  ini dibuat oleh:Atmadji Sumarkidjo, MMTanggal  27 Oktober 2012

Informasi Tambahan :

TVRI MILIK PEMERINTAH, ALAT PENGUASA

TVRI pada Era Orde Baru

Tahun 1974, TVRI diubah menjadi salah satu bagian dari organisasi dan tatakerja Departemen Penerangan, yang diberi status Direktorat, langsung bertanggung-jawab pada Direktur Jendral Radio, TV, dan Film, Departemen Penerangan Republik Indonesia.

Sebagai alat komunikasi Pemerintah, tugas TVRI adalah menyampaikan informasi tentang kebijakan Pemerintah kepada rakyat dan pada waktu yang bersamaan menciptakan two-way traffic (lalu lintas dua jalur) dari rakyat untuk pemerintah selama tidak mendiskreditkan usaha-usaha Pemerintah.

Pada garis besarnya tujuan kebijakan Pemerintah dan program-programnya adalah untuk membangun bangsa dan negara Indonesia yang modern dengan masyarakat yang aman, adil, tertib dan sejahtera, yang bertujuan supaya tiap warga Indonesia mengenyam kesejahteraan lahiriah dan mental spiritual. Semua kebijaksanaan Pemerintah beserta programnya harus dapat diterjemahkan melalui siaran-siaran dari studio-studio TVRI yang berkedudukan di ibukota maupun daerah dengan cepat, tepat dan baik.

Semua pelaksanaan TVRI baik di ibu kota maupun di Daerah harus meletakkan tekanan kerjanya kepada integrasi, supaya TVRI menjadi suatu well-integrated mass media (media massa yang terintegrasikan dengan baik) Pemerintah.

Tahun 1975, dikeluarkan SK Menpen No. 55 Bahan siaran/KEP/Menpen/1975, TVRI memiliki status ganda yaitu selain sebagai Yayasan Televisi RI juga sebagai Direktorat Televisi, sedang manajemen yang diterapkan yaitu manajemen perkantoran/birokrasi.

TVRI pada Era Reformasi

Bulan Juni 2000, diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 36 tahun 2000 tentang perubahan status TVRI menjadi Perusahaan Jawatan (Perjan), yang secara kelembagaan berada di bawah pembinaan dan bertanggung jawab kepada Departemen Keuangan RI.
Bulan Oktober 2001, diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 64 tahun 2001 tentang pembinaan Perjan TVRI di bawah kantor Menteri Negara BUMN untuk urusan organisasi dan Departemen Keuangan RI untuk urusan keuangan.
Tanggal 17 April 2002, diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 2002, status TVRI diubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) TVRI di bawah pengawasan Departemen Keuangan RI dan Kementerian Negara BUMN.
Selanjutnya melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, TVRI ditetapkan sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang berbentuk badan hukum yang didirikan oleh negara. Semangat yang mendasari lahirnya TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik adalah untuk melayani informasi untuk kepentingan publik, bersifat netral, mandiri dan tidak komersial. Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2005 menetapkan bahwa tugas TVRI adalah memberikan pelayanan informasi, pendidikan dan hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan penyiaran televisi yang menjangkau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

KUTIPAN KOMPAS

Sleman, Kompas – TVRI dan RRI akan menjadi satu-satunya lembaga penyiaran berskala nasional. Untuk itu, pegawai negeri yang bekerja di lembaga komunikasi publik, seperti RRI dan TVRI, harus kreatif untuk menghasilkan siaran bermutu.
Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan A Djalil, Sabtu (17/12), menyatakan hal itu dalam upacara wisuda program diploma Sekolah Tinggi Multimedia MMTC Yogyakarta.
”Televisi dan radio swasta akan dibatasi jangkauan siarannya, maksimal 75 persen dari wilayah nasional. Idenya, untuk menghindari monopoli informasi, kecuali oleh lembaga penyiaran publik TVRI dan RRI,” ujarnya.

Dulu, ketika TVRI atau RRI masih menjadi satu-satunya alat siaran, setiap orang melihatnya karena masyarakat tak punya pilihan. Namun kini, peran itu bisa dilakukan televisi atau radio swasta. ”Untuk itulah, pekerja di TVRI atau RRI harus kreatif agar siarannya tak kalah dengan televisi dan radio swasta,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah DIY Ki Gunawan menganggap keputusan pemerintah mengembalikan peran TVRI dan RRI sebagai satu-satunya lembaga penyiaran nasional sebagai bentuk monopoli pemerintah. Pembatasan radio atau televisi swasta merupakan pemasungan kebebasan media. ”Soalnya bukan persaingan televisi atau radio publik dengan swasta, tetapi pembatasan hak media,” ujarnya.

Ia khawatir media akan kembali sebagai corong pemerintah, seperti era Orde Baru. Apalagi dalam empat peraturan pemerintah penyiaran, media swasta dilarang me-relay siaran berita dari luar negeri. (ART)

KEUNTUNGAN DAN BENEFIT BAGI MASYARAKAT

Sebagai negara kepulauan yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke, negara kita memiliki keunikan kondisi geografis. Penduduk di negara kita tersebar tidak hanya di perkotaan dan perdesaan, tetapi juga di lembah-lembah, di gunung-gunung, serta di pulau-pulau terpencil. Persebaran penduduk di berbagai daerah itu, memerlukan sarana informasi yang efektif, salah satunya adalah media televisi.

Sejarah mencatat, kehadiran televisi di tanah air kita dimulai pada tanggal 24 Agustus 1962. Ketika itu, Presiden Soekarno meresmikan siaran televisi pertama di tanah air, yang dipancarkan oleh Televisi Republik Indonesia. Meskipun siaran yang dipancarkan masih berwarna hitam putih, tadi kita saksikan dalam tayangan, tetapi siaran ini menandai lompatan era televisi di tanah air. Saat itu pula, negara kita menjadi salah satu negara yang berada di garis depan teknologi komunikasi di Asia.

Berdirinya TVRI di awal tahun 60-an merupakan sebuah langkah futuristik, antisipatif, dan inovatif. Ketika banyak negara di dunia belum menguasai kemajuan teknologi informasi, khususnya pertelevisian yang padat teknologi, negara kita telah melangkah ke depan terlebih dahulu. Melalui TVRI, kita dapat menyajikan informasi yang tidak hanya diterima oleh penduduk di ibukota negara, tetapi juga diterima oleh penduduk yang berdiam hingga di pulau-pulau terdepan, perbatasan negara, dan wilayah pedalaman. TVRI juga dapat menyiarkan kemajuan bangsa kita kepada komunitas internasional di luar negeri. Televisi telah menciptakan pengalaman baru melalui berbagai tayangan yang mencerdaskan, mendidik, dan sekaligus menghibur.

 

6 pemikiran pada “PENELITIAN WAJIB “BISNIS & INDUSTRI MEDIA ELEKTRONIK”

  1. Masyarakat berhak memperoleh informasi yang benar, right to know. Karenanya, TVRI harus berfungsi sebagai identitas nasional, pemersatu bangsa, dan mampu membentuk citra positif bangsa kita di dunia internasional.

    Sebagai lembaga penyiaran publik, TVRI harus mengemban tugas untuk menyiarkan informasi, edukasi, dan hiburan yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat di pelosok Nusantara-nya. Siarannya pun harus mencerminkan kebhinekaan yang merefleksikan struktur keragaman, realita sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Programnya juga harus mencerminkan identitas dan budaya nasional.

    Dalam usianya yang menginjak setengah abad, saya berharap agar TVRI menjadi lebih berkembang, memiliki daya saing yang lebih tinggi, dan mampu menjadi salah satu penyelenggara penyiaran televisi yang kredibel di kawasan Asia Tenggara. Saya yakin, cita-cita dan harapan itu dapat kita raih, sejauh ada kemauan dan kerja keras dari kita semua.

    Suka

  2. Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2005 menetapkan bahwa tugas TVRI adalah memberikan pelayanan informasi, pendidikan dan hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan penyiaran televisi yang menjangkau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Suka

  3. Pendapat saya, TVRI sejak berdiri sampai 1989, sebagai alat pemerintah untuk tujuan kesejahteraan rakyat. Tetapi menurut survey (tanpa nama) bahwa TVRI adalah media (alat) pemersatu bangsa yang paling efektif sejak berdirinya, menduduki responden tertinggi 89% dari 1.315 orang responden 1987. Sehingga waktu itu penguasa (orde Baru) menambah anggaran Departemen Penerangan untuk memajukan TVRI. Keuntungannya adalah TVRI bisa mencapai pelosok tanah air dengan infrastruktur yang sangat baik. TVRI sebagai media yang baik dan mendidik saat itu.
    Kerugian, adalah kesempatan untuk mendirikan TV swasta sangat kecil karena monopoli pita frekwensi saat itu. Selain itu TVRI mulai dicurigai sebagai alat hegemoni orang jawa, karena acaranya didominasi oleh budaya jawa, seperti acara keroncong dan wayang dengan durasi paling lama.
    semoga berguna

    Suka

  4. sorry gan, ini kampus UMB atau berlaku untuk mahasiswa lainnya juga, trims artikelnya, terus terang sangat menolong. Tuhan membalaskan kebaikan anda, murah rezeki dan dimudahkan dalam segala hal.

    Suka

  5. Dahulu TVRI pernah menayangkan iklan dalam satu tayangan khusus yang dengan judul acara Mana Suka Siaran Niaga (sehari dua kali). Pada tahun 80-an dan 90-an TVRI tidak diperbolehkan menayangkan iklan, dan akhirnya TVRI kembali menayangkan iklan. Status TVRI saat ini adalah Lembaga Penyiaran Publik. Sebagian biaya operasional TVRI masih ditanggung oleh negara.
    TVRI memonopoli siaran televisi di Indonesia sebelum tahun 1989 ketika didirikan televisi swasta pertama RCTI di Jakarta, dan SCTV pada tahun 1990 di Surabaya.

    Suka

  6. Televisi Republik Indonesia (TVRI) adalah stasiun televisi pertama di Indonesia, yang mengudara pada tanggal 24 Agustus 1962. Siaran perdananya menayangkan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-17 dari Istana Negara Jakarta. Siarannya ini masih berupa hitam putih. TVRI kemudian meliput Asian Games yang diselenggarakan di Jakarta.

    Suka

Apa Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s