My New Media

Kulturalisasi Sosial Media Oleh Mustika Ranto Gulo, ST. M.IKom

My New Media

Pada awalnya media masa adalah media yang sangat tepat dalam menjaga eksisnya budaya lokal, memajukan dan meningkatkan kecintaan masyarakat kepada budaya lokal, menjadi alat pendidikan dalam meningkatkan pengetahuan dan juga dalam rangka penyebaran informasi budaya-budaya lokal. Tidak dipungkiri bahwa di daerah-daerah tingkat propinsi dan juga tingkat kabupaten/kota telah terbit beberapa media lokal yang tersegmentasi dan juga yang memediasi budaya daerah setempat dimana isinya juga meliputi isu tentang politik serta pendidikan. 

Pada akhirnya kulturalisasi Sosial Media menjadi global (mendunia) dimana sekat-sekat wilayah dan keterbatasan jarak sudah tidak menghalangi masyarakat. Budaya negara lain, suku-suku lain membaur dalam sosial media yang terbuka setiap saat dan setiap tempat melalui jaringan internet akses. 

Pada akhirnya terjadi pertukaran Budaya antar bangsa seperti “Guo-Ming Chen dan William J. Sartosa” mengatakan bahwa komunikasi antarbudaya adalah proses negosiasi atau pertukaran sistem simbolik yang membimbing perilaku manusia dan membatasi mereka dalam menjalankan fungsinya sebagai kelompok. Selanjutnya komunikasi antarbudaya itu dilakukan:

  1. Melalui negosiasi untuk melibatkan manusia di dalam pertemuan antarbudaya yang membahas satu tema (penyampaian tema melalui simbol) yang sedang dipertentangkan. Simbol tidak sendirinya mempunyai makna tetapi dia dapat berarti ke dalam satu konteks dan makna-makna itu dinegosiasikan atau diperjuangkan;
  2. Melalui pertukaran sistem simbol yang tergantung daripersetujuan antar subjek yang terlibat dalam komunikasi, sebuah keputusan dibuat untuk berpartisipasi dalam proses pemberian makna yang sama;
  3. Sebagai pembimbing perilaku budaya yang tidak terprogram namun bermanfaat karena mempunyai pengaruh terhadap perilaku kita;
  4. Menunjukkan fungsi sebuah kelompok sehingga kita dapat membedakan diri dari kelompok lain dan mengidentifikasinya dengan pelbagai cara.

Dunia ini telah menglobal dan bahkan telah menjadi satu desa saja, karena tidak dibatasi oleh batas wilayah negara dan kekuasaan, bahkan identitas suku-suku bangsa membaur di dalam era globalisasi sekarang ini. Jadi, Kulturalisasi New Media memegang peranan penting untuk menjadi pengendali informasi budaya kepada generasi masa depan. 

Pada bidang study Cultural Study lebih condong mengkritisi hilangnya rasa cinta tanah air para generasi muda saat ini, tidak hanya terjadi di Indonesia saja, bahkan kejadian yang sama hampir terjadi pada negara-negara maju. Pemuda sekarang tidak menghafal lagu kebangsaan negaranya, bahkan apa yang terjadi terakhir ini seorang calon Hakim Agung tidak hafal PANCASILA ketika seorang anggota DPR melakukan test kemampuan.

Sebagian masyarakat mencurigai budaya asing yang masuk ke Indonesia menyebabkan kemerosotan moral dan lupanya masyarakat kita kepada abdi luhur nenek moyang. Karena salah satu unsur perubahan budaya adalah adanya hubungan antarbudaya, yaitu hubungan budaya lokal dengan budaya asing. Hubungan antarbudaya berisi konsep akulturasi kebudayaan.

Menurut Koentjaraningrat istilah akulturasi atau acculturation atau culture contact yang digunakan oleh sarjana antropologi di Inggris mempunyai berbagai arti di antara para sarjana antropologi. Menurut Koentjaraningrat akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kebudayaan lokal itu sendiri. Suku-suku di daerah saat ini telah terkontaminasi akulturalisasi karena generasi berikutnya tidak paham bahasa suku di daerah asal orang tuanya. Bahkan mereka juga lupa apa suku dan marganya, mereka terakomodasi dalam akulturasi yang merambah kota-kota bahkan daerah terpencil sekalipun. 

Peran New Media akan teruji dimasa depan, apakah masih menyuguhkan artafak budaya lokal sebagai berita dominan atau hanya sebagai follower berita dunia yang menghangat? Tantangan inilah yang dikritisi dalam mata kuliah ini, para mahasiswa harus sadar bahwa kita adalah agen budaya itu sendiri. Kulturalisasi New Media membawa semangat pada kepentingan nasionalisasi dan kebangsaan kita. 

by

Mustika Ranto Gulo, M.IKom

email : ranto.komunikasi@gmail.com

 

Satu pemikiran pada “Kulturalisasi Sosial Media Oleh Mustika Ranto Gulo, ST. M.IKom

Apa Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s