PERUBAHAN “CHANGE” Kuliah 16 Oktober 2012 by Ir. Mustika Ranto Gulo dalam Kapita Selekta & Ilmu Sosial (5)

Ekonomi global berdampak pada tiga hal, yaitu

  1. customer,
  2. competition, dan
  3. change.

Perubahan menjadi sesuatu yang konstan dan tidak dapat dihindarkan. Perubahan itu sendiri terkadang tidak selalu dapat diprediksi serta tidak banyak orang yang menyukai perubahan. MRG

Krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998 mengakibatkan perubahan yang dampaknya luar biasa merugikan bagi perekonomian negara kita. Krisis yang terjadi pada sektor ekonomi mengakibatkan efek domino hingga turut menyeret jatuhnya sektor-sektor yang lain. Krisis multidimensi yang terjadi juga berdampak pada struktur tatanan masyarakat kita. Seluruh sektor yang ada mau tidak mau harus menjalani perubahan untuk bertahan dalam krisis yang terjadi.

Bukan hanya krisis ekonomi yang terjadi, tetapi lebih tepat disebut “Krisis Multidimensi”  yang mencakup hampir seluruh sendi-sendi kehidupan masayrakat pada saat itu. Krisis tahun 1998 di Indonesia itu dikenal sebagai efek berantai krisis global yang sekaligus terjadi dikawasan Asia pasifik dan negara-negara lainnya di benua Amerika dan Eropa. Krisis mulai terjadi dengan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika hingga menembus angka empat belas ribu rupiah per dollar Amerika. Inflasi begitu tinggi hingga mengakibatkan harga bahan makanan pokok melambung tinggi  dan sulit terjangkau oleh masyarakat. Mau tidak mau oraganisasi yang berorientasi profit maupun non-profit harus mencari cara agar tetap bisa survive dalam kemelut krisis tersebut. Pada akhirnya berbagai macam perubahan terjadi dalam organisasi tersebut sebagai bentuk adaptasi menghadapi krisis.

Banyak masalah yang bisa terjadi ketika perubahan akan dilakukan. Masalah yang paling sering muncul adalah “penolakan atas perubahan itu sendiri” atau biasa disebut resistance to change. Namun, kita juga harus ingat bahwa perubahan tidak selalu negatif karena justru karena adanya penolakan tersebut maka perubahan tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Penolakan atas perubahan tidak selalu muncul dipermukaan dalam bentuk yang standar. Penolakan bisa jelas kelihatan (eksplisit) dan segera, misalnya mengajukan protes, mengancam mogok, demonstrasi, dan sejenisnya; atau bisa juga tersirat (implisit), dan lambat laun, misalnya loyalitas pada organisasi berkurang, motivasi kerja menurun, kesalahan kerja meningkat, tingkat absensi meningkat, dan lain sebagainya.

Resistensi individu merupakan resistensi yang muncul karena persoalan kepribadian, persepsi, dan kebutuhan, maka individu punya potensi sebagai sumber penolakan atas perubahan. Faktor-faktornya antara lain, yaitu kebiasaan, rasa aman dan ketakutan pada sesuatu ayng tidak diketahui, faktor ekonomi, serta persepsi.

Kebiasaan merupakan pola tingkah laku yang kita tampilkan secara berulang-ulang sepanjang hidup kita. Kita melakukan itu karena merasa nyaman dan menyenangkan. Contohnya, kita bangun pagi pukul empat pagi, brangkat kuliah pukul tujuh, pulang pukul empat sore, istirahat, belajar dan tidur pukul sepuluh malam. Begitu terus hingga terbentuk pola kehidupan sehari-hari. Apabila ada perubahan yang besar terhadap pola tersebut maka akan secara otomatis muncul mekanisme penolakan.

Kondisi pada waktu ayng lalu sudah memberikan rasa aman, dan kita memiliki kebutuhan akan rasa aman relatif tinggi, maka potensi menolak perubahan pun besar apabila terjadi perubahan yang menyebabkan berkuarangnya rasa aman. Ancaman kehilangan pekerjaan karena krisis ekonomi akan memunculkan penolakan. Sebagian besar perubahan tidak mudah diprediksi hasilnya. Oleh karena itu muncul ketidak pastian dan keraguraguan. Kalau kondisi sekarang sudah pasti dan kondisi nanti setelah perubahan belum pasti, maka orang akan cenderung memilih kondisi sekarang dan menolak perubahan.

Faktor ekonomi berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Seperti yang diungkapkan dalam teori Maslow, manusia harus memenuhi kebutuhan yang lebih mendasar baru akan bergerak untuk memenuhi kebutuhan yang lebih lanjut. Apabila terjadi suatu keadaan atau kondisi yang menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hingga mengakibatkan tingkat kebutuhan yang dapat terpenuhi turun maka akan terjadi sebuah penolakan.

Persepsi yang ada akan berpengaruh terhadap reaksi untuk mengantisipasi perubahan. Penolakan atau penerimaan terhadap perubahan kondisi terjadi karena didasari oleh persepsi individu.

Selama proses perubahan terjadi terdapat kekuatan-kekuatan yang mendukung dan yang menolak . Melalui strategi yang dikemukakan oleh Kurt Lewin yaitu Teori Medan (Field Theory) yang dibagi menjadi tiga tahap, kekuatan pendukung akan semakin banyak dan kekuatan penolak akan semakin sedikit. Tiga tahap tersebut adalah unfreezing, movement, dan refreezing.

Unfreezing adalah upaya-upaya untuk mengatasi tekanan-tekanan dari kelompok penentang dan pendukung perubahan. Status quo dicairkan, biasanya kondisi yang sekarang berlangsung (status quo) diguncang sehingga orang  merasa kurang nyaman.

Movement, yaitu secara bertahap (step by step) tapi pasti, perubahan dilakukan. Jumlah penentang perubahan berkurang dan jumlah pendukung bertambah. Untuk mencapainya, hasil-hasil perubahan harus segera dirasakan.

Refreezing merupakan langkah terakhir. Jika kondisi yang diinginkan telah tercapai, stabilkan melalui aturan-aturan baru, sistem kompensasi baru, dan cara pengelolaan organisasi yang baru lainnya. Jika berhasil maka jumlah penentang akan sangat berkurang, sedangkan jumlah pendudung makin bertambah.

Satu pemikiran pada “PERUBAHAN “CHANGE” Kuliah 16 Oktober 2012 by Ir. Mustika Ranto Gulo dalam Kapita Selekta & Ilmu Sosial (5)

Apa Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s