PUBLIC SPEAKING – MUSTIKA RANTO GULO, ST., M.IKom.


Selamat pagi sahabat mahasiswa/i yang baik, selamat belajar semoga sukses. Hari ini saya kirimkan Note Visual saya kepada Ketua Kelas Nona : Veronica Joice Sparkim agar mengetiknya di Blog kita. Lanjutkan membaca “PUBLIC SPEAKING – MUSTIKA RANTO GULO, ST., M.IKom.”

MATAHARI MASIH BERSINAR


SOUNTRACK

MATA HARI MASIH BERSINAR

CIPT. MUSTIKA RANTO GULO

*)

MATA HARI MASIH BERSINAR TERANG,

 SKALIPUN JALAN KADANG KELAM 

SELAGI NAFAS INI MASIH DIKANDUNG BADAN,  

TETAP TERSENYUM DAN TETAP BERJUANG       

            **)

            MASIH ADA SISA WAKTU TERINDAH

             AGAR KUPETIK BINTANG-BINTANG  

            SEMOGA ADA PINTU-PINTU AKAN TERBUKA 

            UNTUK KUTEMPUH DENGAN PENUH HARAPAN

 RFF. 

BERIKANLAH AKU KESEMPATAN BARU

 AGAR KU MAMPU MENATA DIRI

 TERANGILAH JALAN-JALAN YANG AKU TEMPUH

 AGARKU TAK ‘KAN TERSESAT LAGI

 HOHO HO HO

 HOHO HOHO

MRG – New Inspiration.

Global Village Dalam Perspektif Komunikasi


Dunia ini dianalogikan menjadi satu desa ‘Global Village’ oleh Marshall MCLuhan, (1960)  karena melihat perkembangan industry media yang sangat cepat tak terbendung. Maksudnya bahwa negara-negara yang dibatasi oleh geografis dan ideologi pada waktunya nanti batas-batas itu tak ada lagi gunanya. Mengapa? Karena keterbukaan informasi akan dikosumsi oleh seluruh masyarakat dunia secara bebas.

Kurang lebih 75 Tahun kemudian (sekarang tahun 2016) terbukti bahwa dengan hadirnya media berbasis Community Social Culture maka ‘global vilage’ menjadi gaya struktur budaya baru. Kita tidak dibatasi oleh wilayah dan waktu serta ideologi, yang kemudian struktur kewargaan negara tidak lagi penting nantinya. Pemimpin yang diakui oleh dunia adalah siapa yang memiliki ‘jaringan tercepat dan terbesar ke pusat data’. Penguasa dunia adalah mereka yang tercepat mengakses pusat data diseluruh dunia. Selain kecepatan tentu kelak akan ada ukuran keakuratan data dan dari mana sumbernya. Dengan demikian dunia akan dikendalikan oleh pemilik media yang mampu menyuguhkan opini terbaik.

Pada era Global Village ini akan tampil budak-budak belian, dimana mereka hanya bengong menonton cara kerja online, mengelola aplikasi dan menonton orang-orang berkomunikasi data tanpa kata-kata. Mereka menjadi budak yang tersisih dari teknologi. Kapan hal ini terjadi?

Marshall McLuhan memperkenalkan konsep ini pada awal tahun 60-an dalam bukunya pun yang berjudul Understanding Media: Extension of A Man. Sekarang terbukti bahwa dengan tersedianya jaringan internet diseluruh dunia mengakibatkan dunia ini seakan-akan hanya berada dalam satu desa. Kekerabatan manusia menjadi sangat dekat sekali, sehingga jarak waktu dan jarak lokasi bukan lagi penghalang untuk berkomunikasi. Jarak penduduk dunia seumpama jarak rumah antar rumah yang saya analogikan di Indonesia bagaikan RT/RW saja.

Dalam jurnal saya sebelumnya saya memprediksi bahwa kartu tanda penduduk yang menjelaskan desa, RT/RW dan warga Negara, beberapa tahun lagi sudah tidak berlaku. Sebab dengan bersatunya data dunia maka tentu demi kepentingan  bersama maka ID Card manusia di seluruh dunia diterbitkan oleh satu  lembaga saja. Kewargaan negara kita sudah tidak penting lagi dalam global data record dunia, sebab hubungan antar manusia tidak lagi mempersoalakan ideologi dan batas wilayah negara.

Biaya telepon untuk berkomunikasi pada 25 tahun terakhir telah berubah dari analog menjadi digital. Apa yang terjadi sekarang dengan komunikasi data dan di dalam bisa mendeliveri voice? Maka biaya komunikasi menjadi sangat murah sekali sejak ditemukannya VOIP (Voice Over IP). Dalam 3 tahun terakhir ini VOIP pun menjadi Free Of Charge (Tidak berbayar) karena jumlah data yang ada di setiap Smart Phone itu mampu mendeliveri VOIP tersebut. Misalnya Skype yang bisa berbicara antar negara hanya dengan berlangganan internet saja.

Ketika konsep ini dikembangkan dari pemikiran McLuhan bahwa suatu saat nanti informasi akan sangat terbuka dan dapat diakses oleh semua orang. Pada masa ini, mungkin pemikiran ini tidak terlalu aneh atau luar biasa, tapi pada tahun 60-an ketika saluran TV masih terbatas jangkauannya, internet belum ada, dan radio masih terbatas antar daerah, pemikiran McLuhan dianggap aneh dan radikal.

McLuhan memperkirakan pada masa digital dan serba komputer tersebut, persepsimasyarakat akan mengarah kepada perubahan cara serta pola komunikasi. Bagaimana pada saat itu, masyarakat tidak akan menyadari bahwa mereka sedang mengalami sebuah revolusi komunikasi, yang berefek pada  komunikasi antar pribadi. Di atas level komunikasi interpersonal yakni komunikasi antara dua-tiga orang, pada masa desa global benar-benar terjadi trend komunikasi akan ke arah komunikasi massa, yakni bersifat massal dan luas. Di mana pembicaraan akan suatu topik dapat menjadi konsumsi dan masukan bagi masyarakat luas, kecuali, tentu saja, hal-hal yang bersifat amat rahasia seperti rahasia perusahaan, rahasia negara, keamanan-ketahanan. Semua orang berhak untuk ikut dalam pembicaraan umum, dan juga berhak untuk mengkonsumsinya, tanpa terkecuali.

Sekarang, perkembangan aplikasi teknologi Smart phone semakin canggih dan dapat dioperasikan oleh kalangan awam sekalipun. Internet dan jangkauangnnya semakin jauh dan memasuki wilayah terpencil, artinya aplikasi jejaring sosial dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.

Dunia hanya ada dalam satu desa karena dihubungkan oleh jejaring sosial yang semakin canggih.

Tugas (500. Kata diserahkan selasa)

Bab 1 Pendahuluan – Berisi tentang Latar belakang,  fenomena sosial dari jejaring sosial dan implikasinya pada masyarakat baik pada level atas menengah dan bawah.

Bab 2 Teori-teori dan pendapat para ahli tentang Komunikasi dan globalisasi

Bab 3 Pendapat anda sendiri bagaimana 10 tahun ke depan hubungan interpersonal, perilaku dan budaya termasuk gaya kegiatan usaha (bisnis) setelah semuanya terbuka dalam satu jejaring sosial.

Bab 4 Kesimpulan dan saran

Penutup

14 hari kerja ‘selamat bekerja dan sukses selalu’

MRG – ranto.komunikasi@gmail.com

Sex Education “Matahari Masih Bersinar”


Ide Cerita : Mustika Ranto Gulo, ST. M.IKom

Sutradara : Dedy Cornelius

Menjelang liburan kali ini keluarga Pak Toto berlibur ke puncak sesuai rencana. Anaknya TARI yang masih sekolah SDN 17 itu dijemput langsung di akhir penerimaan Rapor kenaikan kelasnya ke kelas 6. Tari anak gadis cantik dan kesayangan ayahnya itu pun kegirangan dan buru-buru menujukkan rapornya kepada Ayahnya di Mobil yang sedang menunggu di luar pagar sekolah.

Di dalam mobil mereka sangat bahagia, memberi pujian kepada TARI dan sebagai bonusnya mereka berlibur langsung ke luar kota. Di lampu merah Cibubur sangat macet, ayahnya membeli Koran Lampu Kuning untuk mengisi waktu sambil antri. Setelah dia bolak balik membacanya, koran itu dilempar saja ke belang dan jatuh kepangkuan TARI anak gadis cantiknya itu. Di halaman depan koran itu ada gambar seronok dan tulisan “Sex Itu Indah, berbagai posisi hubungan intim”. Tari pun membacanya dan memasukkan koran itu ke dalam tas sekolahnya. Ayahnya pun lupa.

Setelah sampai di Puncak Keluarga pak Toto (suami) dan Ibu Silvi (Ibu) berserta anaknya TARI menikmati suasana sejuk sambil keliling Villa. Disaat sedang bahagia penuh tawa anaknya TARI bertanya kepada Ayahnya “Seks Indah itu, apa pak?”. Ayahnya terkaget kaget dan menanyakan kembali “hah…kamu tanya, tau dari mana kata itu,  mengapa tanya itu”, dan seterusnya. Lalu ayahnya marah sejadi2nya dan memanggil istrinya sambil menyalahkan istrinya berkata “kamu salah didik anak ini mama”. Suana berubah seketika menjadi bencana besar karena sang ayah murka kepada istrinya. Sambil menangis sang ibu membawa anaknya ke kamar lalu bertanya “ada apa yang terjadi?”. Lalu anaknya menjawab sambil terbata-bata ketakutan “Mama, tari hanya tanya papa seks indah itu apa, tapi papa marah”. Ibunya ternyata juga kaget setengah mati dan bertanya “Darimana kau dengar kata itu Tari? Oh pantas papa mengamuk? kamu masih kecil anakku, oh”. Sambil memeluk dan menagis ibunya geram tiada taranya.

Lalu Pak Toto terik-teriak “Kita pulang …cepat ! Batal liburan ini, dan kau Tari yang merusak suasana hati Papa. Ini Akibatnya kalau mama salah didik anak gadisnya, ayo pulang!”

Lalu mereka pulang, sepanjang jalan Tari ketakutan dan menangis, kedua orang tuanya yang dikenal sangat baik itupun diam seribu bahasa sepanjang jalan dan akhirnya sampai di rumah.

Besok paginya TARI minggat dari rumah dan kedua orang tuanya mencarinya sampai menelpon seluruh keluarga. Beberapa jam kemudian orang tua Pak Toto memberi kabar bahwa TARI ada dirumahnya. “Oh ya ampun kog pagi-pgi sayang ini baru jam enam, apa kabar…mana papa dan mama” sambut neneknya. Tetapi Tari menangis sambil masuk ke dalam rumah. Neneknya berusaha menghibur lalu, Tari akhirnya luluh dan bertanya kepada neneknya. “Nenek janji, tidak marah kan?” Neneknya meyakinkan Tari tidak marah asal mau terus terang apa masalahnya : “Nenek sayang kamu nak, apa masalahnya nenek pasti janji tidak marah”. Setelah diam sejenak dan tari memandang mata neneknya agak lama lalu tari bertanya : “eyang, maaf ya ….hmmmm …hhmmmmm …seks indah itu apa?”. Neneknya langsung terperanjak kaget luar biasa …..sambil ternganga mulutnya dan berkata …”Tari…kamu tanya apa?”. Neneknya shock luar biasa dan tak tahan juga akhirnya marah …meledak “Anak bau kencur kog nanya, tidak sopan?, kau tau dari mana itu, waduh cucuku sayang sudah rusak dah”. “Oh nenek maaf …aku hanya bertanya, tadi janji tdk marah” …Tari ketakutan sambil peluk neneknya. Namun suasana berubah drastis …neneknya langsung telepon orang tua Tari (pak Toto) di kantor… “Anakmu ada disini …tolong jemput” Sambil menjelaskan apa yang terjadi. Pak Toto naik pitam dan menelpon iparnya (saudara istrinya Mas Heru) mohon bantuan menjemput tari karena ada tamu di kantornya sehingga tidak bisa menjemput Tari.

Mas Heru datang ke rumah sang Nenek bersama istrinya Nuke, lalu terjadi dialog tentang masalah tari. Syukurlah Om Heru agak menahan diri dan tidak terlalu banyak menekan Tari. Nuke sang tantenya mulai merayu dan mengorek-ngorek sebab kejadian prahara itu. Namun tari ketakutan. Sampai di rumah Tari langsung ke kamar bersama Tante Nuke sambil berdialog terus menerus. Akhirnya Tari membuka tas sekolahnya dan curhat kepada Tante Nuke bahwa koran itu dibeli Papa Toto saat menuju puncak. “Aku baca-baca tante, tetapi semua orang yang saya tanya marah, ….Apa maksudnya seks itu indah?”. Tante Nuke langsung menyambar koran itu dan membawa ke ruang tamu langsung melempar di Meja tamu dan bertanya “Siapa yang membeli Koran ini, dan memberi ke anak ingusan, pantas saja dia bertanya?”. Dialog itu sangat keras, akhirnya pak toto yang baru pulang dari kantor itu mengakui bahwa dirinya yang membeli koran itu saat mau berlibur.

Disaat mereka sedang alot berbicara, diam2 Tari melarikan diri lagi dan sampai di alun-alun. Disana Tari bertemu anak-anak yang sedang main, dan ia duduk sisi lapangan. Ada anak Pink yang sedang memegang gitar keroncong disebelahnya. Mereka terjadi dialog. Tari menangis dan meminta abang punk itu tidak marah kepadanya. Anak punk itu berjanji dan bersumpah “Demi Tuhan dek, aku tidak marah, untuk apa marah, tanya apapun saya jawab”. Lalu, Tari bertanya :..”Bang janji ya, jangan marah …Seks indah itu apa ya?”. Anak Punk ini pun kaget tetapi terlihat di benaknya ada niat jahat. Setelah mereka berdialog, anak punk itu mengajaknya jalan ke salah gedung tua dan terjadi penjelasan Sex itu indah…al hasil TARI menjadi korban seks indah itu apa. Anak punk. Beberapa saat kemudia Orang tua Tari teriak-teriak mencari Tari. Si anak Punk melarikan diri dan Tari ditemukan dalam keadaan sangat memprihatinkan, telah diperkosa oleh anak Punk itu.

SOUNTRACK

MATA HARI MASIH BERSINAR

CIPT MUSTIKA RANTO GULO

*)

MATA HARI MASIH BERSINAR TERANG,

 SKALIPUN JALAN KADANG KELAM 

SELAGI NAFAS INI MASIH DIKANDUNG BADAN,  

TETAP TERSENYUM DAN TETAP BERJUANG       

            **)

            MASIH ADA SISA WAKTU TERINDAH

             AGAR KUPETIK BINTANG-BINTANG  

            PASTI ADA PINTU-PINTU YANG AKAN TERBUKA 

            UNTUK KUTEMPUH DENGAN PENUH HARAPAN

 RFF. 

BERIKANLAH AKU KESEMPATAN BARU

 AGAR KU MAMPU MENATA DIRI

 TERANGILAH JALAN-JALAN YANG AKU TEMPUH

 AGARKU TAK ‘KAN TERSESAT LAGI

 HOHO HO HO

 HOHO HOHO

MRG – New Inspiration.

FUNGSI MEDIA DI PERKOSA, MENGABDI KEPADA SIAPA YANG BERANI BAYAR By Mustika Ranto Gulo, ST. M.IKom


Birokrasi VS Jurnalis(1)
Kelas paling hidup …sekalipun alot tetapi diskusi para pakar analisis ini, sangat berkualitas

 

Sesi 5 dalam tema “MEDIA DAN KODE ETIK JURNALIS” pada mata kuliah Media Cultures Studies oleh Dr. Heri Budianto (2012).

Pertemuan sesi ini membahas tentang media dan kode etik jurnalis, seperti biasa bahwa diskusi pasti memanas huahahaha. Teori dan study kasus bagaikan mata rantai yang tak pernah putus apalagi membahas media darling yang tiada akhir …seru sekali.

Ketika menampilkan beberapa analisis media electronik dan media cetak serta media online yang menyuarakan kepentingan pemilik atau pemodal media. Jurnalis itu bekerja untuk kepentingan pemodal dan isi beritanya tentu tentang keterpihakkannya kepada pemilik media yang membayar gaji mereka. Selain itu membahas tentang “News by order to be proclaimed”, ini lebih berbahaya karena berita bisa diorder (dipesan) seperti iklan. Jadi fungsi media sebagai basis yang menjaga kenetralisasi sudah tidak ada lagi.

Isu ini juga menyambar “running teks di TV lokal yang berkata : Wartawan xxxx tidak menerima uang atau sumbangan apapun dan bla bla bla”.

Lebih berbahaya adalah order news untuk jangka panjang sampai tujuan para aktor itu tercapai. Misalnya menggiring opini publik untuk pribadi seorang calon kandidat tertentu dalam politik. Menggariskan berita-berita seputar diri kandidat secara terencana dan ‘angel’ (ruang – sudut pandang berita) diatur agar tidak disadari oleh pembaca awam,  bahwa sesungguhnya mereka sedang digiring untuk mendukung pribadi/personal  tertentu.

Lahirnya media online bagaikan jamur di musim hujan, dan menjadi alat yang digunakan untuk pencitraan pribadi tertentu. Salah satu kandidat Gubernur di Indonesia membangun dan membiayai website berita (News) sampai 27 website untuk mengelabui rakyat demi menggiring opini bahwa dirinya adalah calon gubernur yang bersih dari korupsi.

Media nasional sering melakukannya karena alasan keterpihakan ideologi dan juga karena bayaran yang mahal (sekarang isi berita tergantung siapa yang berani bayar).

Kode etik jurnalism sudah tidak menjalankan fungsi netralnya, padahal menurut tujuan dibuatnya kode etik menurut Frankel (Seeger, 1997 : 192-193) :

  1. sebagai petunjuk moral yang jelas untuk anggota sutau organisasi
  2. kode etik merupakan suatu dokumen legal yang dapat mengkontrol perilaku anggota organisasi,
  3. kode etik akan dapat melindungi anggota organisasi dari kejahatan atau penipuan
  4. kode etik merupakan struktur legitimasi yang membolehkan organisasi dalam menunjukan cara kerja dan konsistennya terhadap norma sosial.

Teori Agenda Setting

Agenda-setting diperkenalkan oleh McCombs dan DL Shaw (1972). Asumsi teori ini adalah bahwa jika media memberi tekanan pada suatu peristiwa, maka media itu akan mempengaruhi khalayak untuk menganggapnya penting. Jadi apa yang dianggap penting media, maka penting juga bagi masyarakat. Dalam hal ini media diasumsikan memiliki efek yang sangat kuat, terutama karena asumsi ini berkaitan dengan proses belajar bukan dengan perubahan sikap dan pendapat.

ISI BERITA MEDIA MAINSTREAM

Sekarang berita apa yang  dianggap penting oleh media? Media mainstream yang dulu dipercaya sebagai alat membangun faham yang netral,  kini telah menjadi alat hegemoni politik para politikus.

Kini fungsi media diperkosa oleh kepentingan uang, demi uang para penggagas berita mulai memprlihatkan keterpihakkan mereka pada figur yang berani bayar.

Masih adakah media yang netral? (Tugas artikel 500 kata).

MRG – Email : ranto.komunikasi@gmail.com

 

Ungkapan “Biasanya, Pada umumnya, Demikian adanya” dalam Universal Theory By Mustika Ranto Gulo


Seorang akademisi pada saksi Kasus Kopi Bersianida memberi keterangan tentang perilaku dan berkata “Pada umumnya demikian, Biasanya demikian, atau demikian adanya”. Dan ketika ditanya metodologi apa yang saudara pakai dalam observasi tersebut, lalu menjawab sangat jauh dari alasan seorang akademisi, saya kecewa.

Sesungguhnya ungkapan tersebut harus disertai dengan pembuktian dengan metodologi observasi – eksploratoris yaitu dengan cara melakukan  penelitian dasar yang sifatnya Comparative research methodology.

Comparative research methodology. bisa menjelaskan perilaku pada umumnya dapat diteliti dengan cara membandingkan perilaku yang lama dengan perilaku yang baru. Jika ada perbedaan yang menyolok pada analisa tersebut maka seorang Ahli baru bisa berkata “biasanya …pada umumnya, demikian adanya atau sebaliknya tidak pada umumnya, aneh dan lazim,  tidak lazim  bla bla bla …”. sayangnya proses itu tidak dilakukan dengan benar, lalu dimana letak ahlinya?

Contoh Kasus, peneitian tentang “Apakah Kelelawar Mencari Makan pada Malam Hari, Mengapa?”

Lalu seorang (ahli) menjawabnya “memang demikian, pada umumnya kelelawar demikian, pada umumnya kelelawar cari makan pada malam hari”.

Jika jawabnya sesederhana itu, maka semua teori-teori observasi yang bersifat membandingkan perilaku lama dengan perilaku menyimpang tidaklah berguna. Akibat ketidak-mengertian sang ahli maka study kasus yang ditangani menjadi kabur (akhirnya dipermalukan di depan umum). Contoh di atas menunjukkan bahwa kasus kelelawar mencari makan pada malam hari bisa dibuktikan dengan observasi dengan membuat survey untuk jangka waktu yang dinilai cukup. Tujuannya membuktikannya bukan karena imajinasi. Disertai dengan berbagai Varian perilaku kelelawar yang patut dibandingkan dalam study observasi tersebut.

Seharusnya jawaban-jawaban akademis itu berdasarkan pada cara kerja seorang ahli yaitu melakukan research yang memadai bahwa setelah observasi berbulan-bulan diberbagai belahan dunia (tempat) dan dengan metode Comparative research methodology (metodelogi membandingkan perilaku lama dengan perilaku baru) sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

Semua imajinasi kita bisa dibuktikan dari sumber yang real, bukan dari mimpi.

Dalam Universal Theory: A Model for the Theory of Everything, ungkapan Etienne Klein : “Imajinasi dipercayakan dengan tanggung jawab untuk mengeksplorasi. Misinya adalah untuk tidak mengharamkan realitas, melainkan, untuk memperbesar saja antar kami dengan itu. Karl Popper dan Gaston Bachelard, antara lain, telah menekankan pentingnya bersejarah spekulasi dalam membentuk hipotesis dan membangun kebenaran ilmiah.

Etienne Klein :
Model ini memiliki potensi untuk mengubah cara kita berpikir dan cara kita hidup.

Pengembangan Ethology juga sangat memadai yang membahas Behaviour. Applied behavior analysis (ABA) adalah aplikasi sistematik dari prinsip perilaku dan hubungannya dengan lingkungan untuk meningkatkan perilaku signifikan secara sosial. Lebih dari 30 tahun penelitian ilmiah memperlihatkan bahwa aplikasi ABA pada anak dan orang dewasa yang memiliki autisme dan gangguan perkembangan lainnya efektif dalam meningkatkan kemampuan berkomunikasi, kehidupan sehari-hari, kemampuan motorik dan sosial (berdasarkan contoh Remington et al., 2007, A field effectiveness study of early intensive behavioral intervention). Pada awal tahun 1960an bidang analisis perilaku telah berkembang dan menemukan sejumlah teknik untuk mengajar keterampilan baru dan untuk mengurangi perilaku menantang yang mungkin berbahaya bagi seseorang atau kepada orang lain.

Contoh analisis lainnya adalah “Pada umumnya mata berkedip kalau ada serangan ke mata”

Hypotesa untuk memperkuat kata “pada umumnya”  dengan cara melakukan uji coba (research) pada sepuluh orang manusia, 10 ekor binatang. Ternyata ditemukan :

  1. Mata ternyata berkedip sesuai dengan motorik tubuh
  2. Mata berkedip kalau terasa perih atau jika ada gangguan
  3. Mata berkedip jika ada serangan dari luar

Atas observasi ini lalu dibandingkan lagi dengan survey di lokasi yang berbeda, jika perilaku itu sama maka kesimpulannya adalah “Pada umumnya mata berkedip kalau ada serangan ke mata”. Sama halnya ketika Otto Hasibuan bertanya kepada sang Ahli “apakah metode yg anda pakai untuk menentukan lazim tidak lazimnya perilaku meletakan Tas di atas meja?”. Dengan model Applied behavior analysis (ABA) dapat dijelaskansedemikian rupa.  Sehingga jika ditanya seperti apa perilaku manusia pada umumnya jika masuk ke dalam cafe? Apakah pada umumnya tas tengteng pada umumnya diletakkan di samping kursi, di atas meja atau di lantai? Mengapa perilaku itu tidak lazim ya mengapa tidak lazim jika seseorang pengunjung cafe meletakkan tasnya di atas meja?

Jadi saudara yang dipanggil ahli jangan seenaknya memberikan kesaksian tanpa bukti empiris yang kuat, bayangkan anda berkata : “pada umumnya, biasanya begitu atau memang demikian, atau tidak lazim”. Masalah perilaku dapat diteliti dengan berbagai metode statistik, dengan paradigma exploratory dalam rangka menggali dengan seksama sebuah peristiwa terutama perilaku.

Salam untuk rekan saya yang terhormat.

Mustika Ranto Gulo, ST. M.IKom

Tahapan dan Standard Operational Procedure Produksi Acara Non Berita Televisi


Jelaskan dan uraikan bagaimana proses pembuatan – produksi acara televisi pada kategori hiburan yang mengandung isi berita. Sebagaimana anda ketahui bahwa acara televisi dibedakan antara Features, Dokumenter dan Berita (News).

Sejalan dengan bertambahnya kreatifitas dari penggas ide acara maka dapat ditemukan acara-acara yang seharusnya acara bersifat berat diolah menjadi acara ringan dan menghibur.

Dalam Proses pembuatan sebuah film atau siaran acara televisi, terdapat beberapa tahapan yang harus diperhatikan, yang mana tahapan-tahapan ini sangat penting dan berpengaruh terhadap hasil sebuah siaran yang akan ditayangkan.

Jelaskan dengan lengkap !

NASKAH CERITA NON BERITA TELEVISI


MRG’S Says : Saya menghendaki anda mampu menulis naskah sebuah cerita, tetapi keluhan 90% mahasiswa balik bertanya, apa idenya pak?. Sekarang saya ingin melatih anda dengan semua game yang pernah kita lakukan di laboratorium Televisi di Kampus.

Semua permainan itu anda tulis ceritanya sejak awal dan apa tujuan yang ingin anda sampaikan. Buatlah prosedurnya sampai bisa dilakukan aksi cerita itu di panggung.

Tentu anda masih bisa memperbaikinya kelak jika ada kesempatan mengulangnya nanti. Sekarang buatlah naskah dan script ceritanya sampai pada rundown.

Ceritakan bagaimana alur cerita pada contoh permainan (game) dan gimmick pada sebuah acara televisi yang dipraktekan di studio, apa tujuan dan maksud yang ingin anda capai pada acara hiburan ringan produksi non berita tersebut.  

 

Mustika Ranto Gulo

Mustika Ranto Gulo Says : 10 words related to the purpose of Public Speaking


Menurut Mustika Ranto Gulo, terdapat sepuluh (10) kata yang berhubungan dengan “Public Speaking” yang dilakukan secara lisan kepada orang banyak dengan tujuan

  1. Educating, training and  introducing novelties; Mendidik, Melatih dan memperkenalkan hal baru. Dalam kegiatan mengajar, seorang guru, motivator dan para mentor, termasuk orang yang melakukan pelatihan khusus kepada beberapa orang.
  2. Influence, bring change (Affect); Dalam retorika dasar menggambarkan bahwa tujuan public speaking lebih cenderung membawa pada esensi ‘Pengaruh, membawa perubahan (Mempengaruhi)’
  3. Encourage and motivate; Mendorong dan memotivasi
  4. Change opinions, brainwash ; merubah opini, mencuci otak
  5. Provide explanations and rectifying problems ; Memberikan penjelasan dan meluruskan masalah.
  6. Provide information to the crowd ; Memberikan informasi kepada orang banyak
  7. Clarification of various things ; Klarifikasi berbagai hal
  8. Reject a previous statement ; Menolak (memperbaiki) pernyataan sebelumnya
  9. Updating previous information; Memperbarui informasi sebelumnya
  10. Comforting the bereaved and to give new hope ; Menghibur berduka dan memberikan harapan baru

Seorang motivator tentu menggnakan alasan pada tujuan di atas secara nyata-nyata ataupun tersembunyi. Biasanya tujuan berbicara mereka tersembunyi namun pada umumnya sudah tersimpulkan dalam 10 tujuan di atas. Jelaskan !

Dikutip dari buku ; #Ten Of Magic Public Speaking, by Mustika Ranto Gulo, ST., M.IKom, Penerbit oleh Showcase Indonesia PT

10 Penyebab Nervous Oleh Mustika Ranto Gulo


SOAL UAS

Jelaskan minimal 5 alasan mengapa pembicara sering mengalami grogi ‘nervous’ (demam panggung) dan bagaimana cara mengatasi di atas panggung sehingga bisa normal kembali situasi dan keadaan pembicara.

BAHAN BACAAN

Terdapat 10 rangking tertinggi penyebab grogi atau Nervous atau demam panggung menurut hasil survey yang dilakukan bapak Mustika Ranto Gulo, ST., M.Ikom pada tahun 2013 (200 responden) yaitu :

  1. Penguasaan Materi  ranking 1 dengan responden 200 orang (alasannya adalah tidak menguasai materi sehingga bingung harus memilih tema atau harus bicara tentang apa, bagaimana dan mulai darimana)
  2. Belum Terbiasa Bicara rangking 2 dengan esponden 189 orang (alasannya adalah belum terbiasa berbicara di atas panggung dihadapan banyak orang)
  3. Kelas Sosial Lebih Rendah rangking 3 dengan responden 189 orang sama dengan no 3 di atas (alasannya adalah pembicara merasa lebih rendah/lebih miskin; hal ini menyangkut strata sosial yang berbeda, dan juga karena pakaian yang tidak sesuai dengan tema acara, terlalu murah atau terlalu mahal dan sebagainya)
  4. Usia Masih Muda rangking 4 dengan responden 178 orang (alasannya adalah belum pantas bicara di depan orang yang lebih tua, belum layak bicara, hal itu menyangkut kepercayaan diri atau identitas diri yang belum kuat)
  5. Keadaan/Kondisi Penontotn atau Audiens rangking 5 dengan responden 150 orang (dengan alasan bahwa keadaan penonton sangat tidak terkendali; atau ditengah2 penonton ada orang yang mengenal latar belakang anda).
  6. Kehilangan tema pidato, tiba-tiba lupa rangking 6 dengan responden 127 orang (alasannya bahwa saat naik panggung tiba-tiba tema pidato yang sdh dihafal itu lupa seketika, karena 3 faktor yaitu keadaan panggung yang mewah, keadaan penonton yang aktif dan persiapan diri yang tidak matang).
  7. Kesehatan Diri Kurang rangking 7 dengan responden 125 orang (Alsannya adalah kurang fit, belum sarapan atau makan siang, sedang lapar atau sedang haus, akibat minum obat jantung berdebar-debar, terlalu banyak minum kafein dan lain sebagainya)
  8. Sarana Dan prasarana Penunjang tidak memadai rangking 8 dengan responden 125 (alasannya adalah kemungkinan sound sistem yang rusak, panggung yang tidak memadai, nyaman dan juga alat presentasi anda tidak berfungsi dengan baik)
  9. Kondisi Audiens Tidak Sesuai dengan Tema Pidato rangking 9 dengan reponden 109 orang (alasannya bahwa pidato terlalu tiba-tiba sehingga persiapan kurang; selain itu adalah tidak menguasai informasi siapa pendengar penonton atau audiens sehingga topiknya sangat tidak berhubungan)
  10. Melakukan Kesalahan Kecil diawal Pidato rangking 10 dengan responden 103 orang (alasannya adalah tanpa disengaja terjadi kesalahan kecil di awal presentasi atau pidato misalnya salah mengucapkan greetings sehingga kehilangan kepercayaan diri atas kesalahan itu).

 

## dikutip dari buku:  Ten of Magic Public Speaking, 2016 oleh Gulo, Mustika Ranto, ST., M.IKom Penerbit Showcase Indonesia PT

 

Memilih Judul Pidato dan buat penjelasan atau uraiannya minimal minimal 500 kata


Tuliskan Judul Pidato sdr pada saat praktek minimal 500 kata dan jelaskan dimana letak pathos dan logos serta ethos dalam pidato tersebut. Berikan tekanan sesuai dengan 10 Magic Public Speaking disetiap proses pidato anda. Apa saja kelemahan saudara dibandingkan dengan teori retorika.

10 Tema Pidato Mustika Ranto Gulo, yang terbaik :

  1. Penjara terkuat adalah Pikiran manusia itu sendiri
  2. Cinta Akan Uang Adalah Sumber Kejahatan
  3. Pergaulan Yang Buruk, merusak Kebiasaan Yang Baik
  4. Kata adalah Wajah Asli Manusia
  5. Sebelum Bermain Api, Sebelumnya Belajarlah Memadamkannya
  6. Jatuh Cinta sama dengan Jatuh Dalam Neraka
  7. Google Akan Menjadi Tuhan yang Maha Menjawab
  8. Integritas Sangat Dekat Dengan Kemiskinan Harta
  9. Hikmat Menjadikan Kaya
  10. Musuh Terberat adalah Keinginan

Apa tema pidato anda?